Posted by: jelasnggak on: December 26, 2010
Imanuel artinya Tuh@n beserta kita.
Lho kok ? Emangnya dari dulu Tuh@n tidak beserta kita?
Jawabnya, dulu pada saat Adam dan Hawa masih di taman Firdaus, tentu saja Tuh@n beserta mereka selalu.
Andai Adam tidak memilih untuk meninggalkan TUH@n, tentu kita, anak keturunan adam akan terus berada di taman itu.
Tetapi kenyataan lain, Adam memilih untuk meninggalkan TUh@n sehingga kita semua selama beribu tahun hidup tanpa keselamatan.
Tetapi karena kasihNYA, DIA ingin agar semua manusia kembali kepangkuanNYA, dan masuk ke dalam kerajaanNYA yang abadi.
Untuk itulah, DIA masuk ke dalam dunia dan berada bersama-sama kita dalam wujud YESUS KRISTUS.
Mungkin ada yang bertanya-tanya, kenapa sih Tuh@n musti refot-refot menyelamatkan manusia? Bukankah DIA itu maha kuasa ?
TuH@n sudah menciptakan manusia dengan kehendak bebasnya. Manusia diberikan kebebasan untuk memilih sendiri jalannya. Di berikan kebebasan untuk memilih yang baik dan yang buruk.
Adam menggunakan kebebasaannya itu untuk memilih meninggalkan TUh@n.
Upah ketidakpatuhan adalah lepas dari kehidupan abadi bersamaNYA. Dan pada saat Adam melanggar, takdir manusia menjadi berubah.
Manusia menjadi “mati”.
Tetapi TuH@n tidak membiarkan hal itu terjadi. Lewat kehadiran PuteraNYA YESUS KRISTUS, Tuh@n sudah melawat manusia dan hadir di tengah-tengah kita, dan kembali memberikan pilihan kepada manusia yang ingin kembali kepadaNYA.
Imanuel, Tuh@n beserta kita sekarang dan selamanya. Amin
Impian memang selalu lebih menyenangkan dari kenyataan….Pembaca terkasih di manapun berada selamat menikmati saat-saat yang indah dalam natal ini semoga impianmu menjadi nyata dan bersuka cita senantiasa. IMANUEL
Met Natal Cah…
Adam menggunakan kebebasaannya itu untuk memilih meninggalkan TUh@n. ===> Sejak semula peristiwa Adam makan buah itu kan sudah dirancang Tuhan…^_^ .Kalo gak ngapain susah Ada diberikan buah itu. Toh buah itu bukan untuk makanan kambing kan ??? Buah itu ada di situ memang supaya dimakan Adam ?
Ah kau ini dari dulu pertanyaannya begini yg model begini.
Jika tidak ada buah itu, maka tidak akan ada kehendak bebas.
ngerti ?
kirain sudah nambah ilmunya.
Ternyata masih ilmu muslim…. ha ha ha ha ha ha aha h
Hi Hi Hi, jawabanmu itu kuno . Klasik tetapi yah biasalah jawaban medioker itu jawaban ala anak-anak TK . Semua orang juga jawabannya model gitu. Dan bukankah itu sudah kita bahas di blognya temanmu : http://imankristen.wordpress.com/2009/08/22/diskusi-dosa-manusia/…
Pertanyaannya masih sama kali kali saja kamu bisa jawab : Seberapa penting kehendak bebas itu sehingga kejahatan bisa menjadi ada sebagai dampaknya ?
Jika kehendak bebas memang penting apakah menurutmu di surga ada kehendak bebas. Jika nggak ada, ya berarti jawaban kehendak bebas itu penting adalah jawaban yang maksa bin oon.. weeek …^_^.
Nyatanya kan kehendak bebas terbukti gak penting sehingga kehendak bebas dihilangkan… ^_^
Atau kamu mau ngomong kehendak bebas masih ada ??? hi hi hi
Salam cah…
Padahal dulu sudah diberitahu : yang punya kehendak bebas itu cuma manusia.
Kalau manusia sudah mati, yaaa namanya bukan manusia lagi…
Logika *anak tk*
yap jel pas banget,
Mengapa tidak ada yang mikir kalo Tuhan mungkin saja memilih ditinggalkan Adam dengan memberikan buah yang jelas2 bakal dimakan di situ … ^_^
Karena kenyataan berkata lain.
Tuh@n tidak memilih agar adam meninggalkanNYA.
Ini dibuktikan dengan adanya YESUS.
YESUS adalah bukti bahwa TUh@n melawat umat manusia.
Yesus mengajarkan manusia untuk KEMBALI kepada TuH@n.
jelas nggak ya ?
–> Mengajak manusia untuk kembali.
Yesus : percaya padaKU maka engkau akan SELAMAT!
selamat = KEMBALI…ke Bapa…
Jelas….?
Jangan kaya si habieb rieziq (FPI) terus dong..
Tuh@n tidak memilih agar adam meninggalkanNYA.
Ini dibuktikan dengan adanya YESUS. ===> Itulah mengapa kamu gak lulus-lulus TK. Hubungannya Yesus sama Tuhan tidak memilih Adam meninggalkanNya apaan.
Maksimal secara teologis ya adanya Yesus membuktikan bahwa Tuhan ingin manusia kembali .
Lha bapak kamu bisa saja nyuruh kamu pergi terus suatu ketika karena melihat kamu rada pinteran dikit , dia pengin kamu kembali.
Lha bahwa bapak kamu nyuruh kamu kembali tidak sama artinya bahwa bapak kamu tidak pernah menginginkan kamu pergi …Itu dua logika yang terpisah. Tidak selalu diartikan bahwa jika bapak kamu pengin kamu kembali artinya pasti dia dulu gak pengin kamu pergi .
Itu bedanya anak manis. Paham gak ?
Dalam kasus kita ini . Tuhan yang Maha Tahu merancang Adam supaya makan buah larangan. Itu jelas banget kan. Atau menurutmu Tuhan tidak tahu kalau buah itu bakal dimakan ?
Salam Cah …
Yaakk betul!
*biar cepat!
memangnya kalau Tuh@n tahu buah bakal di makan membuktikan bahwa Tuh@n menginginkan adam makan buah itu ?
memangnya kalau Tuh@n tahu buah bakal di makan membuktikan bahwa Tuh@n menginginkan adam makan buah itu ? ===> Jawaban Iya jauh lebih masuk akal . Coba lihat logikanya :
1> Jika Tuhan tidak menginginkannya apakah kejadian itu bisa terjadi ?
2> Jika Tuhan tidak menginginkannya mengapa Tuhan memberikan buah larangan itu padahal Tuhan tahu bahwa Buah itu bakal dimakan? Atau menurutmu Tuhan tidak tahu apa yang akan terjadi ?
Jika kamu memberikan pisau dapur pada bayi dengan disertai larangan supaya anak itu jangan menusuk dirinya sendiri, walaupun kamu tidak Maha Tahu, kemungkinan apa yang terjadi belum jelas, kamu tetap dianggap bersalah.
Mengapa ? Karena ada kemungkinan akibat tindakanmu menyakiti bahkan membunuh bayi itu Laranganmu supaya bayi tidak menusuk dirinya adalah larangan yang tidak masuk akal, justru karena kamu tahu bahwa larangan itu punya kemungkinan dilanggar.
Lha lebih ekstrim lagi :
Dalam kasusmu cah, Tuhan tahu bahwa buah itu bakal dimakan karena Maha Tahu, lha Tuhan malah sengaja memberikan buah itu.
Jadi karena ke MahaTahuanNya, alasan yang paling masuk akal adalah Tuhan memang menginginkan buah itu dimakan oleh Adam. Gicu ya ? Kayaknya gicu sih…Itu paling masuk akal , dibandingkan dengan penafsiran lain yang kayaknya kurang masuk akal.
Salam Cah…
1> Jika Tuhan tidak menginginkannya apakah kejadian itu bisa terjadi ?
JAwab : Ya bisa saja ..
Tuh@n tidak mau manusia itu (adam) mati karena makan buah terlarang, tetapi DIA juga tidak akan mengganggu kehendak bebas yg dimiliki adam.
(karena kalau DIA mengganggu, berarti manusia tidak lagi memiliki kehendak bebas)
2> Jika Tuhan tidak menginginkannya mengapa Tuhan memberikan buah larangan itu padahal Tuhan tahu bahwa Buah itu bakal dimakan? Atau menurutmu Tuhan tidak tahu apa yang akan terjadi ?
Jawab: Buah larangan di taruh di situ agar kehendak bebas manusia bisa di pakai.
Kalau tidak ada buah larangan mana ada “tantangan” itu ?
Tuh@n tahu apa yang akan terjadi, tapi bukan berarti TuH@n menginkan Adam makan buah.
Sekarang saya tanya lagi jawab yang bener.
Memangnya kalau Tuh@n tahu buah bakal di makan membuktikan bahwa Tuh@n menginginkan adam makan buah itu ?
*Kalau jawabnya masih muter lebih baik kamu berguru lagi sama atheis.
~~
Contoh pisau dapur adalah contoh yang ngga sebanding.
Anak bayi belum bisa berpikir dan memilih.
Adam sudah bisa berpikiran dan memilih.
Cari saja lagi contoh yang lain.
@jelasnggak nan imut : Tuh@n tidak mau manusia itu (adam) mati karena makan buah terlarang, tetapi DIA juga tidak akan mengganggu kehendak bebas yg dimiliki adam.
(karena kalau DIA mengganggu, berarti manusia tidak lagi memiliki kehendak bebas) ===> Seberapa penting kehendak bebas itu sehingga dosa boleh menjadi ada dengan alasan kehendak bebas. ^_^ Jika kehendak bebas sedemikian penting apakah itu artinya di surga juga kejahatan boleh ada demi kehendak bebas yang sedemikian penting itu ??? ^_^
Apa gunanya kehendak bebas menurutmu selain biar manusia berdosa ? Apakah di surga kehendak bebas ada ??? Apakah di surga kejehatan ada ?
Sekarang saya tanya lagi jawab yang bener.
Memangnya kalau Tuh@n tahu buah bakal di makan membuktikan bahwa Tuh@n menginginkan adam makan buah itu ? ===> Iya , karena jelas Tuhan yang memberikan buah itu.
Jika kamu tahu dengan memberi pisau dapur kepada bayi ada resiko bayi menyakiti dirinya , tidak ada alasan buat kamu ngeles bahwa kamu tidak ingin bayi itu terluka. Logika waras menyatakan demikian. ^_^
============================================
Contoh pisau dapur adalah contoh yang ngga sebanding.
Anak bayi belum bisa berpikir dan memilih.
Adam sudah bisa berpikiran dan memilih.
===> Yang dilakukan Tuhan menurut versimu malah lebih parah itu. Jika buah larangan itu buah pembunuh. Maka Tuhan tahu tetapi sengaja memberikan buah itu.
Jika kamu memberikan pisau pada bayi. Ada kemungkinan bayi itu terluka tetapi ada juga kemungkinan bayi itu tidak terluka. Tetapi kamu toh dipersalahkan walaupun bahaya itu cuma kemungkinan. Kamu juga tidak tahu masa depan. Jadi terlukanya bayi bukanlah sebuah kepastian karena kamu tidak bisa memastikan masa depan. Walaupun demikian karena ada kemungkinan melukai , kamu tetap saja salah.
Dalam kasus Adam, Tuhan adalah Tuhan yang Maha Tahu yang jelas-jelas tahu jika buah ini Aku berikan padanya maka 100 persen bakal dia makan. Tetapi sengaja malah diberikan.
Jadi dari sisi posisi tanggung jawab dengan menimbang Tuhan Maha Tahu, maka peristiwa makan buah itu jelas sudah direncanakan Tuhan sejak semula.
Jika aku tahu jika kuberikan A maka hasilnya B, dan aku tetap memberikan itu . Maka aku tetap secara moral bahkan hukum tetap bertanggung jawab atas kejadian itu.
Adam di situ adalah boneka dengan Tuhan sebagai dalangnya .
Jawaban kehendak bebas itu menjadi tidak cukup kuat
Pertama : Karena seberapa penting kehendak bebas itu jika ini dikaitkan ternyata yang nggak punya kehendak bebas juga baik2 saja . Di surga kelak juga apakah kehendak bebas masih ada.
Kedua : Karena Tuhan Maha Tahu , tidak ada alasan untuk menyatakan Tuhan tidak ingin peristiwa itu terjadi. Karena Tuhan tahu jika itu pasti terjadi apabila buah larangan dengan sengaja diberikan.
Dalam dongeng Yunani : Ketika Para Dewa ingin menghukum manusia. Caranya mereka memberikan Pandora kotak larangan, serta Rasa Ingin Tahu. Yang kamu sampaikan itu mirip mirip dengan itu … ^_^ …
Saya nggak tahu apakah yang membuat cerita yang kamu ikuti itu juga dulu belajar dari dongeng Yunani atau nggak.
See You….
@jelasnggak : Beberapa point yang perlu dilihat adalah :
1> Apakah aktualisasi kehendak bebas memang sedemikian penting sehingga demi itu manusia dirancang untuk mati ( terputus total hubungan dengan Tuhan) .
2> Jika kehendak bebas sedemikian penting sehingga kejahatan boleh ada sebagai akibatnya, apakah di Surga juga ada kehendak bebas yang sedemikian penting itu ?
3> Jika memang Tuhan merancang manusia dengan kehendak bebasnya, maka layakkah Tuhan “membunuh” manusia yang baru pertama kali mencoba kehendak bebas itu.
4> Apakah itu semua panggung sandiwara ? ^_^ ….
5> Atau para penafsir cerita menafsirkan cerita secara antik sehingga menjadi tidak masuk akal …?
See You ….
1. Berapa kali musti dijelasin? Manusia tidak dirancang untuk mati. kehendak bebas diberikan agar manusia bisa mencintai TUh@n dengan segenap hati mereka.
Mana bisa mencintai kalau tidak bisa memilih. Jelas ? ngga jelas kayaknya nih.
2. Berapa kali musti dijelasin? kehendak bebas hanya untuk manusia. DI surga itu kita sudah menjadi roh.
3. Tuh@n tidak membunuh. Manusia yang memilih untuk membunuh dirinya sendiri pada saat makan buah terlarang.
4. Ya ngga dong.
5. Mungkin kau yg ngga ngerti kalee ?
Coba kau baca-baca bukunya peter j kreeft.. ntar ngerti. Dan stop bergaul dengan si haniifa.
Coba kau baca-baca bukunya peter j kreeft ===> Gitu ya cah, kamu yakin buku itu memang menjawab pertanyaan ?
Belum apa-apa sudah pesimis hi hi hi…
Judulnya apa ya ? Coba kamu kasih link bukunya …biar kulihat. Halaman berapa cah?
Pertanyaan itu sama sekali gak ada hubungannya RM Haniifa guru TKku itu hiks…
Pertanyaan itu adalah pertanyaan standard serius sampai-sampai filsuf bahkan agamawan memikirkannya mati-matian. Ketik saja freewill in heaven di googlemu ..hiks. Malahan seorang pemikir Katholik sempat membuat satu buku yang isinya full cuma satu topik ini. Will there be free will in heaven ? – Simon Francis Gaine
Lha aku sengaja membuatnya lebih sulit , karena kukombinasikan dengan buah larangan itu jadi biar mantap gitu lho…hi hi hi…Satu pertanyaan itu saja bisa membuat kepala pusing apalagi kalo digabungkan.
Kalo kamu bisa menjawab pertanyaan itu cah, langsung kunaikkan pangkatmu dari anak TK. Langsung kuangkat jadi Sma deh …
===============================
Padahal sudah diberitahu bahwa contoh pisau dengan bayi bukan analogi yang bagus.
1. Ngga ada gunanya pisau di taruh dekat bayi.
Sedangkan guna buah terlarang adalah agar supaya kehendak bebas bisa berjalan.
2. Bayi belum bisa mikir dan menggunakan otaknya untuk memilih apakah dia akan menggunakan pisau itu atau tidak. Berbeda dengan Adam yang menggunakan pikirannya untuk memilih makan buah.
====> Substansi pertanyaannya adalah : Mengapa aktualisasi kehendak bebas perlu kamu anggap sedemikian penting sedangkan atas nama aktualisasi kehendak bebas itu malahan menyebabkan kejahatan dan menurutmu di surga juga gak ada kehendak bebas ?
===========================================
Tuh@n tidak membunuh. Manusia yang memilih untuk membunuh dirinya sendiri pada saat makan buah terlarang.
===> Jika kamu tahu karena perbuatanmu bisa memungkinkan orang lain celaka dan kamu sengaja melakukan itu maka jelas kamu bersalah
Dalam kasus kita ini, kita tidak lagi ngomong kemungkinan celaka, malahan lebih ekstrim lagi yaitu kepastian celaka.
Tuhan yang Maha Tahu karena Maha Tahunya tahu buah itu PASTI dimakan. bukan cuma mungkin tetapi pasti.
Jika kamu bisa memastikan karena perbuatanmu maka orang lain celaka dan kamu tetap sengaja melakukan itu maka cuma orang sableng yang mengatakan kamu tidak bersalah.
Bayi itu cuma analogi, mau kamu setuju boleh, nggak ya kebangeten hiks..
Tetapi intinya adalah : Jika kamu tahu gara2 perbuatanmu menyebabkan kematian orang lain, walaupun secara tidak langsung , dan kamu sengaja tetap melakukan itu. Mengapa justru orang itu yang kamu salahkan , padahal kamu jelas2 tahu bahwa gara2 perbuatanmu lah dia celaka…
Kalo kamu bisa menjawab pertanyaan ini , kamu sudah lulus TK
See You..
SALAM Cah…
Kalau saya masak sayur asem, saya akan tunggu beberapa jam dulu agar bumbunya meresap.
Nah, sekarang coba kau ikuti cara saya itu.
RESAPI dulu kalimat ini :
***Pohon larangan di taruh bukan untuk membunuh, tetapi agar kehendak bebas bisa berjalan. Manusia mati AKIBAT penggunaan kehendak bebas.***
~~
Haniifa ya jelas ada hubungannya doongg..
Kalau kau tetap bergaul dengan haniifa, ntar kau mikirnya pendek.
Kalau mikir pendek, nantinya saya yg harus susah menjelaskan
Kalau susah menjelaskan, nanti bikin refot
Kalau sudah repot.. nanti saya males.
Kalau males. . nanti jadi ngga bisa balas komentar.
TUh ada kan hubungannya.
~~
Contoh bayi sudah diberitahu salah..ehh.. masih ngotot.
Bayi belum bisa mikir.
Adam sudah bisa mikir.
Ternyata beda ya..
Buat lagi analogi yang betul. baru nanti BUAPPAKmu ini menguji-mu lagi. okey ?Good.
Jika kamu tahu karena perbuatanmu bisa memungkinkan orang lain celaka dan kamu sengaja melakukan itu maka jelas kamu bersalah
Ini lagi..
Asal-asalan..
Saya itu beda dengan TuH@n.
JANGAN samakan dong.
Tuh@n itu SELALU BENAR. Sedangkan saya tidak.
Nah.. dari sini saja sudah beda.
Makanya …
Sudah diberitahu berkali-kali untuk jangan buat analogi DODOL.
Ehh.. masih saja buat dodol..
Mending kau pergi saja ke GARUT…
Bergabung dengan penjual dodol lain… seperti si roy rey dan haniifa ha ha ha ah aha ha
Kau baca sendiri yah LP
http://www.peterkreeft.com/topics/suffering.htm
(tapi emang harus bisa bahasa ENGGRIS!)
Kalau si roy rey atau haniifa.. yaa saya ngga jamin..
he he he he he
@jelasnggak nan imut :
Linkmu soal peterkreeft, nggak ada nyambungnya dengan pertanyaanku. Coba kamu kopi bagian dari artikel itu yang menurutmu menjawab pertanyaanku biar tegas mana pendapatmu.
========================================
Jika kamu tahu karena perbuatanmu bisa memungkinkan orang lain celaka dan kamu sengaja melakukan itu maka jelas kamu bersalah
Ini lagi..
Asal-asalan..
Saya itu beda dengan TuH@n.
JANGAN samakan dong.
Tuh@n itu SELALU BENAR. Sedangkan saya tidak.
Nah.. dari sini saja sudah beda.
===> Ya tentu saja ….. Itulah makanya aku tidak sepakat bahwa Tuhan melakukan itu. ^_^
Dalam teologia ala kamu :
Tuhan yang Maha Tahu memberikan buah larangan buah pembunuh manusia kepada manusia walaupun Dia tahu buah itu jelas bakal membunuh manusia. Memutus total hubungan manusia dengan Allah.
” Nak ini bom ya? jangan kamu tarik sumbunya ? ” ceritanya menurut teologia ala kamu kan gitu…
Terus sumbunya ditarik, lalu Tuhan nyalahin manusia. Nah itulah masalahmu….
Aktualisasi kehendak bebas dianggap lebih penting dari terputusnya hubungan manusia dengan Allah. Kalo memang penting masak atas dasar tindakan manusia mengaktualkan kehendak bebasnya malah manusia diputus hubungannya dengan Allah ???
Itu lebay bawang bombay.
Jika Tuhan memang memberikan buah pembunuh padahal Tuhan tahu bahwa buah itu pasti dimakan, tidak ada alasan logis mengatakan bahwa manusia sedemikian bersalahnya dibandingkan kesalahan Tuhan yang merancang dosa itu.
Jika kamu bilang Tuhan pasti benar, ya ceritanya berarti yang bukan seperti itu. Buah itu diberikan disitu memang untuk dimakan manusia tetapi buah itu tidak membunuh manusia tetapi sebagai aktualisasi kehendak bebas manusia.
sebagai aktualisasi kehendak bebasnya manusia diajari bahwa setiap tindakan membawa konsekuensi. Dia melanggar larangan ya jatuh, tetapi ya gak mati, wong namanya cuma latihan ….^_^…
Kamu melakukan A ya akibatnya B.
tetapi ya gak bakalan membunuh manusia , nggak memisahkan manusia dengan Allah.
Ceritanya itu Tuhan sedang mengajari manusia. ^_^
Bahwa yang namanya tindakan ada konsekuensinya
tetapi namanya ngajari ya nggak pernah membunuh.
misalnya saja : Kamu ngajari anak kecil, api itu panas, mungkin api kamu dekatkan..tuh panas kan. dia tahu konsekuensi api itu panas.
tetapi tidak bom api kamu berikan sama anakmu terus bilang : Nak, ini bom, ini sumbunya …jangan kamu tarik ya ?
Orang tua gak beres yang melakukan itu. Lalu kalo anaknya mati malah menyalahkan : Salahmu sendiri kamu tarik sumbunya.
Jadi cerita buah yang membunuh manusia itu tidak logis, yang logis adalah buah itu memang tidak pernah membunuh manusia. ^_^
Tuhan tidak bersalah, yang bersalah adalah manusia-manusia yang kurang pinter menafsirkan cerita …
Kayaknya gitu sih …
See You
Ngga nyambung atau ngga ngerti ?
Padahal sudah di bilang pakai bahasa ENGGERIS..
Dasar sayur asem.. He he
TuH@n tak pernah merancang dosa.
Dosa itu buat manusia
TuH@n selalu benar = dosa tidak ada pada TUh@n.
Dosa timbul hanya pada manusia.
Dosa timbul karena manusia melanggar.
TuH@n adalah lawan dari dosa.
Ibarat kebaikan dan kejahatan.
Kau ikut TUH@n atau ikut dosa.
Itulah kehendak bebas digunakan.
Tanpa adanya larangan, kehendak bebas tidak berjalan.
Jadi jangan nyalahkan TuH@n.
Salahkan manusia yang melanggar.
DPR membuat undang2 : Kalau lampu merah artinya stop
Lovepassword melanggar lampu merah.
Ehhhh lovepassword malahan nyalahin DPR.
Wah payah.
TuH@n tidak meletakkan buah larangan dengan maksud untuk membunuh manusia. Meskipun TuH@N sudah tahu akibatnya manusia itu mati.
Tetapi Tuh@n meletakkan buah larangan agar supaya kehendak bebas berjalan. Agar manusia memiliki pilihan.
Perhatikan ini LOGIKA (bukan dari arab ya!
)
1. Jika kau makan buah itu lovepassword engkau akan mati
2. Lovepassword makan buah itu
3. Kesimpulan : Lovepassword MOKAT!
Buah larangan di taruh di situ agar kehendak bebas bisa berjalan.
DOsa = ketidaktaatan
Upah dosa = keterpisahan dari TUh@n
Keterpisahan dari TuH@n = mati!
Jadi fokusnya tuh ke si adam, bukan ke Tuh@n
NGERTI NGGA NIH…?
WAH beneran sussyaah banget.!!
Sudah sana…
sekarang lawan atheis-atheis itu…
(kan sudah diberitahu jawabannya
)
Dan stop bergaul dengan haniifa.
@jelasnggak nan imut : Ngga nyambung atau ngga ngerti ?
Padahal sudah di bilang pakai bahasa ENGGERIS..
===> Agar jelas mana yang menjadi pendapatmu dan kamu tidak terkesan melarikan diri, kamu kopi saja bagian dari artikel itu yang menjadi pendapatmu …^_^
Tanpa adanya larangan, kehendak bebas tidak berjalan. ===> Kalo memang kehendak bebas sedemikian penting ya berarti manusia tidak perlu mati demi aktualisasi kehendak bebas itu.
TuH@n tidak meletakkan buah larangan dengan maksud untuk membunuh manusia. Meskipun TuH@N sudah tahu akibatnya manusia itu mati.
Tetapi Tuh@n meletakkan buah larangan agar supaya kehendak bebas berjalan. Agar manusia memiliki pilihan. ===> Pilihan untuk mati maksudmu ? Hi Hi Hi
============================================
Buah larangan di taruh di situ agar kehendak bebas bisa berjalan.
DOsa = ketidaktaatan
Upah dosa = keterpisahan dari TUh@n
Keterpisahan dari TuH@n = mati!
Jadi fokusnya tuh ke si adam, bukan ke Tuh@n ====>
Apakah berjalannya kehendak bebas itu memang lebih penting daripada kematian manusia sebagai akibatnya …^_^
Fokusnya ya dua-duanya wong penyebab peristiwa itu kedua belah pihak.
=============================================
Sudah sana…
sekarang lawan atheis-atheis itu…
(kan sudah diberitahu jawabannya
) ===> Jawabannya aku ya jelas sudah tahu …tanpa kau beritahu…Tetapi yang jelas kalo dari jawabanmu sih jelas tidak memuaskan.. ^_^
Belajar lagi cah….jangan kebanyakan dugem….
Tidak ada ayat yg mengatakan Tuhan beserta kita dalam perjanjian baru .Yang ada dalam Al Quran.Firman Allah
إذ قال لصاحبه لا تخف ولا تحزن إن الله معنا
Artinya
Ingatlah!)Ketika dia (Nabi Muhammad) berkata kepada sahabatnya (di dalam gua yaitu Sayidina Abu Bakar) “Janganlah kamu takut dan janganlah kamu berdukacita sesungguhnya Allah beserta kita.
Inilah yg dimaksudkan immanuel dalam perjanjian lama.Tapi orang-orang Yahudi sudah mengubahnya konon mesiah yg bakal lahir itu dinamakan immanuel.
Daar Muslim…
Paling bisa aja nyambung-nyambungin..
Tuhan yang saya yakini.
Tuhan saya ada sebelum terciptanya alam semesta , jagat raya dan seluruh makhluk karena Tuhanlah yang saya yakini telah menciptakan semuanya,pencipta tentulah terdahulu dari semua ciptaannya,
Tuhan saya kekal abadi ,tidak pernah berubah apalagi hancur atau hilang karena saya yakin Tuhanlah yang telah mengatur,memperbaharui,mengubah dan menghancurkan semua makhluk hidup maupun makhluk mati,pengubah dan penghancur tidak mungkin hancur dan berubah.
Tuhan saya mempunyai wujud yang berbeda , wujud Tuhan saya tidak mungkin bisa dibandingkan,disamakan,dibayangkan atau diserupakan dengan wujud semua makhluk ciptaannya,wujud pencipta tentulah sangat berbeda dengan wujud ciptaannya,
Tuhan saya sempurna tidak cacat dan mulia,kesempurnaan dan kemuliaan Tuhan saya tidak mungkin bisa dihinakan oleh makhluk ciptaannya,pencipta tentulah lebih mulia dan berkuasa atas semua makluk ciptaannya.
Tuhan saya tidak memerlukan tempat ,ruang dan waktu karena Tuhan saya tidak terikat ,Tuhan saya bebas tanpa beban,Tuhan sayalah yang telah menciptakan tempat,ruang dan waktu tentulah pencipta tidak akan tersiksa dengan semua hasil ciptaannya.
Tuhan saya satu,karena Tuhan saya maha segala – galanya,Tuhan saya tidak membutuhkan teman,saudara, ataupun kekuatan lain yang sama dengan yang dimilikinya,tidaklah bisa dikatakan maha pencipta bila ada saingan yang lain yang setara dalam penciptaan.
Tuhan saya sangat dibutuhkan semua makhluknya dan bukan sebaliknya.
Walau saya tidak mampu melihat wujud Tuhan saya dengan mata kepala tapi hati saya menyakininya.
Saya yakin Tuhan selalu memperhatikan dan menjaga saya setiap saat.
Saya yakin konsep Ketuhanan yang diyakini Islam.
- manusia diberikan Allah suatu kebebasan untuk memilih salah satu dari dua opsi (taat atau ingkar)keduanya punya konsekuensinya masing masing.
- Jika kamu memilih ingkar dan Allah swt telah menyarankan kepada kamu untuk taat dengan menggambarkan berbagai akibatnya tapi kamu ngeyel ingin ingkar akhirnya Allah murka karena kengeyelan kamu maka Allah swt biarkan saja kamu ingkar ,apakah kamu masih menyalahkan kehendak Allah swt ? kalau diibaratkan seorang bos mengatakan pada karyawan karyawatinya saya berkehendak membuat peraturan, jika kalian datang ketempt krja ini sebelum jam 07.00 selama sebulan dengan bukti cap pinger kalian akan mendapat masing masing mobil ,tapi siapapun yang terlambat selama tiga kali selama bulan ini walaupun berizin dengan saya dan saya izinkan dia,dia akan saya pecat.peraturan ini bersifat otoriter karena saya pemilik perusahaan ini sendiri dan hanya saya yang boleh membuat peraturan.andai kamu termasuk karyawan dan kamu memilih untuk terlambat lima kali walaupun udah berizin setiap terlambat kemudian kamu dipecat. apakah kamu yang salah atau bos kamu ?
-Setiap sesuatu yang ada pasti ada yang menciptakan ,kami yakin Allah swt yang menciptakan surga dan neraka.jika keyakinan kamu tidak ada surga dan neraka ,kenapa ada sengsara dan bahagia ?
- Fir’aun tidak punya kekuasaan,karena yang mematikan mestinya tidak boleh mati.buktinya sekarang masih ada yang mati walaupun fir’un udah lama mati berarti ada tuhan yang sebenarnya yg bisa mematikan dan menghidupkan.
- kamu yang tanya terserah saya donk jawabnya,sehemat saya kamu bertanya hanya ingin meruntuhkan argumen dari jawaban saya,jadi enjoi sajalah…
- Segala sesuatu yang dibuat secara tidak teliti,tergesa gesa ,tanpa proses akan menghasilkan sesuatu yang tidak layak dinikmati dan digunakan.
- Allah swt yang membuat hukum,peraturan karena Allah swt pencipta dan pemilik alam semesta. ibarat alam semesta perusahaan ,Allah swt satu satunya bos dan tidak perlu bos yang lain yang akan mengacaukan perusahaan.
– Jika bos kamu ingin memecat dan menghukum kamu karena ia tidak suka kepada kamu, dengan mudah bos akan membuat,mencari cari kesalahan dan alasan agar kamu bisa dipecat.
- Jika bos kamu ingin kamu dapat bonus atau hadiah karena ia suka kepada kamu, dengan mudah bos membuat buat penyebab dan membantu kamu mendapatkan hadiah itu.mungkin dengan menerima semua hasil kerja kamu,memaafkan semua kesalahan dan keterlambatan kamu.
- Nah bagaimana ? Apakah kamu saat ini disukai atau dibenci bos kamu ?
- Disurga manusia tidak akan berkembangbiak,karena surga tempat yang kekal dan tidak berubah atau berkembang.
-Jika nabi Adam as tidak Allah turunkan kebumi, kita sekalian anak cucunya tidak akan terlahir disurga.
- Turunnya Nabi Adam as MEMANG SUDAH RANCANG ALLAH.kesalahan Nabi Adam sudah Allah swt maafkan.memakan buah zolmi hanya suatu sebab dipercepatnya Nabi Adam as diturunkan dari surga Adn ke bumi, Nabi Adam Sudah bertaubat dan “Taubat Nabi Adam as Telah Kita WARISI “.
- Jika mau jadi ORANG yang Terkutuk dengan menyakini TUHAN terkutuk ,”TERKUTUKLAH DUNIA AKHIRAT”>
@Jel
Sudahlah Jel Elu tambah jelek aja. kukira elu udah pintar dikit heheheh.
Kehendak bebas?
cuma buat Nabi Adam kalee..!
lah gue belum berbuat ape-ape udah d tuduh berdosa(bebas dari Hongkong).
Oleh karna dosa Adam, maka semuanya ketiban sial ?
kasihan banget cucu gue !
Iya lah..
Buktinya kamu ibeng hidup di dunia yg fana ini.
Bukti kedua kamu ibeng nanti juga pada akhirnya mati.
Kalau kau ngga terikut dosa adam, berarti kau masih di surga sekarang.
- Disurga tidak ada kelahiran,Surga tempat kekal,manusia dan semua Isinya tidak berubah tidak ada perkembangbiakan disurga.
- Berterimakasihlah Kepada Allah yang telah menurunkan Nabi Adam as dari surga jika tidak kita semua tidak akan terlahir.
- Nabi Adam as hanya dipercepat turun kebumi karena pelanggaran memakan buah zolmi tapi semua kesalahan Nabi Adam as telah Allah swt ampuni dgn pertaubatan yang bersungguh sungguh oleh nabi Adam as dan Ampunan itu telah kita Warisi.
Adam di suruh turun ke bumi karena pelanggaran.
Yak betul itu.
COBA kalau tidak melanggar… pasti tetap di surga..
Jika adam tidak melanggar.. mungkin manusia tidak akan ada. Dan manusia seperti kamu hamba… tidak akan merasakan kehidupan dan kematian.
- Adalagi ampunan warisan..
Jika adam tidak melanggar.. adam tidak akan ada di dunia. Dia masih hidup dengan TuH@N.
Karena adam melanggar, maka dia di usir (dipercepat – bahasa kau) .
Intinya, adam melanggar dan di buang ke bumi.
Jelasngak
- Disurga tidak ada kelahiran,Surga tempat kekal,manusia dan semua Isinya tidak berubah tidak ada perkembangbiakan disurga.
- Berterimakasihlah Kepada Allah yang telah menurunkan Nabi Adam as dari surga jika tidak kita semua tidak akan terlahir.
- Nabi Adam as hanya dipercepat turun kebumi karena pelanggaran memakan buah zolmi tapi semua kesalahan Nabi Adam as telah Allah swt ampuni dgn pertaubatan yang bersungguh sungguh oleh nabi Adam as dan Ampunan itu telah kita Warisi.
@ jell
Berarti,, kehendak bebas buat manusia cuma bulshit gak jauh beda dngn mitos cinta kasih..
Apa hubungannya?
nggajelas jelas nih
@ Pak Jell,
Anak Pesantren biasanya ngomong ngga jelas…kecuali soal sikat menyikat (kayak ayam). Pantes…!
@ Jell
maksudnya gini pak..!
bapa bilang manusia punya kehendak bebas(bebasnya cuma buat adam).
lah,, saya udah d lahirkan d bumi masih juga d tuduh berdosa..!
yang saya tanyakan mana kebebasan saya bapa ?
@Jel
Jawabnya, dulu pada saat Adam dan Hawa masih di taman Firdaus, tentu saja Tuh@n beserta mereka selalu.
Dari mana kamu tahu Tuhan beserta Adan dan Hawa? lalu apa sekarang Tuhan tidak beserta kita? Goblok betul engkau ini.
Andai Adam tidak memilih untuk meninggalkan TUH@n, tentu kita, anak keturunan adam akan terus berada di taman itu.
Hahahahah….betul betul pendapat anak sekolahan. Itulah Jel kamu itu harus punya wawasan luas dalam ilmu agama agar tulisan kamu ini tidak menyedihkan. Begini, dari mana kamu tahu Adam tidak memilih Tuhan? (ini harus kamu jawab!!!) Juga dari mana kamu tahu bahwa apabila Adam tidak di turunkan kedunia dan tetap di syurga bahwa keturunannya akan tetap di syurga?
Tetapi kenyataan lain, Adam memilih untuk meninggalkan TUh@n sehingga kita semua selama beribu tahun hidup tanpa keselamatan.
kenyataan apa? apakah keselamatan itu di stop Tuhan karena gara2 Adam?. Pikiranmu tidak saja meletakkan Kekuasaan Tuhan di bawah telepak kakimu akan tetapi perkataanmu mirip dengan Paulus, nabimu yang bodoh itu
Tetapi karena kasihNYA, DIA ingin agar semua manusia kembali kepangkuanNYA, dan masuk ke dalam kerajaanNYA yang abadi.
setelah engkau mengatakan tidak ada keselamatan sekarang engkau bicara kasih. betul betul tidak konsisten kamu ini, kamu ini mirip dengan alkitabmu itu pendusta alias Pembual besar
Untuk itulah, DIA masuk ke dalam dunia dan berada bersama-sama kita dalam wujud YESUS KRISTUS.
nah apa ku bilang, memang asli kamu ini paulus yang dungu itu
Mungkin ada yang bertanya-tanya, kenapa sih Tuh@n musti refot-refot menyelamatkan manusia? Bukankah DIA itu maha kuasa ?
ah…tak perlulah aku jawab, pola dan cara pikir kalian memang sempit bahkan lebih sempit dari goresan silet
TuH@n sudah menciptakan manusia dengan kehendak
bebasnya. Manusia diberikan kebebasan untuk memilih sendiri jalannya. Di berikan kebebasan untuk memilih yang baik dan yang buruk.
itu sebabnya Dia ciptakan Surga dan Neraka.
Adam menggunakan kebebasaannya itu untuk memilih meninggalkan TUh@n.
Adam lagi neh…kukira akal kamu mulai pinter rupanya goblok lagi
Upah ketidakpatuhan adalah lepas dari kehidupan abadi bersamaNYA. Dan pada saat Adam melanggar, takdir manusia menjadi berubah.
Manusia menjadi “mati”.
kematian itu sunnatullah
Tetapi TuH@n tidak membiarkan hal itu terjadi. Lewat kehadiran PuteraNYA YESUS KRISTUS, Tuh@n sudah melawat manusia dan hadir di tengah-tengah kita, dan kembali memberikan pilihan kepada manusia yang ingin kembali kepadaNYA.
kau carilah di seluruh kitab di muka bumi ini tidak ada tuhan punya anak. perkataanmu ini memang menyeramkan
@ Mr.
Lah… d cuci dik pakaian kotor,jngn d timbun.
bukit saja bisa rata,kalau sering d paculin.
apalagi cuma noda setitik.
Mr.s
yng benar adalah,siapa yang merampok maka dia lah yng layak d hukum..!
yng bodoh adalah orang lain yng merampok dia minta d hukum (sudah perampoknya d hukum,hakimnya minta d hukum pula).
Pertanyaannya adalah, mungkinkah orang lain yang berbuat kamu yng masuk penjara(kata syair,orang lain makan nangkanya kamu kena getahnyaaa atau kamu pengen getahnya).. oh..ho..hooo …ku kena getahnya..
katakanlah siapakah…orang yng telah mendahului aku…
@ibeng
Kalau ibeng bunuh orang.. (menabrakkan diri ke gedung bertingkat misalnya)
Itu bayarnya musti bagaimana yaaa (agar supaya impas ?)
He he he
@ JELL
Kesalahannya, membunuh orang sekaligus(satu-kali-gus).
siapa yang berbuat,dialah yng bertanggung jawab.
lah… kamu sudah berkali-kali membunuh orang (misalkan).
yng jadi masalah; satu orang yng berbuat,jutaan generasi kena getahnya selama ribuan tahun lamanya.
hu..ha..hu..ha..!
@ Jell
gue ko’ d banned..?
kita kan cuma saling sharing untuk memperkuat iman kita masing2.
met tahun baru cah…
December 26, 2010 at 10:41 pm
Haleluya, Tahun rahmat Tuhan, dimana Tuhan berkenan melawat umat-Nya.
Selamat Natal bagi semua orang yang berkenan kepada-nya, yg berkenan diselamatkan.
GBU all