Jelasnggak

Ramalan dalam qs 30:1-3 adalah bukti Quran adalah Wahyu?

Posted on: August 4, 2008

Salam.

Bila saya memiliki Argument:

Amerika serikat PASTI AKAN KALAH perang dengan negara lain karena Amerika baru saja selesai dengan Civil War-nya.

Menurut anda , Adakah kesalahan logic dari argument ini?

….

 Menurut saya, Jawabnya adalah : Ada.

(tanya sendiri jawab sendiri, biarin deh)

Belum tentu amerika akan kalah jika berperang dengan negara lain meskipun Amerika baru saja selesai dengan civil warnya.

Siapa negara lawan perang amerika tsb? berapa kekuatan pasukannya? Siapakah yang memiliki lokasi lebih strategis? siapa Jendral perangnya? gimana moral pasukannya dll dll.

Itu adalah sebagian kecil pertanyaan yang harus dijawab sebelum kita menentukan apakah amerika akan memenangkan perang jika berperang dengan negara lain.

Di dalam contoh argument saya di atas, pembuat argument seolah-olah ingin berkata bahwa syarat untuk memenangkan perang dengan negara lain adalah HANYA 1 SAJA, yaitu :  tepat setelah adanya civil war di negara tsb.   Pendeknya : Kalau suatu negara baru saja selesai civil war,  kemudian saya serang negara itu, pastilah saya akan menang.

Padahal seperti kita ketahui, syarat untuk menang perang bukan HANYA ditentukan dengan pernah tidaknya civil war terjadi di negara tsb. atau baru saja selesai civil war itu.

Syarat untuk memenangkan perang dengan negara lain juga  ditentukan oleh banyak hal lain, seperti sudah saya sebutkan sebelumnya : Jumlah pasukan, Pemimpin yang brilian, letak geografis yang strategis, moral pasukan, moral pasukan lawan dll.

Jadi, meskipun suatu negara baru saja dilanda perang saudara, tetapi kalau pemimpinnya brilian dan memiliki strategi jitu, tetap saja negara tsb memiliki kesempatan besar untuk memenangkan perang dengan negara lain.
Apalagi jika negara itu memiliki pasukan yang besar, berada di lokasi yang lebih strategis dari musuhnya.

Kembali ke contoh argument saya di atas.
Amerika akan tetap memiliki kesempatan untuk menang perang dengan negara lain, meskipun baru saja selesai dengan perang saudara/civil war.

Dengan begitu, contoh argument saya di atas mengandung logical fallacy.
Argument yang mengandung logical fallacy adalah argument yang salah.

————–
Sekarang marilah kita melihat Klaim teman Muslim/Harun Yahya :

Di dalam Klaim itu, muslim berkata bahwa salah satu bukti bahwa Quran adalah Wahyu dari langit, adalah ketepatan ramalan dalam Qs. 30:1-3.

Qs. 30:1-3 meramalkan bahwa beberapa tahun kemudian bangsa Romawi akan mengalahkan Persia setelah,  dikalahkan, sejarah membuktikan bahwa SANGATLAH TIDAK MUNGKIN bagi Romawi pada saat itu untuk memenangkan perang dengan Persia, dikarenakan Romawi  saat itu telah berada pada titik kehancuran.

Dan beberapa waktu kemudian terbukti, dengan pasukan yang kecil, mereka berhasil mengalahkan pasukan Persia (lihat sejarah). Allah SWT memberitahukan terlebih dahulu dalam Al-Quran tepat beberapa selang Romawi dikalahkan. (baca sejarah perang Romawi – Persia).

Qs. 30: 1-3 :

Alif Laam Miim, Telah dikalahkan bangsa Romawi, di negeri yang paling rendah (adnal-ardh) dan mereka (Romawi) sesudah dikalahkan itu akan menang.

 

———-

Mari kita sama-sama menganalisa, apakah Klaim ini adalah klain yang Benar. Saya mengajak pembaca untuk menilai apakah statemen berikut ini mengandung fallacy (Mari kita sama-sama fokus ke statemen ini):

Sejarah membuktikan bahwa sangatlah TIDAK MUNGKIN bagi Romawi pada saat itu untuk memenangkan perang dengan Persia, dikarenakan Romawi  saat itu telah berada pada titik kehancuran.

Apakah pembaca melihat adanya kesalahan logika disini?

Dari sini, kita bisa melihat, teman muslim secara gegabah mengambil kesimpulan bahwa ROMAWI PASTI AKAN KALAH PERANG dengan Persia karena Romawi baru saja selesai dari Civil war.

Silahkan bandingkan dengan contoh argument saya di atas.

Bantahan saya.

Qs. 30:1-3 adalah suatu kewajaran dan bukanlah suatu Mukjizat.

Muslim tidak bisa menggunakan ayat ini sebagi tanda kebenaran quran.

Seorang Jendral Perang akan bisa dengan mudahnya membuat ramalan seperti ini. Asalkan sang jendral memiliki data-data yang lengkap mengenai negara-negara di sekitarnya itu (dengan cara mengirimkan mata-mata misalnya)

Kalau kita mau sedikit menggunakan rasio, maka kita akan menyadari bahwa Qs. 30:1-3 tak lain adalah ramalan biasa saja dari seorang pemimpin perang.

Untuk menentukan apa yang harus dilakukan, pemimpin perang akan berusaha mengumpulkan data-data.
Setelah data-data terkumpul, maka sang pemimpin dapat dengan mudahnya “meramal” apa yang akan terjadi.

Menurut hemat saya, Qs 30:1-3 adalah bukan wahyu dari langit. Bisa saja skenario berikut ini telah terjadi : Muhamad mengirimkan mata-mata ke daerah romawi dan mengetahui bahwa romawi sedang dalam keadaan terdesak. Muhamad juga mengetahui, kekuatan pasukan romawi, jendral perang yang memimpin, dan letak strategis bangsa romawi pada saat itu.
Dari situ, Muhamad lalu dengan mudahnya berkesimpulan, bahwa Romawi akan memenangkan perang dengan persia. Setelah dikalahkan.

Hanya karena Romawi baru saja selesai dengan civil warnya, bukan berarti lalu romawi pasti akan kalah perang jika mereka berperang dengan Persia.

Silahkan dipikirkan… Dan dibantah lagi….. (kalau bisa)

salam

—————–

Syarat diskusi.

1. Tidak OOT (Out of Topic)

Contoh:

Kita sedang membahas topik di atas, tiba-tiba peserta diskusi lain memasukkan link tentang pemain sepak bola terkenal yang saat ini masuk islam. Ini adalah Out of topic. Dan peserta diskusi tidak diperbolehkan melakukan hal ini.

2. No Ad Hominem  saja. (tanpa membantah)

Segala bentuk ad hominem dilarang di forum ini. Peserta diskusi tidak boleh melakukan personal attack terhadap peserta lain. Contoh :

Peserta A bependapat: ” Tidak ada nubuat tentang nabi berasal dari bangsa arab”

peserta B (personal attack) : ” karena kamu tidak lulus S2, maka kamu berkata seperti itu”

Ini adalah contoh ad hominem.  Lulus S2 atau tidak lulus adalah irrelevant terhadap  argument A.  Peserta B tidak menjawab argument peserta A tetapi malahan membahas pendidikan peserta A.

Contoh lain Ad Hominem.

Peserta A:  “Pembunuhan yang dilakukan kaum muslim adalah salah”

Peserta B( ad hominem) : ” Kamu juga pernah melakukan pembantaian pada jaman gold, glory, gospel”

Ini adalah ad Hominem Tu Quequo.

Peserta B tidak mengcounter argument peserta A tetapi malahan membahas tindakan yang pernah dilakukan peserta A di masa lalu.

3. Logical Fallacy yang lain juga dilarang di forum ini.

4. Jawab pertanyaan secara Lugas (no riddle statement please).

 Thanks

Note : Ad hominem dibolehkan asal dibarengi dengan bantahan.

Post ini dibuat berdasarkan diskusi di :

http://agamaku.wordpress.com/2008/04/21/belajar-dari-sirah-nabawiyah/#comment-10352

29 Responses to "Ramalan dalam qs 30:1-3 adalah bukti Quran adalah Wahyu?"

Mana nih..

Udah di sediakan tempat…

Ngga ada satu muslim pun yang nulis…

Udah gitu nantang 1 on 1 lagi..

ck ck ck…

Yang nantang 1 on 1 siapa?

He he he…

Sabar dong jelasenggak…

Coba masuk ke web lain mempergunakan link ke web ini. Pasti mereka datang juga nantinya satu demi satu.

Salam.

Hallo, apa kabar?
Maaf karena saya lama tidak aktif.
Oh ya, saya menuliskan artikel baru.
Maaf, tidak bermaksud promosi,
tapi semoga dapat menjadi berkat bagi banyak orang.

http://agamaku.wordpress.com/2008/09/20/yesus-memang-manusia-tetapi-bukan-manusia-biasa/

GBU

Hi Hi Hi, jelasnggak ku tersayang. Senang sekali daku dapat menjumpai dirimu di sini. Hi Hi Hi.

Halo Halo….Ternyata kalian lagi main halma di sini ya? Hi hi hi…
Bagus..bagus…Yang rukun ya? GBU untuk kalian semua.

SALAM BOS…-

Eh ngomong2 forum diskusi mu apa nggak kebanyakan syarat tuh. Kan biasanya yang ribut soal S2 itu kamu. Hi hi hi….- Ad opo ? Ad hominem ? Ad…ada deh.

GBU lagi aja deh

GBU…
blog saudara JELAS NGGAK laku, postingan macet, sangat terisolir dan jauh dari peradaban.
GBU…

Eh..dengerin…
Ibu saya aja ngga komplain..

Yang dimaksud dengan pemberitaan ghaib yang berkaitan dengan masa yang akan datang, adalah apa yang disebut oleh Al-Qur’an dari kejadian-kejadian yang akan terjadi, baik diterangkan secara spesifik waktu kejadiannya, seperti pemberitaan kemenangan bangsa Romawi atas bangsa Persia dalam Bidh’i Sinin* (beberapa tahun), atau tanpa keterangan secara spesifik seputar waktu kejadiannya, sebagaimana yang banyak kita dapatkan dalam pemberitaan ghaib yang berkaitan dengan masa yang akan datang.

Dan di antara peristiwa yang dikisahkan oleh Al-Qur’an, bahwasannya ia akan terjadi di kemudian hari dan benar terjadi, sehingga dapat dijadikan sebagai bukti pembenar akan dakwah kenabian yang diserukan oleh Nabi Muhammad SAW, dan bahwasannya Al-Qur’an merupakan kalamullah, adalah seputar kemenangan bangsa Romawi atas bangsa Persia.

Pemberitaan Al-Qur’an seputar bangsa Romawi, bahwasannya ia akan memperoleh kemenangan dalam hitungan Bidh’i Sinin semenjak diturunkannya pernyataan ini, termuat dalam firman Allah SWT:
“Alif Lâm Mîm. Telah dikalahkan bangsa Romawi. Di negeri yang terdekat dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang. Dalam beberapa tahun (lagi). Bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah (mereka menang). Dan di hari (kemenangan bangsa Romawi) itu bergembiralah orang-orang yang beriman. Karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha penyayang. (sebagai) janji yang sebenar-benarnya dari Allah. Allah tidak akan menyalahi janji-Nya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.“ (Ar-Rum [30] : 1-6)

Dalam sejarahnya, bangsa Romawi yang merupakan penganut agama Kristen dikalahkan oleh bangsa Persia yang merupakan penganut penyembah berhala, dalam sebuah peperangan yang terjadi antara keduanya pada tahun 614 M. Kaum Muslimin pun bersedih atas peristiwa tersebut, dikarenakan ini bagian dari kekalahan sebuah bangsa yang beragama dari bangsa yang tidak beragama (penyembah berhala), sebaliknya kaum Musyrikin bergembira dan mereka mencemoohkan kaum Muslimin dengan berkata, “Sesungguhnya bangsa Romawi yang mengklaim sebagai Ahlul Kitab telah dikalahlah oleh bangsa Persia, dan kamu mengira bahwa kamu akan mengalahkan kami dengan diturunkannya Al-Qur’an kepadamu, maka ketahuilah bahwasannya kita akan mengalahkanmu, sebagaimana bangsa Persia mengalahkan bangsa Romawi”.

Maka turunlah ayat di atas, sebagai kabar gembira bagi kaum Muslimin, bahwa kekalahan bangsa Romawi akan diikuti dengan kemenangan dalam waktu yang tidak lama (Bidh’i Sinin). Sebuah kabar gembira yang sulit untuk dapat diterima secara logika dalam waktu yang sesingkat itu, apalagi secara analisa militer tidak ada faktor penunjang yang dapat mendorong untuk terealisasikannya kabar gembira tersebut, dikarenakan peperangan terakhir yang terjadi antara keduanya telah meluluh lantakan kekuatan bangsa Romawi, sebagaimana pada saat itu bangsa Persia merupakan bangsa super power, dimana kemenangan terakhir yang diperolehnya atas bangsa Romawi, menambah kekuatan yang telah dimilikinya.

Fenomena inilah yang menjadikan banyak dari kaum Musyrikin untuk menantang Abu Bakar dalam sebuah pertaruhan atas terwujudnya semacam pemberitaan ghaib tersebut**. Akan tetapi Dzat yang tidak akan menyalahi janji-Nya, benar-benar mewujudkan janjinya dengan memberikan kemenangan kepada bangsa Romawi atas bangsa Persia pada tahun 622 M, dan bertepatan dengan tahun ke-8 hijriyyah.

Dan yang juga perlu diperhatikan pada redaksi ayat di atas, kandungannya akan pemberitaan ghaib yang lain, yakni kabar gembira bahwasannya kaum Muslimin pada saat yang bersamaan dengan kemenangan bangsa Romawi atas bangsa Persia, juga akan merayakan sebuah kemenangan yang besar. Alllah berfirman:
“Dan di hari (kemenangan bangsa Romawi) itu bergembiralah orang-orang yang beriman. Karena pertolongan Allah.“ (Ar-Rum [30] : 4-5)

Berdasarkan ayat di atas, Allah SWT pun membenarkan pemberitaan ghaib Al-Qur’an atas kaum Muslimin, sebagaimana pembenaran yang sama juga Dia Wujudkan atas bangsa Romawi. Yakni: kemenangan kaum Muslimin atas kaum Musyrikin pada Perang Badar, dan kemenangan bangsa Romawi atas bangsa Persia.

Demikianlah dimana pemberitaan ghaib tersebut terwujudkan dalam satu waktu yang bersamaan, walaupun tanpa keberadaan faktor penunjang yang dapat mendorong untuk terealisasikannya kabar gembira tersebut, dikarenakan kekuatan yang dimiliki kaum Muslimin saat itu masih sangat minim, baik ditilik dari segi kuantitas karena jumlah mereka yang belum banyak, maupun dari segi kualitas dikarenakan belum banyak peralatan perang yang mereka miliki dan kuasai, dimana kondisi serupa pun dialami oleh bangsa Romawi, dikarenakan kekalahan telak yang mereka alami dalam selang beberapa lama sebelumnya dari bangsa Persia.

Akan tetapi kehendak Dzat yang menguasai alam semesta ini, tidaklah mungkin untuk dihalangi oleh sebesar apapun kekuatan, sebagaimana janji-Nya yang telah Dia janjikan atas hamba-Nya, tidaklah mungkin untuk dipungkiri, kalaupun kita ragu dengan kondisi sekeliling kita, maka hendaknya kita membaca semacam firman-Nya:
“Dia menolong siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha penyayang. (sebagai) janji yang sebenar-benarnya dari Allah. Allah tidak akan menyalahi janji-Nya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.“ (Ar-Rum [30] : 5-6)

Fenomena pemberitaan tentang hal-hal yang ghaib yang kerap kita dapatkan dalam Al-Qur’an, dan pembenaran realitas seputar apa yang diberitakannya, sebagaimana tidak ada satupun dari bagian realitas-realitas tersebut yang bertolak belakang dengan apa yang diberitakannya, merupakan bukti kuat, bahwasannya Al-Qur’an merupakan wahyu yang diturunkan dari Dzat yang menciptakan alam semesta ini kepada Nabi Muhammad SAW, sebagai bukti pembenar akan dakwah kenabiannya***.

selamat ya , blog ini pas bgt dengan namanya “Nggak Jelas” makanya ga penting buat dibaca😀

Kalau tidak salah, nih… AlQuran adalah satu satunya referensi paling autentik yang tersisa di dunia ini yang memberitakan bahwa pada alam semesta ini dikenal akan eksistensi Tuhan yang kemudian hal ini banyak diyakini orang. Beda dengan injil dan sebagainya yang mungkin Tuhan memang sudah tidak memberlakukannya dan dengan KuasaNya, Dia pun akhirnya memusnahkan seluruh kitab kitab yang pernah diturunkanNya dan menyisakan yang masih diberlakukanNya yaitu AlQuran. Jika manusia harus percaya Tuhan itu ada dimana kejelasan akan hal itu hanya bisa diperoleh dari keterangan yang ada di dalam kitab yang pernah diturunkanNya, maka tak ada alasan lain bahwa manuisia harus berusaha mencari keterangan dari sumber yang seasli mungkin. Sementara fakta sejarah membuktikan bahwa di belahan dunia ini tidak satupun tersisa Kitab Kitab yang dinyatakan berasal dari Tuhan dan masih dalam kondisi aslinya baik dalam gaya maupun tata bahasa yang secara ekplisit tentunya berimplikasi pada pendefinisian makna.

Ada hal lain yang tampaknya sangat sepele, kenapa dari dulu sampai sekarang dan entah sampai kapan, selalu ada orang yang mau menghapal AlQuran dan tidak pernah ada perubahan seculpun,,,? Dan kiranya adakah manusia bisa membuktikan kitab kitab yang mungajarkan KeTuhahanan yang lain selain AlQuran adalah masih asli karena keadaannya pun masih utuh baik gaya maupun bahasanya…?
Bagi yang percaya bahwa Tuhan itu memang ada, maka sepantasnya jika kemudian ditebak dengan sepele pula.., yakni, boleh jadi memang seperti itulah yang dikehendaki Tuhan dan manusia tidak bisa protes. jadi soal banyak orang orang yang menghafal AlQuran meskipun tampaknya hanya faktor kebetulan, tetapi pada dasarnya semua itu terjadi karena dikehendaki Tuhan.

Nah terkait QS 30 ayat 1-3, kita bisa menganalogikan hal yang sama, bahwa meski ada hal yang terlihat seakan terjadi hanya karena faktor sebab akibat, tapi semuanya bisa terjadi karena Tuhan memang menghendakinya seperti itu. Kemudian jika hal ini dijadikan alasan yang dianggap bisa membuktikan bahwa AlQuran adalah wahyu dari langit……….., maka seharusnya hal seperti ini sangat rancu untuk didiskusikan secara serius. Karena logika orang yang percaya adanya Tuhan, baik dari kalangan agama apapun, sudah pasti tidak akan mengelakkan bahwa Kitab Kitab yang membawa ajaran keTuhanan yang mereka yakini pasti dianggap sebagai wahyu yang berasal dari langit. Tinggal manusia dengan kecerdasannya masing masing mencari dan atau menggali informasi tentang Ketuhanan tersebut melalui bukti bukti seperti perjalanan sejarah misalnya. Dan jika masih tetap percaya Tuhan, maka tentukanlah pilihan yang diyakininya….
Tapi jika akal seseorang tidak dapat menelusuri kebenaran sebuah Kitab atau ajaran agama bahkan jika pada akhirnya menafikan eksistensi Tuhan misalnya, maka hal itu tidak serta merta bisa dijadikan sebagai pembenaran sebuah logika secara mutlak…

Kalau tidak salah, nih… AlQuran adalah satu satunya referensi paling autentik
———–

YEah.. dari sini aja udah CPD (cape deh)

Sori lah ngga saya respon

Anda merasa bisa menguasai diri anda sendiri, berpikir dengan otak anda sendiri merasa selalu benar, seolah2 refrensi, cara pandang yang anda dapatkan sudah masuk di akal dan logika anda (padahal akal manusia terbatas, itupun jika anda merasa manusia)…
pernah nggak ya instropeksi?

kalu saya salah…. tunjukkan dimana salahnya…
gitu aja.
gampang kan..
Jangan marah, jangan tersinggung…………. mikir gimana caranya menyanggah tulisan saya ini.
.

..
.
.
Jangan juga ikut-ikut cara FPI.

salam

siapa yang nyalahin?salahnya diotak anda…hahaha, otak anda bukan otak kanan,kiri tapi di atas bawah..hahaha, bermain dengan logika saja…hahaha, temennya cuma logika ya…

tulisan anda sangat bagus indah enak dipandang, tapi ga penting untuk dipikir….hahaha…(karena saya akui saya manusia dan mempunyai akal dan logika yang terbatas…saya yakin dan percaya TUHAN titik)
sapa yg marah ya?sapa yg tersinggung ya?situ kali..maunya tulisannya ditanggapin…disanggah..hahahaha…
pan ni dah tak komen

FPI? Fuck People Illumination? like u?…hahahahahahahahaha

Ogitu.
ya sudah.

hi hi… lucuna

boss, saya menghargai kemampuan logika sampeyan, tapi sudah habiskah topik di dunia ini sampai-sampai sampeyan harus menjelek-jelekkan agama lain hanya sekedar untuk bahan blog? mungkin yang seperti ini akan jauh lebih bermanfaat kalo sampeyan pakai ngajar di komunitas sampeyan sendiri.

apa yang sampeyan harapkan dengan membuat tulisan bernuansa sara semacam ini?

Quran kamu nyebut saya binatang saja saya ngga marah..
https://jelasnggak.wordpress.com/2009/07/01/menghujat-tapi-merasa-dihujat/

.
.
lha yang saya tulis ini kan cuman blog loh…he he he

Si haniifa cs bikin blog sara kamu ngga sewot…he he he..

udalaaa…. daripada sewot… mendingan berargumentasi…

kan enak tuh…

Lagian… mumpung di dunia maya….
kalau di dunia nyata… leher saya bisa ditebas mas.. (karena ada tertulis di quran perintah untuk mereka yang membongkar islam)

he he he

biasa dong mas…

harusnya anda terima kasih kepada saya…

[…] pada waktu saya buka tulisan yang mengatakan bahwa Quran bukanlah wahyu dari langit, saya merasa blog ini agak perlu diwaspadai. Dan ternyata masih ada juga tulisan yang lain, […]

Memangnya di bagian mana dari tulisan saya itu yang mengakibatkan permusuhan akan terjadi…?

Bisa ditunjukan mas…?

https://jelasnggak.wordpress.com/2009/07/06/tekan-tekan-tekan/

blog jancok.

kalo nggak jelas pake kacamata om.

Mau fair kan…! Maka kini tunggulah kematianmu…, seperti aku juga menunggunya…. Nikmatilah kepuasanmu… dan kunikmati ketenanganku…

Ngapain nunggu mati mas..

enjoy saja kehidupan ini..

mati itu ada waktunya…

ngapain di tungguin..

he he he..

ada-ada saja muslim-muslim ini..

maunya marah terus..

ngga bisa ngomong.. eh.. langsung ngomong mati mati.. ha ha.

yeahg begitulah..

Oh alah dul dul… Gua masih waras dul.. No di dapur ada lap. Kali aja bisa buat ngelap congek yang netes2 terus di telinga elu…. Mau lu terusin teriak n jungkir balik ya plis lah… Itung2 hiburan buat gua.. Daripada liat komedi putar pake bayar mendingan liat elu…

Yang suka pake nama saya …

terobsesi ya..?

Dasar yang suka pake nama saya.

orang yang tak jelas,adalah orang yang tak faham,(bodoh) bila di faham kan di lawan balik,sebabnya di bodoh.

sebaiknya jangan hanya liat satu contoh kebenaran Al-Qur’an itu wahyu tp liat yang lainnya juga donk, biar yakin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Yang nggak Seneng Poligami :

  • 198,415 orang

Top Clicks

  • None
%d bloggers like this: