Jelasnggak

Bagaimana membuktikan TuH@n itu ada(Bagian 1)

Posted on: July 4, 2009

 

Argumentasi Penyebab-Pertama
(The First-Cause Argument)

 

spiral-galaxy Alam semesta adalah kumpulan dari semua yang ADA di dalam ruang dan waktu.  Kumpulan dari semua materi yang ada.  Semua yang ada di alam semesta adalah terbuat dari materi.
Para ahli memiliki teori mengenai alam semesta ini. Mereka mengatakan bahwa alam semesta ini terbentuk secara tiba-tiba, serentak, pada suatu waktu 15 bilion tahun yang lalu. Teori ini dikenal dengan nama teori “Big Bang”.
Semenjak saat itulah, alam semesta ini terus berkembang dan bertumbuh.
Pertumbuhan alam semesta ini adalah seperti pertumbuhan tubuh kita ini. Tubuh kita ini berkembang dan bertumbuh dengan sendirinya. Tetapi yang perlu di ingat adalah, keberadaan alam semesta ini adalah seperti keberadaan tubuh kita ini : yaitu bahwa, keberadaan tubuh kita ini tidak terbentuk dengan sendirinya. Tubuh kita ada karena sesuatu yang lain telah membuatnya : Ayah dan ibu kita.

Seperti tubuh kita, alam semesta itu bisa bertumbuh dan berkembang dengan sendirinya, tapi tidak dapat menciptakan dirinya sendiri. (karena alam semesta tidak ada “di sana” sebelum dia tercipta,  tetapi, alam semesta itu disana sebelum dia berkembang dan bertumbuh – bingung kan loe..)
Tidak ada satu mahluk pun selain pencipta, yang mampu membuat BIG BANG itu. Tidak ada sesuatupun “di” alam semesta ini yang dapat membentuk/menghasilkan alam semesta. Tidak ada “bagian” dari alam semesta ini yang dapat menghasilkan alam semesta.

Tidak ada sesuatu yang muncul begitu saja. Tidak ada sesuatu yang muncul tanpa penyebab. Tidak ada sesuatupun yang ADA tanpa alasan apapun. Dan alam semesta ini ternyata muncul dari tiada menjadi ada. Itu berarti, pasti ada yang menyebabkannya.

Semua yang ada di alam semesta ini menyebabkan sesuatu yang lain menjadi ada. Matahari menyebabkan pohon bisa berkembang dan bertumbuh, pohon menyebabkan binatang yang memakannya bisa hidup, singa bisa hidup dengan memakan hewab lain, anjing menyebakan anak anjing ada dan seterusnya, dan seterusnya.

Alam semesta itu bisa diibaratkan sebagai rentetan kartu domino yang dijajarkan satu sama lain membentuk barisan. Setiap kartu domino akan digerakkan oleh kartu domino yang lainnya. Jika tidak ada jari yang menjatuhkan kartu domino yang paling depan, maka tidak ada kartu domino yang akan jatuh.
Tak perduli berapa panjang kartu domino itu tersusun, pasti akan ada sebab pertama yang membuat kartu domino  berjatuhan.
Sama dengan alam semesta ini. Tak perduli berapa panjang alam raya ini mengalami rentetan peristiwa sehingga terbentuk alam semesta seperti yang kita tahu sekarang ini, tetap saja harus ada penyebab pertama yang menghasilkan rentetan peristiwa itu.

Jika tidak ada penyebab pertama, tidak akan pula ada penyebab kedua, ketiga, keempat, keseratusjuta, dan seterusnya. Dan seperti kita lihat sekarang ini, penyebab kedupuluh milyard (kalau boleh di bilang begitu), yaitu bumi, manusia, alam semesta, cacing, bakteri dll, telah ada di depan mata kita.
Maka, dengan begitu, harus ada penyebab pertama itu (meskipun kita tak melihatnya dengan mata telanjang kita).
Dan itulah yang disebut dengan “Tuh@n“.

Okey. Sampai disini, masih sedikit yang kita ketahui mengenai TuH@n. Disini kita belum membuktikan apakah Tuh@n itu adalah Baik atau jahat. Apakah TuH@n itu benar mencintai manusia ciptaanNya, atau apakah TuH@n Kristen itu benar Trinity, Tetapi setidaknya kita telah membuktikan bahwa atheis itu salah.

22 Responses to "Bagaimana membuktikan TuH@n itu ada(Bagian 1)"

setuju…., bukti bahwa atheis itu salah

^yakin loe?

Tuhan itu baik atau jahat…

Sebuah persepsi dangkal dan dungu

Kalau Tuhan itu jahat wajah lo nggak secantik sekarang

Saran saya baca yg banyak ya biar nggak dungu

Tulisan ini untuk menjawab kaum agnostic

ngerti…

sudahlaa.!

stop baca dari kanan ke kiri l..!

tahun 2009 masih aja baca dari kanan ke kiri…

.
.
.

Lucuna…

^
biasalah bro, soalnya tuhan jesus itu ganteng..hehehe
kayak aku…wkwkwkww

Good…

Kamu bilang..”TUh@n YESUS itu.. dst..”

Praise the lord.. satu lagi ingin menuju kemurtaddan dan dibebaskan dari belenggu pembodohan islam.

Siapa di dunguin siapa…ngaca dulu😛

Kamu ini klu sempat ngerti islam saya yakin kamu jadi org yg sgt baik

Islam itu tdk seburuk yg kamu kira.

Apa bila kamu masuk islam saya hanifa, tuan putri, masyono, wak chana, dkk yg lain berjanji akan minta maaf pdmu bukan begitu teman2

@Jelasnggak : Akhirnya daku nyasar juga ke blogmu yang sudah kamu perbarui. Tumben kamu bisa membuat artikel sekeren itu. Coba dari kemarin2 kamu ngikut guru TKmu ini saat berdebat masalah argumentasi kosmologisnya Thomas Aquinas. Kamu malahan pasti sudah pinter dari kemarin. Hi hi hi . Tapi nggak papa, minimal kamu sekarang sudah lebih pinter. He he he.
Okelah tulisan ini kan untuk menjawab atheis. Tetapi kalo menurutku sih masih belum terlalu dalam kalo lawan berpikirnya para atheis.
Coba sekali-kali kamu main ke atheis Indonesia Wiki, kali-kali saja ada yang bisa kamu tambahin.
Siplah kalo dilihat dari artikelmu yang ini ( yang entah kamu contek dari siapa) kelihatannya kamu ada kemajuan. 🙂 🙂

Coba dari kemarin2 kamu ngikut guru TKmu ini saat berdebat masalah argumentasi kosmologisnya Thomas Aquinas.

—–

Maap.. debat apa ya..?

yang mana tuh…?

ngga mudeng..

@jN

saya sudah lama lepas dari kebodohan kristen..so..please…
let me..go…
and I’m sorry if my comment always makes hurt your fell
hala..apaan…

Disini kita belum membuktikan apakah Tuh@n itu adalah Baik atau jahat.

nah loh…. belum bisa ngebuktiin…

dinosaurus kenapa punah ? ==> jahatkah tuhan.

kenapa manusia diciptakan tidak bersama dalam jaman dinosaurus ?

Kalau kita masih hidup di zaman dinosaurus…wah rumah yang baru dibangun mungkin udah hancur di injak-injak dinosaurus.

Salam kenal saudara Fietra…

Terima kasih anda sudah berkunjung ke blog saya. Saya juga sudah berkesempatan berkunjung ke blog anda. Meskipun maaf…, belum sempat memberikan komentar.

Maaf juga…, saya tidak bisa berdiskusi rutin.

Saya senang dengan pikiran “open system” anda.

Semoga kita ada waktu luang untuk bisa berdiskusi panjang.

Salam.

@ muslimer,

Apa bila kamu masuk islam saya hanifa, tuan putri, masyono, wak chana, dkk yg lain berjanji akan minta maaf pdmu bukan begitu teman2

Cinta kalian itu cuman sesama Islam kan?

Di luar Islam itu kalo kalian sakitin, ngga papa kan?

Dasar agama onta!

Kayak animal aja.

Nih, kenapa gue lebih mencintai ajaran Yesus ketimbang kalian?

Karena cinta-Nya Yesus tanpa syarat ketimbang kalian.

Tidak munafik & tidak pandang bulu.

Tinggal baca.

@Cosmic Boy
Apabila kamu pelajari dengan hati dingin…. kalau kami yang muslim hanya mencintai orang islam mungkin kelompok kalian sudah disembelih semua.
jangan Bodohlah cara berfikir anda.
Coba kamu pelajari bagaimana dari jamannya Nabi Muhammad dan penerusnya berkuasa….. agama yang bukan islam pasti tetap hidup nyaman, dan bagaimana kalau yang kristen memimpin? pemeluk non kristen (Islam dan Yahudi dipaksa masuk kristen atau terusir dari anah airnya).
Silahkan baca:
http.//masyono9.wordpress.com/2009/06/22/perang-salib-dan-islam-dalam-peperangan/

Hehehe kamu berani muncul lagi yaaaaa setelah memanggil manggil gurumu keluar dari pertapaan

@ masyono,

Kalian tidak menyembelih sebab kalian tidak menuruti ajaran Islam sebenar. Ngerti?

Dongeng darimana agama2 non Islam tetap hidup aman nyaman di zaman Muhammad, di zaman Khalifa Al-Rasyidin, di zaman Umaiyyah, di zaman Abbasiyah!

Itu semua bullshit.

Fakta2 sejarah yg dimanupulasikan demi untuk menampilkan bahwa Islam itu agama damai, agama toleran.

Hakikatnya, sejarah telah membuktikan bahwa sistem pemeritahan Islam baik dulu maupun skarang antara sistem yang paling zalim, kejam yang pernah lahir.

Tinggal jujur mas.

Boleh dikritik gak boss??

Kritik aja sepuas hati..

kamu ngga akan saya penggal..

kamu ngga akan saya buummmm..

he he he

hahaha bisa ja sampean😆, nanti aja dah kalo udah sempat

Allah, Tuhan itu pasti ada dan adanya pasti hanya Satu Tunggal, Tunggal, Esa. Tapi manusia tidak akan bisa melihatnya, sebab dimana manusia akan bisa melihat-Nya, karena Allah itu jauh lebih besar dari ciptaan-Nya sendiri. Manusia tidak ubahnya seperti kutu yang hidup bertahun-tahun dikepala manusia, yang terus mencari-cari manusia padahal ia-nya kutu sudah menghisap banyak darah manusia. Atau tidak ubahnya seperti semut yang sedang berkerumun banyak diatas sebuah piring sisa makanan dan tidak tahu kalau sedang diperhatikan manusia. Seberapa besarkah manusia bila dibandingkan dengan Allah, Tuhan Yang telah menciptakan alam semesta ini. Olehkarena itu apakah karena manusia tidak bisa melihat Allah, Tuhan, maka bisa disimpulkan Allah, Tuhan itu tidak ada?
Lihat kelangit seberapa jauh penglihatan kemampuan manusia untuk bisa mengetahui benda-benda langit.
Orang boleh saja berkeyakinan dengan Big Bang Theory, dengan mengatakan alam semesta terbentuk karena adanya ledakkan besar. Sekarang coba renungkan, bila benda besar raksasa tersebut meledak, maka bukankah setiap serpihannya pasti akan memencar kesegala arah, untuk kemudian diam atau terapung2 ditempatnya setelah energy lendakkannya habis. Tapi lihat apa yang terjadi, benda-benda langit tersebut tidak diam terapung-apung diruang yang hampa udara. Bulan selama tiga puluh hari mengelilingi bumi, dan bumi bersama2 dengan bulan selamat satu tahun selalu mengelilingi matahari dan masing2 benda langit tersebut selalu bergerak pada orbitnya yang sama, kalau tidak pasti sudah saling beradu dan menghancurkan. Dan hal tersebut tidak terjadi hanya setahun, tapi sudah berjuta-juta atau mungkin sudah bermilyar-milyar tahun. Pertanyaan yang pertama adalah kenapa benda-benda langit tersebut bisa bergerak dengan pola yang sama, dengan kecepatan yang sama dan kenapa tidak pernah keluar dari garis orbitnya. Pertanyaan yang kedua adalah sudah berapa banyak energy yang habis dipakai untuk memutar bumi pada sumbunya, yang habis dipakai bumi bersama-sama dengan bulan untuk mengelilingi matahari selama keberadaan benda-benda tersebut. Itu hanya baru untuk satu bumi, bagaimana pula dengan planet-planet yang lainnya yang berdekatan dengan bumi. Dari manakah energy sebanyak itu bersumber. Bukankah kalau energy2 tersebut bersumber dari masing-masing benda tersebut, maka seharusnya sekarang ini energynya sudah habis, sehingga bumi dan bulan tidak lagi berputar pada sumbunya, tidak lagi berputar mengelilingi matahari. Pertanyaan ketiga adalah apakah kesemuanya itu merupakan hasil karya alam semesta atau merupakan hasil karya dari Zat Yang Maha Hebat. Seberpa banyakkah penge-tahuan yang dipunyai manusia sehingga sampai pada kesim-pulan dengan mengatakan Allah, Tuhan tidak ada. Itulah bukti kebodohan dan kesombongan manusia, hanya dengan se- dikit kecerdasan akal dan pengetahuan yang dipunyainya, sudah be rani mengatakan Allah, Tuhan itu tidak ada. Ingatlah semut, kutu itu juga mempunyai sedikit akal, tapi akalnya tidak akan bisa mengakali manusia, karena tanpa akal maka semut dan kutu tersebut tidak mungkin akan bergotong royong, tanpa akal maka kutu dan semut-semut tersebut tidak akan lari tunggang langgang bersembunyi ketika hendak disisir atau diganggu manusia. Olehkarena itu sebuah kesimpulan hanya sah dan akurat bila apa yang hendak disimpulkan tersebut sudah dilihat secara utuh dan menyeluruh.
Dan Allah, Tuhan itu hanya Satu, Tunggal, Esa, sebab tuhan yang manakah yang bisa dipersamakan, dipersutukan dengan Allah, untuk menciptakan bermilyar-milyar raga manusia, untuk menciptakan bermilyar-milyar ruh yang menghidupkan manusia. Bukankah Allah, Tuhan iyu mempunyai kehendak, karena tanpa adanya kehendak dari Allah, Tuhan menciptakan, maka tidak ada sesuatupun yang tercipta, makanya Ia-Nya minta diakui keberadaan-Nya, minta disembah oleh setiap ciptaan-Nya. Dan apabila Allah, Tuhan itu ada banyak dan setiap Allah, Tuhan itu mempunyai kehendak, maka kehendak tuhan yang manakah yang harus lebih di dahulukan pemenuhannya. Dan siapakah yang mengatur wilayah kekuasaan, masing-masing tuhan tersebut. Sungguh, Allah, Tuhan itu pasti ada dan adanya pasti hanya Satu, Tunggal, Esa, bila tidak, maka pasti ada manusia yang tidak mati-mati2, bila ada satu manusia yang sangat setia memujanya, menyembahnya sehingga tuhan yang disembahnya sangat senang padanya. Atau mungkin ada manusia yang baru saja mati bisa hidup kembali, bila tuhan yang membencinya ingin mematikannya, sedangkan tuhan yang menyayanginya hendak menghidupkannya. Sungguh bila tuhan itu ada banyak, maka tuhan yang manakah yang lebih berkuasa, dan tuhan yang manakah yang disembah terlebih dahulu, agar tidak mencelakai manusia yang tidak menyembahnya terlebih dahulu? Sungguh mencari atau mengenal Allah, Tuhan tidak bisa hanya dengan mempergunakan logika, karena ada tirai pembatas dimana akal tidak lagi bisa berlogika dan menalar, sehingga bila tetap dilanjutkan akan membuat manusia menjadi gila atau murtad. Pada titik tersebut manusia hanya bisa berdecak kagum, merenung dan bertanya, apakah mungkin tidak ada Yang menciptakan alam ini beserta segala isinya, dan alangkah hebat-Nya Sang Pencipta tersebut, dan bukankah Ia-Nya, pantas untuk disembah untuk diper Tuhan, sebagai satu-satu-Nya Allah di langit dan di bumi? Mungkin ini dianggap sebagai debat kusir, tapi ada baiknya hal tersebut direnungkan terlebih dahulu sebelum sebuah kesimpulan diambil, mungkin ada sebagian di antaranya yang berguna.

Allah, Tuhan itu pasti ada dan adanya pasti hanya Satu Tunggal, Tunggal, Esa. Tapi manusia tidak akan bisa melihatnya, sebab dimana manusia akan bisa melihat-Nya, karena Allah itu jauh lebih besar dari ciptaan-Nya sendiri. Manusia tidak ubahnya seperti kutu yang hidup bertahun-tahun dikepala manusia, yang terus mencari-cari manusia padahal ia-nya kutu sudah tersebut menghisap banyak darah dikepala manusia. Atau tidak ubahnya seperti semut yang sedang berkerumun banyak diatas sebuah piring sisa makanan dan tidak tahu kalau sedang diperhatikan oleh manusia. Seberapa besarkah manusia bila dibandingkan dengan Allah, Tuhan Yang telah menciptakan alam semesta ini. Olehkarena itu apakah karena manusia tidak bisa melihat Allah, Tuhan, maka bisa disimpulkan Allah, Tuhan itu tidak ada?
Lihat kelangit seberapa jauh batas penglihatan atau kemampuan manusia untuk bisa mengetahui benda-benda langit.
Orang boleh saja berkeyakinan dengan Big Bang Theory, dengan mengatakan alam semesta terbentuk karena adanya ledakkan besar. Sekarang coba renungkan, bila benda besar raksasa tersebut meledak, maka bukankah setiap serpihannya pasti akan memencar kesegala arah, untuk kemudian menjadi diam atau terapung2 ditempatnya setelah energy lendakkannya habis. Tapi lihat apa yang terjadi, benda-benda langit tersebut tidak diam terapung-apung diruang yang hampa udara, tapi selalu bergerak dengan pola dan tempat tertentu secara teratur. Bulan selalu selama tiga puluh hari mengelilingi bumi, dan bumi bersama2 dengan bulan selalu selama satu tahun selalu mengelilingi matahari dan masing2 benda langit tersebut selalu bergerak pada orbitnya yang sama, dengan waktu yang sama, kalau tidak maka antara yang satu dengan dengan yang lainnya pasti sudah saling beradu dan menghancurkan. Dan hal tersebut tidak berlangsung hanya selam setahun, tapi sudah berlanjut sampai berjuta-juta atau mungkin sudah bermilyar-milyar tahun. Pertanyaannya yang pertama adalah kenapa benda-benda langit tersebut bisa bergerak dengan pola yang sama, dengan kecepatan yang sama, dengan waktu yang sama dan kenapa tidak pernah keluar dari garis orbitnya. Pertanyaan yang kedua adalah sudah berapa banyak energy yang habis dipakai untuk memutar bumi pada sumbunya, yang habis dipakai bumi bersama-sama dengan bulan untuk mengelilingi matahari selama keberadaan benda-benda tersebut. Itu hanya baru untuk satu bumi dan bulan, bagaimana pula dengan planet-planet yang lainnya yang berdekatan dengan bumi. Dari manakah energy sebanyak itu bersumber. Bukankah kalau energy2 tersebut bersumber dari masing-masing benda tersebut, maka seharusnya sekarang ini energynya sudah habis, sehingga bumi dan bulan tidak lagi berputar pada sumbunya, tidak lagi berputar mengelilingi matahari. Pertanyaan yang ketiga adalah apakah kesemuanya itu merupakan hasil karya alam semesta atau merupakan hasil karya dari Zat Yang Maha Hebat. Olehkarena itu seberapa banyakkah pengetahuan yang dipunyai manusia sehingga sampai pada kesimpulan dengan mengatakan Allah, Tuhan tidak ada. Itulah bukti kebodohan dan kesombongan manusia, hanya dengan sedikit kecerdasan akal dan pengetahuan yang dipunyainya, sudah be rani mengatakan Allah, Tuhan itu tidak ada. Ingatlah semut, kutu itu juga mempunyai sedikit akal, tapi akalnya tidak akan bisa mengakali manusia, karena tanpa akal maka semut dan kutu tersebut tidak mungkin akan bergotong royong, tanpa akal maka kutu dan semut-semut tersebut tidak akan lari tunggang langgang bersembunyi ketika hendak disisir atau diganggu manusia. Olehkarena itu sebuah kesimpulan hanya sah dan akurat bila apa yang hendak disimpulkan tersebut sudah dilihat secara utuh dan menyeluruh.
Dan Allah, Tuhan itu hanya Satu, Tunggal, Esa, sebab tuhan yang manakah yang bisa dipersamakan, dipersekutukan dengan Allah, untuk menciptakan bermilyar-milyar raga manusia, untuk menciptakan bermilyar-milyar ruh yang menghidupkan manusia. Bukankah Allah, Tuhan itu mempunyai kehendak, karena tanpa adanya kehendak dari Allah, maka Tuhan akan menciptakan manusia, tidak ada sesuatupun yang tercipta, tidak ada yang minta diakui keberadaan-Nya, yang minta disembah oleh setiap ciptaan-Nya. Dan apabila Allah, Tuhan itu ada banyak dan setiap Allah, Tuhan itu mempunyai kehendak, maka kehendak tuhan yang manakah yang harus lebih di dahulukan pemenuhannya, tuhan-tuhan yang banyak tersebut tidak marah kepada manusia. Dan siapakah yang mengatur wilayah kekuasaan, masing-masing tuhan tersebut. Sungguh, Allah, Tuhan itu pasti ada dan adanya pasti hanya Satu, Tunggal, Esa, bila tidak, maka pasti ada manusia yang tidak akan mati-mati2, bila ada satu manusia yang sangat setia memujanya, menyembahnya sehingga tuhan yang disembahnya sangat senang padanya dan tidak mematikannya. Atau mungkin ada manusia yang baru saja mati akan hidup kembali, bila tuhan yang membencinya ingin mematikannya, sedangkan tuhan yang menyayanginya hendak menghidupkannya terus. Sungguh bila tuhan itu ada banyak, maka tuhan yang manakah yang lebih berkuasa, dan tuhan yang manakah yang harus disembah lebih dahulu, agar manusia yang tidak menyembahnya terlebih dahulu menjadi celaka? Sungguh mencari atau mengenal Allah, Tuhan tidak bisa hanya dengan mempergunakan logika, karena ada tirai pembatas dimana akal tidak lagi bisa berlogika dan menalar, sehingga apabila hal tersebut tetap dilanjutkan maka dapat membuat manusia menjadi gila atau murtad. Pada titik tersebut manusia hanya bisa berdecak kagum, merenung dan bertanya, apakah mungkin tidak ada Yang menciptakan alam ini beserta segala isinya, dan alangkah hebat-Nya Sang Pencipta tersebut, dan bukankah Ia-Nya, pantas untuk disembah untuk diper Tuhan, sebagai satu-satu-Nya Allah di langit dan di bumi? Dan ingat jugalah, bahwa tidak ada untung atau rugi nya bagi Allah, bila ada manusia yang meyakini atau tidak meyakini firman-firman-Nya. Tapi manusialah yang akan beruntung bila yakin terhadap firman-Nya, karena akan diberikan Jannah yang nikmat dan manusialah yang akan merugi apabila tidak yakin terhadap firman-firman-Nya, karena akan mendapat azab yang pedih dari-Nya. Semuanya terserah kepada manusia, tidak boleh ada pemaksaan dalam beragama, karena keyakinan yang diharapkan Allah dari setiap manusia adalah keyakinan yang bersungguh-sungguh, bukan karena keterpaksaan. Mungkin ini dianggap sebagai debat kusir, tapi ada baiknya hal tersebut direnungkan terlebih dahulu sebelum sebuah kesimpulan diambil, mungkin ada sebagian di antaranya yang berguna

Untuk meyakini sesuatu itu memang tidak mudah, tapi dengan cara bagaimanakah manusia akan membangun keyakinannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Yang nggak Seneng Poligami :

  • 198,551 orang
%d bloggers like this: