Jelasnggak

Bagaimana membuktikan Tuh@n itu ada(bagian 4)

Posted on: July 4, 2009

Argumentasi dari Keinginan
(The Argument from desire)

 

Keinginan Setiap orang menginginkan untuk menjadi bahagia. Bahkan lebih dari pada kebahagian yang diinginkan, setiap orang menginginkan kesenangan (joy). Seberapa besarkah keinginan kita akan kesenangan dan kebahagiaan itu ? Tentu jawabannya adalah kesenangan yang benar-benar. Tidak sebagian senang, tidak sebagian saja bahagianya, tidak juga sebagian bahagia dan sebagian tidak bahagia, tidak juga semenit bahagianya, tidak juga setahun saja bahagianya. Tapi kita ingin benar-benar seluruhnya bahagia dan senang selamanya. Kalau ngga percaya tanyakan saja hati kita sendiri, betulkah apa-apa yang tertulis di sini.

Kita mungkin pernah teringat saat-saat paling bahagia yang pernah kita alami dalam hidup ini. Cukupkah kebahagiaan yang pernah kita alami itu ? Pasti tidak. Kebahagiaan sejenak yang pernah kita rasakan itu seperti halnya cemilan lumpia semarang sebelum makan nasi padang. Hanya sebagian kecil saja. Atau juga, seperti sepenggal musik yang indah di telinga kita saja. Apakah kita pernah menginginkan saat-saat bahagia itu berlalu. Tentu saja tidak. Tapi kenyataannya saat indah itu telah berlalu.

Tak ada seorangpun yang bisa mendapatkan kebahagiaan yang sepenuhnya di dalam hidup ini. Bahkan meskipun kita memiliki seluruhnya di dunia ini, kita masih sering akan kurang sesuatu hal. Kita semua menginginkan kebahagian yang tak pernah habis. Tetapi masalahnya adalah, tak ada yang tak pernah habis di dunia ini.
Jadi, jika TuH@n tidak ada, atau jika tidak ada lagi di atas alam semesta ini, maka, tidak akan pernah ada seorang manusiapun yang  mencari kebahagiaan abadi seperti yang dijelaskan di atas tadi.

Semua orang yang kita cintai di dunia ini telah memberikan kebahagiaan kepada kita, tetapi kita masih saja menginginkan yang lebih daripada itu. Bahkan, kenyataannya, tidak ada batasan untuk kita menginginkan kebahagiaan yang sempurna itu. Kita memiliki keinginan untuk mendapatkan kebahagiaan yang sempurna tanpa batas.
Kita memiliki “lubang” yang tak terbatas di dalam setiap hati kita  untuk “dipenuhi”. Dan hanya TUh@n saja lah yang mampu memberikan dan memenuhi lubang itu.

11 Responses to "Bagaimana membuktikan Tuh@n itu ada(bagian 4)"

capek deh…

Jadi, jika TuH@n tidak ada, atau jika tidak ada lagi di atas alam semesta ini, maka, tidak akan pernah ada seorang manusiapun yang mencari kebahagiaan abadi seperti yang dijelaskan di atas tadi.

Buddhist tidak menganut Tuhan-tuhanan loh apa lagi hantu-hantuan, tapi tetap saja mencari kebahagian, yaitu akhir dari dukkha

@dhammaduta.

Maksud dari tulisan ini adalah,

“karena manusia memiliki keinginan yang tidak terbatas untuk memperoleh kebahagiaan, maka, Tuh@n itu ada”

Sepintas memang ngga nyambung.
tapi coba pikirkan lagi.

kebahagian yang sempurna itu hanya bisa dicapai dari yang namanya TuH@n.

Kalau Tuh@n tidak ada, maka manusia tidak akan punya keinginan untuk mencari kebahagiaan yang sempurna itu.

Karena manusia selalu punya keinginan untuk menjadi bahagia yang benar-benar bahagia (sempurna), maka Tuh@n itu ada.

Begitu logikanya.

salam

@Jelasnggak

“karena manusia memiliki keinginan yang tidak terbatas untuk memperoleh kebahagiaan, maka, Tuh@n itu ada”

nah itu die, atheis bilang tuhan hasil ciptaan pikiran manusia😛

kebahagian yang sempurna itu hanya bisa dicapai dari yang namanya TuH@n.

Ngak ngerti saya maksudnya apa…

1. Kamu punya keinginan untuk bahagia selama2nya ngga..?

Jika jawaban kamu IYA, langsung ke nomor 2
Jika jawaban kamu NO, berarti kamu ehem.. kemungkian bukan manusia. Sori.. bukan maksud hati menghina atau apa. Seluruh manusia pasti ingin kebahagian yang abadi.

2. Apakah kamu sudah mencapai kebahagiaan yang abadi itu..?

Kalau IYa, maka saya ngga bisa jawab lagi karena saya tahu kamu bohong. Manusia tidak sempurna, manusia selulu berusaha mennyempurnakan dirinya. Manusia dalam hidupnya selalu mencari kebahagiaan. Biarpun kamu sudah kaya raya macam M. Jackson, tetap saja masih ada sesuatu yang kamu inginkan.

Kalau NO, ke nomor 3.

3. Bisa ngga kamu mencapai kebahagiaan yang abadi itu.

Tidak ada di bumi ini yang bisa memberikan kamu kebahagiaan abadi itu.
Sesempurna apapun hidup kita di dunia ini, pasti masih ada setitik “lubang” yang ngga akan bisa ditutup oleh kita.

Kalau gitu, siapa yang bisa menutup “lubang” itu kalau bukan sesuatu yang maha mampu.

Nah, siapakah sesuatu yang maha mampu itu..?

Ya TUh@n.

Begitu kira-kira..

Semoga bisa cerah, dan tidak menuju pencarian yang salah.

1. Gak….
I am Spesial……:lol:

@Dhammaduta : Di dalam beberapa kisah digambarkan kalo Budha berkelahi dengan Mara lah kisahnya itu juga terkesan cukup personal. Meskipun bisa saja umat Budha yang ngomong kalo Mara itu penggambaran dari nasfu2 yang jahat. Jadi yah : Anda juga bisa melihat dari sisi itu.

@Lovepassword
Buddha BERKELAHI dengan Mara??? Kapan?? :lol:….Mara itu ada dua pengertian mas, yaitu Dewa Mara dan Sifat Mara…do you understand??

Ya tentu saja hik hik hik. Masalahnya adalah mengapa kalian tidak juga mikir seperti itu saat berdiskusi soal Tuhan.

ngak ngeh😆 tolong diperjelas bagian mana yang dibahas ;p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Yang nggak Seneng Poligami :

  • 198,415 orang

Top Clicks

  • None
%d bloggers like this: