Jelasnggak

Dengan teman budhist

Posted on: July 31, 2009

Ini adalah percakapan antara saya dengan seorang teman Budhist bernama Ratna.

Pointnya adalah sebagai berikut.

Ratna berkata menurut Budha pencipta Universe itu TIDAK ADA.
Saya berkata sebaliknya, pencipta universe itu ADA.

Lalu saya membuat suatu analogi begini.

Ada suatu pertanyaan :

Misalnya ada mainan kereta api yang jalannya berputar.
Kereta itu tadinya diam tak bergerak. Kemudian kereta itu tiba-tiba bergerak.
Adakah sesuatu hal yang menyebabkan kereta itu bergerak ?
(adakah sesuatu yang menekan tombol ON sehingga kereta itu berjalan ?)

Kata Ratna, teman Budhist saya itu, kereta itu bisa tiba-tiba berjalan dengan sendirinya. Tanpa ada sesuatu apapun yang menyebabkannya.
Tidak ada yang menekan tombol ON kereta itu juga bisa jalan. Begitu katanya.

Saya berkata  sebaliknya, ngga mungkin, kalau kita gunakan pikiran kita, kereta itu bisa bergerak tanpa ada suatu apapun yang menyebabkannya bergerak. Pasti ada yang menekan tombol ON.

Ratna kemudian berkata bahwa kalau ada yang berfikiran seperti saya, maka itu berarti orang tersebut sedang berspekulatif. Intinya, saya dikatakannya sedang berspekulatif.

Ini aneh.

Kenapa anehnya ?

Ratna berkata, saya berspekulatif, sedangkan dia tidak (tidak berspekulatif).

Ratna berkata, pemikiran saya itu adalah pemikiran spekulatif, sedangkan pemikiran dia itu adalah pemikiran yang PASTI BENAR.
Intinya, dia mengatakan bahwa dia itulah yang benar dan saya yang salah.

Sampai di sini, saya berfikir, ini mah mirip-mirip tukang kecap yang sedang promosi kecapnya paling enak,dan kecap oranglain kalah enaknya dengan kecapnya itu. Tapi kemudian saya buang jauh-jauh fikiran tukang kecap itu dan memutuskan untuk bertanya lagi kepada Ratna.

Saya bertanya kepada ratna, darimana dasarnya, Ratna mengatakan itu, kalau kereta yang tadinya diam tak bergerak lalu tiba-tiba berjalan,  PASTI TIDAK ADA yang membuatnya berjalan.  Dari mana dasarnya jika siklus Universe itu PASTI TIDAK ADA yang memulainya.  Begitu tanya saya kepada Ratna.

Jawaban yang saya dapat, sungguh diluar dugaan.

Dia berkata, dia tau kalau jawabannya itu adalah jawaban PASTI BENAR, karena, para suciawan berkata seperti itu.
Para suciawan menggunakan kekuatan batin yang sudah sempurna untuk mendapatkan jawaban itu. Para Suciawan sudah melihat bahwa memang tidak ada yang menyebabkan terjadinya siklus penciptaan universe. Dan Ratna percaya saja akan perkataan suciawan itu.

Kemudian saya katakan kepadanya, mari kita bandingkan pemikiran Ratna dan pemikiran saya
Pemikiran saya menggunakan akal dengan mengatakan bahwa Kereta api ADA yang membuatnya berubah keadaan dari diam menjadi bergerak.
Sedangkan pemikiran Ratna berasal dari KLAIM para suciawan.

Lalu Ratna mengatakan begini :

My dear…,
Anda telah banyak menyimpulkan sesuatu secara pemikiran anda sendiri.
Justru, dalam Buddhisme, seseorang HARUS-MEMBUKTIKAN sendiri tentang semua-hal, PANTANG-PERCAYA sebelum membuktikan sendiri. Inilah bedanya dengan ajaran lain yang lebih menekankan pada “percaya” ( atau iman ), dimana kepercayaan itu “tidak-bisa” dan “tidak-boleh” dipertanyakan, hanya bisa “di-IYA-kan” saja.

Prinsip BERTANYA dan harus membuktikan sendiri, dalam Buddhisme itu dikenal dengan prinsip :

EHI-PASSIKO.

Datang, Lihat, dan Buktikan !

Saya jadi berfikir lagi. Bukankah Ratna sendiri yang mengatakan bahwa dia mendapatkan jawaban mengenai “Universe TIDAK ADA yang menciptakan” itu  dari para suciawan ?  Dan Ratna percaya saja dengan kata-kata suciawan itu. Tanpa bertanya-tanya, tanpa mengkritisi, tanpa membuktikan sendiri. Pokoknya ya sudah percaya saja.
Lalu apakah ini namanya bukan IMAN..?

Tetapi anehnya Ratna menolak kesimpulan saya ini. Dan malahan menganjurkan saya untuk ikut membuktikan bersama. Saya lalu mikir lagi, gimana kalau dalam perjalanan pembuktian itu, saya udah terlanjur mati. Dan ternyata “pencarian” yang saya lakukan bersama Ratna itu adalah pencarian yang salah.?

Pemikiran yang menggunakan akal, oleh Ratna dikatakan sebagai pemikiran yang “spekulatip”, sedangkan pemikiran yang berasal dari para suciawan malah dikatakan “benar”.  Dan menurut Ratna, percaya saja kepada perkataan Suciawan bukanlah iman. Melainkan kebenaran yang sejati. Kalau masih ragu terhadap perkataan suciawan itu, silahkan lakukan sendiri pembuktiannya. Begitu kira-kira. Nah, Saya itu takutnya begini. Sedang asik-asiknya saya mencari tahu apakah perkataan suciawan itu benar atau salah, eh keburu dipanggil yang maha kuasa. Setelah itu, sampai di sana, dibilangin sama Yesus, bahwa selama ini saya saya salah. Nah loe ?

Untuk Ratna. Kalau Berkata sesuatu sih oke-oke saja. Tapi kan alasannya harus tepat.

44 Responses to "Dengan teman budhist"

Saya rasa kalo kita bicara yang namanya unsur iman apapun istilahnya pasti selalu ada. Nggak mungkin nggak ada. Misalnya Nibbana itu membuktikannya bagaimana ? Ya jawaban klasiknya hanya orang yang sudah mengalami yang tahu. Artinya seperti biasa itu bukan pembuktian objektif.

Sama seperti pemeluk agama lain non Budhis bisa saja ngomong sama atheis : Kamu nggak ngalamin pengalaman saya, saya mau nyemplung jurang tiba-tiba ajaib bisa-bisanya seluruh penumpang nggak ada yang luka . Tuhan begicu baik untuk saya. Itu bukan sesuatu yang objektif . Karena orang lain kan juga nggak ngalamin yang sama.

Saya bisa menerima bahwa ada sisi subjektif juga dalam agama. Artinya saya tidak menghina subjektifitas. Tetapi masalahnya adalah banyak orang menghakimi subjektifitas orang lain dengan subjektifitasnya sendiri. Peristiwa ini ada dalam agama manapun : Islam, Kristen termasuk juga dalam hal ini Budha. Lah kau itu juga bukan perkecualian jelasnggak. Hik hik hik .

Dear Mas Jelasnggak,

He he.., ternyata kamu itu lucu juga orangnya yah… .;)

Kamu berarti gak ngikutin diskusi kita dengan sungguh2 loh, karena banyak hal yang kamu lewatkan dari penjelasan saya… .

Coba kamu buka lagi diskusi2 kita deh. Ini salah satu jawaban yang kamu lewatkan :

—> Intinya, kalau saya tanya kepada anda, darimana anda tau bahwa universe itu TIDAK ADA yang menciptakan, maka jawaban anda adalah : ” Dari para suciawan ”

bukankah begitu…?
::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
Siapa yang bilang begitu..,
Saya tidak bilang begitu.. ,
Anda menyimpulkan sendiri…🙂
::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Anyway, blog seperti jelasnggak seperti ini memang unik juga… he he… .

Peace & Love my dear brother😉
May Happiness Always b With U All😉

Lha ya itu…mas Ratna.

Saya sendiri juga tidak mengerti mengapa mas ini berkata seperti itu.

Kan sudah jelas sekali, bahwa njenengan ini berkata kalau para suciawan lah yang memperoleh jawaban bahwa pencipta universe itu tidak ada.

Kutipan dari tulisan njenengan :

Jawaban “Tidak-Ada” yang diperoleh para “suciwan” Buddhist, diperoleh setelah “MENCARI-TAHU” dengan seksama, dengan kemurnian-batin, kekuatan-batin, kesucian-batin ; artinya, itu merupakan jawaban yang didapat setelah tercapainya “Pencerahan”… ,

Makanya saya terbingung-bingung…

Kalau memang bukan dari para suciawan, lalu darimana alasannya njenengan mengatakan bahwa universe itu tidak ada yang menciptakan..?

Salam

@seorangtemanBuddhist
Wah ini mas Ratna kan? Kok ganti nama? Jangan-jangan yang dulu komen di blog saya memang Ratna asli. Wah ketipu nih saya….hehehe…😆

@jelasnggak
Yang duluan nongkrong ke tempat Ratna kan saya, kok kamu ikut-ikutan sihhhh? Canda doang….jangan ngambek. Tuh dapat award dari saya, kali ini nomor satu deh.

@Mas Ratna
Mau tanya anda ini kan (menurut yang saya baca di blog anda) dulunya adalah Islam, lalu sempat pindah ke Kristen dan berakhir di agama Budha.
Apakah keluarga anda sempat menentang kepindahan agama anda?

Bagaimana reaksi keluarga anda?

@ Yth. All Kadang Sihkatresnan…

Salam kenal dan langsung mohon ijin nimbrung…
Menurut saya, dalam matra/ranah Filsafat Pemikiran Spekulatif adalah pemikiran ‘Sebanyak-Mungkin KEMUNGKINAN’ yang dapat menghasilkan pernyataan2 a.l.: …(mendekati/mungkin/paling/pasti) BENAR atau SALAH…

Celakanya…Filsafat ini sendiri juga cabang-ilmu hasil dari “Ilmu Spekulatif”
Bahkan angka2, huruf, kata, kalimat dsb. sebenarnya hanyalah hasil dari Kreatifitas-Spekulatif kita semua…..

KOSONG juga ADA atau TIDAK-ADA = ADA
YANG MUTLAK TIDAK-ADA = YANG MUTLAK ADA

Menurut pemikiran spekulatif(biar keren sering disebut ‘kontemplatif’) saya, kita atau saya hanya mampu berspekulasi saja…..
Dari kesadaran ini, muncullah pernyataan/ungkapan :

…….TAN KENA KINAYA APA – MA GA BA THA NGA…….

Tidak dapat di-Andaikan/Bahasakan/Gambarkan/Perumpamakan Seperti Apa

Namun kita dapat ber-sepakat/toleransi

Silahkan di-Andaikan/Bahasakan/Gambarkan/Perumpamakan Apa Saja

Rahayu…Karaharjan kagem semuanya…..

@dbo911 : Salam

@jelasnggak
Hallo jack, akhirnya dikau memberanikan diri mengkritik Buddhist yak😆

Dari pada debat sama ratna meninggan sama saya aja berani???😆

Kalau anda berjanji tidak akan memenggal kepala saya….
ya silahkan saja

saya ngga sedang mengkritik budhisme… karena kalo orang budhist di kritik, mereka ngga marah2 atau bertindak hal2 lucu…

ngga asik itu…

Beda dengan muslim..

Saya kritik sekali,… langsung deh… kebakaran jenggot mereka.. ha ha ha

Bukan mengkritik Budhist. Mengkritik Ratna. Hik hik hik. Kita ini kok seneng banget GR menempelkan label pada diri sendiri. Kalo mengkritik A dan A berbaju kembang berarti mengkritik seluruh baju kembang. Hik hik hik

@jelasnggak : Tunjukkin tuh kalo muridku nggak malu-maluin. Hik hik hik (melet mode on)

iye ngaku deh salah😆

ok kita mulai….

Pertanyaan pertama….

1. kamu lihat kereta itu tadinya tidak bergerak??? atau cuma asumsimu kalo tadi tidak bergerak???
2. anggap saja tadi tidak bergerak dan sekarang bergerak, lalu anda bertanya siapa yang kasih gerak……ok lah ada yang kasih gerak katakan lah anda……trus sekarang saya juga boleh tanya dong😆 , yang bikin kamu bergerak untuk nyalahin itu kereta apa???

1. kamu lihat kereta itu tadinya tidak bergerak??? atau cuma asumsimu kalo tadi tidak bergerak???

==>Kan udah disebut di tulisan saya itu “Misalnya”.

—————-
2. anggap saja tadi tidak bergerak dan sekarang bergerak, lalu anda bertanya siapa yang kasih gerak……ok lah ada yang kasih gerak katakan lah anda……trus sekarang saya juga boleh tanya dong , yang bikin kamu bergerak untuk nyalahin itu kereta apa???

==>Pertanyaan anda itu ya ngga relevan dong.

It doesn’t matter mannn…….your question is just simply irrelevant at this point..

Kan udah saya tulis di atas, Pokok pertanyaannya adalah :

“Ada ngga yang menggerakkan kereta itu sehingga kereta itu berjalan”

Jawabannya ya hanya antara 2 : ADA or TIDAK.

Kalau kamu sudah menjawab ADA, ya masalah selesai sampai di situ.

Kalau saya jawab pertanyaan kamu, akhirnya mbulet2…

Coba …

Batasi saja pikiran kamu itu, dengan pertanyaan itu. APAKAH ada atau tidak ada yang membuat kereta itu berubah keadaan dari diam menjadi bergerak.

semoga cerah.

@Jell : Iler evan lagi-lagi ilernya si evan. Cara yang efektif untuk menyetop pertandingan ketika merasa menang. Hik hik hik. Tapi jell pointnya itu bukan perkara ilernya si evan atau ilernya yang lain. Pointnya itu dia mau ngomong mau nerus-nerusin kalo A dari B, B dari C dsb, terus endingnya kan tanya darimana bisa kamu simpulkan kalo D itu penyebab pertama mengapa tidak disimpulkan bahwa D juga ada sebabnya. Itu masih masuklah dalam topik diskusi. Gagah dikitlah murid TKku, kamu jangan malu-maluin gurumu itu. Cara diskusimu terlalu normatif dan sangat mengesankan orang yang ketakutan sebelum bertanding. Hik hik hik. Belum tentu juga ilernya si evan senang kamu bawa-bawa.

Lovepass,

BACA! IQRA! dari awal persoalan.

A dari B..
B dari C..
C dari D..

dst.

Y dari Z

nah, Z dari mana..? itu kan pertanyaanmu..?

Kata si ratna, Z itu dari A. (kembali ke awal – suatu siklus – gitu lho)

Nah.. saya tuh tanya.. “ADAKAH sesuatu yang memulai siklus itu”

Jadi, Universe itu adalah siklus (kata si ratna).

Saya tanya, ADA kah yang memulai siklus itu.

Dan pertanyaan kamu itu ( “dari mana asalnya D” sudah termasuk di siklus A-Z ..)

Itulah kenapa saya katakan irrelevant…

NGerti..? (kayaknya sih nggak nih.. he he)
.
.
.
ck..ck..ck..

jauh banget ketinggalannya…

udah gitu ST lagi.. ha ha

Aku tahu cah TKku..kapan juga aku tidak tahu dengan isi perutmu. Kita kan sehati sejiwa senada seirama. Irama goyang dombret. Hik hik hik. Masalahnya adalah bukan ilernya si evan itu tetapi intinya kan kamu berani menjawab apa nggak? Hik hik hik. Kalo pun kamu anggap si ivan ngiler ya anggap saja itu sebuah pertanyaan yang lain kan gampang itu. Lha kalo ditanya sedikit njawabmu lari pagi kayak model gadis dikejar-kejar mau kawin ya suseh juga yang mau diskusi sama kamu. hik hik hik

Tentu saja saya berani menjawab..

ck..

tapi buat apa nJawab pertanyaan yg sudah
dijawab..?

kan diatas sudah dijawab.

D ada karena F.

mau tanya lagi penyebab F…?

G jawabnya..

Mau tanya lagi penyebab G..?

H…

Penyebab H..?

I

.
.
.
Penyebab Z apa gitu tanya kamu..?

A jawabnya.

Lama amat sih nyambungnya…….?

CPD.

Kan udah disebut di tulisan saya itu “Misalnya”.

Ok ok anggap saja saya yang salah karena pikiranku menilai sesuatu yang lebih jauh….

Pertanyaan anda itu ya ngga relevan dong.

Iya iya gak relevan saya akui karena saya tidak terlalu memperhatikan bahwa contohnya HANYA SEBATAS MISALNYA

Batasi saja pikiran kamu itu, dengan pertanyaan itu. APAKAH ada atau tidak ada yang membuat kereta itu berubah keadaan dari diam menjadi bergerak.

😆 anda lucu @jelasnggak, anda berkata bahwa “Batasi saja pikiran kamu itu” lucu sekali, kenapa kamu gak membatasi saja imajinasimu dengan sebuah kalimat sederhana ALAM SEMESTA INI ADA KARENA ADA. Ngapain kamu berimanjinasi jauh bahwa alam semesta ini sebelumnya tidak ada jadi pastilah ada yang ciptain, padahal ujung2 yang kamu anggap sebagai pencipta juga berakhir pada prinsip DIA ADA KARENA ADA…..😆

anda lucu @jelasnggak, anda berkata bahwa “Batasi saja pikiran kamu itu” lucu sekali, kenapa kamu gak membatasi saja imajinasimu dengan sebuah kalimat sederhana ALAM SEMESTA INI ADA KARENA ADA. Ngapain kamu berimanjinasi jauh bahwa alam semesta ini sebelumnya tidak ada jadi pastilah ada yang ciptain, padahal ujung2 yang kamu anggap sebagai pencipta juga berakhir pada prinsip DIA ADA KARENA ADA…..
—————————-

==> Gimana nJelasinnya.. susah juga.. hi hi hi..

Kan si Ratna berkata kalau Universe itu seperti siklus.

nah.

maksud saya tuh… fokuskan pikiran kamu kepada pertanyaan “Adakah sesuatu yang memulai siklus universe itu”

Kata si ratna, ngga ada yang memulai siklus itu…
Tiba-tiba siklus itu berjalan sendiri.

Kata saya, ada yang menyebabkan siklus itu dimulai.

Siklus mesin mobil : putaran mesin mengisi baterai aki, lalu baterai aki mensuply listirik untuk membantu menggerakkan mesin. Kemudian mesin bergerak dan mengisi baterai aki lagi, dan seterusnya.

Nah. itu namanya siklus.

tetapi, pasti ada yang menyebabkan siklus putaran mesin itu.

Yaitu seseorang yang men-start mesin.

Nah yang saya maksud membatasi pikiran itu, kita hanya melihat apakah ada yang menggerakan siklus mobil atau tidak.

Variable lain seperti “apa yang membuat manusia men-start mobil” adalah irrelevant.

itu maksudnya saya dengan “membatasi”.

ngomong2.. katanya kamu dah ngerti..kok masih tanya ha yang sama.?

kamu itu bjimana @jelasnggak lah kamu kan sekarang ngomongnya sama saya toh??😆

Bukankah pertanyaan mu menyangkut semesta toh?? atau bukan nih??😆 Jika iya, masak kamu bandingkan semesta yang @nggakjelas dengan sesuatu yang sudah jelas😆

seharusnya kamu berkata seperti ini “Memang benar alam semesta itu gak jelas asal usulnya, tetapi berdasarkan kitab yang saya yakini kesuciannya menyatakan bahwa alam semesta ini diciptakan” lah kalo begitu kan rebes toh??😆

Tenang @jelasnggak bukan masalah ngerti/tidak kan untuk memastikan…..kata orang hukum itu harus dinyatakan sejelas2nya karena bila tidak nanti bisa diplintir2😆

kenapa membandingkan sesuatu yang sudah jelas (mesin mobil dan kereta api) dengan yang belum jelas (universe).

——————-

Jawab saya.
Karena dalam konteks ini, definisi universe itu sudah jelas. Universe = semua yang ada di alam semesta ini dan terbentuk dari sebuah siklus.

Kalau kamu katakan, saya sedang ngomong sama kamu, itu betul. Tapi konteksnya masih dengan tulisan saya yang di atas (dengan ratna).

Terus, kalau kamu katakan lagi, alam semesta itu sesuatu yang belum jelas karena kita tidak memiliki pengetahuan yang cukup mengenai alam semesta,… maka itu adalah irrelevant. Harap perhatikan lagi kata “dalam KONTEKS INI”.
Kita tidak perlu mengetahui kejelasan alam semesta. Kita anggap alam semesta itu suatu variable.

Semoga menjawab.

Kalo sudah jelas mah gak perlu lagi di teliti @jelasnggak😆 Ingat jangan samakan teori dengan fakta🙂

teori dan fakta ngga ada hubungannya alias irrelvant mann…

ini proses berfikir.

@jelasnggak
Saya kritik sekali,…langsung deh… kebakaran jenggot mereka.
ha ha ha

Wah, salah besar karena saya tidak punya jenggot.😀
Kalau saya selama diskusi dengan kristen begini nih:
1. Cuma nenteng hadis palsu
2. Cuma promosi blog2 yang isinya menjelekkan islam
3. Kalau ditanya, maka jawabannya tidak masuk akal dan bahkan tidak bisa menangkap inti dari pembicaraan lawan. Dengan kata lain, tidak mengerti pertanyaan yang diajukan. Ditanya A dijawab B.
4. Cuma bisa menyerang pribadi si penulis namun tak mau dibalas
5. Biasanya tipikal seperti ini hanyalah orang2 yang ingin menghancurkan agama Islam supaya tidak ada penganut Islam walau secuil.

Fiet… Islam itu ngga usah di ancurin … ntar juga redup sendiri… pengikutnya makin lama makin dikit..

Kenapa…?

Karena ada internet.

Orang sekarang sudah bisa melihat informasi di internet Fiet.. tinggal baca….

Jangan gembar-gembor banyak yang convert ke islam fiet.. itu masalah kecil..(curiga propaganda)

@dhammaduta
Lihat sendiri kan, anda bertanya A tapi di jawab B.
Selama ini saya selalu bertanya pada umat Kristen begini:
Yesus dikatakan sebagai anak Allah oleh beberapa umat kristen tapi disisi lain seperti jelasnggak ,imankristen, dsb mengatakan yesus adalah Tuhan yang menjelma sebagai manusia. Sebenarnya manakah yang benar dari dua pernyataan di atas? Saya belum mendapat jawaban memuaskan tentang hal ini.

Karena males jawabnya…

Kita kan harus milih-milih juga dengan siapa ngajak bicaranya..

kalu ngomong kalkulus atau aljabar linear sama anak SD kan jadi ngga nyambung2…

nah gitulah kira2 keadaannya.

Makanya Fiet.. banyakin belajar.. he he he..

fietrie : ah.. kan.. nyerang pribadi lagi nih..
jel : gelap…

He he he…, fietra…

Salam Saudaraku…, kita sedang berdiskusi di blog saya…

Anda begitu “sombongnya” berkata, kristen hanya mau menghancurkan islam…, menurut pangalaman saya malah sebaliknya. Apa anda begitu “fair” mengatakan kalimat tersebut? Apakah anda pernah menganalisa blog moslem lainnya?

Dalam diskusi saya dengan moslem, saya penuh dengan logika, sedangkan moslem yang saya temui, “intisari” logika mereka adalah: Karena Allah berfirman 1+1=4, maka saya mempercayai itu sebagai kebenaran.

Ketika anda mencoba mengerti jawaban saya, ada 2 kamungkinan:
1. Anda lebih paham kristen daripada saya dan mengetahui bahwa jawaban saya salah. Karena tidak sesuai dengan jawaban yang kaum moslem pelajari mengenai “kelemahan kristen”.
2. Anda kurang mengerti dan kurang paham kristen, sehingga tidak mengerti jawaban saya.

Anda dengan penuh percaya diri, bahwa point 1 adalah yang terjadi ketika melihat jawaban saya…

Maafkan saya…, pengetahuan anda tentang kristen kalau begitu…, sangatlah minim…, kalaupun ada hanyalah “pengetahuan hoax” yang disebarkan oleh kaum moslem yang tidak mengerti kristen dan hanya mau menghancurkan kristen saja.

Anda tidak mengerti kristen? Dimana tidak mengertinya? Silahkan tanya di blog saya…

He he he…, jangan terlalu cepat menilai saya…, kita baru 1x tanya jawab…., anda sudah bisa menilai saya…??

Maafkan saya…, anda terlalu “gegabah” dalam hal ini….

Salam.

mas Iman.

Saya sih sudah melihat tipe apa sebenarnya si Fietria ini.

Agak percumah juga kalau ngajak diskusi dengan dia..

Bukannya apa.. selain banyak ngga nyambungnya, dah ketahuan bohong.

He he he..

Lucu aja sih…

salam.

@jell : Ih kamu kebesaran gaya ihhh. Hik hik hik. kalu ngomong kalkulus atau aljabar linear sama anak SD kan jadi ngga nyambung2…==> Ya bisa nggak nyambung itu apalagi kalo yang ngomong soal kalkulus cah TK. Hik hik hik. Murid TKku kamu itu jan-jan kebesaran gaya.

@Fiet: Yah itu memang salah satu contoh ad homo homoni lupus.

@imankristen
Wah, maaf lho. Sebenarnya komen saya itu saya tujukan pada jelasnggak, jangan beranggapan saya komen pada anda.
Saya kan punya banyak teman kristen waktu di SMU dulu. Yang saya dengar tentang kristen di internet memang kebanyakan hoak. Tapi anda & jelasnggak kan juga banyak mendengar hoak tentang Islam di internet.
Maka dari itu saya bertanya disatu sisi umat kristen dari teman2 saya mengatakan Yesus putra Allah dan di satu sisi seperti anda & jelasnggak mengatakan Yesus adlh Tuhan yang menjelma jadi manusia. Mana yang benar?

di satu sisi seperti anda & jelasnggak mengatakan Yesus adlh Tuhan yang menjelma jadi manusia. Mana yang benar?

——————

Dua-duanya.

Emang susah ya untuk memahami ini..?

ck..ck..ck

@jelasnggak
Bilang saja tidak bisa menjawab pertanyaan saya. Ini nih yang namanya ad hominem, bukannya menjawab malah meledek. Nyuruh belajar tapi enggak mau ngajarin. Gimana sich?!:mrgreen:

@fietria,

Maka dari itu saya bertanya disatu sisi umat kristen dari teman2 saya mengatakan Yesus putra Allah dan di satu sisi seperti anda & jelasnggak mengatakan Yesus adlh Tuhan yang menjelma jadi manusia. Mana yang benar?

Saudariku…, jelasenggak sudah menjawab dengan baik.

Jelasenggak menjawab:

Dua-duanya.

Emang susah ya untuk memahami ini..?

Ada kesalahan anda menjawab, yaitu:

……di satu sisi seperti anda & jelasnggak mengatakan Yesus adlh Tuhan yang menjelma jadi manusia

Jawaban itu bukan hanya jawaban saya, tapi jawaban seluruh umat kristen yang sungguh-sungguh kristen.
Mungkin anda mendapatkan jawaban itu dari “moslem yang menyaru/menyamar” jadi kristen dan “membius serta memanipulasi” anda mengenai kristen.
Kalau memang anda punya referensi kuat dari blog kristen “resmi” yang menuliskan “Yesus BUKANLAH Allah yang menjelma jadi manusia”…, bisa anda tuliskan referensi anda?

Kalau anda tidak berikan, referensi anda…, percayalah…, apa yang anda ketahui saat ini (pengertian diatas) hanyalah informasi hoax semata.

Salam.

Saya ambil contoh begini nih misalnya saya sedang hidup di langit, lalu saya menjelma menjadi manusia. Apakah ini berarti saya adalah anak kandung dari saya sendiri?

Kalau kamu maha juasa, ya bisa saja seperti itu..

Ngga nyampe ya..?

he he he

Allah dikenal dalam kristen melalui 2 bentuk / pribadi:

1. Allah itu sendiri dan disebut dengan Allah Bapa.
2. Allah itu adalah Roh adanya. Ini kami sebutkan dengan Roh Allah (Roh Kudus).
3. Allah itu bisa “berFirman” seperti manusia yang bisa berbicara, meskipun tentunya Allah tidak punya pita suara, karena Allah adalah Roh adanya. Ini kami sebut dengan Firman Allah (Allah Putra).

Ketika anda mencontohkan:

Saya ambil contoh begini nih misalnya saya sedang hidup di langit, lalu saya menjelma menjadi manusia. Apakah ini berarti saya adalah anak kandung dari saya sendiri?

Ada kesalahan logika anda, karena Allah bukanlah seperti anda yang berbentuk manusia, tetapi Roh adanya.

Perhatikan kalimat terakhir anda:

Apakah ini berarti saya adalah anak kandung dari saya sendiri?

Apakah anda bisa membicarakan Allah dengan mempersamakan ALLAH dengan diri anda sebagai perbandingannya?
Ini sudah tidak betul contoh dari anda. Karena itu argumentasi anda tidak valid lagi.

Muhammad mengenal ketiga pribadi Allah ini (essensi Allah), yaitu ALLAH yang ber-ROH dan berFIRMAN. Karena itulah jamak (3) ini adalah tunggal (Esa), keluarlah istilah NAHNU dalam Q.

Salam.

Begini lho maksud saya.
Jika Tuhan menjelma menjadi manusia maka apakah Tuhan tersebut adalah anak dari Tuhan itu sendiri?

Anda sepertinya belum mengerti konsep Kristen dengan benar.

Jawaban pertanyaan itu tadi pada Allah Tritunggal.

Jangan katakan 1+1+1=1…, logika ini tidak benar untuk menyatakan Allah.

Apakah “Esa” Allah bisa diidentikkan kata “1”?

Allah adalah Maha Esa = 1?
(he he he…, logika ini tidak benar).
Apakah Maha=1?
Apakah Esa=1?
He he he…, silahkan pikirkan yang ini dulu.

Saya akan jernihkan dulu terminologi “kosa-kata” manusia yang “dipinjam” Allah untuk menyatakan diri-Nya.

Allah adalah Roh adanya.
Ketika anda sebut Allah Anak, terminologi anak yang anda pikirkan adalah yang ber “tubuh”.
Anak Allah adalah sama dengan Allah Putra. Kata anak/putra adalah istilah manusia yang “dipinjam” Allah untuk menyatakan kesamaan “essensi” Allah.

Anak kucing, pastilah kucing.
Putra kucing, pastilah kucing.
(essensi) kucing, pastilah kucing (essensi).

Ketika kita membayangkan Allah dalam bentuk manusia yang berbadan untuk mempunyai anak, ini sudah kesalahan logika dalam kristen.
Karena Allah adalah Roh adanya.

Ketika kita membayangkan anak yang “lahir” dari manusia, itu dipakai untuk menyatakan proses “kelahiran” Allah, ini juga sudah logika yang salah dalam Kristen.
Karena Allah adalah Roh adanya.

Istilah “lahir” juga adalah istilah manusia yang dipergunakan Allah untuk menyatakan “essensi” keAllahan- Allah Anak / Allah Putra.

Jadi Allah “meminjam” atau “mempergunakan” kata-kata manusia yang “terbatas” untuk menyatakan Allah yang tidak terbatas (“essensi yang sungguh-sungguh Allah” dari Allah Putra). Ini memang “perbedaan kualitatif” atau “jurang yang tidak terseberangi” ketika istilah manusia dipakai untuk menyatakan diri Allah itu sendiri.

Semoga anda semakin mengerti.

Salam.

@imankristen
Saya belum pernah bertemu dengan muslim yang menyaru menjadi kristen. Saya punya banyak teman kristen di daerah tempat tinggal saya di kalimantan. Kalau bung iman pernah mendengar daerah mana saja yang didatangi missionaris, maka salah satunya adalah suku dayak. Kebanyakan missionaris menyebarkan agama dgn mendatangi daerah-daerah yang peradabanya masih primitif dan cukup terisolir dari daerah luar, saya kagum juga dengan kegigihan mereka.
Sementara Islam disebarkan oleh pedagang & tokoh politik di daerah2 yang cukup maju peradabannya.
Saya bahkan pernah diundang acara ultah teman saya yg kristen & saat itu saya tidak tahu kalau teman saya ternyata mengundang pendeta untuk khutbah dan memimpin doa. Tapi itu tak masalah buat saya.
Tapi bukan hanya Protestan dan Katolik saja yang ada di daerah saya, tapi ada Kristen Akin. Ajarannya tidak makan babi dan Yesus hanya nabi bukan Tuhan. Bahkan di Mesir juga ada kristen advent dan kristen koptik, yang ajarannya juga tidak makan serupa dgn kristen akin.

Tulis saja kamu dapat di site apa …?

Jangan bohong lagi kali ini…

ntar timbangan berat ke kiri lho..

he eh eh

Kamu minta site apa? Site khusus buat menghujat Islam?

hemmmmm ……….. lanut gan ………..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Yang nggak Seneng Poligami :

  • 198,551 orang
%d bloggers like this: