Jelasnggak

Pengakuan Jujur Seorang Muslim

Posted on: October 20, 2009

Pengakuan yang jujur

 

Paling tidak, sekarang, sudah ada dari seorang muslim yang benar-benar mengunakan pikirannya dengan betul.

Poligami itu MENYAKITI HATI istri terdahulu.

Jujur saja terhadap diri sendiri!

Menyakiti hati orang lain dalah suatu perbuatan yang TIDAK BAIK (BATHIL).

Ajaran agama yang membolehkan pengikutnya untuk melakukan perbuatan BATHIL, adalah agama yang berasal dari SYAITON IROJIM.

Agama islam membolehkan pengikutnya melakukan perbuatan BATHIL (Berpoligami ria – menyakiti hati istri terdahulu).

Jadi agama Islam itu adalaah agama yang berasal dari SYAITUONN iRojim.. naujubilahiminazaitonirojimm…

logikanya kan di situ.

Saya telah menemukan SATU (cukup satu saja) ayat setan itu.

Dan itu cukup.

Terima kasih.

Sekarang, saya serahkan kepada muslim sekalian. Terserah mau ikut ajaran syaitonuloh atau ajaran yang bukan dari syaitonulloh.

Terserah pilihan kalian.

Bebas kok.

Agaknya tugas saya agak sedikit ringan.

Thanks to Fietri yang sudah mau mengakui hal ini.

Itu adalah suatu permulaan bagi kamu.

251 Responses to "Pengakuan Jujur Seorang Muslim"

Pertamax sajalah dulu.

Poligami itu adalah sesuatu yang memang debatable dalam Islam sendiri. Jadi tidak perlu seolah-olah gimana gitu. Mbahas poligami sampe berartikel artikel Hi Hi hi.

Salah satu Senior PKS saja seingatku pernah ngarang buku : Bahagia dengan Satu Istri.🙂

Jadi yah wajar-wajar sajalah.

Senior PKS ya ngga ada hubungannya.

Ngapain bawa-bawa nama senior PKS..

Senior PKS ngomong apa pun tetap saja, Polligami menyakiti hati manusia.

kan gitu.

Bodomu to jell jell, pinter kok rak mundak-mundak.🙂

Lha wong jelas isi komentarku wis cetho jelas : Di dalam internal Islam sendiri pada saat ini memang ada diskusi serius bagaimana memandang poligami. Intinya itu. Gicu lho.

Jadi kalo ada yang setuju maupun ada yang tidak setuju ya wajar-wajar saja. Hi Hi Hi.

Salam Cah
Tuhan Memberkati dirimu

@ LPW,

Kamu ini mas, gimana, di sana sini jawabnya yg itu aja: debatable.

Nanya membunuh ==> debatable.

Nanya bidadari ==> debatable

Nanya Yesus nikah apa belum ==> debatable

Nanya poligami ==> debatable

Bila ajaran kalian bisa tuntas.

.

..

Taun depan??? :)=

Hehehe…

@Cosmicboy : Tak kandani yo cah cah. Membahas menteri kabinet Indonesia Bersatu saja rame juga debatable apalagi membahas agama. Lha kapan tuntasnya , ya memang nggak pernah tuntas perdebatannya karena yang namanya manusia itu punya pendapat yang berbeda-beda. Lha nggak urusan agamanya apa kan yah kita ini pengin berpendapat dan setiap pendapat bisa berbeda dengan orang lain baik orang itu seagama, sebangsa,sesuku atau berbeda agama atau berbeda bangsa. Point intinya adalah wajar2 sajalah kalo kamu melihat perbedaan pendapat itu.

Jangan lalu kalo perbedaan pendapat kalo menyangkut kelompok sendiri dianggap biasa. Kalo yang berbeda pendapat pihak2 lain selalu dinilai tidak beres. Itu namanya standard ganda. Hi Hi Hi. Lha kau ingatlah pidato kau itu : Bahwa argumentasi yang dibangun di atas standard ganda tidak akan pernah kokoh berdiri kuat.

Mengapa demikian ? Karena tiap kali kau menembak pihak lain dengan mudah dibalikkan ke diri kau sendiri. Gicu lho .

SALAM Cah.

Gimana? Apakah aku tetap keren ? Hi Hi Hi

@ LPW,

Lha kapan tuntasnya , ya memang nggak pernah tuntas perdebatannya karena yang namanya manusia itu punya pendapat yang berbeda-beda.

Hehehe…maksud saya kepercayaan kalian yg harus tuntas dulu baru didebat.

Kalo kasus poligami aja, masih banyak pendapat dikalangan muslim@ masih debatable, belum tuntas, jadi kapan?

Tentu saja memang ada topik yang mudah, ada juga topik yang dari dulu sampai sekarang memang seru. Hi Hi Hi. Lha keanekaragaman pendapat ini tentu juga ada dalam banyak agama, baik itu Islam , Kristen, dsb.

Dalam Kristen misalnya yang sering diperdebatkan bagaimana memandang hari Sabat : Apakah beribadah itu baik Minggu atau baik Sabtu atau malah sembarang hari , masalah aneka cara baptisan selam, percik, bendera.

Dalam Buddha misalnya saja bagaimana memandang masalah vegetarian ? Konsep Boddhistwa dan Arahat , Pencerahan pribadi atau pencerahan dengan batuan.

Di dalam semua agama nyaris yang selalu diperdebatkan antara : mematuhi larangan/batasan versus jangan berbuat yang lebay sehingga berlebih-lebihan.

Jadi yah dalam segala hal itu ada topik yang mudah diselesaikan, memang ada juga topik yang tetap berbeda-beda baik itu berbeda agama bahkan dalam satu agamapun juga masih mungkin terjadi perbedaan pendapat.

Ocree Mister Cosmic ?

Pasti oke deh. Hi Hi hi

SALAM

Injil itu penyempurna dari Taurat.

Banyak orang kristen termasuk yg di blog ini ngaku2 telah menguasai Injil padahal cuma omong kosong belaka. Bicara mereka seolah-olah bersumber dari Injil tapi kenyataannya cuma argumen-argumen karangan yang keluar dari mulut mereka.

Berbicara hari yang suci, sudah tentu Hari Sabtu. Baik di Taurat maupun di Injil secara gamblang menyebutkan bahwa hari Sabtu adalah Hari yang suci. Bahkan disebutkan di Injil bhw brg siapa yg beraktifitas di Hari Sabtu maka akan dihukum mati.

Tapi mengapa orang2 kristen tidak mentaati Injil? Mereka lebih memilih Hari Minggu. Jadi ini sudah keluar dari koridor ajaran Yesus. Lantas…siapa yang berani merubah ketentuan Yesus ini?

Bahkan disebutkan di Injil bhw brg siapa yg beraktifitas di Hari Sabtu maka akan dihukum mati.

Hehehe…

Masih ada badut disini.

Makaseh ya krn membuat kami pada ketawa-ketiwi.

@cosmic boy

kristen bodoh!

ngaku2 pengikut yesus tapi tindak tanduknya jauh melenceng.

@jewish

yang bodoh tu syapa..
ni orang ngaku orang israel tp kok gobloknye minta ampun..
orang israel tu setau saia pinter2 mas..ente tu orang israel yang salah cetak kali..

emang bener yang si cosmic boy bilang..bener ada kok di Injil seperti itu..
orang2 di sini pada bebas mengungkapkan pendapatnya, pada bebas ketawa, kenapa anda malah menghina orang yang hanya menggunakan kebebasannya untuk berpendapat dan ketawa..
Tindak tanduk cosmic boy apa yang melenceng?? cuma ngasih tau ya kok dibilang tindak tanduk melenceng??

jangan menghina orang laen kalo gag mau dihina..

Urutan logikamu di atas kayaknya masih kacau beliau jell. Baik atau buruk itu ya kasus perkasus dong.

Saya tanya, tolong di jawab.

Menyakiti hati sesama manusia itu perbuatan BATHIL atau perbuatan BAIK…?

Kalau logika saya kacau, tolong di betulkan .

Hi Hi Hi, bagus..bagus pertanyaanmu lumayan menantang. Tapi seperti biasa juga njawab pertanyaanmu bisa sambil ngantuk-ngantuk makan pisang goreng.

Ada beberapa yang perlu kamu pikirken dalam pertanyaanmu itu yah ? Gini ceritanya nih yah :

Menyakiti hati sesama manusia itu perbuatan BATHIL atau perbuatan BAIK…?

===> Kalo pertanyaanmu gicu , jawabannya aduhai gampang :

Pertama : Kalo kamu ngomong menyakiti hati sesama. Hati orang itu berbeda-beda, mungkin ada yang tersakiti ada yang tidak , jadi parameter baik atau buruk itu bukan berasal dari asumsi menyakiti hati sesama atau tidak. Hi Hi Hi

Bapak gurumu ini nylentik telinga kamu bisa jadi juga termasuk kategori menyakiti hati sesama. Tapi itu kan termasuk perbuatan yang baik , iya kan ? Lha wong ngajari kamu kok dibilang jelek. ( hi hi hi)

Coba sekarang kamu pikirken logika kamu itu lebih jernih.

Blog kamu itu menyakiti hati manusia atau tidak ?
Pasti ada yang tersakiti kan ? Hi Hi Hi. Lha menurutmu blog kamu itu baik atau jelek jell ??? ( mringis mode on )

Di sini saya cuma memberikan contoh definisi baik dan jelek menurut versi kamu lho.

SALAM jelasnggak
GBU

@Lovepassword

Pertama : Kalo kamu ngomong menyakiti hati sesama. Hati orang itu berbeda-beda, mungkin ada yang tersakiti ada yang tidak ,

==> Yang tidak tersakiti itu irrelevant.

Yang tersakiti hatinya-lah yang relevant.

Karena kita ngomong masalah AJARAN AGAMA.

Ngerti ya lovapass..(kayaknya sih panjang lagi nih..😆 )

——

Kamu berkata:

Blog kamu itu menyakiti hati manusia atau tidak ?
Pasti ada yang tersakiti kan ? Hi Hi Hi. Lha menurutmu blog kamu itu baik atau jelek jell ??? ( mringis mode on )

==>Blog saya itu bukanlah ajaran agama.

Kamu membandingkan blog saya dengan ajaran agama.

Saya tidak mengajarkan pengikut blog saya untuk menyakiti hati sesama manusia.

Punya pengikut aja nggak..

Blog saya juga tidak pernah mengklaim bahwa semua kata-katanya BERASAL DARI LANGIT…lha lha lha… piye to iki mas..?

Pelajari lagi pertanyaan saya itu menurut konteksnya.

Salam and GBU juga.

@lovepass.

Itu ada pertama…

Nah, “keduanya” mana ya..?

Itu ada pertama…

Nah, “keduanya” mana ya..? ===> Jadi setelah ada pertama harus ada yang kedua yah ? hi hi hi. Keduanya ntar-ntar sajalah lupa aku mau ngomong apa.

Blog saya itu bukanlah ajaran agama.

Kamu membandingkan blog saya dengan ajaran agama. ==> Intinya tuh gini yah parameter baik dan buruk versi kamu aduhai antik. Baik dan buruk itu tidak bisa selalu dinilai dari sekedar menyakitkan hati/menyenangkan hati. Kamu pinter ngeles ih.

Kalo kamu konsisten berdasarkan parameter kamu bahwa yang bathil itu yang tidak menyenangkan orang lain, maka blog kamu masuk kategori itu pasti. Hi Hi Hi. Lha kalo logika antikmu itu kamu terus2 ken , karena blog kamu blog bathil maka pihak yang berada posisi dengan blog kamu – manusia yang berlawanan dengan kebathilan dong. ( melet dulu ah)

Paham kamu kekacauan berpikirmu dimana? Yang saya bahas itu bukan membandingkan ajaran agama dengan blog atuh. Saya cuma menunjukkan kekacauan berpikir kamu , kekacauan definisi baik/buruk versi kamu dengan contoh praktis. Gitu lho ceritanya

SALAM jell

@lovepass

Intinya tuh gini yah parameter baik dan buruk versi kamu aduhai antik. Baik dan buruk itu tidak bisa selalu dinilai dari sekedar menyakitkan hati/menyenangkan hati.
—————

Kalau dikaitkan dengan agama, ya tentu saja IYA.

.
.
Dan BLOG saja itu bukanlah suatu ajaran agama.

Ngerti..?

GBU

Kalau dikaitkan dengan agama, ya tentu saja IYA

===> Mengapa bisa kamu simpulkan iya ?

Mengapa bisa kamu simpulkan iya ?

==> Karena agama yang BENAR, selalu menganjurkan untuk berbuat KEBAIKAN kepada SEMUA.

Tidak akan pernah ada ajaran yang BENAR menganjurkan untuk menyakiti hati sesama.

Ajaran yang membolehkan menyakiti hati sesama adalah ajaran yang TIDAK BENAR.

Tidak akan pernah ada ajaran yang BENAR menganjurkan untuk menyakiti hati sesama.

===> Jell jell jan kamu ini memang aduhai antik. Ya esensinya tentu saja tujuannya memang bukan untuk menyakiti hati sesama dong. Lha bahwa ada hati sesama yang tersakiti itu bisa saja tetapi tujuannya kan tentu bukan untuk menyakiti sesama. Hi Hi Hi

Jawabanmu itu sirkular masih belum menjawab pertanyaan :

Atas dasar apa bisa kamu simpulkan bahwa jika dalam suatu tindakan kemudian ada hati seseorang yang sakit pastilah selalu bisa disimpulkan bahwa itu selalu bathil ? Dasarnya apa ?

Ketika Yesus ngedumel kepada pemuka agama Yahudi, menurutmu apakah yang dia lakukan itu suatu kebathilan ?
Ketika Yesus mengobrak abrik bait Allah menurutmu hati para pedagang sakit apa nggak ?

Coba deh sayangku cintaku manisku, berpikirlah lebih kalem, lebih tenang dan lebih komrehensip. Pasti deh akan kamu temukan kesalahan mendasar logika kamu dimana . Kamu itu aslinya pinter jell. Cuma kalo lagi napsu entah melayang kemana otak pinter kamu itu🙂

SALAM cah
GBU

@jelasnggak

Tidak akan pernah ada ajaran yang BENAR menganjurkan untuk menyakiti hati sesama.

===> Jell jell jan kamu ini memang aduhai antik. Ya esensinya tentu saja tujuannya memang bukan untuk menyakiti hati sesama dong. Lha bahwa ada hati sesama yang tersakiti itu bisa saja tetapi tujuannya kan tentu bukan untuk menyakiti sesama. Hi Hi Hi

Jawabanmu itu sirkular masih belum menjawab pertanyaan :

Atas dasar apa bisa kamu simpulkan bahwa jika dalam suatu tindakan kemudian ada hati seseorang yang sakit pastilah selalu bisa disimpulkan bahwa itu selalu bathil ? Dasarnya apa ?

Ketika Yesus ngedumel kepada pemuka agama Yahudi, menurutmu apakah yang dia lakukan itu suatu kebathilan ?
Ketika Yesus mengobrak abrik bait Allah menurutmu hati para pedagang sakit apa nggak ?

Coba deh sayangku cintaku manisku, berpikirlah lebih kalem, lebih tenang dan lebih komrehensip. Pasti deh akan kamu temukan kesalahan mendasar logika kamu dimana . Kamu itu aslinya pinter jell. Cuma kalo lagi napsu entah melayang kemana otak pinter kamu itu🙂

SALAM cah
GBU

@jelasnggak

Tidak akan pernah ada ajaran yang BENAR menganjurkan untuk menyakiti hati sesama.

===> Jell jell jan kamu ini memang aduhai antik. Ya esensinya tentu saja tujuannya memang bukan untuk menyakiti hati sesama dong. Lha bahwa ada hati sesama yang tersakiti itu bisa saja tetapi tujuannya kan tentu bukan untuk menyakiti sesama. Hi Hi Hi

Jawabanmu itu sirkular masih belum menjawab pertanyaan :

Atas dasar apa bisa kamu simpulkan bahwa jika dalam suatu tindakan kemudian ada hati seseorang yang sakit pastilah selalu bisa disimpulkan bahwa itu selalu bathil ? Dasarnya apa ?

Ketika Yesus ngedumel kepada pemuka agama Yahudi, menurutmu apakah yang dia lakukan itu suatu kebathilan ?
Ketika Yesus mengobrak abrik bait Allah menurutmu hati para pedagang sakit apa nggak ?

Coba deh sayangku cintaku manisku, berpikirlah lebih kalem, lebih tenang dan lebih komrehensip. Pasti deh akan kamu temukan kesalahan mendasar logika kamu dimana . Kamu itu aslinya pinter jell. Cuma kalo lagi napsu entah melayang kemana otak pinter kamu itu🙂

SALAM cah
GBU
SALAM

Memangnya Yesus memerintahkan manusia untuk mengobrak-abrik pedagang di bait suci..?

jangan jadi straw man.

Baca tuh arti straw man..

Ajaran yang dari TuH@N selalu mengajarkan manusia untuk berbuat baik.

Ngerti.?

Kalau suatu ajaran Menganjurkan untuk menyakiti hati manusia, itu bukan dari TuH@n namanya…

Jangan samakan blog saya dengan ajaran agama.

Ajaran agama berasal dari TuH@n

Blog saya itu saya asalnya dari saya.

Ngerti..?

Jangan samakan TINDAKAN YESUS di bait TUh@N, dengan PERINTAH YESUS

Salam and GBU
semoga tambah pinter.

Sudah melet salah ketik lagi :

Lha kalo logika antikmu itu kamu terus2 ken , karena blog kamu blog bathil maka pihak yang berada berlawanan posisi dengan blog kamu – manusia yang berlawanan dengan kebathilan dong. ( melet dulu ah)

Memangnya Yesus memerintahkan manusia untuk mengobrak-abrik pedagang di bait suci..?

jangan jadi straw man.

Baca tuh arti straw man..

Ajaran yang dari TuH@N selalu mengajarkan manusia untuk berbuat baik.

Ngerti.?

Kalau suatu ajaran Menganjurkan untuk menyakiti hati manusia, itu bukan dari TuH@n namanya…

Jangan samakan blog saya dengan ajaran agama.

Ajaran agama berasal dari TuH@n

Blog saya itu saya asalnya dari saya.

Ngerti..?

Jangan samakan TINDAKAN YESUS di bait TUh@N, dengan PERINTAH YESUS

Salam and GBU
semoga tambah pinter.

@jelasnggak tercinta :

Memangnya Yesus memerintahkan manusia untuk mengobrak-abrik pedagang di bait suci..?

Jangan samakan TINDAKAN YESUS di bait TUh@N, dengan PERINTAH YESUS

===> Cah ..Cah ..Hi Hi Hi, kalo menurutku sih mendingan kamu nyerah sajalah mengibarken bendera putih daripada menjawab aneh kayak gitu. Hi Hi hi .

Jangan samakan perintah Yesus dengan Tindakan Yesus. Maksudmu harus dipisahkan yah antara keteladanan perilaku dengan perintah, gicu. Jadi kalo perintah Yesus itu pasti bener, sedangkan jika perilaku Yesus itu bisa salah gicu maksudmu ?

Waduh jell..jel pinteran dikit dong kalo menjawab atuh.

Jadi menurutmu tindakan Yesus itu juga bathil, tetapi karena itu tidak diperintahken jadi nggak papa gicu.

Mendingan gini saja deh yah :

Kamu berkata seperti ini sayangku cintaku : Yang menyakiti orang lain adalah bathil.

Yesus meskipun maksudnya baik jelas menyakiti hati pemuka agama Yahudi. Jadi berdasarkan standardmu engkaulah yang mengatakan Yesus bathil . Paham kamu kekacauan isi kepalamu itu.

Kalo menurutku sih gini yah :

Yesus meskipun bisa saja tindakannya terhadap pemuka agama Yahudi menyakiti hati mereka – tidak bisa dianggap bathil. Mengapa ? Ya karena kebathilan itu tidak ditentukan oleh sakit hati atau tidak sakit hati. Bisa saja ada kemungkinan kita berbuat baik tetapi menyakiti hati orang lain. Kalo menurutku gitu, jadi aku nggak ngomong Yesus bathil lho. Yang ngomong itu kamu secara tidak langsung.

Darimana bisa disimpulkan demikian ? Karena kamu ngomong bahwa setiap hal yang menyakiti hati pasti bathil. Dan Yesus pun tidak bebas dari menyakiti hati orang lain diantara pemuka agama Yahudi.

JADI kalo menurut logika kamu itu bahwa setiap tindakan yang menyakiti adalah pasti bathil. Tentu saja itu jadi masalahmu bukan masalahku. Hi Hi Hi.

Karena bagi saya sih Kebathilan itu nggak selalu bisa dikorelasikan secara positif dengan menyakiti hati atau menyenangkan hati.

SALAM Cah
GBU

Orang berpoligami biasanya di sebabkan oleh beberapa faktor. Diantaranya adalah istri yang tidak bisa membahagiakan suami. Tidak bisa ngurus rumah tangga, penyakitan, tidak bisa merawat diri, egois, mandul, tidak bisa ‘memuaskan’ suami, dll. Wajar donk kalo ada suami yang mencari istri lagi, karena faktor tersebut.

Singkatnya, kalo kalian para istri tidak rela di madu, tinggal bilang ke suami kan ??? begitu aja kok repot. Kalo suami masih nekat berpoligami, aku yakin hidup suami dan istri barunya gak bakalan tenang, seumur hidup bakalan kena musibah terus (udah terbukti).

Jika istri bilang menyetujui, tapi hatinya tidak. Itu sih kebodohan sang istri. Ngapain tidak jujur aja ??? Iya toh ???

Orang berpoligami biasanya di sebabkan oleh beberapa faktor. Diantaranya adalah istri yang tidak bisa membahagiakan suami. Tidak bisa ngurus rumah tangga, penyakitan, tidak bisa merawat diri, egois, mandul, tidak bisa ‘memuaskan’ suami, dll.
——————

tetap saja istri nya sakit hati jika suami berpoligami…
he he he… kok terkesan semuanya anda limpahkan kepada istri sih.

Nah, kalau ada istri menjawab gini gimana :

“saya tak bahagiakan kamu karena kamu duluan yang tidak membahagiakan saya.”

Tolong lah.

Kalau mau ngesek, jangan nyalahin istri.

Kasihan tuh.

Mereka juga ciptaan Tuh@n.

Ngga baik menyakiti hati ciptakan Tuh@n.

Perbuatan BATHIL itu.

he he he

byuiisa aja …

Singkatnya, kalo kalian para istri tidak rela di madu, tinggal bilang ke suami kan ??? begitu aja kok repot. Kalo suami masih nekat berpoligami, aku yakin hidup suami dan istri barunya gak bakalan tenang, seumur hidup bakalan kena musibah terus (udah terbukti).
——————————–

Istri sudah bilang.
Suami jalan terus.
Memang, mungkin hidup suami dengan istri barunya gak bakalan tenang.
Tapi apa hubungannya.?

Tapi tetap saja istri terdahulu itu sakit hatinya akibat sang suami poligami..

Menyakiti hati sesasama manusia seperti itu tuh perbuatan BATHIL.

Ajaran yang membolehkan pengikutnya melakukan perbuatan BATHIL adalah agama dari SYAITON irojiiim.

yang bikin blog ini otaknya dimana ya…….???

udah di jelasin RIBUAN KALI tapi ora mudeng2….

poligami itu bukan keharusan atau kewajiban mas…..

saratnya pun Gak MAEN-MAEN untuk bisa poligami….. BERAT banget mas….

ADIL.

dan berpologami bukan keputusan dari suami aja mas……

mutlak itu keputusan SUAMI & ISTRI….

KEjujuran untuk mendapat keadilan dari kedua belah pihak….

dan HARAM hukumnya berpoligami jika istri pertama tidak memberi ijin…..

misal:

saya nikah dengan fitrie, terus mau poligami tp saya harus jujur sama istri,
(menurut anda butuh keberanian yang seperti apa untuk bisa jujur seperti itu….???)

klo Istri saya tidak rela atau iklas saya berpoligami. wajib saya urungkan mas… haram di lakuin tuh….

klo kaya gini siapa yang di sakiti mas…..???

pernikahan saya masih ibadah untuk menjaga perasaan istri saya….
setuju gak mbak fitri….???

nah klo saya tetep ngelakuin poligami…..
menurut anda ajarannya yang gak bener atau saya nya yang gak bener…..???

OOT :

@ jel
kenapa ya jika anda, mempelajari islam, pemikiran anda sangat sempit…

tp jika anda di tanya soal ajaran anda baik yang ada di alkitab… pasti mikirnya PANJANG x LEBAR x TINGGI

ada lagi…. kenapa saya Posting di monolog gak bisa2 ya, tanggung nih lagi semangat2nya…..

bisa bantu…..??

Kalau ada ajaran:

“mencopet diperbolehkan asal SYARATNYA YANG BERAT dipenuhi”

Apakah ajaran ini adalah ajaran yang benar..?

ada lagi…. kenapa saya Posting di monolog gak bisa2 ya, tanggung nih lagi semangat2nya…..

bisa bantu…..??
————-

===> Pasti bisa saya bantu.

Sipp~😆

Ngarang aja loe lay, makanya belajar Islam yg bener, biar otak loe gk dangkal

Waduh Pastur Jel, kok bawa-bawa saya.

Kalau saya tidak mau dipoligami, itu kan hak saya secara pribadi. Memang ada aturan mengenai poligami dalam Islam, tapi itu bukan kewajiban.

Saya tidak melarang siapapun untuk poligami, tapi kalau untuk saya secara pribadi, saya memang tidak mau dipoligami apapun alasannya.

Seperti yang dikatakan @abdul, syarat poligami itu berat. Lagipula jarang ada suami yang berani terus terang minta izin pada istri. Manalagi juga harus adil.

Kalau saya tidak mau dipoligami, bukan berarti poligami itu ajaran syaitan. Nabi-nabi juga banyak yang poligami. Malah Yesus juga poligami, menurut catatan yang ditemukan di Laut Mati.

Saya kan tidak mencantumkan alamat blog Kamu Fiet.

he he he

Tenang Fiet.

Ajo neng Fiet,
tundjoekkan tjatatan jang ditemoekan di laoet mati itu, jang mengatakan Jesus poligami.

Ayo neng, biar kita bahasa bersama, jangan lempar pendapat sembunyi sumber.

salam.

abdul Says: October 22, 2009 at 2:09 am

yang bikin blog ini otaknya dimana ya…….???
poligami itu bukan keharusan atau kewajiban mas…..

==> Mas Abdullah,
Yang dipermasalahkan dalam pembahasan itu bukanlah keharusan atau kewajiban dari poligami itu, tetapi hal DIBOLEHKANNYA pilugame, eh poligame (permainan pembuat pilu hati para istri yang sah) itu.

Gak usah capek capek dehhhhhhhh ngejelasin tidak wajib,,,,hrs adil,,,,,hrs ada idzin, dls, dsb, dst,………..

Salam

@Mas LP,
…Pertama : Kalo kamu ngomong menyakiti hati sesama. Hati orang itu berbeda-beda, mungkin ada yang tersakiti ada yang tidak , jadi parameter baik atau buruk itu bukan berasal dari asumsi menyakiti hati sesama atau tidak. Hi Hi Hi

==>Mas,
menurut cerita, dimasa masa kamp konsentrasi dulu, ada banyak orang yang mati akibat stress, dengan membayangkan di giring ke camp itu, langsung koit. Eh, diantara mereka itu ada beberapa orang yang tidak ambil pusing akan hal tersebut, kalau digiring ya digiring, hadapi aja, nrimo aja, karena memang gak ada pilihan. Eh lagi, masa itu berlalu, mereka sehat wal afiat.

Bagaimana dengan kam konsentrasi itu, bolehkah dibilang itu salah atau tidak tergantung orang yang menghadapi?

salam

@HH Y tercinta : Yang salah itu analogimu. Hi Hi Hi . Ngapain kamu milih contoh kok ya yang serem-serem pake segala macam kamp kontrasepsi segala eh konsentrasi ding🙂

Lha kalo mainnya di analogi, analogi lain kan yah segudang. Nggak mesti seserem itu.

Misalnya saja gini : Ada seorang guru yang mengajari muridnya yang sangat nakal. Lha karena nakalnya murid tadi terpaksa di slentrik kupingnya dengan penuh kasih sayang🙂

Lha diantara sekian murid tentu ada yang bisa menerima tetapi bisa juga ada yang sakit hati. Itu normal kan.

Pertanyaannya adalah apakah setiap tindakan yang menyakitkan hati orang lain itu pasti jelek ?

Jawabanya ya memang bisa saja jelek, tetapi bukan berarti pasti jelek.

jelasnggak murid TKku tercinta jelas telah salah menarik kesimpulan. Yang saya bantah itu definisi baik/buruk versi dia. Bahwa orang disebut jelek jika menyakiti hati orang lain. Ya jelas tidak selalu demikian dong. Bisa saja benar bisa juga tidak.

Gicu lho maksudku.

SALAM HH
GBU

@Dimas Raden LP,
Saya tidak sedang ber-analogi, kanjeng mas LP, hanya memberikan contoh yang sedikit agak lebih serius dari sekedar slentik kuping.

Ok deh mas, aku tarik contoh kontraresepsionis tersebut, mari kembali ke desktop; slentik kuping. Biar bagaimanapun, dengan dasar apapun, tindakan itu tidak boleh, sekalipun ada yang nrimo.

Mungkin di negara kita tercinta larangan terhadap nylentik itu blum diundangkan, sehingga terkesan boleh boleh aja. Tetapi di negara negara yang sudah maju, hal itu tidak diperbolehkan sama sekali.

Gitchu lho, bruder.

salam

Lha karena nakalnya murid tadi terpaksa di slentrik kupingnya dengan penuh kasih sayang

—————-

Wah..?

Mana ada di selentik dengan penuh kasih sayang…?

Ha ha ada aja..

Lha tentu saja ada dong. Lha wong aku saja tiap nylentik kamu dengan penuh kasih sayang lho. Masak kamu nggak ngerasa sih🙂

SALAM jell
GBU

@Raden Mas HH : Lha baik buruk itu parameternya juga bukan negara yang kita anggap maju dong. Gicu lho juragan.

Agar lebih nyambung soal slentik menylentik mari kita lihat apa kata Alkitab, aku atau engkau yang benar Hi Hi Hi.

Sumber :_http://www.gotquestions.org/Indonesia/mendisiplin-anak.html

Pertanyaan: Bagaimana seharusnya orang-orang Kristen mendisiplin anak-anak mereka? Apa kata Alkitab?

Jawaban: Beberapa dekade yang lalu, memukul anak di pantat adalah praktek yang diterima secara luas. Namun demikian, dalam tahun-tahun terakhir ini memukul anak (dan bentuk-bentuk hukuman badan lainnya) telah diganti dengan “time-outs” (berhenti dari aktifitas-aktifitas yang mereka sukai) dan bentuk-bentuk hukuman lainnya yang tidak bersifat hukuman fisik. Di beberapa negara, memukul anak bahkan dianggap ilegal. Banyak orangtua yang takut memukul anaknya dan dilaporkan pada pemerintah dan akibatnya anak tsb akan diambil dari mereka. Jangan salah paham, kami bukan mau mendukung penyiksaan anak atau perlakuan kasar terhadap anak. Seorang anak tidak boleh didisiplin secara fisik sampai mengakibatkan kerusakan/gangguan fisik pada anak tsb. Namun demikian, menurut Alkitab, mendisiplin anak secara fisik pada batas-batas tertentu adalah baik dan mendukung pertumbuhan serta kebaikan sang anak.

Banyak ayat Alkitab yang mendorong disiplin secara fisik. “Jangan menolak didikan dari anakmu ia tidak akan mati kalau engkau memukulnya dengan rotan. Engkau memukulnya dengan rotan, tetapi engkau menyelamatkan nyawanya dari dunia orang mati.” Masih ada ayat-ayat lain yang mendukung penghukuman secara fisik (Amsal 13:24; 22:15; 20:30). Alkitab sangat menekankan pentingnya disiplin; itu adalah sesuatu yang harus kita miliki supaya menjadi orang-orang yang produktif dan hal ini lebih mudah dipelajari ketika kita masih muda. Anak-anak yang tidak didisiplin akan bertumbuh sebagai pemberontak, tidak menghormati otoritas dan akibatnya mereka tidak akan mau menaati dan mengikuti Tuhan. Tuhan menggunakan disiplin untuk mengoreksi kita dan memimpin kita pada jalan yang benar, dan untuk mendorong kita menyesali perbuatan-perbuatan kita (Mazmur 94:12; Amsal 1:7, 6:23, 12:1, 13:1, 15:5; Yesaya 38:16; Ibrani 12:9). Ini hanyalah beberapa ayat yang berbicara mengenai faedah dari disiplin.

Di sinilah masalahnya, sering kali para orangtua terlalu pasif atau terlalu agresif dalam usaha mereka membesarkan anak-anak mereka. Mereka yang tidak percaya soal memukul anak sering kali tidak punya kemampuan untuk mengoreksi dan mendisiplin secara tepat, sehingga anak mereka bertumbuh secara liar dan suka melawan. Hal ini merusak anak dalam jangka panjang. “Tongkat dan teguran mendatangkan hikmat, tetapi anak yang dibiarkan mempermalukan ibunya” (Amsal 29:15). Ada pula orangtua yang salah mengerti definisi Alkitab mengenai disiplin (atau mungkin mereka memang orang yang kasar dan suka menyiksa) dan menggunakan disiplin untuk membenarkan kekasaran dan penyiksaan terhadap anak-anak mereka.

Disiplin digunakan untuk mengoreksi dan mendidik orang untuk berjalan pada jalan yang benar. “Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya” (Ibrani 12:11). Disiplin dari Tuhan adalah penuh kasih, sebagaimana mestinya antara orangtua dan anak. Memukul anak tidak boleh menyebabkan gangguan yang permanen atau untuk menyakiti, tapi memukul secara cepat (di bagian belakang/pantat di mana paling banyak daging) untuk mengajar anak bahwa apa yang dilakukannya tidak dapat diterima. Hal ini tidak boleh dilakukan untuk melampiaskan amarah atau rasa frustrasi kita, atau secara tidak terkontrol.

“Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan” (Efesus 6:4). Mendidik anak “dalam ajaran dan nasihat Tuhan” termasuk menghukum, mengoreksi, dan ya, disiplin secara fisik dalam kasih.

===> INTINYA TUh GINI yah :

Masalah cara itu sangat-sangat cair. Bisa saja muncul pro kontra soal slentik menylentik ini pun bahkan dalam Kristen sendiri.

Tapi secara esensial menurut saya : Baik atau buruknya tindakan seseorang tidak bisa hanya dinilai dari sisi apakah menyenangkan/menyakitkan hati orang lain atau tidak. Intinya yang saya protes logikanya itu di situ.

SALAM MAS HH.
GBU

Kanjeng LP, Ytc.

Mari kita kemon kembali ke hardtop: ‘menyakiti’

Kanjeng memberi contoh dari hal nylentik kuping, karena tujuannya adalah memberi pengajaran kepada sianak bandal agar tidak bandal lagi, bukan untuk membuat si anak bandal sakit hati. Ini disini intinya, bruer LP.
Trarengkyu so much bro, sudah memberikan beberapa ayat dari alkitab yang mendukung perlunya mendisiplin anak. Dalam hal semua itu, mas sudah menuliskan Ef 6:4 tersebut. Lebih jauh lagi Kolose 3:21 berkata: Hai bapa-bapa, janganlah sakiti hati anakmu, supaya jangan tawar hatinya.

Nah……… mendisiplin anak saja, kalau salah, akan membangkitkan amarah dan sakit hati dari anak anak, walau sangat jelas bahwa mereka (anak-anak)lah yang salah. Bukankah menduakan cinta sang istri akan sangat menyakitkan hatinya? Yang tidak ada salahnya apa apa?

Istri kita sudah mengurusi segala sesuatu keperluan kita, baik dalam mencari nafkah, bahkan ikut serta mencari nafkah, sudah mengurusi keperluan kita yang lain lian,,,,sudah melahirkan generasi kita, masihkah kita akan menyakiti hatinya?

salam

Kepada Raden Mas Tumenggung HH tercinta : Lha kalo logikamu gitu bahwa tujuannya bukan untuk membuat si anak sakit hati, yah mana ada kamu cari di Kitab Tafsir manapun bahkan yang ditulis aliran paling antik sekalipun yang menulis kalo tujuan poligami itu untuk membuat istri sakit hati . Poligami adalah topik debatable tetapi kalo ada seseorang suami yang melakukan poligami semata2 agar menyiksa batin istrinya yah kalo itu nggak debatable lagi . Lha mendingan dia kawin sama sapi sajalah. Jadi jelas kalo melihatnya cuma dari sisi ini , ya yang namanya menyakiti hati sesama ya nggak bolehlah dijadikan tujuan.

Saya setuju jika ada ajaran agama yang tujuannya menyakiti hati manusia itu ajaran kenthir gila. Tetapi jangan lalu logikanya kacau beliau : setiap perbuatan yang menyakiti orang lain pasti jelek dan setiap perbuatan yang menyenangkan orang lain pasti baik.

Itu kesalahan logika serius. Kalo anak kamu merengek minta coklat terus ( misalnya silverqueen he he he ), kamu kasih terus , kamu nggak bisa dianggap sebagai bapak yang baik. Karena mengabulkan apapun rengekan anakmu hanya karena agar dia tidak sakit hati.

Intinya tuh yang saya kritik bukan masalah poligaminya , kalo itu mah sudah sering dibahas juga hi hi hi.

Yang saya kritik itu logikanya Mister jelasnggak, bahwa setiap yang menyakiti hati sesama berarti bathil . Lha ini logika dari mana juga nggak tahu aku.

Apakah Yesus tidak pernah menyakiti hati sesama ? Pernah , Yesus ngedumel keras kan sama Pemuka AgamA Yahudi. Coba kamu pikirken betapa kacau beliaunya penarikan kesimpulan ala jelasnggak tersebut.

“Yang menyakiti hati sesama berarti Bathil”

Ya Ngawur dong logika kayak gicu. Karena bisa saja perbuatan baik juga menyakiti hati sesama. Begitu pula bisa juga perbuatan yang kayaknya menyenangkan tetapi endingnya jelek atau bahkan didorong oleh niat menjerumuskan.

Kalo dia mengatakan tidak setuju poligami , nggak ada masalah sama sekali . Tetapi kalo dia mengatakan alasannya bahwa setiap tindakan yang menyakiti hati sesama berarti bathil. Itu bukan alasan yang cukup masuk akal. Pertama karena itu sangat relatip. Kedua : Kenyataannya kadang kita menjumpai hal yang bertolak belakang, sehingga tidak bisa ditarik kesimpulannya menjadi pasti demikian. Ocreee ? Hi Hi Hi

SALAM juragan .
GBU

@Lovepassword,

Maafkan daku karena daku terlambat ngikutin diskusi ini. Dan terutama maafkan daku jika otakku ini telmi, sehingga daku perlu tanya lebih lanjut kepada Mas LP tentang analogi nyelentik kuping ini.

Jadi menurut mas LP, para istri itu adalah istri yang nakal sehingga perlu di-slentik dengan cara dipoligami gitu ya Mas? Kalau pun sang istri itu sakit hati, maka itu bentuk dari pelajaran yang harus dia terima ya?

Apakah bisa daku samakan antara analogi slentikkan Mas LP dengan kasus poligami ini?

Sekali lagi maafkan daku jika daku telmi.

Salam.

@Mas Dewo :

Kalo kamu terlambat itu mah sudah biasa. Jadi nggak ada yang perlu dimaafkan aslinya sih. Apalagi gak ada undangannya, gak ada juga tulisan acara kawinannya mulainya kapan jam berapa. Jadi kalo terlambat atau malah absen juga suka-suka kamulah itu.
==============================================
Jadi menurut mas LP, para istri itu adalah istri yang nakal sehingga perlu di-slentik dengan cara dipoligami gitu ya Mas? Kalau pun sang istri itu sakit hati, maka itu bentuk dari pelajaran yang harus dia terima ya?

Apakah bisa daku samakan antara analogi slentikkan Mas LP dengan kasus poligami ini?

Sekali lagi maafkan daku jika daku telmi.

===> Iya kalo masalah itu mah kamu belum ngomong juga pasti sudah kumaafkanlah.🙂

Jadi menurut mas LP, para istri itu adalah istri yang nakal sehingga perlu di-slentik dengan cara dipoligami gitu ya Mas?

==> Sekali ini aku kali ini sependapat dengan dirimu, kalo engkau memang perlu kuberi maaf🙂
Kapan juga aku ngomong gitu. Poligami itu dijadikan semacam hukuman gitu ? Nggak aku nggak ngomongin gitu kok.

Ceritanya gini yah Mas Dewo :

Ada anak TKku tercinta membuat tulisan. Lha tulisan itu dasar argumentasinya wagu tur antik gitu lho ” Setiap hal yang menyakitkan itu bathil ”

Lha aku meringis geli dong kalo argumentasinya beginian. Mengapa ? Karena dasar argumentasi itu jelas salah. Dari mana saya tahu salah? Karena ada kasus2 yang menunjukkan bahwa kenyataannya tidak selalu demikian. Intinya cuma itu saja.

Lha apakah nylentik identik dengan poligami ? Lha kapan juga aku bilang identik. Tetapi pointnya kan jelas : Dasar argumentasi bocah manisku itu salah ” Tidak setiap yang menyakitkan harus selalu dianggap bathil, begitu juga sebaliknya tidak selalu yang menyenangkan itu baik. intinya di sini. Lha nylentik itu salah satu contoh untuk membuktikan kalimatku itu. Begitu juga contoh2 yang lain.

Dah gicu yah ?

Ada pertanyaan lain lagi ?

@Mas Lovepassword,

Oh begitu tho Mas? Terima kasih atas penjelasannya. Maklum, daku termasuk salah satu murid TK, tapi bukan Mas LP gurunya.

Selanjutnya daku ingin bertanya pendapat mas LP secara pribadi, terlepas dari acara slentik-slentikan: menurut Mas LP, apakah poligami itu termasuk bathil atau tidak ya?

Salam.

@Mas Dewo : Maklum, daku termasuk salah satu murid TK, tapi bukan Mas LP gurunya. ===>

Oh jadi kamu termasuk murid TK juga yah? Malah baru tahu, kirain kamu sudah lulus kuliah lho ?🙂 Lha guru TKmu itu siapa sih. Kenalin ke aku dong🙂

==============================================

Selanjutnya daku ingin bertanya pendapat mas LP secara pribadi, terlepas dari acara slentik-slentikan: menurut Mas LP, apakah poligami itu termasuk bathil atau tidak ya? ===> Pertanyaanmu keren sipmarkusip.

Jawabanku sederhana saja : Gula itu bisa menyehatkan bisa juga membunuh. Garam itu bisa menyakitkan bisa juga membunuh. Begitu juga poligami.

Meskipun gula itu halal, tidak dilarang negara, kalo kamu diabetes terus banyak-banyak makan gula. Kamu geblek. Bener ya ? Kamu setuju ini ?

Mengapa demikian ? Karena meskipun bagi orang lain gula itu mungkin baik, legal, tidak dilarang pemerintah, tidak melanggar agama – bisa saja gula itu memang tidak cocok untuk kamu. Analoginya seperti itu.

So bagaimana saya memandang poligami ?

Ya tergantung motivasi dan implementasi pihak2 yang terkait dengan poligami itu, apakah mereka mendapatkan manfaat atau justru sebaliknya.

Perbuatan yang tidak mendatangkan manfaat bahkan membawa mudarat ya tidak perlu dilakukan. Tetapi jika memang dipandang oleh para pelakunya itu baik ya silahkan diteruskan , mereka nggak usah ngurusin omongan orang lain.

Jadi bagiku poligami semestinya dilihat kasus perkasus. Baik buruknya tergantung motivasi dan implementasi para pelakunya.

Kalo kamu tanya padaku : Apakah secara pribadi aku akan berpoligami ?

Hi Hi Hi, menurutku sih jika aku ngurus cewek satu saja rasanya yah sudah bikin kepala pusing, jadi yah aku tidak mau menyusahkan diriku sendiri. Tetapi kalo ada manusia lain yang merasa senang dibuat pusing, lha itu urusan masing-masing. Baik dan buruknya tentu saja juga menjadi tanggung jawab pelaku-pelakunya.

SALAM

@Lovepassword,

Waduh Mas LP, jawabannya kok panjang banget ya? Sebagai anak TK, daku jadi pusing 7 keliling…

Kalau tidak salah, berdasarkan analogi slentikkan di atas, mas LP setuju bahwa menyakiti hati orang lain bisa bathil bisa juga tidak. Nah, saat daku tanyakan pendapat pribadi Mas LP, apakah poligami itu termasuk yg bathil atau tidak? Karena faktanya ada istri yang hatinya tersakiti.

Jadi jawaban tentang gula-gulaan bisa bikin daku bingung 7 keliling. Maklum, daku kan masih anak TK. Ya tho?

Jadi singkatnya, menurut mas LP poligami itu bathil atau tidak?

*justru karena daku ingin tahu, makanya daku bertanya*

@Mas Dewo :

Kalau tidak salah, berdasarkan analogi slentikkan di atas, mas LP setuju bahwa menyakiti hati orang lain bisa bathil bisa juga tidak. Nah, saat daku tanyakan pendapat pribadi Mas LP, apakah poligami itu termasuk yg bathil atau tidak? Karena faktanya ada istri yang hatinya tersakiti.

===> Jawabanku yah masih sama : bisa jadi bathil bisa juga tidak. Bisa bermanfaat bisa juga tidak. Tergantung motivasinya baik apa nggak, implementasinya bagaimana, baik atau buruk, syaratnya terpenuhi atau nggak.

Agama itu kan perlu dilihat secara lebih utuh gicu kan yah : Bukan cuma ngeliat satu ayat terus nyamber-nyamber ala murid TKku

Di dalam agama, ada semacam standard dasar yang mesti dilihat :

Pertama : legal atau tidak, haram halal dan sejenisnya menurut petunjuk agama itu.

Kedua : Apakah sesuatu itu bahkan andaikata itu diijinkan – dalam implementasinya perlu dilihat lagi apakah dalam satu kasus membawa manfaat atau lebih banyak mudaratnya.
Lha kalo kita bicara implementasi kita harus melihat itu kasus demi kasus tidak bisa digeneralisasi pasti baik atau pasti jelek.

Karena itulah saya berikan contoh andaikata gula itu kita anggap halal, dan anda anggap saja diabetes lalu dengan santainya makan gula, dengan asumsi anda : karena secara legal keagamaan tidak ada aturan yang dilanggar. Dalam kasus seperti itu jelas anda tidak berpikir dengan benar.

Mengapa ? Karena tanpa anda sadari anda telah melanggar prinsip paling mendasar yaitu mengerjakan sesuatu yang membawa mudarat setidaknya membawa mudarat bagi diri sendiri.

Sisi praktis apakah sesuatu itu bakal membawa manfaat atau tidak , selalu harus dipikirkan bahwa andaikata itu diijinkan.

Kalo sesuatu itu menurutmu memang diijinkan – tetapi menurutmu untuk diri kamu itu tidak ada manfaatnya , yah tidak perlu itu dilakukan.

Lha kalo orang lain menganggap bahwa dalam kasus mereka – itu justru membawa manfaat yah hak mereka sepenuhnya untuk melakukan itu dengan tanggung jawab mereka juga. Sekali lagi baik atau buruk itu bukan terkait dengan apakah gula atau garam itu baik atau jelek. Tetapi terkait juga pihak2 yang menikmati gula atau garam itu. Sisi praktis implementasinya tentu selalu harus dilihat

SALAM

==============================================

Jadi jawaban tentang gula-gulaan bisa bikin daku bingung 7 keliling. Maklum, daku kan masih anak TK. Ya tho?

===> Kamu kenalkan dulu aku sama guru TKmu biar kuminta dia ngelulusin kamu deh. Kalo TK saya rasa kamu sudah lama lulus sih.

SALAM

@Mas Dewo :

Kalau tidak salah, berdasarkan analogi slentikkan di atas, mas LP setuju bahwa menyakiti hati orang lain bisa bathil bisa juga tidak. Nah, saat daku tanyakan pendapat pribadi Mas LP, apakah poligami itu termasuk yg bathil atau tidak? Karena faktanya ada istri yang hatinya tersakiti.

===> Jawabanku yah masih sama : bisa jadi bathil bisa juga tidak. Bisa bermanfaat bisa juga tidak. Tergantung motivasinya baik apa nggak, implementasinya bagaimana, baik atau buruk, syaratnya terpenuhi atau nggak.

Agama itu kan perlu dilihat secara lebih utuh gicu kan yah : Bukan cuma ngeliat satu ayat terus nyamber-nyamber ala murid TKku

Di dalam agama, ada semacam standard dasar yang mesti dilihat :

Pertama : legal atau tidak, haram halal dan sejenisnya menurut petunjuk agama itu.

Kedua : Apakah sesuatu itu bahkan andaikata itu diijinkan – dalam implementasinya perlu dilihat lagi apakah dalam satu kasus membawa manfaat atau lebih banyak mudaratnya.
Lha kalo kita bicara implementasi kita harus melihat itu kasus demi kasus tidak bisa digeneralisasi pasti baik atau pasti jelek.

Karena itulah saya berikan contoh andaikata gula itu kita anggap halal, dan anda anggap saja diabetes lalu dengan santainya makan gula, dengan asumsi anda : karena secara legal keagamaan tidak ada aturan yang dilanggar. Dalam kasus seperti itu jelas anda tidak berpikir dengan benar.

Mengapa ? Karena tanpa anda sadari anda telah melanggar prinsip paling mendasar yaitu mengerjakan sesuatu yang membawa mudarat setidaknya membawa mudarat bagi diri sendiri.

Sisi praktis apakah sesuatu itu bakal membawa manfaat atau tidak , selalu harus dipikirkan bahwa andaikata itu diijinkan.

Kalo sesuatu itu menurutmu memang diijinkan – tetapi menurutmu untuk diri kamu itu tidak ada manfaatnya , yah tidak perlu itu dilakukan.

Lha kalo orang lain menganggap bahwa dalam kasus mereka – itu justru membawa manfaat yah hak mereka sepenuhnya untuk melakukan itu dengan tanggung jawab mereka juga. Sekali lagi baik atau buruk itu bukan terkait dengan apakah gula atau garam itu baik atau jelek. Tetapi terkait juga pihak2 yang menikmati gula atau garam itu. Sisi praktis implementasinya tentu selalu harus dilihat

==============================================

Jadi jawaban tentang gula-gulaan bisa bikin daku bingung 7 keliling. Maklum, daku kan masih anak TK. Ya tho?

===> Kamu kenalkan dulu aku sama guru TKmu biar kuminta dia ngelulusin kamu deh. Kalo TK saya rasa kamu sudah lama lulus sih.

SALAM

@jelasnggak : koment ku ilang jell. Kamu tolong selametin yah🙂

Trims jell🙂

Lovepassword menjawab :
“bisa jadi bathil bisa juga tidak. ”

Siiiipp…

BISA JADI BATHIL..

sudah tuh…

JUEELLASSS SEKALI….

Agama yang mengakibatkan kebathilan… adalah agama dari syeieieietttoon….

wakakaka..

@Lovepassword,

Hallo Mas LP,

Jawabanku yah masih sama : bisa jadi bathil bisa juga tidak. Bisa bermanfaat bisa juga tidak. Tergantung motivasinya baik apa nggak, implementasinya bagaimana, baik atau buruk, syaratnya terpenuhi atau nggak.

Wah ini jadi tambah menarik. Istilah kerennya adalah “standard ganda.”

Agama itu kan perlu dilihat secara lebih utuh gicu kan yah : Bukan cuma ngeliat satu ayat terus nyamber-nyamber ala murid TKku

Melihat secara “utuh” itu yg bagaimana ya? Tolong diberi contohnya yang sesuai dengan topik kita, yaitu “poligami.”

Pertama : legal atau tidak, haram halal dan sejenisnya menurut petunjuk agama itu.

Rada-rada setuju. Tapi seharusnya sih kalau sudah dinyatakan legal ya berarti legal. Sedangkan jika dinyatakan haram/halal ya sudah begitu adanya, tidak boleh diganggu gugat tho?

Kedua : Apakah sesuatu itu bahkan andaikata itu diijinkan – dalam implementasinya perlu dilihat lagi apakah dalam satu kasus membawa manfaat atau lebih banyak mudaratnya.

Nah itu dia… berarti aturan atau hukumnya belum matang ya? Soalnya sampai saat ini pun kita masih dituntut untuk mempelajari dan menilai suatu kasus membawa manfaat atau malah membawa mudharat? Mungkin perlu dibuat sebuah eksperimen tentang suatu kasus (mis: poligami) secara nasional. Kemudian dilihat lebih banyak manfaatnya atau mudharatnya. Begitu ya?

Sedangkan pernyataan sisanya tidak perlu daku tanggapi. Maaf ya… Mohon dimaklumi, daku kan anak TK, jadi belum bisa mencerna jawaban yang OOT atau yg tidak nyambung. Mungkin ini berhubungan dengan otak tengah ya? Yang menjembatani otak kanan & kiri? Hehehe….

Oh iya, mengenai guru TK-ku, suatu saat nanti akan kuberi tahu ke Mas LP. Siapa tahu Mas LP benar-benar mau kenalan.

GBU

jell, komentarku ilang satu kayaknya, kalo sampe wpmu tampilin yah ?

@Mas LP,
Dalam hal poligami,,,,,,,janganlah kita sebutkan ada tidaknya tujuan untuk membuat sakit hati sang istri, tetapi mari kita lihat akibat langsung dari tindakan itu. Karena memang tujuan untuk berpoligami bukanlah untuk membuat sakit hati sang istri, tetapi, tidak lain dan tidak bukan adalah adanya keinginan untuk menikmati lebih dari satu……… maaf mas, kalau ada kata menikmati dalam kalimatku ya…..

Tentang teguran keras yang disampaikan Yesus kepada para pemimpin bangsa Yahudi adalah akibat kekerastengkukan mereka. Mereka tau betul janji nubuatan akan datangnya Mesias, dan telah berada ditengah tengah mereka, tetapi mereka menolaknya. Lukas 11:52 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat, sebab kamu telah mengambil kunci pengetahuan; kamu sendiri tidak masuk ke dalam dan orang yang berusaha untuk masuk ke dalam kamu halang-halangi.” Itulah sebabnya Yesus menyebut mereka sebagai keturunan ular beludak (ada alasan mengapa demikian panggilan itu)

Hal memporakporandakan dagangan orang orang disekitar Bait Suci, Bangsa Jahudilah yang menyakitkan hati Tuhan. Tuhan mendirikan Bait Suci itu adalah untuk rumah doa bagi umat manusia, tetapi mereka gunakan itu sebagai sarang penyamun (ini juga ada alsannya mengapa disebut demikian)

Salam

Menge

@Mas HH tercinta : Sekali lagi Mas HH tercinta yang saya kritik itu alasannya dia , argumentasinya mister jelasnggak kita tersayang :

” Setiap yang menyakitkan orang lain berarti bathil ”

Yang saya kritik itu logika aneh ini. Lha logika ini salah. Mengapa ? Karena saya bisa menunjukkan bahwa tidak selalu menyakitkan orang lain harus dianggap bathil.

Lha kalo dasar argumentasinya dia sedikit pinteran yah bisa saja saya setuju bisa tidak. Tetapi kalo ada pernyataan :

Bahwa yang menyakitkan itu selalu bathil. Kemudian dihubungken dengan segala macam setan barang. Menurut saya dasar logikanya lemah. Sangat-sangat lemah. Jadi secara alasan itu tidak mutu gicu lho.

Lha jawabanmu ini sebenarnya justru menguatkan argumentasiku bahwa “Tidak selalu yang menyakitkan hati itu bathil bukan ?”

Ketika Yesus ngedumel menyakiti hati pemuka agama Yahudi, Yesus tetap anda anggap baik bukan ? Jadi jelas argumentasi saya lebih logis BAHWA tidak SELALU menyakitken hati manusia pasti selalu kita anggap Bathil.

Anda menyebutkan alasannya. Lha saya ini aslinya nggak menanyakan alasannya je. Saya ini tidak dalam posisi menyerang Yesus, saya cuma membuktikan bahwa pernyataan jelasnggak BAHWA SETIAP HAL yang menyakitkan itu selalu bathil adalah pernyataan yang tidak cukup cerdas gicu lho.

Saya cuma mengatakan secara umum saja : Bahwa di dunia manusia ini Tidak selalu setiap hal yang menyakitkan hati perlu kita artikan jelek. Begitu juga sebaliknya tidak setiap yang menyenangkan itu baik. Bisa saja iya bisa juga tidak. Ini fakta umum yang bisa anda lihat di dunia nyata maupun di Kitab Suci.

Jadi kalo dia mau mengkritik poligami ya saranku sih sebaiknya jelasnggak memakai logika yang lebih bermutu sedikit.🙂

Bukannya malah ngomong :

Setiap yang menyakitkan itu jelek. Karena itu jelas sebuah argumentasi nggak pinter, yang memicu pertanyaan lanjutan.

Yang saya kritik itu dasar berpikirnya dia , bukan masalah yang lain , Mas HH

SALAM Tumenggung HH

Semoga anda paham maksud saya.
GBU

@ Neng Fiet,

Tapi neng…bukan masalah yang enam poin itu penyebab utama, kan?

Salam

@ Kanjeng Semarang, LP.

Lha jawabanmu ini sebenarnya justru menguatkan argumentasiku bahwa “Tidak selalu yang menyakitkan hati itu bathil bukan ?”
=> Tidak kanjeng, beta tidak menguatkannya. Bagi saya, benar apa yang disebutkan bruder jelasnggak; semua yang menyakitkan hati adalah bathil. Kalau ada yang sakit hati walau hatinya tidak disakiti, itu mah akibat prasangka buruk, negative thingking, orang yang gampang tersinggung. orang lain yang diomongin, ditarik ke dirinya sendiri.
______________
Ketika Yesus ngedumel menyakiti hati pemuka agama Yahudi, Yesus tetap anda anggap baik bukan ? Jadi jelas argumentasi saya lebih logis BAHWA tidak SELALU menyakitken hati manusia pasti selalu kita anggap Bathil.
==> Yesus tidak sedang menyakiti hati para pemuka agama pada saat itu, karena memang bukan untuk menyakiti hati maksudnya.
Kalau para pemuka agama tersebut sakit hati akibat tindakan itu, tidaklah tepat, karena hal itu disebabkan oleh kesalahan mereka. Bukan kesalahan kecil, tetapi merupakan kesalahan besar. Yang sejatinya Bait Suci itu adalah Rumah Doa, mereja jadikan itu menjadi sarang penyamun.
———–
salam

Ya amplop raden HH, kamu masih nggak paham juga maksudku.

Pertama pisahkanlah antara kesimpulan dengan dasar argumentasinya. Jangan serang kesimpulannya tetapi lihatlah dasar argumentasinya.

Apa dasar argumentasi ala jelasnggak ? Tiap perbuatan yang menyakiti orang lain itu bathil .

Kita analisa argumentasi itu dengan fakta-fakta yang bisa kita lihat .

Ada tindakan menyakiti yang memang jelek. Ada juga yang tidak. Tidak selalu baik/buruk bisa dinilai dari menyakiti atau menyenangkan.

Pertama : Karena standard manusia mungkin tidak sama. Jadi parameternya tidak bisa tersakiti atau tidak tersakiti.

Kedua : Karena terbukti bahwa ada kasus yang membuktikan alasan yang menjadi dasar argumentasinya dia ternyata tidak benar. Artinya bisa saja anda jumpai fakta bahwa anda berbuat baik tetapi menyakitkan hati bisa juga sebaliknya kelihatannya menyenangkan tetapi tidak sehat.
Gula itu bisa menyehatkan bisa mematikan. Begitu pula yang pahit itu bisa saja menyehatkan bisa mematikan.

Karena dasar inilah maka tidak bisa dijadikan dasar alasan : Bahwa setiap yang menyakitkan hati manusia pasti bathil.

Baik atau buruk tidak bisa diidentikkan dengan sekedar menyenangkan hati orang lain atau tidak.
Jadi menyenangkan hati/menyakitkan hati jelas tidak cocok jika dijadikan parameter kebaikan/keburukan.

Jika setiap yang menyenangkan dianggap pasti baik
Sedangkan yang menyakitkan dianggap pasti buruk. Itu logika aduhai antik.

SALAM Mas HH

Saran saya : bedakanlah antara kesimpulan sebuah argumentasi dengan alasan yang mendasarinya. Maka anda akan temukan kesalahan logikanya dimana. Terimakasih

SALAM Tumenggung HH
GBU

@lovepass.

Udah gini aja biar cepat.

Adakah kau temukan satu ayat di injil (di Injil lho ya..!), pembolehan untuk menyakiti hati sesama manusia….?

Kalau ada tolong tulis di sini ayatnya, biar di bahas sekalian.

Kalau Quran kan sudah jelas. ADA 1 Ayat PEMBOLEHAN menyakiti hati sesama (yaitu poligami).

Kalau ngga percaya poligami menyakiti hati, tanya sama ibumu sana. Tanya sama adik mu yang cewek, tanya sama anakmu yang cewek, mau ngga mereka di poligami.

Kalau saya sudah tahu, bahwa poligami menyakiti. Ada 1 orang di blog yang TIDAK RELA DIPOLIGAMI. Dan orang itu muslim pulak.

Ngga percaya, liat gambar di artikel ini.

Beres.

@jelasnggak tercinta : Hi Hi Hi. Nggak usah cepet cepet jell, kamu nggak cepet saja kepeleset melulu apalagi kalo cepet🙂

Saya nggak tahu apakah kamu itu sungguh nggak sadar kekacauan logikamu itu, kamu sadar tapi ngeles berharap guru TK mu yang manis ini salah menjawab, atau setengah sadar tetapi masih bingung. Oke deh mari kita perbincangkan masalah logika semrawut kau itu pelan-pelan.

Ini omonganmu yah :

Udah gini aja biar cepat.

Adakah kau temukan satu ayat di injil (di Injil lho ya..!), pembolehan untuk menyakiti hati sesama manusia….?

Kalau ada tolong tulis di sini ayatnya, biar di bahas sekalian.

Kalau Quran kan sudah jelas. ADA 1 Ayat PEMBOLEHAN menyakiti hati sesama (yaitu poligami).

Kalau ngga percaya poligami menyakiti hati, tanya sama ibumu sana. Tanya sama adik mu yang cewek, tanya sama anakmu yang cewek, mau ngga mereka di poligami.

===> Pertama : Sesuai logika jenius mu di https://jelasnggak.wordpress.com/2009/05/18/validity-truth-and-soundness/

Suatu Argumen dinilai Sehat jika :

1. Argument adalah VALID
2. Semua Premisnya bernilai benar.

Mari kita lihat sekarang premis-premis logika kau itu cah :

Premis pertama : Setiap Tindakan yang menyakiti hati manusia adalah bathil
Premis kedua : Poligami menyakiti hati wanita(manusia)

Kemudian penarikan kesimpulannya kamu anggap demikian :
Karena poligami menyakiti hati manusia dan setiap yang menyakiti adalah bathil maka poligami adalah bathil.

Kemudian kamu hubung2ken lagi dengan pernyataan berikutnya : Berasal dari setan, dsb

Dimana letak kekacauan logikamu ? Mari kita lihat bersama :

Pada premis kedua : Jelas Tidak semua perempuan menolak poligami . Sesuai dengan teorimu bahwa semua premis harus benar. Jika ada satu perempuan saja yang pro poligami berarti premis kedua sudah gugur. Kita bicara logika dimana setiap premis harus benar bukan ?

Sekarang lebih parah lagi kamu lihat pada premis pertama :

Setiap Tindakan yang menyakiti hati manusia adalah bathil

===> Ini pernyataan yang jelas salah secara fundamental. Mengapa salah ? Karena bisa kita temukan contohnya dibanyak tempat , termasuk bahkan dalam Kitab Suci : ada perbuatan baik yang bisa saja berpotensi menyakitkan hati, ada juga perbuatan yang walaupun menyenangkan hati tetapi tidak baik.

Contoh kasusnya jelas : Yesus tidak dianggap bathil meskipun Yesus jelas menyakitkan hati pemuka agama Yahudi. Kalo menurut standardku itu tidak bathil karena apa ? Karena kebathilan tidak terkait dengan sekedar membuat senang orang lain atau tidak.

Dari sisi ini premis pertama juga gugur.

Lha dalam suatu penarikan kesimpulan itu jika satu premis gugur , satu landasannya gugur berarti kesimpulannya nggak bener. Lha dalam kasus kita ini dua premis kau gugur semua. Jadi yah saranku sih Berpikirlah lebih kreatip lagi kalo mau mengkritik sih.

Mengkritik bolehlah, tetapi logika jangan nyasar kemana-mana. Landasan cara berpikirmu diperbaikilah terlebih dahulu.

Biarpun secara teoritis kamu mengerti setidaknya kamu copy paste mengenai logika yang sehat di blogmu, secara praktis menurutku sejumlah argumentasimu justru tidak sehat. Jadi kau itu pinter teori ( maklum kan di intenet kan gampang copi paste ) tetapi untuk praktek, belajarlah lebih keras lagi jell. OK ..Tetap semangat.

SALAM
GBU

@jelasnggak tercinta :

Adakah kau temukan satu ayat di injil (di Injil lho ya..!), pembolehan untuk menyakiti hati sesama manusia….?

==> Pertama : Tumben kamu ngomong gini, biasanya sewot kalo saya membahas itu. (melet mode on). Kedua : Apa relevansinya ? Ketiga : Mengapa selalu harus injil ? Mengapa tidak keseluruhan Alkitab ? Mengapa Alkitab harus kamu reduksi menjadi perjanjian baru, perjanjian baru kemudian kamu reduksi lagi menjadi injil , ntar kapan2 mungkin ayat yang diperbolehkan dibahas cuma satu ayat.🙂

Coba kamu cari ayat di Lukas 1 ayat 1 ada nggak bla..bla…? Bukannya protes jell, kalo kamu membandingkan keseluruhan ya mestinya dengan keseluruhan dong yah? Meskipun bagiku nggak penting , karena aslinya paling ini teknik ngeles lama kamu, tetapi saranku sih pakailah cara menghindar yang lebih keren gicu lho yah.

=============================================
Kalau Quran kan sudah jelas. ADA 1 Ayat PEMBOLEHAN menyakiti hati sesama (yaitu poligami).

==> Saya rasa tidak ada ayat dalam agama manapun yang tujuannya adalah menyakiti hati manusia. Itu jelas ya sayangku cintaku. Menyakitkan hati itu tidak pernah dimaksudkan sebagai tujuan. Terlepas dari pro kontra mengenai poligami, kalo ada yang manusia yang poligami karena tujuannya adalah semata-mata untuk menyakiti hati istrinya, saya sarankan dia ke rumah sakit jiwa. Hi Hi Hi.

Kamu boleh pajang tulisan ini besar2 di blogmu di print screen gicu biar aku tambah terkenal Ha Ha Ha… Asal jangan kamu pelintir saja.

Ketika Yesus mengobrak-abrik Bait Allah, jelas bahwa menyakitkan hati pedagang itu bukan tujuannya. Begitu juga ketika Yesus ngomel-ngomel kepada pemuka agama Yahudi yang keras kepala itu, yah tujuannya jelas bukan untuk menyakitkan hati juga. Tetapi saya rasa tidak bisa dipungkiri bahwa yang dilakukannya memang menyakitkan hati.

Jadi kalo mau mengkritik : kritiklah lewat sudut pandang yang lain, jangan asbun lalu melakukan generalisasi dengan logika anehmu itu.

Kalimat bahwa setiap yang menyakitkan itu bathil adalah kalimat yang aduhai semrawut dasar berpikirnya.

==========================================
Kalau ngga percaya poligami menyakiti hati, tanya sama ibumu sana. Tanya sama adik mu yang cewek, tanya sama anakmu yang cewek, mau ngga mereka di poligami.

Kalau saya sudah tahu, bahwa poligami menyakiti. Ada 1 orang di blog yang TIDAK RELA DIPOLIGAMI. Dan orang itu muslim pulak.

===> Gini lho cah cah, saya nggak bilang lho kalo saya setuju poligami. Hi Hi Hi. Yang saya bahas itu argumentasi kamu yang menurutku lebai gicu lho.

Kalo menurutmu kebanyakan wanita tidak senang dipoligami, oke deh. Nggak perlulah data statistik untuk nyari begituan. Apalagi jika yang kau tanyakan di Indonesia .🙂 Tetapi pada sisi lain tentu juga bukan pula berarti bahwa semua perempuan menolak poligami.

Sudut pandang kamu yang diatas itu masih mendinganlah, masih masuk. Yang menurutku fatal sehingga membuat aku tersenyum mringis itu justru gaya retorika kamu yang ini :

PENGUMUMAN :

Setiap perbuatan yang menyakitkan hati adalah bathil.

Tadi pagi guru TKku menyelentik telingaku, sehingga menyakitkan hatiku. Maka dari itu guru TKku telah melakukan kebathilan.
Mari kita berantas kebathilan ?

Tak pikir2 gaya kamu koyo model Kamen Rider wae.

Kalo kamu membatasi topikmu pada poligami nggak nyamber kesana-kemari, argumentasimu masih layaklah disebut argumentasi. Tetapi karena kamu lebai jadi yah masalahnya juga nyamber kemana-mana. Hi Hi Hi. Makanya berdiskusilah yang kalem, kalo sudah bisa kalem ya gak usah lebailah.

Dalam bahasa dangdut : Sedang2 saja.

SALAM jell

Suka nya koq lari-lari sambil menggait sana sini sih kamu…😆

btw,

Itu Blognya si Fietria koq tiba-tiba dihapus sih….?

ha ha ha ha…

Tanda tanya besar…

Mungkin setelah dia juga ANTI poligami.

Wah pastur jell, kamu mikirin nasibku ya?

Saya pindah rumah nih jell.

(Fietria)

Pastur jell, kok dimoderasi? Ada apa yach?

Salam, Fietria.

@Mas Love

Mas bilang:
Yesus meskipun maksudnya baik jelas menyakiti hati pemuka agama Yahudi.

==> Mas, Kalau seseorang tersinggung/sakit hati bila kesalahannya ditegur, itu berarti seseorang itu tidak teachable; keras tengkuk, gampang tersinggung, tidak mau mengakui kesalahan alias selalu merasa benar. Bukan tegoran itu yang membuat sakit hati, tetapi ketidaksiapan menerima teguran.

Teguran (keras) itu tidak ada sisi negatifnya. Yang ada ialah akibat negatif (sakit hati) yang akan timbul jika dan hanya jika sipenerima teguran tidak siap ditegur (menang sendiri).

Menegur adalah berbeda dari mencari cari kesalahan.

Mari kita bandingkan hal menegur itu dengan hal poligami. Dalam poligami, sisi negatiflah yang ada padanya, dimana si istri yang sah merasa tidak berguna lagi, dll, dll, dll.. Kalaupun ada orang yang kelihatannya tidak terlalu ambil pusing dari kejadian itu, itu semata mata dan atau jika dan hanya jika adanya suatu pertimbangan yang dia tidak sanggup jalani bila tidak mau dimadu, alias nrimo.

Kalau seseorang itu tidak mau menahan sakit hati karena tidak dihargai sepenuhnya, bukankah ke perceraian akhir dari pernikahan itu? Inilah sisi negatif yang lebih luas lagi.

salam

@Mas HH tercinta : Sekali lagi jelasnggak mau mengkritik poligami itu boleh-boleh saja. Hi Hi Hi, lha yang jadi masalah adalah dia itu lebay gicu lho. Lha saking semangatnya beretorika , saking lebaynya maklum kan anak muda kan selalu penuh semangat – dia lalu membuat pengumuman gini , biar kelihatannya gaya gitu lho :

Menyakiti hati orang lain adalah suatu perbuatan yang TIDAK BAIK (BATHIL).

Lha sayangnya secara faktual, generalisasi seperti ini aduhai salah. Yang saya protes itu. Mengapa salah ? Karena baik/buruk tidak bisa dinilai sekedar dari manyakiti/menyenangkan hati orang lain.

Lha kalo dia tidak lebay, membahasnya secara lebih kalem yah endingnya nggak kacau beliau.

Tetapi kalo dia ngomong Bahwa setiap perbuatan yang menyakitken hati selalu kita anggap bathil.

Itu tidak ada dasar logisnya. Yang saya tanggapi itu gaya lebaynya yang ini. Hi Hi hi.

Saya tidak mengatakan Yesus tidak punya alasan, poligami pun pada masa itu juga punya alasan. Jadi kalo dia pinteran dikit, yah jangan menyakitkan hatinya yang dibahas. Hi Hi Hi

Bahwa penarikan kesimpulan ala jelasnggak itu salah, rasanya tidak bisa dipungkiri. Saya juga tidak mengatakan saya pro poligami. Yang saya katakan adalah secara logika, cara dia menarik kesimpulan adalah salah secara mendasar.

Sebagai anti tesis atas pernyataan jelasnggak , saya katakan : Tidak semua yang menyakitkan hati orang lain itu bathil.

Contohnya banyak : guru nyelentik kuping murid selama masih wajar ya nggak bathil, Yesus ngedumel dengan pemuka agama Yahudi juga nggak bathil. Mengapa nggak bathil ? Ya karena memang baik/buruk itu tidak terkait dengan apakah kamu selalu bisa menyenangkan hati orang lain atau tidak.

Lha dari sisi inilah logika jelasnggak aduhai berantakan.

SALAM Tumenggung HH
GBU

Adakah yang tersakiti akibat poligami.?

Ada!

Ya sudah kasus selesai.

Poligami = menyakiti manusia lain.

Nah , gimana dengan wanita yang tak tersakiti itu..?

Itu irrelevant..

Kenapa?

Karena.

Dalam suatu ajaran agama yang benar-benar berasal dari Tuh@n..

Tidak ada ajaran untuk menyakiti hati manusia lain.

Itu kalau ajaran dari TuH@n.

Lalu Bagaimana dengan Yesus yang mengusir pedagang di bait suci..?

Itu adalah TINDAKAN YESUS….BUKAN PERINTAH YESUS….

Apakah tindakan Yesus itu menyakiti hati para pedagang..

Walahualam. Tidak ada di injil berkata para pedagang sakit hati.

Kalau kamu berkata : “pasti mereka sakit hati lah jell”, … maka saya minta buktinya, kalau ngga bisa, maka itu namanya kamu berasumsi ria.

Kalau saya jelas buktinya. Itu ada satu orang yang tidak menyukai poligami *lihat gambar di artikel ini*

satu orang saja cukup. Ngga perlu sejuta orang.

Satu saja.

Tapi.. dari semua itu……yang pokok adalah, … bahwa itu adalah TINDAKAN Yesus. Bukan AJARAN/PERINTAH YESUS untuk dijalankan oleh pengikutNYA.

Lalu bagaimana dengan Blognya si jelasnggak..?

Sama saja.

Blog jelasnggak itu tulisan si jelasnggak. BUKAN PERINTAH TUH@N.

Apakah jelasnggak MEMERINTAHKAN pengikutnya untuk mengikuti si jelasnggak..?

Jawab: ha ha ha.. pengikut aja ngga ada…

Harap Perhatikan Lovepass:

Semua yang menyakiti hati (dalam konteks AJARAN agama yang benar ),….

Adalah salah.

Menyakiti hati orang lain (dalam konteks AJARAN agama yang benar )…….

Adalah salah.

Kalau kita menyakiti hati orang lain, dalam ajaran agama yang benar, itu adalah bathil.

Nah.

Kalau ada AJARAN (AAA JAARR RAAAN NNN…! AJARAN!…😆 ) suatu agama yang MENGAJARKAN PEMBOLEHAN untuk menyakiti hati sesama manusia…

MAKA

itu berarti, ajaran agama itu BUKAN DARI TUH@N.

Tapi dari SYAITON irojim.

Tidak mungkin TUH@N MENGAJARKAN UMATNYA UNTUK MENYAKITI HATI…

.
.
.

Ampun deh lovepass..(kalau masih ngga nangkep juga.. ha ha ha…😆 )

G@D Bless You my Child.. he he

Intinya lovepass..

Harap bedakan antara AJARAN dari TuH@n dengan BLOG

Harap bedakan antara AJARAN dari Tuh@n, dengan Tindakan.

Injil Jelas tidak MENGAJARKAN UNTUK menyakiti hati manusia lain.

sedangkan Quran JELAS mengajarkan untuk menyakiti hati manusia lain.

Jelas..?

Hayo ..

Mau ngeles apa..?

Mau bawa-bawa lagi artikel dari situs A,B,C lagi..?

he he he..

Senengnya kok gitu…

Bless Yous

@jelasnggak tercinta : jell jell, kalo kamu mau , kamu boleh case close kapan saja deh. Nggak usah pake nyerah juga nggak papa …Hi Hi Hi.

Semakin lama jawaban kamu malah semakin berantakan . Makanya yah kalo kamu menampilkan artikel soal logika itu ya kamu pahami dulu isi artikelnya, kamu hayati dulu bukan cuma bisanya copy paste tetapi nggak mudeng-mudeng. Kelihatannya keren tetapi kamu sendiri tidak menjiwai point-pointnya.
Hi Hi Hi

Coba mari kita lihat keanehan jawabanmu yang ini dimana ?

Pertama : Kamu saking putus asanya memisahkan antara ajaran Yesus dan Tindakan Yesus. Ketika kutanya apakah dengan perkataanmu ini seolah2 kamu berkata bahwa ajaran Yesus harus selalu benar tetapi tindakan Yesus boleh salah ? Kamu memilih tidak menjawab.🙂

Mengapa tidak menjawab ? Yah karena memang dasar pendapatmu jelas kacaulah itu.

Kedua : Biarpun kamu maksa mencoba memisahkan antara ajaran Yesus dan tindakan Yesus – yang jelas bikin ngelus dodo orang Kristen sedunia, toh ngelesmu ini juga tidak menghasilkan apa-apa. Mengapa demikian ?

Karena yang menyakiti hati pemuka agama Yahudi, yang membuat tidak senang pemuka agama Yahudi bukan cuma tindakan-tindakan Yesus tetapi juga ajaran-ajaran Yesus. Mengapa ? Karena ajaran Yesus dianggap berpotensi mengurangi dominasi tafsir mereka.
Jadi anak manis, mau ngeles muter-muter sampai Jakarta Irian mbalik lagi ke Jakarta yah apa gunanya Hi Hi hi. Ajaran Yesus juga menyakiti hati pemuka agama Yahudi.

Ketiga : Saking putus asanya lagi kamu kemudian mencoba menantang guru TKmu ini dengan kalimat kebesaran gaya seperti ini :

Yesus menyakiti hati itu kan masih asumsi. Hi Hi Hi Sedangkan bahwa ada wanita muslim yang menolak poligami itu sudah terbukti.

Anak-anak manis. Ngeles yo ngeles tapi mbok pinteran dikit. Kamu bisa ditertawakan sama orang Kristen sedunia kalo mengatakan tindakan/ajaran Yesus itu tidak menyakitkan hati pemuka-pemuka agama Yahudi.

Gini saja deh : Karena kamu kebesaran gaya, menganggap itu asumsi kan. Jadi menurutmu pemuka Yahudi itu baik semua nurut sama Yesus gicu kan yah ? Ha Ha HA. Kalo ini mah saya cukup yakin pendapat kamu bertentangan dengan semua aliran Kristen seluruh dunia. Duh cah..cah…Kamu kalo putus asa makin lama muternya makin keras, tetapi semakin keras muter ntar kamu malah semakin pusing sendiri lho.

Saranku sih mendingan kamu akui sajalah bahwa Kamu telah salah dalam menerapkan kesimpulan karena dasar argumentasimu belum cukup kuat. Lha ntar kamu carilah argumentasi lain yang lebih kuat.
Ini justru lebih enak buat diri kamu sendiri. Ngritik bolehlah tetapi argumentasinya jangan terlalu kedodoran gicu yah…

Lha kalo kamu ngeles sana ngeles sini. Kemudian endingnya malah nabrak-nabrak dengan tafsir2 gereja , kasihan bener dikau.

Coba bayangkan logika kau itu :

1. Ngeles pertama : Pisahkan antara ajaran Yesus dan Tindakan Yesus ( kesannya ajaran nggak boleh salah tetapi tindakan boleh salah)

2. Ngeles kedua : Kalo mau dibilang menyakitkan yang menyakitkan itu tindakan bukan ajaran . Padahal jelas bahwa ajaran Yesus pun tidak membuat senang pemuka agama Yahudi.

3.Ngeles ketiga : Tindakan Yesus itu belum tentu menyakitkan hati ( yah tergantung hatinya lah hi hi hi, gw bilang juga apa )

Tiga pointmu cukup membuat kamu disiram air disuruh bangun pagi untuk belajar Alkitab lebih dalam lagi.

Coba kamu tanya pakar Alkitab di gerejamu, coba kamu baca buku tafsir Alkitab deh yah, agar jawabanmu nggak pating pecotot kayak gini.

Kalo tak tawarken case close , kamu mau nggak ?

SALAM anak manis
GBU

@lovepassword.

Pertama : Kamu saking putus asanya memisahkan antara ajaran Yesus dan Tindakan Yesus. Ketika kutanya apakah dengan perkataanmu ini seolah2 kamu berkata bahwa ajaran Yesus harus selalu benar tetapi tindakan Yesus boleh salah ? Kamu memilih tidak menjawab

==> Karena pertanyaan kamu ini jelas aneh dan penuh asumsi.

Anehnya, kamu tidak bisa bedakan antara ajaran dan tindakan.

kedua,

Kamu berasumsi bahwa tindakan Yesus mengobrak-abrik pedagang di bait suci adalah tindakan yang salah.

Coba tunjukan, di mana salahnya tindakan yesus itu..?

Bisa ?

————————

Kedua : Biarpun kamu maksa mencoba memisahkan antara ajaran Yesus dan tindakan Yesus – yang jelas bikin ngelus dodo orang Kristen sedunia, toh ngelesmu ini juga tidak menghasilkan apa-apa. Mengapa demikian ?

Karena yang menyakiti hati pemuka agama Yahudi, yang membuat tidak senang pemuka agama Yahudi bukan cuma tindakan-tindakan Yesus tetapi juga ajaran-ajaran Yesus. Mengapa ? Karena ajaran Yesus dianggap berpotensi mengurangi dominasi tafsir mereka.

==> He he he.. Serius dong..

Tidak ada ajaran Yesus yang menyakiti hati para pemimpin Yahudi seperti poligami menyakiti hati wanita.

Coba sebutkan, ajaran mana .. biar tak bahas di sini..

Yang ada mah, Pemimpin Yahudi itu SYIRIK. Itu saja.

Ajaran Yesus tidak ada yang melukai hati mereka.

Bedakan dong

Yang ketiga, sama saja esnsinya dengan yang nomor 2

Biar jelas, coba kamu baca dulu yang ini, mungkin kali ini kamu bisa masuk.

https://jelasnggak.wordpress.com/2009/10/25/bathil-tapi-boleh/

Kamu berasumsi bahwa tindakan Yesus mengobrak-abrik pedagang di bait suci adalah tindakan yang salah.

Coba tunjukan, di mana salahnya tindakan yesus itu..?

Bisa ?

===> Sejak awal saya sudah mengatakan bahwa tidak semua tindakan, ajaran ,dsb yang menyakitkan hati seseorang itu salah , bathil dll. Kan aku sudah ngomong gicu. Yang bilang gicu kan kamu, cah. Lha sekarang kamu tanya salahnya dimana ? Hi Hi Hi . Lha yang bilang salah siapa. Aku ngomong tidak semua yang menyakitkan hati manusia itu bathil . Hi Hi Hi.

Lha yang ngomong pasti bathil kan kamu.

Kamu mencoba memisahkan tindakan dan ajaran. Itu boleh2 saja tetapi kamu sungguh tidak cerdas, kalo alasanmu itu. Hi Hi Hi. Mengapa ? Lha dengan ngomong itu seolah2 kamu ngomong kalo perbuatan salah nggak papa kalo ajaran salah nggak boleh. Lha seakan-akan kamu nyalah-nyalahken perbuatan Yesus. Gicu lho cah. Paham kamu hi hi hi ?

Lha kalo menurutku sih : Suatu perbuatan maupun ajaran tidak bisa dinilai baik buruknya hanya atas dasar seseorang merasa sakit hati terhadap perbuatan/ajaran itu atau tidak.

Masalah ajaran Yesus dan perbuatan Yesus menyakitkan hati pemuka agama Yahudi, saya rasa cah sekolah minggu saja juga tahu. Hi Hi Hi.
Kamu tanya perbuatan/ajaran mana lagi ? Coba kamu tanya saja itu sama guru sekolah minggu jell. Kali-kali saja mereka mau bantuin kamu.

Mbak , …Menurut mbak orang2 Farisi sakit hati nggak sama Yesus ? Kamu dengerin dengan hikmat yah pidato mereka. Kali2 saja ilmumu meningkat satu strip.

Lha cah SMP saja juga tahu kalo ajaran Yesus dan perbuatan Yesus tidak disenangi pemuka agama Yahudi kok kamu malah pura2 gak tahu.
Yang dilakukan/diajarkan Yesus jelas membuat pemuka Yahudi tidak senang.
Tetapi kita tidak bisa menilai salah/benar hanya dari apakah orang lain sakit hati atau tidak.

Gimana ? Gw tetap keren kan ?

Ajaran mana yang menyakiti hati Pemimpin Yahudi…?

Kok ngga dijawab, malahan “mengkilik” soal lain sih..?

https://jelasnggak.wordpress.com/2009/10/25/bathil-tapi-boleh/

Yah aslinya sih banyak, tetapi salah satunya mungkin kamu bisa ngintip ini : Matius 15
(11) Dengar dan camkanlah: bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang.
(12) Lalu pengikut-pengikut Yesus datang dan berkata kepada-Nya, “Tahukah Bapak bahwa orang-orang Farisi itu tersinggung waktu mendengar Bapak berkata begitu?”

http://www.sabda.org/sabdaweb/bible/verse/?c=15&v=12&version=message&theme=original&study=on

Bahwa orang Farisi sakit hati seperti kubilang – anak kecil juga tahu. Nggak usah jadi profesor teologia juga.🙂 Kamu sajalah yang terlalu maksa. Biar pinter tapi kamu terlalu kebesaran gaya sih🙂

Pada dua ayat selanjutnya bisa kamu lihat bahwa Yesus tidak perduli mereka sakit hati atau tidak. EGP intinya.

Kalo menurutku sih mendingan kamu nyerah deh :

Menyakitkan hati/menyenangkan hati itu jelas bukan parameter benar dan salah.

SALAM CAH

Matius 15 Ayat 12 :

Maka datanglah murid-murid-Nya dan bertanya kepada-Nya: “Engkau tahu bahwa perkataan-Mu itu telah menjadi batu sandungan bagi orang-orang Farisi?”

——————

@Lovepassword.

Salah satu maksud dari ajaran/ayat ini adalah agar kita selalu menjaga setiap perkataan kita.

Saya tanya sama kamu ya. (semoga dengan pertanyaan ini kamu jadi ngerti point saya) :

“Apakah jika kamu melaksanakan perintah Yesus itu (matius 15:12 – menjaga mulut agar tidak sembarangan ngomong), maka akan ada orang yang tersinggung/dirugikan/sakit hati…..?”

he he he he
.
.
.
.

Udah dibilangin irrelevant ngga percaya sih..

GB Yous

Saya tanya sama kamu ya. (semoga dengan pertanyaan ini kamu jadi ngerti point saya) :

“Apakah jika kamu melaksanakan perintah Yesus itu (matius 15:12 – menjaga mulut agar tidak sembarangan ngomong), maka akan ada orang yang tersinggung/dirugikan/sakit hati…..?”

===> Faktanya memang ada.🙂

Bisa kamu baca di Alkitab kan : Ketika Yesus mengajarkan itu, seketika itu juga orang2 Farisi tersinggung/sakit hati. Murid2 Yesus tahu mereka tersinggung/sakit hati , Yesus juga tahu tetapi dia tidak perduli.🙂

@lovepass.

Faktanya memang ada.

Bisa kamu baca di Alkitab kan : Ketika Yesus mengajarkan itu, seketika itu juga orang2 Farisi tersinggung/sakit hati. Murid2 Yesus tahu mereka tersinggung/sakit hati , Yesus juga tahu tetapi dia tidak perduli.

—————————————–

===> Wuikikik…

Lovepass….Lovepass…

Jaaannnn… jannnn…

Yang saya tanya itu KAMU… bukannya YESUS…

Wuuaaadowwww!!

Gimana ini…. kacaw … balaw…analoginya ….~!!

Nih tak kasih tau…

OWOH membuat ajaran di Quran

Yesus Membuat ajaran di alkitab.

Pararel kan…?

Nah.

Ajaran OWOH (yaitu poligami itu), ….kalau di laksanakan akan mengakibatkan ADA orang yang sakit hati. Buktinya si Fietria, temennya Fietrie, teteh ninih suami AA, dan masih banyak lagi yang belum ngaku.

Ajaran Yesus (matius 15:12 itu),….Kalau di laksanakan……,
Apakah juga akan mengakibatkan seseorang sakit hati…?

Gitu mikirnya…

Ajaran di sama kan dengan ajaran.

Pembuat ajaran di samakan dengan pembuat ajaran

Pelaksana ajaran di samakan dengan pelaksana ajaran.

Di islam:

Ajaran=Quran
Pembuat=Owoh
Pelaksana=Muslim

Di kristen:

Ajaran=Injil
Pembuat=Yesus
Pelaksana=Kristiani.

Gitu..

gimana ini….

Ajaran Yesus (matius 15:12 itu),….Kalau di laksanakan……,
Apakah juga akan mengakibatkan seseorang sakit hati…?

Lha wong baru diomongken saja terbukti ditulis di Alkitab sudah ada yang sakit hati.🙂

Lah.. ?

Masih belum ngerti..

Yang ngomong itu YESUS… si Pembuat ajaran.Perintah.

Yang saya tanya itu KAMU,… si pelaksana ajaran..

==> Jika ajaran Yesus di matius 15:12 itu dilaksanakan (yaitu ajaran untuk selalu berhati2 mengeluarkan kata-kata),…. maka……apakah ada yang akan sakit hati….?

ckk.ckkc..ckk..

Jaannn

Kalo dari sisi ajaran saja sudah ada yang sakit hati ketika disampaikan. Dari sisi implementasi ya kamu jangan berharap tidak ada yang sakit hati. Tetapi intinya itu benar/salah itu tidak selalu berhubungan dengan apakah perbuatan itu menyakitkan atau menyenangkan.

@lovepassword

Kalo dari sisi ajaran saja sudah ada yang sakit hati ketika disampaikan. Dari sisi implementasi ya kamu jangan berharap tidak ada yang sakit hati.

————————————-

Jawab:

Pembuat Perintah/ajaran itu ngga masuk hitungan…?

Kalau masuk hitangan, maka saya juga bisa berkata begini:

Itu berarti, al quran juga MENYAKITI HATI…

Karena semua isi Quran BISA MENYAKITI hati…

he he he..

Gimana ini…?

Jadinya semua ajaran itu MENYAKITI HATI..

Termasuk ajaran hindu dan budha..

Whayo…?

Tambahin ahh biar jelas.

lanjutan dari yang di atas.

sekarang kalau kamu bawa pertanyaan saya itu kepada ajaran poligami.

Siap?

“Apakah jika kamu melaksanakan perintah OWOH itu (matius Poligami sampai 4), maka akan ada orang yang tersinggung/dirugikan/sakit hati…..?”

Saya jawab dengan pasti : IYAK..!!

Tuh buktinya, si Fietri ngga mau, istrinya AA ngga mau, temennya Fietri yang berhijab pun tak suka kalau di poligami.

He he he he…

GB Yous

Sorry cah logikamu masih bermasalah. Baca jawabanku yang atas yah

Udah tak baca…
dan udah tak jawab.

silahkan.. kalau masih ada pertanyaan lagi.

@jelasnggak : Jadinya semua ajaran itu MENYAKITI HATI..

Termasuk ajaran hindu dan budha..

Whayo…?

===> Teknik ngelesmu luar biasa.🙂 Sekarang kau mengadu aku dengan hindu dan buddha pula

Jadinya semua ajaran itu MENYAKITI HATI.. ===> Penarikan kesimpulan yang nggak nyambung. Jawabannya : Setiap Hal bisa saja membuat sakit/senang. Lha sakit/senang itu tidak selalu berhubungan dengan kebenaran.😀 .
Tidak setiap yang menyakitkan selalu salah. Begitu juga tidak selalu yang menyenangkan selalu benar.

SALAM jell

@lovepass.

Kamu kan memasukkan Yesus dalam hitungan.

Sedangkan Yesus itu sendiri adalah peng-gagas (pencipta) ajaran matius 15:12 itu.

Nah, kalau pencipta ajaran kamu masukkan ke dalam hitungan juga, …

itu berarti, kamu juga harus memasukkan penggagas agama buda, penggagas agama hindu, dan pencipta agama islam …

Setiap ajaran yang mereka buat yang menyakiti hati (seperti yang kamu katakan mengenai Yesus itu), maka, itu juga bisa disebut sebagai ajaran yang bathil.

NGerti ngga nih…?

Kata kunci :

Jangan bandingkan apel dengan jeruk.

Yesus –> Pencipta ajaran
Sama dengan Owoh dalam quran.

Nah, saya tanya kepada kamu.

Jika KAMU (sekali lagi KAMU,… bukan YESUS… ya….? ) melaksanakan ajaran Yesus di Matius 15:12 itu,

Maka,

Apakah ada yang tersakiti hatinya…?

Jangan jawab : “Pemimpin Yahudi”, kenapa ? karena… Pemimpin Yahudi itu kaitannya dengan YESUS. Sedangkan yang saya tanya itu KAMU (yang adalah dalam hal ini PELAKSANA ajaran)

Semua pencipta agama baru akan sama dengan YESUS,… yaitu memiliki musuh. Karena musuh mereka itu ngga senang dengan ajran baru. Apalagi ajarannya rada-rada aneh.

Akan selalu ada penolakan seperti pemimpin Yahudi menolak Yesus.

NGUEEERRRR Tii ngga nih…?

Udah deh..

Mendingan jawab saja pertanyaan saya ini dulu….

Biar ngerti duduk persoalannya.

“JIKA KAMU MELAKSANAKAN AJARAN YESUS DI MATIUS 15:12 itu, APAKAH AKAN ADA YANG TERSAKITI HATINYA”

Oke..?

Jawab Ya…

Setelah jawab, bandingkan dengan pertanyaan Ini :

“JIKA KAMU MELAKSANAKAN AJARAN POLIGAMI-NYA ISLAM, … APAKAH AKAN ADA YANG TERSAKITI HATINYA”

–> dan saya sudah menjawab pertanyaan itu
ADA yang akan sakit hati : contoh, si FIETRIA, temennya Fietria yang pakai kerudung itu, terus si teteh nini istri AA.

Oke..?

salam gbu.

Kamu kan memasukkan Yesus dalam hitungan.

Sedangkan Yesus itu sendiri adalah peng-gagas (pencipta) ajaran matius 15:12 itu.

Nah, kalau pencipta ajaran kamu masukkan ke dalam hitungan juga, …

itu berarti, kamu juga harus memasukkan penggagas agama buda, penggagas agama hindu, dan pencipta agama islam …

Setiap ajaran yang mereka buat yang menyakiti hati (seperti yang kamu katakan mengenai Yesus itu), maka, itu juga bisa disebut sebagai ajaran yang bathil.

===> Lho cah cah..kapan juga aku ngomong kayak gicu. Yang aku katakan adalah Gara-gara cara menarik kesimpulan model kamu maka terjadilah turunan segala macam kekacauan. Salah satu contohnya adalah seperti contoh itu. Lha itu adalah contoh kekacauan yang kau buat. Bukan berarti aku justru setuju itu. Itu contoh dampak perbuatanmu ini GINI Lho jell. Gitu.

Lha aku justru dalam posisi menolak argumentasi kamu. Kan aku sudah bilang : Tidak selalu menyakitkan hati dianggap bathil begitu juga kebenaran tidak selalu terkait dengan apakah manusia senang/tidak senang.

Jadi kalo kamu tanya gicu : Yang aku katakan adalah Ini lho akibat logikamu yang jelek terjadi keruwetan seperti itu. Gicu. Lha apakah aku setuju logika ruwetmu? Yah sorry sorri saja cah. Kali ini guru TKmu yang manis ini tidak berada di belakangmu.

Mudeng kamu?

Jadi jangan lemparkan keantikan logika kau itu kepadaku menjadi tanggung jawabku. Karena yang berlogika konyol macam itu kamu. Lha aku justru tidak setuju dengan itu.

APakah penggagas agama, apakah setiap pembuat ajaran perlu dihitung sebagai salah satu pihak yang melaksanakan ajarannya ?

Yah mau kamu hitung karepmu, nggak juga karepmu. Yang jelas pointnya sangat gamblang jelas tegas :

Kebenaran tidak bisa dinilai sekedar dari apakah orang sakit hati atau tidak, begitu juga tidak setiap perbuatan yang menyenangkan kemudian selalu kita anggap itu benar.

Pahami itu baik-baik, nggak usah nyamber kemana-mana.

Gini yah cah, kalo kamu mau nyerah nyerah sajalah. Nggak usah nyerah bilang Case Close juga nggak papa . Kulindungi gengsimu dengan baik deh kalo kamu nggak terlalu kebesaran gaya.

Hi Hi Hi.

Nggak usah nyerempet-nyrempet mencoba mencari bala bantuan dengan mengadu domba aku dengan teman-teman Hindu dan Buddha. Itu nggak ada kaitannya cah. Logika kau maksa banget.

Bah…. Ayolah cah..tegakkan kepalamu, kerenan dikit nape ? Masak kita yang diskusi, kamu kait-kaitken segala macam Buddha dan Hindu segala padahal kita tidak membahas itu.

Cah ..Cah ???🙂

SALAM
GBU

Biar ngerti duduk persoalannya.

“JIKA KAMU MELAKSANAKAN AJARAN YESUS DI MATIUS 15:12 itu, APAKAH AKAN ADA YANG TERSAKITI HATINYA”

===> Pertama, yang saya bahas itu aslinya ayat sebelumnya yaitu ayat 11. Lha kalo yang 12 kan membahas laporan murid pada Yesus : “Guru tuh lihat orang Yahudi dongkol lho sama perkataanmu.” Kurang lebih seperti itu. Ayat itu dan ayat berikutnya menunjukkan bahwa memang ada pihak2 yang tersinggung dengan ajaran itu dan Yesus tidak perduli. “Mereka dongkol yo wis ben”

JIKA KAMU MELAKSANAKAN AJARAN YESUS DI MATIUS 15:12 itu, APAKAH AKAN ADA YANG TERSAKITI HATINYA ?

Kata KAMU disini mewakili manusia kan ya ? Karena argumentasi kamu yang lalu itu kan bukan soal aku, tetapi soal setiap manusia.
Jadi pertanyaannya mestinya mungkin gini :

Jika ada manusia yang melaksanakan ajaran Yesus di Matius 15:11 itu apakah ada manusia lain yang tersakiti hatinya ?

Yah sudah pasti ada. Logikanya sederhana saja : Jika jaman Yesus saja sudah ada yang sakit hati, sekarang pun juga pasti ada.

Kamu tanya siapa yang mungkin sakit hati dengan implemantasi ajaran itu sekarang ini ???

Yah tentu saja pasti ada yang tidak sependapat dengan ajaran itu . Atau bisa saja orang2 tidak sependapat dengan implementasi ajaran itu .

Jadi selain ada yang memang tersindir dengan ajarannya ada juga yang nggak sreg melihat implementasinya. Mengapa demikian ?

Sekali lagi kita kan membicarakan banyak orang, mungkin ada orang yang merasa tersindir dengan ajaran itu, misalnya orang tukang bohong merasa disindir.

Atau bisa saja demikian : Kan ada yang mengaitkan ajaran Yesus itu dengan konsep halal/haram suatu makanan. Iya kan ?

Kamu mengartikan ajaran Yesus di situ terkait dengan ajaran supaya : JANGAN BERDUSTA.

Tetapi bisa saja diartikan lain : Misalnya saja banyak aliran Kristen kemudian yang mengartikan :
Semua makanan halal , kan ada juga yang mengartikan demikian.

Lha apakah semua orang setuju dan tidak ada yang tersinggung dengan implementasi ajaran itu ??? Kamu pikirken saja sendiri. Tentu ada banyak orang dengan latar belakang agama dan budaya masing2 yang tidak setuju.

SALAM CAH

@Lovepass

Yahh..?

Disangkutin Yesus lagi deh….

Saya tanya tuh KAMU…

Maksud kata “KAMU” itu adalah: orang yang MELAKSANAKAN AJARAN YESUS (Matius 15:12)

Bukan si PEMBUAT AJARAN.

Ngerti..?

Saya tidak sedang bertanya apakah SI PEMBUAT AJARAN MEMBUAT SAKIT HATI.

Karena SEMUA PEMBUAT AJARAN, PASTI MEMBUAT SAKIT HATI manusia…

Untuk itu kita perlu MENGESAMPINGKAN SI PEMBUAT AJARAN ITU..

Yang kita fokuskan adalah si PELAKSANA suatu AJARAN.

Karena dari situ kita bisa lihat kebenaran suatu ajaran.

Sekali lagi,

PELAKSANA Ajaran itu berbeda dengan PEMBUAT AJARAN.

Yesus itu PEMBUAT AJARAN matius 15:12

Sama seperti OWOH yang adalah PEMBUAT AJARAN Poligami.

Nah.

Sekarang saya tanya lagi.

Kalau KAMU, sebagai PELAKSANA AJARAN, melakukan apa yang diajarkan oleh YESUS di Matius 15:12 (Selalu menjaga kata-kata yang keluar dari mulut),

Maka,

ADAKAH MANUSIA yang akan merasa sakit hati….?

Silahkan jawab saja pertanyaan ini.

Jangan lari-lari ke Yesus lagi..

YA..?

Aneh kamu ini,….

Orang menjaga mulut agar jangan ngomong sembarangan kok dibilang menyakiti hati orang lain

sekedar FYI.

Pemimpin Yahudi itu bukan sakit hati kepada Yesus karena ajaranNYA.
Tetapi karena (beberapa alasanya adalah) Yesus mengalahkan pamor mereka. Yesus mengaku sebagai Nabi Yahudi yang di janjikan di taurat.
Itu PADA DASARNYA yang menjadi penyebab mereka tidak suka kepada Yesus.

Salam gbu

Jadi selain ada yang memang tersindir dengan ajarannya ada juga yang nggak sreg melihat implementasinya.
————————

Nah kan….?

Di sini saja sudah ketahuan celahnya.

“tersindir” itu dalam hal ini berbeda dengan tersakiti hatinya karena dipoligami.

Beda itu.

Jeruk dan apel.

ha ha ha ha

Good. Mulai ngerti ya sekarang.

@jelasnggak : Ya amplop cah – pintermu kok rak mundhak mundhak. ( garuk garuk )

Untuk itu kita perlu MENGESAMPINGKAN SI PEMBUAT AJARAN ITU..

Yang kita fokuskan adalah si PELAKSANA suatu AJARAN.

Karena dari situ kita bisa lihat kebenaran suatu ajaran.

===> Gini lho cah mendingan kamu minum Cerebrovit dulu dicampur telor setengah mateng ditambah kopi ginseng. Kali-Kali saja isi kelapa kau semakin encer. Hi Hi Hi …

Duh Duh ? Jan Jan ?

Ini logika darimana lagi ? Semakin kamu ngeles semakin kamu terjebak kedalam kekonyolan-kekonyolan berikutnya. Coba kamu baca sendiri kalimat antikmu itu.

Justru mestinya ya nggak gicu dong cah.

Kita harus menilai suatu ajaran itu dari ajarannya bukan sekedar dari perilaku pelaksana ajaran itu. Mengapa demikian ? Karena untuk memperkecil gap dalam menganalisa ajaran itu. Jika seseorang maling misalnya mengaku atas dasar agama. Yah perlu dicek duluan benar tidaknya. Bukan semata-mata kita menilai ajaran agama hanya dilihat dari sisi pelaksananya. Itu ngawur.

Masalah Kedua : Saya rasa cukup logis jika sebuah ajaran ketika dipaparkan saja sudah membuat sakit hati kepada orang tertentu, maka implementasi ajaran itu juga punya potensi menyakitkan yang sama.

Tetapi pointnya adalah Menyakitkan/menyenangkan tidak selalu bisa dikorelasikan dengan apakah itu benar atau tidak. GICU ..Lho

Gimana sudah paham belum cah ???

SALAM

Pemimpin Yahudi itu bukan sakit hati kepada Yesus karena ajaranNYA.
Tetapi karena (beberapa alasanya adalah) Yesus mengalahkan pamor mereka. Yesus mengaku sebagai Nabi Yahudi yang di janjikan di taurat.
Itu PADA DASARNYA yang menjadi penyebab mereka tidak suka kepada Yesus.

===> Yah mau mereka mau sakit hati karena jambulnya, mau sakit hati karena pamornya, mau sakit hati karena ucapannya , mau sakit hati karena kalah ganteng. Yang jelas mereka sakit hati.
Lha karena ada yang sakit hati , dan menurutmu hanya kebathilan yang menyebabkan manusia sakit hati – maka berdasarkan logika konyol kau itu berarti ajaran Yesus Bathil. Itu konsekuensi dari kekacauan berpikirmu. Mudeng kamu ?

Lha mereka sakit hati karena apa juga nggak perlu kamu puter-puter, Alkitab menulis bahwa mereka sakit hati terhadap perilaku dan ajaran Yesus.

Tetapi juga sudah tak tulis bahwa Secara Objektif : Menyakitkan hati atau tidak – bukanlah parameter tindakan/ajaran benar atau tidak.

Kalo kamu pinteran dikit sih. Mendingan nggak kamu terus-terusin cah…Hi Hi Hi

SALAM

Kayaknya kamu ngga nyambung deh.. hi hi hi ..

jadi lucu ini…

——————————

Masalah Kedua : Saya rasa cukup logis jika sebuah ajaran ketika dipaparkan saja sudah membuat sakit hati kepada orang tertentu, maka implementasi ajaran itu juga punya potensi menyakitkan yang sama.

—> Hmmmm…

Itu berarti, semua ajaran muhamad yang ditolak quraish, juga menyakitkan hati …. iya tho..?

Itu berarti, semua ajaran Budha yang di tolak pada jamannya, juga menyakitkan hati … ? iya tho..?

Itu berarti, semua ajaran hindu yang di tolak pada saat penyebarannya,… juga menyakitkan hati…? iya tho…?

Kesimpulannya.

Jika pemikiran kamu itu diterapkan, semua agama menyakitkan hati…
(karena ada perlawanan )

Iya tho…?

Iya ngga nih…?

Jawab dulu yang ini…

he he he..

———–

lucu kamu ini.

Ada orang yang melaksanakan perintah “jangan ngomong sembarangan” kok malah kamu bilang orang itu menyakitkan hati…

wah..?

Lho tentu saja memang ada yang sakit hati ada juga yang tidak. Tetapi seperti kataku : Sakit hati atau menyenangkan hati itu tidak bisa dijadikan patokan benar salah. Gicu …

Kita harus menilai suatu ajaran itu dari ajarannya bukan sekedar dari perilaku pelaksana ajaran itu. Mengapa demikian ? Karena untuk memperkecil gap dalam menganalisa ajaran itu. Jika seseorang maling misalnya mengaku atas dasar agama. Yah perlu dicek duluan benar tidaknya. Bukan semata-mata kita menilai ajaran agama hanya dilihat dari sisi pelaksananya. Itu ngawur.

—————-

Dimana nyambungnya coba….?

Dimana nyambungnya ? Kamu salah jika menilai ajaran semata-mata dari pelaksanaannya. Intinya itu

OWOH islam menurunkan ajaran : “Jangan fitnah”

Nah.

Ajaran ini di menyakiti hati Quraish pada saat di sebarkankan.

Menurut Lovepassword, OWOH telah menyakiti hati orang quraish..

Bener ngga tuh …?

he he he.. lucu …
.
.
.
pararelnya.
.
.

Yesus menurunkan ajaran “Jangan gunakan mulutmu sembarangan”

Nah.
Pada waktu Yesus menurunkan ajaran ini, pemimpin yahudi sakit hati.

Menurut lovepassword, Yesus telah menyakiti hati.

Bener ngga ini..?

Salam aja deh Lovepass. GBU.

Oh iya bener itu memang paralel. Tetapi aku kan juga mengatakan bahwa tidak setiap yang menyakitkan itu salah, begicu juga sebaliknya tidak setiap yang menyenangkan selalu kamu anggap benar. So apa masalahnya cah ???

Yah mau mereka mau sakit hati karena jambulnya, mau sakit hati karena pamornya, mau sakit hati karena ucapannya , mau sakit hati karena kalah ganteng. Yang jelas mereka sakit hati.

===> kalau sakit hatinya bukan karena ajaran Yesus, maka kasus ini selesai.

Itu berarti AJARAN YESUS TIDAK MENYEBABKAN SAKIT HATI.

Ha ha ha.

Ajaran Poligami menyebabkan wanita sakit hati.

Sedangkan ajaran Yesus Matius 15:12, tidak menyebabkan sakit hati (karena sakit hati Yahudi disebabkan oleh hal lain – bukan karena ajaranNYA itu sendiri )

Kan nyambungnya di situ.

Lha karena ada yang sakit hati , dan menurutmu hanya kebathilan yang menyebabkan manusia sakit hati – maka berdasarkan logika konyol kau itu berarti ajaran Yesus Bathil.
———————————–

Bukan begitu.

Nih sekali lagi.

Semua ajaran agama yang menyebabkan manusia sakit hati, maka ajaran itu adalah ajaran BATHIL.

Ajaran POLIGAMI,… DALAM PELAKSANAANYA menyebabkan ada wanita yang tersakiti hatinya. Maka ajaran poligami adalah ajaran BATHIL.
Dengan begitu , si pembuat ajaran poligami itu jelas BUKAN TUH@N.

Ajaran Matius 15:12, DALAM PELAKSANAANYA, tidak menyebabkan ada manusia yang sakit hati. Maka ajaran ini adalah ajaran yang BENAR.
AJARAN INI berasal dari TUH@N.

Wuidaaahhh…

Udah jelas banget gini.. masih ngga ngerti… keterlaluan..

Salam

Pertama : Aku nggak setuju jika ajaran cuma dilihat dari pelaksanaanya karena yang namanya pelaksanaan bisa saja nyamber kemana-mana.🙂

Kedua : Aslinya kamu itu aduhai entah berani entah nekad. Kalo ada di dunia ini ada satu orang yang saja yang mengaku tersakiti oleh ajaran atau pelaksanaan ajaran Yesus , kamu tahu apa konklusi dari argumentasimu ? Hi Hi Hi…Kamu sungguhan mau ngetes aku yah ????

Hi Hi Hi..
Siul Siul dulu…

Hmmmm..Sejak kapan murid TKku tercinta bisa jadi tambah gaya yah? Heran juga aku, kayaknya dia lumayan PD. Ha Ha Ha

SALAM jell

GBU

Pertama : Aku nggak setuju jika ajaran cuma dilihat dari pelaksanaanya karena yang namanya pelaksanaan bisa saja nyamber kemana-mana.
———
==> jadi Owoh juga harus melaksanakan ajaranNYA sendiri…?

Gitu..?

Kan Yesus kamu anggap juga sebagai pelaksana.

Wah.

Payah ini..

Lama-lama capek juga ngajarin kamu…

————————————-

Kedua : Aslinya kamu itu aduhai entah berani entah nekad. Kalo ada di dunia ini ada satu orang yang saja yang mengaku tersakiti oleh ajaran atau pelaksanaan ajaran Yesus , kamu tahu apa konklusi dari argumentasimu ? Hi Hi Hi…Kamu sungguhan mau ngetes aku yah ????

===> yup… itulah kebenaran.

Cari ajaran yesus yang menyakiti (sama seperti ajaran poligami menyakiti hati istri terdahulu)

Bisa..?

salam GBU

Konteksnya itu kita membicarakan manusia cah. Lagian kan aku sudah bilang sejak semula. mau kamu masukkan karepmu nggak kamu masukkan juga karepmu

Semua pencipta agama …

Itu pasti mendapatkan tantangan.

Yesus juga demikian.

Dengan begitu, semua pencipta harus di exclude kan dari argumentasi.

Ngerti ngga..?

Ketinggian ya..? ha ha ha

Pertama : Yang bilang Yesus pencipta agama itu siapa? Kamu ? Lha itu benar atau tidak ?

Kedua : Pencipta harus dipisahkan dari ajarannya , harus dikecualikan . Itu ngawur apa bener coba ?

wah..

ternyata omonganku benar ketinggian…

waakakakak

coba kamu baca lagi dari awal pembicaraan biar jelas duduk soalnya.

he he he

lucu..

ternyata ngomongan kita ngga nyambung…

nasib.

Ngaku saja jell, gw ini jenius. Hi Hi Hi.

==>jadi OWOH muslim itu juga harus melaksanakan juga perintah yg di buatnya.. ? gitu..?

wah..?

Kicau ini…

kamu kok banyak nggak nyambungnya ya..?

@lovepas.

btw.

Kamu dari dulu saya tanya kok ngga dijawab sih…?

saya ulang lagi pertanyaan saya itu.

Silahkan, tolong, please, di jawab.

“JIKA KAMU MENJALANKAN PERINTAH YESUS DI MATIUS 15:12 ITU (JANGAN NGOMONG SEMBARANGAN)……

APAKAH AKAN ADA MANUSIA YANG TERSAKITI HATINYA”

Kedua,

“JIKA KAMU MENJALANKAN PERINTAH MUHAMMAD (POLIGAMI)….

APAKAH AKAN ADA MANUSIA YANG TERSAKITI HATINYA”

Silahkan.

Tolong kali ini jangan ngeles lagi (sambil bawa-bawa tukang kopi, tukang sate, tukang bakso)

Ya..?

salam

@jelasnggak tercinta : aku sudah ngomong ini berkali-kali , kamu ngawur kalo mengatakan Matius 15 : 12 tentang perintah Yesus : Jangan ngomong sembarangan. Hi Hi hI.

Mungkin saja kamu salah ketik. Tetapi kalo salah ketik mengapa juga terus kamu ulang-ulang kesalahanmu padahal sudah tak peringatkan beberapa kali . Makanya belajar yang mateng jell, belajar. Lha kalo sudah tahu salah jangan maksa.

Ngawurnya dimana ? Ayat tersebut bukan berisi perintah Yesus kepada para murid supaya jangan ngomong sembarangan , tetapi berisi tanggapan murid atas omongan Yesus kepada pemuka Yahudi : Guru tuh akibat omonganmu mereka tersinggung lho . Kurang lebih isinya tuh gicu, bukan lagi ngomongin jangan ngomong sembarangan. Gimana sih kamu.

Jadi sama sekali ayat itu tidak berisi perintah Yesus supaya Jangan ngomong sembarangan , tetapi sebaliknya ayat itu justru berisi pertanyaan murid Yesus kepada Yesus : Lho Yesus, kamu kok menyakiti hati mereka sih ?
Tetapi Yesus cuek saja, nggak urusan. Let them alone and disregard them

Mengapa nggak urusan ? Karena memang kalo sesuatu itu dianggap benar ya kita tidak perlu terlalu mengurusi hati orang lain.

Tidak setiap hal yang menyakitkan hati itu pasti salah, begitu juga tidak setiap hal yang menyenangkan kemudian diartikan selalu benar.

Gimana, jell. Tetap pinter guru TKmu ini kan daripada kamu ? Hi Hi Hi.

Gimana cah..ada pertanyaan lagi . Mau protes lagi cah ???

SALAM

GBU

@lovepas.

saya ulang lagi pertanyaan saya itu.

Silahkan, tolong, please, di jawab.

“JIKA KAMU MENJALANKAN PERINTAH YESUS DI MATIUS 15:11 ITU (JANGAN NGOMONG SEMBARANGAN)……

APAKAH AKAN ADA MANUSIA YANG TERSAKITI HATINYA”

Kedua,

“JIKA KAMU MENJALANKAN PERINTAH MUHAMMAD (POLIGAMI)….

APAKAH AKAN ADA MANUSIA YANG TERSAKITI HATINYA”

Silahkan.

salam
ps. yang esensi dong lovepass

Hi Hi Hi Cah Cah yang nggak esensi siapa coba :

Aku kan ngomong jelas tegas : Tidak setiap hal yang menyakitkan hati itu jelek dan Tidak setiap hal yang menyakitkan itu baik.

Lha itu sangat esensial , kalo memang itu salah silahken kamu habisi saja bangunan logikanya😀

“JIKA KAMU MENJALANKAN PERINTAH YESUS DI MATIUS 15:11 ITU (JANGAN NGOMONG SEMBARANGAN)…… —> Apa iya isinya sesederhana itu sih Cuma kamu kaitken dengan Jangan Omong Sembarangan. Nggak gitu juga cah. Perintah ini kan juga kompleks penafsirannya Ada yang mengaitkan dengan menghalalkan makanan haram barang.

Kamu survey saja ke tetanggamu yah : Pak, bu kalo ada makanan haram kemudian dihalalkan oleh seseorang, anda tersinggung apa nggak ??? Coba kamu cek sendiri realitanya yah, nggak usah kebanyakan tanya padaku. Kamu survey sendiri saja kamu hayati sendiri saja yah.

SALAM
GBU

Tidak setiap hal yang menyakitkan hati itu jelek dan Tidak setiap hal yang menyakitkan itu baik.

————————————-
Hi hi hi…

Lucu…

Begini ya LP.

Di dunia ini cuman ada dua : BAIK dan JELEK.

Kalau ngga baik maka itu termasuk JELEK

kalau ngga jelek maka itu termasuk BAIK.

Jelasnggak merampok rumah orang kaya lalu membagikan kepada fakir miskin.

Merampok itu JELEK. Biarpun akibatnya banyak fakir miskin yang bisa makan.

Lovepassword kawin lagi untuk yang ketiga kalinya karena janda sebelah rumah butuh kehangatan.

Itu baik bagi si janda, tapi jelek bagi istri terdahulu.

Ngerti..?

Semua ajaran yang menyakitkan hati manusia, adalah ajaran BATHIL.

Poligami TERBUKTI telah menyakiti hati manusia (buktinya ada, si Fietria,temannya yang pake jilbab itu, terus si teteh ninih istri AA gym)

Jadi, Poligami itu adalah ajaran BATHIL.

Gimana jika ada wanita yang pro poligami ?

Itu Irrelevant.

Karena ajaran agama yang berasal dari Tuh@n, tidak akan pernah mengakibatkan mereka yang melaksanakannya menjadi sakit hati.

Ngerti..?

semoga..

Aduh capek nih lama-lama.

@Suruh jawab ngga berani..

Gimana ini..

He he he

Takut ya..?

Sekarang kok Disangkutkan ke “makanan haram” sih..?

TInggal di jawab saja apakah akan ada yang tersakiti hatinya (seperti poligami menyakiti hati wanita terdahulu), jika KAMU menjalankan perintah Yesus di Matius 15:11 itu…?

Susah ya..?

Salam Gbu.

capek deh.

Apa iya isinya sesederhana itu sih Cuma kamu kaitken dengan Jangan Omong Sembarangan. Nggak gitu juga cah. Perintah ini kan juga kompleks penafsirannya Ada yang mengaitkan dengan menghalalkan makanan haram barang.

Kamu survey saja ke tetanggamu yah : Pak, bu kalo ada makanan haram kemudian dihalalkan oleh seseorang, anda tersinggung apa nggak ??? Coba kamu cek sendiri realitanya yah, nggak usah kebanyakan tanya padaku. Kamu survey sendiri saja kamu hayati sendiri saja yah.

————-

@lovepass.

Saya kutip lagi Matius 15:11

(11) Dengar dan camkanlah: bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang.

Kamu tanya sama pastor/pendeta terdekat di rumahmu.

Mereka pasti akan berkata sama dengan saya.

ESENSI atau POINT PENTING dari ayat itu adalah BUKAN mengenai “menghalalkan makanan” tetapi, mengenai (salah satunya) “Jagalah mulutmu sehingga kamu ngga ngomong sembarangan”

Jadi point pentingnya tuh bukan masalah “menghalalkan makanan”

Ngerti..?
.
..

Nanti disambungin apa lagi nih…?

Ngert

@lovepas.

saya ulang lagi pertanyaan saya itu.

Silahkan, tolong, please, di jawab.

“JIKA KAMU MENJALANKAN PERINTAH YESUS DI MATIUS 15:11 ITU (JANGAN NGOMONG SEMBARANGAN)……

APAKAH AKAN ADA MANUSIA YANG TERSAKITI HATINYA”

Kedua,

“JIKA KAMU MENJALANKAN PERINTAH MUHAMMAD (POLIGAMI)….

APAKAH AKAN ADA MANUSIA YANG TERSAKITI HATINYA”

Silahkan.

salam

@jelasnggak :

Sorri cah..aku nggak nyadar kalo kamu sudah nangkring lagi di sini dengan sukses. Hi Hi Hi. Soalnya aku asyik muter2 jadi nggak nyadar kalo kamu sudah njawab. Sorri disosor meri deh

Lho gini lho cah : Di dalam pelaksanaan suatu ajaran tentu lebih dulu ditafsirkan. Iya nggak cah ?

Lha apakah suatu pelaksanaan ajaran menyakitkan atau tidak menyakitkan juga terkait dengan penafsirannya.

Kalo kamu tanya padaku :

Jika Kamu menjalankan Perintah Yesus di Matius 15 : 11 , apakah ada manusia yang tersakiti hatinya ?

Ya seperti sudah kujawab : Tergantung bagaimana ayat itu ditafsirkan

Kalo ayat itu memang kamu tafsirkan bahwa Sebaliknya jangan ngomong sembarangan , tentu saja pinteran kamu bahwa sangat sedikit orang yang mengatakan bahwa implementasi jangan ngomong sembarangan itu menyakitkan hati

Tetapi cah, secara substansial ayat itu sudah menyakitkan hati pemuka agama Yahudi. Serta siapa juga yang bilang bahwa satu-satunya cara menafsirkan ayat seperti itu.

Yang menafsirkan bahwa omongan Yesus itu terkait dengan makanan juga banyak cah. Jadi kamu nggak bisa kebesaran gaya di sini. Kamu mau tak kuliahi lagi apa ? Hi Hi hi.

Lha terhadap cara menafsirkan yang kedua ini tentu lebih banyak manusia yang tidak setuju bahkan tersinggung.

Siapa saja yang tersinggung ? Ya pertama orang2 Yahudi pasti kan yah.

Itu bukan masalah disambungin apa lagi , atau tak karang sendiri – tetapi tafsir bahwa ayat yang kamu post terkait dengan halal/haram itu juga salah satu tafsir yang cukup keras gaungnya di dalam Kristen sendiri.

Coba kamu baca beberapa contohnya :

Bagaimana pandangan Yesus soal makanan halal-haram dibawah hukum Taurat? Mengenai soal makanan yang najis, Yesus mengajarkan bahwa:

“Bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang.” (Mat. 15:11; lihat ayat 1-20) — Sumber Ladangtuhan.com

Tentu saja memang kamu benar pada sisi bahwa tidak semua orang Kristen menafsirkan dengan cara seperti itu. Tetapi bahwa ada cukup banyak yang menafsirkan dengan model gicu. Karena aliran2 kristen sendiri memang ada yang tetap berpegang pada makanan halal/haram sesuai perjanjian lama. Katholik ROMa juga cenderung masih setuju kalo semua makanan halal. So nggak usah kebesaran gaya cah. I

Saya sudah mengintip forum Kristen, bantah2 an soal ini juga lumayan keras . Hi Hi Hi

Sekali lagi masalahnya ada pada tafsir. Lha jika kamu tanya padaku apakah ada manusia yang sakit hati terhadap ayat2 itu ? Atau secara lebih luas : Apakah ada seseorang atau lebih yang sakit hati terhadap ajaran Yesus .

Jawabanku : jelas ada, setidaknya pemuka agama Yahudi sakit hati , orang2 yang tidak setuju makanan haram dihalalkan, orang yang tidak senang adat istiadat di eliminasi , dan sebagainya.

Cukup jelas ?

Monggo cah kalo masih tanya lagi …

SALAM

Jawabanku : jelas ada, setidaknya pemuka agama Yahudi sakit hati , orang2 yang tidak setuju makanan haram dihalalkan, orang yang tidak senang adat istiadat di eliminasi , dan sebagainya.

Cukup jelas ?
—————————————-

Ampun deh..

sang pengajar harus di exlude-kan..

karena kalau tidak…

semua ajaran dari muhammad, budha, hindu (yang bentrok kepada penduduk setempat pada waktu di ajarkan) adalah ajaran bathil juga jadinya…

udah di bilangin.. eh.. masih ngga nyambung juga..

nanya lagi.. nanya lagi..

ahh.

CPD

Ajaran OWOH nys Muslim bisa juga menjadi ajaran bathil.

Karena perintah “Jangan makan babi” menyakiti hati kaum quraish pada waktu itu

ngerti..

susah banget yak..

Silahkan, tolong, please, di jawab.

“JIKA KAMU MENJALANKAN PERINTAH YESUS DI MATIUS 15:11 ITU (JANGAN NGOMONG SEMBARANGAN)……

APAKAH AKAN ADA MANUSIA YANG TERSAKITI HATINYA”

Kedua,

“JIKA KAMU MENJALANKAN PERINTAH MUHAMMAD (POLIGAMI)….

APAKAH AKAN ADA MANUSIA YANG TERSAKITI HATINYA”

salam

Pertanyaanmu sudah ada di atas dan sudah tak jawab di atas yah…Nggak perlu kamu ulang2. Hi Hi Hi

Ajaran OWOH nys Muslim bisa juga menjadi ajaran bathil.

Karena perintah “Jangan makan babi” menyakiti hati kaum quraish pada waktu itu

ngerti..

susah banget yak..

===>

Sorry ya cah, sejak awal yang ngomong setiap hal yang menyakiti hati pasti bathil itu kamu. Lha aku dalam posisi tidak sependapat.

Aku kan ngomong : Tidak setiap hal yang menyenangkan hati manusia itu baik begitu juga sebaliknya tidak setiap hal yang menyakitkan hati manusia itu pasti dianggap jelek.

Jadi aku nggak perlu urusan klaim kamu mau bener mau salah, apakah beneran Quraish sakit hati atau nggak yah aku nggak perlu urusan. Karena bagiku kan tidak setiap hal yang menyakitkan mesti selalu dianggap bathil. Yang bilang setiap yang menyakitkan bathil itu siapa ? Kamu kan , bukan aku. Jadi yah jangan malah kamu tanyakan logika antikmu itu ke aku dong.

Jadi kamu tidak bisa memproteskan itu ke aku. Lha wong yang membuat klaim definisi bathil yang neh itu kan kamu, sekarang malah kamu protesken ke aku. Hi Hi Hi. Gitu saja kok nggak mudeng-mudeng sih.

Masalah bentrok karena ajaran tidak disukai kemudian dianggap bathil dsb lagi2 itu kan justru kesimpulannya jadi aneh karena berdasarkan definisimu.

Lha kalo menurutku
Tidak setiap hal yang menyakitkan itu bathil , maka mau ada yang sakit hati atau tidak ya nggak perlu diurusin.

Nggak urusan juga pake acara mau diexclude atau nggak itu nggak ngaruh bagiku. Bagusnya sih tetap diexclude.

Dalam artian : Kalo ada ajaran yang sejak semula saat diajarkan menyakitkan hati seseorang lha implementasi lanjutannya ya secara logis saja tetap pasti ada manusia2 yang tidak senang dengan ajaran itu.

Tetapi kan aku sudah bilang, mau senang mau sedih mau sakit hati mau nggak itu nggak ada urusannya dengan kebathilan.

Makanya cah, aku kan sudah bilang bagusnya kamu minum Cerebrovit dulu. Kamu nggak nurut sih…

SALAM Cah
GBU

CPD.

==> Dalam ajarana agama (yang dari TuH@n)… setiap yang menyakitkan hati itu BATHIL..

Ngerti..

Ngomong banyak ngga nyambung..

Cp ahh….

(jurus ngeles yang bagus : “Cerita yang banyak.. biar lawan bicaranya bosan..😆 )

Gini lho cah, sadarilah selalu sejak awal. Kalo endingnya memang selalu kamu yang capek. Masalahnya adalah anak muda kecemplung sumur 16 kali ya tetap semangat. Hi Hi Hi . Tetapi tentu saja itu bagus. Orang kalo semangatnya besar kan setidaknya dengan semangat itu bisa menutupi ketidakmampuannya gicu kan yah ?🙂
Kalo capek ya istirahatlah dulu. Makan-makan pisang bakar kek. Sambil nonton Awas ada Sule.🙂 Lha elo nyamber saja kamu ulang2 lagi. Kalo kamu diem yah masakan aku mau ngomong sendiri. Hi Hi hi

Sudahlah sana kamu pijetan dulu.

See You cah
GBU

Sorri salah ketik : maksudku sang pengajar tetap di include , hi hi hi. Jika suatu ajaran saat diajarkan sudah ada seseorang yang sakit hati, yah rasanya cukup logis kalo kita berpikir bahwa kelak dalam implementasinya juga sangat mungkin juga ada manusia yang sakit hati . Tetapi sakit hati/tidak itu nggak ada urusannya dengan kebathilan.😀

Kalau di include kan….maka…itu berarti ajaran OWOH muslim itu bisa-bisa semuanya Bathil…

Karena pada saat di turunkan, banyak orang yang menolak..

Demikian juga dengan ajaran budha, ajaran hindu, ajaran yahudi,,.. dan ajaran-ajaran lain yang dahulunya (pada saat di turunkan pertama kali) ditolak….

Itu kalau sang pengajar tetap di include kan (seperti kata kamu itu)

ck..ck..ck.. pinternya..

Kamu kalo ngomong itu mbok ya jangan diulang-ulang tho mas, nggih ?

Kalo dinclude jadi bathil itu kan kalo saya nurut sama logika ajaib kamu bahwa setiap yang menyakitkan pasti bathil.

Setiap yang menyakitkan bathil , A menyakitkan jadi bathil. Lha itu kan kamu yang bilang.

Lha sepanjang saya nggak setuju dengan logika aneh kamu. Ya berarti itu belum tentu bathil.
Allah memberikan ajaran , ada yang sakit hati, Yah kalo dari logikamu bathil karena ada yang sakit hati. Tetapi yang ngomong kan kamu.

Allah memberikan gempa bumi, ada yang rumahnya ambruk, sakit hati, ya itu bathil dari perspektif kamu. Lha kalo menurutku kan sejak awal aku ngomong gini :

Tidak setiap yang menyenangkan itu baik. Begitu juga tidak setiap hal yang menyakitkan itu bathil.

Semuanya itu jadi berantakan karena logikamu. Jadi kekacauan logikamu itu jangan kau bebankan ke aku untuk menyelesaikannya. Jadi mau dinclude jadi kacau, kacaunya itu asal muasalnya karena logikamu yang kacau

Paham ya cah?

SALAM

Kamu kalo ngomong itu mbok ya jangan diulang-ulang tho mas, nggih ?
———————————————-

Ya karena kamu ngga ngerti-ngerti…

itulah makanya saya katakan Capek Deh berulang kali,,,,…….

Saya ngomong A,.. situ nyambungin ke F….

Saya berusaha menerangkan lewat B, kamu menclok ke X

.
.
.
Capek kan…?

Kalo dinclude jadi bathil itu kan kalo saya nurut sama logika ajaib kamu bahwa setiap yang menyakitkan pasti bathil.
__________________________________

No..

Itu kalau kamu menginclude kan sang pembawa ajaran…

Yesus kamu include kan…

Berarti OWOH juga bisa di include-kan..

Ngerti nggak..?

Oh iya memang oleh saja kamu include tapi kan saya sudah bilang bahwa tidak setiap yang menyakitkan itu bathil. So apa masalahnya cah ?

Kan sudah kubilang ini jadi bermasalah karena logika kamu ngawur.

Kalau di include, semua ajaran menjadi bathil…

itu masalahnya…

coba deh di runut lagi dari awal… pasti ngerti..

ck..ck..ck

(ini sengaja atau beneran ngga sadar sih ya..? )

Semua ajaran jadi bathil itu kalo aku setuju dengan definisimu. Kan aku nggak setuju .

Yang aku katakan sejak awal kan gini : Tidak setiap yang menyenangkan hati itu baik begitu juga tidak setiap yang menyakitkan hati itu bathil.

Mau siapapun atau apapun kamu include ya nggak ada pengaruhnya.

Mau siapapun atau apapun kamu include ya nggak ada pengaruhnya.
——————————

Ya jelas ada.

Karena kalau si pengajar kamu include, tentu saja OWOH juga harus di include-kan juga..

dengan demikian, semua ajaran OWOH adalah ajaran bathil… (karena ajaran itu banyak yang menolak pada saat di turunkan)

Mbulet lagi nih.. he he he..

biarin aja deh..

tinggal copy paste ..

Lho itu kan kalo aku setuju kalo ajaran yang ditolak pasti bathil ? Yang bilang pasti bathil kan kamu ? Lha aku tidak setuju gicu lho.

Kalau di include, semua ajaran menjadi bathil…

itu masalahnya…

hi hi hi.

coopy paste aja..

Mengapa kalo diinclude semua ajaran jadi bathil ?

wkakaka…

kok masih nanya …?

Jadi selama ini..

Bwa ha ha ha ha ha ha

Loe beneran kacao……!!

Kalo nggak bisa njawab mbok yah nggak usah sok ekspresip gitu dong cah..🙂

Kalau ketahuan ngga nyambung itu mBok ya ngga usah ngeles toooo

Cah..cah..

Jaann

Kamu bilang kalo diinclude semua jadi bathil. Aku tanya mengapa ? Pada bagian mana gak nyambungnya sih ?

jadi kamu itu beneran tho ngga sadar kalau kamu ngga nyambung selama ini…?

weleh-weleh…

Kasihan banget saya…

iya kamu betul banget jell. aku saja juga kasihan lho sama kamu.🙂

Aku mancari Tuhan….

Aku tertarik Jesus, namun melihat umatnya sering memparodikan Jesus buat lelucon “dalam film Superstar, dll”. Membuat aku sanksi terhadap Jesus. Apa itu dampak roh kudus yang merasuk dalam fisik manusia untuk menunjukkan ke-exist-annya agar menusia percaya Tuhan ada? Ataukah Tuhan itu tidak maha tahu apa akibatnya jika Ia berwujud?

Maka itu aku kembali kepada Islam. Kekuatan Tuhan sangatlah Maha Dasyat. Sehingga Ia tahu kalau Ia menampakkan diri, maka manusiapun tidak sanggup melawan kekuatannya. Maka itu Tuhan menciptakan malaikat sebagai perantara.

Kepercayaan seseorang memang tidak bisa dipaksakan, namun jika manusia itu menemukan mukjizat, kepercayaan sekuat apapun akan lenyap. Dan saya butuh mukjizat itu.

yeahh…yeah..

whatever…

Jangan lihat umatnya yang sering memparodikan itu mas, lihatlah umatnya yang memantulkan kasih-Nya. Yesus tetap selamanya tidak akan berobah oleh apapun.
Lihat JanjiNya yang akan menjemput umatNya yang setia.
Dia akan segera datang. Sudahkah anda sudah bersedia?

@Mas Dewo tercinta :

Hi Hi Hi, aku balesnya di sini saja soalnya yang diatas replynya kayaknya nggak mungkin dibales karena terlalu sempit kolomnya :

Emanuel Setio Dewo Says:
November 20, 2009 at 2:03 am

/#comment-1728

===>

Standard Ganda itu jelas bukan istilah yang tepat. Standard Ganda itu kan jika kamu memakai standard yang berbeda dalam mengadili menilai pihak lain dan pihakmu sendiri gicu kan yah.

Batu itu jika untuk membangun rumah kan bisa kita anggap positip , lha jika dipakai nimpuk kamu atau nimpuk siapa kek yah dianggap negatif.
Pisau itu juga bisa dipakai membunuh bisa dipakai memotong sayur buat makanan.

Memuji orang lain itu juga bisa saja dimaksudkan untuk kebaikan, bisa saja cuma jualan kecap padahal maksudnya mau nipu orang lain. Lha ini fakta yang bisa dilihat – bukan standard ganda

Ada dua sisi itu yang perlu dilihat secara utuh.
Intinya itu. Jadi yah ini nggak ada hubungannya dengan standard ganda dong karena secara faktual yah memang gitu.

Jawaban ini juga berlaku untuk murid TKku tercinta jelasnggak.

Elo nyamber saja jell. Hi Hi Hi. Ceritanya lagi gerilya yah : Ngumpet nongol ngumpet nongol kayak kapal selam. Bagus..bagus teruskan usahamu cah.

===========================================

Melihat secara utuh bagaimana ? Ya lihatlah dua sisi itu bersama-sama. Bahwa dalam tindakanmu itu bisa saja dianggap positip atau negatip , bukan semata2 hanya dilihat dari tindakan apa yang kamu lakukan, tetapi juga kaitannya dengan situasi saat kamu melakukan itu, motivasimu bener apa nggak, dan sebagainya. :

Kamu mengangkat orang tenggelam dalam air itu menyelamatkan : menyelamatkan kehidupan .

lha kamu mengangkat ikan dari dalam air itu membunuh : Menghilangkan kehidupan.

Yang kamu lakukan sama : Sama2 mengangkat sesuatu, tetapi karena situasi lain perspepsi hasilnya yah jadi lain.

Jadi misalnya saja mencangkul itu baik apa buruk ? Lha kalo yang dicangkul kebun tetangganya , nyolong ketela ya buruk. Jadi yang dilihat secara utuh itu gicu.

Dalam kasus poligami yah sama saja. Ada poligami yang membawa manfaat dan ada juga yang bisa anda lihat faktanya membawa mudarat.

Lha ini harus dilihat kasus demi kasus. Tidak bisa mengatakan seluruhnya jelek. Atau sebaliknya karena diasumsikan legal berarti harus dilakukan. Lha yang mengharuskan kan juga nggak ada.

Kalo kamu tahu kamu diabetes, kamu banyak2 makan gula itu geblek walaupun gula itu halal.

Penganut agama harus juga melihat sisi ini. Bukan cuma sekedar melihat bahwa gula itu halal maka berarti boleh dimakan, atau lebih parah lagi, makan gula dianggap harus.

Itu bukan masalah tafsir yang belum matang. apalagi kamu kaitkan dengan segala macam survey nasional. Karena sekali lagi ini urusan orang perorang.

Manfaat dan mudharat dalam hal ini lebih bersifat pribadi sifatnya sehingga harus disikapi secara pribadi pula.

Menurutmu kalo pelakunya adalah kamu , dan dia – dengan situasimu , itu baik atau tidak baik. Lha kalo kamu anggap baik yah nggak usah ngurusi orang lain. Lakukan saja. Kalo kamu anggap nggak baik, kamu juga nggak usah ngurusi orang lain. Jangan kamu lakukan.

Jadi tidak bisa digeneralisasi apalagi divoting barang.
Misalnya saja gini : Bagi sebagian besar orang kalo divoting, yah pada umumnya mereka nggak papa makan gula. Lha apakah itu berarti penderita diabetes juga harus dipaksa makan gula karena mereka kalah voting mengikuti suara mayoritas gitu ? Ya nggak lah.

Apa yang cocok bagi orang itu ya dipikirken sendiri. Yang nggak cocok yang nggak usah dilakukan. Ini kaitannya dengan urusan pribadi seseorang, lha tanggung jawabnya yah harus dipikirkan juga.

Dalam setiap peristiwa atau situasi selalu harus dipikirkan hal ini kan :

Misalnya saja kamu melakukan perbuatan yang diijinkan. OK, syarat pertama lewat. Lha diijinkan itu harus dielaborasi lebih lanjut , dipikirken kamu sendiri. Apakah perbuatan saya ini walaupun diijinkan akan membawa manfaat atau justru sebaliknya.

Lha pemikiran tersebut bisa saja berbeda antara orang perorang meskipun tindakannya sama, karena situasi dan kondisi yang dihadapi setiap orang tidak sama.

Ocreee…. ?

@Mas Dewo tercinta :

Prinsip dasar dalam hukum agama itu setidaknya harus melihat dua sisi ini secara komprehensip :

Pertama : Apakah dilarang atau diijinkan ? Halal atau haram dan sebagainya ?

Kedua : Apakah itu bermanfaat atau tidak bermanfaat ? Besar mana antara manfaatnya dibandingkan dengan mudaratnya ?

Bahkan andaikata seseorang menganggap bahwa tindakan A itu diijinkan , dia harus melihat lebih lanjut apakah tindakan itu berguna atau tidak. Sejauh mana tindakan itu membawa kebaikan dibandingkan dengan kejelekannya.

Contoh gampangnya : Kalo kamu tahu kamu kolestrol tinggi terus makan daging kambing banyak2 , yah kamu juga geblek walaupun sate kambing itu halal. Mengapa geblek ?Karena daging kambing itu membawa mudarat untuk kamu.

Lha sebaliknya kalo ada orang yang kurang gizi yang memang tidak masalah makan sate kambing banyak2 yah itu juga urusan dia.

SALAM

@Lovepassword,

Wah, bapak guru TK kita terkasih ini jawabannya panjang banget. Tapi daku bisa menarik kesimpulan dari jawaban Mas LP. Namun kali ini daku tidak ingin berpanjang-panjang dan perkenankanlah murid TK ini bertanya sekali lagi sama Mas LP tentang hal yang mendasar berkenaan dengan jawaban Mas LP yang panjang x lebar x tinggi tersebut.

Menurut Mas LP, Tuhan itu selalu baik atau apakah punya sisi mudharat juga? Selain sebagai Mahabaik, apakah Tuhan juga punya sisi bathil?

Mohon dijawab ya Mas? Ini pertanyaanku yang disarikan dari jawaban Mas LP yg panjang x lebar x tinggi.

Terima kasih.

Ha ha ha ha……

@mas Dewo..

dari duluuuuuuuuuuuuuuu sekali saya sudah coba katakan hal ini…

tapi kayaknya guru tk kita ini belum nyampe/nangkep…

makanya dia nulis PxLxT = universe masih diperdebatkan…

wakaka..

@LP.

Ajaran yang dari Tuh@n, hasilnya semua baik. (tidak ada mudharatnya)

Contoh ajaran dari Tuh@n:

” Berbuatlah jujur ”

Apakah kalau KITA melaksanakan ajaran ini, akan ada orang yang terkena mudharatnya…?

ngga ada.

bandingkan dengan poligami…

(seperti yang kamu katakan, poligami itu ada yang menghasilkan baik, ada juga yang menghasilkan MUDHARAT..–> nah ini dia…)

kan gitu..

Mudah-mudahan kali ini nangkep

salam

@jelasnggak murid TKku tercinta : Saya seneng lihat semangatmu jell. Biarpun kadang2 kamu jadi kaya uler kecepit daun pintu. Tetapi begitu kamu merasa punya backing cepet sekali semangatmu pulih. Hi Hi hi. Bagus..bagus..nggak percuma kamu kuangkat jadi muridku terkasih.
Teruskan perjuanganmu nak…🙂

@jelasnggak tercinta : Contoh ajaran dari Tuh@n:

” Berbuatlah jujur ” ===> Iya jell, tak kasih contoh lainnya Jangan membunuh, kemudian pada kesempatan lain Allah bangsa Israel menyuruh juga bangsa Israel berperang kepada bangsa lain bahkan mereka harus membunuh bukan cuma manusia bahkan sak binatang ternaknya harus dihabisken. Hi Hi hi

Cah..Cah…Lihatlah agama secara komprehensip nak. Saranku cuma itu saja.

Ajaran Yesus..

Yang adalah kasih.

Itu baru dari Tuh@n.

Karena kalau kita melaksanakan, ngga ada mudarat bagi semua orang dan diri kita..

Beda dengan ajaran poligami…

Itu ajaran dari syaituoon nirojyiimmilah…hi minazaituonirojyim

Jadi Allah yang disembang Bangsa Israel nggak Maha Kasih dong ?🙂

@lovep

Loh loh kok bawa2 tuhan saya??

sebenernya kitab injil itu penyempurna dari kitab taurat, dan kitab injil itu dikhususkan juga buat bangsa Israel. Jadi dengan lain kata Ajaran Yesus itu KHUSUS buat Bangsa Saya yaitu Israel.

Lalu mengapa orang2 yg bukan bangsa Israel ikut-ikutan ngaku2 pengikut ajaran Yesus?

Bagaimana kalo Yesus tau ya?

dari meng-gonggong masalah poligami..

eeeeeeeeeeeeeeeehhhhhhh……..

nyasar ke Alohnya bangsa israel…

ck..ck..ck..

bisa-an banget..

—————

jawaban saya: “nanti tak simpen dulu.. sekarang fokus dulu di poligami – kalau poligami sudah selesai…. baru bicara itu”

Oke..?

Simpen dulu…

he he he

Kamu nyangkutin poligami sama Yesus, kamu hubung-hubungken dengan kasih kan? Lha biar lebih meriah kuhubungken lagi sama cerita-cerita pendahuluannya. Gicu lho ceritanya. Hi Hi Hi.

Pa Kabar cah ?

@Mas JelasNggak,

Hihihi… iya tho? Kalau begitu kita coba belajar lagi lebih detail dari Mas LP.

Salam.

@Mas Dewo tercinta : Harus kuakui memang selalu enak yang bertanya daripada yang menjawab. Hi Hi Hi. Yang aku heran itu kamu kan ngaku punya guru TK sendiri. Tetapi kok yah senengnya tanya sama aku terus. Lha apa kamu juga mau nglamar jadi murid TKku jadi seperti si jelasnggak itu ? Kalo iya, yah apa boleh buat deh, kita kan harus selalu berbelas kasihan sama anak-anak. Lamaranmu kuterima tetapi bagusnya sih pake proposal dari orang tua. Tapi kalo orang tuamu nggak mau neken yah nggak papa sih.🙂

Kalo nggak, yah saranku sih kamu kan bisa tanya sama guru TKmu sendiri . Mendingan kenalin saja aku sama guru TKmu itu. Kali-kali saja kami bisa saling sharing saling curhat bagaimana mendidik generasi-generasi imut-imut harapan bangsa ini . Hi Hi Hi. Gimana ?

===============================================

Menurut Mas LP, Tuhan itu selalu baik atau apakah punya sisi mudharat juga? Selain sebagai Mahabaik, apakah Tuhan juga punya sisi bathil?

===> Whaduh Lha ini – ngaku masih anak TK kok yah ngasih pertanyaan sedemikian sulit. Yang sulit bukan pertanyaannya yang ini – tetapi lanjutannya …Hi hi Hi.

Kalo pertanyaan ini kujawab dan kamu terus-teruskan bertanya juga, saya nggak terlalu yakin bisa membuat kamu semakin paham atau malah aku yang garuk-garuk kepala.

Tetapi karena kamu bertanya sedemikian sopan , ( ihhh kamu imut banget deh) berbeda dengan murid TK jelasnggak yang terlalu ceria tetapi agak berandalan. Okelah… Saya berusaha ngomong sekalem mungkin , sebisa-bisa saya. Kalo saya nggak tahu akan saya tulis nggak tahu. Lagian tidak ada manusia di muka bumi ini, kalo ditanya terus pasti bisa menjawab terus.

Kalo kamu tanya apakah Tuhan itu baik ? Saya jawab setidaknya menurut saya baik.

Kalo pertanyaannya kamu teruskan menjadi masalah klasik teodise : Apakah dari yang baik bisa keluar turunan-turunannya yang jahat2. Jika Tuhan baik mengapa ada kejahatan dsb?

Jawabannya panjang. Hi Hi Hi. Dan jujur saya tidak yakin jawaban itu cukup memuaskan. Ini kalo kamu cukup pinter. Mengapa ? Lha profesor saja kutanya yah jawabannya muter-muter apalagi daku kan hi hi hi.
Ini tembakan klasik kepada agama, termasuk Islam tentu saja juga Kristen. Dan ada sisi dimana bila pertanyaan itu diterus-teruskan akhirnya umat beragama manapun akan ngomong : Itu hanya bisa dimengerti dalam iman.🙂

Tetapi kamu kan belum bertanya. Kali2 saja jawabanku masih bisa membuat kamu puas.🙂

Jawabanku : Bagiku Tuhan itu baik. Mudharat yang timbul itu ada dari sisi pilihan, sisi usaha, sisi kehendak bebas yang diberikan kepada manusia.

Salah satu ruang bagi manusia itu ya dalam memilih itu : Ada sisi dimana manusia harus mikir sendiri. Ini baik nggak buat saya. Sate kambing ini baik nggak buat saya karena saya darah tinggi, kolestrol tinggi ???

Ketika kambing itu ada, yah kambing itu baik-baik saja. Lha ketika ada manusia geblek sudah tahu kolestrol tinggi malah makan daging kambing banyak-banyak. Terus dia stroke . Lha jangan selalu Tuhan yang disalahken.

Terus kamu ngomong gini : Tuhan , saya stroke gara2 makan daging yang kau halalkan. Saya protes padaMu Tuhan. Mengapa daging penyebab stroke kok kamu ijinkan dimakan ???

Lha itu logika geblek . Lha sudah tahu darah tinggi, siapa juga yang maksa elo makan daging kambing. Hi Hi hi
Geblek-gebleknya situ. Nggragas-nggragasnya situ sendiri. Sudah tahu kolestrol malah nggragas kok Tuhan terus yang disalahin. Lha peranan kehendak bebas itu justru supaya kamu memilih dengan otak kamu yang jenius imut2 mana yang baik dan mana yang tidak. Lha kalo otak kamu sudah dikasih baik-baik tetapi tidak kamu gunakan ya jangan nyalahin yang ngasih otak kan .
Kira-kira sudut pandangnya gitu yah.

Dah sementara itu saja.

Kalo jawabanku kepanjangen perasaan rugi gw. Enak di engkau apes di aku lama-lama. Mana kamu tanyanya biar sopan , tetapi bikin aku garuk-garuk lagi. Hi hi hi

SALAM

@Mas Lovepassword,

Hallo Mas. Beneran nih mau tahu siapa guruku? Kebetulan guruku ini banyak mengajarkan hal-hal yang berbeda dengan Mas LP. Makanya mohon dimaklumkan jika daku banyak bertanya kepada Mas LP. Maklum, anak TK ini sering bingung jika dihadapkan kepada 2 pernyataan yang katanya kedua-duanya benar namun saling bertolak belakang.

@Mas LP:
Kalo kamu tanya apakah Tuhan itu baik ? Saya jawab setidaknya menurut saya baik.

Kok kelihatannya agak ragu menjawabnya Mas? Walau pun Mas nampaknya ragu, namun kita sepakat atas 1 hal, yaitu “TUHAN itu baik, bahkan Mahabaik.”

Nah, kemudian sisa jawaban Mas LP nampaknya harus saya skip karena tidak menjawab pertanyaanku. Karena kali ini daku bertanya tentang Ketuhanan itu sendiri, bukan manusia & implementasi dari hukum Tuhan.

Yuk kita balik lagi ke Ketuhanan…

Karena kita sepakat bahwa Tuhan itu Mahabaik, maka menurut Mas LP, apakah ada hukum atau wahyu dari Tuhan yang tidak baik? Apakah ada hukum atau wahyu dari Tuhan yang bathil?

Mohon dijawab ya Mas? Soalnya guruku punya pemikiran berbeda dengan Mas LP. Jadi daku harus rajin bertanya kepada Mas LP supaya bisa menambah wawasanku sekaligus wawasan pembaca.

Salam & terima kasih.

@Mas Dewo tercinta :

Beneran nih mau tahu siapa guruku? ===> Yah beneranlah masa bohongan. Coba kamu kenalkan sama aku guru TKmu itu itu. Kali-kali saja kami bisa asik ngobrol🙂

Saya nggak ragu-ragu aslinya sih. Yang saya ragu adalah apakah aku bisa membuat kamu mudeng apa nggak ? Hi Hi Hi.

===========================================
Karena kali ini daku bertanya tentang Ketuhanan itu sendiri, bukan manusia & implementasi dari hukum Tuhan. ===> Kalo kamu tanya baik/buruk yang kamu tanyakan itu otomatis menyangkut manusia. Karena baik dan buruk yang kamu katakan itu kan baik buruk dari perspektif manusia

=============================================

Karena kita sepakat bahwa Tuhan itu Mahabaik, maka menurut Mas LP, apakah ada hukum atau wahyu dari Tuhan yang tidak baik? Apakah ada hukum atau wahyu dari Tuhan yang bathil?
===> Menurutku sih Tidak ada.

Sekali lagi kamu harus melihat inti dari dua pernyataanku di atas : Ketika sesuatu itu diijinkan tidak berarti sesuatu harus dilaksanakan. Lha jika sesuatu itu diijinkan step selanjutnya : Pikirken sendiri baik buruknya lalu lakukan. Itulah gunanya pilihan untuk manusia. Itulah gunanya kehendak bebas.

Dari sisi manusia, menurutku kehendak bebas itu baik meskipun dampaknya bisa buruk. Implementasi akibat kehendak bebas itu sendiri , akibat adanya pilihan itu memang bisa buruk. Tetapi adanya pilihan itu sendiri dari sisi manusia saya rasa baik-baik saja. Itu alternatif paling baik dibandingkan alternatif lain yang bisa saya pikirkan.

Korelasinya kan kamu mau ngomong gini : Lha kalo asalnya baik mengapa kemudian ada yang hasilnya tidak baik ?
Jawabanku ya itu : Tidak selalu yang dijinkan itu harus ditelan mentah-mentah. Harus berarti dilaksanakan. Karena namanya diijinkan yah diijinkan. Di situlah letak kebebasan manusia diimplementasikan. Sesuatu yang diijinkan sesuatu yang halal itu tetap harus dinalar lagi besar mana antara manfaatnya dan mudaratnya. Jelas ???

Next ?

SALAM

@Mas Lovepassword,

Hallo Mas LP, rupanya kita hari minggu ini sempat berdiskusi dengan asyik.

Yah beneranlah masa bohongan. Coba kamu kenalkan sama aku guru TKmu itu itu. Kali-kali saja kami bisa asik ngobrol🙂

Guruku adalah Yesus Kristus. Mas LP boleh kok ngobrol dengan Yesus. Mengenai caranya, kita bahas lain kesempatan ya? Hehehe…

Saya nggak ragu-ragu aslinya sih. Yang saya ragu adalah apakah aku bisa membuat kamu mudeng apa nggak ? Hi Hi Hi.

Asli, aku nangkepnya kamu sangat ragu-ragu. Demikian pula dengan jawaban-jawaban kamu tentang Ketuhanan di paragraf selanjutnya.

Kalo kamu tanya baik/buruk yang kamu tanyakan itu otomatis menyangkut manusia. Karena baik dan buruk yang kamu katakan itu kan baik buruk dari perspektif manusia

Nah, inilah salah satu keraguan kamu. Di sini kamu ragu untuk berdiskusi lebih lanjut tentang Ketuhanan. Malah kamu membawanya ke ranah perspektif manusiawi.

Tentu Mas LP benar adanya bahwa kita adalah manusia sehingga punya perspektif manusiawi. Namun karena Mas LP memiliki suatu agama yang sangat diyakini, tentu agama tersebut mengajarkan Mas LP tentang Ketuhanan. Seharusnya dari sinilah kita membahasnya lebih lanjut.

Karena kita sepakat bahwa Tuhan itu Mahabaik, maka menurut Mas LP, apakah ada hukum atau wahyu dari Tuhan yang tidak baik? Apakah ada hukum atau wahyu dari Tuhan yang bathil?
===> Menurutku sih Tidak ada.

Nah, keraguan ini juga masih muncul. Jawaban Mas LP selanjutnya akan kujawab saja sebagai rangkuman ya?

1. Mas LP nampak ragu ketika menjawab apakah hukum atau wahyu dari Tuhan itu ada yang tidak baik atau bahkan ada yang bathil. Semoga Mas LP kelak dapat menjawabnya dengan lebih tegas lagi.

Poin 1 inilah yang hendak dibahas oleh Mas JelasNggak. Menurut agama & keyakinan mas JelasNggak, seharusnya Tuhan itu tidak mungkin membuat suatu hukum atau wahyu atau ayat yang menerbitkan ketidakbaikan atau kebathilan. Dan lebih lanjut Mas JelasNggak menyebutkan bahwa jika suatu hukum atau wahyu atau ayat itu mengakibatkan ketidakbaikan atau kebathilan, maka Mas JelasNggak mempertanyakan keabsahan dari hukum tersebut. Memang agak keras jika Mas JelasNggak menyebutkan bahwa itu adalah ayat-ayat setan dsb. Mohon dimaafkan jika Mas JelasNggak berkata sekasar itu.

2. Dalam implementasinya, karena Tuhan “mengijinkan”, maka manusia bisa memutuskan untuk melakukannya atau pun tidak. Lantas realitanya bisa menjadi baik, buruk atau sangat buruk. Seperti analogi Mas LP: Apalagi jika terlalu banyak makan kambing sehingga jadi sakit, maka orang tersebut geblek adanya.

Menanggapi hal ini, sehubungan dengan topik yang sedang kita bahas, yaitu “poligami”, menurutku berarti ada yang salah dengan tuhannya. Daku menangkap bahwa Tuhan dalam posisi yang tidak berwibawa karena menyerahkan keputusan penting ini kepada manusia yang setahuku sangat dipengaruhi oleh aspek ego-nya. Apalagi ini masalah yang mempengaruhi hubungan antar manusia dan bisa berakibat kapling di surga batal diberikan kepada manusia tersebut. Seperti kita pahami bahwa poligami ini seringkali menyakiti hati istri terdahulunya dan juga keluarganya.

Kalau kesepakatan kita yang pertama, yaitu bahwa “Tuhan itu Mahabaik” ditaati, maka seharusnya kita sepaham bahwa Tuhan tidak pernah mengabaikan hati orang lain yang bakal tersakiti demi seorang suami yang terlalu ingin mengawini wanita lain. Apalagi jika orang lain yang disakiti itu adalah manusia yang baik hatinya. Hiks…

Salam

@Mas Dewo tercinta : Hi Hi Hi. Jadi kamu itu mengaku kamu pernah diangkat murid sama Yesus yah? Yesus yang terkenal itu kan ?🙂 Apa buktinya sih kalo kamu pernah diangkat murid sama Yesus. jangan-jangan kamu cuma ngaku-ngaku saja.🙂

Kalo jelasnggak kan yah jelas. Dia diakui sebagai murid sama guru TKnya ini.

Lha kalo kamu? Jangan-jangan nggak ada yang ngakui kamu jadi murid cuma kamu ngaku-ngaku saja. Paling banter kamu ini seperti Bambang Ekalaya yang penuh semangat. Tahu kisah wayang Ekalaya dan Arjuna , Mas Dewo ?🙂

==============================================

Hi Hi Hi. Saya ini bukan manusia sok tahu. Meskipun harus diakui kadang2 sok tahu. Posisi saya adalah pengamat agama. Berusaha menuliskan apa yang saya tahu soal agama. Berusaha meluruskan persepsi yang menurut saya agak gimana gitu yah? Lha karena saya berdiskusi soal beginian itu cukup lama, jadi saya nyadar betul bahwa pihak yang kebesaran gaya dimuka itu selalu endingnya apes. Hi Hi Hi. Lha jelas lebih enak yang bertanya daripada yang menjawab. Cuma itu saja.
Kalo kamu nggak percaya dengan ini. Posisinya bisa dibalik sebentar. bagaimana kalo saya yang bertanya. Kamu bagian yang menjawab. Pasti lumayan bikin capek🙂. Masalahnya sebelum menjawab pertanyaanmu aku juga jelas perlu mikir dulu. Apa yang terkandung dari pertanyaanmu itu. Pertanyaan lanjutannya kira2 apa?🙂 itu juga perlu dipikir sebelum aku menjawab.

=============================================

Kalau kesepakatan kita yang pertama, yaitu bahwa “Tuhan itu Mahabaik” ditaati, maka seharusnya kita sepaham bahwa Tuhan tidak pernah mengabaikan hati orang lain yang bakal tersakiti demi seorang suami yang terlalu ingin mengawini wanita lain.
===> Lha yang bilang mengabaikan itu kan kamu. Hi Hi Hi.

Gini yah menurutku sih berdasarkan hasil analisa berbagai pendapat, buku-buku agama, blog2 agama dsb : Poligami tentu saja yang dimaksud adalah poligami saat ini adalah topik yang memang cukup debatable bahkan di dalam Islam itu sendiri. Sebagian mengatakan boleh dengan dasar ada ayat yang mengijinkan beristri sampai maksimal empat. Sebagian mengatakan tidak boleh dengan dasar bahwa syaratnya adalah berlaku adil. Padahal juga tertulis bahwa rasanya sulit untuk berlaku adil. Perdebatannya : Kalo memang tidak boleh mengapa harus ditulis atau kemudian ayat A dianggap membatalkan ayat B dan sebagainya. Ada perdebatan seperti itu. Kalo diikuti yah panjang lengkap dengan argumentasi masing-masing.

Lha dalam pandangan saya sendiri yang jelas bukan pakar agama, cuma manusia iseng yang mengamati dinamika agama :
Melakukan Poligami atau tidak itu setidaknya yah harus melewati standar dua aspek itu :

Yang Pertama : Itu kamu anggap halal apa nggak ? Jika memang kamu anggap halal. Oke, ada banyak tafsir soal ini. Menghalalkan poligami itu juga dilakukan banyak ulama kan yah? Jadi bener salahnya tidak perlu diributkan.

Kedua : kalaupun itu halal, besar mana manfaatnya daripada mudaratnya dengan kondisimu, dengan situasimu, dengan kondisi pasanganmu, dsb. Syaratnya terpenuhi atau nggak ?
Besar mana manfaatnya dibandingkan mudaratnya ? Secara objketif menurutmu besar manfaatnya. yah lakukan saja nggak usah ngurusin orang lain. Lha sebaliknya kalo menurutmu : kayaknya berat yah. Biar saja orang lain berpoligami tetapi keluarga saya jelas nggak mungkin . Besar mudaratnya soalnya. Yah jangan kamu lakukan walaupun mungkin diluar sana kamu diiming-imingi masuk surga oleh klub-klub pendukung poligami yang nggak beres itu. Intinya tuh itu : Kamu punya otak kan yah ? Lha tujuan kamu diberi otak itu untuk apa ? untuk memilih . mana yang kamu anggap baik lakukan. Jika kamu anggap lebih banyak jeleknya ya jangan kamu lakukan.

Dimana kesalahan Tuhan dalam hal ini ? Ya nggak ada. Karena Tuhan memberi otak untuk kamu itu untuk kamu mikir. Lha kalo kamu geblek milih yang salah yang membawa mudarat untuk kamu dan keluarga kamu, ya geblek-gebleknya kamu sendiri.
==============================================
Kalau kesepakatan kita yang pertama, yaitu bahwa “Tuhan itu Mahabaik” ditaati, maka seharusnya kita sepaham bahwa Tuhan tidak pernah mengabaikan hati orang lain yang bakal tersakiti demi seorang suami yang terlalu ingin mengawini wanita lain.

===> Logikanya bukan seperti itu : Ketika sesuatu itu diijinkan sebenarnya tersimpan tanggung jawab di dalam pilihan itu.

Tuhan tidak bisa disalahkan meskipun anggap saja kamu stroke karena makan daging kambing banyak-banyak dengan alasan daging kambing itu halal.

Mengapa ? karena masing2 manusia itu yah perlu mikir selain sisi legalitas juga sisi manfaat.

Kalo tahu kamu darah tinggi yah jangan makan daging kambing meskipun itu halal. Bukan lalu karena temanmu yang kebetulan sehat makan daging kambing terus kamu iri. Dengan dalih halal kamu kemudian ikut-ikutan makan. Yah nggak gitu dong. Itu kamu geblek.

Jadi dari sisi ini : Kalo ada pelaku poligami yang menyebabkan mudarat bagi keluarganya yah yang geblek ya pelakunya. Sudah mikir, sudah membandingkan manfaat dan mudaratnya apa belum ? Lha namanya manfaat dan mudarat itu tentu saja harus dinilai dengan objektif oleh diri sendiri sesuai situasi masing2 yang mereka hadapi.

SALAM

@Mas Lovepassword,

Hallo lagi Mas LP.
Daku kok merasa Mas LP sudah agak emosi dan sinis. Mohon maaf jika pertanyaan2ku terdahulu membuat Mas LP jadi emosi atau tersinggung atau bahkan tersudut. Namun dalam diskusi memang seringkali menjadi seperti itu. Tinggal bagaimana kita menyikapinya. Jadi kalau bisa cooling down dulu.

Jadi kali ini daku menanggapinya berusaha untuk membuat Mas LP tidak tersudut. Dan sebisa mungkin berikutnya tidak terlalu menuntut Mas LP. Kecuali kalau Mas LP sudah kembali adem dan damai. Oke?

@Mas Dewo tercinta : Hi Hi Hi. Jadi kamu itu mengaku kamu pernah diangkat murid sama Yesus yah? Yesus yang terkenal itu kan ?🙂 Apa buktinya sih kalo kamu pernah diangkat murid sama Yesus. jangan-jangan kamu cuma ngaku-ngaku saja.🙂

Ada kok ayatnya. Namun karena kali ini bahasannya tidak mengenai Yesus Kristus dan Alkitab, maka Alkitab-nya dikantongi dulu ya? Lain waktu kita bahas lebih lanjut mengani hal ini.

Kalo kamu nggak percaya dengan ini. Posisinya bisa dibalik sebentar. bagaimana kalo saya yang bertanya. Kamu bagian yang menjawab. Pasti lumayan bikin capek🙂 . Masalahnya sebelum menjawab pertanyaanmu aku juga jelas perlu mikir dulu. Apa yang terkandung dari pertanyaanmu itu. Pertanyaan lanjutannya kira2 apa?🙂 itu juga perlu dipikir sebelum aku menjawab.

Pasti! Daku setuju banget dan tidak memungkirinya! Namun untuk kali ini tidak usah dibalik dulu. Selain karena topiknya tentang poligami, juga karena muslim menganggap bahwa Alkitab itu sudah ternoda dan bahkan diklaim palsu. Jadi untuk sementara, dalam kasus ini, Alkitabnya kita simpan dulu.

Kalau kesepakatan kita yang pertama, yaitu bahwa “Tuhan itu Mahabaik” ditaati, maka seharusnya kita sepaham bahwa Tuhan tidak pernah mengabaikan hati orang lain yang bakal tersakiti demi seorang suami yang terlalu ingin mengawini wanita lain.
===> Lha yang bilang mengabaikan itu kan kamu. Hi Hi Hi.

Oh, itu karena daku menangkap kesannya begitu. Mungkin Mas LP bisa membuktikan bahwa ternyata Tuhan tidak mengabaikan hati orang lain? Namun supaya tidak membuat capek, pertanyaan ini tidak usah dijawablah. Disimpan dulu saja.

Yang Pertama : Itu kamu anggap halal apa nggak ? Jika memang kamu anggap halal. Oke, ada banyak tafsir soal ini. Menghalalkan poligami itu juga dilakukan banyak ulama kan yah? Jadi bener salahnya tidak perlu diributkan.

Jadi halal dan haram itu yang menentukan adalah manusia ya? Ehm, pertanyaanku rada menyudutkan rupanya. Ya sudah, tidak perlu dijawab dulu.

Kedua : kalaupun itu halal, besar mana manfaatnya daripada mudaratnya dengan kondisimu, dengan situasimu, dengan kondisi pasanganmu, dsb. Syaratnya terpenuhi atau nggak ?

Jika halal dan haram itu manusia yang menentukan, maka memang bisa terjadi sesuatu yang halal itu membawa mudharat. Namun kalau kita sepakat bahwa “Tuhan itu Mahabaik”, mungkin akan berbeda ceritanya. Hem… daku tidak usah bertanya mengenai hal ini dulu deh. Lagi-lagi kita simpan dulu pertanyaannya. Hehehe…

Dimana kesalahan Tuhan dalam hal ini ? Ya nggak ada. Karena Tuhan memberi otak untuk kamu itu untuk kamu mikir. Lha kalo kamu geblek milih yang salah yang membawa mudarat untuk kamu dan keluarga kamu, ya geblek-gebleknya kamu sendiri.

Waduh, ini pernyataan dari Mas LP yang sangat berat bagi otakku yang kecil ini. Maklumlah, masih anak TK, mikirnya tidak bisa yang berat-berat.

Namun menurut otak TK-ku ini, jika Tuhan memberikan wahyu atau hukum, biasanya bener dan tidak pernah salah, bahkan jika dilakukan oleh anak TK sekali pun. Tapi ini pendapat anak TK loh. Pasti berbeda dengan guru TK Mas LP.

===> Logikanya bukan seperti itu : Ketika sesuatu itu diijinkan sebenarnya tersimpan tanggung jawab di dalam pilihan itu.

Wah ini sih daku setuju sampai jungkir balik. Tapi yang daku pertanyakan sebelumnya adalah tentang kewibawaan Tuhan. Mungkinkah Tuhan menurunkan ayat atau wahyu penting yang berlaku bagi seluruh umatnya namun menyerahkan keputusan implementasi ayat tersebut kepada umat-Nya?

Daku takutnya Tuhan malah disalah-salahin gara-gara ayat/hukumnya membawa keburukan bagi orang lain. Eh maaf, bukan maksudku untuk menyudutkan loh ya?

Jadi dari sisi ini : Kalo ada pelaku poligami yang menyebabkan mudarat bagi keluarganya yah yang geblek ya pelakunya. Sudah mikir, sudah membandingkan manfaat dan mudaratnya apa belum ? Lha namanya manfaat dan mudarat itu tentu saja harus dinilai dengan objektif oleh diri sendiri sesuai situasi masing2 yang mereka hadapi.

Nah ini yang terkait dengan komen-ku sebelumnya. Si pelaku poligami akan selalu bertameng kepada ayat-ayat pendukung tersebut. Malahan sekarang banyak yang membuat pembenaran berlebihan berdasarkan ayat2 tersebut.

Wah rupanya sudah terlalu panjang diskusi kita. Nampaknya diskusi ini sudah membuat Mas LP tidak nyaman. Jadi mungkin kita perlu rehat dulu beberapa waktu. Atau jika Mas LP sudah tidak berkenan menjawabnya, ya tidak mengapa. Apalagi Mas LP tidak mendapat dukungan atau bantuan jawaban dari teman-teman yang lain. Jadi rasanya kurang fair ya? Soalnya daku banyak mendapat bantuan & dukungan dari Mas JelasNggak.

Mohon maaf jika pertanyaan & pernyataanku membuat Mas LP tersinggung, tersudut atau membuat Mas LP capek. Terima kasih atas diskusi yang menarik ini.

Salam.

Saya sinis yah ? Nggaklah. Dari dulu sampe sekarang ya gayaku sudah gitu. Kalo emang ada tersinggung yah sorri. Hidup saya bukan untuk ngurusi apakah orang lain tersingung atau nggak. Piss …

Tentu saja silahkan pembahasan kamu simpan dulu. Itu silahkan saja . Suka-suka kamulah. Hanya saja saya ingatkan kamu : Janganlah ketidak PD an itu menghambat kamu gitu lho yah🙂

Jika halal haram itu manusia yang menentukan ? Yah bukan manusia yang menentukan dong Mas. Yang menentukan itu kalo sudut pandang agama ya pasti Tuhan. Lha manusia itu menafsirkan . Lha dalam hal menafsirkan bisa saja sesama manusia berbeda pendapat gitu lho.

Contohnya misalnya saja nih yah :
Bolehkan orang Kristen jadi tentara ? Ada pakar yang bilang boleh ada yang bilang tidak boleh . Ada teori just war ada teori pacifisme .

Lha masing2 dari mereka yah mengklaim dasarnya juga hukum agama. Tetapi penafsirkan mereka berbeda terhadap hukum agama itu. Paham Mister ?

Mungkinkah Tuhan menurunkan ayat atau wahyu penting yang berlaku bagi seluruh umatnya namun menyerahkan keputusan implementasi ayat tersebut kepada umat-Nya? ===> Kayaknya kamu jarang baca Alkitab deh yah . Hi Hi Hi . Untuk seseorang yang mengaku Yesus adalah guru TKnya kamu itu lumayan kebangeten.

Konsepnya itu gampang aslinya : Tidak setiap yang halal itu berguna. Kalo kamu nggak mudeng kamu boleh tanyakan sama pastur atau sama pendeta deh ya. Hi Hi Hi. Ketik di google juga boleh. Karena google kan emang lebih pinter dari kebanyakan orang yang dianggap tokoh kan yah ?

Apakah setiap hal yang diijinkan itu membawa kebaikan ? Yah kalo semuanya gitu Tuhan tidak perlu ngasih otak kepada kamu. Lha tujuan adanya otak itu agar manusia berpikir. OK, ini boleh lha di dalam boleh itu ada tanggung jawab. Terus kamu mikir lagi : Dengan posisi saya, sikon saya lebih besar mana antara manfaatnya dibandingkan mudaratnya. Lha setelah kamu pikirkan itu, yah kamu lakukan apa yang menurut kamu baik. Jika manfaatnya lebih besar lakukanlah. Jika mudaratnya yang lebih besar yah jangan lakukan.

Kan sudah kukasih contoh : Kalo daging kambing itu halal bukan berarti orang yang kolestrol tinggi harus makan daging kambing. Pikirkanlah sendiri dengan bijaksana.

Kamu mendapat dukungan jelasnggak ? jelasnggak itu paling kucium ubun-ubunnya juga pasti menangis terharu. Tul nggak jell ?🙂

SALAM

Gini yah kutanya dikit saja padamu : APakah sesuatu yang halal atau sesuatu yang diijinkan itu pasti berguna dan harus dilakukan oleh semua orang dengan semua kondisi ?

@Mas Lovepassword,

Hallo, rupanya Mas LP sangat cepat dalam menjawab.

Hidup saya bukan untuk ngurusi apakah orang lain tersingung atau nggak. Piss …

Nah itu dia… Seperti kurang empati gitu ya?

Tentu saja silahkan pembahasan kamu simpan dulu. Itu silahkan saja . Suka-suka kamulah. Hanya saja saya ingatkan kamu : Janganlah ketidak PD an itu menghambat kamu gitu lho yah🙂

Sebenarnya bukan daku ngga PD. Namun daku ingin mencoba berempati terhadap perasaannya Mas LP. Kalau sedang tidak mood ya tidak usah dipaksa. Toh malah jadi sinis & hasil diskusi kita malah tidak positif. Jadi bukan menghambat, tetapi menahan diri. Hehehe…

Yah bukan manusia yang menentukan dong Mas.

Nah ini nampaknya harus daku bandingkan dengan pernyataan Mas LP sebelumnya. Coba kucuplikkan sekali lagi pernyataan Mas LP sebelumnya:

Yang Pertama : Itu kamu anggap halal apa nggak ? Jika memang kamu anggap halal. Oke, ada banyak tafsir soal ini. Menghalalkan poligami itu juga dilakukan banyak ulama kan yah? Jadi bener salahnya tidak perlu diributkan.

Nah kan, daku jadi bingung, siapa yang menentukan halal-haram. Termasuk ribut-ribut film 2012 yang diharamkan itu.

Lha dalam hal menafsirkan bisa saja sesama manusia berbeda pendapat gitu lho.

Hem… kayaknya sudah 1600 tahun lebih tapi masih berbeda tafsir ya?

Bolehkan orang Kristen jadi tentara ? Ada pakar yang bilang boleh ada yang bilang tidak boleh . Ada teori just war ada teori pacifisme .

Wah, ini sebaiknya disimpen dulu. Soalnya daku kan sedang menyimpan Alkitab dalam rangka menggali informasi & berdiskusi dengan Mas LP. Kalau dibandingkan dengan Alkitab tentu akan beda platform. Bisa-bisa ngga nyambung.

===> Kayaknya kamu jarang baca Alkitab deh yah . Hi Hi Hi . Untuk seseorang yang mengaku Yesus adalah guru TKnya kamu itu lumayan kebangeten.

Kan sudah daku bilang, daku sedang mencoba memahami Mas LP & ajaran agamanya. Jadi kita biarkan dulu Yesus Kristus beristirahat. Hehehe…

Konsepnya itu gampang aslinya : Tidak setiap yang halal itu berguna. Kalo kamu nggak mudeng kamu boleh tanyakan sama pastur atau sama pendeta deh ya. Hi Hi Hi. Ketik di google juga boleh. Karena google kan emang lebih pinter dari kebanyakan orang yang dianggap tokoh kan yah ?

Kalau dibalik berarti bisa begini ya: “tidak setiap yang haram itu tidak berguna” atau “tidak setiap yang haram itu berguna.”

Asli, jadi tidak gampang lagi!

Apakah setiap hal yang diijinkan itu membawa kebaikan ? Yah kalo semuanya gitu Tuhan tidak perlu ngasih otak kepada kamu. Lha tujuan adanya otak itu agar manusia berpikir. OK, ini boleh lha di dalam boleh itu ada tanggung jawab. Terus kamu mikir lagi : Dengan posisi saya, sikon saya lebih besar mana antara manfaatnya dibandingkan mudaratnya. Lha setelah kamu pikirkan itu, yah kamu lakukan apa yang menurut kamu baik. Jika manfaatnya lebih besar lakukanlah. Jika mudaratnya yang lebih besar yah jangan lakukan.

Kesimpulannya: Yang dihalalkan belum tentu membawa kebaikan. Untuk menerapkannya perlu pemikiran keras (tentu dengan otak yang sudah diberikan Tuhan) dari penganutnya karena bisa saja membawa kemudharatan. Lebih lanjut, keputusan ini mengandung tanggung jawab yang besar dari umatnya.

Kalau kita menyimpulkan lebih jauh bisa berarti: apa yang dihalalkan bisa membawa kemudharatan sehingga manusia yang menerapkan kehalalan ini akan dituntut pertanggungjawabannya kelak saat dia meninggal.

Kalau disimpulkan lebih jauh lagi bisa berarti: manusia yang menerapkan sesuatu yang halal belum tentu masuk surga.

Waduh, kok daku menyimpulkannya jadi kejauhan gitu ya? Tapi kalau kita bicara agama, memang bahasannya kan sampai surga & neraka ya? Hehehe…

Peace…

@Mas Lovepassword,

Wah, balik ditanya nih ceritanya.

Gini yah kutanya dikit saja padamu : APakah sesuatu yang halal atau sesuatu yang diijinkan itu pasti berguna dan harus dilakukan oleh semua orang dengan semua kondisi ?

Kujawab satu2 ya?

1) Apakah sesuatu yg halal atau yang diijinkan itu pasti berguna? Sudah pasti! Kalau Tuhan yang bersabda tentang ijin ini, pasti itu adalah sesuatu yang sangat berguna bagi manusia.

Tentu berbeda dengan ijin dari manusia yang seringkali tidak ada manfaatnya sama sekali. Bahkan lebih banyak yg membawa kemudharatan.

2) Apakah harus dilakukan oleh semua orang dengan semua kondisi? Kalau namanya ijin pasti bisa dilakukan dan bisa pula tidak. Dan berlakunya tidak untuk semua orang dengan semua kondisi. Ijin ini tentu hanya berlaku bagi umatnya saja.

Prinsipnya begini: kalau seseorang ingin melakukan sesuatu di luar kebiasaan, maka sebelum melakukannya perlu minta ijin kepada pihak lain yang otoritasnya lebih tinggi. Namun karena ijin ini sudah tertulis dan menjadi hak (alias hak akses) untuk melakukannya, ya langsung saja dilakukan. Toh ijinnya sudah dikantongi. Ya tho?

Tapi ini jawaban anak TK loh ya? Ini bukan jawaban dari Guru-ku Yesus Kristus. Kan daku sedang mencoba memahami ajaran Mas LP. Lagi pula ajarannya beda banget sih. Jadi jawabanku ini adalah jawaban pribadi seorang anak TK.

Salam.

Salah satu kelebihanmu itu kalo kamu bertanya terus tetapi tidak pernah menjawab. Soalnya kalo kamu menjawab : sekali menjawab sekali salah🙂
Bagusnya kamu cukup jujur mengatakan ini bukan jawaban dari Yesus, yang kamu akui guru TKmu itu. Ini jawaban dari anak TK. Harus kuakui pernyataanmu yang terakhir ini benar🙂

Jawabanmu ini kalo diajukan kepada ustad, yah bakal nggak lolos. Diajukan ke pendeta yah pasti ditolak. Diajukan ke pastur yah sama saja. Nggak bakal diterima. Tentu saja yang saya maksud itu pendeta beneran yah. Bukan bintang sinetron cakep imut2 dengan tujuan menarik massa kemudian dengan mudahnya mendadak jadi pengajar agama🙂

YANG Bener itu gini yah mas yah : Tidak selalu yang halal itu berguna.
Karenanya harus selalu dilihat antara seberapa besar manfaatnya dibandingkan kejelekannya.

Aslinya tidak perlu jadi anak TK untuk memahami ini. Apalagi sudah kuberikan contoh-contohnya.

Saranku sih : Ada baiknya kamu mengikuti Pendalaman Alkitab. Mengapa ? Karena kalo pengetahuanmu mengenai Alkitab saja lemah. Dan kamu mencoba membuat perbandingan agama, yang timbul adalah serangkaian kekacauan. Akan timbul banyak salah persepsi dari kamu kepada agama2 lain maupun dari umat agama2 lain terhadap agamamu. Gicu yah.

Kalo kamu sungguh tidak paham dengan pernyataanku ini, kamu bisa minta bantuan jelasnggak atau cosmisboy. Mudah-mudahan mereka mau membantu membetulkan. Tetapi bisa saja mereka memilih melindungi ego masing2🙂

Atau gini saja deh Biar kamu paham apa maksudku : Kamu masuk forum Kristen entah Protestan atau Katholik juga boleh, lalu tanyakanlah :

Apakah sesuatu yang halal itu pasti selalu berguna ???

Nantikan jawaban mereka.

See You Mister.

SALAM
GBU

@Lovepassword,

Lho? Daku tetap menjawab kok. Cuma memang tidak semua. Kalau masih dalam topik pasti kujawab. Namun kalau pertanyaannya melebar kemana-mana ya pasti ku-skip.

Oh iya, itu memang murni jawabanku kok. Soalnya kalau Yesus Kristus yang njawab pasti bener.

YANG Bener itu gini yah mas yah : Tidak selalu yang halal itu berguna.
Karenanya harus selalu dilihat antara seberapa besar manfaatnya dibandingkan kejelekannya.

Nah inilah kalau beda platform. Kita tidak sepakat atas satu hal. Kalau Mas LP bilang bahwa “HALAL belum tentu berguna”, kalau daku bilang: “HALAL (kalau dari Tuhan) pasti berguna.”

Karena halal-haram itu merupakan hukum alias ketetapan dari Tuhan.

Jawabanmu ini kalo diajukan kepada ustad, yah bakal nggak lolos. Diajukan ke pendeta yah pasti ditolak. Diajukan ke pastur yah sama saja. Nggak bakal diterima. Tentu saja yang saya maksud itu pendeta beneran yah. Bukan bintang sinetron cakep imut2 dengan tujuan menarik massa kemudian dengan mudahnya mendadak jadi pengajar agama🙂

Hihihi… gapapa ngga lolos Mas. Aku anggap pernyataan Mas tsb hanya pendapat Mas LP pribadi. Mungkin kalau diajukan ke ustad, pendeta atau pastor yang bener-bener, bisa jadi mereka mengamini pendapatku.

Satu hal: kita memang beda pemahaman. Kalau daku sih yakin bahwa ketetapan dari Tuhan selalu baik dan benar. Sedangkan Mas LP dan ustadnya menyatakan bahwa itu belum tentu. Hehehe… daku jadi mikir, mungkin kita beda Tuhan ya?

Sudahlah Mas, ngga usah menyarankan daku belajar pendalaman Alkitab atau belajar ke JelasNggak & CosmicBoy. Saran kamu malah memperburuk citramu. Bukannya menjawab malah ngomong ngalor-ngidul ngga nyambung. Hehehe… maaf ya Mas, tipikal sekali.

Apakah sesuatu yang halal itu pasti selalu berguna ???

Sekali lagi Mas, kita beda platform. Mungkin Tuhan kita memang benar-benar berbeda. Hehehe…

Peace…

@Mas Dewo :

Saya rasa kalimatku jelas yah :

Tidak setiap yang halal itu berguna. Setiap hal harus dipertimbangkan lagi sisi manfaat dan mudaratnya bahkan meskipun itu halal.

Kamu mau mengaitkan dengan Tuhan kita beda segala macam itu karepmu, mister.

Kamu menganggap citraku buruk juga karepmu.

Aku cuma mau ngomong cah, karena kamu terang-terangan mengaku kamu anak TK. Biar kuberikan sedikit clue untuk kamu : kalo kamu pinteran sedikit pasti kamu juga akan menemukan dalam Alkitabmu tertulis dengan sangat jelas :
Tidak setiap yang halal itu berguna.

Ayatnya apa ? Anggap saja ini PR untuk kamu. Kamu kan ngaku anak TK, wajar kan kalo tak kasih PR agar kamu lebih pinter. Dalam semenit di googling juga ketemu. Saya tidak akan ngasih PR terlalu susah untuk anak TK kan ?

Aku menyuruh kamu belajar itu omongan sangat serius bukan ngalor ngidul. Itu saran serius dan berdasar. Kamu ngaku anak TK kan. Dan kamu dalam posisi bertanya padaku. Biarpun aku bukan guru TKmu saya rasa baik-baik saja bila aku menyarankan kamu karena kamu sedang bertanya kepadaku. Kalo kamu sungguh sadar kalo kamu TK maka kamu mestinya menuruti anjuranku. Lha setelah menuruti itu baru kamu akan mendapati bahwa kata2ku benar : Tidak setiap hal yang dihalalkan itu pasti bermanfaat.

Kalo kamu tidak percaya dengan kata-kataku , mengeceknya aduhai mudah : Kamu tanya saja di forum Kristen : Romo Pastur apakah setiap hal yang dihalalkan itu berguna ? Atau Pak Pendeta apakah setiap hal yang dihalalkan Tuhan itu berguna? Atau ada juga yang tidak berguna jika dilaksanakan ?

Mari kita lihat yang salah guru Tk atau anak TK ?

Saya selalu senang melihat anak2 TK yang kritis. Tetapi kalo ada guru Tk ngasih petunjuk yah dilakukan dulu dong petunjuknya baru ntar protes. Jangan sudah capek2 ngasih saran malah ngomong citramu jelek.

Kita tidak membahas citra di sini Mister. Saya tidak perduli dengan segala macam citra.🙂 Saya sekedar menunjukkan jalan yang menurut saya membuat kamu akan lebih jelas.

Kalo memang kamu sungguh mau belajar silahkan laksanakan anjuranku. Kalo nggak ya nggak papa sih. Itu kan hakmu

Salam Mister Dewo

@Mas Lovepassword,

Sebelumnya:

Saya rasa kalimatku jelas yah :

Jelas bin clear sekali Mas. Bahwa ini adalah pendapat kamu:

Tidak setiap yang halal itu berguna. Setiap hal harus dipertimbangkan lagi sisi manfaat dan mudaratnya bahkan meskipun itu halal.

Kemudian daku pun diberi PR oleh guru TK Mas LP untuk mencari ayat yang menyatakan bahwa “halal belum tentu berguna.” PR-nya gampang kok. Ngga sulit. Dalam waktu beberapa detik ketemu. Nih ayatnya:

1 Korintus 6
Nasihat terhadap percabulan

6:12 Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apapun.

6:13 Makanan adalah untuk perut dan perut untuk makanan: tetapi kedua-duanya akan dibinasakan Allah. Tetapi tubuh bukanlah untuk percabulan, melainkan untuk Tuhan, dan Tuhan untuk tubuh.

6:14 Allah, yang membangkitkan Tuhan, akan membangkitkan kita juga oleh kuasa-Nya.

6:15 Tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah anggota Kristus Akan kuambilkah anggota Kristus untuk menyerahkannya kepada percabulan? Sekali-kali tidak!

6:16 Atau tidak tahukah kamu, bahwa siapa yang mengikatkan dirinya pada perempuan cabul, menjadi satu tubuh dengan dia? Sebab, demikianlah kata nas: “Keduanya akan menjadi satu daging.”

6:17 Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia.

6:18 Jauhkanlah dirimu dari percabulan! Setiap dosa lain yang dilakukan manusia, terjadi di luar dirinya. Tetapi orang yang melakukan percabulan berdosa terhadap dirinya sendiri.

6:19 Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, –dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?

6:20 Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!

Kutipan di atas diambil dari 1 Korintus 6 (link). Coba klik link tersebut dan kemudian perhatikan di catatan kaki di bawahnya. Di situ ada penjelasan bahwa:

Full Life : SEGALA SESUATU HALAL BAGIKU.

Nas : 1Kor 6:12

Jelas sekali bahwa pernyataan ini merupakan sebuah kutipan dari pandangan teologis para penentang Paulus. Mereka menyangka bahwa mereka berhak untuk melakukan apa saja yang mereka inginkan.

Kalau boleh daku utarakan, Rasul Paulus sebenarnya menyindir para penentangnya. Saat itu banyak sekali orang yang menghalalkan banyak hal. Termasuk juga pencabulan yang sedang dibahas di bab tersebut. Dan masih banyak lagi yang dihalalkan oleh mereka.

Ini senada dengan pendapat Mas LP yang menyatakan bahwa para ulama di Indonesia pun bisa melakukan pengharaman dan penghalalan terhadap sesuatu. Dari sinilah Paulus dengan gayanya berusaha menjelaskan hal tersebut. Dan mungkin para ulama Indonesia tersebut juga perlu disindir. Termasuk kasus terakhir, yaitu pengharaman film 2012. Hehehe…

Jadi jelas ada 2 hal yang berbeda:

1. Penghalalan/Pengharaman dari Tuhan.
2. Penghalalan/Pengharaman dari manusia/ulama/dst.

Untuk mendukung 2 pernyataanku di atas, baiklah daku kutipkan bahwa memang benar-benar ada penghalalan/pengharaman yang asli dari Tuhan:

Kis 10:15 & Kis 11:9
Kedengaran pula untuk kedua kalinya suara yang berkata kepadanya: “Apa yang dinyatakan halal oleh Allah, tidak boleh engkau nyatakan haram.”

Begitulah kira-kira pendapatku yang masih TK ini Mas. Sebenarnya daku pengen menggali lebih lanjut tentang Mas LP dan ajaran yang dianutnya. Namun sekarang malah sudah masuk ke Alkitab katanya ummat muslim konon sudah dianggap sudah ternoda dan dipalsukan. Ya sudah, tidak mengapa jika kujawab sedikit-sedikit. Untuk sementara kubuka dulu deh Alkitabnya. Hehehe…

Peace ah…

Ini jawabanmu yang paling gagal diantara sekian jawabanmu yang lain. Bagus..Sip…Dua jempol deh. Ini baru namanya diskusi.

Notemu itu terlalu sedikit . Apa yang bisa dibaca dari catatan kaki yang sedemikian pendeknya. Bisa saja pendapatmu memang sesuai dengan apa pemikiran penulis note itu bisa juga tidak. Saya tidak tahu pasti mengingat pendeknya catatan kaki itu. Namanya juga catatan kaki kan.

Sebaliknya kamu baca2 tulisan menyangkut hal itu yang lebih panjang misalnya :

01_wewewe.gpdiebenhaezerposo.org/en/articles/28-life-style/18-merokok-menurut-etika-kristen.html

Dalam dunia yang pancarobah ini, prinsip-prinsip tersebut tetap berlaku bagi kita, bahkan sanggup menjawab segala segi problema yang kita hadapi.”Bolehkah orang Kristen merokok?” Hal ini tidak terdapat dalam Alkitab, sebabpada masa Alkitab ditulis, manusia belum menemukan rokok, jadi Alkitab tidakmencantumkan perihal rokok (Tafsiran penulis sendiri). Tetapi kita boleh membahasnya melalui beberapa ayat prinsip yang ditulis oleh Rasul Paulus dalam 1 Korintus 6:12 dan 1 Korintus 10:23 sebagai berikut:

Jawaban yang spontan adalah: ”Boleh”. Sebab Paulus mengatakan (1 Korintus 6:12): ”Segalasesuatu halal bagiku” (kata halal diucapkan sebanyak 2 x). Segala sesuatu diperbolehkan” (kata diperbolehkan diucapkan sebanyak 2x)
Tetapi selanjutnya Paulus mengatakan(1 Korintus 10:23): ”Tetapi bukan semuanya berguna”.

Apakahfaedahnya merokok? Mungkin penggemar rokok sanggup memberikan satu daftar tentang kebaikan merokok. Tetapi para ahli telah membuktikan bahwa merokok sangat membahayakan kesehatan seseorang. Di Amerika semua iklan rokok diharuskan memberi peringatan kepada pembeli rokoknya, bahwa rokok itu sangat membahayakan kesehatan mereka. Misalnya: “Smoking by pregnant women may result in fatal injury, premature, and low birth weight”. “Quitting smoking now greatly reduces serious risks to your health”. “The surgeon general has determined that cigarette smoking is dangerous to your health”. “Cigarette smoke contains carbo monoxide”.
Kalau merokok itu membahayakan kesehatan kita, sebagai orang yang peduli dengan kesehatan tubuhnya dan juga sebagai orang Kristen apakah kita tetap mau merokok? Jawabannya adalah: Tidak Boleh!.

02_ wewewe.gkj.or.id/cetak.php?id=13

Cuma saja masih harus tetap diingat secara cermat bahwa tidak semua yang halal itu berguna! Demikian ungkapan Rasul Paulus: “Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak mem biarkan diriku diperhamba oleh suatu apapun” (I Kor. 6:12).

===> Bahwa tidak semua yang halal itu berguna itu saya rasa diakui oleh banyak pakar agama. Sudut pandangnya kan gini : Dalam kaidah hukum berlaku teori : Sesuatu yang tidak dilarang itu berarti diijinkan. Sesuatu yang tidak dinyatakan haram berarti ya halal kecuali mempunyai kemiripan atau sangkut paut dengan sesuatu yang sudah diharamkan. Jadi otomatis yang halal itu banyak buanget. Yah tentu saja tidak semua yang halal itu berguna. Karena itulah perlu ditimbang lagi baik buruknya. Gicu lho yah.

Lha kalo sedikit melakukan perbandingan agama : Tentu saja umat Islam sebagian besar tidak setuju jika semuanya dianggap halal. Tetapi bahwa halal itu bisa berguna bisa juga tidak berguna itu bisa lebih diterima oleh banyak orang – tentu saja kecuali kamu🙂

Lha jika sudut pandangnya Kristen memang tidak semua juga aliran Kristen mengartikan tulisan itu sedemikian harafiah apalagi konteks tulisan itu aslinya bicara soal percabulan bukan soal makanan yang kadang disalah artikan. Apalagi halal dan haram itu juga memang bukan soal makanan saja.

Apa yang kamu tulis itu betul : Apa yang dihalalkan Allah tidak boleh diharamkan oleh manusia . Dalam Kristen ada ayat model gitu, dalam Islam pun ada juga yang mirip. Lha konteksnya apa ? Konteksnya itu adalah supaya agama tetap ditengah. Tidak melampau batas. Intinya itu JANGAN Lebay . Jangan berlebih-lebihan.

Jadi kalo nggak dilarang yah jangan mempersulit diri sendiri . Intinya itu gitu. Kan ada tuh manusia yang merasa afdol kalo mempersulit diri sendiri. Lha itu salah. Intinya itu.

Lha kasusnya tentu saja berbeda misalnya kamu berpantang makan daging kambing karena darah tinggi. Yang kamu lakukan benar karena lebih banyak mudaratnya ketika kamu makan daging kambing meskipun itu halal, karena kamu sedang sakit darah tinggi. Gambarannya gitu. Jadi walaupun daging kambing itu halal karena lebih banyak mudaratnya bagimu ya jangan kamu makan.

Jadi sekali lagi lihatlah agama itu secara komprehensip jangan dipotong bebek angsa. OKe ???

SALAM

@Mas Dewo tercinta : Saya Nggak punya empati yah ? Masak sih ? Kamu terlalu sensitip kali yah. Perasaan aku ini sangat berempati deh. Aku tidak pernah menghina agama bahkan kepercayaan apapun kan yah ? Hi Hi Hi. Yang saya lakukan saat ini kan kamu tanya saya njawab. Lha tingkat jawaban saya tentu saja saya sesuaikan dengan persepsi saya terhadap kemampuan pihak yang menerima jawaban saya.

Dalam hal ini saya rasa kamu bisa memahami pernyataanku dengan lumayan baik. Meskipun kadang-kadang kamu ngeles berkali-kali yah nggak papalah. Kupikir mungkin ngeles itu teknik juga karena kuintip eh baru sekali menjawab sudah salah. Tapi ya saya maklum apalagi kamu dengan rendah hati mengaku anak TK.

Intinya itu gini kutulis ulang lebih singkat :

PERTAMA

Kalo kita bicara ajaran agama, lebih2 agama2 Ibrahim semacam Islam, Kristen, Yahudi, dsb – intinya agama yang mempercayai konsep Ketuhanan karena ada juga agama yang tidak percaya Tuhan maka secara umum bisa saya katakan : Aturan main sesuatu itu diijinkan atau dilarang itu berasal dari Tuhan.

Lha posisi ulama. ahli tafsir, dsb adalah menafsirkan itu. Lha dalam menafsirkan itu memang bisa saja ada perbedaan pendapat bahkan di dalam intern agama sekalipun. Itu wajar2 saja. Jadi kalimatku harus dipahami seperti itu. Jelas Mister ???

KEDUA :
Implementasi dari aturan agama itu harus dilihat dari dua hal . Pertama apakah diijinkan atau tidak dijinkan termasuk tingkatan-tingkatannya misalnya mubah, makruh, dsb. Tetapi ini tidak perlu diomongken lebih lanjut sekarang karena bisa2 menambah ruwet pikiranmu .

Intinya gampangannya secara umum saja : Ada sesuatu yang diijinkan ada yang tidak.

Lha implementasi ajaran agama itu tidak semata-mata melihat diijinkan atau tidak diijinkan saja – tetapi juga selalu dipikirkan perbandingan antara manfaatnya dengan kejelekannya.

Jadi kalo sesuatu itu halal, bukan berarti harus dilakukan. Tetapi tetap perlu ditimbang lagi nilai kegunaannya. Besar mana manfaatnya dibandingkan mudaratnya. Gicu yah ?

Contohnya sudah tak tulis : Makan Kambing itu meskipun halal , tapi kalo kamu kelestrol tinggi makan daging banyak-banyak. Itu namanya kamu geblek. Mengapa ? Karena kamu tidak bisa menimbang secara baik antara kegunaan dan kejelekannya. Gitu yah ? Paham ?

Ocree ? Paham pasti dong. Anak Pinter kok.

===========================================

Kesimpulannya: Yang dihalalkan belum tentu membawa kebaikan. Untuk menerapkannya perlu pemikiran keras (tentu dengan otak yang sudah diberikan Tuhan) dari penganutnya karena bisa saja membawa kemudharatan. Lebih lanjut, keputusan ini mengandung tanggung jawab yang besar dari umatnya.

Kalau kita menyimpulkan lebih jauh bisa berarti: apa yang dihalalkan bisa membawa kemudharatan sehingga manusia yang menerapkan kehalalan ini akan dituntut pertanggungjawabannya kelak saat dia meninggal.

Kalau disimpulkan lebih jauh lagi bisa berarti: manusia yang menerapkan sesuatu yang halal belum tentu masuk surga.

===> IYA. Kamu pinter kali ini. Bukan cuma sekedar boleh atau nggak boleh yang perlu dipikirken, tetapi juga perlu dipikirkan besar mana antara manfaatnya dibandingkan mudaratnya.

SALAM

@jelasnggak : http://www.haloscan.com/comments/ekoa/7979152468610192850/?src=hsr#29527

elo disambit sama atheis mau njawab nggak. Yang disamber kan kamu???🙂

@jell : NIH SURAT untukmu cah di blogku. Katanya elo lagi jatuh cinta sama ateis🙂

@jelasnggak
Saya ga tau anda ini tidak mengerti pascal’s wager dan asal ngomong, atau punya itelegensia untuk mengerti argumen dari pascal.
Pascal’s wager itu argumennya memang berhubungan dengan surga/neraka. Di sini dia membicarakan untung rugi percaya tuhan atau tidak, bukan berdebat mengenai eksistensi tuhan itu sendiri.
Baca: http://en.wikipedia.org/wiki/Pas…ascal% 27s_Wager
Mungkin anda bisa menambah pengetahuan sebelum ngomong yg membuat anda terlihat … ck ck ck..
gg | 11.23.09 – 8:12 am | #

@lp.

He he he.. kamu itu lho ya….?

dari dulu ngga berubah…

selalu memuja kaum atheist..

terkesan kamu itu bangga banget kalau udah bisa ngomong sama orang atheis

bah…(orang batak bilang)

.
.
.

Bukankah sudah pernah saya katakan,

TuH@n ada banyak atau tidak itu irrelevant.
Kan taruhannya adalah ADA atau TIDAK ADA Tuh@n.

.
.
udah deh.. suruh ke sini aja orangnya…

Bangga piye tho cah cah. Aku itu cuma menyampaikan pesan. Kamu kan nulis lha ada yang ngomentari kamu. Masalah kamu berani menjawab apa nggak itu kan yah suka -suka kamu. Aku cuma ngasih info doang. Hi hi hi.

Ya sudah. Kalo kamu nggak mau. Aku kan ya nyadar kalo kamu itu grogi main di sarangku. Tull Nggak ?🙂

@Mas Lovepassword,

Halah mas:

@Mas Dewo tercinta : Saya Nggak punya empati yah ? Masak sih ? Kamu terlalu sensitip kali yah. Perasaan aku ini sangat berempati deh.

Nampaknya Mas LP memang kurang dapat membaca dengan baik. Pantas saja jawabannya selalu ngga nyambung dan melebar kemana-mana. Coba kukutip ulang pernyataanku di komen terdahulu:

Nah itu dia… Seperti kurang empati gitu ya?

Nah kan, siapa coba yang bilang kamu nggak punya empati? Makanya Mas, kalau membaca hati-hati. Dipahami dulu, baru dijawab. Dan njawabnya yang pas dengan pertanyaannya. Hehehe… peace ah…

Oh iya, pernyataan kamu yg OOT ngga usah kutanggapi ya?

Kalo kita bicara ajaran agama, lebih2 agama2 Ibrahim semacam Islam, Kristen, Yahudi, dsb – intinya agama yang mempercayai konsep Ketuhanan karena ada juga agama yang tidak percaya Tuhan maka secara umum bisa saya katakan : Aturan main sesuatu itu diijinkan atau dilarang itu berasal dari Tuhan.

Nah, kita sepakat atas satu hal: Aturan main (alias hukum & ketetapan) itu berasal dari Tuhan. Dengan demikian pernyataan Mas LP ini menganulir pernyataan Mas LP sebelumnya yang menyatakan bahwa:

Yang Pertama : Itu kamu anggap halal apa nggak ? Jika memang kamu anggap halal. Oke, ada banyak tafsir soal ini. Menghalalkan poligami itu juga dilakukan banyak ulama kan yah? Jadi bener salahnya tidak perlu diributkan.

Dalam diskusi tidak tabu kok kalau mengakui suatu pernyataan itu salah dan kemudian dikoreksi kemudian. Tinggal Mas LP mau berbesar hati meralatnya atau tidak?

Lha posisi ulama. ahli tafsir, dsb adalah menafsirkan itu. Lha dalam menafsirkan itu memang bisa saja ada perbedaan pendapat bahkan di dalam intern agama sekalipun. Itu wajar2 saja. Jadi kalimatku harus dipahami seperti itu. Jelas Mister ???

Jelas banget Mas. Clear banget. Cuma daku heran saja, mosok sudah 1.600 tahun masih salah tafsir terus ya? Sampai sekarang belum ada kesepatakan untuk implementasinya yang baku.

Malahan sekarang ada banyak statemen & ketetapan halal-haram yang dikeluarkan dari MUI. Nah loh! Ini malah menguatkan pernyataan Mas LP sebelumnya yang menyatakan kalau “Menghalalkan poligami itu juga dilakukan banyak ulama kan yah?”. Artinya para ulama itu sendiri bisa menghalalkan & mengharamkan sesuatu.

===> IYA. Kamu pinter kali ini. Bukan cuma sekedar boleh atau nggak boleh yang perlu dipikirken, tetapi juga perlu dipikirkan besar mana antara manfaatnya dibandingkan mudaratnya.

Dengan pernyataan Mas LP yg ini, berarti kita sepakat atas 1 hal:

Kalau disimpulkan lebih jauh lagi bisa berarti: manusia yang menerapkan sesuatu yang halal belum tentu masuk surga.

HALAL BELUM TENTU MASUK SURGA.

Pertanyaannya: “Lalu buat apa dihalalkan?”

Peace ah…

@Mas Dewo : Saya tidak merasa menganulir . Sejak awal di kepala saya itu : kalo ngomong soal aturan agama yah asal muasalnya dari Tuhan. Tetapi aturan itu kan dalam implementasinya perlu ditafsirkan. Lha cara menafsirkan itu yang bisa lain-lain. Sekali lagi konsepnya gitu , tetapi Okelah karena saya menggunakan kata yang mungkin saja menimbulkan kesalahpahaman, apalagi mengingat kamu mengaku kalo kamu anak TK, yah mestinya aku juga lebih instropeksi dalam memilih kata sehingga tidak menimbulkan persepsi lain.🙂

Maksudku gitu kamu nangkepnya lain. Bisa saja kamu yang TK atau memang salahku tidak memilih kata yang tepat sehingga lebih mudah kamu pahami. Oke deh. Saya minta maaf jika cara saya menjelaskan membingungkan kamu. Masalahnya kadang2 aku merasa ngomong dengan manusia yang lebih dewasa. Agar over estimate gitu yah🙂. Sorri …

============================================

Kalau disimpulkan lebih jauh lagi bisa berarti: manusia yang menerapkan sesuatu yang halal belum tentu masuk surga. ===> YUP YUP.. Iya… Boleh kamu simpulkan gitu .

Pertanyaannya: “Lalu buat apa dihalalkan?”

===> Pertanyaan yang rada kritis , singkat tapi bermutu.🙂

Gini yah mister : Untuk mencapai target tertentu , kita perlu melewati sejumlah syarat. Lha yang namanya syarat itu bukan cuma satu.
Halal itu berarti melewati salah satu syarat. Lha halal saja tidak cukup karena harus juga ditimbang apakah sesuatu itu berguna membawa manfaat atau sebaliknya.

Jadi posisi halal- haram itu sebagai salah satu syarat tetapi bukan satu-satunya syarat. Setelah kamu menafsirkan bahwa itu halal kamu tetap harus mikir , kalaupun itu halal seberapa besar manfaatnya.

Konsep halal itu apa sih ? Segala sesuatu yang tidak dilarang itu halal . Lha sesuatu yang tidak dilarang itu banyak apalagi ini juga terkait dinamika perkembangan jaman. Lha sesuatu yang tidak tegas ada larangannya ini bisa saja positip bisa juga negatip. Jadi jelas bahwa selain halal/haram , segala tindakan juga mesti melewati pemikiran apakah itu berguna atau tidak berguna.

Tidak setiap yang halal itu berguna , karena kalo semuanya berguna berarti tidak perlu ada anjuran untuk menimbang manfaat dan mudarat.

Jadi kalo kamu tanya buat apa dihalalkan ? Yah halal itu memang salah satu syarat , tetapi selain syarat itu perlu dilihat syarat lain yaitu sejauh mana kegunaannya. Manfaatnya dibandingkan mudaratnya.

Kalo menurutku semestinya begitu.

SALAM

Peace juga …

Next ?

@Mas Lovepassword,

Sebelumnya:

@Mas Dewo : Saya tidak merasa menganulir . Sejak awal di kepala saya itu : kalo ngomong soal aturan agama yah asal muasalnya dari Tuhan. Tetapi aturan itu kan dalam implementasinya perlu ditafsirkan. Lha cara menafsirkan itu yang bisa lain-lain.

Wah, rupanya tidak dianulis tho? Berarti sepakat dengan pendapatku yg menyatakan bahwa ada penghalalan/pengharaman dari Tuhan dan yang dari manusia/ulama?

Kalau disimpulkan lebih jauh lagi bisa berarti: manusia yang menerapkan sesuatu yang halal belum tentu masuk surga. ===> YUP YUP.. Iya… Boleh kamu simpulkan gitu .

Hem… Lalu bagaimana jika misalnya seseorang dalam hidupnya melakukan semua yang halal dan menjauhkan yang haram? Apakah dia sudah pasti masuk surga atau belum?

Jadi kalo kamu tanya buat apa dihalalkan ? Yah halal itu memang salah satu syarat , tetapi selain syarat itu perlu dilihat syarat lain yaitu sejauh mana kegunaannya. Manfaatnya dibandingkan mudaratnya.

Sengaja daku kutip langsung ke poinnya saja.

Jadi kesimpulan yg bisa kutarik dari pendapat Mas LP adalah bahwa kita harus mempertimbangkan (dengan berpikir tentu saja) saat kita akan melakukan sesuatu yang halal ya? Terus kita harus membuat analisis terlebih dahulu apakah sesuatu yang halal itu membawa manfaat atau mudharat?

Nah, bagaimana kita tahu apakah sesuatu yang belum dilakukan itu membawa manfaat atau mudharat? Kalau kita kurang mampu membuat analisisnya, perlukah seorang konsultan untuk membantu kita dalam memutuskan sesuatu yang halal tersebut dapat membawa manfaat atau mudharat?

hehehe… mohon dimaafkan jika pertanyaanku sudah mulai masuk ke implementasi. Maklum, anak TK kan perlu diberi tahu masalah praktisnya.

Salam.

Emanuel Setio Dewo Says:
November 24, 2009 at 4:47 am | Reply

Karena komentarku kayaknya malah masuk spam kuulangi saja di sini :

Ini jawabanmu yang paling gagal diantara sekian jawabanmu yang lain. Bagus..Sip…Dua jempol deh. Ini baru namanya diskusi.

Notemu itu terlalu sedikit . Apa yang bisa dibaca dari catatan kaki yang sedemikian pendeknya. Bisa saja pendapatmu memang sesuai dengan apa pemikiran penulis note itu bisa juga tidak. Saya tidak tahu pasti mengingat pendeknya catatan kaki itu. Namanya juga catatan kaki kan.

Sebaliknya kamu baca2 tulisan menyangkut hal itu yang lebih panjang misalnya :

01_wewewe dot gpdiebenhaezerposo.org/en/articles/28-life-style/18-merokok-menurut-etika-kristen.html

Dalam dunia yang pancarobah ini, prinsip-prinsip tersebut tetap berlaku bagi kita, bahkan sanggup menjawab segala segi problema yang kita hadapi.”Bolehkah orang Kristen merokok?” Hal ini tidak terdapat dalam Alkitab, sebabpada masa Alkitab ditulis, manusia belum menemukan rokok, jadi Alkitab tidakmencantumkan perihal rokok (Tafsiran penulis sendiri). Tetapi kita boleh membahasnya melalui beberapa ayat prinsip yang ditulis oleh Rasul Paulus dalam 1 Korintus 6:12 dan 1 Korintus 10:23 sebagai berikut:

Jawaban yang spontan adalah: ”Boleh”. Sebab Paulus mengatakan (1 Korintus 6:12): ”Segalasesuatu halal bagiku” (kata halal diucapkan sebanyak 2 x). Segala sesuatu diperbolehkan” (kata diperbolehkan diucapkan sebanyak 2x)
Tetapi selanjutnya Paulus mengatakan(1 Korintus 10:23): ”Tetapi bukan semuanya berguna”.

Apakahfaedahnya merokok? Mungkin penggemar rokok sanggup memberikan satu daftar tentang kebaikan merokok. Tetapi para ahli telah membuktikan bahwa merokok sangat membahayakan kesehatan seseorang. Di Amerika semua iklan rokok diharuskan memberi peringatan kepada pembeli rokoknya, bahwa rokok itu sangat membahayakan kesehatan mereka. Misalnya: “Smoking by pregnant women may result in fatal injury, premature, and low birth weight”. “Quitting smoking now greatly reduces serious risks to your health”. “The surgeon general has determined that cigarette smoking is dangerous to your health”. “Cigarette smoke contains carbo monoxide”.
Kalau merokok itu membahayakan kesehatan kita, sebagai orang yang peduli dengan kesehatan tubuhnya dan juga sebagai orang Kristen apakah kita tetap mau merokok? Jawabannya adalah: Tidak Boleh!.

02_ wewewe dot gkj.or.id/cetak.php?id=13

Cuma saja masih harus tetap diingat secara cermat bahwa tidak semua yang halal itu berguna! Demikian ungkapan Rasul Paulus: “Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak mem biarkan diriku diperhamba oleh suatu apapun” (I Kor. 6:12).

===> Bahwa tidak semua yang halal itu berguna itu saya rasa diakui oleh banyak pakar agama. Sudut pandangnya kan gini : Dalam kaidah hukum berlaku teori : Sesuatu yang tidak dilarang itu berarti diijinkan. Sesuatu yang tidak dinyatakan haram berarti ya halal kecuali mempunyai kemiripan atau sangkut paut dengan sesuatu yang sudah diharamkan. Jadi otomatis yang halal itu banyak buanget. Yah tentu saja tidak semua yang halal itu berguna. Karena itulah perlu ditimbang lagi baik buruknya. Gicu lho yah.

Lha kalo sedikit melakukan perbandingan agama : Tentu saja umat Islam sebagian besar tidak setuju jika semuanya dianggap halal. Tetapi bahwa halal itu bisa berguna bisa juga tidak berguna itu bisa lebih diterima oleh banyak orang – tentu saja kecuali kamu🙂

Lha jika sudut pandangnya Kristen memang tidak semua juga aliran Kristen mengartikan tulisan itu sedemikian harafiah apalagi konteks tulisan itu aslinya bicara soal percabulan bukan soal makanan yang kadang disalah artikan. Apalagi halal dan haram itu juga memang bukan soal makanan saja.

Apa yang kamu tulis itu betul : Apa yang dihalalkan Allah tidak boleh diharamkan oleh manusia . Dalam Kristen ada ayat model gitu, dalam Islam pun ada juga yang mirip. Lha konteksnya apa ? Konteksnya itu adalah supaya agama tetap ditengah. Tidak melampau batas. Intinya itu JANGAN Lebay . Jangan berlebih-lebihan.

Jadi kalo nggak dilarang yah jangan mempersulit diri sendiri . Intinya itu gitu. Kan ada tuh manusia yang merasa afdol kalo mempersulit diri sendiri. Lha itu salah. Intinya itu.

Lha kasusnya tentu saja berbeda misalnya kamu berpantang makan daging kambing karena darah tinggi. Yang kamu lakukan benar karena lebih banyak mudaratnya ketika kamu makan daging kambing meskipun itu halal, karena kamu sedang sakit darah tinggi. Gambarannya gitu. Jadi walaupun daging kambing itu halal karena lebih banyak mudaratnya bagimu ya jangan kamu makan.

Jadi sekali lagi lihatlah agama itu secara komprehensip jangan dipotong bebek angsa. OKe ???

Emanuel Setio Dewo Says:
November 24, 2009 at 4:57 am | Reply

Nah, bagaimana kita tahu apakah sesuatu yang belum dilakukan itu membawa manfaat atau mudharat? Kalau kita kurang mampu membuat analisisnya, perlukah seorang konsultan untuk membantu kita dalam memutuskan sesuatu yang halal tersebut dapat membawa manfaat atau mudharat? ===> Tahunya yah dari belajar dong yah. Bisa dari buku agama, dari tokoh agama, dsb . Manfaat atau mudarat itu kan juga sebagian besar kadang-kadang bisa dirasakan . Misalnya kamu stroke lalu makan sate kambing banyak2 lha kan nggak perlu jadi pakar dulu untuk tahu bahwa kamu melakukan sesuatu yang merugikan dirimu. Gicu kan yah

SALAM

Emanuel Setio Dewo Says:
November 24, 2009 at 4:47 am | Reply

Karena komentarku kayaknya malah masuk spam kuulangi saja di sini :

Ini jawabanmu yang paling gagal diantara sekian jawabanmu yang lain. Bagus..Sip…Dua jempol deh. Ini baru namanya diskusi.

Notemu itu terlalu sedikit . Apa yang bisa dibaca dari catatan kaki yang sedemikian pendeknya. Bisa saja pendapatmu memang sesuai dengan apa pemikiran penulis note itu bisa juga tidak. Saya tidak tahu pasti mengingat pendeknya catatan kaki itu. Namanya juga catatan kaki kan.

Sebaliknya kamu baca2 tulisan menyangkut hal itu yang lebih panjang misalnya :

01_wewewe dot gpdiebenhaezerposo dot org/en/articles/28-life-style/18-merokok-menurut-etika-kristen.html

Dalam dunia yang pancarobah ini, prinsip-prinsip tersebut tetap berlaku bagi kita, bahkan sanggup menjawab segala segi problema yang kita hadapi.”Bolehkah orang Kristen merokok?” Hal ini tidak terdapat dalam Alkitab, sebabpada masa Alkitab ditulis, manusia belum menemukan rokok, jadi Alkitab tidakmencantumkan perihal rokok (Tafsiran penulis sendiri). Tetapi kita boleh membahasnya melalui beberapa ayat prinsip yang ditulis oleh Rasul Paulus dalam 1 Korintus 6:12 dan 1 Korintus 10:23 sebagai berikut:

Jawaban yang spontan adalah: ”Boleh”. Sebab Paulus mengatakan (1 Korintus 6:12): ”Segalasesuatu halal bagiku” (kata halal diucapkan sebanyak 2 x). Segala sesuatu diperbolehkan” (kata diperbolehkan diucapkan sebanyak 2x)
Tetapi selanjutnya Paulus mengatakan(1 Korintus 10:23): ”Tetapi bukan semuanya berguna”.

Apakahfaedahnya merokok? Mungkin penggemar rokok sanggup memberikan satu daftar tentang kebaikan merokok. Tetapi para ahli telah membuktikan bahwa merokok sangat membahayakan kesehatan seseorang. Di Amerika semua iklan rokok diharuskan memberi peringatan kepada pembeli rokoknya, bahwa rokok itu sangat membahayakan kesehatan mereka. Misalnya: “Smoking by pregnant women may result in fatal injury, premature, and low birth weight”. “Quitting smoking now greatly reduces serious risks to your health”. “The surgeon general has determined that cigarette smoking is dangerous to your health”. “Cigarette smoke contains carbo monoxide”.
Kalau merokok itu membahayakan kesehatan kita, sebagai orang yang peduli dengan kesehatan tubuhnya dan juga sebagai orang Kristen apakah kita tetap mau merokok? Jawabannya adalah: Tidak Boleh!.

02_ wewewe dot gkj dot or dot id/cetak.php?id=13

Cuma saja masih harus tetap diingat secara cermat bahwa tidak semua yang halal itu berguna! Demikian ungkapan Rasul Paulus: “Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak mem biarkan diriku diperhamba oleh suatu apapun” (I Kor. 6:12).

===> Bahwa tidak semua yang halal itu berguna itu saya rasa diakui oleh banyak pakar agama. Sudut pandangnya kan gini : Dalam kaidah hukum berlaku teori : Sesuatu yang tidak dilarang itu berarti diijinkan. Sesuatu yang tidak dinyatakan haram berarti ya halal kecuali mempunyai kemiripan atau sangkut paut dengan sesuatu yang sudah diharamkan. Jadi otomatis yang halal itu banyak buanget. Yah tentu saja tidak semua yang halal itu berguna. Karena itulah perlu ditimbang lagi baik buruknya. Gicu lho yah.

Lha kalo sedikit melakukan perbandingan agama : Tentu saja umat Islam sebagian besar tidak setuju jika semuanya dianggap halal. Tetapi bahwa halal itu bisa berguna bisa juga tidak berguna itu bisa lebih diterima oleh banyak orang – tentu saja kecuali kamu🙂

Lha jika sudut pandangnya Kristen memang tidak semua juga aliran Kristen mengartikan tulisan itu sedemikian harafiah apalagi konteks tulisan itu aslinya bicara soal percabulan bukan soal makanan yang kadang disalah artikan. Apalagi halal dan haram itu juga memang bukan soal makanan saja.

Apa yang kamu tulis itu betul : Apa yang dihalalkan Allah tidak boleh diharamkan oleh manusia . Dalam Kristen ada ayat model gitu, dalam Islam pun ada juga yang mirip. Lha konteksnya apa ? Konteksnya itu adalah supaya agama tetap ditengah. Tidak melampau batas. Intinya itu JANGAN Lebay . Jangan berlebih-lebihan.

Jadi kalo nggak dilarang yah jangan mempersulit diri sendiri . Intinya itu gitu. Kan ada tuh manusia yang merasa afdol kalo mempersulit diri sendiri. Lha itu salah. Intinya itu.

Lha kasusnya tentu saja berbeda misalnya kamu berpantang makan daging kambing karena darah tinggi. Yang kamu lakukan benar karena lebih banyak mudaratnya ketika kamu makan daging kambing meskipun itu halal, karena kamu sedang sakit darah tinggi. Gambarannya gitu. Jadi walaupun daging kambing itu halal karena lebih banyak mudaratnya bagimu ya jangan kamu makan.

Jadi sekali lagi lihatlah agama itu secara komprehensip jangan dipotong bebek angsa. OKe ???

Emanuel Setio Dewo Says:
November 24, 2009 at 4:57 am | Reply

Nah, bagaimana kita tahu apakah sesuatu yang belum dilakukan itu membawa manfaat atau mudharat? Kalau kita kurang mampu membuat analisisnya, perlukah seorang konsultan untuk membantu kita dalam memutuskan sesuatu yang halal tersebut dapat membawa manfaat atau mudharat? ===> Tahunya yah dari belajar dong yah. Bisa dari buku agama, dari tokoh agama, dsb . Manfaat atau mudarat itu kan juga sebagian besar kadang-kadang bisa dirasakan . Misalnya kamu stroke lalu makan sate kambing banyak2 lha kan nggak perlu jadi pakar dulu untuk tahu bahwa kamu melakukan sesuatu yang merugikan dirimu. Gicu kan yah

SALAM

jell komentarku ilang jell. Selamatin yah .🙂

Thank you cah.

Hi Hi Hi komentarku jadi numpuk banyak banget yah. Sorri. Soalnya tadi komentar itu ilang nggak nongol.🙂

Sudah komentar numpuk banyak eh malah salah ketik lagi Hi Hi Hi.

Maksudku bukan jawaban paling gagal tapi jawaban paling gagah. Jadi ini maksudnya pujian untuk kamu ya Mas Dewo , lha gara2 salah ketik bisa diartikan lain. Yang saya tulis itu mestinya jawaban paling gagah bukan jawaban paling gagal. Sorry …🙂

Ini jawabanmu yang paling gagal diantara sekian jawabanmu yang lain. Bagus..Sip…Dua jempol deh. Ini baru namanya diskusi.

===> Mestinya tulisannya : Ini jawabanmu yang paling gagah.🙂

@Mas Dewo : Oke Mister Dewo, karena tulisanku numpuk tidak karuan boleh juga kalo kuringkaskan deh.

Kamu pinter saat tiba-tiba saja nyelonong dengan bantahan bagus : Apa yang dihalalkan Allah tidak boleh diharamkan manusia. Ini argumentasi yang baik sangat baik. Hi Hi Hi.

Ok kita buat garis besarnya secara menyeluruh.

Suatu tindakan sebaiknya dilaksanakan atau mendingan tidak dilaksanakan itu ternyata pertimbangannya banyak yah. Harus dilihat juga secara menyeluruh. Bukan cuma melihat satu aspek saja.

Pertama : Diijinkan atau tidak. Halal atau haram dsb.
Halal atau haram itu harus dilihat proporsional apa adanya, sesuai aturan main dalam agama itu.

Intinya dalam bahasa sederhana : Kalo aturannya halal ya halal , kalo haram ya haram . Kecuali kepepet. Kalo kepepet kan memang diijinkan , tetapi bukan berarti mepet-mepet.

Lha salah satu pertimbangannya adalah Jangan Lebay . Sesuatu itu bahkan andaikata baik sekalipun tetap tidak boleh dilakukan berlebihan atau melampaui batas.

Jadi kalo Allah menghalalkan. Sesuatu itu aslinya diijinkan – kemudian ada manusia yang sok lebai, mempersulit diri sendiri. Itu nggak bagus.

Intinya memang ada azas memperhatikan kemudahan . Agama itu ada bukan untuk mempersulit. Intinya itu. Jadi manusia juga tidak boleh mempersulit diri sendiri. Yang cukupan saja , yang sedang-sedang saja. Jangan berlebihan melampaui batas. Pointnya itu. Kalo nggak ada yang melarang kemudian melarang diri sendiri itu namanya mempersulit diri sendiri.

Prinsip dasar ini bahkan dianut banyak banget agama : Islam , Kristen, bahkan Buddha pun juga memperhatikan konsep ini : Prinsip jalan tengah.

Hanya saja masing2 agama mendefinisikan secara berbeda-beda terhadap apa yang mereka anggap sebagai batas. Tetapi masing2 aslinya sama-sama tahu – sama-sama mengerti bahwa yang ideal itu ya yang ditengah, tidak berlebihan. Jangan Lebay bahasa gaulnya.

Kedua : Lha pertimbangan antara besar mana antara manfaat dan mudarat tentu saja secara substansial tujuannya ya sama : Yaitu agar manusia tidak mempersulit diri sendiri. Lha kalo kamu makan sate kambing sebakul padahal kamu darah tinggi yah itu mempersulit diri sendiri, walaupun daging kambing itu halal. Tetapi karena itu berpotensi mudarat bagi kamu, maka bagi kamu yah sebaiknya jangan kamu makan. Lha perkara orang lain mau makan yah itu hak orang lain dengan pertimbangan kesehatan mereka sendiri.

SALAM

@Mas Lovepassword,

Sebelumnya:

Ini jawabanmu yang paling gagal diantara sekian jawabanmu yang lain. Bagus..Sip…Dua jempol deh. Ini baru namanya diskusi.

Terima kasih pujiannya Mas. Bukan karena diriku tersanjung, tapi semoga karena Mas LP mulai tercerahkan.

Notemu itu terlalu sedikit . Apa yang bisa dibaca dari catatan kaki yang sedemikian pendeknya. Bisa saja pendapatmu memang sesuai dengan apa pemikiran penulis note itu bisa juga tidak. Saya tidak tahu pasti mengingat pendeknya catatan kaki itu. Namanya juga catatan kaki kan.

Namanya juga catatan kaki, Mas. Tentu ya sedikit saja. Kalau banyak, itu namanya catatan kaki gajah, atau malah jadi bab tersendiri. Hehehe…

Untuk memahami catatan kaki tersebut, paling tidak kita harus sedikit mengetahui latar belakang Rasul Paulus. Seperti kita tahu, Paulus (dulu aslinya bernama Saul) adalah seorang keturunan Yahudi yang lahir dan besar di Yunani. Kewarganegaraannya adalah Romawi. Dan dulu Saul adalah penganiaya pengikut Gereja Purba.

Namun kemudian Yesus membuat Saul bertobat dan kemudian berubah nama menjadi Paulus. Setelah itu Paulus menjadi pewarta Injil yang sangat giat. Pewartaannya meluas kemana-mana dan menjamah banyak bangsa. Paulus dikenal sebagai pewarta bagi orang kafir.

Nah, ayat yang sedang kita bahas itu konteksnya adalah bahwa kepadanya juga “halal segala hal” seperti hal-nya bangsa lain yang sedang dia wartai Injil. Dia memposisikan dirinya seperti bangsa yang sedang dia wartai, yang tidak mengenal istilah halal & haram. Kebetulan dulu dia bangsa Yunani-Romawi. Namun dia menjelaskan bahwa “halal” versi manusiawi tsb tidak selalu berguna.

Begitulah kurang lebih penjelasan detailnya.

Jawaban yang spontan adalah: ”Boleh”. Sebab Paulus mengatakan (1 Korintus 6:12): ”Segalasesuatu halal bagiku” (kata halal diucapkan sebanyak 2 x). Segala sesuatu diperbolehkan” (kata diperbolehkan diucapkan sebanyak 2x)
Tetapi selanjutnya Paulus mengatakan(1 Korintus 10:23): ”Tetapi bukan semuanya berguna”.

Mengenai hal ini sudah kujelaskan di atas plus di jawabanku sebelumnya.

Mengenai merokok, memang benar bahwa di Alkitab tidak disebutkan bahwa merokok itu halal atau haram. Bahkan Kristiani secara lembaga pun tidak mengeluarkan pernyataan bahwa merokok itu halal atau haram. Dengan demikian penjelasan kamu tentang merokok di agama Kristen tidaklah relevan.

Demikian juga dengan ayat “segala sesuatu halal bagiku” yang tidak mengena. Penjelasan detailnya sudah kutuliskan di atas dan juga di komentarku sebelumnya. Mohon penjelasanku dibaca dengan hati-hati.

Apa yang kamu tulis itu betul : Apa yang dihalalkan Allah tidak boleh diharamkan oleh manusia . Dalam Kristen ada ayat model gitu, dalam Islam pun ada juga yang mirip. Lha konteksnya apa ? Konteksnya itu adalah supaya agama tetap ditengah. Tidak melampau batas. Intinya itu JANGAN Lebay . Jangan berlebih-lebihan.

Kalau boleh, tolong disertakan ayat2 di AQ-nya. Jadi biar diskusi kita lebih afdol.

Salam.

@Mas JelasNggak,

Terima kasih Mas karena sudah dibebaskan.

Salam.

Kembali mas dewo.

Saya juga tak tau kenapa bisa banyak yang masuk spam.

@Mas JelasNggak,

Mas, tolong komenku yang terperangkap dibebaskan.

Trima kasih.

@Mas Lovepassword,

Sebelumnya:

Kamu pinter saat tiba-tiba saja nyelonong dengan bantahan bagus : Apa yang dihalalkan Allah tidak boleh diharamkan manusia. Ini argumentasi yang baik sangat baik. Hi Hi Hi.

Sekali lagi terima kasih pujiannya Mas. Bukan karena diriku tersanjung, namun karena dirimu sudah mulai memahami sesuatu hal di sini.

Nampaknya daku tidak akan mendebat pendapat Mas tentang halal dan haram di sisa komentar Mas. Karena sebenarnya Mas LP sudah mulai memahami suatu hal, namun belum ketemu benang merahnya. Sayangnya ayat yang kuajukan adalah dari Alkitab. Dan ketika Mas LP pun bilang kalau di AQ ada ayat senada, mungkin akan lebih afdol jika disertakan dalam diskusi kita kali ini.

Lagi-lagi daku harus mengutip pertanyaanku terdahulu, yang walau pun sudah dijawab dengan baik oleh Mas LP, namun nampaknya belum menyentuh benang merahnya. Mungkin Mas LP sudah tahu tapi enggan menyatakannya. Tapi mari kita runut lagi:

Dewo:
HALAL BELUM TENTU MASUK SURGA.

Pertanyaannya: “Lalu buat apa dihalalkan?”

Kesimpulan ini timbul dari semua jawaban Mas LP, bahkan sampai dengan komentar mas yang terakhir yang memiliki keyword: “LEBAY.” Hehehe… peace…

Namun jika dikontra dengan ajaran Alkitab bahwa:

“Apa yang dinyatakan halal oleh Allah, tidak boleh engkau nyatakan haram.”

Maka semua jawaban Mas LP gugur. Mengapa demikian?

Karena Mas LP memberi kesempatan atas implementasi HALAL yang berakhir dengan MUDHARAT (bahkan bisa pula Bathil). Bahkan Mas LP sendiri dengan tegas menyatakan bahwa HALAL belum tentu masuk SURGA.

Sependek sepengetahuanku, segala sesuatu yang berakhir MUDARAT dan BATIL adalah sesuatu yang HARAM. Mohon dikoreksi jika pengetahuanku yang pendek ini salah. Soalnya pemikiran Mas LP jelas-jelas bertolak belakang dengan ayat Alkitab yang sedang Mas LP baca.

Lalu daku menggunakan pendekatan yang berbeda dalam berdiskusi dengan Mas LP, yaitu dengan menanyakan bahwa jika sesuatu itu bisa memiliki hasil yang MUDARAT atau BATHIL, mengapa sesuatu itu DIHALALKAN? Namun rupanya jawaban Mas LP belum ketemu titik simpul bahwa “sesuatu yang menghasilkan kemudaratan dan kebatilan adalah sesuatu yang haram.”

Mohon mas LP membaca komentar & pertanyaanku di atas dengan hati-hati. Kalau perlu diulang beberapa kali. Soalnya biar diskusi bisa terjalin lebih baik lagi. Dan jika Mas LP masih belum bisa menerima pendapatku, kita masih bisa berusaha terus berdiskusi sehingga ada kesimpulan yang bisa kita ambil bersama.

Begitulah kurang lebih benang merah yang ingin daku sampaikan kepada Mas LP.

Salam.

@Mas Dewo tercinta :

Gini yah intinya tuh gini :

Ada yang diijinkan ada yang tidak diijinkan. Ada halal haram
Ada juga sisi dimana manusia diperintahkan jangan berlebihan. Kalo nggak dilarang ya mestinya tidak usah lebay mempersulit diri sendiri. Konsepnya kan gitu : Agama itu tidak dibuat untuk mempersulit.

Lha ada juga sisi manfaat dan mudarat.

Apakah jika kamu gambarannya sedang gejala stroke lalu berpantang makan sate kambing yang notabene dihalalkan oleh agama baik Islam maupun Kristen, lalu itu artinya kamu mengharamkan apa yang dihalalkan Allah ?

Ya nggak lah. Esensinya kamu nggak makan daging kambing itu kan karena kamu justru sedang mempertahankan hidup, kamu tidak makan daging kambing karena tahu kamu bakal tambah sakit jika makan daging kambing itu. Jadi itu justru sejalan dengan tujuan agama yaitu tidak mempersulit.

Coba kamu bayangkan dengan logika kamu itu.

Karena daging kambing itu halal maka kamu harus makan daging kambing even kamu sedang darah tinggi, stroke dsb.

Dalihnya : apa yang dihalalkan oleh Allah tidak boleh diharamkan manusia

Ya tentu saja itu argumentasimu itu salah. Itu logika ngawur . Tidak tepat. Mengapa salah ? Karena kamu salah mengartikan substansi dari ayat itu yaitu supaya manusia jangan berlebihan jangan melampaui batas dalam berbuat. Lha perintah itu tujuannya apa ? Yah supaya manusia tidak mempersulit diri sendiri.

Lha kalo kamu sudah tahu stroke , tapi malah makan daging kambing banyak-banyak yah itu namanya kamu mempersulit diri sendiri. Sesuatu yang secara mendasar bertentangan dengan tujuan agama.

Jelas Mister ???

wakaka..

ngga nyambung …………….seperti biasa..

Elo ngefans sih oke-oke saja cah. Tapi nggak usah berisik yah. Harap tenang. Bapak guru sedang bersidang yah …?🙂

@Mas JelasNggak,

Tolong komenku yang terperangkap dibebaskan.
Terima kasih.

~~~

@Mas Lovepassword,

Sebelumnya:

Ada yang diijinkan ada yang tidak diijinkan. Ada halal haram
Ada juga sisi dimana manusia diperintahkan jangan berlebihan. Kalo nggak dilarang ya mestinya tidak usah lebay mempersulit diri sendiri. Konsepnya kan gitu : Agama itu tidak dibuat untuk mempersulit.

Lha ada juga sisi manfaat dan mudarat.

Nah inilah perbedaan prinsip kita Mas. Menurut pendapatku, sesuatu yang menghasilkan kemudharatan & kebatilan, seharusnya tidak DIHALALKAN.

Tapi ini pendapatku loh ya? Ini hanya pendapat dari seorang anak TK yang imut-imut dan manis.

Salam.

Komentarku juga ilang lagi. Duh…alamax. WordPressmu ada masalah tampaknya jell.🙂 Selamatin ya jell

Apa ada maksimal jumlah komentar kali ya ? Perasaan aku nggak ngasih link barang kali ini.

@Mas Dewo : Yang kamu tulis tentang Korintus itu boleh-boleh saja kamu anggap gitu. Hi Hi Hi. Tetapi yang kamu tulis itu kan cuma salah satu dintara sekian banyak tafsir .

Segala sesuatu halal bagiku tetapi tidak semuanya berguna.

Kamu mengartikan bahwa Paulus tidak bermaksud menghalalkan segala sesuatu. Paulus cuma meminjam bahasa umat yang sedang dia kritik. Silahkan saja kamu mengartikan gitu.

Tetapi faktanya kan ada juga banyak pendapat yang lain diantara aliran Kristen sendiri, misalnya saja : Ada kebebasan karena sudah ditebus. Lha kebebasan itu tentunya harus disertai tanggung jawab. Karena itu umat Kristen tidak perlu ngurusi halal/haram lagi lha tetapi tentunya kebebasan itu harus diimplementasikan bersama tanggung jawab. Ada banyak tafsir soal itu rasanya kok nggak terlalu populer. Hi Hi Hi .

Lha kalo dari sisi Islam setahuku : Halal dan Haram itu tetap ada. Tetapi pada sisi lain yang namanya manfaat dan mudarat tetap perlu dipikirkan.

Ayat yang kamu minta mengenai Jangan lebay jangan melampaui batas banyak buanget. Bahkan lebih dari 50 ayat yang berisi perintah Jangan melampaui batas :

Salah satunya :[5:87] Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu haramkan apa-apa yang baik yang telah Allah halalkan bagi kamu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.

Coba kamu bayangkan dengan tulisan kamu itu :
Kis 10:15 & Kis 11:9
Kedengaran pula untuk kedua kalinya suara yang berkata kepadanya: “Apa yang dinyatakan halal oleh Allah, tidak boleh engkau nyatakan haram.”

Jadi jelas secara konseptual umat dua agama ini Islam dan Kristen aslinya yah tahu kalo yang dihalalkan oleh Allah itu memang tidak boleh diharamkan manusia. Tetapi kan harus dipahami bahwa maksud dari ayat itu adalah supaya manusia menempatkan diri dalam proporsinya, jangan lebay, jangan melampaui batas gitu. Jangan membuat sulit barang yang dibikin mudah.

Lha kasusnya tentu saja lain : Jika kamu stroke kamu maksa makan sate kambing dengan dalih karena kambing itu dihalalkan oleh Allah . menurut Islam dan juga Kristen kan makan daging kambing oke2 saja kan. Itu halal. Tetapi selain sisi halalnya saja yah lihat juga sisi manfaat versus mudarat. Lha kalo kamu sakit darah tinggi terus kamu maksa makan kambing -banyak banyak terus stroke lha itu geblek apalagi kalo dalihnya : Apa yang dihalalkan Allah tidak boleh diharamkan manusia.

Lho Mas Love, kambing itu kan dihalalkan oleh Allah. Lha kalo Allah bilang halal terus saya nggak makan berarti dosa dong. Lha itu kamu geblek.

Mengapa geblek ? Karena ada dalil lain dalam agama yang tidak kamu perhatikan yaitu asas manfaatnya . Tidak setiap yang halal itu berguna. Mengapa demikian ? Pertama : Karena kamu sudah diberi otak. Jadi ini kesempatan buat otak mikir apa manfaat dan apa mudaratnya . Kedua : Konsep halal itu kan sangat luas. Mengapa luas ? Karena yang tidak ditulis haram berarti halal, kecuali punya kemiripan dengan sesuatu yang haram tadi. Akibatnya yang haram itu asinya sedikit jauh lebih banyak yang halal. Apalagi jaman makin maju tentu banyak hal yang tidak ada aturannya dalam Kitab Suci.

Ketiga : Yang namanya manfaat dan mudarat itu bisa saja tidak sama hasilnya untuk masing2 orang. Misalnya saja : Kalo kamu darah rendah bagus2 saja minum kopi, lha kalo darah tinggi lebih berbahaya minum kopi. Kopi itu sendiri halal , tetapi kalo kamu tahu kopi itu dari sisi kamu membahayakan diri kamu yah jangan kamu minum.

Bukan lalu dengan dalih : Apa yang dihalalkan Allah tidak boleh diharamkan manusia lalu kamu maksa minum kopi banyak2 sehingga kamu masuk rumah sakit.

Ini kan gampang dipahami sebenarnya karena contohnya bisa kamu lihat dimana-mana. Pendeta pun biarpun menganggap kambing itu boleh dimakan , kalo dia lagi sakit stroke atau darah tinggi ya tentu akan berpantang menolak makan daging kambing. Mengapa ? Yah karena dia sadar kalo daging itu membawa mudarat buat dia even meskipun dalam Kristen tidak ada larangan untuk makan daging kambing.

SALAM

next ?

@Mas Lovepassword,

Mengenai “tafsiran”-ku, mungkin Mas LP akan lebih memahami latar belakang penulisan Surat Untuk Jemaat di Korintus itu jika membaca latar belakang Rasul Paulus. Silakan mengunjungi link berikut ini:

http://www.sarapanpagi.org/paulus-vt274.html

Mengenai halal & haram yang kita diskusikan, nampaknya Mas LP masih juga belum nyambung. Mungkin perlu sekali daku tekankan bahwa:

1. Ada ketetapan halal & haram yang dari Tuhan.

2. Ada ketetapan halal & haram yang dibuat oleh manusia, dalam hal ini bisa saja nabi yang menetapkannya.

Yang berulang kali dituliskan oleh Mas LP daku curigai adalah ketetapan yang nomer 2. Ini kalau daku melihatnya berdasarkan pengetahuan akan ajaranku. Mungkin Mas LP masih bingung karena di AQ semuanya seolah berasal dari Tuhan.

Sedangkan daku tetap berpendapat bahwa jika halal & haram itu benar-benar berasal dari Tuhan (yaitu poin 1), maka seharusnya apa yang halal itu tidaklah mungkin berakhir mudharat/bathil.

Jadi jika Mas LP belum setuju dengan poin 1 dan 2 ini, mungkin ada baiknya jika daku bertanya kepada Mas LP:

“Apakah SEMUA yang dinyatakan HALAL dan HARAM di AQ adalah berasal dari TUHAN?”

Mohon pertanyaan kunci ini dijawab dulu sehingga diskusi berikutnya akan lebih nyambung.

Salam.

@Mas Dewo tercinta : Gini yah mas, saya ini seneng belajar termasuk belajar agama-agama, paham, ideologi, dsb. Lha saya juga seneng membaca kisah tokoh2 terkenal , jadi saya punya berbagai biografi mulai dari Biografi Buddha Sidharta Gautama, Sira Muhammad, termasuk bahkan biografi Paulus.
Jadi kamu jangan kuatir soal itu. Lha buku biografi Paulus itu tebalnya juga nggak kalah tebal dibanding buku Kitab2 suci. Itu lho karangannya Swindoll kalo nggak salah inget. Jadi kalo kamu ngomong kata2 Paulus itu tingkat tinggi tidak mudah dipahami dan sebagainya, saya katakan saya tahu itu. Saya memahami pernyataanmu . Tapi masalahnya bukan cuma di situ . Masalahnya adalah Tafsir model kamu itu adalah cuma salah satu diantara sekian banyak tafsir.

Ada juga aliran-aliran dalam Kristen, tidak cuma ada tetapi banyak malahan : Yang menafsirkan ayat itu seperti yang aku tulis : Bahwa memang yang halal itu ada yang tidak berguna. Lha salah satu contohnya misalnya rokok yang ditulis oleh penulis situs Kristen yang linknya sudah aku sebutkan. Mengapa beberapa sekte Kristen mengartikan tulisan Paulus itu apa adanya ? Karena ada konsep kalo karena sudah ada penebusan dosa Yesus maka manusia dibebaskan dari kutuk hukum Taurat. Lha karena itulah tidak perlu ngurusi halal haram lagi tetapi manusia tetap harus berpikir menimbang mana yang baik dan mana yang tidak.

Lha setahuku dari sisi Islam, halal dan haram jelas tetap dihargai tetapi tentu banyak yang setuju jika asumsinya adalah bahwa hal atau sesuatu yang halal pun tetap harus ditimbang lagi besar mana manfaatnya dibandingkan mudaratnya.

Bahwa yang dihalalkan Allah tidak boleh diharamkan manusia ini benar. Kamu minta ayatnya di AlQuran, sudah tak kasih kan.

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu haramkan apa-apa yang baik yang telah Allah halalkan bagi kamu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.

Lha ulama , ahli tafsir ya pasti tahulah ayat-ayat model itu. Tetapi menafsirkan ayat kan yah perlu komprehensip.

Bukan lalu dengan dalih Tidak boleh mengharamkan apa yang dihalalkan Allah, jika kamu stroke kamu maksa makan kambing banyak-banyak dengan asumsi kambing itu halal.

Substansi ayat itu apa ? Jangan melampaui batas, jangan mempersulit diri sendiri. Jangan LEBAY .
Lha kalo kamu makan daging kambing padahal itu mempersulit dirimu karena sakitmu malah tambah parah yah kamu justru melanggar substansi dari agama.

GItu lho …

“Apakah SEMUA yang dinyatakan HALAL dan HARAM di AQ adalah berasal dari TUHAN?”

Prinsipnya itu gini : Apa yang ditulis Haram berarti haram , yang halal ya halal . Itu kamu tahulah. Lha bagaimana jika itu tidak tertulis ? Ya sesuatu yang tidak dilarang itu diijinkan sepanjang tidak membawa mudarat , sepanjang manfaatnya lebih besar daripada mudaratnya serta juga tidak punya kemiripan dan sangkut menyangkut dengan hal-hal yang sudah diharamkan.

Lha posisi ulama itu mempermudah atau membantu umat dalam hal-hal tertentu yang menyangkut mudarat manfaat tadi, serta hal2 tertentu yang relatif sulit dianalisa kaitannya dengan apa yang sudah diharamkan sebelumnya. Karena itu jika rokok dianggap haram, logikanya itu karena ulama melihat itu dari sisi aspek manfaat vs mudarat. Jadi haram yang dimaksud ulama di sini kaitannya dengan aspek mudarat manfaat. Karena tidak ada aturan yang jelas dalam Kitab Suci terkait hal itu.

Lha kalo misalnya ada situs Kristen yang menyarankan supaya tidak merokok, seperti situs yang aku posting. Itu asumsinya ya sama. Karena penulisnya melihat itu dari sisi manfaat.

@Mas Lovepassword,

Wah senengnya mengetahui kalau Mas LP juga banyak mempelajari biografi para tokoh terkenal termasuk Paulus. Sayangnya pengetahuan Mas LP belum dipakai untuk memahami Alkitab. Karena “tafsiran” tentang ayat Korintus yg kutulis di jawabanku itu juga dipakai sebagai tafsiran umum. Tuh lihat saja catatan kaki di URL yg kuberikan terdahulu.

Mengenai Mas LP menolak tafsiranku, ya tidak apa-apa juga sih. Namun paling tidak daku sudah menjawab pertanyaan Mas LP.

Prinsipnya itu gini : Apa yang ditulis Haram berarti haram , yang halal ya halal . Itu kamu tahulah. Lha bagaimana jika itu tidak tertulis ? Ya sesuatu yang tidak dilarang itu diijinkan sepanjang tidak membawa mudarat , sepanjang manfaatnya lebih besar daripada mudaratnya serta juga tidak punya kemiripan dan sangkut menyangkut dengan hal-hal yang sudah diharamkan.

Lha posisi ulama itu mempermudah atau membantu umat dalam hal-hal tertentu yang menyangkut mudarat manfaat tadi, serta hal2 tertentu yang relatif sulit dianalisa kaitannya dengan apa yang sudah diharamkan sebelumnya. Karena itu jika rokok dianggap haram, logikanya itu karena ulama melihat itu dari sisi aspek manfaat vs mudarat. Jadi haram yang dimaksud ulama di sini kaitannya dengan aspek mudarat manfaat. Karena tidak ada aturan yang jelas dalam Kitab Suci terkait hal itu.

Kalau bisa daku simpulkan dari pernyataan Mas ini, maka berarti Mas LP menyetujui pernyataanku bahwa ada 2 hal yang kita bahas di sini, yaitu:

1. Pernyataan Halal & Haram yang dari Tuhan.

2. Pernyataan Halal & Haram yang dari manusia.

Bisakah daku simpulkan demikian? Kalau dari titik ini kita sepakat, maka kita bisa beranjak lebih jauh lagi dalam berdiskusi.

Salam.

@Mas Dewo tercinta : Hi Hi Hi. Sepanjang sejarah aku ngomong sama anak TK belum pernah ketemu anak TK sepinter kamu. Bagus..Bagus. SIP…Kamu sungguh jenius ternyata.

@jelasnggak : Belajarlah dari temanmu ini baik-baik ya ?🙂

OK Mas Dewo silahkan saja jika kamu berpendapat begitu. Saya sudah katakan itu salah satu tafsir okelah – tetapi juga bukan satu-satunya tafsir. Good marso good Mister Dewo.

Tapi kamu kan belum menanggapi tulisanku mengenai tafsir yang kutulis itu.

Kalo ada misalnya tafsir yang mengatakan bahwa karena penebusan dosa Yesus maka menghapus kutuk Hukum Taurat , bagaimana penjelasanmu ??? Kamu setuju atau menolak hal ini . Jika setuju apa penjelasanmu ? Lha implementasi praktis menghapus kutuk Taurat itu seperti apa terutama kaitannya dengan halal dan haram menurut Kristen ? Jika kamu menolak coba kamu jelaskan sudut pandangmu.

Silahken Mister ..Waktu dan Tempat saya persilahkan.

===========================================

Kalau bisa daku simpulkan dari pernyataan Mas ini, maka berarti Mas LP menyetujui pernyataanku bahwa ada 2 hal yang kita bahas di sini, yaitu:

1. Pernyataan Halal & Haram yang dari Tuhan.

2. Pernyataan Halal & Haram yang dari manusia.

Bisakah daku simpulkan demikian? Kalau dari titik ini kita sepakat, maka kita bisa beranjak lebih jauh lagi dalam berdiskusi.

===> Halal dan Haram itu dari Tuhan. Lha posisinya adalah jika tidak ada penjelasan lain, jika tidak diharamkan yah berarti halal, kecuali jika ada kemiripan dengan yang haram atau membawa mudarat.

Lha posisi ulama adalah membantu umat terhadap kasus-kasus yang keharamannya sulit dianalisa karena tidak ada contoh kasusnya dimasa lalu. Apakah sesuatu itu dipandang dekat yang haram atau tidak. Atau apakah sesuatu itu membawa mudarat atau tidak. Sudut pandangnya ketika sesuatu itu membawa mudarat ya memang diharamkan tetapi bukan lalu dibalik logikanya sesuatu yang halal pasti dijamin tidak membawa mudarat. Bisa saja bagi seseorang sesuatu membawa mudarat bisa juga bagi orang yang lain tidak.

Misalnya dalam kasus sate kambing itu. Sate kambing itu halal dan bisa bermanfaat bagi sebagian orang tetapi bagi penderita darah tinggi bisa membawa mudarat. Karena membawa mudarat bagi mereka ya sebaiknya mereka menghindari makan sate kambing.

Kalo sesuatu tertulis halal atau diijinkan atau kalimat sejenisnya ya berarti halal. Kalo sesuatu tidak dinyatakan haram juga berarti halal. Kecuali seperti yang sudah saya tulis. Ada kaitannya dengan yang haram atau membawa mudarat.

Saya rasa sudah cukup jelas itu.

SALAM

@Mas Lovepassword,

Sebelumnya:

@Mas Dewo tercinta : Hi Hi Hi. Sepanjang sejarah aku ngomong sama anak TK belum pernah ketemu anak TK sepinter kamu. Bagus..Bagus. SIP…Kamu sungguh jenius ternyata.

Wah, terima kasih pujiannya. Sebenarnya daku tidaklah jenius. Cuma mengerti sesuatu hal lebih dahulu. Atau mengetahui sesuatu yang lebih baik dari orang lain.

Kalo ada misalnya tafsir yang mengatakan bahwa karena penebusan dosa Yesus maka menghapus kutuk Hukum Taurat , bagaimana penjelasanmu ??? Kamu setuju atau menolak hal ini . Jika setuju apa penjelasanmu ? Lha implementasi praktis menghapus kutuk Taurat itu seperti apa terutama kaitannya dengan halal dan haram menurut Kristen ? Jika kamu menolak coba kamu jelaskan sudut pandangmu.

Oke, kini sudah saatnya membuka kembali Alkitab.

Daku setuju kok dengan tafsir tersebut. Jadi begini, akibat dari dosa Adam-Hawa (DOSA ASAL), maka manusia kehilangan kemuliaannya. Karena kehilangan kekudusan & kemuliaannya itulah maka manusia tidak berkumpul bersama Allah. Itulah sebabnya manusia diusir dari Taman Firdaus. Dan karena itulah manusia tidak bisa bertemu langsung dengan Allah karena kemuliaan Allah yang begitu besar bisa membuat kematian manusia jika bertemu langsung. Dosa inilah yang diwariskan kepada semua keturunan manusia (kecuali YESUS).

Jika ada orang yang menolak warisan DOSA ASAL ini dengan menganggap bahwa DOSA ASAL itu tidak ada, maka seharusnya orang itu tinggal di taman Firdaus!

Pada perkembangannya kehidupan manusia, Allah ingin menolong manusia agar dapat kembali kepada Allah. Ini murni karena kasih Allah yang besar kepada manusia. Dan Allah memberikan hukum yang sangat ketat kepada manusia supaya manusia dapat hidup dengan kudus/murni. Bahwa jika hukum itu dilaksanakan dengan sebaik-baiknya oleh manusia, maka manusia beroleh pengharapan bakal berkumpul kembali dengan Allah pada saat dia mati.

Ya, HUKUM ini bernama TAURAT dan dituliskan oleh Nabi Musa. Seperti kita tahu bahwa taurat melulu berisi aturan yang ketat. Termasuk aturan halal & haram yang sedang kita bahas.

Garis yang ditorehkan hukum taurat yg sangat keras ini bagaikan kutukan bagi manusia. Karena tidak ada manusia yang dibenarkan menurut hukum Taurat. Ini artinya tidak ada manusia yang dapat kembali bersatu dengan Allah.

Namun kemudian Yesus datang dengan memberitakan kabar keselamatan, bahwa Allah sebenarnya sangat mengasihi manusia. Dan Yesus menjelaskan bahwa inti sari dari hukum Allah adalah 2 hal, yaitu:

1. Mengasihi Allah dengan segenap hati, dan
2. Mengasihi sesama seperti mengasihi diri sendiri.

Dari sinilah terbentang semua hukum Taurat. Di mana manusia jaman dulu hanya tahunya aturan, aturan dan aturan, namun belum mengerti inti sari dari aturan & hukum tersebut.

Dengan demikian Yesus mematahkan kutukan hukum Taurat kerena telah memberikan ajaran kasih sekaligus penebusan bagi manusia. Karena penebusan itu MURNI DATANG DARI ALLAH. Manusia secara mandiri tidak dapat menyelamatkan dirinya sendiri dari DOSA, terutama DOSA ASAL dari Adam-Hawa.

Yesus menebus dosa ini dengan membuktikan bahwa ada SESEORANG yang mampu HIDUP KUDUS DI BAWAH KUTUKAN TAURAT, yaitu Yesus itu sendiri. Yesus dapat memenangkan HUKUM TAURAT dan dengan demikian YESUS mematahkan kutukan Taurat. Untuk itulah Yesus adalah yang pertama kali bangkit karena MAUT tidak berkuasa kepadanya. Seperti kita tahu, MAUT itu menuntut hidup setiap orang yang berdosa.

Kurang lebih itulah jawabanku atas persetujuanku atas tafsir bahwa Yesus menghapus kutukan hukum Taurat. Mungkin Mas LP pernah pula mendengar cerita senada dengan bahasan yang berbeda, namun intinya sama kok. Karena itulah IMAN KRISTIANI.

Di lain kesempatan mungkin kita bisa membahas DOSA ASAL dan dosa manusia supaya lebih mengenal kisah penebusan Yesus Kristus. Namun lebih baik tidak di ajang diskusi ini.

~~~

Mengenai halal dan haram, lebih baik daku tidak meneruskan diskusi kita karena Mas LP tidak menyatakan persetujuan atas 2 poin yang daku simpulkan, walau pun secara tegas Mas LP menyatakan bahwa:

===> Halal dan Haram itu dari Tuhan. Lha posisinya adalah jika tidak ada penjelasan lain, jika tidak diharamkan yah berarti halal, kecuali jika ada kemiripan dengan yang haram atau membawa mudarat.

Namun Mas LP masih menyanggah adanya produk label haram-halal yang dari manusia. Tapi jika kita ingin diskusikan, ya kita lanjut saja karena ada 1 pertanyaan lagi yang cukup berat, namun jika daku tanyakan bakal tambah panjang diskusinya. Hehehe…

Salam.

@Mas Dewo tercinta : Hi Hi Hi jawabanmu baguslah . Bagus..Bagus saja indah..indah saja.🙂 Tetapi sayangnya biarpun indah kamu belum menyentuh substansi pertanyaanku.

Kita kan sedang membahas masalah halal haram kan yah, lha pertanyaanku kan terkait dengan itu. Kamu menjawab panjang dan cukup mempesona tetapi sayangnya belum menyebutkan sama sekali kaitan antara lepas dari kutuk hukum Taurat dengan soal haram dan halal ?

Apa halal dan haram yang ditetapkan di perjanjian lama masih berlaku ? Atau bagaimana ? Apakah karena sudah lepas dari kutuk hukum Taurat maka halal dan haram juga berarti sudah tidak berlaku?

Monggo silahkan dijawab …

SALAM Mister

GBU

@Mas Lovepassword,

Sebelumnya:

@Mas Dewo tercinta : Hi Hi Hi jawabanmu baguslah . Bagus..Bagus saja indah..indah saja.🙂 Tetapi sayangnya biarpun indah kamu belum menyentuh substansi pertanyaanku.

Waduh, rupanya masih salah. Benar-benar guru TK yg sulit… Hehehe…

Kita kan sedang membahas masalah halal haram kan yah, lha pertanyaanku kan terkait dengan itu. Kamu menjawab panjang dan cukup mempesona tetapi sayangnya belum menyebutkan sama sekali kaitan antara lepas dari kutuk hukum Taurat dengan soal haram dan halal ?

Oh rupanya harus dikaitkan dengan HALAL dan HARAM tho? Ndak bilang dari pertama sih kalau harus dikait-kaitkan.

Sekalian:

Apa halal dan haram yang ditetapkan di perjanjian lama masih berlaku ? Atau bagaimana ? Apakah karena sudah lepas dari kutuk hukum Taurat maka halal dan haram juga berarti sudah tidak berlaku?

Nah, ini dia baru pertanyaan yang jelas & lengkap. Jadi njawabnya pun bisa lebih pas lagi.

Begini Mas LP, bahwa Yesus itu hadir membawa ajaran yang memperbaiki AKHLAK manusia. Bahwa semua aturan/hukum (termasuk HARAM & HALAL) yang dulu disusun oleh MUSA dalam wujud TAURAT bermaksud membawa manusia agar hidupnya kudus. Namun manusia tidaklah mengerti esensi yg sebenarnya, bahwa esensinya adalah KASIH. Untuk itulah Yesus hadir untuk memberitakan KASIH itu, bahwa ALLAH sangat mengasihi manusia, dan demikian juga hendaknya manusia juga mengasihi Allah dan sesamanya.

Jadi kalau dulu ada perintah: JANGAN MEMBUNUH, maka itu sebenarnya wujud dari hukum SALING MENGASIHI SESAMA MANUSIA. Bahwa hukum terdahulu yang berisi apa yg boleh dan apa yang tidak boleh sebenarnya bermuara ke KEDUA HUKUM KASIH, yaitu:

1. Mengasihi Allah dengan segenap hatimu.
2. Mengasihi sesama manusia (bahkan musuh juga) seperti mengasihi diri sendiri.

{ Boleh percaya boleh tidak, tema Alkitab hari ini adalah tentang mengasihi ini. Coba kunjungi sabda.org hari ini. Atau buka Alkitab Lukas 10:27 }

Lebih lanjut di Markus 7 Yesus sendiri mengatakan bahwa:

7:14 Lalu Yesus memanggil lagi orang banyak dan berkata kepada mereka: “Kamu semua, dengarlah kepada-Ku dan camkanlah.
7:15 Apapun dari luar, yang masuk ke dalam seseorang, tidak dapat menajiskannya, tetapi apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya.”
7:16 (Barangsiapa bertelinga untuk mendengar hendaklah ia mendengar!)
7:17 Sesudah Ia masuk ke sebuah rumah untuk menyingkir dari orang banyak, murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya tentang arti perumpamaan itu.
7:18 Maka jawab-Nya: “Apakah kamu juga tidak dapat memahaminya? Tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu dari luar yang masuk ke dalam seseorang tidak dapat menajiskannya,
7:19 karena bukan masuk ke dalam hati tetapi ke dalam perutnya, lalu dibuang di jamban?” Dengan demikian Ia menyatakan semua makanan halal.
7:20 Kata-Nya lagi: “Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya,
7:21 sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan,
7:22 perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan.
7:23 Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang.”

Begitu kurang lebih jawabanku berdasarkan ajaran Yesus Kristus. Semoga dapat mencerahkan Mas LP.

Salam.

@Mas Lovepassword,

Oh iya, mungkin daku perlu tambahkan sedikit terutama untuk menjawab contoh Mas LP tentang seseorang stroke yg geblek yg tetap memaksa makan sate kambing. Mungkin perlu daku kutip komennya Mas LP:

Lha kasusnya tentu saja lain : Jika kamu stroke kamu maksa makan sate kambing dengan dalih karena kambing itu dihalalkan oleh Allah . menurut Islam dan juga Kristen kan makan daging kambing oke2 saja kan. Itu halal. Tetapi selain sisi halalnya saja yah lihat juga sisi manfaat versus mudarat. Lha kalo kamu sakit darah tinggi terus kamu maksa makan kambing -banyak banyak terus stroke lha itu geblek apalagi kalo dalihnya : Apa yang dihalalkan Allah tidak boleh diharamkan manusia.

Komentarku adalah:

1. Karena kambing halal, maka memang kambing layak untuk dimakan. Dan makan kambing adalah baik adanya.

2. Bahwa makan apa pun jika berlebihan, maka haram hukumnya karena akan berakibat buruk bagi manusia, misalnya mengakibatkan darah tinggi, kolesterol, stroke, jantung, dll.

Jadi ada 2 hal yang berbeda yang harus Mas LP pahami di sini. Soalnya berulang kali Mas LP memberikan contoh tersebut namun kurang memahami bahwa ada 2 poin yang tersirat di situ. Semoga Mas LP dapat menangkap sesuatu yang tersirat dari contoh yang diberikan oleh Mas LP sendiri.

Salam.

@Mas Dewo : Makan kambing baik adanya itu untuk sebagian orang. Untuk orang yang lain, makan kambing bahkan cuma makan beberapa tusuk sate saja bisa mempercepat perjalanan ke surga atau neraka🙂

Temanya itu bukan tentang makan berlebihan. YANG sedang kita bahas itu substansinya apakah suatu benda sesuatu hal baik untuk semua orang atau tidak.

Anggap saja kamu nggak pernah makan kambing seumur hidup. Jadi penyebab kamu stroke mungkin bukan karena kambing. kamu tetap saja dilarang makan daging kambing🙂 Mengapa ? Ya karena ada hal yang baik bagi satu orang , menjadi hal yang jelek untuk orang lain.

Hal-hal yang membawa manfaat bagi seseorang, bisa saja membawa mudarat bagi orang lain. Intinya yang kita omongin di situ.

Lha karena itulah maka manusia diberi otak untuk mempertimbangkan itu. Gicu lho.

Bahwa pilihan manusia bisa salah memang bisa salah, tetapi bukan pihak yang memberi otak yang malah disalahkan. Pointnya itu

SALAM

@Mas Lovepassword,

Sebelumnya:

Temanya itu bukan tentang makan berlebihan. YANG sedang kita bahas itu substansinya apakah suatu benda sesuatu hal baik untuk semua orang atau tidak.

Dengan pernyataan ini berarti Mas LP tidak sepakat atas sesuatu yang berlebihan adalah mudharat. Dengan demikian Mas LP gagal mengenali 2 hal utama yang bahkan ada ayatnya di AQ.

Anggap saja kamu nggak pernah makan kambing seumur hidup. Jadi penyebab kamu stroke mungkin bukan karena kambing. kamu tetap saja dilarang makan daging kambing🙂 Mengapa ? Ya karena ada hal yang baik bagi satu orang , menjadi hal yang jelek untuk orang lain.

Untuk Mas LP ketahui, penyebab stroke itu bermacam-macam, tidak hanya dari darah tinggi. Bisa juga karena kolesterol, diabetes, kecelakaan, dll.

Dalam kasus stroke karena gaya hidup yang tidak sehat, misalnya karena darah tinggi & kolesterol, diabetes, dll, maka biasanya ada yang salah dalam hidup manusia tersebut. Bisa saja dia sebelumnya BERLEBIHAN makan atau gaya hidup BERLEBIHAN lainnya.

Dari sini sudah dapat ditarik kesimpulan bahwa ada sesuatu yang BERLEBIHAN. Dan benar bahwa jika terkena beberapa penyakit berat seperti diabetes, darah tinggi, kolesterol, dll, maka orang tersebut harus DIET alias mengurangi dan mengatur makanannya. Artinya orang tersebut tidak BOLEH BERLEBIHAN lagi.

Dari sini mas LP seharusnya bisa memahami bahwa makan apa pun jika BERLEBIHAN pasti tidak baik. Bahkan sudah dituliskan secara khusus di ayat AQ. Ya tho? Lha kemudian dari segala BERLEBIHAN tadi itulah timbul segala macam penyakit.

Jadi kalau ada seseorang NORMAL & SEHAT kemudian makan sate kambing, maka itu baik adanya, karena KAMBING adalah halal & baik adanya. Namun jika dia makan apa pun secara BERLEBIHAN walau pun itu bukan KAMBING, ya pasti bakal jadi tidak baik.

Mohon mas LP memahami hal ini dengan lebih komprehensif lagi. Toh hal itu sudah tertulis di AQ.

Salam.

@Mister Dewo : Temanya itu bukan tentang makan berlebihan. YANG sedang kita bahas itu substansinya apakah suatu benda sesuatu hal baik untuk semua orang atau tidak.

Dengan pernyataan ini berarti Mas LP tidak sepakat atas sesuatu yang berlebihan adalah mudharat. Dengan demikian Mas LP gagal mengenali 2 hal utama yang bahkan ada ayatnya di AQ.

===> Bukan gitu atuh sayang. Yang berlebihan tentu saja jelek, kan sudah kubilang tema besarnya itu jangan melampui batas. Jangan lebay. Tetapi maksudku saat ini kan kita sedang ngomongin apakah semua yang halal perlu kita anggap pasti berguna atau perlu kita perhatikan juga manfaat dan mudaratnya. Yang saya omongkan tuh gitu.

@Mas Lovepassword,

Hehehe… nampaknya jawaban Mas LP masih kurang mengena. Kalau boleh daku coba pahami atas pernyataan Mas LP, maka:

1. Ada SESUATU yg DIHALALKAN.

2. SESUATU yg DIHALALKAN itu tidak selalu baik, malah bisa mendatangkan KEMUDARATAN dan KEBATILAN terutama jika implementasinya LEBAY. Untuk itulah manusia diberi OTAK oleh Tuhan.

Apakah Mas LP setuju dengan kesimpulan ini? Jika setuju (lha wong daku nyimpulkan atas pernyataan Mas LP sendiri tentu mas LP harus setuju), maka ada pertanyaan MENDASAR, yaitu:

“Apakah ada SESUATU yg HALAL namun ketika dilakukan langsung menghasilkan KEMUDARATAN/KEBATILAN padahal TIDAK BERLEBIHAN (lebay)?”

Sementara pertanyaannya 1 saja. Hehehe…

Salam & terima kasih sebelumnya atas jawabannya.

@Mas Dewo : Hi Hi Hi. Dari caramu bertanya membuat aku sungguh terkesan. Cuit Cuitttt…Sip Sip…- Kamu memang pinter digigit laler menclok pager. Sip Markusip pokoknya.

SESUATU yg DIHALALKAN itu tidak selalu baik, malah bisa mendatangkan KEMUDARATAN dan KEBATILAN terutama jika implementasinya LEBAY. Untuk itulah manusia diberi OTAK oleh Tuhan.

Apakah Mas LP setuju dengan kesimpulan ini? Jika setuju (lha wong daku nyimpulkan atas pernyataan Mas LP sendiri tentu mas LP harus setuju)

===> Kamu menyimpulkan boleh saja . Tapi sayangnya kesimpulanmu masih salah cah. Hi Hi hi. Senengnya hatiku melihat kepinteranmu.

Gini yah Mas Dewo : Bahwa sesuatu yang berlebihan membawa mudarat ini benar. Ocree. Tetapi yang saya bahas itu bukan soal berlebihannya.

Memang ada tindakan atau sesuatu hal tertentu yang terlepas dilakukan berlebihan atau biasa saja tetap bisa membawa mudarat bagi seseorang meskipun bagi orang yang lain membawa manfaat. Kamu mau ngetes daku ya ? Hi Hi Hi

==============================================
maka ada pertanyaan MENDASAR, yaitu:

“Apakah ada SESUATU yg HALAL namun ketika dilakukan langsung menghasilkan KEMUDARATAN/KEBATILAN padahal TIDAK BERLEBIHAN (lebay)?”

Sementara pertanyaannya 1 saja. Hehehe…

===> Dari caramu tertawa seakan kamu sudah mengenggam dunia anak manis. Hi Hi Hi.

Jawabannya ya MEMANG ADA.

Kenapa anak manis ? Kaget dengan jawaban tegas guru TK yang ganteng, imut-imut dan mempesona ini.

Contohnya apa ? Misalnya saja kamu alergi sama udang atau sama tirem. Lha jangankan kamu makan udang berlebihan makan udang satu saja bibirmu sudah jontor , badan bisa gatel semua.
Lha udang itu halal tidak dilarang dalam agama Kristen kan yah ? Tetapi kalo kamu alergi udang makan udang ya bego-bego kamu sendiri. Sudah tahu alergi kok maksa. Hi Hi Hi.

Contoh lain : Susu sapi itu halal, tetapi bagi anak penderita autisme susu sapi tidak disarankan karena mengandung kasein. Konon bagi anak penderita autisme kasein tidak bisa dicerna sempurna sehingga berubah menjadi morfin.

Secara substansial terlepas dari sedikit atau banyak , zat itu berpengaruh buruk bagi penderita. Lha kalo banyak tentu memang efeknya lebih besar. Susu sapi itu halal. Bagi sebagian besar manusia susu sapi itu baik-baik saja. Tetapi ada tipe manusia yang memang alergi atau mendapat efek buruk dari susu sapi.
Ini bukan masalah meminum secara berlebihan. Tetapi secara substansial memang ada zat tertentu yang membawa mudarat bagi sebagian orang.

Cukup jelas Mister ???

SALAM.

NEXT ?

@LP kebanyakan ngga nyambungnya nih.

wakaka..

KEBATILAN itu hubungannya dengan AJARAN…

Apakah memakan udang itu suatu ajaran..?

Apakah minum susu sapi itu suatu ajaran..?

Yang benar dong kalau bikin analogi.

wah payah…

dari dulu…………….masih begini saja

@jelasnggak : GBU cah🙂

@Mas Lovepassword,

Sebelumnya:

===> Kamu menyimpulkan boleh saja . Tapi sayangnya kesimpulanmu masih salah cah. Hi Hi hi. Senengnya hatiku melihat kepinteranmu.

Wah, masih salah ya? Perasaan daku sudah menyimpulkan kata-per-kata dari pernyataan Mas LP. Namun ternyata masih salah juga. Berarti memang daku belum bisa lulus TK. Hiks…

Gini yah Mas Dewo : Bahwa sesuatu yang berlebihan membawa mudarat ini benar. Ocree. Tetapi yang saya bahas itu bukan soal berlebihannya.

Nah ini yg membuat aku bingung. Kata Mas LP sendiri di komentar terdahulu bahwa HALAL itu tidak baik JIKA LEBAY. Eh sekarang kok diralat lagi? WOke deh, kita coba diskusikan lebih lanjut ya?

Memang ada tindakan atau sesuatu hal tertentu yang terlepas dilakukan berlebihan atau biasa saja tetap bisa membawa mudarat bagi seseorang meskipun bagi orang yang lain membawa manfaat. Kamu mau ngetes daku ya ? Hi Hi Hi

Nah, kalau jawaban ini berarti malah setuju dengan topik diskusi kita yang dulu, yaitu bahwa ADA SESUATU YG HALAL namun MEMBAWA KEMUDHARATAN bin BATHIL.

Wah, seandainya saja dari dulu Mas LP akur-akur saja tentang hal ini tentu kita tidak usah diskusi berhari-hari. Kayaknya lebih pintar Mas JelasNggak dari pada gurunya. Hehehe…

Jawabannya ya MEMANG ADA.

Pernyataan ini menguatkan kesimpulan Mas LP bahwa MEMANG ADA SESUATU yg HALAL tapi MEMBAWA KEMUDHARATAN dan KEBATHILAN. Maaf ya Mas LP kalau di beberap kata terpaksa kubikin huruf besar dan tebal. Bukan karena ekspresi marah, namun supaya kita semua bisa melihat poin penting yang kita diskusikan di sini.

Mengenai sisa komentarnya, daku lebih setuju dengan Mas JelasNggak bahwa yg terpenting adalah AJARANNYA, bukan sesuatu yg dimakan. Toh sebenarnya kasus yg sedang kita bahas adalah AJARAN, bukan MAKANAN. Jadi contoh yg dikemukakan Mas LP tidak nyambung. Bukannya tidak bisa daku jawab, namun bakal muter-muter kayak orang stroke yg geblek memaksakan diri makan sate kambing.

Salam.

Kalo sesama anak TK saling memuji ngrasani guru TKnya itu biasalah.🙂

ADA SESUATU YG HALAL namun MEMBAWA KEMUDHARATAN bin BATHIL.

===> Iya memang gitu. Kalo kamu sepakat yah sudah. Selesai berarti. Lha karena yang halal itu sangat luas dan bisa saja membawa mudarat bagi sebagian orang meskipun bagi yang lain bisa saja membawa manfaat karena itulah Yang perlu diperhatikan tidak saja semata-mata halal dan haram saja tetapi juga sisi manfaat dan mudaratnya.

Misalnya saja perbuatan minum susu sapi itu halal dan bermanfaat bagi sebagian orang. Tetapi bagi orang yang lain yang alergi susu sapi membawa mudarat. Lha tentu saja bagi orang yang memang tidak mendapatkan manfaat dari susu sapi malahan mendapatkan mudarat , sebaiknya tidak minum susu sapi meskipun itu halal.

Tidak bisa dengan aduhai ngawur lalu kamu ngomong karena susu sapi itu halal dan apa yang dihalalkan Allah tidak boleh diharamkan manusia maka berarti harus minum. Itu ngawur. Sukurlah jika kamu sudah paham.

Oke? Kasus sudah bisa ditutup atau kamu masih mau bertanya lagi

Kita sepakat kasus ditutup atau kamu masih penasaran ?🙂

@LP

Kamu katakan: ” Iya memang gitu. Kalo kamu sepakat yah sudah. Selesai berarti.”

===> Ini lawak ya……?

Justru “iya’ nya kamu itu lho yang bikin heran …

@masDewo bukan-nya sedang setuja-setuju sama kamu, tetapi dia itu malahan sedang bertanya gitu lho..
😆

Kok ada sih ? SESUATU (ajaran) YG HALAL namun MEMBAWA KEMUDHARATAN bin BATHIL.(bagi diri sendiri dan/atau orang lain)

gitu…

(ini sih menurut sepenangkapan saya lho….)
.
.
.

@jelasnggak tercinta : Gini lho cah. Biarpun sesama anak TK yang pinter tetapi tentu juga ada yang lebih pinter. Kamu itu pinter cah tapi sayangnya Mas Dewo jelas lebih pinter. Hi Hi Hi.

Saya kan ngomong : Kalo sepakat ya sudah kasus selesai, lha itu kan kalo – lha kalo dia memang tidak sepakat lha silahkan saja bertanya bagian mana dia tidak sepakat. Kalo misalnya menolak ya silahkan buat argumentasi penolakan. Hi Hi Hi.

Aku memberi waktu dia untuk memikirkan ini sehingga argumentasi ayat Alkitab yang dia posting juga aku biarkan dulu. Kalo memang case close – lha aku kan nggak perlu terlalu ribet membuat tanggapan.🙂

Lha kamu juga boleh membantu kok, kalo mau. Tapi yang namanya mbantu itu yang pinteran dikit gicu lho cah. Jangan kayak pom pom berteriak teriak njoget dari pinggir lapangan.

Bukan kita sudah diskusi berminggu-minggu terus karena kalian kepepet ngomong nggak nyambung dengan ajaran. Lha kalo kalian merasa bisa menjawab kok ya selalu nyambung, tidak pernah dipermasalahkan – lha begitu kepepet baru ngomong nggak nyambung. He he he. Cara klasik ala jelasnggak. Hi Hi hi

Larangan makan makanan atau mengijinkan makan makanan tentu saja juga bagian dari ajaran. Lha setelah berminggu oke2 saja mendadak dengan santainya kamu ngomong makanan itu nggak nyambung dengan ajaran.
Lha bukan makanannya yang dibahas dong. Perbuatannya . Lha perbuatan makan itu yang terkait dengan ajaran. Gimana kamu cah. cah… –

Kalo di PL ada larangan makan ini itu itu ajaran atau bukan? Ya ajaran dong cah..cah.

Adam dilarang makan buah larangan. Dia makan, lha Adam melanggar ajaran atau tidak ? Kalo mikir yang pinteran dikit cah. Ocreee…?

Dalam kasus halal haram : Aku sudah ngomong jelas tegas berikut contohnya bahwa bahkan jika sesuatu itu halal , tetap harus ditimbang juga sisi manfaat dan mudaratnya.

Saya tahu kamu , dan saya rasa kamu cukup pintar untuk setuju. Betul nggak cah ? Hi Hi Hi . Setuju ya ..Ya ???

SALAM Cah
GBU

@Mas Lovepassword,

Hallo Mas, maaf jika daku mbalesnya agak lambat bin jarang-jarang. Maklum sedang liburan di Semarang. Ups, Mas LP juga di Semarang ya?

===> Iya memang gitu. Kalo kamu sepakat yah sudah. Selesai berarti. Lha karena yang halal itu sangat luas dan bisa saja membawa mudarat bagi sebagian orang meskipun bagi yang lain bisa saja membawa manfaat karena itulah Yang perlu diperhatikan tidak saja semata-mata halal dan haram saja tetapi juga sisi manfaat dan mudaratnya.

Ya, berarti kita sepakat atas 1 hal. Namun daku masih menyimpan pertanyaan untuk Mas LP. Semoga Mas LP berkenan untuk meneruskan diskusi kita untuk membahas sesuatu hal yang ingin daku tanyakan.

Layaknya agama yang lain, sebuah agama tentu berisi panduan hidup. Selain berwujud aturan (biasanya berisi larangan & ijin = haram & halal) juga berisi tuntunan untuk bertingkah laku bagi manusia. Idealnya adalah bahwa aturan & tuntunan itu membawa keselamatan bagi manusia sehingga manusia dapat berkenan di hadapan Tuhan.

Dalam diskusi yang lalu, kita telah mengambil kesimpulan dan sepakat bahwa:

ADA SESUATU YG HALAL namun MEMBAWA KEMUDARATAN

Ya ini berarti bahwa ternyata dalam suatu agama ada aturan yang MEMBAWA KEMUDARATAN alias TIDAK BERMANFAAT. Nah, yang daku tanyakan sekarang adalah di ranah TUNTUNAN atau boleh juga disebut AJARAN dalam bertingkah laku bagi penganut/pengikutnya.

ADAKAH AJARAN/TUNTUNAN yang LANGSUNG membawa KEBATHILAN walau pun dilaksanakan TANPA KE-LEBAY-AN?

Oh iya, daku sengaja menambahkan kata ke-LEBAY-an supaya diskusi kita tidak muter-muter lagi.

Terima kasih atas jawaban Mas LP sebelumnya yang telah memberikan daku pencerahan yang luar biasa. Semoga jawaban Mas LP berikutnya dalam diskusi ini juga dapat memberikan pencerahan bagiku dan pembaca diskusi ini.

Salam & GBU.

@Mas Dewo tercinta : ADA SESUATU YG HALAL namun MEMBAWA KEMUDARATAN

Ya ini berarti bahwa ternyata dalam suatu agama ada aturan yang MEMBAWA KEMUDARATAN alias TIDAK BERMANFAAT. Nah, yang daku tanyakan sekarang adalah di ranah TUNTUNAN atau boleh juga disebut AJARAN dalam bertingkah laku bagi penganut/pengikutnya.

===> Saya nangkep maksudmu tetapi kalimatmu ini bisa mengundang salah persepsi🙂
Intinya gini : Sesuatu yang diijinkan itu semestinya tetap perlu dinalar juga manfaat dan mudaratnya .

ADAKAH AJARAN/TUNTUNAN yang LANGSUNG membawa KEBATHILAN walau pun dilaksanakan TANPA KE-LEBAY-AN?

Sudah tak jawab kan ya ?🙂 Itu memang ada.

Memang ada tindakan atau sesuatu hal tertentu yang terlepas dilakukan berlebihan atau biasa saja tetap bisa membawa mudarat bagi seseorang meskipun bagi orang yang lain membawa manfaat. Contoh-contohnya sudah tak tulis diatas kan :

Minum susu sapi itu halal, tetapi bagi orang yang alergi yah sebaiknya ya tidak minum. Jadi yang menjadi bermasalah bukan cuma semata-mata berlebihannya saja tetapi bisa juga substansinya.

Apakah minum susu sapi itu melaksanakan ajaran ? Ya tentu saja melaksanakan ajaran untuk makan makanan halal. Bener iya ?

Apakah bila seseorang diperbolehkan minum susu sapi itu artinya dia harus minum ? Nggak juga. Yang namanya boleh itu artinya mau minum boleh nggak juga boleh. Lha kalo memang dalam kasus tertentu tindakan minum susu sapi itu membawa mudarat meskipun bagi orang lain membawa manfaat maka tentu semestinya orang itu tidak minum susu sapi karena membawa mudarat baginya. Meskipun bagi orang lain minum susu sapi itu oke-oke saja bahkan dipandang bermanfaat.

SALAM

@Mas Lovepassword,

Wah senang sekali bahwa kita sudah bisa menutup diskusi kita yang telah berlangsung berhari-hari ini dengan 2 buah kesimpulan yang sangat mencerahkan. Kalau boleh dirangkum, maka diskusi kita menghasilkan kesimpulan berikut ini:

1. Ada KETETAPAN dalam agama yang merupakan KETETAPAN HALAL namun membawa KEMUDHARATAN.

2. Ada AJARAN dalam agama yang merupakan AJARAN NABI namun membawa KEBATHILAN.

Kesimpulan no. 2 memang belakangan daku pisahkan karena sedari awal Mas LP selalu memberikan contoh KETETAPAN namun sama sekali tidak memberikan contoh AJARAN yang sejatinya menjadi kasus yang diangkat oleh Mas JelasNggak.

Namun berdasarkan komentar Mas LP terakhir membuat kita semua tercerahkan bahwa MEMANG ADA ajaran yang ternyata membawa KEBATHILAN. Ini sama saja mengamini beberapa artikel Mas JelasNggak yang menuliskan kritisi poligami.

Namun memang harus diakui bahwa tulisan Mas JelasNggak cenderung tendensius dan kritisi sinis dengan kata-kata cenderung kasar. Namun jika dituliskan dengan penuh kedewasaan dan kematangan penyampaian, maka ada banyak hal yang bisa kita setujui.

Sekali lagi terima kasih untuk Mas LP atas diskusi yang jujur ini. Daku sudah sangat tercerahkan, dan daku harap diskusi ini dapat bermanfaat pula bagi Mas LP.

Salam.

@Mas Dewo Tercinta

Intinya :

1.Ada yang dilarang dan ada yang diijinkan.
2. Lha selain memperhatikan hal itu , juga semestinya diperhatikan sisi manfaat dan mudaratnya.

Lha sisi manfaat dan mudarat ini bisa saja sangat kasuistis tergantung dari pelakunya , situasi dan kondisi, dsb.

Seperti yang sudah kucontohkan :

Susu sapi itu halal
Tetapi jika kamu alergi susu sapi atau susu sapi itu membawa dampak bagi kesehatanmu yah jangan minum susu sapi karena itu membawa mudarat bagimu.

Lha kalo kamu mendapat manfaat dari minum susu itu, ya silahkan minum.

Bahwa yang berlebihan tidak baik memang benar, tetapi ada sesuatu hal yang secara substansial membawa mudarat bagi sebagian orang meskipun bagi orang yang lain bisa saja membawa manfaat. Dalam kasus-kasus seperti itu tentu pelakunya masing-masing yang harus menimbang antara manfaat dan mudaratnya.

Oke. CASE CLOSE

Terimakasih atas diskusinya.

SALAM

Kotak komentarmu kok bisa mencolot mencolot gini yah jell.🙂

ahh..kata ahli zina ..bilang hanya kebohongan yang dimilki kaum muslimin.
https://jelasnggak.wordpress.com/2009/06/19/kutipan-kata-kata-ali-sina-1/

berarti semua orang yang berlabel muslim adalah pembohong. ehhh tahu tahunya di artikel ini malah dibuktikan sebaliknya “pengakuan jujur seorang muslim” terlepas topiknya apa. tapi karena ahli zina berani memukul rata hanya kebohongan yang dimilki kaum muslimin, jadi seharusnya semuanya adalah kebohongan, jika seorang muslim mengaku sakit hati seharusnya itu adalah kebohongan karena dia dibilang bohong oleh AHLI ZINA karena dia muslim, maka perkataannya adalah tidak benar.

tapi tuduhan ahli zina dibantah sendiri oleh pengikutnya di sini secara tidak sadar.
premis utama:hanya kebohongan yang dimiliki muslimin
premis kedua:pengakuan jujur seorang muslimah adalah masih muslim, dan ditulis muslim di situs ini.
konklusion:kejujuran muslimah itu adalah keboohongan karena dia muslim.

ahhh……minum kopi dulu…memang enak klo disuguhkan sama omelet. (membayangkan) tuing tuing.

Bukan “semua muslim berbohong” yang dimaksud ali sina.

Tapi,

“Yang dimiliki muslim adalah kebohongan islam”

ngerti …?

.
.
.
hi hi hi… lucu..

@jelasnggak : Makanya cah, kalo belajar logika yang bener. Bukan cuma asal samber saja. Hi Hi hi. Kamu itu pinter tapi Lebay. Lha bagian yang terakhir itulah yang akan menciptakan banyak kekacauan untukmu sendiri. Terlalu banyak memakai kata yang Hiperbola. Hi Hi Hi. Artis gicu loh…

SALAM Cah
GBU

Aku bingung…….”Jelasnggak” lama2 jadi nggak jelas kayak orangnya

trakhir postingan tgl.22 Nov terus habis…sepiiii…nggak menarik

nama kamu jelasnggak ya?lam kenal

Saya jewish, sesuai dengan namaku bahwa saya ada darah yahudi.

Saya cuma ingin kasih tau kamu bhw ajaran yesus itu KHUSUS BUAT BANGSA SAYA YAITU BANGSA ISRAEL.

Kamu buka matius 15:24 :

“Jawab Yesus: “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.” (Terjemahan Baru)

“Maka jawab Yesus, kata-Nya, “Tiadalah Aku disuruhkan kepada yang lain hanya kepada
segala domba yang sesat dari antara bani Israel.” (Terjemahan Lama)

Sangat jelas sekali bhw kamu itu tidak diperbolehkan mengikuti ajaran Yesus karena kamu bukan bangsa Israel, lalu mengapa kamu memeluk agama Yesus?

Yang aku bingung cah. Kotak komentarmu yang ini ngapain jawaban sama pertanyaannya bisa loncat loncat kayak kodok yah ? Urutannya jadi kacau beliau, jadi tidak jelas siapa yang menjawab siapa , karena nggak urut waktu tampilannya .

@cosmicboy

kaya’nya kamu harus disunat dulu deh..biar pikirannya sehat….

malu donk sama anak kecil, belum disunat…

Salam,
jika seorang janda(wanita) yg telah bercerai, sudah tentu pada suatu saat ingin lagi hidup bersama suami yg baru, apakah dia mau sama duda atau sama bujangan atau mau dipoligami, itu terserah janda tersebut.Menikah secara poligami itu halal dan lebih baik dari perzinahan.
Allah tidak suka perzinahan.Wanita sangat mulia disisi Allah.

Salam,
Sayyid.

ha ha ha…
allah mas memang tidak suka perzinahan, tetapi allah mas suka jika umatnya menyakiti hati sesama (dalam hal ini wanita)

sami mawon mass..

sama-sama dosa..

Salam,
mas,
Sejak kapan Allah mempunyai umat, dan sejak kapan Allah menyuruh menyakiti satu sama yg lain , apa lagi dalam hal mennyakiti wanita.Saya kira anda adalah pengikut yesus rupanya pengikut syeitan.
AKu memohon kepada Allah yg menciptakan Alam semesta, tujuh langit dan tujuh bumi dan segala isinya adalah kepunyaanNYA.Allah yg telah memberi kitab-ktab sebelumnya yaitu :zabur.taurat,injil dan Alquran yg penuh ikhmah.Kami disuruh beriman padanya.ini adalah jalan yg benar.Dia telah membedakan mana yg hak dan yg bathil itu.Sesungguhnya Dialah yg Hak dan yg bathil itu akan lenyap untuk selama-lamanya.

Oleh karena anda telah melontar penghinaan kepada Allah yg telah menjadikan anda, anda akan ditimpa kemudharatan.

Salam,
Sayyid.

hahahahahahahahahaha
masalah satu ini emang bikin ketawa,,,,
ini selalu di jadikan bahan tuk memojokkan nabi muhammad….

apa karena itu para pastor gak mau nikah, padahal banyak pastor stress gara2 gak ‘gituan’, hihihihihihi
oh ya, mas jelasnggak dah pernah belajar usuhul fiqih belum? kalo dah pernah pasti ngerti masalah poligami dalam pandangan islam..
kalau belum pernah ya,,,,,
gini deh pemahamannya… tapi aku gak nyalahkan, kalau seandainya aku dalam posisi sampean, pasti ikut nentang, tapi setelah belajar fiqih, ternyata……..
Islam benar2 agama yg kaffah…
ya maaf mas kalo gak enak ngomongnya, intinya seadainya mas di takdirkan dalam posisi saya pasti akan ngomong seperti saya, jadi itulah Tuhan, maha penguasa akan segala sesuatu,
intinya disini, saya cuma mengajak kita berdamai meski dalam perbedaan, Anda tau Gus Dur kan, bila mengaca pada beliau, benar2 kalau kita saling menghargai akan sangat terasa indah,

@Kiraitomy.

Terima kasih sudah menyempatkan diri berkomen di blog saya.

Kamu ngomong begini :

hahahahahahahahahaha
masalah satu ini emang bikin ketawa,,,,
ini selalu di jadikan bahan tuk memojokkan nabi muhammad….

apa karena itu para pastor gak mau nikah, padahal banyak pastor stress gara2 gak ‘gituan’, hihihihihihi

>> saya tidak akan membahas masalah pastor yang ngga nikah .. apalagi tuduhan anda ngga jelas begitu. wakaka ..
sori…

~~

oh ya, mas jelasnggak dah pernah belajar usuhul fiqih belum? kalo dah pernah pasti ngerti masalah poligami dalam pandangan islam..
kalau belum pernah ya,,,,,
gini deh pemahamannya… tapi aku gak nyalahkan, kalau seandainya aku dalam posisi sampean, pasti ikut nentang, tapi setelah belajar fiqih, ternyata……..
Islam benar2 agama yg kaffah…
ya maaf mas kalo gak enak ngomongnya, intinya seadainya mas di takdirkan dalam posisi saya pasti akan ngomong seperti saya, jadi itulah Tuhan, maha penguasa akan segala sesuatu,
intinya disini, saya cuma mengajak kita berdamai meski dalam perbedaan, Anda tau Gus Dur kan, bila mengaca pada beliau, benar2 kalau kita saling menghargai akan sangat terasa indah,

>> hi hi hi,.jadi jawaban anda mengenai poligami apa mas… kok cuman di jawab : Islam itu fiqih..dan kaffah..

ha ha ha.. kita pakai rasio saja lah mas, jangan pakai fiqih kaffah, barokah, dll.

pakai bahasa yang di mengerti secara universal saja lah.. ha ha ha.. ada lagi satu.

salam kenal.

inilah hebatnya manusia, selama masih ada nafas dia diberi kebebasan apa saja ( sak ueenak udhule). bahkan boleh menghakimi Tuhan maupun setan.
……jaan ueenak tenan.
tapi kalau sudah mati bin muodhar, ya mesti tanggung resikonya.
ayoooo mumpung masih ada kesempatan gunakan sesukanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Yang nggak Seneng Poligami :

  • 198,551 orang
%d bloggers like this: