Jelasnggak

Muslim Yang Sejati

Posted on: May 29, 2010

Berikut ini adalah surat dari seorang Muslim Sejati, muslim yang mengikuti Islam secara benar, sama persis dengan yang diajarkan dan dikehendaki oleh Muhammad.

>>PERINTAH MEMBUNUH DARI MUHAMMAD (klik disini)<<

Terdapat beberapa surat dan versi yang beredar (silahkan search di Google). Kita tidak akan memperdebatkan versi2 tersebut, karena pada dasarnya maksud utama dari surat tersebut adalah sama.

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Segala puji hanya milik Allah, sesembahan seluruh makhluk dan shalawat kepada Rasul akhir zaman, Muhammad Shalallohu’alaihi Wassalam.

Telah kuterima suratmu akhi, diantara gerimis hujatan dan cercaan para penguasa dzolim. Sepucuk suratmu telah membangkitkan perasaan dan semangatku. Dari balik jeruji besi ini, aku sampaikan bahwa aku baik dan selalu dalam lindungan Allah, Pemelihara alam semesta dan sesembahan segala makhluk. Tiada kenikmatan yang mampu aku rasakan kecuali dalam jeruji ini. Satu kenikmatan yang hanya aku yang mampu merasakannya.

Akhi, aku wasiatkan kepada antum dan seluruh ikhwan yang telah mengazzamkan dirinya kepada JIHAD dan MATI SYAHID untuk terus berjihad dan bertempur melawan syetan akbar, Amerika dan Yahudi Laknat.

Akhi, jagalah selalu amalan harian antum. Sebab dengan itulah kita berjihad dan sebab itulah kita mendapat rizki mati syahid. Janganlah anggap remeh amalan sunah akhi, sebab itulah yang akan menyelamatkan kita dari bahaya futur dan malas hati.

Akhi, jagalah malammu kepada Allah azza wa jalla. Selalulah isi malam-malammu dengan sujud kepada-Nya dan pasrahkan diri antum sepenuhnya kepada kekuasaan-Nya. Ingatlah akhi, tiada kemenangan melainkan dari Allah semata.

Ingatlah selalu akan janji kita, untuk selalu membentuk generasi pengganti. Satu generasi yang mereka mencintai kematian sebagaimana musuh-musuh Allah mencintai kehidupan. Bangkitkan generasi yang siap menjadi pasukan-pasukan Allah. Binalah suatu generasi yang mereka siap selalu untuk menjadi manusia penghancur kekafiran dan kebathilan. Bangunkan pemuda yang siap menjadi pasukan syahid yang akan menggentarkan musuh Allah, musuh Islam, dan musuh kaum Muslimin.

Kepada antum yang telah mengikrarkan dirinya untuk bertempur habis-habisan melawan anjing-anjing kekafiran, ingatlah perang belumlah usai. Justru saat inilah baru dimulai peperangan yang sesungguhnya. Lakukanlah aksi-aksi syahid di manapun antum semua berada. Janganlah takut cercaan orang-orang yang suka mencela, sebab Allah di belakang kita akhi. Jikalau teror yang selama ini kita lakukan membuat gentar dan takut, maka teruslah lakukan ke atas semua kepentingan musuh kita. Janganlah kalian bedakan antara sipil kafir dengan tentara kafir. Sebab yang ada dalam Islam hanyalah dua, ia adalah ISLAM atau KAFIR. Tidak ada beda antara sipil kafir dengan tentaranya. Jika kalian mampu membunuh troop-troop mereka, itu lebih baik bagi kalian daripada ibadah sunah kalian.

Akhi, bersabarlah dengan semua ujian yeng menimpa kita ini. Ingatlah semakin berat ujian ini, semakin dekat pula pertolongan Allah untuk pasukan kita. Buatlah sehingga orang-orang kafir itu tidak kerasan dengan kekafiran mereka di muka bumi ini. Jadikan darah mereka seperti darah anjing yang hina dina. Lakukanlah teror atas mereka sebagaimana mereka melakukan teror dan pembantaian atas saudara kita di Palestina, Afghanistan dan seluruh penjuru bumi. Jika mereka membantai satu saudara kita, bantailah seratus orang dari mereka. Jika mereka membantai sepuluh orang saudara kita, bantailah seribu orang dari mereka, atau bahkan kalau bisa lebih dari itu.

Akhi, jadikan hidup antum penuh dengan pembunuhan terhadap orang-orang kafir. Bukankah Allah telah memerintahkan kita untuk membunuh mereka semuanya, sebagaimana mereka telah membunuh kita dan saudara kita semuanya. Bercita-citalah menjadi penjagal orang-orang kafir. Didiklah anak cucu antum menjadi penjagal dan teroris bagi seluruh orang-orang kafir. Sungguh akhi, predikat itu lebih baik bagi kita daripada predikat seorang muslim tetapi tidak peduli dengan darah saudaranya yang dibantai oleh kafirin laknat. Sungguh gelar teroris itu lebih mulia daripada gelar ulama namun mereka justru menjadi penjaga benteng kekafiran. Sungguh sebutan teroris itu lebih berharga daripada gelar penguasa muslim, namun mereka justru menjadi mesin pembantai kaum Muslimin. Jika kalian membenci dan memusuhi gelar yang diberikan oleh musuh Allah terhadap kita, maka melalui jalan mana lagi kita akan masuk jannah.

Ingatlah akhi, Jannah itu diraih dengan jalan pedang dan pertempuran. Jannah itu diraih dengan darah dan air mata. Jannah itu diraih dengan pembantaian dan kebinasaan. Islam itu ditegakkan dengan perang dan simbahan darah dan air mata. Tidaklah Islam itu jaya melainkan berdiri di atas darah dan tulang belulang para syuhada. Maka, jika kalian tidak sempat mengecap kemenangan Islam, maka kalian akan mengecap nikmatnya Jannah yang telah dijanjikan Allah kepada para pembela dan pengawal Islam.

Ingatlah selalu penderitaan orang-orang tua kita. Kenanglah selalu jerit tangis anak-anak kita. Janganlah hapus dari ingatan antum pencabulan yang dilakukan oleh orang-orang kafir terhadap Muslimah kita. Berjanjilah untuk membalasnya akhi. Berjanjilah, bunuhlah para pemimpin orang-orang kafir itu. Hancurkan kesombongan mereka dan hinakan harga diri mereka. Janganlah kalian berhenti memerangi mereka hingga Islam menang atau antum hancur dalam peperangan. Aku akan selalu berdo’a untuk kemenangan Islam, kemenangan antum dan kemenangan pasukan kita, di antara hardikan dan cambukan anjing sipir penjara.

Sekian saja akhi. Bersabarlah dan selalu istiqomah. Alloh di belakang kita, masa depan milik Islam. Allahu Akbar…Allahu Akbar dan kekuatan hanya milik Allah semata.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Dari saudaramu FATIH, di antara jeruji besi penguasa kafir Indonesia.

——————————————————————————————

Komentar dari exmuslim

Kami menjadi tahu, mengapa banyak muslim yang baik, yang cinta damai dan bertoleransi, dan di lain pihak terdapat muslim radikal, yang dengan kebenciannya memusuhi orang2 kafir, dan berusaha membunuh mereka. Muslim menjadi orang yang baik, karena mereka tidak menaati ajaran Muhammad sepenuhnya, mereka masih mengedepankan hati nuraninya sebagai manusia, daripada melakukan ajaran2 picik agamanya. Sebaliknya, bagi mereka yang mendalami Quran dan Hadis dengan seksama, tanpa sensor hati nurani, kemungkinannya hanya dua, menjadi MURTADIN seperti kami, atau menjadi MUSLIM SEJATI (klik disini), yang dipenuhi rasa kebencian terhadap orang yang berbeda keyakinan, seperti Amrozi CS, dan teroris2 lain didunia ini.

Saudaraku, jika menceritakan kembali Quran, Hadis, dan sejarah kehidupan Muhammad anda anggap sebagai BENTUK KEBENCIAN TERHADAP ISLAM, itu adalah hak anda! Yang pasti tak ada niatan hati kami untuk MENGHUJAT siapapun. Dan bila anda tetap beranggapan bahwa apa yang kami ungkapkan adalah kebohongan dan fitnah, maka BUKTIKANLAH. Dengan membuktikan isi dari blog ini, anda akan menemukan mana yang benar dan mana yang salah. Anda akan mengerti seperti apakah Muhammad dan Islam itu sejatinya. Biarlah sebagian besar dari kita yang tidak tahu apa2 tentang Islam mengetahui akan pesan dan wajah asli Islam. Secepat kita mengetahui kebohongan Islam ini, secepat itu pula kita menjadi bagian masyarakat dunia yang beradab dan terhormat.

409 Responses to "Muslim Yang Sejati"

Daripada ngecupris beginian mendingan kita mikirin kasus Lapindo yang nggak selesai-selesai… jell…

SALAM cah

@Lp,
Benar, Lapindo jg diurus. Tp bahaya laten spt ini tdk boleh diabaikan.
Salam

Jelasnggak
muslim yg benar2 sejati adalah nabi Muhammad.Perhatikan,nabi gak pernah membunuh org kafir tanpa sebab.

Jadi membunuh org dengan sebab menjadikan org itu muslim sejati. Kalau seorg muslim membunuh sebab uang, itu muslim sejati? Kalau seorg muslim membunuh sebab perempuan, itu muslim sejati? Kalau seorg muslim membunuh sebab kuasa, itu muslim sejati?

perhatikan,semua peperangan oleh nabi kerana mempertahankan diri.

@ Ilham,

“The Prophet had suddenly attacked Bani Mustaliq without warning while they were heedless and their cattle were being watered at the places of water. Their fighting men were killed and their women and children were taken as captives” (Bukhari 46:717)

Baca baik2, emang mempertahankan diri???

kabilah bani mustaliq dan bani hawazin telah mengumpulkan kekuatan utk memerangi baginda terlebih dahulu selepas baginda menawan Makkah.Lihat tafsir Ibnu Kathir ms Jilid 2,hal 453.Inilah latarbelakang perang bani Mustaliq.

@ ilham,

Poin 1, sila buktikan bahwa Muhammad pernah mengambil inisiatif mengusahakan perdamaian?

Poin 2, sila baca.

Book 008, Number 3371:

“Abu Sirma said to Abu Sa’id al Khadri (Allah he pleased with him): 0 Abu Sa’id, did you hear Allah’s Messenger (may peace be upon him) mentioning al-‘azl? He said: Yes, and added: We went out with Allah’s Messenger (may peace be upon him) on the expedition to the Bi’l-Mustaliq and took captive some excellent Arab women; and we desired them, for we were suffering from the absence of our wives, (but at the same time) we also desired ransom for them. So we decided to have sexual intercourse with them but by observing ‘azl (Withdrawing the male sexual organ before emission of semen to avoid-conception). But we said: We are doing an act whereas Allah’s Messenger is amongst us; why not ask him? So we asked Allah’s Mes- senger (may peace be upon him), and he said: It does not matter if you do not do it, for every soul that is to be born up to the Day of Resurrection will be born.”

Jadi apa salah dengan wanita mereka sehingga diperkosa? Emang memperkosa wanita salah satu cara tentera2 islam mempertahankan diri???

Walah weleh…ckckck..
Org kristen ternyata gak cuma pandai mengelak, tapi juga menipu..

Kamilah Ɣªήğ paling sering ditipu oleh kalian,

Hoalllaahhh. Ilham Ot ….. (pabrik) mani …

Ente ini tolol apa goblok?, atawa kurang informasi ?

Dari semua peperangan yg dilakukan muhamad pasti ada sebabnya .. tolol… emangnya muhamad orang stress yang ga ada sebab maen tebas leher orang?…

Yang lagi ane dongengin salah satunya karena pengen dapetin janda …. coba ente baca sejarahnya die dapetin Hafsah ….

Baca Sahih Muslim vol.2. Abu Dawud vol.2. Bukhari vol.7. vol.9. Abu Dawud vol.2 . al-Tabari vol.9. Muwatta Malik 42.19.14

BACA YANG SABAR SUPAYA NGERTI …..

DASAR TOLOL LU….

Laen kali ane kirim nyang nyabet leher orang………..

Kurang informasi?he he he..Gue cadangkan segala cerita2 karut ente itu ente bukukan jadikan tesis.Org kristian pasti dahagakan ‘bahan ilmiah’ di dalam cerita2 ente itu.

@ cosmic
saya akan jawab nanti.Sekarang saya ada sedikit kerja

@ cosmic
Di dalam kejadian penyerangan ke atas kabilah Bani Musthaliq sebelum serangan di mulakan sayidina umar telah meyerukan kepada mereka “quuluu laa ilaaha illallah tamna’uu bihaa anfusakum wa amwaalakum..”Ertinya ucapkanlah laa ilaaha illallaah nescaya jiwa dan harta kalian akan selamat..Mereka enggan sebaliknya telah menyerang tentera Islam.Lantas Rasulullah saw memerintahkan mereka diserang.(Lihat Al Bidayah wan Nihayah Juz 4 hal 120).
Tentang wanita mereka diperkosa, itu hanyalah bahasa kamu.Di dalam Islam seseorang wanita itu halal disetubuhi dengan dua jalan:
1)Dengan jalan nikah
2)Dengan jalan permilikan hasil menjadi tawanan di dalam peperangan.
Apabila seseorang wanita telah menjadi tawanan di dalam peperangan secara otomatis dia akan menjadi milik ke atas orang yg telah menawannya.Pernikahannya yg dahulu akan terfasakh (terbatal)dengan sendirinya.Halal atas orang yg menawannya memperlakukannya seperti istri.Hukum ini juga berlaku ke atas wanita Islam yg ditawan oleh tentra kafir.Sekiranya wanita Islam itu berjaya ditawan semula oleh suaminya ,suaminya tidak boleh rujuk kepadanya melainkan dengan nikah yg baru.Kerana pernikahannya yg dahulu telah terbatal dengan sebab menjadi tawanan.

“2)Dengan jalan permilikan hasil menjadi tawanan di dalam peperangan. Apabila seseorang wanita telah menjadi tawanan di dalam peperangan secara otomatis dia akan menjadi milik ke atas orang yg telah menawannya.”

> menurut pak Ilham, kalau posisinya dibalik. Seorang muslimah korban perang kafir jadi pemilikan kafir itu benar? Kalau itu terjadi di keluarga pak Ilham, istri/ adik perempuan/ keponakan pak Ilham sah jadi milik kafir, mau dijadikan istri atau jadi kacung, pak Ilham rela?

Kalau tidak rela, apa itu bukan perkosaan namanya pak?

Apakah benar, seorang memerkosa?
Apakah benar Tuhan membolehkan pemerkosaan?
Apakah benar seorang pemerkosa jadi nabi?

@ jephman,

Org kapir tidak mungkin melakukan sebaliknya (terhadap wanita2 muslim) kecuali atas dasar nafsu.

Bukan ajaran agama yg mendorong/menghalalkan org kapir meniduri/memperkosa wanita muslim!

Beda dengan Islam, memperkosa/meniduri wanita2 non muslim ialah ajaran agama (juga meneladani Muhammad).

@ ilham,

Anda mengutip:

Di dalam kejadian penyerangan ke atas kabilah Bani Musthaliq sebelum serangan di mulakan sayidina umar telah meyerukan kepada mereka


”Ertinya ucapkanlah laa ilaaha illallaah nescaya jiwa dan harta kalian akan selamat..
Mereka enggan sebaliknya telah menyerang tentera Islam.Lantas Rasulullah saw memerintahkan mereka diserang.(Lihat Al Bidayah wan Nihayah Juz 4 hal 120).

Baca yg saya bold.

Apa kurang jelas yg nyerang dulu itu tentara2 Islam!

Itu peringatan ultimatum, masuk Islam atau mati!!!

Ini saya tidak bisa terima.

Islam agama damai ialah mitos/dongeng kalian. Daging busuk biar dibungkus dengan 1 juta kertas akan terbau juga busuknya.

Maap, saya tidak dapat menerima Islam.

@ ilham,

Anda menulis:


2)Dengan jalan permilikan hasil menjadi tawanan di dalam peperangan.

Yes, thanks atas pengakuan jujur anda.

Wanita yg ditawan dan budak halal disetubuhi tanpa nikah.

Itu kalau bukan zina apa ya?

Atau mungkin ajaran kalian ada zina halal?

“Muslim menjadi orang yang baik, karena mereka tidak menaati ajaran Muhammad sepenuhnya, mereka masih mengedepankan hati nuraninya sebagai manusia,…”

Memang betul itu. Muslim yang toleran/muslim yang pluralis itu biasanya:

1. Mereka yg masih mempertahankan budayanya. Contoh : Islam abangan, masih mempertahankan adat istiadat budaya jadi tidak 100% melakukan apa yg diperintahkan Alquran.

2. Mereka yg rasional alias pilah pilih ayat. Contoh : Islam Moderat & Liberal, kalau kita pelajari tulisan2 mereka, jelas sekali mereka memilih ayat Quran dan hadist yg cocok dan menolak ayat2 Quran dan hadist dan tidak cocok, dgn berbagai pertimbangan biasanya humanisme. Tanpa sadar mereka mengedit dan menyensor sendiri perintah tuhanya.

“Muslim menjadi orang yang baik, karena mereka tidak menaati ajaran Muhammad sepenuhnya, mereka masih mengedepankan hati nuraninya sebagai manusia,…

BETULLLLLLLLLLL.

Itulah agama teroris…(maaf saya harus terang terang).

Itu pengakuan anda.

Sangat jelas itu bukan agama damai.

Damai bagi yg mau masuk Islam, mati untuk mereka yg menolak Islam.

Itulah ajaran Muhammad.

Para teroris Islam menjalankan ajaran Muhaammad dengan baik.

Islam yg benar ialah Islam spt itu.

There is mo moderat Islam, no toleran Islam, no abangan Islam, no, no, no…

@ All
Muslim yg baik selain nabi Muhammad contohnya ialah
Salahuddin Al Ayubi.Dia tidak membunuh org kafir yg tidak bersalah dan tidak memaksa mereka menjadi muslim sewaktu menawan Baitul Maqdis.Contoh lain Sultan Muhammad Al Fateh,dia tidak membunuh orang kafir yg tidak bersalah dan tidak memaksa mereka menjadi muslim sewaktu menawan konstantinople.Sayidina Umar Al khattab.Dia tidak membunuh orang kafir yg tidak bersalah dan tidak memaksa mereka menjadi muslim sewaktu menawan Baitul maqdis.Mereka semua terinspirasi oleh teladan nabi Muhammad dan ajaran Al Quran.Islamlah agama yg paling moderat dalam dunia.

Hanya Yesus saja yg baik.

Yesus tidak pernah membunuh org.

Jadi Yesus lebih baik dari Muhammad.

Saya pikir Muhammad itu org baik sebelum Islam. Waktu itu dia tidak pernah membunuh org, apa lagi menipu, berzina dll.

Sesudah Islam, dia membunuh, menipu, berzina dll.

Mending Muhammad jangan Islam, itu lebih baik.

Musa membunuh orag kafir.Yusa’ membunuh org kafir.Daud membunuh orang kafir.Sulaiman membunuh orang kafir.Adakah menurut anda mereka ini semua bukan org2 baik?Bukan org yg beriman?
—–Saya pikir Muhammad itu org baik sebelum Islam. Waktu itu dia tidak pernah membunuh org, apa lagi menipu, berzina dll.
Jawab:Itulah tandanya Nabi Muhammad melakkan itu atas dasar perintah Allah.Bukan dari dirinya sendiri.

@ilham othmany
nabi Muhammad saw datang 500 tahun setelah Yesus Kristus. sebelumnya, Yesus telah mengajarkan tentang kasih dan mengenalkan/mengingatkan lagi tentang hukum Taurat Musa, salah satunya dilarang membunuh.
adapun Muhammad saw datang setelah Yesus (Isa), saya yakin sebelum mendirikan Islam ia sendiri pasti sudah mendengar sedikit banyak tentang Yesus dan ajarannya. namun jika dia (muhammad) membuat satu peraturan baru yang memperkenankan manusia membunuh (terlepas apapun alasannya), artinya Muhammad merupakan pemberontak dari hukum yang sudah ada, hukum yang mengajarkan kedamaian dan cinta kasih sebagaimana diajarkan oleh Yesus. kesemuanya itu, saya kira, dilakukan Muhammad hanya untuk memuluskan jalannya menjadi ‘nabi’ dan memenuhi keinginan2 duniawinya saja. kalau anda berfikir secara jernih, saya yakin apapun alasannya, membunuh manusia yang sama2 ciptaan Allah, sama seperti kita, adalah hal yang paling keji yang pernah dilakukan

@ ilham,

Kayaknya cara debat muslim tidak pada maju2 ya.

CB : Muhammad bukan org yg baik karena ia membunuh?

Ilham: Musa juga membunuh, Yusya juga membunuh bla, bla, bla…

CB : Muhammad membunuh bukan utk mempertahankan diri. Beda dengan Musa dll. Jadi Muhammad bukan org baik.

Ilham : Itulah tandanya Nabi Muhammad melakukan itu atas dasar perintah Allah.Bukan dari dirinya sendiri.

CB : Muhammad meniduri budak tanpa nikah. Jadi Muhammad berzina. Itu menunjukkan Muhammad bukan org baik.

Ilham: Itulah tandanya Nabi Muhammad melakukan itu atas dasar perintah Allah.Bukan dari dirinya sendiri.

CB : Muhammad menipu. Itu menunjukkan Muhammad bukan org baik.

Ilham : Itulah tandanya Nabi Muhammad melakukan itu atas dasar perintah Allah.Bukan dari dirinya sendiri.

CB : Muhammad menyikat menantunya sendiri. Itu menunjukkan Muhammad bukan org baik.

Ilham : Itulah tandanya Nabi Muhammad melakukan itu atas dasar perintah Allah.Bukan dari dirinya sendiri.

CB : Muhammad meniduri anak kecil yg umurnya 7 thn takala Muhammad berumur 53. Itu menunjukkan Muhammad bukan org baik.

Ilham : Itulah tandanya Nabi Muhammad melakukan itu atas dasar perintah Allah.Bukan dari dirinya sendiri.

CB : Mending ikut Yesus aja.

Ilham : Tak bisa. Ucapkanlah laa ilaaha illallaah nescaya jiwa dan harta kalian akan selamat.

CB : Yesuslah Tuhan dan Juru Selamat saya.

Ilham: Darah anda halal.

CB : Sori kawan, gw kabur dulu. Gw masih sayang leher gw.

Mungkin pembelaan diri model ilham othmany ini bisa dijadikan panduan atau kitab suci bagi para kriminal.

1. Jika kamu pemerkosa, pembelaan bisa mengacu kepada nabi berdasarkan ayat wanita rampasan perang.

2. Jika kamu pedofil, pembelaannya mengacu kepada nabi yg menikahi anak-anak. Pokoknya asal sudah lepas masa balita sudah halal dikawin.

3. Jika kamu pembunuh, pembelaannya bisa mengacu kepada ayat tentang halalnya darah orang kafir.

4. Jika poligamis, pembelaannya bisa mengacu kepada ayat pembolehan nikah dengan 4 wanita. Mau lebih? Gampang! Ceraikan dulu istri sebelumnya & nikahi lagi sebanyak-banyaknya.

5. Kalau nggak kuat (adil & muat) membiayai istri, silakan genjot budak (PRT) sesukamu. Gratis & halal. Tentu biaya hidup budak lebih murah dari pada istri. Dan halal saja punya anak dari budak.

6. Jihad & mati sahid? Ngebom (kentut) sebarangan? Ya silakan saja. Malah sangat dianjurkan. nabi sudah menyiapkan 72 bidadari yg selalu perawan untuk memuaskan birahi kamu.

Hem… kejahatan apa lagi yg bisa dibela model ilham othmany yg membenarkan diri ala nabi? Jadi berpikir, nabi ini memberikan panduan pembelaan bagi para kriminal?

Ha..ha… sama Mbah, kristen yang baek itu yang tidak mentaati kitab Injil, tapi mentaati ajaran Pulus..eh..Paulus btx

Hehehe… tuh orang jenggotnya lebat buangeet (mirip kambing).😆 Kalau kena “percikan api”, langsung kebakaran jenggot.:mrgreen:

Salam

tahu nggak, kalau saya sampai membunuh orang demi membela Tuhan dan nabiNya, itu artinya saya sedang merendahkan dan menghina Tuhan pada saat yang sama…
lho, kok gitu..? iya…sebab, dengan demikian berarti saya menganggap Tuhan saya itu lemah sehingga dia tidak bisa membalas, akibatnya sayalah yang harus turun tangan.. artinya Tuhan tidak punya kuasa apa2, sehingga harus ‘mendelegasikan’ pembalasan kepada manusia.. paham dik?
tapi saya percaya Tuhan yang saya sembah adalah sangat/paling kuat, sehingga saya tidak perlu bersusah payah membunuh manusia seperti yang teman2 muslim lakukan.

entahlah, tuhan yang seperti apa yang sedang kalian bela, sehingga kalian mengorbankan nyawa orang lain bahkan nyawa sendiri untuk sesuatu yang sebenarnya, kalau difikir2 dengan logika dan hati nurani, adalah wilayah kekuasaan Tuhan bukankah hanya Tuhan yang berhak memberi/mencabut nyawa, sedangkan manusia tidak berhak sama sekali, apapun alasannya? (dan bukankah si manusia pembunuh itu sendiri dalam hidupnya 100% masih bergantung pada Tuhan, sehingga apa hak dia untuk mencabut nyawa orang lain dengan alasan klise: membela Tuhan dan nabiNya? kecuali manusia tsb sudah merasa lebih superior dari Tuhan)
jelasnnggak?
coba deh difikir pake logika dan hati nurani yang paling dalam lagi
salam
GBU😀

Pak Dokter, logikamu setengah benar, tetapi tidak seluruhnya benar…😀

Jika kamu seorang anak yang percaya kemampuan berkelahi bapak kamu yang jagoan neon, preman pasar misalnya… Masih wajar jika kamu rada esmosi ketika suatu hari bapak kamu diejek… Lha itu nggak bisa dikorelasikan dengan kamu nggak percaya dengan kemampuan bapak kamu

Bagus juga kalo manusia mengingat bahwa Allah Maha Kuasa yang kalo mau bisa membalas sesuai “keinginanNya”
Tetapi tidak bisa secara mutlak dihubungkan antara esmosi seseorang dengan ketidakpercayaan bahwa Allah Maha Kuasa…

Kayaknya gicu sih

SALAM

halah…tampaknya (lagi2) lovepassword tidak menangkap dengan benar gagasan yang saya sampaikan. dia malah bikin cerita baru tentang trilogi bapak-anak-preman pasar. ckckck… (guru TK).

nah daripada saya suapin secara bulat2, lebih enak kalau kamu cari dan pahami sendiri. coba deh dibaca sekali lagi, cermati dengan baik. ini saya kasih keywordnya: bedakan antara sifat ‘bapak’ yang kamu ceritakan, dengan sifat TUHAN yang ada di atas sana serta kaitannya dengan manusia maupun antara manusia dgn sesamanya. itu saja dulu. tidak usah mikir yang ribet2.
(kebanyakan ulama bertengkar soal fatwa karena berpikir terlalu rumit *ga ada hubungannya)

dan juga sepertinya saya tidak bercerita tentang esmosi-esmosian di atas. saya bercerita tentang prinsip dalam membela TUHAN, lepas dari perkara esmosi
itu saja dulu
salam.😀

Saya kan sudah bilang, itu setengah benar. Kalo preman pasar nggak enak di kuping, kamu ganti si pitung, superman atau spiderman juga nggak papa sih…

itu sudah saya bahas di bawah, silakan komen..

buat yang lain, saya peringatkan kalian untuk berhati2 dengan yang namanya lovepassword ini,
dalam berdiskusi dia sangat pandai bersilat kata dan mengalihkan pembicaraan (bahkan dgn hal-hal konyol) sehingga topik jadi kabur dan pembicaraan putus.
kiranya agar kita senantiasa memegang kendali pembicaraan.

samlekum😀

@ LP,

Mter2 dan Mbulet aja loe…

Hi hI hi

@Pak dokter tercinta dan RM Cosmic : Kalian mbok jangan keseringan memuji saya gicu lho…

Kalo kalian bisa memegang kendali pembicaraan itu kayaknya hampir gak mungkinlah.. Hik hik hik… Masalahnya : Pertama gw emang jenius.. ( mringis dulu ah ) Kedua : kalo kalian berkolaborasi paling banter kalian bisa salah nyamber malah gebuk-gebukan sendiri…. Mengapa demikian ? Ya karena kalian nyambernya terlalu emosional sehingga tidak proporsional. Akibatnya banyak pihak termasuk teman kalian sendiri bakal kesambit… Tetapi kalo aku lagi baik hati mungkin bisa sih kalian memegang kendali pembicaraan… 😀

Salam Iya Pak Dokter
Seneng ngobrol denganmu deh

See You

Salam lagi deh…

apa boleh buat, lovepassword yg, intelegensnya hanya sebatas guru TK ternyata mampu mengalahkan hati nuraninya yg paling dalam sehingga tidak mampu memahami pertanyaan: apakah membunuh manusia itu benar atau salah.

mari sini saya tuntun kamu.
pertama-tama, harus dimengerti bahwa TUHAN adalah pemilik otoritas tertinggi, pemilik kekuasaan dan kemuliaan tertinggi, mahapencipta, mahabisa dan mahatahu, dan lain-lain. (“kalau yg ini saya yakin LP pasti bisa ngerti”)
lalu..
SAYA adalah ciptaan TUHAN
LP juga ciptaan TUHAN
SI PENGHINA TUHAN, juga adalah ciptaan TUHAN
semuanya adalah ciptaan TUHAN..
..
TUHAN yang memberi saya hidup, mencukupkan kebutuhan hidup saya, dari ujung rambut sampai ujung kaki dan IA bisa mencabutnya kapanpun DIA mau tanpa saya tidak bisa protes pd TUHAN.
pun begitu dengan LP dan SI PENGHINA TUHAN & nabi, semuanya diberkati oleh TUHAN dan diberi hidup oleh TUHAN
..
dan TUHAN, punya rencana baik dan personal untuk setiap orang, termasuk saya, LP, dan SI PENGHINA-NYA. TUHAN punya rencana yg indah untuk semua orang. salah jika kita mengatakan TUHAN punya rencana buruk dan niat jahat! itu setan namanya.
lalu

kita semua sama2 ciptaan TUHAN, diberi makan oleh TUHAN, dan dipersiapkan untuk sesuatu oleh TUHAN.
kita semua sama2 makhluk yang, boleh dibilang, sangat kecil sekali di hadapan TUHAN. satu tsunami Aceh sudah mampu memusnahkan 150000 jiwa manusia-manusia kecil itu.

nah sekarang…
si penghina TUHAN dan nabi melancarkan aksinya: menghina/memaki/menghujat/(mengkarikaturkan) TUHAN dan nabi.
..
pertanyaannya: apakah setelah membaca (dan memahami) uraian saya di atas,
apakah manusia yg satu BERHAK menghakimi/membunuh si penghina TUHAN & nabi, notabene mereka semua sama2 ciptaan TUHAN yang mahabisa, mahakuat, dan maha-maha lainnya?
apakah TUHAN cukup bodoh sehingga orang yang menghina diriNYA harus ‘diselesaikan’ oleh sesama manusia, padahal mereka semua sama2 ciptaanNYA?
pernahkah terpikir bahwa sangat mungkin TUHAN membelokkan hati orang yang menghinaNya, dari seorang penghina menjadi seorang hamba yang taat? sehingga tidak perlu muncul istilah ‘membunuh orang yang menghina auwloh dan nabi’? (renungkan dgn hati nurani: apakah membunuh orang ciptaan TUHAN di mana TUHAN sangat menyayanginya dan memiliki rencana indah baginya, adalah hal yang BENAR…?)

jangan bandingkan uraian saya di atas dengan trilogi bapak-anak-preman pasar (by Lovepassword)karena:
– bapak bukan sosok mahabisa, sehingga perlu bantuan
– bapak tidak menciptakan dan memberi makan preman yang mengejek dirinya
– dll
(singkat kata, argumen Lovepassword adalah argumen yang tidak kelas)

bagaimana lovepassword, apa masih membenarkan membunuh sesama manusia yang sama2 ciptaan Tuhan, dengan alasan orang tersebut menghina Tuhan dan nabimu? apakah hidupmu sendiri sudah benar2 suci dan bersih di mata Tuhan, tiada dosa dan cacat cela barang setitikpun, sehingga kamu (dan muslimin-muslimat) lainnya memiliki SURAT SAKTI untuk melenyapkan nyawa orang lain?

fikirkan, dan renungkan..

samlekum
and God Bless YOU (jazakhallah khair)😀

@Pak Dokter yang keren : Tumben kau yang biasanya pelit komentar seadanya memilih berpanjang-panjang kata Pak Dokter…😀

Argumen lovepassword tidak berkelas ? Hi hi hi, lha kalo argumenmu kelas berapa om dokter ? Kelas satu atau kelas dua ?

Tetapi daripada kau berkomentar ngalor ngidul utara selatan mendingan kamu baca lagi deh aku tuh sedang ngomong apa yah …?

Yang aku katakan itu kan gini :

Aku ngomongnya pelan-pelan ya mas dokter, kamu hayati baik-baik seperti saat kamu menghayati buku kedokteranmu…:😀

Aku bilang kamu setengah benar . Mengapa demikian ? Mari kita lihat bersama apa alasannya ….

Pertama : Kita semua percaya Allah Maha Kuasa… Ocree yah ? Artinya apa ? Seperti substansi omonganmu artinya bukan Allah yang butuh manusia tetapi manusia yang butuh Allah . Termasuk kalo ALlah mau , Allah bisa membuat gempa bumi atau apapun sehingga kalo memang mau menghukum aslinya ya tidak butuh manusia..
Ini kamu benar…. Ocreee…

Sekarang bagian yang kamu salah :
Meskipun point satu kamu benar, bukan berarti bisa serta merta dihubungkan bahwa jika ada manusia yang marah karena Allah dihina maka berarti dia tidak percaya bahwa Allah Maha Kuasa…

Biarpun bapak kamu superman, kalo bapakmu dihina kamu marah itu nggak ada urusannya bahwa kamu nggak percaya bapak kamu jagoan .. Substansinya di situ..

Lha komentarmu berpanjang-panjang :

jangan bandingkan uraian saya di atas dengan trilogi bapak-anak-preman pasar (by Lovepassword)karena:
– bapak bukan sosok mahabisa, sehingga perlu bantuan
– bapak tidak menciptakan dan memberi makan preman yang mengejek dirinya
– dll
(singkat kata, argumen Lovepassword adalah argumen yang tidak kelas)

===> Lha ini contoh argumen yang cuma dapet nilai 50 tadi… Mengapa demikian ? Karena nggak ada urusannya bahwa kamu marah jika bapak kamu atau siapapun yang kamu cintai dihina dengan kamu tidak percaya kemampuan bapak kamu …

Sadar kamu sekarang pak dokter kenapa aku bisa jadi guru TK ?

Terus komentar terakhir kamu :
bagaimana lovepassword, apa masih membenarkan membunuh sesama manusia yang sama2 ciptaan Tuhan, dengan alasan orang tersebut menghina Tuhan dan nabimu? apakah hidupmu sendiri sudah benar2 suci dan bersih di mata Tuhan, tiada dosa dan cacat cela barang setitikpun, sehingga kamu (dan muslimin-muslimat) lainnya memiliki SURAT SAKTI untuk melenyapkan nyawa orang lain?
===> Komentar saya yang mana yang bisa kamu artikan jadi sepert itu sih…

Salam Iya…

See You Pak DOkter, pemuda harapan bangsa
Salam lagi deh

baca lagi lovepassword, baca lagi, tolong baca sekalii lagi… kamu tidak menyimak dengan benar, sehingga salah mentafsir.

“bukan berarti bisa serta merta dihubungkan bahwa jika ada manusia yang marah karena Allah dihina maka berarti dia tidak percaya bahwa Allah Maha Kuasa”
>>> saya tidak ada bilang sama sekali “jika ada manusia yang marah karena Allah dihina maka berarti dia tidak percaya bahwa Allah Maha Kuasa”. saya cuma bilang kalau (intinya) ALLAH MAHA KUASA SEHINGGA IA BISA MENJATUHKAN PEMBALASAN TANPA BANTUAN TANGAN MANUSIA (MEMBUNUH), itu saja. kalau marah, ya silahkan saja, itu kan personal pada tiap2 orang. saya juga marah dalam hati kalau Yesus dihina, tapi tidak sampai MEMBUNUH penghina YESUS. jadi, tolong jangan memberi komentar ngasal ya. beda kalau sampai MEMBUNUH orang yang menghina TUHAN, itu namanya baru tidak percaya pada kekuasaan TUHAN. sampai di sini jelas?

“…Komentar saya yang mana yang bisa kamu artikan jadi sepert itu sih…”
>>>itu memang bukan komentar kamu, tapi ITULAH YANG TERTULIS DI DALAM AL QURAN KITAB SUCIMUSLIM serta PERINTAH SANG NABI DAN PENGIKUT2NYA. saya hanya mengajak kamu berfikir dan merenung, apa itu benar secara hakikat dan manusiawi? apalagi sudah saya jabarkan di atas?

(komentar yg lain tidak saya tanggapi, berhubung karena OOT. saya maklum seorang eko arryawan a.k.a lovepassword juga bisa OOT)

samlekum dan jazakallah khair😀

MEMBUNUH orang yang menghina TUHAN, itu namanya baru tidak percaya pada kekuasaan TUHAN. sampai di sini jelas? Gak jelas…

Kalo kamu bilang marah, lha yang namanya orang marah kan lain-lain. Dan apapun dampak atau seberapa berlebihan amarah itu sehingga misalnya dia membunuh orang misalnya – tidak bisa dikorelasikan bahwa dia tidak percaya kalo Tuhan Maha Kuasa…

Karena itu urusannya lain, kaitannya dengan kemarahan . Lha saat kamu marah misalnya bapak kamu dihina orang, ya itu bukan berarti kamu menganggap bapak kamu tidak berdaya sehingga kamu perlu mewakili bapak kamu menggampar orang yang menghinanya.. Yang kamu lakukan ya marah ya marah saja nggak ada kaitannya jika marah berarti tidak percaya…

Gicu lho maksudnya pak dokter..
SALAM Iya …

Gicu ya Pak Dokter..

@LP,

Mengapa kalau ada yang menghina islam itu harus di bunuh.

Apa hak muslim membunuh sesama manusia….?

memangnya muslim yang memberi nyawa….?

Memangnya jika ada yang menghina islam dan owoh, maka owoh ngga bisa membalas…?

Gitu lhoooooooooooooohhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhuuuuuuuuuuuakkkcuuuuuhhhhhhh

@jelanggak murid TKku : Berhubung pertanyaanmu kebanyakan bercanda ya kujawab saja sambil mringis deh :

Pertanyaanmu itu aneh plus tidak konsisten pula. Ketika Allah dalam Perjanjian Lama menyuruh Israel membasmi habis bangsa Amalek termasuk wanita dan anak-anak , lha emangnya apa Allah tidak bisa melakukan itu sendiri…

Contoh kesalahan logika antik ya gini ini…

Jadi pertanyaanmu salah berdasarkan jurisprudiensi ini ..😀

NEXT…?

@LP,

Sebenarnya aku masih menunggu jawaban kamu (seperti yg kamu janjikan). Tapi setelah melihat kualitas jawaban kamu, aku jadi pesimis…

Maaf ya, pertanyaanku tempo hari mungkin terlalu berat bagimu. Dan aku tahu kok cara-cara ngeles ala muslim.

GBU

@otonesia : Iya iya… aku pernah janji sama kamu yah.. Hi Hi Hi… Gara2 kebanyakan bercanda sama murid-murid TKku terus aku kelupaan..😀

Aku rada lupa terakhir aku ngomong apa ke kamu ya ? Linknya sebelah mana , kucari dulu yah…?

Santai bos.. He he he… Kamu bisa bantu nyarikan nggak?

Salam deh…

Ini omongan terakhirmu yah :

https://jelasnggak.wordpress.com/2010/04/28/owoh-salah-buat-hukum-hiiy/#comment-6427

Bener kan kamu minta ditanggapi yang ini ???

@otonesia : Jawabanmu menunjukkan bahwa pola pikir ala murid TKku jelasnggak emang salah secara substansial , karena yang namanya perintah Allah tidak bisa dihakimi dengan parameter seenak udel misalnya untuk semua atau untuk seseorang, dalam satu waktu atau lebih panjang waktunya.. Dsb. Karena yang namanya perintah ya terserah pemberi perintah.

Itu satu point…

Masalah poligami yang kamu ingin bahas :

Kalo kita sedikit melakukan perbandingan kalem versus kalem yah : Bagaimanapun kalo kamu bisa mengatakan :
tetapi di balik itu semua tentu Allah punya maksud yang baik
Terhadap sebuah peristiwa yang derajat keekstrimannya rada berat semacam pembunuhan total bahkan terhadap wanita dan anak-anak…
Saya rasa secara jujur kita bisa melihat bahwa perintah semacam itu tingkat kesulitan menjelaskannya jauh lebih tinggi amat sangat tinggi ketimbang poligami…

Kita melihat ke Sejarah Islam sebentar. Sebelum perintah, atau tepatnya malah bukan perintah tetapi batasan. Sebelum poligami dibatasi menjadi empat orang, tidak ada aturan mengenai poligami pada masa itu baik untuk bangsa Arab maupun kebanyakan bangsa lain. Di Israel pun tidak terdapat larangan yang tegas terhadap poligami. Kalo ada yang merasa jadi pakar sejarah perjanjian lama di sini. Saya tunggu kehadirannya kalo mau…

Jadi nuansa poligami aslinya adalah pembatasan dari suatu keadaan yang tanpa aturan misalnya beristri sepuluh, sebelas, bahkan lima belas atau berapapun menjadi dibatasi maksimal empat…

Dari sisi sosial historis ini maka tidak ada alasan untuk menyalahkan poligami . Kamu harus membandingkan secara adil sebelum dan sesudah itu ada kan? Perbandingan yang adil kan seperti itu…

Ok, sekarang kita ngomong soal aneka tafsir mengenai poligami. Ketika kita bicara tafsir apalagi tafsir agama ini memang rada sulit karena ada berbagai sudut pandang . Dalam semua agama aneka tafsir menyangkut berbagai hal kan pasti ada…Di Islam ada berbagai mazhab, ada banyak pakar juga dengan pendapat mereka masing. Di dalam agama lain seperti Kristen juga pasti ada banyak pendapat terkait masalah tertentu… Jadi kalo ada perbedaan tafsir ya tidak perlu secara berlebihan dibentur-benturkan.

Terkait poligami juga ada banyak variasi pendapat , tetapi intinya kan boleh atau tidak boleh atau setidaknya disarankan atau tidak disarankan…

Pendapat pertama : Ada yang menganggap poligami itu baik dengan alasan meneladani Nabi, ada ayat yang jelas membolehkan poligami sepanjang jumlahnya tidak dilanggar…

Pendapat kedua : Ada yang menganggap bahwa poligami itu tidak disarankan bahkan ada juga yang menolak keras, dengan alasan : Bahwa laki-laki tidak bisa berlaku adil. Ada juga alasan lain misalnya : Secara sosiologis historis perintah poligami yang ada itu nuansanya adalah pembatasan jadi bukan malah membebaskan dengan sudut pandang, tadinya tanpa aturan kemudian dibatasi. Jadi trennya dianggap memberikan batasan tetapi tidak secara frontal ekstrim tapi bertahap…

Pendapat ketiga : Poligami seperti halnya aturan yang lain perlu disikapi secara bijaksana dari sisi manfaat dan mudharatnya… Lha terkait dengan hal ini kadang tidak bisa digeneralisasi karena terkait dengan pihak-pihak yang melakukan itu. Kalo memang anda atau calon pelaku merasa bahwa itu lebih membawa mudharat bagi dia dan keluarga ya jangan dilakukan. Kalo sebaliknya ya lakukan…

Lha kalo kamu tanya apakah poligami masih berlaku apa nggak ? Secara tafsir tekstual masih berlaku. Tetapi memang ada pihak yang melihat itu dari sisi lain bahwa tafsir bukan cuma tekstual atau apa yang tertulis tetapi juga melihat suasana atau nuansa yang diinginkan dari batasan itu. Lebih jauh lagi memang ada juga yang menafsirkan dari sisi lain bahwa laki-laki tidak bisa berlaku adil.

Jika kamu tanya padaku secara pribadi, jawabanku sederhana saja : Kalo kamu anggap baik ya lakukan, Kalo kamu anggap malah membawa mudarat ya jangan lakukan. Karena jika poligami kita anggap sesuatu yang diijinkan – sesuatu yang diijinkan itu sesuatu yang halal itu masih perlu ditimbang-timbang lagi manfaat dan mudaratnya .

Misalnya kamu alergi susu, kan ya geblek kalo kamu makan susu walaupun susu itu halal. Jadi perlu ditimbang juga sisi manfaat dan mudaratnya…

Kalo kamu makan kambing darah tinggi ya geblek makan kambing walaupun halal. jadi pertimbangkanlah secara pribadi sebijaksana mungkin…

SALAM

@Lovepassword,

Syukurlah, akhirnya dijawab juga panjang lebar. Sebenarnya JelasNggak itu nggak salah kok. Di satu sisi logikanya benar. Terutama tentang pembenaran yg selalu dilakukan LP & rekan-rekan muslim di sini berdasarkan tindakan orang lain yg juga salah. Contoh analoginya begini:

“Jangan salahkan saya kalau saya mencuri. Lha wong temen-temen saya juga mencuri kok.”

“Jangan salahkan saya kalau saya membunuh. Lha wong bangsa Israel membantai bangsa Amalek kok!”

Dengan modus operandi yg sama, LP kemudian membenarkan diri dengan menyatakan bahwa poligami itu legal hanya karena bangsa Yahudi pun melakukannya.

Tidak hendak merasa diri sebagai orang yg pintar atau ahli agama atau Kitab Suci Perjanjian Lama, aku ingin mencoba menjawab tantangan LP. Begini, dalam kebudayaan Yahudi, poligami itu hal yang dirasa sangat besar tanggung jawabnya sehingga jarang sekali orang Yahudi melakukan praktek poligami. Dan hanya orang-orang tertentu saja yang bisa melakukannya. Kalau pun di Alkitab tertulis beberapa tokoh yg poligami, itu karena mereka adalah tokoh. Biasanya mereka adalah para raja. Jarang sekali tertulis rakyat biasa yg mempraktekkan poligami. Bahkan Jendral perang sekali pun. Kita bisa mengira-ira bahwa hal poligami ini bisa dilakukan oleh raja atau pemimpin suatu bangsa (e.g. Abraham).

Jejak tradisi ini masih bisa dilihat sampai sekarang pada bangsa Yahudi atau Israel modern. Mereka jarang melakukan poligami. Atau malah tidak ada yg mempraktekkannya?

Memang benar bahwa ada saja orang Yahudi yang memberontak terhadap batasan ini sehingga saat jaman Yesus pun mereka mencobai Yesus. Namun Yesus menggariskan secara tegas pondasi keimanan, yaitu bahwa manusia itu diciptakan berpasangan sejak semula. Bahwa apa yang telah disatukan Tuhan tidak akan dapat diceraikan oleh manusia. Pondasi ini kemudian dijadikan pegangan untuk melawan budaya kawin-cerai & poligami.

Jadi secara nyata Yesus telah menggariskan aturan yang tegas mengenai hal ini. Lantas mengapa nabi muh kemudian mengabaikan ajaran yang dituturkan oleh Yesus ini dengan aturan kawin-cerai & poligami? Jika benar nabi muh itu penerus ajaran Yesus, maka aturan kawin-cerai dan poligami ini secara hirarki jelas menentang aturan Yesus.

Aku sangat tertarik dengan analogi dari JelasNggak mengenai nyolong ayam. Kalau jaman dulu nyolong ayam itu lumrah, namun kemudian timbul aturan bahwa nyolong ayam itu maksimal 4 ekor, ya jelas tetap saja aturan itu salah. Lha dasarnya sudah salah sejak awal. Sejak awal sudah mudharat.

Jadi secara logis, pembenaran diri dengan membandingkan poligami dengan budaya Yahudi sudah tidak kuat. Kemudian pembenaran ajaran poligami dengan diterapkannya batasan 4 istri juga sudah salah secara logis pengambilan dasar aturan. Apalagi jika ditinjau dari aturan Yesus yang konon diteruskan oleh nabi muh.

Sekarang kita tinjau secara tekstual. Jelas bahwa secara tekstual di jaman modern ini hukum poligami banyak mengalami tantangan. Bahkan sebagian besar pemeluk islam sendiri tidak setuju dgn aturan poligami ini. Lalu apa? Apakah kemudian kita bisa mengabaikan saja aturan ini? Toh lebih banyak polemiknya? Kalau memang bisa diabaikan, lalu apakah kita bisa menghapusnya saja? Memalukan Tuhan saja!

Seperti kata JelasNggak, secara holistik aturan Tuhan itu bersifat kekal. Ambil contoh “10 Perintah Allah” yang tetap berlalu sampai sekarang & tidak lekang dimakan masa.

Oh iya, dari komen LP sendiri secara eksplisit bisa disimpulkan bahwa aturan itu kalau dianggap baik maka dilakukan, tapi kalau dianggal membawa mudharat ya jangan dilakukan. Ini memang rada menggelikan rasanya. Kalau mau kita uji dan bandingkan dengan “10 perintah Allah”, maka aturan poligami ini jelas rada kacaw.

Ambil contoh satu saja perintah Allah: “Jangan membunuh.” Apakah “jangan membunuh” memiliki efek mudharat? Tentu tidak kan?

“Jangan mencuri” apakah memiliki efek mudharat?

Ah sudah panjang sekali komenku. Namun dari sini kita sudah bisa membandingkan proses pengujian suatu aturan. Paling tidak LP mengakui bahwa poligami memiliki sisi mudharat. Dengan demikian aturan poligami ini secara tersirat diragukan kualitasnya. Apalagi jika kriteria kita sangat tinggi, yaitu jika aturan itu turun dari Allah.

GBU

@Saudara Otonesia :

Sebenarnya JelasNggak itu nggak salah kok. Di satu sisi logikanya benar===> Kalo benernya cuma satu sisi itu ya namanya salah… Hi Hi hi..

“Jangan salahkan saya kalau saya membunuh. Lha wong bangsa Israel membantai bangsa Amalek kok!” ===> Gini ya bos… Biasakanlah berpikir terstruktur ( siapa yang pertamakali ngajari gw ngomong gini yah ? Jangan2 malah murid TKku itu …:) )

Yang kita bahas kemarin tuh gini :

Jelasnggak mengatakan bahwa perintah Allah atau bukan perintah Allah bisa dihakimi atas dasar apakah perintah itu merugikan/menyakiti hati seseorang atau tidak…

Contoh perintah Amalek itu dibuat dalam rangka menunjukkan bahwa ada kesalahan berpikir dalam logika semacam itu… Jadi itu tidak perlu kamu pelintir menjadi lain saya rasa.

=========================================

Daripada berpanjang-panjang kata , menyampaikan aspek yang bagi saya kedengarannya lebih bersifat perilaku manusia ketimbang ajaran /ayat agama, saya rasa ada baiknya jika kamu bisa menunjukkan pada bagian mana di perjanjian lama ayat yang secara tegas melarang poligami ???

Jika kamu membahas omongan Yesus , kalo toh kamu boleh saja menghargai omongan Yesus kan , tetapi di dalam hukum manapun yang namanya aturan itu :

Pertama : Umumnya tidak berlaku surut
Kedua : Jika ada perubahan aturan maka yang kena aturan itu ya sesudahnya…

Jika ada rambu dilarang parkir di pasang. Lha setelah ada rambu dilarang parkir itu baru polisi bisa menilang kendaraan yang parkir di situ. Polisi tidak bisa menilang kendaraan yang pernah parkir di situ saat rambu itu belum ada. Ini logika mudah…
Jadi kalo kamu mengaitkan itu dengan kata2 Yesus, kamu jelas salah secara substansial…

Sisi lain yang juga harus dilihat : Memang faktanya yang namanya perubahan aturan itu ada. Mau seneng mau nggak , faktanya ada… Mau dibungkus dengan bahasa kain sutra ya nyatanya dalam satu aturan memang kadang ada perubahan aturan…

Jadi secara nyata Yesus telah menggariskan aturan yang tegas mengenai hal ini. Lantas mengapa nabi muh kemudian mengabaikan ajaran yang dituturkan oleh Yesus ini dengan aturan kawin-cerai & poligami? Jika benar nabi muh itu penerus ajaran Yesus, maka aturan kawin-cerai dan poligami ini secara hirarki jelas menentang aturan Yesus. ===> Secara substansial kalo sudut pandangnya Islam, saya rasa tidak ada keharusan bahwa setiap Nabi harus persis sama dengan Nabi-Nabi sebelumnya dari sisi detail implementasi, misalnya saja ada ayat yang jelas2 mengatakan bahwa Nabi Isa menghalalkan sebagian yang diharamkan oleh Nabi-Nabi sebelumnya …

Dalam Kristen pun saya tidak yakin bahwa detail setiap pembawa ajaran itu mesti selalu persis sama. Tentu garis besarnya dianggap sama tetapi ada banyak aspek yang tidak sama…

Seperti kata JelasNggak, secara holistik aturan Tuhan itu bersifat kekal ===> Saya tidak tahu apa yang kamu maksud dengan holistik di situ. Tentu saja saya tidak akan asal setuju atau asal tidak setuju…

Saya rasa memang ada sisi yang sifatnya universal tetapi harus juga dilihat juga bahwa agama itu juga membumi, sehingga nuansa jamannya, kesiapan manusia terhadap ajaran itu harus juga dilihat…

Sebagai contoh misalnya : Khamar atau minuman keras bukanlah sesuatu yang langsung diharamkan begitu saja , mengingat budaya bangsa Arab waktu itu – tetapi ada proses bertahap untuk melarang itu .

… Jadi dari sisi ini : Saya katakan bahwa tidak terlalu salah jika ada yang berkata bahwa agama bersifat universal, tetapi jangan lupa juga agama itu diturunkan untuk manusia yang memiliki budaya, keterbatasan, penyesuaian, dsb…

Secara detail, jelas tidak semua implementasi ajaran agama itu selalu sama dalam arti harus persis plek.
Saya rasa saya tidak perlu menunjukkan kamu ayat berapa di Alkitab , kalo kamu nggak tahu ayat yang perintahnya ditafsirkan berbeda dengan perintah sebelumnya , kamu rada kebangeten..😀

=============================================
Oh iya, dari komen LP sendiri secara eksplisit bisa disimpulkan bahwa aturan itu kalau dianggap baik maka dilakukan, tapi kalau dianggal membawa mudharat ya jangan dilakukan. Ini memang rada menggelikan rasanya. Kalau mau kita uji dan bandingkan dengan “10 perintah Allah”, maka aturan poligami ini jelas rada kacaw.

Ambil contoh satu saja perintah Allah: “Jangan membunuh.” Apakah “jangan membunuh” memiliki efek mudharat? Tentu tidak kan?

“Jangan mencuri” apakah memiliki efek mudharat?

====> Secara lebih umum bisa kita katakan : Salah satu yang mendasar dalam agama itu sesuatu yang tidak dilarang berarti dianggap halal. Lha yang halal itu banyak banget, dan jelas bahwa tidak setiap yang halal itu berguna untuk semua orang.

Misalnya kamu darah tinggi terus kamu makan daging kambing ya itu namanya kamu tidak pinter even bahkan kita ngomong kalo kambing itu halal…

Jadi wajar saja jika dalam sesuatu yang halalpun tetap ditimbang antara manfaat dan mudaratnya terhadap diri sendiri dan pihak2 yang terkena dampak perbuatan kita…

Seseorang entah itu Islam atau mungkin Kristen – mungkin bisa pameran ayat yang senada dengan ini : Apa yang dihalalkan Allah tidak boleh diharamkan manusia ?

Ini benar tetapi yang dimaksud dihalalkan itu kan kaitannya dengan hak bukan kewajiban. Jika kamu boleh makan susu bukan berarti kamu harus makan susu jika kamu alergi sehingga
tiap makan susu mencret kan ? Jika kamu memang alergi sehingga tiap minum susu sapi pasti mencret ya jangan minum susu.

Karena itulah aspek manfaat dan mudarat ini juga perlu dilihat…

Kalo misalnya dalam Kristen, tidak ada larangan kamu minum susu sapi , toh juga nggak ada yang mewajibkan kamu harus minum susu sapi kalo tiap kali kamu minum susu pasti muntah-muntah bahkan mencret kan ??? Itu juga perlu dilihat

SALAM

Saya rasa ada baiknya kamu membaca juga Ulangan 21.

Ada banyak ayat di situ, salah satunya yang ini :

If a man has two wives, one loved and the other disliked, and they both have borne him children, and if the firstborn son is the son of the one who is disliked,

Then on the day when he wills his possessions to his sons, he shall not put the firstborn of his loved wife in place of the [actual] firstborn of the disliked wife–her firstborn being older.

But he shall acknowledge the son of the disliked as the firstborn by giving him a double portion of all that he has, for he was the first issue of his strength; the right of the firstborn is his.

===> Secara tersirat ayat tersebut jelas menunjukkan bahwa beristri lebih dari satu adalah biasa dalam budaya Israel waktu itu sehingga bahkan dibuat aturan yang mengatur segala tetek bengek akibatnya termasuk warisan dan sebagainya…

Jika kamu mau mengatakan poligami tidak bisa secara sembarangan, besar tanggung jawabnya dsb – substansi omonganmu gicu – ya memang tidak ada yang mewajibkan kalo seseorang laki2 itu harus berpoligami, apalagi kalo tidak mampu, tidak bisa berlaku adil, tidak bertanggung jawab dsb.

SALAM

@Lovepassword,

Gini ya bos… Biasakanlah berpikir terstruktur ( siapa yang pertamakali ngajari gw ngomong gini yah ? Jangan2 malah murid TKku itu …:) )

Hihihi…

Daripada berpanjang-panjang kata , menyampaikan aspek yang bagi saya kedengarannya lebih bersifat perilaku manusia ketimbang ajaran /ayat agama, saya rasa ada baiknya jika kamu bisa menunjukkan pada bagian mana di perjanjian lama ayat yang secara tegas melarang poligami ???

Rasanya kamu ngga mudheng ya?
Aku sudah bilang bahwa memang tidak ada aturan dalam PL yg melarang poligami. Sampe di sini kuharap kamu paham. Kemudian aku mengatakan bahwa poligami itu mengadung aspek sebab-akibat & tanggung jawab yg besar sehingga sangat jarang orang Yahudi/Israel berpoligami. Kalau pun ada yg poligami, kebanyakan adalah para tokoh atau raja. Sampai di sini paham?

Kemudian Yesus hadir dan meluruskan sebuah norma, yaitu bahwa manusia itu sejak semula diciptakan sepasang. Selain itu, Yesus menegaskan bahwa apa yang telah disatukan oleh Tuhan, tidak dapat diceraikan oleh manusia. Seperti yg telah aku tulis sebelumnya, ajaran Yesus ini menjadi bekal untuk menentang budaya kawin cerai & poligami. Sampai sini mudheng?

Pertama : Umumnya tidak berlaku surut
Kedua : Jika ada perubahan aturan maka yang kena aturan itu ya sesudahnya…

Hihihi.. ya jelaslah. Kan yg sudah lewat sudah pada mati. Jadi tidak bisa dikenakan aturan tersebut.

Lalu mari kita tengok ajaran poligami di islam. Apakah ini tetap berlaku sampai sekarang? Jika masih berlaku, mari kita uji bersama-sama dampak dari aturan ini. Apakah banyak mudharatnya? (iya). Apakah membawa banyak pertentangan & perselisihan? (iya). Apakah membawa dampak buruk bagi keturunannya? Baik psikologis mau pun fisik? (iya). Lanjutkan pertanyaan-pertanyaan pengujinya…

Secara substansial kalo sudut pandangnya Islam, saya rasa tidak ada keharusan bahwa setiap Nabi harus persis sama dengan Nabi-Nabi sebelumnya dari sisi detail implementasi, misalnya saja ada ayat yang jelas2 mengatakan bahwa Nabi Isa menghalalkan sebagian yang diharamkan oleh Nabi-Nabi sebelumnya …

Sangat menarik. Kini aku punya pertanyaan untukmu. Apakah ajaran nabi berikutnya bisa berlawanan dengan ajaran nabi sebelumnya?

Saya rasa memang ada sisi yang sifatnya universal tetapi harus juga dilihat juga bahwa agama itu juga membumi, sehingga nuansa jamannya, kesiapan manusia terhadap ajaran itu harus juga dilihat…

Ajaran/aturan dari Tuhan memang bersifat kekal & universal. Ini adalah salah satu parameter yang perlu kita gunakan dalam menilai apakah aturan tersebut dari Allah atau bukan.

Secara lebih umum bisa kita katakan : Salah satu yang mendasar dalam agama itu sesuatu yang tidak dilarang berarti dianggap halal. Lha yang halal itu banyak banget, dan jelas bahwa tidak setiap yang halal itu berguna untuk semua orang.

Rasanya ada yg salah dengan pengambilan logikamu. Aku percaya bahwa setiap manusia telah dibekali hati nurani yang akan menuntun hidupmu. Ini sama saja dengan Kain & Habil. Walau pun belum ada aturan dilarang membunuh, tapi Kain tahu bahwa perbuatannya membunuh Habil adalah salah & dosa sehingga dia melarikan diri dari Tuhan.

Jadi kamu tidak boleh mengabaikan hati nurani kamu walau pun di duniawi ini belum ada aturan yg baku atau jika di dunia ini ada aturan tapi membawa kemudharatan. Hati nuranimulah yang akan menuntunmu.

Jadi, mungkin lebih baik jika sekarang kita menggunakan hati nurani untuk menilai apakah poligami, kawin-cerai, menikahi gadis belia, dll itu pantas atau tidak, baik atau tidak. Walau pun ajaran kamu memperbolehkan hal itu, tapi hati nurani kamu harus kamu pakai untuk mengujinya. Ujilah buahnya.

Salam.

@Lovepassword,

Secara tersirat ayat tersebut jelas menunjukkan bahwa beristri lebih dari satu adalah biasa dalam budaya Israel waktu itu sehingga bahkan dibuat aturan yang mengatur segala tetek bengek akibatnya termasuk warisan dan sebagainya…

Tetap saja ayat tersebut tidak bisa dijadikan acuan bahwa perilaku poligami waktu itu adalah hal yang biasa. Jangan lupa bahwa praktek poligami ini memiliki dampak & tanggung jawab yg besar sehingga masyarakat saat itu pun jarang berpoligami. Coba saja lihat beberapa tokoh Yahudi yg dituliskan menikah 1 kali saja. Malah mungkin lebih banyak tokoh yg menikah 1 kali dari pada yg berpoligami. Walau pun, tentu saja, asumsi ini tidak serta merta bisa diamini kebenarannya.

Kemudian mengenai ayat yg kamu kutip, itu lebih mengatur ke “hak sulung” seorang anak dari pada mengatur poligami. Karena jelas poligami memang tidak diatur secara tegas. Saat itu bisa dipastikan bahwa hati nuranilah yang berperan sangat penting dalam masyarakat.

Dan sekarang, kamu juga jangan pernah menanggalkan hati nuranimu.

Salam

Intinya kan kamu mengiyakan bahwa larangan poligami itu di PL emang tidak ada. Bahkan ada ayat yang mengatur tentang hak kesulungan, warisan, dsb yang terkait dengan poligami.

Kalo poligami memiliki tanggung jawab besar ya tentu saja emang besar, kalo tadinya kamu bertanggung jawab kepada satu orang, sekarang harus bertanggung jawab menafkahi , bersikap adil, dsb kepada banyak orang. Karena itulah poligami dibatasi, dan ingat bahwa sifat poligami itu kalo ditinjau dari sejarahnya memang membatasi dari tidak adanya aturan sehingga orang bisa beristri 10, 12, 15 dsb menjadi lebih terbatas…

Sekarang pun misalnya kamu lihat di Indonesia , yang beristri satu juga memang lebih banyak daripada yang beristri lebih dari satu. Kayaknya gicu sih…

Sebagian yang beristri satu memang sejak semula menafsirkan bahwa poligami bukan jamannya, memang mungkin ada yang mikirnya gitu – tetapi ada juga yang menilai ini dari sisi tanggung jawab yang harus dipenuhi… Jadi kalo kamu terus menerus ngomong soal tanggung jawab… ya kalo itu mah jelas nggak ada perbedaan pendapat. Semuanya harus tanggung jawab dong. termasuk poligami. Pihak2 yang mendukung bahkan menganjurkan poligami pun rasanya ya nggak ada yang mengijinkan poligami yang tidak bertanggung jawab…

Saya secara pribadi tidak menyarankan poligami , yang saya katakan adalah kalo dilihat dari sejarahnya maka jelas bahwa nuansa poligami itu adalah menciptakan aturan dari suasana yang sebelumnya tanpa aturan… Lha dari sisi ini poligami rasanya tidak layak disalahkan begicu saja.

============================================
Sangat menarik. Kini aku punya pertanyaan untukmu. Apakah ajaran nabi berikutnya bisa berlawanan dengan ajaran nabi sebelumnya?

===> Tergantung apa yang kamu maksud dengan kata berlawanan …😀

============================================
Rasanya ada yg salah dengan pengambilan logikamu. Aku percaya bahwa setiap manusia telah dibekali hati nurani yang akan menuntun hidupmu. Ini sama saja dengan Kain & Habil. Walau pun belum ada aturan dilarang membunuh, tapi Kain tahu bahwa perbuatannya membunuh Habil adalah salah & dosa sehingga dia melarikan diri dari Tuhan.

===> Masalah Kain dan Habil ya ? Saya pernah berbalas pantun dengan saudara jephman mengenai masalah ini…

Sekarang kau bertanya lagi dengan point yang sama. Oke deh.
Di Dalam PL atau di dalam hukum Musa kalo saya nggak salah inget, hukuman bagi seorang pembunuh adalah dibunuh. Bener apa bener ???

Lha sekarang kutanya padamu , mengapa Kain tidak dibunuh setelah membunuh adiknya ???

Mengapa hukum Musa tidak diterapkan dalam peristiwa itu ? Ya alasannya sederhana saja karena memang aturan itu belum ada pada jaman itu…Kalo belum ada hukum Musa, masakan manusia yang lahir sebelum Musa bisa dihukum atas dasar hukum yang baru dibuat kemudian ???

Lalu mengapa Kain tetap dihukum walaupun tidak dibunuh ? Ya karena dalam diri manusia sudah diberikan prinsip2 kebaikan meskipun larangan membunuh itu secara tersurat belum ada. If you do well, will you not be accepted? Jadi prinsip baik itu sedikit banyak sudah ada, tetapi larangan membunuh tidak secara tertulis ada.

SALAM

Kalo masalah mudarat , omonganku kan jelas : Kalo memang seseorang menganggap bahwa suatu tindakan akan membawa mudarat dibandingkan manfaat ya jangan dilakukan. Meskipun bahkan tindakan itu diperbolehkan atau dianggap halal.

Jika kamu makan sate kambing padahal kamu darah tinggi , ya kamu tidak bijaksana meskipun agamamu misalnya tidak melarang kamu makan kambing….

Prinsipnya kayaknya gicu sih.

SALAM

@Lovepassword,

Intinya kan kamu mengiyakan bahwa larangan poligami itu di PL emang tidak ada. Bahkan ada ayat yang mengatur tentang hak kesulungan, warisan, dsb yang terkait dengan poligami.

Hihihi, mbolak-balik. Ya memang tidak ada. Kan sudah kutuliskan kan? Perlu dibikinkan spanduk? Hihihi…

Kemudian mengenai poligami & kawin cerai, Yesus sudah menegaskan tentang hal itu. Silakan dibaca di jawabanku sebelumnya. Jadi pada masa Yesus, pengaturan tentang hal itu sudah diberitakan. Lalu mengapa tiba-tiba nabimuh melegalkannya? Lalu mengapa pada masanya tiba-tiba poligami dibatasi menjadi 4 istri padahal dia sendiri punya 11 (yang syah) istri?

Dari sinilah poin utama pertanyaanku di komen yg lalu, yaitu seolah nabimuh tidak mengindahkan ajaran Yesus, padahal dia mengklaim diri sebagai penerus?

Mengenai Kain-Habil mungkin kita bahas lain kali ya? Kita fokus dulu ke masalah poligami versi islam.

Yuk kita balik lagi ke masalah pengujian aturan poligami. Pertanyaannya kita ulangi ya?

1) Apakah poligami ini membawa mudharat? (LP sudah menjawab: Y. Bahkan Fitri pun menolak poligami)
2) Apakah aturan Tuhan itu membawa mudharat? (Otonesia & JelasNggak: Aturan Tuhan tidak akan membawa mudharat)
3) Berdasarkan (1) dan (2), maka poligami bisa disimpulkan bukan berasal dari Tuhan (Otonesia & JelasNggak: setuju).

Poin 1 sudah diamini LP. Poin 2 sudah diamini JelasNggak dan tentu saja aku. Lalu bagaimana dengan poin 3? Kurasa JelasNggak & aku akan mengamininya. Bagaimana dengan kamu?

Salam.

Kamu bisa pinter gicu pasti waktu kecil nggak pernah kekurangan Asi…🙂

Mengenai Kain-Habil mungkin kita bahas lain kali ya? Kita fokus dulu ke masalah poligami versi islam. ===> Perasaan elo sendiri yang ngom0ng duluan deh…

1) Apakah poligami ini membawa mudharat? (LP sudah menjawab: Y. Bahkan Fitri pun menolak poligami)
2) Apakah aturan Tuhan itu membawa mudharat? (Otonesia & JelasNggak: Aturan Tuhan tidak akan membawa mudharat)
3) Berdasarkan (1) dan (2), maka poligami bisa disimpulkan bukan berasal dari Tuhan (Otonesia & JelasNggak: setuju).

===> Gayamu keren tetapi mari kita bicarakan ini pelan-pelan…

1> Y itu nggak tepat. Yang kukatakan adalah sesuatu yang halalpun harus tetap dipikirkan ditimbang antara manfaat dan mudaratnya… Apakah poligami bisa membawa mudarat, kamu minum susu pun juga bisa jadi mudarat. Kalo mudarat ya jangan lakukan.

2> Yang kamu maksud mudarat di sini apa dan itu mudarat bagi siapa ? Ada contoh kasus yang sampai saat ini belum kamu jawab mengenai perintah membunuh wanita dan anak2 itu…

Jika yang kamu maksud mudarat adalah merugikan sebagian orang, maka jelas perintah atau bukan perintah tetaptidak bisa dihakimi secara pasti atas dasar ini…Ada contoh kasus yang membuktikan pernyataan itu nggak bener.

Lagipula sudah cukup jelas bahwa nuansa poligami adalah justru pembatasan dari tanpa aturan menjadi terbatas.

Saya tidak mengamini point satu , dua maupun tiga.

Pertama : Jelas bahwa merugikan atau tidak merugikan secara subjektif tidak bisa dipakai mengadili Tuhan. Ada contoh kasus yang membuktikan kamu salah, misalnya dalam kasus Amalek itu.

Kedua : Dalam segala hal termasuk terhadap sesuatu yang dihalalkan pun emang manfaat mudarat tetap harus ditimbang…
Diijinkan itu bukannya perintah untuk harus dilakukan. Tetapi bisa dilakukan/tidak tergantung aspek penilaian manusianya.

Jika kamu alergi susu sapi, sangat bijaksana jika kamu nggak makan susu sapi meskipun itu halal …

Ketiga : Karena satu dan dua belum berhasil yah saya rasa penarikan kesimpulan point tiga tidak bisa dilakukan

SALAM

LP,

Apakah poligami bisa membawa mudarat, kamu minum susu pun juga bisa jadi mudarat. Kalo mudarat ya jangan lakukan.

>>Minum susu itu paling mudharatnya sakit perut.

Poligami itu mudharatnya sakit hati.

Minum susu itu yang melakukan diri sendiri. Poligami yang melakukan itu lelaki dan si wanita (orang lain) yang sakit hati.

Minum susu itu ngga tertulis di quran, poligami tertulis di quran.

Jelas ?

Bikin analogy yang bener dong,.. kasihan tuh temen2 muslim kau yang otaknya di dengkul.

Jomblo.

.
.

.

@Otonesia,

Tolong bikin-kan saya spanduk dong,… tulisannya JOMBLO… thanks.

Diijinkan itu bukannya perintah untuk harus dilakukan. Tetapi bisa dilakukan/tidak tergantung aspek penilaian manusianya.

>> ” DI-ijinkan bagimu untuk merampok, satu kali, dua kali, dan empat kali ”

–> ITu pembatasan merampok. Dari merampok 100 kali, menjadi 4 kali.

–> Memang sih,..Nuansanya adalah pembatasan merampok…. (kalau ada korban yang jerit2 kesakitan akibat di rampok, ya itu ngga perduli.. yang penting itu si perampok cuman merampok 4 kali saja)

Subhanah!

@Lovepassword,

Perasaan elo sendiri yang ngom0ng duluan deh…

Iya bener, tapi tidak utk dibahas lebih lanjut. Itu cuma contoh.

1> Y itu nggak tepat. Yang kukatakan adalah sesuatu yang halalpun harus tetap dipikirkan ditimbang antara manfaat dan mudaratnya… Apakah poligami bisa membawa mudarat, kamu minum susu pun juga bisa jadi mudarat. Kalo mudarat ya jangan lakukan.

Sekali lagi, kamu menegaskan bahwa poligami membawa mudharat.

2> Yang kamu maksud mudarat di sini apa dan itu mudarat bagi siapa ? Ada contoh kasus yang sampai saat ini belum kamu jawab mengenai perintah membunuh wanita dan anak2 itu…

Jelas tentu saja bagi sesama kita manusia.

Pertama : Jelas bahwa merugikan atau tidak merugikan secara subjektif tidak bisa dipakai mengadili Tuhan. Ada contoh kasus yang membuktikan kamu salah, misalnya dalam kasus Amalek itu.

Tentang Amalek, aku punya jawaban yang baik. Namun tidak akan aku utarakan saat ini. Bukankah kita sedang membahas poligami? Ingat, caramu membenarkan diri sudah salah. Ini seperti ketika kamu nyolong dan kemudian membenarkan diri dengan bilang: “lha itu tetangga saya juga nyolong kok.”

Tentu ini sudah merupakan cara diskusi yg salah. Jadi tentang Amalek, kita tinggalkan dulu sementara ya? Nanti kalo diskusi kita ini sudah menyimpulkan sesuatu, aku akan jelaskan padamu.

Sekali lagi, kamu menegaskan bahwa kita harus menimbang suatu aturan, apakah aturan itu membawa mudharat atau tidak. Jika aturan itu membawa mudharat, maka tidak usah dipatuhi. Karena jika kita melakukan aturan tersebut tetapi ternyata membawa mudharat maka kita akan berdosa. Begitu kan maksud kamu?

Hem… memang rada aneh sih. Aturan kok bisa membawa dosa bagi yang melaksanakannya?

Nah, sekali lagi kuungkit, bahwa apakah aturan yang benar-benar dari Tuhan itu sifatnya membawa mudharat? Lalu jika kita mematuhi aturan Tuhan, maka apakah kita bisa terbebas dari dosa? Eh, bisakah jika kita mematuhi aturan Tuhan tapi ternyata malah hasilnya mudharat & membawa kita ke dalam dosa?

Semoga LP bisa berpikir kritis & menggunakan hati nurani yang selama ini mungkin telah ditanggalkan.

Salam.

@JelasNggak,

Spanduknya berapa kali berapa? Apa ngga lebih baik kata-katanya: “JOMBLO INGIN POLIGAMI” saja?

Hihihi… GBU

Susah juga… anak TK kalo merasa dapet bala bantuan rasanya melayang ke langit kayak balon… cah…cah…Hi Hi Hi

Tenangkan dirimu cah, ego itu kalo rasanya sudah di atas kalo jatuh lho…

Elo nyamber pinteran dikit nape, yang kita bicarakan ini bukannya rampok cah.. Duh…( geleng..geleng)

Salam deh
See You jell

Iya bener, tapi tidak utk dibahas lebih lanjut. ===> Kayak lagi dangdut saja kau yang memulai kau yang mengakhiri… Hi Hi hi

Sekali lagi, kamu menegaskan bahwa poligami membawa mudharat. ===> Sekali lagi dikau memelintir pernyataanku

==========================================

Tentang Amalek, aku punya jawaban yang baik. Namun tidak akan aku utarakan saat ini. Bukankah kita sedang membahas poligami? Ingat, caramu membenarkan diri sudah salah. Ini seperti ketika kamu nyolong dan kemudian membenarkan diri dengan bilang: “lha itu tetangga saya juga nyolong kok.”

===> Kalo kamu nyolong terus aku membenarkan diriku karena kamu nyolong itu namanya ad hominem. Murid TKku jelasnggak terampil bener kalo ngomongin ini biarpun dia nggak mudeng-mudeng…

Tetapi yang kulakukan itu nggak gicu ..

Entah kenapa aku mesti mengajari ini pelan-pelan kepada anak-anak pendatang baru… Lama-lama capek juga kalo setiap anak baru mesti mendapatkan pra kuliah semacam ini :

Oke deh, kamu perhatikan yah :

Gini tak kasih contoh Ad hominem atau serangan terhadap pribadi ya :

Yang ini contoh ad hominem khususnya ad hominem tu quoque :

lovepassword : Kamu jangan makan coklat banyak-banyak nanti sakit gigi lho
Otonesia : Halah kamu kemarin juga makan coklat silverqueen sebakul…

Di sini saudara Otonesia melakukan ad hominem tu quoque dan itu emang gak bagus…

===========================================
Sekarang Contoh yang bukan ad hominem tetapi sering disalahpahami oleh murid2 TKku sebagai ad hominem :

Otonesia : Kamu jangan makan coklat lho lovepassword nanti kamu sakit gigi

lovepassword : Kamu salah Mas Otonesia, ada penelitian dari dosenmu profesor jelasnggak penggemar duren – yang mengatakan bahwa tidak ada korelasi antara makan coklat dan sakit gigi…

Di sini lovepassword tidak melakukan ad hominem, karena sekedar menampilkan data yang menguatkan penolakan terhadap pernyataan lawan diskusi. Data itu tidak masalah bisa diambil dari mana saja. Justru jika data itu diambil dari pihak yang tidak punya kepentingan untuk membela orang/pembicara tersebut, maka kita bisa menganggap datanya lebih objektif.

Jadi saranku sih Belajarlah memahami bedanya, jangan kayak murid TK kesayanganku yang bisa bikin posting logika tetapi ginian saja kok ya nggak mudengan.. Duh…( geleng-geleng) jell jell, kapan juga aku bisa menaikkan levelmu jadi SD… 😉

Adanya kasus Amalek itu menjadi satu contoh bahwa penarikan kesimpulan Allah bisa dihakimi atas dasar merugikan/tidak merugikan manusia adalah penarikan kesimpulan yang SALAH.

Mengapa SALAH ? Karena ada contoh yang menunjukkan sebaliknya. Sederhana kan. Dan kamu Otonesia yang manis tidak berhasil menjelaskan itu…

============================================
Diijinkan itu dengan diperintahkan tentu saja berbeda.

Kalo kamu diperbolehkan makan duren dengan syarat kamu nggak darah tinggi misalnya…

Tidak ada yang mewajibkan kamu harus makan duren…

Kalo duren itu kita anggap halal juga memang tidak ada keharusan seluruh umat manusia harus makan duren kan…

Kalo ada yang nggak suka duren? Ya paketkan saja ke tempatku ….

Mudah bukan? Barang gampang itu nggak usah dibikin sulit…

SALAM Iya

@Lovepassword,

Kayak lagi dangdut saja kau yang memulai kau yang mengakhiri… Hi Hi hi

Hihihi.. iya. Maaf ya? Kamu ini kalau diskusi lebih sering terjebak dalam hal remeh temeh. Iya kalau bener, ternyata ngga tepat juga. Jadi mending aku cut saja. Dari pada tambah bias.

Gini tak kasih contoh Ad hominem atau serangan terhadap pribadi ya :

Mengenai adhominem, terima kasih karena telah menjelaskan. Tapi maaf, kamu sia-sia, karena itu tidak menjelaskan modus operandi kamu dalam menjawab. Kalau boleh aku analogikan kasus diskusi kita ya seperti ini:

Otonesia: LP, kamu tidak boleh membunuh.
LP: Ya jelas boleh dong. Itu orang Timbuktu (asal comot nama) saja boleh membunuh kok.
Otonesia: Loh? Kita kan di Indonesia, bukan di Timbuktu!
LP: Iya di sana boleh. Sekarang di Timbuktu berlaku aturan membunuh maksimal 4 orang. Memang sih, tadinya ngga ada aturan, jadi dengan berlakunya aturan membunuh maksimal 4 orang sudah lumayan lah…
Otonesia: *gumun segumun-gumunnya*

Seperti inilah model pembenaran yang kamu lakukan, yaitu membenarkan kesalahan2 nabimuh dengan mengacu kepada kesalahan2 Yahudi/Israel. Jadi ini bukan perkara adhominem. Maaf ya, aku sih melihat kalau kamu kurang jeli dalam memandang diskusi ini. Yang terjadi adalah bahwa kamu tidak menjawab pertanyaanku tapi terjebak di masalah adhominem yg tiba-tiba kamu bawa namun tidak tepat konteksnya juga. Hihihi… lagi-lagi terjebak di remeh temeh.

Mengapa SALAH ? Karena ada contoh yang menunjukkan sebaliknya. Sederhana kan. Dan kamu Otonesia yang manis tidak berhasil menjelaskan itu…

Okelah, untuk memuaskan kamu, bolehlah aku jelaskan sedikit mengenai kasus Amalek. Pemusnahan bangsa Amalek ini adalah PERINTAH yang berlaku saat itu. Allah memandang itu perlu seperti halnya Allah memusnahkan beberapa manusia sebelumnya, misalnya pada jaman Nuh, Sodom & Gomorrah, dll. Tapi pemusnahan Amalek ini dilakukan oleh bangsa Yahudi.

PERINTAH ini berlaku hanya saat itu. Seperti ketika LP memerintahkan JelasNggak mengambil kapur. Ya bukan berarti setiap saat sepanjang hidup JelasNggak harus mengambilkan kapur untuk LP. Karena mengambil kapur ini hanya perintah yang harus dilakukan pada saat itu saja. Nanti kalau kamu butuh kapur lagi, kamu bisa memerintahkan JelasNggak mengambilkan kapur lagi.

Ini tentu berbeda dengan ATURAN/HUKUM yang berlaku terus sampai ada ATURAN/HUKUM yang menggantikan atau merevisinya. ATURAN/HUKUM harus ditaati dan yang melanggar harus dihukum.

Aku harap LP bisa memahami jawabanku ini.

Lalu kita coba memahami ATURAN/HUKUM POLIGAMI. Apakah ini terus berlaku sampai sekarang? Atau sekarang sudah dianggap USANG?

Pertanyaan selanjutnya, apakah POLIGAMI ini membawa mudharat? Jika kemudian membawa mudharat, apakah itu menjadikan manusia BERDOSA? Jadi berasa aneh kan? Mosok kita mengikuti aturan tapi malah berdosa? Lha wong mengikuti aturan yang sudah ditetapkan kok malah berdosa & harus dihukum?

Berangkat dari pemikiran inilah kemudian JelasNggak membuat posting yang mempertanyakan apakah benar POLIGAMI itu aturan yang diberikan Allah? Soalnya sebuah aturan yang konon dari Allah idealnya membawa manusia ke kebaikan. Jika kita mengikuti aturan Allah, maka kita akan dibenarkan oleh Allah & kita bisa masuk surga.

Lalu apakah ada aturan yg dari Allah yg membuat kita berdosa? Jika ada, apakah kita layak mempercayai kalau aturan itu berasal dari Allah. Mosok Allah menjerumuskan umat-Nya dengan aturan-Nya sendiri?

Sebenarnya pertanyaan kita semudah itu. Namun LP lebih suka membuatnya sulit. Yah, aku sih seringkali menghibur diri dengan menganggap kalau LP ini sebenarnya paham tapi berupaya ngeles & berusaha membodohi rekan-rekan lain. Tapi bisa saja aku salah, ya mungkin kepandaian LP tidak seperti yg aku kira. Malah mungkin hanya 1 level saja di atas muridnya sendiri. Hihihi… peace ya?

Salam.

Elo nyamber pinteran dikit nape, yang kita bicarakan ini bukannya rampok cah.. Duh…( geleng..geleng)

>>Yang kita bicarakan memang bukan rampok.

Semua pembaca kristen juga sudah tau ini. ( lho ? kok kenapa cuma pembaca kristen, Jell ? Jawab: karena pembaca muslim jomblo semua …😆 )

Yang kita bicarakan adalah *** —> Perbuatan yang mengakibatkan orang lain dirugikan. <— ***

Jelas oon ?😆

rampok dan poligami termasuk dalam perbuatan itu.

Ngerti..?

Jomblo.

.
.
.

@Otonesia,

Spanduknya ukuran 10 meter panjang 2 meter lebar.

Tulisannya di singkat saja JOMBLOGAMI. Thanks.

@Otonesia,

Okelah, untuk memuaskan kamu, bolehlah aku jelaskan sedikit mengenai kasus Amalek. Pemusnahan bangsa Amalek ini adalah PERINTAH yang berlaku saat itu.

PERINTAH ini berlaku hanya saat itu. Seperti ketika LP memerintahkan JelasNggak mengambil kapur.

>>@Otonesia,

Saya juga sudah coba menerangkan kepada si jomblo itu.

Perintah amalek -> adalah perintah yang berlaku saat itu.
Perintah poligami -> perintah yang berlaku selamanya. Karena tidak tertulis batasan sampai kapan dan untuk siapa.

Jika perintah itu berlaku selamanya, maka, perintah itu juga harus berlaku di masa sekarang.

Tetapi kenyataannya, perintah itu nyata ditolak perempuan masa kini.

Yah. namanya juga jomblo.

Bukan ngeles .. tapi jomblo beneran.. he he he

@Lovepassword.

~~
tulisanmu:

Masalah Kain dan Habil ya ? Saya pernah berbalas pantun dengan saudara jephman mengenai masalah ini…

Sekarang kau bertanya lagi dengan point yang sama. Oke deh.
Di Dalam PL atau di dalam hukum Musa kalo saya nggak salah inget, hukuman bagi seorang pembunuh adalah dibunuh. Bener apa bener ???

Lha sekarang kutanya padamu , mengapa Kain tidak dibunuh setelah membunuh adiknya ???

>>Karena musa lahirnya setelah kain dan habil.

jelas, oon?
~~

tulisanmu:

Pertama : Jelas bahwa merugikan atau tidak merugikan secara subjektif tidak bisa dipakai mengadili Tuhan. Ada contoh kasus yang membuktikan kamu salah, misalnya dalam kasus Amalek itu.

>>Kita tidak sedang mengadili Tuh@n di sini…

Kita sedang berbicara, apakah…. poligami itu…… dari TuH@n….. atau.. bukan….

Jelas, oon?

>> Untuk menjawab amalek.

Begini saja biar cepat.

Kristen: “Poligami itu bukan dari TuH@n, karena, perintah yang dari Tuh@n harusnya membawa kebajikan, bukan kemudaratan.

Muslim: “AH belum tentu,.. ada perintah TuH@n yang membawa kemudaratan, contohnya pembasmian amalek di perjanjian Lama.”

Kristen: “Ok. Mungkin saja cerita itu salah, namanya juga kitab buatan manusia…!!”

Muslim (Lovepassword) : ->Tolong diteruskan <-

@otonesia yang baik:

Kamu ini kalau diskusi lebih sering terjebak dalam hal remeh temeh
===> Gini ya jangan dibiasakan kalo kau yang mulai sendiri terus dijawab terus malahan kamu ngeles.. Hi Hi hi

Otonesia: LP, kamu tidak boleh membunuh.
LP: Ya jelas boleh dong. Itu orang Timbuktu (asal comot nama) saja boleh membunuh kok. ===> Lha contoh yang kamu tulis itu emang contoh ad hominem seperti yang sudah aku jelaskan di tas. Tetapi yang kulakukan sama sekali bukan begitu

Cerita aslinya seperti ini :

jelasnggak murid TKku : Perintah Allah atau bukan perintah Allah bisa dianalisa dengan apakah perintah itu merugikan manusia atau tidak, menyakiti hati manusia atau tidak.

Ini pernyataan dasar argumentasinya murid TKku yang imut.
Kemudian atas dasar itu dia mengatakan poligami pasti bukan berasal dari Allah karena menyakiti hati wanita.

Saya membahas dulu akar argumentasinya :
Benarkah perintah Allah/bukan perintah Allah bisa dianalisa atas dasar ada manusia yang dirugikan/tidak dirugikan ?

Data menunjukkan bahwa ada juga perintah Allah yang seperti ini :

Jadi pergilah sekarang, kalahkanlah orang Amalek, tumpaslah segala yang ada padanya, dan janganlah ada belas kasihan kepadanya. Bunuhlah semuanya, laki-laki maupun perempuan, kanak-kanak maupun anak-anak yang menyusu, lembu maupun domba, unta maupun keledai.”

Dari data ini maka tidak bisa serta merta disimpulkan bahwa yang namanya perintah Allah itu jika tidak ada manusia yang merasa rugi begitu juga sebaliknya…

Karena ada contoh yang menunjukkan dasar argumentasi jelasnggak salah, maka dasar argumentasi itu tidak bisa dipakai. Lha tidak bisa dipakai itu tentu saja termasuk tidak bisa dipakai untuk mengadili poligami. Mengapa ? Ya karena dasar untuk menghakimi itu saja sudah salah.

Masalah poligami sudah tak bahas , pada dasarnya poligami itu bukan perintah tetapi batasan atau gampangannya ijin dengan syarat tertentu.
Hal ini malah jauh berbeda dengan ayat Amalek itu dimana jelas-jelas itu perintah .

Jika kamu diperbolehkan makan satekambing jika kamu nggak darah tinggi. Tidak ada yang mewajibkan kamu harus makan sate kambing biarpun itu halal .
Dari sisi ini maka pertimbangan manfaat dan mudarat harus diperhatikan.
Lha ini berbeda misalnya dengan perintah langsung : Bunuhlah orang Amalek . Perintah itu tidak memberikan alternatif pilihan. Jika tidak melakukan berarti melanggar perintah.

Soalnya sebuah aturan yang konon dari Allah idealnya membawa manusia ke kebaikan ===> Lha standard kebaikan itu memangnya berasal dari mana?

Malah mungkin hanya 1 level saja di atas muridnya sendiri. Hihihi… peace ya? ===> Kalo sama jelasnggak mah sulit dianalisa beda levelnya … Hi Hi hi … kesenengan murid TKku itu kalo kamu katakan cuma satu level di bawahku…😀

Pa Kabar jell ?

Salam Iya…

@jelasnggak nan imut :

Kristen: “Poligami itu bukan dari TuH@n, karena, perintah yang dari Tuh@n harusnya membawa kebajikan, bukan kemudaratan.

Muslim: “AH belum tentu,.. ada perintah TuH@n yang membawa kemudaratan, contohnya pembasmian amalek di perjanjian Lama.”

Kristen: “Ok. Mungkin saja cerita itu salah, namanya juga kitab buatan manusia…!!”

Muslim (Lovepassword) : ->Tolong diteruskan Hi Hi Hi, setelah lama terombang-ambing akhirnya kamu membuat pilihan sangat berani murid TKku tercinta …

Daripada memakai baju besi yang berat tetapi endingnya juga nggak bisa nyamber, kamu memilih melepas pelindung agar bisa nyamber.. Hik Hik hik… murid TKku aku salut dengan semangatmu kali ini.

Oke, anak manis mari kita lihat apakah keberanianmu berbanding lurus dengan kecerdasanmu… Semangatmu cah..cah…😀

Poligami itu bukan dari TuH@n, karena, perintah yang dari Tuh@n harusnya membawa kebajikan, bukan kemudaratan

===> Yang mengharuskan Tuhan siapa jell ?

Mungkin saja cerita itu salah, namanya juga kitab buatan manusia…!!”

===> Kamu memilih mengabaikan Alkitab dengan asumsi karena Alkitab mungkin salah, lalu alasan yang kamu pakai kemudian dasarnya apa ?

Bisa menjelaskan anak manis ?

SALAM jell

@LP,

tulisanmu:

Yang mengharuskan Tuhan siapa jell ?

>>Lha..?

Bingung …

Begini saja deh.

Saya tanya harap di jawab.

**Apakah Aturan/perintah yang dari TuH@n akan menghasilkan kemudaratan ?**

Jawab yaa, oon

~~

tulisanmu:

Kamu memilih mengabaikan Alkitab dengan asumsi karena Alkitab mungkin salah, lalu alasan yang kamu pakai kemudian dasarnya apa ?

Bisa menjelaskan anak manis ?

>>Kan sudah saya tulis di atas.

Dasarnya adalah, karena alkitab buatan manusia.

Manusia tidak sempurna. Manusia bisa salah

Jomblo.

.
.
.

Saya ulangi lagi, biar teman2mu tidak ikutan jomblo.

Kristen: “Poligami itu bukan dari TuH@n, karena, perintah yang dari Tuh@n harusnya membawa kebajikan, bukan kemudaratan.

Muslim: “AH belum tentu,.. ada perintah TuH@n yang membawa kemudaratan, contohnya pembasmian amalek di perjanjian Lama.”

Kristen: “Ok. Mungkin saja cerita itu salah, namanya juga kitab buatan manusia…!!”

Muslim (Lovepassword) : ->Tolong diteruskan <-

@jelasnggak : kalem saja cah, nggak usah kemrungsung… Kamu kalo jengkelan malah semakin imut-imut lho …😀

Hmmmm… menarik menarik.. sejak kapan murid TKku jadi sedemikian gagah berani… kalo ini mah bukannya berani malahan nekad saking napsunya….

===========================================
Kamu memilih mengabaikan Alkitab dengan asumsi karena Alkitab mungkin salah, lalu alasan yang kamu pakai kemudian dasarnya apa ?

Bisa menjelaskan anak manis ?

>>Kan sudah saya tulis di atas.

Dasarnya adalah, karena alkitab buatan manusia.

Manusia tidak sempurna. Manusia bisa salah

Jawaban aneh…

===> Pertama : Memang kamu aduhai nekad atau malah putus asa, sehingga memilih menusuk diri sendiri dengan harapan tusukanmu ikut melukai orang lain… Nggak papa kamu remuk asalkan orang lain juga kesamber… Saranku sih : Nggak usah segitunya cah… Masalahnya belum tentu juga gaya harakirimu ini memang berhasil.. kalo yang luka cuma kamu sendirian, apa kamu nggak rugi bandar… Kalem dikit nape…

Gini ya jell : Yang saya tanyakan kemarin itu bukan dasar atau alasan kamu menyalahkan Alkitab , itu memang antik tapi biarlah itu kamu urus dengan resiko kamu sendiri – yang saya tanyakan itu dasar atau alasan pernyataanmu itu lho :

Perintah Tuhan atau bukan Perintah Tuhan bisa ditentukan atas dasar ada manusia yang dirugikan atau tidak…

Coba kamu jelaskan alasan pernyataanmu ini. Sumbernya darimana, alasannya apa, dsb….

Kedua : Di dalam banyak tafsir Kristen ada konsep yang lazim disebut dengan Biblical Inerrancy atau Inerrancy of the Bible ( ketidakbersalahan Alkitab) , karena kamu mengatakan ayat Amalek itu mungkin salah, dengan alasan karena Alkitab buatan manusia , coba kamu jelaskan atas dasar alasan apa mengapa ayat itu mungkin salah.
Mungkin salahnya, dibagian apanya dari ayat tersebut ?

Semua ilmu pengetahuan itu hasil buatan manusia, jika kamu menyalahkan hanya atas dasar alasan buatan manusia , maka kamu telah menuduh tanpa bukti… menuduh tanpa alasan.

Silahkan berikan bukti atau setidaknya indikasi dalam ayat tersebut sehingga bisa kamu simpulkan bahwa ayat itu sangat mungkin salah… Sangat mungkin salahnya di bagian mana. Coba jelaskan.

Pertanyaan berikutnya : Bagaimana hubungan antara mungkin salah menurut pendapatmu dalam ayat itu , dengan konsep Biblical Inerrancy…???

Selamat menjawab anak manis….

============================================

Saya tanya harap di jawab.

**Apakah Aturan/perintah yang dari TuH@n akan menghasilkan kemudaratan ?**

Jawab yaa, oon

===> Kemudaratan atau manfaat itu tergantung dari implementasi manusianya. Bukan hanya resep masakan yang membuat masakan enak atau tidak enak, tetapi koki yang menerapkan resep itu.

Jika ada yang dihalalkan kemudian tidak ditimbang manfaat , mudarat lalu dilakukan begitu saja, itu tidak bijaksana…
Sebab tentu saja tidak ada yang mengharuskan kamu makan duren banyak-banyak jika kamu darah tinggi atau nggak suka makan duren.

SALAM Cah

See You

@Lovepassword,

Lha contoh yang kamu tulis itu emang contoh ad hominem seperti yang sudah aku jelaskan di tas. Tetapi yang kulakukan sama sekali bukan begitu

Hihihi… bukankah kau membenarkan poligami karena Yahudi/Israel pun berpoligami? Bukankah kamu yg sebelumnya bilang kalau tidak larang poligami di Yahudi/Israel? Kok kamu jadi nogomong “sama sekali bukan begitu”? Hati-hati korslet. Hihihi…

jelasnggak murid TKku : Perintah Allah atau bukan perintah Allah bisa dianalisa dengan apakah perintah itu merugikan manusia atau tidak, menyakiti hati manusia atau tidak.

Sejak awal memang ada yang salah dengan kata “PERINTAH”, makanya aku selalu menegaskannya dan membedakannya dengan “HUKUM” atau “PERATURAN”. Tuhan memang pernah memberikan PERINTAH yang kemudian menjadi HUKUM/PERATURAN karena perintah ini berlaku kekal dan menjadi pondasi bagi segala aturan manusia. Tetapi tidak selalu PERINTAH menjadi hukum. Seperti perintah mengambil kapur, itu adalah perintah & bukan hukum. Tetapi perintah “JANGAN MEMBUNUH” ini kemudian menjadi aturan dasar hubungan manusia.

Aku yakin bahwa “ATURAN/HUKUM” Allah selalu baik dan berlaku kekal. Ambil contoh “10 PERINTAH ALLAH”. Apakah ada yang mudharat yang dihasilkan oleh “10 PERINTAH ALLAH”?

Namun rupanya LP gagal memahami hal ini. LP gagal memahami komenku terdahulu yang jelas sudah membedakan antara PERINTAH dan HUKUM/ATURAN.

Jika kemudian LP bilang bahwa poligami adalah PEMBATASAN (atau disebut juga oleh LP sebagai IJIN DGN SYARAT TERTENTU), jelas bahwa ini merujuk sebagai ATURAN/HUKUM. Lalu pertanyaan selanjutnya adalah: Apakah POLIGAMI ini aturan yang diturunkan oleh Allah? Atau hanya rekaan nabimuh? Seperti kita tahu, nabimuh sendiri punya 11 istri yg sah, namun kemudian dia membuat ATURAN bahwa poligami boleh dilakukan maksimal 4 istri dengan syarat adil. Namun jika tidak mampu, maka muslim boleh mengawini budak-budaknya (tanpa dibatasi jumlahnya).

Lha standard kebaikan itu memangnya berasal dari mana?

Jika saja LP meyakini bahwa Allah itu BAIK (MAHABAIK), maka LP seharusnya yakin bahwa ATURAN/HUKUM Allah adalah baik adanya. Baik di sini berarti aturan/hukum tersebut tidak membawa mudharat. Dan tidak akan menjerumuskan manusia ke dalam dosa.

Maaf ya, jika sampai komenku ini tetap tidak dipahami dengan baik olehmu, bisa jadi kamu malah setingkat dengan muridmu. Atau jika tetap ngeyel, terpaksa kamu diturunkan levelnya di bawah muridmu. Penurunan level ini bukan karena kamu bodoh, tetapi karena kamu bebal. Mungkin kalau kamu sekolah lagi sekelas bareng muridmu, mungkin kamu bisa mengasah hati nurani kamu. Tapi kalau melihat kecerdasanmu, aku sih masih optimis kalau kamu bakal bisa mengungguli murid kamu & kembali di atas murid kamu. Selamat belajar & mengasah hati nurani.

Salam ya?

@LP,

Sorry, ada ralat di paragraf 2:

… Bukankah kamu yg sebelumnya bilang kalau tidak larang poligami di Yahudi/Israel? …

Seharusnya tertulis demikian:

… Bukankah kamu yang sebelumnya bilang kalau tidak ada larangan poligami di Yahudi/Israel? …

Demikian ralat ini dinyatakan untuk memperbaiki komen sebelumnya. (wuih… sok formil)

Salam.

he he he.. ntar kujawab deh… aku mau nyari bubur ayam dulu…

Ini cerita kok diputar balikkan. Muslim baik di bilang tidak taat agama. Muslim yang tidak baik dibilang taat agama.

Wah. . .mau ngajarin muslim jadi jahat ya seperti teroris?

itulah Kristen…Yesusnya aja ada jiwa membunuh eh bawa2 muslim

Yesus ada jiwa membunuh?
Bisa dijelaskan lebih rinci, Mbah?

Ini apa kalau bukan puter balikkan of the highest order!

Fitri

Itu bukan cerita.

Itu kenyataan.

Baca komentar para EX-muslim di artikel atas

Pesimis kalo fitri mudheng…

Awak ha’ tu yang pesimis kebenaran jawaban muslim.

Pdt. Jel
😀
Apa hak, awak ngolah tu, copas artikel tanpa handak mau tau kebenarannya dahulu. Ndik da kesah bila – bila muslim ada yang handak menjawab. Munyak dah etam. Hua ha ha ha. . . .😆

Kali ini mr.sectio. .mana tau artinya.

sound like herself. xixixix…

Yang jelas para pengikut Muhammad sudah salah kaprah, di pikir Rasul, Nabi yang Ummi itu Muhammad, yang di nubuatkan Musa itu Muhammad, padahal bukan, nubuatan itu untuk Yesus . Yesus yang bilang sendiri, Yohanes 5:46, Sebab jikalau kamu percaya kepada Musa, tentu kamu akan percaya juga kepada-Ku, sebab ia (Musa) telah menulis tentang Aku . 47, Tetapi jikalau kamu tidak percaya akan apa yang di tulisnya, bagaimanakah kamu akan percaya akan apa yang Ku katakan?

Sedangkan di dalam al Quran, Rasul ini di muliakan, dan pengikutnya menjadi penolongnya . kalau mereka teliti ayat yang menuliskan tentang para sahabat ‘Isa, mereka itu adalah para penolong Allah untuk menegakkan agama Allah .Qs. As Saff(61):14, Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu PENOLONG-PENOLONG ALLAH, SEBAGAIMANA ‘ISA PUTERA MARYAM telah berkata kepada pengikut-pengikut-Nya yang setia: “SIAPAKAH YANG AKAN MENJADI PENOLONG-PENOLONG-KU (untuk menegakkan agama) Allah ?. Pengikut-pengikut yang setia berkata: “KAMILAH PENOLONG-PENOLONG AGAMA ALLAH”, lalu segolongan dari Bani Israel beriman dan segolongan kafir; maka Kami berikan kekuataan kepada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang menang .

Jadi sebenarnya yang namanya penolong penolong Allah, ya pengikut ‘Isa, yang menegakkan agama Allah juga pengikut-pengikut ‘Isa, yang di berikan kekuatan juga ya pengikut-pengikut ‘Isa, sebab ‘Isa menyebut diri-Nya Allah kan ? Kan tertulis, hai oran-orang beriman jadilah kamu penolong-penolong Allah, lalu ‘Isa berkata: Siapa yang akan menjadi penolong-penolong -Ku ?

Orang Islam pikir, mereka harus menjadi penolong Muhammad, Rasul,Nabi yang Ummi itu yang harus di muliakan , tetapi mereka sebenarnya salah alamat, mereka harus menjadi penolong-penolong ‘Isa, penolong-penolong Yesus, untuk menegakkan agama Allah, sebab Dia Allah . Perkataan Allah ada di dalam mulut-Nya, apa yang di katakan-Nya, identik dengan perkataan Tuhan . Bukannya bolak balik ;Isa berkata , TAATLAH KEPADA KU .

Karena salah dalam mentafsirkan ajaran agamanya, maka salah kaprahlah semua jadinya. Makanya maksa mengatakan Muhammad sudah di nubuatkan di dalam Taurat dan Injil karena mereka mendasarkan dari ayat yang mengatakan Rasul, Nabi yang Ummi itu namanya di dapati dalam Taurat dan Injil . Kalau nama Yesus (Imanuel yang artinya Allah beserta kita memang ada dalam perjanjian lama dan baru) .Dan karena ayat ini juga kali , yang mengatakan memuliakan Rasul, Nabi yang ummi itu makanya mereka memuliakan Muhammad berlebihan , melebihi mereka memuliakan Allah . Maka sama artinya Muhammad mencuri kemuliaan Allah yang seharusnya di berikan kepada Allah tetapi mereka memberikannya kepada Muhammad .

Mencuri kemuliaan Allah itu dosa besar, dosa yang di lakukan oleh Lucifer .

Agar tidak dituduh memfitnah, orang kristen punya hak untuk menjawab fakta-fakta HISTORIS kebiadaban kristen mulai dari dahulu,

1. Tahun 630 (8 H). Utusan Nabi Muhammad, Al-Harits ibu Umair al-Azady, yang membawa surat untuk pemimpin Bushro, dihadang dan diculik untuk selanjutnya Mdipenggal lehernya oleh pegawai Romawi atas perintah Kaisar Romawi, Heraklius. Padahal, membunuh duta merupakan kejahatan yang amat sama halnya dengan mengumumkan perang. Akibat kebiadaban kaisar Kristen ini timbullah perang Mut’ah dan perang Tabuk antara umat Islam melawan Kristen Romawi. Inilah konflik pertama kali antara umat Islam dengan orang Kristen. Dan seperti yang terpampang dalam sejarah, Kristen lah yang lebih dulu membunuhi umat Islam.

2. Tahun 1064. Rombongan peziarah Kristen sebanyak 7000 orang yang dipimpin oleh seorang Uskup telah menyerang orang-orang Arab dan Turki di Yerusalem.

3. 15 Juli 1099, Yerusalem ditaklukan. 60.000 orang dibunuh, terdiri dari orang-orang Yahudi, Muslim, laki-laki, perempuan dan anak-anak. Dilukiskan oleh saksi mata Kengerian begitu dahsyat: “Kami harus berjalan didalam darah musuh kami sedalam mata kaki”. Akhirnya pada 15 Juli 1099, Yerusalem (Baitul Maqdis) jatuh ke tangan pasukan Salib, tercapailah cita-cita mereka. Berlakulah keganasan luar biasa yang belum pernah terjadi dalam
sejarah umat manusia. Kaum kafir Kristen itu telah menyembelih penduduk sipil Islam baik lelaki, perempuan dan anak-anak dengan sangat ganasnya. Mereka juga membantai orang-orang Yahudi dan orang-orang Kristen yang enggan bergabung dengan kaum Salib. Keganasan kaum Salib Kristen yang sangat luar biasa itu telah dikutuk dan diakui oleh para saksi dan penulis sejarah yang terdiri dari berbagai agama dan bangsa. Seorang ahli sejarah Prancis, Michaud berkata: “Pada saat penaklukan Yerusalem oleh orang Kristen tahun 1099, orang-orang Islam dibantai di jalan-jalan dan di rumah-rumah. Yerusalem tidak punya tempat lagi bagi orang-orang yang kalah itu. Beberapa orang coba mengelak dari kematian dengan cara mengendap-endap dari benteng, yang lain berkerumun di istana dan berbagai menara untuk mencari perlindungan terutama di masjid-masjid. Namun mereka tetap tidak dapat menyembunyikan diri dari pengejaran orang-orang Kristen itu.
Tentara Salib yang menjadi tuan di Masjid Umar, di mana orang-orang Islam coba mempertahankan diri selama beberapa lama menambahkan lagi adegan-adegan yang mengerikan yang menodai penaklukan Titus. Tentara infanteri dan kavaleri lari tunggang langgang di antara para buruan. Di tengah huru-hara yang mengerikan itu yang terdengar hanya rintihan dan jeritan kematian. Orang-orang yang menang itu menginjak-injak tumpukan mayat ketika mereka lari mengejar orang yang coba menyelamatkan diri dengan sia-sia.”Raymond d’Agiles, yang menyaksikan peristiwa itu dengan mata kepalanya sendiri mengatakan: “Di bawah serambi masjid yang melengkung itu, genangan darah di dalamnya mengenai lutut dan mencapai tali kekang kuda.” Aksi pembantaian hanya berhenti beberapa saat saja, yakni ketika pasukan Salib itu berkumpul untuk menyatakan rasa syukur kepada Tuhan mereka Yesus Kristus atas kemenangan mereka. Tapi begitu upacara perayaan itu selesai, pembantaian diteruskan dengan lebih ganas lagi.
Seterusnya Michaud berkata: “Semua yang tertangkap yang disisakan dari pembantaian pertama, semua yang telah diselamatkan untuk mendapatkan upeti, dibantai dengan kejam. Orang-orang Islam itu dipaksa terjun dari puncak menara dan bumbung-bumbung rumah, mereka dibakar hidup-hidup, diseret dari tempat persembunyian bawah tanah, diseret ke hadapan umum dan dikurbankan di tiang gantungan.”Selanjutnya Michaud menambahkan: “Air mata wanita, tangisan anak-anak, begitu juga pemandangan dari tempat Yesus Kristus memberikan ampun kepada para algojonya, sama sekali tidak dapat meredakan nafsu membunuh orang-orang yang menang itu. Penyembelihan itu berlangsung selama seminggu.Beberapa orang yang berhasil melarikan diri, dimusnahkan atau dikurangkan jumlahnya dengan perbudakan atau kerja paksa yang mengerikan.”

Archbishop Tyre, saksi mata melukiskan peristiwa itu sbb:
“It was impossible to look upon the vast numbers of the slain without horror; everywhere lay fragments of human bodies, and the very ground was covered with the blood of the slain. It was not alone the spectacle of headless bodies and mutilated limbs strewn in all directions that roused the horror of all who looked upon them. Still more dreadful was it to gaze upon the victors themselves, dripping with blood from head to foot, an ominous sight which brought terror to all who met them. It is reported that within the Temple enclosure alone about ten thousand infidels perished.”

“Adalah mustahil untuk melihat keatas angka-angka luas yang dibunuh tanpa kengerian; di mana-mana diletakkan bagian-bagian tubuh manusia, dan seluruh lantai telah tertutup oleh darah para korban. Itu tidak sendiri karena pertunjukan besar tubuh-tubuh tanpa kepala dan terpotong-potong yang ditaburkan di segala jurusan, benar-benar membangunkan kengerian bagi semua yang melihatnya. Meski demikian yang lebih seram adalah untuk menatap atas para pemenang diri mereka, menitikkan darah seluruh badan, suatu penglihatan tidak menyenangkan yang membawa teror bagi semua menjumpainya. Itu dilaporkan di dalam lampiran kuil itu sendiri bahwa sekitar sepuluh ribu orang pengkhianat binasa.”

Gustave Le Bon telah mensifatkan penyembelihan kaum Salib Kristen sebagaimana kata-katanya: “Kaum Salib kita yang ‘bertakwa’ itu
tidak memadai dengan melakukan berbagai bentuk kezaliman, kerusakan dan penganiayaan, mereka kemudian mengadakan suatu pertemuan yang memutuskan supaya dibunuh saja semua penduduk Yerusalem yang terdiri dari kaum Muslimin dan bangsa Yahudi serta orang-orang Kristen yang tidak memberikan pertolongan kepada mereka yang jumlahnya mencapai 60.000 orang. Orang-orang itu telah dibunuh semua dalam masa 8 hari saja termasuk perempuan, anak-anak dan orang tua, tidak seorang pun yang terkecuali.”

Gustave Le Bon dalam bukunya “La Civilisation Islamique er Arabe” hal.407 juga mengatakan, “Kekejaman yang dilakukan oleh tentara salib terhadap kawan maupun lawan, tentara maupun rakyat sipil, wanita ataupun anak-anak, orang tua maupun anak muda, membuat mereka menduduki tempat teratas dalam sejarah kekerasan”.
Salah seorang saksi sejarah, Robert The Monk, menulis sbb:
“Tentara kami menyerbu seluruh lorong, medan, serta di atas bumbung-bumbung rumah yang bersambungan seperti singa yang kehilangan anaknya. Kami mencabik-cabik anak-anak dengan kejam. Kami membunuh orang tua dan muda dengan pedang. Untuk mempercepat kerja, kami menggunakan satu tali untuk mengantung leher beberapa orang.”Tentara merampas dan merampok apa saja yang mereka temukan. Mereka bahkan merobek perut para korban untuk mencari emas dan uang. Apa saja yang ditemukan, mereka rampas. Akhirnya, Bohemond mengumpulkan semua yang selamat, lelaki ataupun perempuan, yang cacat dan tidak berdaya di dalam sebuah istana, dan membunuh mereka semua. Mereka meninggalkan yang muda untuk dijual di pasar budak Antiochia.
Godfrey Hardouinville melaporkan kepada Paus, “Di Yerusalem, umat Islam yang ditangkap, dibunuh oleh orang-orang kami di halaman kuil Solomon hingga kuil itu dipenuhi dengan darah yang menggenang sampai ke lutut.”
Ahli sejarah Kristen yang lain, Mill, mengatakan: “Ketika itu diputuskan bahwa rasa kasihan tidak boleh diperlihatkan terhadap kaum Muslimin. Orang-orang yang kalah itu diseret ke tempat-tempat umum dan dibunuh. Semua kaum wanita yang sedang menyusu, anak-anak gadis dan anak-anak lelaki dibantai dengan kejam. Tanah padang, jalan-jalan, bahkan tempat-tempat yang tidak berpenghuni di Yerusalem ditaburi oleh mayat-mayat wanita dan lelaki, dan tubuh anak-anak yang terkoyak-koyak. Tidak ada hati yang lebur dalam keharuan atau yang tergerak untuk berbuat kebajikan melihat peristiwa mengerikan itu.” Penaklukan Yerusalem oleh tentara Salib benar-benar diwarnai dengan pembantaian yang tak pandang bulu (indiscriminate massacre). Kaummuslimin -meliputi semua umur dan jenis yang tak berdaya- dibantainya.
K. Hitti menuliskan, “Heaps of heads and hand feet were to be seen throughout the street and squares of the city.” (Tumpukan dari kepala-kepala dan kaki tangan korban pembantaian dipamerkan di jalan-jalan dan di sudut-sudut kota).

Para ahli sejarah mencatat jumlah korban pembantaian itu sekitar 60.000 sampai 100.000 orang lebih. Peristiwa yang kejam ini, jika dibandingkan dengan penaklukan Shalahuddin al-Ayyubi dalam merebut kembali Yerusalem, tentu menimbulkan pertanyaan, “Benarkah motivasi agama (Kristen) menjiwai perang ini?”.
Karena, berbeda 180 derajat dengan pembantaian yang dilakukan oleh pasukan Kristen, umat Islam sama sekali tidak melakukan pembantaian balasan ketika merebut kembali Yerusalem dibawah pimpinan Salahuddin Al-Ayyubi. Kristen membantai sangat banyak umat manusia ketika merebut Yerusalem,
sementara Islam dibawah pimpinan Shalahuddin Al-Ayyubi berperilaku jauh lebih mulia dan beradab daripada Kristen ketika merebut Yerusalem kembali. Benar-benar bertolak belakang sekali memang antara Islam dengan Kristen itu. Sikap Salahuddin ini menambah harum namanya, baik di mata lawan maupun kawan.
Beberapa sejarawan Barat yang pernah menulis ketinggian pribadinya, antara lain Stanley Lane Poole. Berikut kisah Shalahuddin Al-
Ayyubi: http://groups.yahoo.com

4. Tahun 1456. Pertempuran Belgrade 1456, 80.000 orang Turki dibunuh oleh orang-orang Kristen. Sampai disini saja entah sudah berapa banyaknya nyawa umat manusia yang telah dihabisi oleh orang Kristen. Umat Yahudi disembelih, umat Islam dibantai, bahkan umat seimanpun dihabisi juga oleh Kristen.Kekejaman dan kebiadaban Kristen memang terlalu spektakuler, mungkin sudah menjadi darah daging mereka untuk menghabisi nyawa orang. Buktinya jumlah manusia yang telah dibunuh oleh orang Kristen berkali-kali lipat lebih banyak daripada perbuatan sejenis yang dilakukan oleh umat Islam dan agama lainnya.
5. 3 Juni 1502, terjadilah pembunuhan massal di Kalikut, sebuah
kota pelabuhan di selatan India yang menjadi pusat perdagangan abad ke-16. Pembunuhan massal yang terjadi atas para pedagang Arab itu dilakukan oleh Vasco Da Gama seorang pelaut Portugis dan pasukannya. Awalnya, Vasco da Gama atas perintah raja Manuel dari Portugal, melakukan ekspedisi laut untuk mencapai India, salah satu tujuannya adalah untuk mencari rempah-rempah. Ekspedisi ini menggunakan empat kapal dengan 160 tentara dan pelaut.Mereka mengangkat sauh dari pelabuhan Lisabon tanggal 8 Juli 1497
dan tiba di pelabuhan Calicut pada tanggal 22 Mei 1498. Sebagaimana imperialis Barat lainnya, Vasco da Gama dengan segera mengklaim Calicut sebagai wilayah dagangnya dan timbullah pertentangan dengan para pedagang Arab. Akhirnya, Vasco da Gama memerintahkan pasukannya untuk membunuh massal para pedagang Arab yang berjumlah 800 orang tersebut. Calicut kini telah beralih nama menjadi Kozhikode.
6. 8 Mei 1621, 14.000 orang di pulau Banda, Maluku dibantai Kristen Belanda. Contoh kongkrit bisa dilacak lewat bukti lembaran sejarah pembantaian bangsa Banda pada tanggal 8 Mei 1621, yang menelan hampir seluruh jumlah penduduk pulau Banda sebanyak 14.000 orang. Penduduk asli Banda tiada tersisa (Willard A. Hanna; Indonesian Banda Colonialism and its aftermath in the nutmeg island).
7. Tahun 1808-1811. Untuk memperkuat pertahanan di Pulau Jawa, Gubernur Jendral Herman William Daendels memerintahkan pembuatan jalan raya
dengan kerja paksa (kerja rodi). Jalan itu sangat panjang, 1000 km terbentang dari Anyer sampai Panarukan. Si Kristen bengis Daendels MEMAKSA rakyat Indonesia untuk mengerjakan pembuatan jalan raya tersebut tanpa diberi upah. Ribuan rakyat Indonesia mati menjadi korban dalam pembuatan jalan
tersebut.
8. Tanggal 4 Maret tahun 1823, pasukan Yunani dalam era peperangan melawan tentara Imperium Ottoman, melakukan pembunuhan massal terhadap 12 ribu muslim di kota Tripolitza. Tentara Yunani dalam pertempuran itu mendapatkan dukungan dari beberapa negara Eropa.
9. Pada tahun 1830, Van Der Cappelen digantikan oleh Van Den Bosch sebagai Gubernur Jendral di Hindia Belanda. Ia diberi tugas untuk mengisi kas keuangan Belanda yang kosong. Setelah memeras otak beberapa lama, Van Den Bosch menemukan suatu cara. Ia memberlakukan kebijakan Cultur Stelsel atau Tanam Paksa. Tanam paksa menimbulkan penderitaan rakyat yang amat menyedihkan. Beban rakyat semakin berat. Hasil pertanian pun semakin turun. Rakyat
mengalami kelaparan. Banyak rakyat Indonesia yang mati kelaparan, gara-gara penindasan Kristen biadab. Sebaliknya, sistem tanam paksa ini menguntungkan Kristen Belanda. Kas negara Belanda yang tadinya kosong, kini terisi kembali. Hasil tanam paksa diangkut seluruhnya ke Belanda. Kemudian, hasil tersebut digunakan untuk membangun negeri Belanda.
10. 10 November 1945, kekejaman penjajah Inggris di Surabaya.Pada bulan November 1945 terjadi perang yang amat sengit antara tentara Inggris dengan pasukan Indonesia yang mempertahankan pelabuhan dan kota Surabaya. Sekitar dua minggu pasukan Indonesia yang sebagian besar hanya bersenjatakan senapan dan bambu runcing melawan tentara Inggeris yang bersenjata lengkap dan modern dengan dibantu kapal-kapal altileri, angkatan udara dan tank-tank. Peristiwa pemboman atas kota Surabaya pada tanggal 10 November 1945 yang dilakukan oleh Angkatan Perang Kerajaan Inggris, di mana diperkirakan telah jatuh korban sekitar 30.000 orang Indonesia tewas (beberapa pihak menyebutkan “hanya” 12.000 korban tewas), yang banyak diantara korbannya adalah para orangtua, wanita dan anak-anak … adalah Crimes against humanity!
Pada tanggal 10 November 1945 di kota Surabaya, ibukota propinsi Jawa Timur Indonesia, dengan dalih: kematian Brigjen Mallaby, rakyat dan pemuda menghalangi perlucutan tentara Jepang oleh Sekutu, rakyat dan pemuda tidak mau menyerahkan tawanan Jepang dan senjatanya kepada Sekutu, pada tanggal 10 Nopember 1945 kota Surabaya dibombardir oleh kapal-kapal Sekutu dari laut dan pesawat-pesawat tempur mereka dari udara.Ribuan rumah di kota Surabaya hancur dan ribuan mayat bergelimpangan di mana-mana, berhari-hari Sekutu melakukan serangan tersebut dengan kejam tanpa pertimbangan perikemanusiaan sama sekali. Tujuan mereka supaya rakyat dan pemuda minta ampun dan menyerah kepada Sekutu (;Kristen Inggris).

Tetapi rakyat dan pemuda Surabaya dan satuan-satuan bersenjata lainnya yang pantang menyerah dan pantang minta ampun, makin menguatkan tekad dan semangat untuk meneruskan perlawanan bersenjata terhadap siapa saja yang akan memaksakan kembalinya penjajahan di Indonesia.

Perlawanan yang gagah berani, pantang menyerah dan dengan semangat berkobar-kobar dari kaum patriot Indonesia untuk membela tanah airnya melawan agresor di Surabaya itu membangkitkan semangat perlawanan patriot Indonesia lainnya di seluruh Indonesia.Atas dasar ideologi dan semangat rakyat dan pemuda Surabaya yang pantang menyerah itulah maka tanggal 10 Nopember dijadikan “Hari Pahlawan” di Indonesia.

Dalam pertempuran Surabaya melawan pasukan Inggris pada bulan November 1945 ini, tidak sedikit peranan pemuda-pemuda Tionghoa dan Arab yang
ikut berjuang, bahu membahu melawan penyerbuan Kristen Inggris. Berkenaan dengan pertempuran Surabaya, pada tanggal 12 November 1945, Bung Karno mengucapkan pidato antara lain

“Ratusan orang Tionghoa dan Arab yang tidak bersalah dan suka damai, yang datang di negeri ini untuk berdagang, terbunuh dan luka-luka berat. Kurban di pihak Indonesia lebih banyak lagi. Saya protes keras terhadap pemakaian senjata modern, yang ditujukan kepada penduduk kota yang tidak sanggup mempertahankan diri untuk melawan”.
11. 5 Juli 1962, setelah berjuang selama bertahun-tahun dan mengorbankan sekitar saju juta syuhada, rakyat muslim Aljazair akhirnya berhasil meraih kemerdekaan mereka.Pada tahun 1830, Prancis datang menyerang Aljazair dengan tujuan
menjadikan negara itu sebagai wilayah jajahannya, namun mendapat perlawanan
keras dari bangsa Aljazair. Salah satu pejuang kemerdekaan Aljazair yang
terkemuka adalah Amir Abdul Qadir Aljazairi sejak tahun 1932. Pada 18 Februari 1834, tentara Prancis mengalami kekalahan telak
melawan pasukan Amir Abdul Qadir Aljazairy. Sepertiga tentara Prancis
tewas dalam pertempuran itu dan setengah dari tentara yang masih hidup menjadi tawanan perang.

Kristen kolonialis Prancis yang baru pertama kalinya mengalami
kekalahan besar di Afrika, menawarkan perdamaian. Namun, pemimpin perjuangan
rakyat Aljazair, Amir Abdul Qadir Aljazairy itu menolak tawaran damai itu
dan meneruskan perjuangannya sehingga hampir seluruh kawasan Aljazair
berhasil dibebaskan. Namun pada tahun 1836, tentara Prancis kembali
mengalahkan pasukan Abdul Qadir.Pada tanggal 18 November 1839, dimulailah periode kedua perjuangan
rakyat Aljazair melawan penjajahan Prancis. Dalam perang ini, Kristen
Prancis menambah pasukannya dalam jumlah besar dan menggunakan strategi
penghancuran terhadap basis-basis militer Abdul Qadir.
Selain itu, tentara Prancis juga membuat rakyat kelaparan dengan
cara menghancurkan ladang, kebun buah, dan hewan ternak. Akhirnya, Amir
Abdul Qadir terpaksa menyerah pada tahun 1847 dan dipenjarakan di
Prancis. Dengan kekalahan tersebut, Prancis pun berkuasa penuh atas Aljazair.
Dengan leluasa, Prancis menguras hasil bumi negara ini dan menindas
rakyat Aljazair.Sekitar satu abad kemudian, setelah Perang Dunia Kedua, sekali
lagi rakyat Aljazair memulai perjuangannya melawan penjajahan Prancis. Pada tanggal 31 Juli 1962, barulah Aljazair meraih kemerdekaannya.
12. 19 Juni 1971. Sekitar 70 orang Moro, baik laki-laki, wanita
dan anak-anak tanpa ampun dibantai oleh kelompok Ilaga Movement yang
dibacking orang-orang Katolik Biadab dari Militer Filipina pada salah satu
masjid di Barrio Manili, Carmen Cotabato Utara. Peristiwa yang kemudian
dikenal dengan Pembantaian Manili ini, membuktikan bahwa peperangan antara bangsa
Moro melawan Filipina adalah konflik religius. Yaitu kebencian mendalam
Katolik Filipina terhadap agama Islam yang dianut oleh mayoritas penduduk
di Mindanao Selatan. Sampai detik ini total lebih dari 30 ribu muslim
di Filipina yang tewas menjadi korban kekejaman pemerintah Filipina.
13. Tahun 1982. Pada tanggal 17 September 1982, terjadi pembunuhan
massal terhadap warga sipil Palestina yang menghuni kamp penampungan
Shabra dan Shatila di Lebanon oleh kelompok Phalang/Kristen dari Tentara
Lebanon Selatan (SLA) yang didukung oleh tentara Zionis Israel.Dengan persetujuan Menachem Begin, Perdana Menteri Israel dan atas
perintah Ariel Sharon, Menteri Perang Israel pada waktu itu, pada dini hari
tanggal 17 September, tentara Zionis mengepung kamp pengungsi Shabra dan
Shatila. Lalu, kelompok Phalang memasuki kamp tersebut dan memperkosa serta
membunuh warga sipil Palestina yang umumnya wanita, anak-anak, dan orang
tua. Pembunuhan massal ini berlangsung selama 40 jam dan 3300 orang
telah terbunuh.
14. 14-15 April 1986. Selama dua hari Kristen AS atas perintah Presiden Ronald Reagan, -yang sudah mampus dan sedang dalam perjalanan
menuju neraka jahannam- mengebom Tripoli dan Benghazi, kota-kota terpenting di
Libya, yang menewaskan seratus orang menurut pers barat dan enam puluh orang
menurut laporan resmi Libya, sebagian besar penduduk sipil. Tujuan Kristen biadab AS melakukan pengeboman itu adalah untuk
membunuh Presiden Libya yang berdaulat, Kolonel Muammar Qaddhafy, namun
hasilnya ternyata meleset. Qaddhafy selamat, namun salah seorang anak
tirinya yang tidak bersalah berhasil dimampuskan oleh Kristen biadab AS.Berikut bunyi sebuah surat yang cukup mengharukan dari seorang
anak perempuan Libya berusia tujuh tahun, yang ia tujukan pada presiden
AS Ronald Reagan setelah pengeboman itu. Saudara perempuan satu-satunya
bocah cilik tersebut telah terbunuh akibat pemboman Kristen AS. Tulisan tangan bocah ini

15. Berbagai pembantaian Kristen terhadap Umat Islam terjadi dimana-mana hingga saat ini, negara-negara Muslim di fitnah dan penduduknya di bunuh mulai dari Irak, Palestina, Libya, Chechya, Filipina, Pakistan, Afganistan, Libanon, Maroko, Turki hingga Indonesia…. sampai saat ini.

@Ilham,

Kau jangan ngaco menuduh sembarangan yaa..

Fitnah lebih kejam dari pembunuhan.

Cari tahu dulu Latar belakang perang Mu’tah.

Baru kau mengerti.

Perang mutah terjadi karena muhammad ingin menyerang daerah bushro.

Bushro adalah daerah arab di sebelah selatan.
Bushro satu-satunya daerah yang belum dikuasai oleh si muhammad.
Bushro adalah daerah yang berteman dengan kekaisaran byzantium (heraclus).

Kekuatan muhammad bertambah besar saat itu, apalagi dengan adanya perjanjian hudayybiyah.

Setelah perjanjian hudayybiyah, fokus muhammad tinggal daerah di sebelah utara arab.

Taktik muhammad itu sudah biasa dilakukannya ketika ia ingin merampas daerah bangsa/suku lain.

Pertama dikirimnya utusan ke daerah itu, meminta pemimpinnya untuk masuk islam. Kalau tidak mau, maka akan diserang.

Lha ini kan sama saja menantang perang. Lha wong hanya ada dua pilihan, masuk islam atau diserang oleh tentara muslim.

Muhammad mengirimkan kurirnya yang bernama Al-Harith bin ‘Umar Al-Azdi untuk meminta agar suku orang-orang bushra masuk islam. Tentu saja pemimpin busra saat itu (gubernur Shurahbil ibn Amr al-Ghassani) menjadi marah dan memenggal kepalanya.

Lha gimanaa…?

Itu sama saja meminta menggunakan senjata di depan perut.

Kalau menolak tetap di serang, sedangkan jika menerima, harus masuk islam.

Ini pemaksaan. Siapa juga yang mau…dipaksa gitu.

Itulah sebabnya gubernur Bushra Shurahbil ibn Amr al-Ghassani memenggal kepala utusan muhammad itu.

Muhammad gatel ingin merampas daerah arab bagian utara.
Muhammad lah yang memprovokasi perang dengan kristen.
Muhammad lah yang telah memulai perang dengan memaksa bangsa arab di sebelah utara untuk memeluk islam.

Jadi Perhatikan Ilham Othmany!!

Yang memenggal kepala Al-Harith bin ‘Umar Al-Azdi adalah orang arab sendiri, yaitu gubernur Busra, Shurahbil ibn Amr al-Ghassani.

Entah suruhan atau tidak, kau tidak bisa membuktikannya itu.

Itu kau sama saja MEMFITNAH (sama seperti ketika kau bilang orang sunda ngga bisa ngomong F,.. itu juga PITNAH )

Jadi bukan orang kristen yang memenggal.

Kenapa kepalanya dipenggal..?

Karena muhammad maksa mereka memeluk islam!!

Muhammad maruk dan serakah.

Jadi tolong ilham otmany jangan nuduh sembarangan kalau tak tahu sejarah.

Muhammadlah yang tangannya gatal ingin merampas daerah orang.

Muhammad yang memulai duluan PERANG dengan kristiani.

@Jelasnggak

Yang memenggal kepala Al-Harith bin ‘Umar Al-Azdi adalah orang arab sendiri, yaitu gubernur Busra, Shurahbil ibn Amr al-Ghassani.
Ilham:
Jadi Al Azdi itu agamanya apa?Bukankah kristian?

@Jel
Entah suruhan atau tidak, kau tidak bisa membuktikannya itu.
Ilham:Mengapa emperor byzantium tidak menghukum beliau?Bukankah membunuh utusan merupakan perlanggaran terhadap norma antarabangsa sepanjang zaman walau apa pun alasannya.

@Jel
Lha ini kan sama saja menantang perang. Lha wong hanya ada dua pilihan, masuk islam atau diserang oleh tentara muslim.
Ilham:Kalau kristian memilih utk berperang ketika itu,kami tidak permasalahkan.Yang kami permasalahkan mengapa sampai membunuh utusan?

Ralat!
Jadi Shurahbil ibn Amr al-Ghassani tu agamanya apa?Bukankah kristian?

Memangnya dia agamanya kristen….?

Bebal.

Ilham:Mengapa emperor byzantium tidak menghukum beliau?Bukankah membunuh utusan merupakan perlanggaran terhadap norma antarabangsa sepanjang zaman walau apa pun alasannya.

Jelasnggak:
Karena,.. menghukum gubernur bushro akan membuat hubungan kedua negara menjadi renggang.
Mungkin itulah alasannya.
btw, mengapa kaisar tidak menghukum, itu topik lain lagi..
yang penting adalah, yang membunuh utusan muhammad itu bukan orang kristen.

~~

Ilham:Kalau kristian memilih utk berperang ketika itu,kami tidak permasalahkan.Yang kami permasalahkan mengapa sampai membunuh utusan?

Jelasnggak: Karena, …. permintaan muhammad kepada gubernur bushro adalah penghinaan.

Kau tau ngga permintaan muhammad ?

Meminta agar penduduk bushro memeluk islam, atau diserang muhammad.

Ngerti.

Bebal. Buang waktu.

@Jelasnggak:
Karena,.. menghukum gubernur bushro akan membuat hubungan kedua negara menjadi renggang.
Mungkin itulah alasannya.
btw, mengapa kaisar tidak menghukum, itu topik lain lagi..
yang penting adalah, yang membunuh utusan muhammad itu bukan orang kristen
Jawab:Lhaa,wong gabnor bushro emperor yg lantik kok.Tarafnya kan cuman gubenor.Baca sejarah dan cari tau apa agama shurahbil.Beliau adalah dari suku Ghassan salah satu suku Arab yg menganut kristian.

@Jel
Karena, …. permintaan muhammad kepada gubernur bushro adalah penghinaan.
Jawab:Penghinaan atau tidak itukan cerita lain.Walau apapun alasannya.membunuh duta atau utusan adalah satu kesalahan.

@Jel
Kau tau ngga permintaan muhammad ?

Meminta agar penduduk bushro memeluk islam, atau diserang muhammad.
Jawab:Jangan membuat andaian yg tidak -tidak .Banyak tu raja -raja yg dikirimi surat oleh nabi muhammad mengajak mereka masuk Islam.Ramai yg nggak masuk Islam,tapi mereka nggak diserang.Contoh,Mauqauqis Mesir dan Heraclius.

@ilham

tulisanmu:

Lhaa,wong gabnor bushro emperor yg lantik kok.Tarafnya kan cuman gubenor.Baca sejarah dan cari tau apa agama shurahbil.Beliau adalah dari suku Ghassan salah satu suku Arab yg menganut kristian.

>>Hanya karena emperor yang lantik bukan berarti agamanya sama dengan agama emperor.

Orang arab daerah utara kebanyakan beragama zoroasteria.

Kau saja yang cari tahu agama shurahbil. Mana hadist/quran/sejarah yang menyatakan kalau beliau agamanya kristen, tolong cantumkan di sini.

~~

tulisanmu:

@Jel
Penghinaan atau tidak itukan cerita lain.Walau apapun alasannya.membunuh duta atau utusan adalah satu kesalahan.

>>Jelas cerita yang sama dong,…

Kan kau bertanya kenapa membunuh duta.

Bebal.

~~

tulisanmu:

Jangan membuat andaian yg tidak -tidak .Banyak tu raja -raja yg dikirimi surat oleh nabi muhammad mengajak mereka masuk Islam.Ramai yg nggak masuk Islam,tapi mereka nggak diserang.Contoh,Mauqauqis Mesir dan Heraclius.

>>Betul, mereka tak diserang karena tentaranya ratusan ribu lebih kuat dari pasukan muhammad.
terhadap bani-bani kecil, begitulah cara muhammad merampas daerah orang.

Baca di sini:
http://trulyislam.blogspot.com/2009/01/pembantaian-oleh-muhammad.html

Ada 6 sejarah jihad yang disertai bukti tertulis di hadist2 shahih.

Posting ini sambungan dari sini:

https://jelasnggak.wordpress.com/2010/05/29/muslim-yang-sejati/#comment-6711

————–

@LP

TUlisanmu:

Pertama : Memang kamu aduhai nekad atau malah putus asa, sehingga memilih menusuk diri ..dst..

>>Siapa bilang saya menusuk diri sendiri…?

Kan saya bilang “MUNGKIN”

Bebal.

~~

TUlisanmu:

Perintah dari Tuhan atau bukan Perintah dari Tuhan bisa ditentukan atas dasar ada manusia yang dirugikan atau tidak…

Coba kamu jelaskan alasan pernyataanmu ini. Sumbernya darimana, alasannya apa, dsb….

>>Iya Memang betul itu pernyataan saya.

Jika manusia melaksanakan perintah Tuh@n, maka, tidak ada manusia baik diri sendiri atau manusia lain yang akan dirugikan.

Alasannya.

Jika dokter memerintahkan pasiennya minum cerebrovit, tentu dokter sudah tahu, bahwa pasiennya itu kurang konsentrasi.

Tak mungkin dokter akan memerintahkan pasiennya makan penyedap rasa (micin) banyak-banyak jika dia tahu bahwa pasiennya menderita penyakit Bloonitisme alias kurang konsen.

Nah.

Tuh@n itu LEBIH TAHU dari pada dokter.

Jika TuH@n membuat aturan/perintah, maka DIA SUDAH TAHU, akibat buruj apa yang akan menimpa manusia jika aturanNYA itu dilanggar.

jika perintah Tuh#n menghasilkan mudarat, maka, patut disangsikan bahwa itu asalnya dari TUh@n. Karena TuH@n maha tahu dan ingin agar manusia selalu mendapat kebaikan.

Disitulah hubungannya.

Jelas,.. Oon ?

.
.
.

Masalah SEPELE Begini saja ditanyakan.

(kau berguru dulu sana melawan atheis, sebelum bicara dengan jelasnggak He he he)

~~

TUlisanmu:

Kedua : Di dalam banyak tafsir Kristen ada konsep yang lazim disebut dengan Biblical Inerrancy atau Inerrancy of the Bible ( ketidakbersalahan Alkitab) , karena kamu mengatakan ayat Amalek itu mungkin salah, dengan alasan karena Alkitab buatan manusia , coba kamu jelaskan atas dasar alasan apa mengapa ayat itu mungkin salah.
Mungkin salahnya, dibagian apanya dari ayat tersebut ?

>>Atas dasar apa…?

jawab:atas dasar kemanusiaan dari manusia.

Karena yang menulis alkitab adalah manusia, maka, ada kemungkinan salah.

Kenapa mungkin salah? jawab: karena manusia tidak sempurna.

Di bagian mana di ayat tsb yang salah ?

jawab: dibagian dimana ayat tersebut di tulis. Ayat tersebut di tulis di buku bernama alkitab. Alkitab di tulis oleh manusia. Manusia tidak sempurna. Jadi alkitab mungkin salah.
Karena alkitab mungkin salah, maka, ayat di dalamnya juga mungkin salah.

Bebal

~~

TUlisanmu:

Semua ilmu pengetahuan itu hasil buatan manusia, jika kamu menyalahkan hanya atas dasar alasan buatan manusia , maka kamu telah menuduh tanpa bukti… menuduh tanpa alasan.

>>Ilmu pengetahuan BUKANLAH AGAMA

Bebal.

~~

TUlisanmu:

Silahkan berikan bukti atau setidaknya indikasi dalam ayat tersebut sehingga bisa kamu simpulkan bahwa ayat itu sangat mungkin salah… Sangat mungkin salahnya di bagian mana. Coba jelaskan.

>>Indikasi ayat tersebut mungkin salah…?

Ini indikasinya : karena ayat tersebut ditulis oleh manusia. Manusia tidak sesempurna Tuh@N, sehingga ada kemungkinan salah.

Bebal.

~~

TUlisanmu:

Pertanyaan berikutnya : Bagaimana hubungan antara mungkin salah menurut pendapatmu dalam ayat itu , dengan konsep Biblical Inerrancy…???

Selamat menjawab anak manis….

>>Hubungannya…?

Hubungannya sangat tergantung kepada dunia kedokteran.
Kalau dokter menyuruh minum cerebrovit,.. tentu kita akan bisa menghubungkan keduanya.

Kalau di dalam inerrancy tergantung zat yang dimiliki oleh cerebrovit,.. tentu dokter juga bisa menghubungkan keduanya.

Bebal.

~~

TUlisanmu:

Kemudaratan atau manfaat itu tergantung dari implementasi manusianya.

>>Saya tanya: **Apakah Aturan/perintah yang dari TuH@n akan menghasilkan kemudaratan ?**

Dan jawaban jomblo adalah : **Kemudaratan atau manfaat itu tergantung dari implementasi manusianya.**

Jadi menurut si jomblo, aturan/perintah dari Tuh@n itu belum tentu akan menghasilkan mudarat bagi diri sendiri maupun orang lain. Semua tergantung dari implementasi manusianya.

Sehingga bisa disimpulkan:

Jika ada seorang pria mem-perkosa gadis cantik, maka itu belum tentu suatu hal yang mudharat/jelek.

Bebal.

~~

Bebal menulis:

Sebab tentu saja tidak ada yang mengharuskan kamu makan duren banyak-banyak jika kamu darah tinggi atau nggak suka makan duren.

>>Memangnya makan duren itu aturan dari TuH@n…?

Bebal.

.
.
.

Kamu kok ngga malu yaa terkena smash liem swie king terus menerus.

Kau ini bebal atau tahan banting sih..? he he he he

La la la la… du dubidam du du dubidam

balonku ada lima…
rupa rupa warnanya
hijau kuning kelabu
merah muda dan biru

—–

Hallo cah, pa kabar… met pagi…
Gimana kabarmu hari ini… ?

karena dikau sudah meloncat ke sini ya sudah aku ikutan menemanimu…daripada kau kesepian sendirian di sini , kasian.
=============================================

Jika TuH@n membuat aturan/perintah, maka DIA SUDAH TAHU, akibat buruj apa yang akan menimpa manusia jika aturanNYA itu dilanggar.

jika perintah Tuh#n menghasilkan mudarat, maka, patut disangsikan bahwa itu asalnya dari TUh@n. Karena TuH@n maha tahu dan ingin agar manusia selalu mendapat kebaikan.

Disitulah hubungannya.

Jelas,.. Oon ?

.
.
.

Masalah SEPELE Begini saja ditanyakan.

(kau berguru dulu sana melawan atheis, sebelum bicara dengan jelasnggak He he he)

===> He he he, bagus..bagus..nggak percuma kamu makan cerebrovit banyak banyak…
Wah ateis nggak ada sangkut pautnya malah kamu bawa-bawa… Jan-jan…

Oke, jawabanmu yang ini membuat kamu sudah layak mendapat nilai C. Menarik tetapi perlu pendalaman.

Sekarang pertanyaan berikutnya , karena dikau mulai duluan nyamber ateis , bagaimana kalo kau bantuin guru TKmu menjawab mereka :

jika perintah Tuh#n menghasilkan mudarat, maka, patut disangsikan bahwa itu asalnya dari TUh@n. Karena TuH@n maha tahu dan ingin agar manusia selalu mendapat kebaikan.
===> Ada satu aspek yang kamu abaikan di sini yaitu kebabasan memilih bagi manusia…

Oke, kaitannya dengan jawabanmu, coba kamu bantuin aku menjawab topik klasik ini : Jika kebaikan Tuhan kamu kaitkan dengan ketiadaan mudarat, lalu mengapa mudarat ada, mengapa kejahatan tetap ada ???

Apakah Tuhan tidak bisa menghilangkan mudarat di dunia ini ??? Atau menurutmu Tuhan memang tidak menginginkan mudarat hilang ???

Kalo kamu bisa menjawab pertanyaan ini dengan sukses , nilainya C plus.

==============================================
Sehingga bisa disimpulkan:

Jika ada seorang pria mem-perkosa gadis cantik, maka itu belum tentu suatu hal yang mudharat/jelek.

===> Kamu nggak jadi kukasih C, nilaimu D plus… Kamu salah menarik kesimpulan.

==============================================

Sebab tentu saja tidak ada yang mengharuskan kamu makan duren banyak-banyak jika kamu darah tinggi atau nggak suka makan duren.

>>Memangnya makan duren itu aturan dari TuH@n…?

—-> Emangnya nggak iya ??? Semua hal yang tidak dilarang itu berarti diperbolehkan. Lha kalo nggak ada larangan makan duren yang artinya duren itu diijinkan untuk dimakan.

Lha walaupun duren diijinkan dimakan tetap saja tidak ada yang mewajibkan duren harus dimakan.

Goblok gobloknya manusia itu sendiri kalo tahu makan duren dirinya bakal pusing malah milih makan duren. Lain halnya kalo manusia itu justru mendapat kebaikan dari makan duren… Jadi kalo kamu malah pusing, membawa mudarat – ya jangan dimakan. Kalo nggak membawa mudarat justru membawa manfaat ya silahkan saja…

Oke nilaimu kunaikkan lagi jadi C …

Sudah, mau ngomong apalagi….

SALAM Cah
Salam juga untuk ayah ibumu…

See You…

TUlisanmu:

Kedua : Di dalam banyak tafsir Kristen ada konsep yang lazim disebut dengan Biblical Inerrancy atau Inerrancy of the Bible ( ketidakbersalahan Alkitab) , karena kamu mengatakan ayat Amalek itu mungkin salah, dengan alasan karena Alkitab buatan manusia , coba kamu jelaskan atas dasar alasan apa mengapa ayat itu mungkin salah.
Mungkin salahnya, dibagian apanya dari ayat tersebut ?

>>Atas dasar apa…?

jawab:atas dasar kemanusiaan dari manusia.

Karena yang menulis alkitab adalah manusia, maka, ada kemungkinan salah.

Kenapa mungkin salah? jawab: karena manusia tidak sempurna.

Di bagian mana di ayat tsb yang salah ?

jawab: dibagian dimana ayat tersebut di tulis. Ayat tersebut di tulis di buku bernama alkitab. Alkitab di tulis oleh manusia. Manusia tidak sempurna. Jadi alkitab mungkin salah.
Karena alkitab mungkin salah, maka, ayat di dalamnya juga mungkin salah.

===> Setiap hal yang dibuat manusia memang mungkin salah, tetapi tidak bisa sesuatu disalahkan hanya atas dasar itu buatan manusia…

Kalo kamu menyalahkan sesuatu atau menganggap sesuatu terindikasi salah, maka kamu harus menjelaskan alasannya mengapa kamu menuduh itu salah atau mungkin salah.

Sekarang coba kamu jelaskan mengapa ayat itu kamu katakan mungkin salah…

=============================================

TUlisanmu:

Pertanyaan berikutnya : Bagaimana hubungan antara mungkin salah menurut pendapatmu dalam ayat itu , dengan konsep Biblical Inerrancy…???

Selamat menjawab anak manis….

>>Hubungannya…?

Hubungannya sangat tergantung kepada dunia kedokteran.
Kalau dokter menyuruh minum cerebrovit,.. tentu kita akan bisa menghubungkan keduanya.

Kalau di dalam inerrancy tergantung zat yang dimiliki oleh cerebrovit,.. tentu dokter juga bisa menghubungkan keduanya.

Bebal.
===> Bingung gw, sejak kapan murid TKku bisa rada pinter sepinter ini yah ..

Coba kamu jelaskan padaku hubungan antara Biblical Inerrancy dengan Cerebrovit….

SALAM Cah

See You

@Lovebebal.

TUlisanmu:

Sekarang pertanyaan berikutnya , karena dikau mulai duluan nyamber ateis , bagaimana kalo kau bantuin guru TKmu menjawab mereka :

===>Oke, kaitannya dengan jawabanmu, coba kamu bantuin aku menjawab topik klasik ini : Jika kebaikan Tuhan kamu kaitkan dengan ketiadaan mudarat, lalu mengapa mudarat ada, mengapa kejahatan tetap ada ???

Apakah Tuhan tidak bisa menghilangkan mudarat di dunia ini ??? Atau menurutmu Tuhan memang tidak menginginkan mudarat hilang ???

>>Terima kasih LP karena kau sudah setuju dengan jawaban saya.

Masalah topik klasik, saya tidak tertarik membahasnya. Karena masalah itu telah keluar dari konteks alias irelevan (inipun jika kau sadar).

Kau jawab saja sendiri pertanyaan atheis itu.

Coba kau bertanya pada rhoma irama, mungkin dia tau.

~~

TUlisanmu:

Kamu nggak jadi kukasih C, nilaimu D plus… Kamu salah menarik kesimpulan.

>>Semua orang juga bisa ngomong “KAMU SALAH” tanpa penjelasan.

Duh. Bebalnya.

~~

TUlisan Lovebebal:

Lha walaupun duren diijinkan dimakan tetap saja tidak ada yang mewajibkan duren harus dimakan.

Goblok gobloknya manusia itu sendiri kalo tahu makan duren dirinya bakal pusing malah milih makan duren. Lain halnya kalo manusia itu justru mendapat kebaikan dari makan duren… Jadi kalo kamu malah pusing, membawa mudarat – ya jangan dimakan. Kalo nggak membawa mudarat justru membawa manfaat ya silahkan saja…

Oke nilaimu kunaikkan lagi jadi C …

>>Untuk pembaca muslim yang pinter (mungkin mas Yari NK)..

Tolong saya dibantu untuk mengerti kata2 si LP ini.

Makan duren dengan poligami itu hubungannya dimana.

@Lovebebal,

Tolong nilai saya diturunkan lagi jadi D saja lah.

Saya merasa tidak pantas menerima nilai C.

Tulisanmu Lovebebal:

Setiap hal yang dibuat manusia memang mungkin salah, tetapi tidak bisa sesuatu disalahkan hanya atas dasar itu buatan manusia…

>>Memangnya saya menyalahkan ? Saya kan bilang MUNGKIN salah.

Kau tuh mikir ngga sih waktu nulis ini..?

Bebal anget. Hi hi hi

~~

TUlisanmu si lovebebal:

Kalo kamu menyalahkan sesuatu atau menganggap sesuatu terindikasi salah, maka kamu harus menjelaskan alasannya mengapa kamu menuduh itu salah atau mungkin salah.

Sekarang coba kamu jelaskan mengapa ayat itu kamu katakan mungkin salah…

>>Lhaaa?

kamu kan sudah bilang sendiri di atas. Nih baca tulisanmu:

**Setiap hal yang dibuat manusia memang mungkin salah, tetapi tidak bisa sesuatu ..dst.. **

Nah.

Karena ayat itu tulisan manusia, berarti, sesuai kata kau,.. ayat itu mungkin salah.

Itulah penjelasnnya. “Karena ayat itu dibuat oleh tangan manusia”

Hi hi hi…

Ngomong sendiri …. ehhh.. bingung sendiri ….

Bebal.

~~

TUlisanmu:

Bingung gw, sejak kapan murid TKku bisa rada pinter sepinter ini yah ..

Coba kamu jelaskan padaku hubungan antara Biblical Inerrancy dengan Cerebrovit….

>>Hi hi hi.. ya itulah kau.

Bebal.

@jelasnggak nan imut :

Karena ayat itu tulisan manusia, berarti, sesuai kata kau,.. ayat itu mungkin salah. ===> Semua yang dibuat manusia memang mungkin salah, tetapi mungkin salahnya pada bagian apanya gicu lho… Duh nggak jadi tak kasih C deh … Tak kasih D saja sesuai keinginanmu… Kamu kok ya bisa nyadar ya kalo belum pantes dapat C…

Misalnya tak kasih contoh biar nggak dapet D terus

jelasnggak ngomong : coklat itu menyebabkan kegemukan.
lovepassword berkata : jell, kamu mungkin salah.
jelasnggak : emangnya kenapa pak guruku yang keren ???
lovepassword : karena ada penelitian dari profesor anu si anu yang menyatakan sebaliknya. Entah penelitianmu yang bener atau dia… Ntar kita compare deh…

Lha itu alasan yang waras …

=============================================
Lha sekarang diskusi gaya anak TK keselek kulit duren

lovepassword : Coklat itu menyebabkan kegemukan
jelasnggak : guruku tercinta , kayaknya kamu mungkin salah.
lovepassword : Lah emangnya kenapa muridku? Kenapa kamu mengatakan mungkin salah.
jelasnggak : Karena kamu manusia…
lovepassword : ???????????

( menarik napas panjang tetapi maklum karena ngomong sama anak TK emang susah)

============================================

Bingung gw, sejak kapan murid TKku bisa rada pinter sepinter ini yah ..

Coba kamu jelaskan padaku hubungan antara Biblical Inerrancy dengan Cerebrovit….

>>Hi hi hi.. ya itulah kau.

Bebal.

===> hik hik hik …Kalo nggak bisa njawab ya emang gak papa kok. Kan elo sendiri yang bilang… Kau yang mulai kau yang mengakhiri hiks….

Gicu saja kok repot.. Tuing Tuing

Salam cah

See You

TUlisan si bebal:

Semua yang dibuat manusia memang mungkin salah, tetapi mungkin salahnya pada bagian apanya gicu lho… Duh nggak jadi tak kasih C deh …

>>Di bagian mana itu IRRELEVANT…

jelas bebal?

Nih perhatiin.

1. Semua yang dibuat manusia memang mungkin salah (jelasnggak dan bebal sudah setuju)
2. Alkitab buatan manusia
3. Kesimpulan : Alkitab mungkin salah.

Kalau kau tanya “di bagian mana salahnya” itu irelevan. Bebal.

Dapet ngga ?

Kalau ngga mengerti ya tanya saja ke rhoma irama laaa. capek saya ngomong sama orang bebal.

.
.
.

Hi hi hi.. sekarang malahan ngomong alkitab.

@jelasnggak nan imut :

Di bagian mana itu IRRELEVANT…???

Seenak udelmu menyalahkan Alkitab, ditanya alasannya bilang irrelevant….
Kalo kamu menuduh itu ya jelaskanlah alasannya, secara spesifik mengapa ayat Amalek itu kamu sebut sebagai MUNGKIN SALAH ? Kalo kamu menuduh tanpa bukti itu namanya kamu memfitnah…

Kan dah tak kasih contoh :

Misalnya tak kasih contoh biar nggak dapet D terus

jelasnggak ngomong : coklat itu menyebabkan kegemukan.
lovepassword berkata : jell, kamu mungkin salah.
jelasnggak : emangnya kenapa pak guruku yang keren ???
lovepassword : karena ada penelitian dari profesor anu si anu yang menyatakan sebaliknya. Entah penelitianmu yang bener atau dia… Ntar kita compare deh…

Lha itu alasan yang waras …

=============================================
Lha sekarang diskusi gaya anak TK keselek kulit duren

lovepassword : Coklat itu menyebabkan kegemukan
jelasnggak : guruku tercinta , kayaknya kamu mungkin salah.
lovepassword : Lah emangnya kenapa muridku? Kenapa kamu mengatakan mungkin salah.
jelasnggak : Karena kamu manusia…
lovepassword : ???????????

( menarik napas panjang tetapi maklum karena ngomong sama anak TK emang susah)

============================================

Berhubung tampaknya kamu emang sudah gak bisa menjawab…Saranku sih mendingan kamu duduk manis saja dulu, sambil memandang kagum pada guru TKmu ini…Gw mau ngobrol ngobrol dulu sama Mas Otonesia…

Kamu sadar kan kalo perbedaan level kita terlalu jauh ??? Bagaikan bumi dan langit, entah siapa yang bumi siapa yang langit…hi hi hi… Makanya elo diem saja yang manis yah. Nonton saja, daripada malah keselek kulit duren..

SALAM Cah
See You

@Lovebebal.

Bualan Bebal-mu😆 :

Seenak udelmu menyalahkan Alkitab, ditanya alasannya bilang irrelevant….
Kalo kamu menuduh itu ya jelaskanlah alasannya, secara spesifik mengapa ayat Amalek itu kamu sebut sebagai MUNGKIN SALAH ? Kalo kamu menuduh tanpa bukti itu namanya kamu memfitnah…

>> HEy.. dengerin nih yaaaaaaaa ha ha ha ha…

Saya TIDAK MENYALAHKAN alkitab.

Saya menyatakan MUNGKIN SALAH.

Beda itu.

Yaaa…?

Alasan secara spesifik mengapa ayat Amalek itu saya sebut MUNGKIN SALAH itu IRRELEVANT.

Nih baca nih:

1. Semua yang dibuat manusia mungkin salah (jelasnggak dan lovebebal sudah setuju)
2. Alkitab buatan manusia
3. Kesimpulan : Alkitab mungkin salah.

Mengapa saya katakan alkitab mungkin salah…?

Jawab: Karena, Alkitab buatan manusia.

(Kalau alquran buatan AWLOH, makanya TIDAK MUNGKIN SALAH ngerti jomblo ?)

Nah,.. Ayat amalek itu ada di dalam buku yang bernama alkitab.

Buku bernama alkitab itu ditulis oleh manusia.

Manusia tidak sempurna

kesimpulan alkitab (dan yang ada di dalamnya) MUNGKIN SALAH.

Ngerti bebal..?

.
.

.
.

biarin,
saya akan ikuti terus sampai dimana kebebalan ini akan berakhir.

@jelasnggak murid TKku tercinta :

elo nggak niat njawab ih… Kan sudah kukatakan jawaban karena buatan manusia itu jawaban anak TK..

Jika kamu mengatakan : bumi itu bulat itu mungkin salah. Lalu kutanya padamu : Mengapa menurutmu kok mungkin salah jell…

Kamu menjawab : karena yang ngomong gicu masih manusia…

Ya kamu diguyu pitik cah..cah…

Paham kamu masalahmu dimana….? Kamu itu penuh semangat tapi kurang belajar gicu lho..

Hi Hi hi masih saja njawab muter-muter tapi aslinya nggak berani menjawab…

Coba kamu jelaskan titik atau point dimana kamu bisa menyalahkan ayat Amalek itu di sebelah mana?
Lha kalo kamu terus menerus mendiskreditkan Alkitab dengan logika mungkin salahmu tetapi kamu bahkan tidak berhasil membuktikan alasannya, itu namanya kamu memfitnah…

SALAM Iya cah
See You

@love to be a bebal.

Bebalan mu :

elo nggak niat njawab ih… Kan sudah kukatakan jawaban karena buatan manusia itu jawaban anak TK..

Jika kamu mengatakan : bumi itu bulat itu mungkin salah. Lalu kutanya padamu : Mengapa menurutmu kok mungkin salah jell…

Kamu menjawab : karena yang ngomong gicu masih manusia…

Ya kamu diguyu pitik cah..cah…

>> Memangnya saya sedang ngomong bumi itu bulat ?

Saya sedang ngomong alkitab.

Bikin analogy ngga becus gitu, ehh. PD pulak.

Bebal.

Mending di baca dulu deh di sini :

https://jelasnggak.wordpress.com/2010/05/29/muslim-yang-sejati/#comment-6701 (bagian paling bawah)

Kristen: “Poligami itu bukan dari TuH@n, karena, perintah yang dari Tuh@n harusnya membawa kebajikan, bukan kemudaratan.

LoveBebal : “AH belum tentu,.. ada perintah TuH@n yang membawa kemudaratan, contohnya pembasmian amalek di perjanjian Lama.”

Kristen: “Ok. Mungkin saja cerita itu salah, namanya juga kitab buatan manusia…!!”

Lanjutannya (lucu)

Lovebebal: “Cerita itu TIDAK mungkin salah”

Kristen: “Lho kenapa ?”

Lovebebal : “Setiap hal yang dibuat manusia memang mungkin salah, tetapi tidak bisa sesuatu disalahkan hanya atas dasar itu buatan manusia”

Kristen: “Lho YANG NULIS ALKITAB SIAPA ?”

Lovebebal: “rhoma irama ….”

Kristen : “Yak.. ! Pinter ! ” hi hi hi hi hi hi hi hi hi hi hi hi

@Lovebebal,

Biar kau mikirnya ngga ribet dan pada akhirnya kamunya bingung sendiri,.. nih biar saya tuntun kau…

1. Coba jawab : Yang membuat/menulis alkitab itu siapa ?
2 Jika jawabnya manusia, maka tanya lagi : Buatan manusia Mungkin salah ngga ?
Jika jawabnya bukan manusia, maka STOP ngga usah dipikir lagi.

hi hi …. Bolot anget sih.

@jelasnggak tercinta :

Gw tahu kalo kamu ngomong Alkitab buatan manusia sehingga mungkin salah, lha masalahnya adalah pada point apa yang kamu anggap mungkin salah itu.. Serta kamu jelaskan mengapa pada point itu kamu anggap mungkin salah..

Misalnya makan coklat menyebabkan kegemukan itu mungkin pendapat yang salah. Alasannya apa ? Karena ada beberapa penelitian yang menyebutkan sebaliknya…Lha itu cara beragumentasi yang baik…

Lha coba kamu bayangkan keantikan logika kamu :
Makan coklat menyebabkan kegemukan itu mungkin salah. Kenapa jell ? Karena yang ngomong gitu manusia…Hik hik hik…
anak TK anak TK…

Nggak ada argumentasi sekonyol itu di dunia manusia-manusia keren cah… Hik hik..

Lha intinya kamu itu bisa menjelaskan atau nggak pada point apa ayat itu bisa kamu anggap mungkin salah… Jika memang kamu nggak bisa menjelaskan alasannya ya jangan seenak udelmu menyalahkan dong… Itu namanya kamu tukang pitnah…

Gicu lho…

sudah jelas kamu itu melakukan tindakan superduper konyol, karena napsumu menyerang Islam sampai-sampai kau rela membuat pernyataan-pernyataan antik itu..yang bisa membuat jantungan teman-teman pendetamu… Pinteran dikit apa gak bisa tho cah…..

Pertama : Kamu bisa dicemberutin sama pakar2 Kristen yang menganut paham Biblical Inerrancy , seenak udelmu kamu menyalahkan Alkitab…Mau ngomong mungkin pun itu sudah salah. Apalagi ngomongnya pake maksa plus nggak bisa ngasih alasan.

Kedua : Kalo kamu menuduh sesuatu itu ya silahkan saja tetapi agar kamu nggak dianggap memfitnah ya buktikan tuduhanmu itu dengan bukti… Lha kamu mengatakan ayat itu mungkin salah, jangankan bisa memberikan bukti, ngasih indikasi satupun saja nggak bisa…Pokoknya mungkin salah karena buatan manusia. Itu jawaban oon atau jawaban oon banget jell ???

Kasihan dikau murid TKku… Kamu mau tak kasih E, tapi aku gak tega dengan tampang imutmu… Duh….

Sudah sana istirahat dulu…

Saranku sih mendingan kamu makan dulu sana biar kepalamu agak lebih encer, bin jernih…

SALAM Cah

@Lovebebal.

Kebebalanmu:

lha masalahnya adalah pada point apa yang kamu anggap mungkin salah itu.. Serta kamu jelaskan mengapa pada point itu kamu anggap mungkin salah..

>>Pada point dimana alkitab itu dibuat.

Alkitab dibuat oleh manusia.
Manusia tidak sempurna
Jadi, alkitab mungkin saja salah.

~~

Kebebalanmy:

Misalnya makan coklat menyebabkan kegemukan itu mungkin pendapat yang salah. Alasannya apa ? Karena ada beberapa penelitian yang menyebutkan sebaliknya…Lha itu cara beragumentasi yang baik

>> Memangnya saya sedang bicara makan coklat.
Saya kan sedang bicara kitab suci.

Kitab suci beda dengan makan coklat.

Jelas bebal…?

~~

TUlisan bebalmu:

Lha intinya kamu itu bisa menjelaskan atau nggak pada point apa ayat itu bisa kamu anggap mungkin salah…

>>Saya bisa menjelaskan.

Ayat itu mungkin salah karena ayat itu termasuk dalam buku yang bernama alkitab yang dibuat oleh manusia yang tidak sempurna.

Jelas Bebal?

~~

TUlisan bebal-mu:

Jika memang kamu nggak bisa menjelaskan alasannya ya jangan seenak udelmu menyalahkan dong… Itu namanya kamu tukang pitnah…

>>Saya tidak menyalahkan bebal..

Yang saya katakan itu MUNGKIN SALAH.

Bebal banget sih dari dulu ngga jelas-jelas..

Kau lebih bebal dari muslim.. Padahal kau sudah muslim yaa ?

~~

TUlisanmu:

sudah jelas kamu itu melakukan tindakan superduper konyol, karena napsumu menyerang Islam sampai-sampai kau rela membuat pernyataan-pernyataan antik itu..yang bisa membuat jantungan teman-teman pendetamu… Pinteran dikit apa gak bisa tho cah…..

Pertama : Kamu bisa dicemberutin sama pakar2 Kristen yang menganut paham Biblical Inerrancy , seenak udelmu kamu menyalahkan Alkitab…

>>Pernyataan antik apa, hai bebal.

Yang saya katakan adalah : Alkitab MUNGKIN SALAH,.. MUNGKIN..MUNGKIN…Ngerti..?

Dasarnya : Karena yang buat alkitab itu manusia.

(Beda denga quran kau yang hebat TIDAK MUNGKIN SALAH he he he)

~~

Super bebalmu:

Mau ngomong mungkin pun itu sudah salah. Apalagi ngomongnya pake maksa plus nggak bisa ngasih alasan.

>>Mungkin salah itu BELUM SALAH.. ha ha ha. bolot…

Saya sudah kasih alasan berkola kali tapi kau saja yang bolot sehingga ngga ngerti.. ha ha ha

nih sekali lagi yaa alasannya : “KARENA MANUSIA TIDAK SEMPURNA, SEHINGGA BUATAN MANUSIA MUNGKIN SALAH”

Ngerti bolot?

~~

TUlisanmu:

Kedua : Kalo kamu menuduh sesuatu itu ya silahkan saja tetapi agar kamu nggak dianggap memfitnah ya buktikan tuduhanmu itu dengan bukti… Lha kamu mengatakan ayat itu mungkin salah, jangankan bisa memberikan bukti, ngasih indikasi satupun saja nggak bisa…Pokoknya mungkin salah karena buatan manusia. Itu jawaban oon atau jawaban oon banget jell ???

>> Oke deh… oke..

Saya akan kasih indikasi satu saja yaa..

Ayat itu mungkin salah karena..

karena.. karena .. karena..naaa..naaa..naaa… (efek pengulangan untuk menambah dramatisasi)

Umm..

Karena……….Manusia tidaklah sempurna.

Yeyy..akhirnya….

.
.

Ehem,.. ada lagi..?

.
.
.

Btw,

Pertanyaan saya yang ini di jawab dong..

1. Coba jawab : Yang membuat/menulis alkitab itu siapa ?
2 Jika jawabnya manusia, maka tanya lagi : Buatan manusia Mungkin salah ngga ?
Jika jawabnya bukan manusia, maka STOP ngga usah dipikir lagi.

~~:mrgreen:

Oke, anak nakal. Kamu memilih menjawab muter-muter padahal kamu jelas mudeng maksudmu…Gak papa deh, namanya juga anak TK…

Bicara salah atau MUNGKIN SALAH : Apakah dengan mengatakan Alkitab mungkin salah kamu memang mau ngomong secara terbuka bahwa kamu tidak mengakui infabilitas Alkitab serta konsep inerranci ???

Coba kamu jelaskan . Kamu serius memang ngomong ini atau kamu cuma asal saja saking kamu putus asa mau nyamber Islam …Gak papa Kristen kesamber yang penting elo puas karena Islam juga kesamber ?

Ineransi berarti bahwa Alkitab tidak mengandung sesuatu yang bertentangan dengan fakta. Di dalam ineransi orang bertanya apakah Alkitab bisa salah atau tidak? Dan kamu tegas mengatakan Alkitab bisa salah ….

Kamu serius beneran mau menolak ineransi cah ???😀

Kamu sadar nggak sih konsekuensi dari gaya koboy ala kamu itu ??? Duh.. kasihan juga kalo lihat manusia saking putus asanya memilih bunuh diri untuk bisa sekedar melukai orang lain… Cah.. Cah… Hmmmmhhhhh….

Saranku sih mendingan kamu duduk dulu, mbaca bobo kek atau donald bebek… Setelah tenang baru kamu lanjutkan diskusi ini….

Yakin deh , kamu belajar 6 tahun lagi juga kalo esmosimu masih kayak anak TK ya gak maju-maju…

SALAM Iya
See You

@bebalword Lovepassword

TUlisanmu:

Bicara salah atau MUNGKIN SALAH : Apakah dengan mengatakan Alkitab mungkin salah kamu memang mau ngomong secara terbuka bahwa kamu tidak mengakui infabilitas Alkitab serta konsep inerranci ???

>>Kok malah ngomong ineraci – ineracy.

Pertanyaan saya yang ini di jawab dulu…
1.Yang membuat/menulis alkitab itu siapa ?
2 Jika jawabnya manusia, maka tanya lagi : Buatan manusia Mungkin salah ngga ?
Jika jawabnya bukan manusia, maka STOP ngga usah dipikir lagi.

@jelasnggak tercinta : Tampaknya kamu memang gak setuju dengan konsep ineranncy, tetapi bahkan andaikata kamu tidak setuju juga, aslinya Kamu tetap perlu menjelaskan alasannya mengapa kamu menyalahkan sesuatu…

Misalnya kamu ngomong ayat itu mungkin salah, karena ada penelitian xxx, dst. Itu baru cara berargumentasi yang baik. Kalo kamu menyalahkan dengan logika konyol karena buatan manusia maka mungkin salah.

Ya tentu saja omonganku dan omonganmu juga mungkin salah, terus apanya yang mau dibahas… Kamu semestinya kalo mau dan bisa – mestinya kamu menjelaskan pada point apa kamu mengatakan bahwa ayat Amalek itu kamu katakan mungkin salah…Itu baru cara menjawab yang baik…

============================================
Pertanyaan saya yang ini di jawab dulu…
1.Yang membuat/menulis alkitab itu siapa ?
2 Jika jawabnya manusia, maka tanya lagi : Buatan manusia Mungkin salah ngga ?
Jika jawabnya bukan manusia, maka STOP ngga usah dipikir lagi.

===> Pertanyaanmu ini saja bisa membuat melotot sebagian pendeta..

Hi Hi Hi, saya sudah ngecek pendapat2 soal ini di google, setidaknya kelompok2 Kristen yang lumayan besar seperti Injili, Evangelical, Pentakosta, Kharismatik serta bahkan gereja Katholik dsb , yang berpegang pada Inerranci bakal berada di sisi yang berseberangan dengan dasar seranganmu ini . Malang sekali dikau muridku…😉

.. Hmmmm …. menarik juga yah… Menarik…. Menarik…

It was declared by the Vatican Council (Sess. III, c. ii) that the sacred and canonical character of Scripture would not be sufficiently explained by saying that the books were composed by human diligence and then approved by the Church, or that they contained revelation without error.

Kalo kamu terus muter-muter di sini cah, posisi kamu babar blas nggak bagus…😀 … Bener deh, makin hari kamu makin kecepit, makin gak enak ati…🙂

Kalo kamu maksa ya silahkan… Kalo kamu mau mundur ya mendingan mundur…

Saranku sih mendingan kamu diem aja makan bakso. Itu solusi yang paling enak…
Jangan terlalu berani gegabah sehingga memilih bunuh diri untuk sekedar melukai pihak lain. Itu gak bagus…ya… Belajarlah lebih kalem lebih pinter ….

Saya setuju setiap buatan manusia memang mungkin salah tetapi selama kamu tidak bisa membuktikan data itu salah, maka menyalahkan sebuah data hanya atas dasar alasan : Itu buatan manusia adalah sesuatu yang konyol …

Jika kamu memang mau mengatakan ayat Amalek itu salah, kamu sebutkan alasannya. Jika tidak ya tidak perlu ngomong muter-muter saya rasa.

SALAM Cah
See You

@bebalword Lovepassword

Pertanyaan saya yang ini di jawab dulu…
1.Yang membuat/menulis alkitab itu siapa ?
2 Jika jawabnya manusia, maka tanya lagi : Buatan manusia Mungkin salah ngga ?
Jika jawabnya bukan manusia, maka STOP ngga usah dipikir lagi.

Penonton pada kecewa tuh.

mestinya kamu menjelaskan pada point apa kamu mengatakan bahwa ayat Amalek itu kamu katakan mungkin salah…Itu baru cara menjawab yang baik…

>> Iyaaaaa….

ini saya jelaskan yaaaaaaaaaaa :

Ayat amalek MUNGKIN salah, karena ditulis di alkitab, Dan alkitab buatan manusia. Manusia tidak sempurna. Sehingga , karena alkitab dibuat oleh manusia, maka, alkitab mungkin salah.
(beda dengan alquran, yang TIDAK MUNGKIN SALAH,.. karena yang buat alquran itu awwwlloh.)

-Kalau saya katakan “Ayat amalek salah (tanpa kata MUNGKIN)”.. maka saya harus menjelaskan salahnya dimana.

-Karena ada kata “mungkin”,… berarti.. penjelasaan tidak diperlukan. Karena saya tidak/belum menyalahkan.

Penjelasan yang harus dipenuhi itu bukan mengenai pertanyaan “mengapa ayat amalek saya katakan salah”… tetapi penjelasan yang harus dipenuhi itu mengenai pertanyaan “mengapa saya mengatakan MUNGKIN”.
Dan saya sudah menjawabnya : “KARENA ALKITAB BUATAN MANUSIA DAN MANUSIA TIDAK SEMPURNA”
.
.
.
Ngerti?

Bebal.

@Lovepassword & JelasNggak,

Nampaknya diskusi kaliyan semakin kusut. Tapi kalau aku boleh urun saran supaya LP jadi lebih mudheng, kurang lebih begini:

1. JN menyatakan bahwa Alkitab itu yg membuat & menulis adalah manusia. Dan manusia diakui tidak lepas dari kesalahan. Terlepas dari dogma gereja, jelas bahwa pernyataan ini mengandung kebenaran.

2. Lovepassword menyatakan bahwa secara dogmatis Alkitab adalah benar karena para penulis Alkitab diilhami oleh Roh Kudus. Ini benar & diakui oleh gereja.

3. Sejatinya di balik itu semua, JN sedang melakukan sindiran terhadap AQ. Karena jelas bahwa Alkitab itu diakui ditulis oleh manusia tetapi mengandung kebenaran. Sedangkan AQ yang diakui dituliskan langsung oleh allah tapi ternyata mengandung banyak kontradiksi (kalau tidak boleh disebutkan sebagai salah).

4. Sindiran JN ini bermuara dari kenyataan pahit bahwa muslim selalu mencela Alkitab, tetapi ketika AQ mendapat tantangan, ternyata muslim selalu mengacu pada Alkitab. Secara jelas LP sering melakukan hal ini. (baca diskusi Amalek & diskusi LP sama aku yg sedang pending)

Jadi pendapat kaliyan berduwa tentang Alkitab itu benar. Tinggal bagaimana kaliyan berpendapat tentang AQ. Silakan masing2 mengemukakan pendapat kaliyan tentang AQ. Apakah AQ dapat mempertahankan dirinya tanpa perlu dukungan Alkitab?

Salam

@Otonesia.

Betul sekali analisa mu.

Pada dasarnya si @Lovebebal sedang berusaha mencari pembenaran ayat poligami di quran .. dengan menggunakan ayat alkitab.

Tapi kita semua tau itu wujud adhominem Tuquoeu dan sekarang setelah saya gunakan dalil saya bahwa alkitab mungkin saja salah, mulai keliatan dhominem Tuquoue yang dilancarkan lovebebal sekarang mulai menusuk dirinya sendiri. he he he

Sekarang lovebebal sedang berada di pojok.

Makanya dia sekarang mati-mati-an mengangkat masalah yang irrelevant seperti : 1. “apa alasannya saya mengatakan ayat amalek salah”.. dan.. 2. biblical inerancy.

Padahal saya jelas-jelas tidak menyalahkan ayat amalek, yang saya katakan adalah MUNGKIN SALAH. Itu jelas beda.

MUNGKIN SALAH itu beda dengan SALAH.

MUNGKIN SALAH itu titik beratnya di “MUNGKIN”

Sedangkan SALAH itu titik beratnya di kata SALAH.

Pertanyaan yang tepat untuk “MUNGKIN SALAH” adalah : “Mengapa si JN mengatakan MUNGKIN”…… (dan saya sudah menjawab dengan jelas di beberapa posting saya)

Sedangkan pertanyaan @lovebebal : “mengapa si JN mengatakan ayat amalek SALAH” .. adalah jelas keluar dari konteks alias irrelevant alias ngga nyambung alias red herring.
Dan tampaknya si @lovebebal sekarang sedang berusaha dengan sekuat tenaga untuk nyambung-nyambung-in.

salam

@Otonesia,

Jadi pendapat kaliyan berduwa tentang Alkitab itu benar. Tinggal bagaimana kaliyan berpendapat tentang AQ. Silakan masing2 mengemukakan pendapat kaliyan tentang AQ. Apakah AQ dapat mempertahankan dirinya tanpa perlu dukungan Alkitab?

>> Betul sekali.

Tapi saya rasa, si lovebebal memang tidak mau membicarakan masalah AlQuran (mungkin dia sudah tau, bagaimanapun jg, ayat poligami tak akan tahan di uji) Makannya dia bertanya terus mengenai amalek.

Itu tujuan utamanya adhominem = TIDAK MENJAWAB.

Typical strategi muslim: **jika terpojok ngga bisa jawab, serang saja dengan adhominem**

dan sekarang dia terkena batunya. (meskipun masih maksain)
He he he

.
.

Biasa itu mah.

@otonesia : Kamu memang teman yang baik. Kalo tahu temanmu kepepet memang harus dibantu…

emang Kasihan dikau murid TKku.. Tapi kalo gak terlalu maksa ya aku gak seneng sih menyudutkan murid TKku tercinta.. Hik hik hik…

@jelasnggak tercinta : Kamu serius mau meneruskan pendapatmu itu cah ??? Mumpung gw lagi bahagia mendingan kamu mundur dulu nonton dari pinggir lapangan… Soalnya kalo menurutku sih posisimu gak ada bagus-bagusnya…

Yang bilang Alkitab mungkin salah itu kan jelas kamu, bukannya aku.

Kamu terus menerus mengulang2 kalimat ajaibmu .. Lha itu artinya secara terbuka kamu nyamber banyak banget aliran Kristen… Paling cuma yang liberal liberal yang setuju denganmu.

Yang lain semacam Katholik, Protestan konservatif semacam Injili, Karismatis, Pentakosta, Evangelis, Neo Evangelical dsb berada posisi berseberangan dengan kalimat gagahmu : ALKITAB mungkin SALAH karena buatan manusia … ???
Oh yeeeeahhhhh ???

Serius kamu memang masih mau ngomongin ini secara terbuka anak manis…?

Sekali lagi saya anjurkan kamu untuk mundur … Makan bakso kek atau makan duren…Tetapi kalo kamu merasa kurang gagah kalo mundur ya silahkan saja kau cobai guru TK mu yang keren ini…

See You
SALAM Cah…

donald bebek : Pak guru kesimpulanmu soal tempe bacem itu mungkin salah
lovepassword : Kenapa kamu bilang gitu cah ?
donald bebek : Karena ada penelitian dari profesor Temon yang menghasilkan kesimpulan sebaliknya
lovepassword : Hmmm..gitu ya.. Coba saya cek lagi..Terimakasih atas masukannya…

=============================================

jelasnggak : Pak guru kesimpulanmu soal tempe bacem mungkin salah
lovepassword : Kenapa kamu bisa bilang gitu cah ?
jelasnggak : karena kamu kan masih manusia pak guru..semua manusia kan bisa salah…
lovepassword : anak baik anak baik, ngomong2 tadi pagi kamu sudah makan belum ya nak ?

=============================================

Kamu tahu bedanya cah… Mau ngomong agama bukan tempe bacem ??? Ya yang bilang sama ya siapa. Tapi intinya jika kamu mengatakan sesuatu itu salah atau menduga sesuatu terindikasi salah/mungkin salah ya kamu harus menjelaskan alasannya . Saya rasa contoh di atas sangat jelas… ya. Kalo emang niat menjawab silahkan dijawab. Kalo nggak ya nggak usah dijawab gak papa..

SALAM

Yang lain semacam Katholik, Protestan konservatif semacam Injili, Karismatis, Pentakosta, Evangelis, Neo Evangelical dsb berada posisi berseberangan dengan kalimat gagahmu : ALKITAB mungkin SALAH karena buatan manusia … ???
Oh yeeeeahhhhh ???

@lovebebal,

Tidak akan ada yang bersebrangan dengan saya. Kau saja yang bawa-bawa nama mereka (agar kau keliatan bener).

Mereka justru setuju dengan kalimat saya itu.

Lha wong Kau saja sudah setuju dengan kalimat saya itu.

Inilah yang lucu. Yang sedang bicara disini kau dan saya,.. tetapi kau bawa2 nama orang lain (katolik, evangelical dst).

Yang mereka tak setuju tuh yang ini nih :
“Alquran buatan OWOH, tetapi begitu diuji mengacunya ke alkitab (yang nyata-nyata buatan manusia)

he he he

Coba perhatikan ini:

Logika yang tidak bisa dibantah :

1. Buatan manusia semua mungkin salah. Karena manusia tidak sempurna. (lovebebal + jelasnggak sudah sama setuju)

2. Alkitab buatan manusia.

3. Jadi, alkitab mungkin salah.

Silahkan pembaca bandingkan dengan analogy bebal buatan pak guru lovebebal:

1. Buatan Manusia bisa salah

2. kesimpulan tentang tempe bacem buatan manusia (pak guru)

3. Jadi, Kesimpulan tempe bacem mungkin salah

Jadi bisa dilihat di sini,

bahwa…

Menurut si bebal,

“alkitab” = “Kesimpulan soal tempe bacem”

Yang satu berbicara tentang keTUh@n-an dan tuntunan hidup,.. yang lain berbicara tentaaanggg……………apa anak-anak..?

Yak betul!… tentang TEMPE BACEM!

Keduanya sama..

Seratus buat si bebal.. he he hee

@jelasnggak tercinta : Tak bilangi ya cah, kalo kamu mengatakan Alkitab mungkin salah itu bertentangan dengan konsep inerranci , sudah bagus guru TKmu ini berbaik hati memberitahumu… Kamu ngeyelan terus…
Kalo elo gak percaya emangnya elo gak bisa nyari sendiri.. .

Kamu ngetik inerrancy di google apa nggak bisa tho cah ???

Kamu minta link ? Apa perlu besok-besok kutembaki dengan link berbagai situs Kristen untuk membuktikan kalo pendapatmu itu ditolak mentah-mentah ??? Anak kecil anak kecil, sudah dibilangi mendingan makan bakso saja enak enak masih saja maksa…

Saya tidak urusan dengan buatan manusia , buatan dedemit atau buatan wewe gombel, intinya kalo kamu menyalahkan atau kamu menyebutkan terindikasi salah atau mungkin salah, silahkan ditunjukkan alasan yang membuat kita yakin bahwa itu memang salah/terindikasi salah…

Kalo nggak, berarti kamu memfitnah.
Kamu menyebutkan ayat itu mungkin salah tanpa alasan, tanpa dasar argumentasi sama sekali…

Itu mungkin salah, karena buatan manusia..
Pertama : Kamu menabrakkan dirimu dengan inerranci
Kedua : Kamu nuduh tanpa alasan , sampai detik kamu tidak pernah menyebutkan mengapa ayat itu kamu katakan mungkin salah…

Kamu mau ngomong apalagi cah …?

Sudahlah…saranku sih…mendingan kamu santai saja dulu. Kalem..kalam duduk manis atau tiduran…sambil memandang langit.. enak kan itu😀.. Elo maksa juga pasti pusing sendiri… Nggak mungkin deh ….dikau bisa keluar dari lubang yang kau buat sendiri… Makanya ndak perlu sok heroik gicu tapi ngawur pula…

SALAM Cah
See You

@Lovebebal

TUlisanmu:

Tak bilangi ya cah, kalo kamu mengatakan Alkitab mungkin salah itu bertentangan dengan konsep inerranci , sudah bagus guru TKmu ini berbaik hati memberitahumu…

>> Yang bertentangan itu jika saya mengatakan Alkitab salah.

Tetapi karena bebalmu, maka sampai sekarang ngga mudheng2.

Saya katakan, alkitab MUNGKIN SALAH.

Bebel. (tuh..huruf “a” sampai berubah jadi “e” .. saking bebalnya .. he he he

~~

TUlisanmu:

Saya tidak urusan dengan buatan manusia , buatan dedemit atau buatan wewe gombel, intinya kalo kamu menyalahkan atau kamu menyebutkan terindikasi salah atau mungkin salah, silahkan ditunjukkan alasan yang membuat kita yakin bahwa itu memang salah/terindikasi salah…

>>Oke deh.

Kalau kau maksa, saya akan jawab. (biar ngga dibilang fitnah)
.
.

Mengapa saya mengatakan alkitab MUNGKIN salah…?

Nih perhatikan yaa jawabannya…

.
.

Karena………….
.
..

.

.
.
.
.

Karena

    alkitab buatan manusia dan manusia tidak sempurna.

,.
,,

Oke..?

ck..ck..ck…bebelnya minta ampyun.

.
.

Ngomong-ngomong… ada resep apa lagi selain RESEP TEMPE BACEM ???

Bebal.

~~

TUlisanmu:

Pertama : Kamu menabrakkan dirimu dengan inerranci
Kedua : Kamu nuduh tanpa alasan , sampai detik kamu tidak pernah menyebutkan mengapa ayat itu kamu katakan mungkin salah…

>>Pertama,

Saya tentu saja tidak menabrak inerancy (apapun itu😆 ).

karena yang saya katakan adalah MUNGKIN SALAH…bukan SALAH (saja).

Alkitab MUNGKIN SALAH. Karena alkitab buatan manusia dan manusia tidak sempurna.

Bedakan dong itu bebal.

Kedua,

Saya tidak menuduh tapi bicara kemungkinan. he he he.. ngga ngerti ini yaaa…? bebal kau…

Tentu saja saya ada alasan mengapa saya bicara kemungkinan.

Ini alasannya :

    karena manusia tidak sempurna.

Oke?

~~

TUlisanmu:

Sudahlah…saranku sih…mendingan kamu santai saja dulu. Kalem..kalam duduk manis atau tiduran…sambil memandang langit.. enak kan itu

>>Iya.. biar kau ngga usah argue mengenai poligami kan..?

Biasa itu..

Mau balik ke .poligami..?

Takut…?

biasa itu.

(kasihan teman-teman muslim yang kau bohongi….. mereka mengira kau yang benar… sehingga semakin jauh tersesat akan kebenaran.. – demi gengsi yaaa…??? ha ha ha )

@jelasnggak nan imut :

cah mbeling dikandani wong tuwo ngeyelan…hi hi hi

Jangan bilang guru TKmu belum mengingatkan lho, aku sudah memperingatkan kamu lebih dari tiga kali… :

Oke deh…. Tak kasih satu link dulu sebagai pemanasan :

Yang ini dari gereja Katholik, kalo mungkin pasturmu kurang mengajari kamu sehingga kamu nggak mudengan, anggap saja sekarang guru TKmu yang ngajari kamu biar paham sedikit. Biar nggak malu-maluin gicu lho….

malang melintang debat agama tahunan jebule inerranci wae rak ngerti.. Hik Hik …Anak TK ….

Kamu baca baik2 , pahami apa itu biblical inerrancy :

What Does the Catholic Church Teach?
The Catholic Church teaches that Sacred Scripture is truly the Word of God. Through the Bible, God unveils Himself, communicates His plan of salvation, and calls us to a relationship with Him.

The Church has long taught that we can approach the Scriptures with a rock-solid confidence because they are inspired by God Himself and therefore contain no error. This inerrancy is a great gift because it gives the Bible a credibility on which we can base our lives. God inspired the Scriptures in order to give us a fully trustworthy source about what we are to believe and how we are to act. When read within the Church’s living tradition and magisterial teaching, the Bible is a sure guide for our lives.

The basis for the Church’s teaching on biblical inerrancy is inspiration. Here we must remember that the Bible is different from any other book. It is unique because it has a unique author: God Himself. As St. Paul says,

All scripture is inspired by God and profitable for teaching, for reproof, for correction, and for training in righteousness, that the man of God may be complete, equipped for every good work (2 Tim. 3:16-17).

Inspiration literally means “God-breathed.” This is why the Church teaches that the Scriptures “have God as their author.” God worked through human writers who “consigned to writing whatever he wanted written, and no more.” (Vatican II, Dei Verbum, no. 11, emphasis added). Thus, while the human writers made full use of their own powers and abilities, they were at the same time inspired by the Holy Spirit so that the words of Scripture are written exactly the way God Himself intended. Indeed, the Scriptures contain the very words of God expressed in the words of men (ibid., nos. 13, 16).

Since the words of Scripture are inspired by God Himself, the Church has always taught that every part of the Bible is without error. Otherwise “error” in the Bible would have to be attributed to God, who is Supreme Truth and “can neither deceive nor be deceived.”

Pope Leo XIII in his 1893 encyclical Providentissimus Deus explained:

“[S]o far is it from being possible that any error can coexist with inspiration, that inspiration not only is essentially incompatible with error, but excludes and rejects it as absolutely and necessarily as it is impossible that God Himself, the supreme Truth, can utter that which is not true. This is the ancient and unchanging faith of the Church” (II, D, 2, a, emphasis added).

Pope Pius XII reaffirmed the inerrancy of the Bible in his 1943 encyclical Divino Afflante Spiritu. He compared Scripture’s inerrancy to Christ’s sinlessness: “For as the substantial Word of God became like to men in all things, ‘except sin,’ so the words of God, expressed in human language, are made like to human speech in every respect, except error” (no. 37).

Vatican II and the Catechism of the Catholic Church likewise affirm the fact that God’s inspiration of the Scriptures leaves no room for any error in the Bible: “Since therefore all that the inspired authors or sacred writers affirm should be regarded as affirmed by the Holy Spirit, we must acknowledge that the books of Scripture firmly, faithfully, and without error teach that truth which God, for the sake of our salvation, wished to see confided to the Sacred Scriptures” (Dei Verbum, no. 11; Catechism, no. 107, emphasis added).

Mau protes sama Paus nggak anak manis ???

Inspiration literally means “God-breathed.” This is why the Church teaches that the Scriptures “have God as their author.”

The Church has long taught that we can approach the Scriptures with a rock-solid confidence because they are inspired by God Himself and therefore contain no error. This inerrancy is a great gift because ….

Kamu mau ngomong Alkitab bisa salah itu sesuai inerrancy lagi…???

Lha memangnya biblical inerrancy artinya menurutmu apaan sih cah ???

Yah kalo kamu maksa silahkan kamu terus-terusin saja, besok besok kamu tak tembaki belasan link dari berbagai aliran Kristen, biar kamu cepet naik kelas, biar paham…

Alkitab mungkin salah itu bertentangan dengan inerrancy, jadi kalo kamu mau nyamber pinteran dikit, jangan memakai alasan sekonyol itu.
Geblek kok rak mundak-mudak lho…
Eh salah ding pinter kok rak mundak mundak…😀

Kan gw sudah bilang, jangan sampai saking histerisnya kamu menyerang Islam endingnya kamu seenak udel nabrak nabrak tafsir Kristen mainstream…

Cah…cah… sudah Islam kamu sembur, Kristen kamu injak-injak pula… Jan… Jan….Kacian dikau muridku tercinta….
Para pendeta dan pastur mestinya boleh menangis terharu lho….

SALAM jell
See You….

Catholic Church teaches the absolute inerrancy of Holy Scripture, that is, that the Bible is wholly and entirely free from all error. This is “the ancient and unchanging faith of the Church” affirmed by Pope Leo XIII’s Providentissimus Deus, Pope Benedict XV’s Spiritus Paraclitus, Pope Pius XII’s Divino afflante Spiritu, and Vatican II’s Dei Verbum.

@Lovebebal

TUlisanmu:

Mau protes sama Paus nggak anak manis ???

Kamu mau ngomong Alkitab bisa salah itu sesuai inerrancy lagi…???

>>Lovebebal,

Makanya saya sudah pernah tanyakan di sini:

https://jelasnggak.wordpress.com/2010/05/29/muslim-yang-sejati/#comment-6749

disini:

https://jelasnggak.wordpress.com/2010/05/29/muslim-yang-sejati/#comment-6753

dan di sini:

https://jelasnggak.wordpress.com/2010/05/29/muslim-yang-sejati/#comment-6763

Dan untuk KESEKIAN KALI-NYA saya kutipkan lagi pertanyaan itu:

1.Yang membuat/menulis alkitab itu siapa ?
2 Jika jawabnya manusia, maka tanya lagi : Buatan manusia Mungkin salah ngga ?
Jika jawabnya bukan manusia, maka STOP ngga usah dipikir lagi.

.
.
.

Oke sekarang kembali ke komentarmu yang bebal itu yaa..😆

Inilah jawaban saya atas kutipan kamu ya.

Perhatikan Yang saya telah katakan :

1. Manusia tidak sempurna
2. Alkitab dibuat manusia (meskipun di inspirasi oleh Tuh@n)
3. Jadi, alkitab MUNGKIN salah.

Nah.

Sekarang tugas kau adalah, (karena kau yang maksa membawa tulisan paus), silahkan bawa argumentasi saya ini kepada Paus. Dan tanyakan , kebenaran dari 3 point saya di atas.

Terus jangan lupa tanya sama paus juga, adakah hubungan antara inneracy dengan 3 poin argument saya itu.

Nah, kalau kau sudah dapet 2 jawaban itu dari paus, silahkan kembali lagi ke sini dan melanjutkan ngomong dengan jelasnggak.

He he he

Gampang banget menjawab kau….

Lebih lanjut…

Saya tidak pernah katakan bahwa saya TIDAK SETUJU dengan innerancy.

Jika Inneracy = Alkitab Tidak salah

Dan Yang saya katakan : Alkitab mungkin salah.

Maka…

Apakah Tidak setuju inneracy = alkitab MUNGKIN salah…?

PR tuh.

Petunjuk: Kemungkinan bukanlah kepastian… SEEDDDDDDD DHHHAPPP… Tinggi sekali si jelassnggak ini..
.
.
.

Nah sekarang kau coba tanya ke paus, apakah kemungkinan itu ada atau tidak.

Nanti pasti Paus senyam-senyum sama kau,

PAUS: “kalau argumentasi berdasar BUATAN MANUSIA,.. yaa tentu saja ada kemungkinan salah,.. karena memang manusia tidak sempurna…”

Terus tanya juga sama paus begini:

Lovebebal : “Kalau quran itu ada salah ngga yaa paus..?”

Pasti paus akan jawab,

PAUS : “Ya kalau Quran buatan rhoma irama, yaaa.. tentu masih ada kemungkinan salah,… kecuali.. jika yang buat quran itu TuH@n sendiri….”

oh oh oh Lovebebal…lovebebal…

@Lovebebal,

Ngomong-ngomong….

Masalah poligami gimana tuh….?

Bener ngga sih itu perintah dari Tuh@n….?

Kok perintah Tuh@n menyengsarakan kaum wanita sih…?

Kasihan kan wanita,.. diperlakukan seperti ayam (esek-esek sesuka hati)… gara-gara ayat itu.

Memangnya Tuh@n pernah berkata bahwa wanita itu bukan manusia, sehingga Dia memperbolehkan manusia lelaki untuk memperlakukan manusia wanita seperti ayam……?

@jelasnggak nan imut : Bagus.. Bagus.. gak percuma kamu kuangkat jadi murid TKku, biarpun kepinteranmu gak ada kemajuan setidaknya semangatmu toh lumayan juga…

Jika kamu mengatakan Alkitab mungkin salah itu tidak bertentangan dengan inerrancy karena ada kata mungkin di situ , itu namanya kamu oon bin oon banget…

Mengapa demikian anak manis ? Karena arti inerranci itu tidak mungkin salah… Gicu saja kok perlu dijelaskan lho…

Hubungan antara inerrancy dengan argumentasimu ?
Ya jelas nyambung dong…

Kamu mengatakan Alkitab mungkin salah. Sedangkan
Tafsir resmi Katholik sejak dulu sampai sekarang , plus mayoritas Protestan mulai dari Injili , Pentakosta, dsb mengatakan Alkitab tidak mungkin salah…Lha konsep Alkitab tidak mungkin salah itu namanya biblical inerrancy .. gicu lho anak manis…Dan kamu masih maksa juga hik hik hik…

Kalo kamu nggak tahu itu kamu oon, lha kalo kamu nggak tahu tapi sok tahu yah kamu super duper oon… Sudah diberitahu eh masih maksa juga… Lha sekarang ini karena kamu sudah tahu aslinya kamu nggak oon, tetapi entah kenapa kamu menikmati jadi oon…

Coba kita lihat ulang kronologis kekacauan berpikirmu yang berdampak sistemik

Dasar Argumentasi : Sesuatu yang menyakitkan hati/merugikan orang lain/seseorang/manusia itu pasti bukan perintah Allah

Berdasarkan dasar argumentasi itu kamu mencoba menghakimi poligami … Karena menurutmu dalam poligami pasti ada seseorang yang tersakiti… Yang tidak tersakiti katamu irelevan, yang penting kalo ada yang sakit/ada yang dirugikan maka berarti bisa disimpulkan perintah itu bukan dari Allah…Logikamu gicu kan…..

Saya menganalisis dasar argumentasimu, mengapa saya memilih menghajar dasar argumentasimu ? Karena kalo dasarnya ambruk bangunannya ambruk semua .

Mari kita lihat : Benarkah dari Allah atau bukan berasal dari Allah memang bisa diadili atas dasar ada manusia yang dirugikan atau ada yang tersakiti hatinya ??? Apakah memang tidak ada perintah Allah yang bisa dianggap merugikan/menyakitkan hati sebagian orang… ?

Jawabannya jelas tidak. Karena ada banyak contoh kasus , termasuk dalam ayat Amalek itu yang jelas-jelas tertulis kalo itu perintah Allah, tetapi ada sekelompok atau sebagian manusia yang dirugikan…

Tadinya kamu mencoba muter2 dengan dalih argumenku masuk ad hominem tu quoque, lha aku menjawab bahwa tidak ada penyerangan terhadap pribadi di situ. Saya tidak mengatakan karena kamu salah saya juga boleh salah tetapi yang saya lakukan adalah menampilkan data yang membuktikan penarikan kesimpulanmu memang salah…

Saking semangatnya nyamber Islam tetapi setengah putus asa karena gagal maning gagal maning, kamu membuat langkah berani mati nyemplung kali dengan secara terbuka nyamber Alkitab…

Kamu mengatakan ayat Amalek itu mungkin salah , karena Alkitab mungkin salah sebab Alkitab adalah buatan manusia …

Saya mringis saja melihat anak TK main pedang-pedangan ..hik hik ….

Saya tanya menurutmu bagian mungkin salahnya dimana dan kenapa ?
Kamu jawab karena buatan manusia maka mungkin salah…

Saya ngomong : Bumi itu bulat juga pemikiran manusia, tetapi kalo kamu mengatakan mungkin salah ya tunjukkanlah salahnya dimana…Intinya kalo menyalahkan atau menganggap ada indikasi atau kemungkinan salah ya ditunjukkan saja salahnya dimana terus menurutmu yang benar seharusnya gimana….

Kamu jawab lagi : emangnya itu sama dengan agama, emangnya bumi itu bulat sama dengan Alkitab

Saya ngomong : Semua ilmu pengetahuan itu hasil buatan manusia, jika kamu menyalahkan hanya atas dasar alasan buatan manusia , maka kamu telah menuduh tanpa bukti… menuduh tanpa alasan.

Kamu menjawab >>Ilmu pengetahuan BUKANLAH AGAMA

Lha masalahnya adalah bahwa secara agama pun kesalahanmu bertumpuk tumpuk… Hi Hi Hi ….Dan anehnya kamu gak sadar-sadar juga….

Kamu mengatakan Alkitab mungkin salah itu artinya kamu menginjak-injak inerrancy, apalagi kalo kamu babar blas nggak bisa menunjukkan salahnya…
Kamu mengaku Katholik dan secara terbuka terang-terangan menantang tafsir resmi Gereja Katolik … bahkan bukan cuma Katholik , mayoritas Protestan juga pasti bingung Mengapa endingnya malahan kamu jadi menyalahkan Alkitab atau mengatakan Alkitab terindikasi salah/mungkin salah….

Sekarang setelah kamu muter-muter sejauh ini kamu minta balik lagi ke poligami…

Ya silahkan saja , aku kan cuma sekedar mengikuti step by step argumentasi demi argumentasimu… Kamu ngomong A aku ikuti, kamu ngomong B aku ikuti… ibaratnya guru TK yang mengikuti anak TKnya lari pagi…😀

Kalo kamu asal ngomong mikirnya ntar, kamu bakal kepleset kulit pisang berkali-kali anak kecil….

Saranku yah : Kamu kalem-kalem saja makan bakso… atau makan silverqueen gicu lho….

SALAM jell
See You

@Lovebebal

TUlisanmu:

Jika kamu mengatakan Alkitab mungkin salah itu tidak bertentangan dengan inerrancy karena ada kata mungkin di situ , itu namanya kamu oon bin oon banget…

Mengapa demikian anak manis ? Karena arti inerranci itu tidak mungkin salah… Gicu saja kok perlu dijelaskan lho…

>> Kau katakan tidak salah sama dengan tidak mungkin salah ?

Begini ya @lobeVebal…

Innerancy itu konsep alkitab yang Tidak salah (karena ada kata “inspirasi” dan “buatan manusia”)

Dan Tidak salah itu TIDAK SAMA dengan tidak mungkin salah.

TIdak salah itu lawannya salah
tidak mungkin salah itu lawannya mungkin salah

Mungkin salah itu menghasilkan 2 kemungkinan:
1. Salah
2. Tidak salah

Sedangkan Tidak salah itu hanya menghasilkan satu kemungkinan. Yaitu Tidak salah itu sendiri.

Tidak mungkin salah itu artinya kemungkinan untuk salah sudah tidak ada lagi.

Jadi kalau kau berkata tidak salah itu sama dengan tidak mungkin salah, itu namanya kau tidak pernah belajar logika alias bebel.

Hal yang gampang.

Nah.

Sudah saya tunjukkan kebebalan berpikirmu.

Sekarang tugas kau adalah bertanya kepada paus mengenai 3 point argument saya itu.

Jangan bisanya nebeng nama orang besar buat nakut2-in.

Belajarlah memahami tulisan paus sebelum kau jadikan dasar pembelaan. Jangan main comot saja lalu pura-pura sudah mengerti artinya. Ha ha ha bebal.

Ok..? Good!

Lanjut..

Yang tidak mungkin salah dalam tulisan paus itu adalah hanya pada bagian “G@D’s INSPIRATION”

Nih saya kutipkan biar kau tak bebal lagi:

Vatican II and the Catechism of the Catholic Church likewise affirm the fact that G@d’s inspiration of the Scriptures leaves no room for any error in the Bible: .. dst..

Karena ada kata G@d’s inspiration maka mereka katakan tidak salah dan bukan tidak mungkin salah.

Mereka tidak mengatakan TIDAK MUNGKIN SALAH, karena selain ada G@d’s inspiration, tetapi ada juga perkataan bahwa alkitab di buat oleh manusia

Nah.. bagian yang dibuat oleh manusia itulah yang menjadikan alkitab MUNGKIIIINNNNNN salah.

Kalau tidak ada bagian yang mengatakan alkitab dibuat oleh manusia (seperti misalnya alquran yang dibuat oleh owoh subahanawataaala itu😆 3 kali ), maka,… alkitab akan menjadi TIDAK MUNGKIN SALAH juga.

NGerti..? (kayaknya sih linglung …😆 ))

Makanyaaa……

Saya suruh kau jawab pertanyaan saya itu.. ehh..kau ngga mau…kau malahan main slonong boy …… jadilah kau terlihat bebal.

Saya tanya boleh ngga…?

Kau ini sering ngaku agnostik yaaa ..apa karena kau malu jadi muslim xi xi xi.

Oh gitu jadi tidak salah itu berbeda artinya dengan tidak mungkin salah…? Hi hi hi…

Kayaknya mendingan kamu jangan maksa deh…. Kan aku sudah bilang mendingan kamu makan bakso saja dulu….

Aku mau nyamber kasihan. Nggak disamber ya nggak nyadar-nyadar juga… Emang sulit ya ngomong sama anak TK nan imut…

Untung juga sih anak2 TK itu juga rada menggemaskan…Rada terhibur gitu lho…

Kamu sudah nemu link soal inerrancy atau belum sih ???
Sudah konsultasi sama pasturmu atau belum ???

In philosophy and the study of religions, inerrancy is used to refer to any doctrine held as being true without possibility of error.

Inerrancy itu artinya bebas dari kemungkinan kesalahan…: Ketidakmungkinan salah…. Artinya itu gitu cah….

Catholic Church teaches the absolute inerrancy of Holy Scripture, that is, that the Bible is wholly and entirely free from all error. This is “the ancient and unchanging faith of the Church” affirmed by Pope Leo XIII’s Providentissimus Deus, Pope Benedict XV’s Spiritus Paraclitus, Pope Pius XII’s Divino afflante Spiritu, and Vatican II’s Dei Verbum.

Kamu apa ndak bisa membaca kata the Bible is wholly and entirely free from all error…

=============================================
Karena ada kata G@d’s inspiration maka mereka katakan tidak salah dan bukan tidak mungkin salah.

Mereka tidak mengatakan TIDAK MUNGKIN SALAH, karena selain ada G@d’s inspiration, tetapi ada juga perkataan bahwa alkitab di buat oleh manusia

Nah.. bagian yang dibuat oleh manusia itulah yang menjadikan alkitab MUNGKIIIINNNNNN salah.

====>

Hmmm tak ulangi omonganmu yah : bagian yang dibuat oleh manusia itulah yang menjadikan alkitab MUNGKIIIINNNNNN salah

Jan…Jan masih maksa juga ternyata. Aku yang oon nggak bisa ngajari kamu atau emang kamu yang emang keras kepala.. Hik hik hik…

Menurutmu ajaran Katholik itu kayak gitu yah :

Ada Kitab Suci namanya Alkitab, sebagian Alkitab dibuat/diinspirasikan dari Allah, sebagian lagi karangan atau buatan manusia…Lha bagian yang berisi karangan atau buatan manusia itu bisa saja salah ???😀 .

Aku sampai mringis terharu ….

Kok bisa-bisanya kamu artikan gitu apa ada dasar alasannya

Apakah Kamu memang punya sumber Katholik yang mengatakan kalo sebagian isi Alkitab bisa salah karena buatan manusia dan sebagian lain pasti benar karena diinspirasikan Allah ????

Pertanyaan berikutnya : Mengapa kamu memprotes pemakaian ayat Amalek itu. Apakah ayat Amalek itu menurutmu adalah ayat yang masuk kategori bukan diinspirasikan dari Allah ??? Atau ayat yang menurutmu buatan manusia ? Alasan argumentasimu apa ?

Coba kamu jelaskan pemikiranmu… aku diem dulu deh sampai kamu menjelaskan pemikiranmu secara lebih utuh….

SALAM Cah
See You

@Lovepassword

tulisanmu:

Menurutmu ajaran Katholik itu kayak gitu yah :

Ada Kitab Suci namanya Alkitab, sebagian Alkitab dibuat/diinspirasikan dari Allah, sebagian lagi karangan atau buatan manusia…Lha bagian yang berisi karangan atau buatan manusia itu bisa saja salah ???😀 .

Aku sampai mringis terharu ….

Kok bisa-bisanya kamu artikan gitu apa ada dasar alasannya

>>Sebenarnya sih maksud saya bukan itu.. tapi yah biar cepat..

Nih saya jawab pertanyaanmu.

Dasar alasannya adalah : kenyataan.

Bukti nyata.

Bahwa alkitab dibuat oleh manusia (meskipun di inspirasi oleh TuH@N).

Kristen mengakui : pastor, uskup, kardinal, pendeta, bruder, suster, paus, dll.. mengakui.
Muslim pun mengakui: dari ulama, kamu, temanmu ustadz, haji bahkan rhoma irama pun mengakuinya.

~~

tulisanmu:

Pertanyaan berikutnya : Mengapa kamu memprotes pemakaian ayat Amalek itu.

>> Ayat amalek itu irrelevant.

Karena yang sedang saya bicarakan adalah buku alkitab.

Yang saya coba katakan : “Namanya juga alkitab buatan manusia. Semua buatan manusia mungkin salah.”

~~

Jadi kamu ngaku memang tidak ada ajaran Katholik yang antik kayak omonganmu. atau kamu masih merasa dan bisa membuktikan dengan sumber – bahwa yang kamu tulis memang ada sumber resminya…

pastor, uskup, kardinal, pendeta, bruder, suster, paus, dll.. mengakui. ===> Mengakui apa jell? Topik yang kita bahas saat ini kan apakah Alkitab bisa salah menurut sudut pandang Kristen ? Apakah Alkitab bisa salah ? Kelompok2 yang lebih liberal dalam agama manapun umumnya menjawab bisa untuk pertanyaan2 semacam ini… Tetapi kalo tafsir Katholik sudah tak intip, kayaknya bukan gitu kesimpulannya…

Pertanyaan berikutnya : Mengapa kamu memprotes pemakaian ayat Amalek itu.

>> Ayat amalek itu irrelevant.

Karena yang sedang saya bicarakan adalah buku alkitab.

Yang saya coba katakan : “Namanya juga alkitab buatan manusia. Semua buatan manusia mungkin salah.”

===> Ini justru point terpenting dalam diskusi kita…

Saya menampilkan data ayat Amalek itu… Jika menurutmu ayat itu benar tentu berarti data tersebut boleh dipakai. Jika menurutmu ayat itu salah berarti data layak ditolak, tetapi kalo kamu menyalahkan ayat tersebut tentu harus kamu jelaskan alasannya…

Kamu kan ngomong sebagian Alkitab isinya Berasal dari Allah sehingga pasti benar, lha sebagian yang lain adalah buatan manusia sehingga mungkin salah…

Dalam kaitannya dengan data yang aku tampilkan, ayat tersebut menurutmu termasuk ayat yang menurutmu beradal dari Allah, atau menurutmu termasuk dalam ayat yang masuk kategori buatan manusia sehingga meragukan untuk dipakai sebagai data….

Bagaimana menurutmu cah?

SALAM

tampaknya jawabanku kesingsal entah dimana… oke deh kujawab ulang garis besarnya :

Pertanyaanmu itu sudah kujawab sejak dulu kala anak manis :

Gw tahu kalo kamu ngomong Alkitab buatan manusia sehingga mungkin salah, lha masalahnya adalah pada point apa yang kamu anggap mungkin salah itu.. Serta kamu jelaskan mengapa pada point itu kamu anggap mungkin salah..

Misalnya makan coklat menyebabkan kegemukan itu mungkin pendapat yang salah. Alasannya apa ? Karena ada beberapa penelitian yang menyebutkan sebaliknya…Lha itu cara beragumentasi yang baik…

Lha coba kamu bayangkan keantikan logika kamu :
Makan coklat menyebabkan kegemukan itu mungkin salah. Kenapa jell ? Karena yang ngomong gitu manusia…Hik hik hik…
anak TK anak TK…

Nggak ada argumentasi sekonyol itu di dunia manusia-manusia keren cah… Hik hik..

Semua ilmu pengetahuan itu hasil buatan manusia, jika kamu menyalahkan hanya atas dasar alasan buatan manusia , maka kamu telah menuduh tanpa bukti… menuduh tanpa alasan.

kamu menjawab >>Ilmu pengetahuan BUKANLAH AGAMA…

Lha gini yah murid TKku nan imut :

Kalo kamu ngomongin soal AGAMA, kamu pun tetap salah karena konsep Alkitab mungkin salah itu melanggar inerrancy…
Jadi nggak usah kebesaran gaya pake bemper agama segala macem , lha wong nilaimu paling banter D min ..

Jadi kamu maksa pake cara apapun, pake jungkir balik ngomong agama kek, ngomong biologi kek , atau cara membuat soto – juga gak bakal enak deh…

Kamu mau ngomong agama, sudah kucrosscek juga : jelas-jelas kamu melanggar inerrancy, kamu jelas telah menabrak Vatikan ., menabrak juga tafsir mainstream Kristen… ..

Kalo kamu berdalih bukan agama, lha di manapun kalo menyalahkan itu atau menganggap indikasi salah ya silahkan ditunjukkan bagian mana salahnya, alasannya apa…

Kalo kamu mengatakan bumi mengelilingi matahari itu mungkin salah ? Terus ditanya alasannya apa? Kamu jawab : karena yang berteori gitu manusia … Yah kamu bisa diguyu pitik cah…cah….

Jadi dilihat dari sisi manapun, mau dilihat dari sisi non agama ya salah, mau dilihat dari sisi agama lebih salah lagi… Makanya tho cah..cah.. Belajarlah lebih sregep yah…

SALAM

TUlisan si lovebebal:

Gw tahu kalo kamu ngomong Alkitab buatan manusia sehingga mungkin salah, lha masalahnya adalah pada point apa yang kamu anggap mungkin salah itu.. Serta kamu jelaskan mengapa pada point itu kamu anggap mungkin salah..

>>”pada point apa” itu irrelevant.

Karena poin utama alias pokok pikiran alias titik berat argument saya ada di kata “MUNGKIN”

Bebal.
Sudah berkali-kali.

~~

TUlisanmu:

Misalnya makan coklat menyebabkan kegemukan itu mungkin pendapat yang salah. Alasannya apa ? Karena ada beberapa penelitian yang menyebutkan sebaliknya…Lha itu cara beragumentasi yang baik…

>>Pemisalanmu itu salah alias bebal.

Makan coklat itu tidak sama dengan agama/alkitab.

Apel dan jeruk beda.

Weak analogy uhh bebalnya.

Cpd.

ilernya evan gimana? Elo yang ngomong sendiri lho…

Kalo kamu bilang salah silahkan ditunjukkan pada point apa Alkitab Salah dan yang bener gimana

Kalo kamu bilang Alkitab MUNGKIN Salah ya juga silahkan ditunjukkan pada point apa menurutmu Alkitab MUNGKIN Salah dan Ditunjukkan yang lebih baik semestinya gimana… Yang lebih MUNGKIN Benar gimana… Gampang kan ?

Jangan cuma bisanya nyalahin tetapi menyalahkan tanpa dasar dong…

@lovepassword

tulisanmu:

Kalo kamu bilang Alkitab MUNGKIN Salah ya juga silahkan ditunjukkan pada point apa menurutmu Alkitab MUNGKIN Salah

>>Pada point bahwa alkitab di buat oleh manusia dan manusia tidak sempurna sehingga alkitab mungkin salah.

Sudah ?

Kalau di hitung sudah 100 kali nih

~~

tulisanmu:

..dan Ditunjukkan yang lebih baik semestinya gimana… Yang lebih MUNGKIN Benar gimana… Gampang kan ?

>>Mungkin benar itu irrelevant.

Mungkin salah itu mendekati ke arah salah tapi ada keraguan untuk salah.

Mungkin benar itu mendekati ke arah benar tapi ada keraguan untuk benar.

Beda itu.

susah?

~~

tulisanmu:

Jangan cuma bisanya nyalahin tetapi menyalahkan tanpa dasar dong…

>>Nyalahin ?

Memangnya saya menyalah-kan….?

Mungkin salah itu TIDAaaaaaaaK SAMAAAAAA … dengan menyalahkan.

Menyalahkan = pasti salah.

Mungkin salah BUKAN pasti salah.

Ck..ck..ck.

~~

tulisanmu:

Oh gitu jadi tidak salah itu berbeda artinya dengan tidak mungkin salah…? Hi hi hi…

Kayaknya mendingan kamu jangan maksa deh…. Kan aku sudah bilang mendingan kamu makan bakso saja dulu….

>>Siapa yang maksa..?

Kau bisa mikir ngga ?

Kau ketawa itu sudah ngerti belum isi tulisan saya…?

cuma mau bantuin: Saya ngga ngomong masalah resep lhoo yaaa.. inget itu..!

~~

tulisanmu:

In philosophy and the study of religions, inerrancy is used to refer to any doctrine held as being true without possibility of error.

Inerrancy itu artinya bebas dari kemungkinan kesalahan…: Ketidakmungkinan salah…. Artinya itu gitu cah….

dst.. dst..

>>Dari semua tulisanmu ituuu….

Saya mau tanya….

Sudah kah kau membawa butir-butir (ha ha butir2) argument saya di atas… kepada paus…?

Sudah kah kau membawa argument saya itu ke paus untuk dipertentangkan …?

Pasti belum.

Bisanya ngomong “kata paus” begitu… (padahal ngga mudheng apa kata paus)

Kalau kau terus ngemeng bahwa inneracy itu begini begitu.. ya sudah terserah saja.

Ini namanya debat kuat-kuat-an.

Nih saya buktikan.

Saya akan ngikuti cara kamu kutip-kutip.

Siap yaaa…

Oke.
.
.

Menurut wikipedia tertulis :

“Biblical inerrancy is the doctrinal position that the Bible is considered accurate and totally free of error… ”

Kau perhatikan kata yang saya beri garis tebal : “CONSIDERED”

Apa itu artinya bebal ?

Artinya considered = dianggap = BELON PASTI

DIANGGAP… coba kau ulang 1000 kali.. nanti pasti kau mengerti. hai hia hia ahia😆

Sekarang saya akan ikuti gaya kau, lovebabal.

Ada ada yang mengataka bahwa inneracy itu definisinya adalah DIANGGAP ACCURATE DAN DIANGGAP 100% free of error.

Nah sekarang kau lawan deh si penulis wikipedia.. he he he..
(saya duduk-duduk dulu yaa)

Bebal.
~~

DIANGGAP ACCURATE DAN DIANGGAP 100% free of error.

===> Intinya kamu mau ngomong kamu tidak sependapat dengan anggapan itu ? 🙂

Inerrancy atau kalo yang kita omongkan Alkitab ya berarti Biblical Inerrancy itu kan doktrin, anggapan, masalah percaya nggak percaya – Dalam hal ini kamu mau mengatakan bahwa kamu tidak sependapat dengan inerrancy ?

Ada anggapan seperti itu di dalam Katholik, Protestan , dsb dan kamu tidak dalam posisi menyepakati anggapan itu ??? Kamu mau ngomong gicu kah ?

Atau kamu punya ide atau cara menarik kesimpulan yang lain…

Kamu makin lincah cah….. Tak kusangka kamu masih bisa berdiri sampai sejauh ini… Hi Hi Hi
Baguslah….

SALAM

@lovepassword.

TUlisanmu:

Intinya kamu mau ngomong kamu tidak sependapat dengan anggapan itu ?🙂

Inerrancy atau kalo yang kita omongkan Alkitab ya berarti Biblical Inerrancy itu kan doktrin, anggapan, masalah percaya nggak percaya – Dalam hal ini kamu mau mengatakan bahwa kamu tidak sependapat dengan inerrancy ?

Ada anggapan seperti itu di dalam Katholik, Protestan , dsb dan kamu tidak dalam posisi menyepakati anggapan itu ??? Kamu mau ngomong gicu kah ?

>>Bukan itu artinya goblek

Maksud saya, kalau saya ikuti gaya kau (yang tukang kutip sana-sini tanpa bisa mengerti arti sebenarnya), jadinya akan susah begini.

Sekarang kau ngomong saja sama penulis wikipedia. Karena dia mengatakan kalau inneracy itu artinya CONSIDERED free of error, bukannya free of error (tanpa considered).

CPD.

Berhubung tampaknya kamu emang sudah gak bisa menjawab…Saranku sih mendingan kamu duduk manis saja dulu, sambil memandang kagum pada guru TKmu ini…

—————–

Dua tahun lagi kalau kau balik ke sini dan membaca-baca kembali tulisanmu ini,.. kau nanti pasti ketawa-ketiwi sendiri mengingat bahwa kau dulu bebal sekali.

hi hi hi

Ya biarlah pembacamu yang menilai anak manis.. Hi hi hi

Komentarku nyasar kemana pula…. Mumpet di spammu jangan2 jell

jawabanku kayaknya masuk moderasi gara2 salah ngetik nama lovepassword jadi lovepassworda… Kayaknya gitu sih

Kalian ngomong apa sih…koq sampai “biblical inerrancy”??? Hey, BTT…bisa?

Nih, silakan beri komentar mengenai perwatakan muslim sejati ini…apakah kesejatian itu karena mau mengikuti alquran@ Muhammad???

@CB tercinta : Kalo kamu pengin tahu kronologisnya ya kamu ikuti terus sampai ke atas… 🙂

Kamu nggak mau ikutan ngomong soal inerrancy ? Kamu memang ingin sesuai topik atau aslinya kamu nggak tega melihat muridku nan imut gundah gulana.. Hik Hik hik …. jelasnggak jelasnggak…

Kalo kamu mau ikutan boleh sih. Menurutmu biblical inerrancy itu artinya apa sih ?

Atau kamu mau tetap setia dengan pik pik kepik si topik…

Mas Admin teman kita tercinta emang entah kenapa ngefans banget sama guru TK yang keren, gw sedang berbales pantun sama Otonesia eh si doi malah nyamber… Hi Hi Hi….

SALAM CB
See You

Saya sebetul udah bosen ke sini. Org seperti anda membuat saya bosen…kalau bible inerrancy, ehhh nanya sama om google aja, banyak itu di sana, buat apa abiskan keringat bahas2 di sini, bikin capek aja.

Saya sekali sarankan, BTT…jujur saya mau bilang topik2 di blog ini menarik sekali, sayang muslim2 pada kabur semua…

Hi Hi Hi, cara menghindar yang baik. Kamu setuju dengan jelasnggak bahwa Alkitab sebagian isinya benar sebagian mungkin salah karena buatan manusia ???😀

Nggak mau njawab ? ya nggak papa .😀

Mengapa juga aku yang disalahin .. Hi Hi Hi. jelasnggak yang nyamber diskusiku dengan Otonesia. Dia itu kan rada kurang sajen. Kalo tahu ada temannya yang kayaknya bisa diandalkan langsung semangatnya nambah… Lha kalo lagi penuh semangat gitu dia merasa bisa nyamber guru TKnya dengan sukses…

Biar dia tambah semangat bagaimana kalo kamu ikutan bergabung berkolaborasi dengan dia ….

SALAM Mister CB
See You

Saya pindah di sini saja jawabannya.

——————

@Lovepassword,

Saya ngomong baik-baik,.. kamu bebal.
Saya ngomong bebal,….ehh… kau pun tetap bebal.

Jadi saya harus pakai cara apa lagi yaa…?

Ok saya coba ngomong baik2 lagi yaaaa ..

TUlisanmu:

Jadi kamu ngaku memang tidak ada ajaran Katholik yang antik kayak omonganmu. atau kamu masih merasa dan bisa membuktikan dengan sumber – bahwa yang kamu tulis memang ada sumber resminya…

>>Saya tak pernah berkata ajaran katolik itu ABC seperti mau kau itu.

Saya katakan : Kristen prostestan, katolik, pantekosta, HKBP, Bethel dll.. dan bahkan….. muslim pun mengatakan bahwa alkitab buatan manusia.

Oke? ngerti sampai di sini ?

Lanjut.

Logika mengatakan.

1. Manusia tidak sempurna. (lovepassword setuju)
2. Karena manusia tidak sempurna, maka buatan manusia mungkin salah (lovepassword setuju juga)
3. Alkitab buatan manusia (lovepassword setuju + pak haji pun setuju, juga pastor dan pendeta)
4. Maka,….(lovebebal setuju)
5. Alkitab itu ada kemungkinan salah. (lovepassword ngga mudeng)

Untuk 1-4 lovepassword sudah setuju, tapi kesimpulannya (nomor 5) lovepassword langsung menolak.

Semua pembaca menjadi bingung dengan kelakuan lovepassword.

Untuk menambah bingung pembaca, lovepassword ngomong masalah baru : INNERANCY.

Lovepassword tidak setuju kalau berdasarkan argument itu, saya katakan alkitab ada kemungkinan salah.

Kenapa lovepassword tidak setujuuuuuu ?

kata lovepassword : Karena ada biblical innerancy.

Jreeng!!.. disitulah letak IRRELEVANT-nya.

Sedang asik-asik ngomong dari poin 1 -5, lovepassword mabok malah mengulas masalah baru :INNERANCY.

Sedang asik-asik ngomongin apakah argument saya salah atau benar,… ehh.. lovepassword malah memutuskan untuk ngomong masalah baru:INNERANCY.

Jawablah Lovepassword, apakah argument saya poin 1 – 5 bisa diterima ?

Kalau 1-4 sudah setuju, kenapa lovepassword tidak bisa menerima kesimpulan nomor 5 ….?

dua kemungkinan:
1. ngga ngerti arti irrelevant (dikarenakan otak tidak sampai😆 )
2. gengsi and ngeles.

Saya beri contoh yaa lovepassword.

1. Didalam cabai mengandung senyawa kimia kapsaisin
2. Senyawa kapsaisin ini membuat rasa pedas
3. Rendang mengandung banyak cabai
4. Jadi,
5. Senyawa kimia kapsaisinlah yang membuat rendang berasa pedas.

Apakah kita bisa terima alasan beserta kesimpulan ini?

Yang intelek tentu langsung bilang : “YES”

Karena dasarnya kuat dan kesimpulan nyambung.

Argumennya diatas dikatakan valid and sound.

Kalau yang jawab itu si lovepassword, dia langsung bilang : “TIDAK SETUJU”

Alasannya (misalnya) : karena dia pernah makan rendang yang tidak pedas.

Ngga nyambung kan..?

Contoh 2. (biar lovepassword tambah pinter😆 )

1. Islam berdasarkan Quran
2. Di quran tertulis suruhan untuk membunuh.
3. Pembunuhan adalah salah.
4. Jadi,
5. Islam adalah agama yang salah.

Pertanyaan besar yang harus di jawab di sini adalah : Apakah kesimpulan nomor 5 itu, berdasarkan premis 1-4, bisa diterima?

Kalau yang ditanya itu tau logika, pasti akan jawab : YA bisa diterima. (atau kalau dia tak setuju, dia serang premisnya)

Tapi kalau lovepassord yang ditanya, dia akan jawab begini : “Saya tidak menerima kesimpulan di nomor 5, karena, alkitab juga ada ayat pembunuhan.”

Nah lohh..kikikik

Yang ditanya poin 1-5,.. ehh.. si lovepassword lari ke alkitab …capedeh

Itu Saking luar biasa inteleknya.

.
.
.
.

Nah, lovepassword.

Kalau kau sudah sadar,..

Saya beri kesempatan lagi sekarang.

Saya ulangi lagi pertanyaan saya itu.

Berdasarkan urutan pemikiran 1-5 berikut ini:

1. Manusia tidak sempurna.
2. Karena manusia tidak sempurna, maka buatan manusia mungkin salah
3. Alkitab buatan manusia
4. Maka,….
5. Alkitab itu ada kemungkinan salah.

Apakah argumen ini bisa diterima….?

Kalau kau jawab BISA, saya terima kasih dan masalah ini ditutup. Kalau kau jawab TIDAK BISA, silahkan beri alasannya.

Saya ngomong baik-baik,.. kamu bebal.
Saya ngomong bebal,….ehh… kau pun tetap bebal.

Jadi saya harus pakai cara apa lagi yaa…?

Ok saya coba ngomong baik2 lagi yaaaa .. ===> I lap yu cah…🙂

Oke jawabanmu cukup panjang lebar, jelas dan mudah dipahami , meskipun dipahami itu masih lain artinya dengan disetujui…

Mari kita melihat ini baik-baik :

Kamu mengatakan Alkitab mungkin salah
Alasannya karena buatan manusia ….

Sebagian isi Alkitab benar atau pasti benar, lha sebagian mungkin salah karena buatan manusia….

Kamu ngomong gitu kan. Bagian yang buatan manusia yang membuat Alkitab mungkin salah,

Lha yang sedari awal yang kita bahas kan kaitannya dengan salah satu ayat yaitu ayat Amalek itu . Lha menurutmu apakah data tersebut termasuk bagian yang pasti benar atau bagian yang mungkin salah. Darimana kamu bisa membedakan mana bagian Alkitab yang pasti benar dan yang mungkin salah ???

Masalahnya gini :
Saya menampilkan data . Lha data itu mau kamu anggap benar sehingga boleh dipakai , atau kamu anggap salah sehingga tidak layak dipakai.
Jika kamu menyalahkan ayat tersebut atau menurutmu ayat tersebut adalah termasuk sebagian yang buatan manusia maka tolong kamu jelaskan alasannya….Mengapa ayat tersebut kamu asumsikan termasuk buatan manusia. sedangkan ayat lain kamu anggap buatan/diinspirasikan Allah misalnya.

Kedua : Sebenarnya kamu membahas ini dari sisi agama atau non agama ?

Secara umum yah kalo kamu menyalahkan atau menganggap mungkin salah suatu pendapat orang lain, maka kamu sebaiknya menjelaskan alasannya. Bagian yang membuat kamu ragu di bagian mananya sehingga bisa ditanggapi balik…

Misalnya sebagai contoh .

Konsep bumi mengelilingi matahari juga konsep buatan manusia. Lha ketika kamu mengatakan konsep itu mungkin salah.
Kamu kan mesti menjelaskan mengapa kamu katakan itu mungkin salah…

jelasnggak : Bumi mengelilingi matahari kemungkinan konsep yang salah
lovepassword : kok gitu. Alasannya apa jell?
jelasnggak : Karena yang ngomong gitu kan manusia .
lovepassword : ???

Lha menanggapi argumentasi ini, kamu menghindar lalu mengatakan bahwa yang kita bicarakan ini kan agama. Memangnya bumi mengeliling matahari itu agama? Kurang lebih kan gitu tanggapanmu….

Kalo kamu ngomong soal agama . Ngomong dari sisi agama lengkap dengan segala aspeknya.

Kalimatmu yang mengatakan Alkitab mungkin salah karena sebagian isinya diinpirasi Allah tetapi sebagian yang lain buatan manusia sehingga bagian itu membuatnya mungkin salah — adalah kalimat yang setahuku melanggar sebuah konsep yang diyakini oleh Katholik sejak dulu sampai saat ini , serta juga diyakini banyak aliran Protestan . Konsep tersebut umumnya dikenal dengan nama Biblical Inerrancy atau dalam bahasa Indonesia artinya Ketidakmungkinan Bersalah Alkitab.

Jadi kamu mau membahas ini dari sisi apa ? Logika versus logika atau kamu mau masuk agama…

Dari sisi logika kamu perlu menjelaskan alasanmu. Pada bagian apa kamu katakan Alkitab mungkin salah ? Serta menurutmu yang lebih mungkin benar bagaimana. Lebih spesifik lagi karena yang kita bahas ayat AMalek mengapa kamu katakan ayat itu salah/mungkin salah.

Dari sisi agama , kamu juga perlu menjelaskan mengapa kamu menolak inerrancy. Meskipun kamu malu-malu kucing tidak mengatakan menolak tetapi kamu malah lebih antik lagi. Kamu mengarang definisi inerrancy sendiri yang notabene menyimpang dari arti kata Biblical Inerrancy yang dipahami banyak pakar Kristen.

=============================================
Berdasarkan urutan pemikiran 1-5 berikut ini:

1. Manusia tidak sempurna.
2. Karena manusia tidak sempurna, maka buatan manusia mungkin salah
3. Alkitab buatan manusia
4. Maka,….
5. Alkitab itu ada kemungkinan salah.

Apakah argumen ini bisa diterima….? ===>

Sedari awal itu kan sudah dijawab. Walaupun manusia memang tidak sempurna sehingga buatannya/rumusnya/anggapannya dan sebagainya memang tidak sempurna…

Tetapi perlu kamu jelaskan pada sisi apa dari materi yang dibahas yang memang kamu anggap tidak sempurna.

Karena topiknya ayat Amalek, silahkan kamu jelaskan, atas dasar apa kamu anggap ayat itu mungkin salah, menurutmu yang kamu anggap berpotensi lebih benar yang kayak gimana. Atau mengapa kamu anggap Mungkin salah, sedangkan ayat yang lain kamu anggap pasti benar… Itu perlu dijelaskan.

Tidak cuma berhenti pada jawaban :

Karena Alkitab buatan manusia maka Alkitab nggak boleh dipakai sebagai data karena mungkin salah. ===> Ini kan jawaban yang aneh yang dari sisi pengetahuan murni ya aneh, dari sisi agama juga nggak kalah aneh.

dalam bidang2 lain : Semua data buatan manusia kan juga dipakai , lha walaupun semua data itu buatan manusia sehingga mungkin salah karena manusia tidak sempurna ketika kamu menyatakan itu kamu perlu menjelaskan point dari materi yang kamu anggap mungkin salah tadi….

Bumi mengelilingi matahari …
Oh itu mungkin saja salah.
Kamu jelaskan mengapa dari materi tersebut kamu katakan mungkin salah.

Coklat menyebabkan kegemukan.
Oh kayaknya itu mungkin salah.
Mengapa kamu katakan mungkin salah, point dari materi yang kamu anggap mungkin salah di bagian mananya. alasannya apa…?

Sudut pandangnya saya rasa begitu.

Jadi karena saya menampilkan data ayat Amalek itu.
Dan kamu kayaknya nggak sreg dengan data itu, kamu sebutkan saja dari materi tersebut apa yang membuat kamu nggak sreg. Pada bagian mananya dari ayat itu yang membuat kamu yakin bahwa ayat itu MUNGKIN Salah.

Kamu sendiri kan mengatakan sebagian Alkitab isinya buatan manusia yang memungkinkan itu salah, sedangkan sebagian lain pasti benar. Pertanyaannya bagaimana kamu bisa membedakan hal itu sehingga kamu bisa yakin bahwa ayat Amalek itu masuk bagian yang MUNGKIN SALAH.

SALAM jell
See You

@Lovepassword

Tulisanmu:

Sedari awal itu kan sudah dijawab. Walaupun manusia memang tidak sempurna sehingga buatannya/rumusnya/anggapannya dan sebagainya memang tidak sempurna

>>Ha ha ha.

TERIMA KASIH LOVEPASSWORD!!!

Phuiih.. akhirnya….

Oke, sekarang Saya rekap lagi dari awal.

Jelasnggak:
“Perintah poligami itu bukanlah perintah dari TuH@n karena perintah dari Tuh@n tidak akan membuat sengsara manusia”

Lovepassword Tidak setuju:
“Ada perintah Tuh@n di alkitab yang mengakibatkan manusia sengsara, yaitu perintah pembunuhan bangsa amalek oleh yahudi”

Jelasnggak:
“Alkitab dibuat oleh manusia, sehingga ada kemungkinan salah”

Lovepassword pun setuju:
“manusia memang tidak sempurna sehingga buatannya/rumusnya/anggapannya dan sebagainya memang tidak sempurna………….Tetapi..dst…(kalimat terusannya ini bagian yg irrelevant jadi tidak saya ikutkan disini)”

==> Kalau sudah setuju bahwa alkitab MUNGKIN salah, berarti lovepassword sudah TIDAK BISA lagi menggunakan ayat amalek sebagai dasar untuk membantah argumentasi jelasnggak. Karena ayat amalek itu adanya di alkitab, dan alkitab mungkin salah.

Masak mengambil dasar dari sesuatu yang mungkin salah.

Saya contohkan biar lovepassword tambah pinter.

Lovepassword sudah setuju bahwa kitab primbon milik Eyang Slamet mungkin saja salah.
Tetapi ketika berusaha menjawab persoalan matematika di kelasnya,..lovepassword maksa menggunakan dalil dari kitab primbon eyang slamet.

Ha ha ha

Jika lovepassword maksa ingin tetap menggunakan ayat di dalam buku yang mungkin salah, itu artinya, lovepassword juga ingin berkata bahwa Qurannya/ayat poligami juga MUNGKIN SALAH, dan jika lovepassword mengakui bahwa Qurannya mungkin salah, maka terbukti bahwa Quran bukan dari TUh@N, karena sesuatu buatan Tuh@N TIDAK MUNGIN SALAH)

Maaf yang lain tidak saya respon, karena intinya sama saja dari jawaban kau yang lalu-lalu. Pada intinya, semua omongan kau itu irrelevant.

Kalau ngga ngerti irrelevantnya dimana, ya sudah, itu berarti kau oon.

Kalau ngga percaya yang saya katakan itu irrelevant, silahkan saja buktikan dan tanyakan kepada profesor logika mu he he he)

Terakhir,

Orang oon yang ngga tau apa itu Ad Hominem Tu quoue dan lalu menggunakannya untuk menyerang lawan bicaranya,,… endapannya(baca: end up -an nya = akhirnya ) pasti harakiri / bunuh diri macam si lovepassword ini.

.
.
.
.

Selesai juga akhirnya.

Sekedar memperjelas.

TUlisanmu Lovepassword:

Tetapi perlu kamu jelaskan pada sisi apa dari materi yang dibahas yang memang kamu anggap tidak sempurna.

.
.
Tidak cuma berhenti pada jawaban :

Karena Alkitab buatan manusia maka Alkitab nggak boleh dipakai sebagai data karena mungkin salah. ===> Ini kan jawaban yang aneh yang dari sisi pengetahuan murni ya aneh, dari sisi agama juga nggak kalah aneh.

>>He he he.

Kau baru saja menunjukkan kepada pembaca kalau kau itu ngga tau logika.

Silahkan baca lagi yang ini :

Logika mengatakan:

1. Manusia tidak sempurna. (lovepassword setuju)
2. Karena manusia tidak sempurna, maka buatan manusia mungkin salah (lovepassword setuju juga)
3. Alkitab buatan manusia (lovepassword setuju + pak haji pun setuju, juga pastor dan pendeta)
4. Maka,….(lovebebal setuju)
5. Alkitab itu ada kemungkinan salah. (lovepassword ngga mudeng)

Untuk 1-4 lovepassword sudah setuju, tapi kesimpulannya (nomor 5) lovepassword langsung menolak.

Yang kita bicarakan itu seputar 1-5.

Inneracy itu tidak masuk dalam wilayah 1-5.
Ayat amalek itu Detail yang TIDAK relevant dalam konteks 1-5

Selama masih nyambung dalam 1-5 itu masih relevant. Selain dari itu irrelevant.

Itu namanya “critical thinking” … seeeeeHhhddddddddddd ddappppp..

nGGA PERCAYA? tanya sana sama rhoma irama profesor mu..

ck..ck..ck….

Saodah saja ngertii….😆

@jelasnggak tercinta : Semangatmu cah..cah… Kalo melihat semangat juangmu kayaknya perdebatan ini bakal selesai setahun lagi Hik hiks…

PERTAMA : Semua buatan manusia memang mungkin salah tetapi tidak bisa sebuah data disalahkan hanya karena data itu buatan manusia….

Jika kamu menyalahkan teori bumi mengelilingi matahari misalnya, kamu jelaskan alasannya. Tidak bisa seenak udel cuma ngomong ah teori manusia , mungkin salah itu….

Lah teori yang kau omongkan kan juga omonganmu yang manusia yang mungkin salah juga… Kalo kamu ngomong :

Masak mengambil dasar dari sesuatu yang mungkin salah.

===? Yah silahkan saja kamu sebutkan dasar omonganmu : Ketika kamu mengatakan perintah Allah /bukan perintah Allah bisa ditentukan dari adanya manusia yang dirugikan/tidak – dasar omonganmu apa ?

Apakah dasar omonganmu pemikiran manusia atau bukan ???

Coba kamu jelaskan? Berikan datamu yang TIDAK MUNGKIN SALAH yang data atau pendapat itu bukan dari manusia karena manusia menurutmu MUNGKIN SALAH – sehingga bisa kita simpulkan bahwa omongan kamu benar ?

KEDUA : Kamu tidak mengatakan ALKITAB SALAH, kamu mengatakan sebagian isi ALkitab benar atau pasti benar karena katamu diinspirasi Allah, lha sebagian lainnya buatan manusia. Bagian yang buatan manusia membuat Alkitab mungkin salah.

Kaitannya dengan ayat Amalek yang kmu sisihkan , menurutmu apakah ayat itu termasuk ayat yang buatan manusia sehingga bisa kita buang ? Tidak boleh dipakai sebagai data ?
Kalo data itu termasuk bagian yang benar, tentuu saja berarti data boleh dipakai….

Inneracy itu tidak masuk dalam wilayah 1-5. ===> Inerrancy itu jawaban karena kamu mengatakan memangnya ilmu pengetahuan sama dengan agama ??? Memangnya bumi itu bulat itu sama dengan Alkitab ??? Jika kamu memakai bemper agama, saya hadapi itu dengan point agama , jika kamu mau berdebat dari sisi logika ya apa susahnya… Hik hik hik .. Kamu jelaskan saja sisi yang menurutmu mungkin salah di sebelah mana.

Ayat amalek itu Detail yang TIDAK relevant dalam konteks 1-5 ===> Kamu mengatakan point satu sampai lima itu kan dalam rangka menyisihkan ayat Amalek supaya tidak kupakai – jadi yah pola pemikirannya jangan dibolak-balik dong…Kamu mengatakan point satu sampai lima supaya kita membuang ayat Amalek itu dengan dalih ALKITAB MUNGKIN SALAH kan ?

Jika menurutmu sebagian isi Alkitab salah, apakah kesalahan itu menyentuh pada aspek yang kita diskusikan . Apakah ayat Amalek itu masuk pada point yang kamu anggap salah.. Jika iya , jelaskan alasanmu. Jika tidak, berarti ayat tersebut boleh dipakai…
Sederhana saja anak manis….

SALAM Jell
Nice to meet you

@lovepassword,

Perhatikan lagi ini.

Kau baru saja mengukuhkan kepada pembaca kalau kau itu bebalnya minta ampun.

Silahkan baca lagi yang ini :

Logika :

1. Manusia tidak sempurna. (lovepassword setuju)
2. Karena manusia tidak sempurna, maka buatan manusia mungkin salah (lovepassword setuju juga)
3. Alkitab buatan manusia (lovepassword setuju + pak haji pun setuju, juga pastor dan pendeta)
4. Maka,….
5. Alkitab itu ada kemungkinan salah. (lovepassword ngga mudeng)

Jika alasan nomor 1 – 4 sudah diterima, maka, kesimpulan nomor 5 HARUS diterima. Kalau kau tak menerima, kau harus tanya sama si rhoma irama😆 .. karena cuma rhoma irama yang tau rahasia itu😆

Kalau kau tanya : “Lalu salahnya alkitab tuh di mana, jell”.

Itu namanya kau goblok.😆 (karena pertanyaan mu itu ngga nyambung..😆 )

Nyanyi dulu ahh..

Perdamaian, perdamaian [4x]
Perdamaian, perdamaian [4x]

Banyak yang cinta damai tapi perang semakin ramai [2x]

Bingung bingung ku memikirnya [4x]
.
.

.
.

Tuh lihat, ..

Rhoma irama saja ngaku kalau dia itu BINGUNG melihat tingkahmu..:mrgreen:

@jelasnggak muridku termanis :

Kamu menyalahkan Alkitab itu hak kamu. Kamu dengan alasan kamu mengatakan Alkitab mungkin salah juga silahkan…
Apa aku memperdebatkan sisi itu ?

Aku ngomong soal inerrancy itu karena kamu tiba-tiba kebesaran gaya nyamber apakah bumi itu bulat agama ??? Kalo kamu pengin ngomong soal agama. ya kutunjukkan bahwa secara agama itu kamu juga salah gicu lho…. Hi hi hi

Lha point yang kuprotes awalnya kan aslinya tadinya juga bukan itu…

Kamu mengatakan sebagian sisi Alkitab salah/mungkin salah dan sebagian benar karena sebagian Alkitab diinspirasi Allah, sebagian yang lain buatan manusia…Bagian yang buatan manusia membuat Alkitab mungkin salah.

Aku bilang silahkan saja kalo mau berpendapat begitu biarpun itu jelas-jelas membuat kamu layak dilempar sandal jepit sama pasturmu.. Tp itu kan urusanmu…Kali kamu dibilangi ngeyel terus , yah kau nikmatilah kepinteran kamu sendiri…

Yang aku tanyakan itu : Kamu menyalahkan dataku atas dasar Alkitab mungkin salah.( ini melanggar inerrancy tapi kalo kamu maksa nggak mau dibilangi ya ini urusanmu ) .. Darimana bisa kamu simpulkan dataku ayat Amalek itu termasuk ayat Alkitab yang kamu anggap salah… Kalo kamu anggap data itu salah, lha yang benar mestinya bagaimana, alasannya apa…

bagaimana bisa kamu bedakan mana ayat yang salah/mungkin salah dalam Alkitab dan ayat yang kamu anggap pasti benar…

dari itu, bagaimana bisa kamu simpulkan bahwa ayat Amalek adalah termasuk data atau ayat yang salah sehingga tidak boleh dipakai …

Pertanyaannya sejak awal itu di situ….Dan kamu berpura-pura tidak tahu bahwa inti pertanyaanku itu di situ…

Kalo kamu mau pidato Alkitab bisa salah, mungkin salah karena sebagian Alkitab buatan manusia , silahkan saja… Itu hak kamu- urusanmu. Saya cuma memberitahu , kalo maksa ya itu urusanmu kamu kan…?

Lha urusan saya adalah kamu menyalahkan dataku.. Kamu mau mengatakan bahwa ayat Amalek itu nggak boleh dipakai kan ??? Lha sekarang pertanyaannya kuikuti saja tarianmu… Darimana bisa kamu simpulkan bahwa ayat Amalek itu termasuk bagian Alkitab yang salah/mungkin salah…??? Darimana kamu bisa membedakan mana ayat Alkitab yang mungkin salah atau mana ayat Alkitab yang pasti benar…?

Silahkan dijawab anak manis….

karena menurutmu yang berasal dari manusia mungkin salah, mungkin kamu mau mencoba mencari jawaban yang bukan dari manusia…😉

SALAM Cah

============================================

Kalo kamu masih bingung juga atau pura2 bingung🙂

Tak kasih analogi sedikit :

jelasnggak : Teori Rumus Einstein E = mc kuadrat itu mungkin salah
lovepassword : Alasanmu apa jell ?
jelasnggak : Karena Einstein manusia… Semua manusia mungkin salah kan?
lovepassword : Iya semua manusia mungkin salah, tetapi alasanmu apa kamu menyalahkan/menganggap mungkin salah rumus itu?
jelasnggak : Kamu nggak tahu logika ya …
Kamu sepakat kan kalo Einstein manusia
Kamu juga sepakat kalo namanya buatan manusia mungkin salah…
Lha sekarang kalo aku ngomong bahwa E=mc kuadrat mungkin salah ya itu kesimpulan yang sudah seharusnya… Ihhh kamu nggak tahu logika….

lovepassword : Iya sayang, tetapi bagian dari rumus itu yang kamu anggap mungkin salah di sebelah mananya ?
jelasnggak : dasar kamu tahu nggak tahu logika. Bagian mana yang salah ya irrelevan , yang penting rumus itu mungkin salah, karena buatan manusia. Lha karena mungkin salah maka rumus itu nggak boleh dipakai…

lovepassword : Lha semuanya kan ya buatan manusia jell, kalo semua yang buatan manusia nggak boleh dipakai, terus yang harus dipakai manusia apaan jell?
jelasnggak ” Itu irelevan.. Yang jelas karena einstein manusia dan manusia mungkin salah, maka rumus einstein nggak boleh dipakai…data itu , rumus itu harus disingkirkan…
lovepassword😦 Ngelus dada: Dadanya sendiri pasti )

============================================

Kamu mau ngomong apa lagi cah… Masih pura2 nggak paham error kamu di mana… Atau masih mau ngomong Rumus Einstein itu emangnya sama dengan agama ???

Lha wong secara agama kamu juga salah … Hi Hi hi…

Kan aku sudah bilang : Secara logika kamu itu salah… Karena tidak bisa menjelaskan kesalahan datanya ada dimana… Jika kamu menyalahkan data atas alasan karena itu buatan manusia, ya semua hal , semua pengetahuan , rumus, dsb ya semuanya buatan manusia. Nggak ada yang protes soal itu. Kalo kamu menyalahkan data silahkan kamu jelaskan apa yang salah/mungkin salah dari data itu…..

Lha kalo kamu ngomong lagi emangnya logika sama dengan agama, yah sekali lagi secara agama Kristen, kamu itu juga bermasalah karena menabrakkan dirimu keras-keras dengan konsep Inerrancy…

Jadi dari segala aspek nilaimu saat ini minus….
Besok kamu ujian ulang saja jell

SALAM Cah
GBU

@Lovepassword,

Saya ngga usah banyak2 nulis.

1. Jelasnggak:
“Perintah poligami itu bukanlah perintah dari TuH@n karena perintah dari Tuh@n tidak akan membuat sengsara manusia”

2. Sanggahan (Lovepassword Tidak setuju):
“Ada perintah Tuh@n di alkitab yang mengakibatkan manusia sengsara, yaitu perintah pembunuhan bangsa amalek oleh yahudi”

3. Jelasnggak (sanggahan atas sanggahan lovepassword):
“Alkitab dibuat oleh manusia, sehingga ada kemungkinan salah”

4. Lovepassword pun setuju atas sanggahan no.3 dari jelasnggak:
“manusia memang tidak sempurna sehingga buatannya/rumusnya/anggapannya dan sebagainya memang tidak sempurna………….Tetapi..dst…(kalimat terusannya ini bagian yg irrelevant jadi tidak saya ikutkan disini)”

Kesimpulan:

>> Dengan setujunya lovepassword (no.4), maka, keberatan lovepassword di nomor 2 pun sudah terjawab. Dengan demikian, hasil akhir adalah, perintah poligami itu bukanlah perintah dari Tuh@n,.. tapi dari si kang tepu.
.
.
.

Analogy sederhana.

1. PDIP: “Saya mau kasus Century di tutup”

2. Golkar: “Tidak bisa, kalau mau ditutup, sri mulyani di lengser dulu”

3. PDIP : “Gimana kalau sri mulyani di suruh pergi saja ke luar negeri..?”

4. Golkar: “Ya! kami setuju.!”

.
.
Apa hasil akhirnya…?

Hasil akhirnya adalah kasus Century di tutup, karena Golkar dan PDIP sudah setuju…..

Gampang banget.

Lovepassword sudah setuju bahwa kitab primbon milik Eyang Slamet mungkin saja salah.
Tetapi ketika berusaha menjawab persoalan matematika di kelasnya,..lovepassword maksa menggunakan dalil dari kitab primbon eyang slamet.

Ha ha ha….

Kamu sendiri yang mengatakan bahwa Primbon Eyang Slamet sebagian isinya pasti benar…

Lha aku pengin tahu dulu, apakah yang kita bahas masuk bagian primbon yang kamu anggap benar, atau yang kamu anggap salah…

Jika kamu anggap termasuk bagian primbon yang salah, ya tolong jelaskan alasanmu, gimana sih cara membedakan bagian isi primbon yang salah dan yang benar. Atau memang Kitab Primbon itu sedemikian tidak berharga di matamu sehingga sebaiknya harus ditolak , dibuang seluruhnya ???

SALAM Cah

Lha aku pengin tahu dulu, apakah yang kita bahas masuk bagian primbon yang kamu anggap benar, atau yang kamu anggap salah…

>>ini adalah i.r.r.e.l.e.v.a.n.t….

Budeg yaa..?

.
.
.

ngga di biasakan mikir sih..

Kalo kamu masih bingung juga atau pura2 bingung🙂

Tak kasih analogi sedikit :

jelasnggak : Teori Rumus Einstein E = mc kuadrat itu mungkin salah
lovepassword : Alasanmu apa jell ?
jelasnggak : Karena Einstein manusia… Semua manusia mungkin salah kan?
lovepassword : Iya semua manusia mungkin salah, tetapi alasanmu apa kamu menyalahkan/menganggap mungkin salah rumus itu?
jelasnggak : Kamu nggak tahu logika ya …
Kamu sepakat kan kalo Einstein manusia
Kamu juga sepakat kalo namanya buatan manusia mungkin salah…
Lha sekarang kalo aku ngomong bahwa E=mc kuadrat mungkin salah ya itu kesimpulan yang sudah seharusnya… Ihhh kamu nggak tahu logika….

>>Memangnya mempertanyakan poligami dengan mempertanyakan rumus enstein itu sama yaa…?

Memangnya saya sedang bertanya rumus enstein..?

Duh,…

Gebeleknya.

nih bandingkan dengan yang sedang terjadi.

Jelasnggak: “Perintah poligami itu bukanlah perintah dari TuH@n karena perintah dari Tuh@n tidak akan membuat sengsara manusia”
Lovepassword: “Tidak setuju. Ada perintah Tuh@n di alkitab yang mengakibatkan manusia sengsara, yaitu perintah pembunuhan bangsa amalek oleh yahudi”
Jelasnggak : “Alkitab dibuat oleh manusia, sehingga ada kemungkinan salah”
Lovepassword : “Oke saya setuju kalau alkitab itu mungkin salah”

Jelasnggak: “Ya sudah. Itu berarti ayat amalek kau tidak bisa digunakan sebagai dasar bantahan”

.
.
.

Coba bandingkan..? beda kan…?

.
.

Bingung-bingung aku bingun..

@jelasnggak nan imut :

Lha aku pengin tahu dulu, apakah yang kita bahas masuk bagian primbon yang kamu anggap benar, atau yang kamu anggap salah…

>>ini adalah i.r.r.e.l.e.v.a.n.t….

===> Kamu mengatakan Alkitab mungkin salah kan dalam rangka agar aku tidak bisa memakai ayat Amalek itu. Jadi substansinya asal muasalnya memang di situ. Kamu mengatakan Alkitab mungkin salah karena sebagian isinya memang pasti benar serta sebagian yang buatan manusia membuatnya bisa salah, lha pertanyaannya darimana bisa kamu simpulkan bahwa ayat Amalek itu termasuk ayat di Alkitab yang berasal dari buatan manusia yang tidak diinspirasi oleh Allah ???

Jika kamu mengatakan ayat Amalek tidak bisa dipakai atau datanya mungkin salah, kamu harus memastikan bahwa bagian data itu memang yang salah. Bukan data yang lain. Silahkan kamu cerita kan Alasanmu bagaimana membedakan ayat yang pasti benar dalam Alkitab dan ayat yang menurutmu meragukan kebenarannya…

==============================================
1. Jelasnggak:
“Perintah poligami itu bukanlah perintah dari TuH@n karena perintah dari Tuh@n tidak akan membuat sengsara manusia”

2. Sanggahan (Lovepassword Tidak setuju):
“Ada perintah Tuh@n di alkitab yang mengakibatkan manusia sengsara, yaitu perintah pembunuhan bangsa amalek oleh yahudi”

3. Jelasnggak (sanggahan atas sanggahan lovepassword):
“Alkitab dibuat oleh manusia, sehingga ada kemungkinan salah”

4. Lovepassword pun setuju atas sanggahan no.3 dari jelasnggak:
“manusia memang tidak sempurna sehingga buatannya/rumusnya/anggapannya dan sebagainya memang tidak sempurna………….Tetapi..dst…(kalimat terusannya ini bagian yg irrelevant jadi tidak saya ikutkan disini)”

===> Kamu sungguh terlalu maksa murid TKku nan imut. Hmmmm,….( geleng-geleng )

Kamu mengatakan sebagian Alkitab mungkin salah karena buatan manusia. Tetapi kamu tidak berani menyebutkan apakah ayat Amalek termasuk bagian yang bukan diinspirasi oleh Allah ? Kamu selalu mengatakan irelevan…

Yang penting karena sebagian Alkitab menurutmu adalah buatan manusia maka Alkitab tidak layak dipakai sebagai data…

Dari sisi ilmu pengetahuan kamu jelas salah, karena menyalahkan sebuah data tanpa menyebutkan kesalahan pada data itu….Kamu malah menyalahkan manusianya…🙂

Dari sisi agama, pendapatmu semakin lama semakin menyeramkan bahkan rasanya tidak ada kelompok liberal dalam agama manapun yang segila kamu Hi Hi Hi…Demi menyerang agama lain sampai sedemikian parahnya menjelek-jelekkan agama sendiri …😦

Dari paparanmu tersebut :

pakah Kamu mau ngomong bahwa Alkitab layak dianggap sampah seluruhnya , tidak layak dipakai sebagai data karena ada bagiannya yang buatan manusia ???
Kamu bermaksud ngomong Alkitab tidak layak dipakai dalam diskusi agama karena Alkitab mungkin salah… Bener gitu substansi omonganmu…

Karena ada bagiannya yang salah, ya sudah kita buang saja Alkitab, nggak boleh dipakai. Dalam bahasa gamblang kamu mau ngomong ginikah ???

Masalah inerrancy , kesalahanmu sudah besar. Dengan memaksakan logika konyolmu yang terakhir ini kesalahanmu lebih besar lagi…

Silahkan dijawab saja : Jika Alkitab memang mungkin salah, apakah sebagai sebuah data , Alkitab perlu kita anggap sebagai sampah seluruhnya yang emang layak dibuang seluruhnya ????

Jika tidak, silahkan buktikan bagaimana cara membedakan mana ayat yang menurutmu pasti berasal dari Allah dan mana yng tidak. Serta silahkan kamu jelaskan mengapa ayat Amalek itu kamu anggap sebagai ayat yang bukan berasal dari Allah…

Bisa menjawab…

Kalo kamu maksa cah… kamu akan semakin terjepit… Sekarang pun posisimu gak ada enak-enaknya.. Mendingan kamu mundur sajalah… ( Cuma saran sih😀 )

SALAM jell
GBU

@Lovepassword,

Saya tidak akan mengikuti kemauanmu menjawab masalah yang ngga nyambung.

Saya sudah mencontohkan banyak sekali.

Contoh2 itu menunjukkan bahwa pertanyaanmu irrelevant.

Yang paling penting sekarang ini adalah : Kau sudah setuju kalau alkitab itu mungkin salah.

Dengan demikian, lovepassword tak bisa mempertahankan sanggahannya(yang menunjuk/adhominem ke alkitab – lovepassword sudah setuju bahwa alkitab mungkin salah).

usai sudah pembicaraan ini.

Hasil akhir : Poligami memang bukan perintah dari Tuh@n karena yang namanya perintah dari TuH@n itu selalu membawa kebaikan bagi manusia.

~~~

Analogy sederhana dari pembicaraan ini (rekap):

1. PDIP: “Saya mau kasus Century di tutup”

2. Golkar: “Tidak bisa, kalau mau ditutup, sri mulyani di lengser dulu”

3. PDIP : “Gimana kalau sri mulyani di suruh pergi saja ke luar negeri..?”

4. Golkar: “Ya! kami setuju.!”

.
.
Apa hasil akhirnya…?

Hasil akhirnya adalah kasus Century di tutup, karena Golkar dan PDIP sudah setuju…..

Pararelnya:

1.Jelasnggak: “Perintah poligami itu bukanlah perintah dari TuH@n karena perintah dari Tuh@n tidak akan membuat sengsara manusia”

2. Lovepassword : “Tidak setuju. Ada perintah Tuh@n di alkitab yang mengakibatkan manusia sengsara, yaitu perintah pembunuhan bangsa amalek oleh yahudi”

3. Jelasnggak : “Alkitab dibuat oleh manusia, sehingga ada kemungkinan salah”

4. Lovepassword : “Ya saya setuju !”.

.
.

>> Hasil akhir: Perintah Poligami Bukan dari Tuh@N (karena lovepassword tidak bisa menyanggah lagi)

>>Poligami membawa kemudharatan bagi manusia (wanita/istri terdahulu). Sehingga ini tidak bisa dikatakan sebagai perintah dari Tuh@n. Karena perintah dari Tuh@n tidak akan membawa kemudharatan kepada manusia.

(mungkin itu perintah dari OWOH-nya si muhammad kalee😆 )

Gampang banget.
.
.
.
.

@Lovepassword,

Kalau mau lanjut,

Silahkan kemukakan bantahan yang lain (yang bukan berasal dari alkitab)

Biar ngga capek.

Salam.

Logika :

1. Manusia tidak sempurna. (lovepassword setuju)
2. Karena manusia tidak sempurna, maka buatan manusia mungkin salah (lovepassword setuju juga)
3. Alkitab buatan manusia (lovepassword setuju + pak haji pun setuju, juga pastor dan pendeta)
4. Maka,….
5. Alkitab itu ada kemungkinan salah. (lovepassword TIDAK SETUJU, alasan dia tidak setuju adalah : “Jelaskan dulu salahnya dimana, jell… ” )

Jelasnggak : Duh….!!

Komentar lain:

SITI KHADIJAH: ” Lovepassword jangan gitu yaa….”

SAWDA BINT ZAM’A: “oh oh oh…kok bisa oon gini..”

AISHA SIDDIQA: “…..Dia lama Ya….”

HAFSAH BINT UMAR: “… huh.. ….. saya saja ngerti…”

ZAINAB BINT KHUZAYMA: “….ooOh .. tolong..”

SALAMA BINT UMAYYA: “.. ah yang bener aja dong..”

ZAYNAB BINT JAHSH: “ck..ck..ck..lucunyaaaa”

JUAYRIYA BINT AL-HARITH: “.. malu-malu-in ihh…”

SAFIYYA BINT HUYAYY: ” .. ini mau ngelawak yaa ??”

UMMU HABIBA BINT SUFYAN: “jaka sembung bawa guitar, ngga nyambung JRUEENGG….!!”

@jelasnggak yang manis :

Senenge kok maksa lho…. Padahal posisimu itu babar blas gak ada bagus-bagusnya… Coba kalo kamu mau mundur atau ngasih kesimpulan yang enakan di kuping, mungkin aku mau sedikit berbaik hati cah…😉 Hiks

Kamu mengatakan sebagian isi Alkitab pasti benar karena diinspirasi Allah, lha sebagian yang lain mungkin salah karena buatan manusia. Bagian yang buatan manusialah yang membuat Alkitab bisa salah…

Dari pernyataanmu sendiri ( walaupun membuat bingung teman2mu sendiri hik hik hik), maka bisa kita simpulkan bahwa bagian yang mungkin salah dalam Alkitab adalah sebagian , tidak semuanya…

Lha pertanyaannya ketika saya memberikan data ayat dari Alkitab, darimana bisa kamu simpulkan bahwa data itu yaitu ayat Amalek bukan termasuk ayat yang diinspirasi Allah ???

Bisa menjawab anak manis ???

Atau justru lebih parah lagi, kamu mau ngomong karena sebagian Alkitab menurutmu mungkin salah, maka mendingan Alkitab kita buang saja seluruhnya – tidak pantas dipakai sebagai data sama sekali …. ?

Saya ingatkan sekali lagi anak manis, pendapatmu semakin hari semakin menyeramkan…

Kamu mengatakan Alkitab mungkin salah – itu saja bisa membuat pusing temanmu yang tahu konsep biblical inerrancy…

Lha sekarang lebih fatal lagi, atas dasar anggapanmu bahwa sebagian Alkitab bukan diinspirasi oleh Allah, kamu ingin agar Alkitab dibuang seluruhnya , diabaikan sama sekali – tidak boleh dipakai sebagai data… Hmmm sebuah pendapat berani mati yang bahkan aliran2 liberal pun tidak akan melakukan itu… ;(

Kasihan sekali cah….

Rupanya egomu telah membutakan mata hatimu….

Salam Anak Manis
GBU

Kamu mengatakan sebagian isi Alkitab pasti benar karena diinspirasi Allah, lha sebagian yang lain mungkin salah karena buatan manusia. Bagian yang buatan manusialah yang membuat Alkitab bisa salah…

Dari pernyataanmu sendiri ( walaupun membuat bingung teman2mu sendiri hik hik hik), maka bisa kita simpulkan bahwa bagian yang mungkin salah dalam Alkitab adalah sebagian , tidak semuanya…

>> karena kau geblek, maka kau menyimpulkan sendiri perkataan lawan bicaramu (secara salah pulak ).

Saya tak pernah berkata bahwa saya membagi-bagi alkitab: ada bagian yang benar dan ada yang buatan manusia (seperti kata-kata kau itu).

Saya hanya mengatakan bahwa alkitab mungkin salah karena manusia yang menulis/membuat.

“Kemungkinan itu ada”.

Dan kau sudah setuju bahwa kemungkinan itu ada.

Alasan kemungkinan itu ada adalah karena alkitab buatan manusia dan manusia tidak sempurna.

Esensinya adalah “ada kemungkinan bahwa alkitab salah” .. dan bukannya “di bagian mana salahnya”.

Karena kau sudah setuju (bahwa kemungkinan alkitab salah itu memang ada), maka, kau tak bisa lagi menggunakan alkitab untuk dasar bantahan. Kalau kau maksa tetap menggunakan alkitab, itu sama saja kau juga mengatakan kalau quranmu juga memiliki kemungkinan untuk salah.

Dari sini saja sudah keliatan kalau kau sudah minggir ke pojok. Maju kena mundur kena kalau kata warkop.

Semua jawaban dari komentar ngga nyambung-mu (irrelevant) ada di sini :

https://jelasnggak.wordpress.com/2010/05/29/muslim-yang-sejati/#comment-6832

Itu jawabannya.

Kalau kau ingin cari alasan lain selain dari alkitab, saya akan teruskan, … kalau tidak, saya akan terus menjawab menggunakan link. (karena buang waktu ngomong sama orang ngga ngerti arti irrelevant)

jell.. jel, yang menyalahkan Alkitab itu jelas-jelas kamu bukannya aku…
Aku menampilkan sebuah data dari Alkitab untuk menjelaskan bahwa Allah /bukan Allah bisa dihakimi atas dasar ada manusia yang dirugikan.diuntungkan adalah sebuah konsep yang tidak benar…

Salah satu data untuk menjawab argumentasimu adalah ayat Amalek itu

Lha kamu menjawab seenak udelmu dengan mengatakan Alkitab mungkin salah karena buatan manusia.

Ini kekonyolan pertamamu…

Kekonyolan keduamu karena kamu bermaksud mempertahankan kekonyolan pertamamu kamu melakukan kekonyolan lanjutan…

Aku bertanya padamu : Jika buatan manusia kamu anggap mungkin salah, apakah ayat yang saya tampilkan itu termasuk bagian yang kamu anggap salah ???

Kamu memilih tidak menjawab dengan mengatakan irrelevan, bahkan lebih sadis lagi kamu membela diri dengan melakukan kekonyolan berikutnya :
Alkitab mungkin salah, karena buatan manusia sehingga Alkitab tidak boleh dipakai . Alkitab sebaiknya dibuang saja , tidak boleh dipakai sebagai data dalam diskusi… Demikian kurang lebih pendapatmu kan…?

Anakku yang malang….🙂
Kacian dikau cah….

Saya kan sudah ngomong jika kamu memang ingin ngomong ayat AMAlek itu salah, lha tolong dijelaskan alasannya… Karena yang kita bahas itu bagian itu…

Tidak bisa atas dasar alasan karena itu buatan manusia terus dianggap salah total, selayaknya dibuang total… Jika ayat itu kamu anggap termasuk yang salah ya kamu jelaskan. Jika kamu anggap benar ya berarti boleh kan dipakai sebagai data…

Sederhana saja cah….

Saranku sih mendingan nggak usah maksa….

SALAM Iya
See You

@jelasnggak nan imut imut :

Karena kau sudah setuju (bahwa kemungkinan alkitab salah itu memang ada), maka, kau tak bisa lagi menggunakan alkitab untuk dasar bantahan

====> Kasihan sungguh kasihan, setelah kamu melakukan dosa pertamamu secara sengaja menabrak inerrancy, yang jelas2 membuat pusing pakar2 Kristen – eh kamu melakukan kesalahan lanjutan yang berdampak sistemik dengan mengatakan karena Alkitab bisa salah, maka Alkitab harus dibuang total tidak boleh dipakai sebagai data… Hmmmmm….

Manusia… manusia senengnya membuat pusing diri sendiri….

Kita toh melihat data di mana-mana dan semua data itu hasil penelitian, pengamatan manusia yang secara manusiawi mungkin salah, tetapi tidak bisa sebuah data disalahkan hanya karena alasan buatan manusia…
Jika kamu menyalahkan sebuah data silahkan ditunjukkan bagian yang salah dari data itu apa…

Jika kamu mengatakan ayat Amalek tidak layak dipakai silahkan kamu sebutkan alasannya.

Hmmm secara kejam kamu membuang total Alkitab demi napsumu menyamber kanan kiri … Duh…. TK ya TK tetapi cerdas sedikit apa nggak bisa tho cah….

SALAM Ya Jell
See You

Salam lagi deh

Wow…. seru banget duelnya… sampai juling ini mata lihat thread yang bersarang-sarang dan panjang-panjang!! Ok deh… silahkan teruskan duelnya….😆

@lovepassword.

Logika :

1. Manusia tidak sempurna sehingga bisa salah
2. Alkitab dibuat/ditulis oleh manusia
3. Alkitab mungkin salah
4. Lovepassword sudah setuju bahwa alkitab mungkin salah.
5. Lovepassword menggunakan ayat dari alkitab untuk membela ayat quran (Poligami)
6. Kesimpulan : Secara tidak langsung Lovepassword mengatakan bahwa ayat poligami (Quran) juga buatan manusia dan mungkin salah.

Aneh tapi nyata, lovepassword malah bertanya begini,

Lovepassword: “Salahnya alkitab itu di bagian mana, Jell”
.
.

Jelasnggak pun menjawab : “itu Irrelevant”

Salam.

referensi:

1. https://jelasnggak.wordpress.com/2010/05/29/muslim-yang-sejati/#comment-6832

2. https://jelasnggak.wordpress.com/2010/05/29/muslim-yang-sejati/#comment-6824

3. https://jelasnggak.wordpress.com/2010/05/29/muslim-yang-sejati/#comment-6819

4. dan masih banyak lagi.

.
..
.
@mas Yari saja tersenyum-senyum melihat kelakuanmu..

Jangankan mas yari (jago matematika)……… saodah (istri Muhammad) juga ter-kikik.

Capee deeehh.

Sekarang masalah innerancy.

Logika :

1. Manusia tidak sempurna sehingga bisa salah
2. Alkitab dibuat/ditulis oleh manusia
3. Alkitab mungkin salah
4. Lovepassword sudah setuju bahwa alkitab mungkin salah.

Aneh tapi nyata, lovepassword malah bertanya begini,

Lovepassword: “kamu menentang innerancy, Jell”

Jelasnggakpun jadi bingung : Dari logika 1-4 di atas, dimanakan Relevansi dari innerancy..?

.
.
.
ck..ck..ck

Kacian dikau jel…
🙄

betul… betul… betul….
😀

Hmmmm :D… jelasnggak…jelasnggak….
jan…jan……..😉

Kamu serius memang berniat meneruskan perkataan-perkataanmu dengan segala romantikanya , cah ?

Ketika kamu mengatakan sebagian Alkitab salah karena buatan manusia , kamu sudah konsultasi belum sama pastur2mu ?

Saat kamu mencoba membuang Alkitab secara total karena ada bagiannya yang menurutmu mungkin salah, kamu apa ya nggak mikir atau malah sekedar maksa. Bermaksud mati bersama gicu..😦 … Nggak perlulah kamu melakukan aksi bunuh diri memakai mercon cabe rawit untuk mencoba menghancurkan Monas… Cah…

Kalo saranku sih mendingan kamu kalem2 saja, mundur gicu atau ngasih kesimpulan win win solution lah… Hi Hi hi…

Tetapi kalo kamu sungguh merasa jagoan, ya silahkan diterus-teruskan saja…

Kejadian seperti ini toh bukan yang pertama kali terjadi… Sudah berapa kali sih kamu ngomong pidato ngedumel sok jagoan di depan terus endingnya jadi jelek gini… ? Dan kamu anehnya nggak belajar juga dari pengalaman masa lalu…

Anak muda..anak muda… Semangatmu sungguh besar….😉

Hik Hik hik Ingin kulihat berapa lama lagi kamu berhasil lari-lari muteri tiang bendera …

..Kalo dilihat dari posisimu mah itu kritis,😦 bener nggak cah ??? Kamu pasti sadarlah itu, kalo nggak sadar ya bukan jelasnggak murid TKku yang keren gicu kan😀

Aku itu sebenarnya cuma membayangi mengikuti step by step pernyataanmu… Kalo kamu nggak njawab seenak udel mancing2 – yang kamu malah nggak bakal kepancing gaya omonganmu sendiri…

Gimana cah … aku ngasih tawaran enak lho : Mau terus atau mau makan bakso dulu ???
Silahkan kamu pikirkan kesimpulan yang rada waras, kalo kamu mau. Kita bisa menutup thread ini dengan happy ending.. hi hi hi

Itu kalo mau lho…, jadi jangan merasa dipaksa yah…

Salam jell…

Senang ngobrol denganmu cah

See You

Kacian dikau jel…
🙄🙄🙄

@Lovepassword.

referensi:

1. https://jelasnggak.wordpress.com/2010/05/29/muslim-yang-sejati/#comment-6832

2. https://jelasnggak.wordpress.com/2010/05/29/muslim-yang-sejati/#comment-6824

3. https://jelasnggak.wordpress.com/2010/05/29/muslim-yang-sejati/#comment-6819

Jika lovepassword masih memaksa menggunakan ayat amalek untuk melakukan pembelaan terhadap ayat poligami di quran,… maka, …itu sama saja lovepassword mengakui bahwa QURAN ITU MUNGKIN SALAH – Quran buatan manusia (seperti alkitab)

Terima kasih.

1. Manusia tidak sempurna sehingga bisa salah
2. Alkitab dibuat/ditulis oleh manusia
3. Alkitab mungkin salah
4. Lovepassword sudah setuju bahwa alkitab mungkin salah.
5. Lovepassword menggunakan ayat dari alkitab untuk membela ayat quran (Poligami)
6. Kesimpulan : Secara tidak langsung Lovepassword mengatakan bahwa ayat poligami (Quran) juga buatan manusia dan mungkin salah.

===> Ada dua sisi.
Allah dan Manusia…

Allah itu sempurna bahkan sering kita sebutkan sifatNya dengan kata MAHA, sedangkan manusia tidak sempurna, bisa saja melakukan kesalahan dsb

Ketika kita melakukan pembelaan, pemikiran, atau penafsiran atau apapun tindakan yang kita kaitkan dengan Tuhan, maka bukan berarti kita mendadak berubah jadi Allah. Tetap saja kita manusia lengkap dengan potensi kesalahan kita, karena itulah agama mengajarkan bahwa semuanya adalah rahmat bukan karena kekuatan manusia. Mengapa ? Karena memang manusia berpotensi salah.

Ketika manusia bicara soal Allah, memikirkan mendiskusikan Allah, Firman Allah, ajaran agama, dsb – Karena kamu manusia dan saya manusia – tentu saja Tidak ada jaminan yang kita lakukan itu benar.
Lha kegeblekan kita masing2 tidak ada hubungannya dengan kesalahan Allah. Itu dua point yang terpisah…

Begitupun jika kita membahas Allah, Kalam Allah, ajaran agama dari sisi tertentu yang kita inginkan. Tidak lantas karena kita membahasnya memakai ilmu buatan manusia semacam Fisika, Biologi, Matematika atau Bahasa atau lainnya yang rumusnya kita anggap bisa salah karena buatan manusia.segalanya bisa salah karena aspek manusiawi manusia – Itu lantas dihubungkan : Karena kita salah/mungkin salah atau memakai ilmu yang mungkin salah maka kemudian Allah juga ikutan salah, atau mungkin salah.

Jika seorang pakar biologi misalnya mencoba melakukan telaah tertentu, atau pakar lain, misalnya melakukan telaah pada bidang atau aspek yang dekat dengan dirinya, juga tidak lantas secara aneh disimpulkan bahwa dia menyamakan agama dengan biologi atau fisika. Atau lebih parah lagi kalo dianggap menyamakan Allah dengan ilmu buatan manusia yang bisa salah.

Semua ilmu datangnya dari Allah, tetapi memang benar bahwa karena kelemahan manusia maka semua ilmu, rumus, pernyataan ahli, dsb bisa saja salah. Lha point mungkin salah ini tidak bisa dihubungkan dengan mungkin salah pada point lainnya.
Jika ahli biologi misalnya salah, tidak lantas identik dengan Allah salah, karena ilmu biologi asalnya dari Allah😀
Begitu juga sebaliknya jika ahli biologi membaca buku atau menganalisa aspek biologi tertentu dan mendadak merasa semakin dekat dengan Allah, atau semakin kagum dengan kebesaran Allah – tidak lantas bisa dikorelasikan bahwa dia menyamakan Allah mungkin salah karena ilmu biologi yang dia pelajari juga bisa salah

Mengapa mesti manusia berpikir jika tahu bahwa pikiran bisa salah ? mengapa manusia memakai biologi misalnya walaupun tahu biologi bisa salah? Mengapa manusia memakai wikipedia misalnya meskipun tahu wikipedia bisa salah ?

Karena semua itu harus dilihat sebagai bagian dari usaha manusia. Menyadari keterbatasan manusia tidak sama artinya dengan tidak berusaha.

SALAM

hi hi

Gak ngerti…ngomong apa.


Jika lovepassword masih memaksa menggunakan ayat amalek untuk melakukan pembelaan terhadap ayat poligami di quran,… maka, …itu sama saja lovepassword mengakui bahwa QURAN ITU MUNGKIN SALAH – Quran buatan manusia (seperti alkitab)

Jika emengan lovepassword di atas intinya adalah pengakuan bahwa memang benar, bahwa quran/ayat poligami itu buatan manusia,… ya seperti kata si unyil di akhir ceritanya : “sampai di sini dulu teman-teman”… yang artinya, kata2 jelasnggak yang dulu sekali itu “poligami bukanlah ayat dari Tuh@n .. dst.. ” …. adalah pernyataan yang bisa diterima (pernyataan benar)

Hi Hi Hi, elo ndak niat ngomong aslinya kan ? Cuma mengulang pernyataan yang sama.. He he he…
Oke deh….

Inti omonganku itu sederhana : Ketika manusia membahas Allah ya tentu saja pasti bahasan manusia. Manusia membahas apa saja ya memang bisa salah.

Mana bisa manusia membahas Allah pake pikiran Allah. Lha karenanya memang manusia bisa salah, tetapi tidak bisa dihubungkan antara kesalahan manusia/lkemungkinan adanya kesalahan dalam pemikiran, data, dsb milik manusia dengan kesalahan pada Allah.

Tetapi biarpun demikian dalam lingkup manapun ketika seseorang menyalahkan sebuah data, tentu bagian atau point dalam data itu yang harus dibahas, bukan malah aspek manusiawi manusia yang dikambinghitamkan.

Semua ilmu seperti bumi mengelilingi matahari, bumi itu bulat, rumus pitagoras dsb ya buatan manusia, tetapi kalo menganggap rumus itu terindikasi salah ya silahkan dibahas pada bagian apa dari teori itu yang salah.

Oke cah….

Kalo diskusi ini saya tutup dengan mesra, kamu keberatankah ?

Kayaknya nggak iya ??? Menurutku sih nggak, tapi kalo kamu memang bermaksud melanjutkan diskusi , silahkan ngomong iya… aku kan bukan tukang paksa…😀 ….Tetapi saya sungguh menyarankan kalo kamu tidak meneruskannya😉

Kesimpulan :

jelasnggak beranggapan bahwa Allah atau bukan Allah, bisa dinilai dari apakah ada manusia yang dirugikan atau tidak. Atas dasar anggapannya tersebut dia bermaksud menilai poligami

lovepassword menilai bahwa pernyataan itu tidak tepat. Karena ada data yang menunjukkan bahwa ada juga perintah Allah, tindakan Allah, dsb yang merugikan sebagian manusia atau menyakitikan bagi sebagian manusia. Karena dasar argumentasi tersebut tidak bisa dipertanggung jawabkan, mana dasar argumentasi tersebut tidak bisa dipakai untuk menyalahkan atau menghakimi apapun.

Bicara mengenai manusia tentu subjektif sehingga tidak bisa rasa dirugikan sebagian manusia, rasa tersakiti manusia bisa langsung dikaitkan dengan berasal dari Allah atau bukan berasal dari Allah…

Itu pendapat masing-masing iya…Kurang lebih intinya gitu.

============================================

Menimbang kemurahan hati murid TKku jelasnggak, diskusi ini rasanya bisa ditutup dengan damai…😀

Kasus ini saya anggap selesai, tetapi Siapa saja yang masih berminat nyamber dipersilahkan…

SALAM Semuanya

Salam jell..

See You…

Kesimpulannya adalah:

Perintah Poligami adalah perintah yang BUKAN Datang dari TUh@N.
Sebab, perintah yang datang dari Tuh@N, selalu mendatangkan kebaikan.

Perintah poligami nyata-nyata mendatangkan kemudharatan bagi manusia (wanita/istri terdahulu).

Lovepassword tidak bisa menggunakan bantahan ayat dari alkitab.
Karena lovepassword sudah setuju bahwa alkitab mungkin salah.

Jika lovepassword maksa menggunakan ayat alkitab sebagai pembelaan, maka itu sama saja lovepassword mengatakan kalau quran milik muslim itu juga buatan manusia (yang MUNGKIN salah – seperti alkitab)

Untuk membingungkan pembaca dan membuat kesan baik, lovepassword ngomong panjang lebar mengenai hal yang ngga nyambung (bumi bulat bundar ilmuwan resep tempe bacem dll ha ha)

Jika ingin terus, silahkan lovepassword mengajukan argumentasi YANG BUKAN DARI ALKITAB. (karena lovepassword sudah setuju bahwa alkitab mungkin salah).

referensi:

1. https://jelasnggak.wordpress.com/2010/05/29/muslim-yang-sejati/#comment-6832

2. https://jelasnggak.wordpress.com/2010/05/29/muslim-yang-sejati/#comment-6824

3. https://jelasnggak.wordpress.com/2010/05/29/muslim-yang-sejati/#comment-6819

@jelasnggak tercinta :

Murid TKku hi hi hi, ternyata dikau sedemikian menyebalkan..😀

Baguslah….bumi dan langit menjadi saksi, kau yang maksa…

weeeekkkk…

Jadi logikamu antikmu karena Alkitab adalah buatan manusia, dan buatan manusia mungkin salah maka Alkitab harus dibuang seluruhnya gictu ya…Alkitab mungkin salah jadi buang sajalah, jangan dipakai, kamu mau ngomong gicu kan…Kejam nian dikau….

kayaknya Pastur-Pastur perlu mikir juga bagaimana bisa mereka melahirkan makhluk hidup seperti dikau.. Hiks …

(pastur nggak pernah melahirkan ding, kayaknya sih 😀 )

Kamu tidak berhasil menunjukkan bagian yang salah, kamu ditanya juga gak pernah menjawab.

Eh sekarang dengan logika konyolmu kamu kemudian lebih maksa lagi pengin Alkitab dibuang seluruhnya dengan alasan karena buatan manusia mendingan dibuang saja… Hi Hi Hi… Murid TKku , tidak ada makhluk hidup di dunia ini yang berdebat dengan cara sekonyol kamu…

Kacian Kacian Kacian… hiks

Malang nian nasipmu muridku…
Malang nian yang jadi guru-gurumu….

Gini ya cah, logikamu itu super duper aneh… Supaya kamu tahu betapa antiknya logikamu silahkan kamu kerjakan PRmu yah :

Dengan logika yang sama, silahkan kamu buktikan bahwa

Asumsimu : Perintah Allah atau bukan perintah Allah bisa disimpulkan dengan ada manusia yang dirugikan atau tidak, memang pendapat/pemikiran yang berasal dari Allah melalui wahyuNya kepadamu…Karena bukankah menurutmu sesuatu yang bukan berasal dari Allah mungkin salah, dan karena mungkin salah itu layak dibuang seluruhnya…

Kamu telah membuat tuduhan serta kamu berpendapat bahwa setiap “Yang mungkin Salah/Buatan Manusia” layak dibuang seluruhnya.

Akibatnya kamu membuang Alkitab 100 persen total karena menurutmu ada bagiannya yang mungkin salah sehingga mendingan Alkitab dibuang total kan, nggak boleh dipakai.

Sementara pada sisi lain mungkin kamu merasa dirimu Nabi yang mendapatkan perintah Tuhan sendiri….

Karena kalo pemikiranmu itu dianggap pemikiran manusia yang mungkin salah kan otomatis juga harus dibuang juga karena mungkin salah kan….Sementara kamu kan nggak pernah ngomong kalo pendapatmu juga layak dibuang. Jadi kutanya padamu apa pendapatmu memang bukan pendapat manusia , sehingga Alkitab harus dibuang karena buatan manusia dan pendapatmu justru yang dipakai ???

Murid TKku tercinta,
Pertama : Jika kamu menyalahkan , silahkan kamu tunjukkan Pada bagian apa dari ayat itu yang menurutmu SALAH/Mungkin SALAH

Kedua : Atas dasar apa kamu bisa berpendapat bahwa Alkitab layak dibuang total karena ada bagiannya yang menurutmu mungkin salah?? Mengapa jika ada satu bagiannya yang menurutmu mungkin salah walaupun kamu tidak bisa menunjukkan salahnya, kemudian Alkitab harus kamu masukkan ke keranjang sampah ? Coba jelaskan alasanmu

Ketiga : Jika semua yang buatan manusia mungkin salah, dan akibatnya harus dibuang total sebagai data. Semua pengetahuan di dunia ini buatan manusia , jika kamu menyalahkan rumus Pitagoras misalnya ya tunjukkan saja salahnya dibagian mana rumus tersebut. Jangan karena alasan konyol Pitagoras itu manusia😀 jadi dia salah/mungkin salah Hik hik hik. Di dunia normal muridku tidak ada sebuah data disalahkan gara2 alasan konyol itu buatan manusia. Semua hal yang kamu lihat, rumus yang kamu baca ya buatan manusia. Jika kamu menyalahkan kamu harus membuktikan kesalahan itu dari sisi data/bagian yang kamu salahkan, bukan yang lain-lain.

Keempat : Untuk menunjukkan betapa originalnya logikamu yang sangat fresh itu, coba kamu buktikan bahwa Pernyataanmu di atas 100 persen berasal dari Allah, sehingga kita bisa yakin bahwa kamu benar 100 persen, karena bukankah karena Alkitab buatan manusia kamu membuang total Alkitab. Dengan logika yang sama mengapa menurutmu kamu lebih benar dari Alkitab walaupun pernyataanmu jelas2 juga berasal dari manusia…???? ?????

Atau kamu ngomong kamu itu mendapat perintah langsung dari Allah untuk membuang Alkitab yang buatan manusia gicu?

mengapa yang dibuang malah Alkitab karena menurutmu buatan manusia, sedangkan pernyataan “terbelakang” kamu malah boleh dipakai padahal kamu juga manusia.

Atau kamu sudah merasa bukan manusia sekarang ini?

Anak jin buang anak mungkin? Atau anak genderuwo ?

Ngomong-ngomong Kamu masih merasa manusia kan cah ?

SALAM Iya
GBU

Jadi logikamu antikmu karena Alkitab adalah buatan manusia, dan buatan manusia mungkin salah maka Alkitab harus dibuang seluruhnya gictu ya

>>Tolol.

Kalau otak ngga nyampe.. jangan coba2 mengira-ira..ntar ngga nyambung ..

Nih baca:

Jika lovepassword maksa menggunakan ayat alkitab sebagai pembelaan, maka itu sama saja lovepassword mengatakan kalau quran milik muslim itu juga buatan manusia (yang MUNGKIN salah – seperti alkitab)

Makanya, kalau mau lanjut, silahkan gunakan pembelaan SELAIN dari alkitab.

Kalau kau maksa menggunakan alkitab, maka, kau sama saja sudah berkata kalau quran mu itu buatan manusia..

Ngga percaya..?

coba deh renungkan dulu… (kalau perlu di bawa ke profesor).. susyah jelasin ke orang yg kurang cerebrovit…ntar dijelasin tentang A,.. disambungkan lagi ke resep tempe bacem. wakaka.
~~

referensi:

1. https://jelasnggak.wordpress.com/2010/05/29/muslim-yang-sejati/#comment-6832

2. https://jelasnggak.wordpress.com/2010/05/29/muslim-yang-sejati/#comment-6824

3. https://jelasnggak.wordpress.com/2010/05/29/muslim-yang-sejati/#comment-6819

TUlisanmu:

Dengan logika yang sama, silahkan kamu buktikan bahwa

Asumsimu : Perintah Allah atau bukan perintah Allah bisa disimpulkan dengan ada manusia yang dirugikan atau tidak


>>Bacalah! Iqra

sumber:
https://jelasnggak.wordpress.com/2010/05/29/muslim-yang-sejati/#comment-6714

Quote:

Jika dokter memerintahkan pasiennya minum cerebrovit, tentu dokter sudah tahu, bahwa pasiennya itu kurang konsentrasi.

Tak mungkin dokter akan memerintahkan pasiennya makan penyedap rasa (micin) banyak-banyak jika dia tahu bahwa pasiennya menderita penyakit Bloonitisme alias kurang konsen.

Nah.

Tuh@n itu LEBIH TAHU dari pada dokter.

Jika TuH@n membuat aturan/perintah, maka DIA SUDAH TAHU, akibat buruk apa yang akan menimpa manusia jika aturanNYA itu dilanggar.

jika perintah Tuh#n menghasilkan mudarat, maka, patut disangsikan bahwa itu asalnya dari TUh@n. Karena TuH@n maha tahu dan ingin agar manusia selalu mendapat kebaikan.

~~

Jika dokter memerintahkan pasiennya minum cerebrovit, tentu dokter sudah tahu, bahwa pasiennya itu kurang konsentrasi.

Tak mungkin dokter akan memerintahkan pasiennya makan penyedap rasa (micin) banyak-banyak jika dia tahu bahwa pasiennya menderita penyakit Bloonitisme alias kurang konsen.

==> Tulisanmu ini berasal dari manusia sehingga harus diabaikan atau bukan berasal dari manusia cah ??? Ha Ha ha…
Kalo Alkitab karena menurutmu berasal dari manusia harus diabaikan apakah kamu bisa membuktikan kalo tulisanmu bukan tulisan manusia??? Tulisan wewe gombel mungkin ???

Oke deh kacian kamu kalo kusamber terus-terusan…

===========================================

Jika dokter memerintahkan pasiennya minum cerebrovit, tentu dokter sudah tahu, bahwa pasiennya itu kurang konsentrasi.

Tak mungkin dokter akan memerintahkan pasiennya makan penyedap rasa (micin) banyak-banyak jika dia tahu bahwa pasiennya menderita penyakit Bloonitisme alias kurang konsen.

===> Bedanya aturan dari dokter dan aturan dari Tuhan ya cah, secara umum aturan dari dokter itu spesifik untuk pasiennya.

Contohnya gini :
Kamu nggak boleh makan sate kambing karena darah tinggi

Sementara secara agama , sate kambing itu dalam agama baik itu Islam atau Kristen kan Tidak dilarang.

Lha apa Tuhan sedemikian bodohnya sehingga tidak tahu kalo makan sate kambing itu bahaya bagi yang darah tinggi???

Ya konsepnya ndak gitu. Ijin itu kan berlaku umum, lha filter selanjutnya ya manusianya kaitannya dengan manfaat dan mudarat tadi.

Lha kalo kamu darah tinggi kamu makan sate kambing banyak2 ya goblok goblok kamu sendiri kalo kamu masuk rumah sakit – meskipun agamamu misalnya mengijinkan kamu makan daging kambing.

Masalah segampang ini masak nggak mudeng-mudeng sih…

Misalnya :

Susu Sapi boleh diminum nggak menurut Kristen atau Islam ???
Secara umum boleh kan itu…

Lha kalo misalnya kamu alergi susu , setiap minum susu kamu mencret, apakah ada yang mengharuskan kamu minum susu sapi ?

Kan ya nggak ada. Jika susu itu memang membawa mudarat untuk manusia tertentu ya manusia itu nggak usah minum. Gampang itu…Bukannya kemudian manusia itu malah menyalahkan agama mengapa susu tidak diharamkan saja… Di situlah aktualisasi kehendak bebas atau pilihan manusia itu ada. Tidak selamanya manusia harus dipilihkan, kadang harus mikir sendiri, nggak mikirnya kayak anak TK terus…

SALAM Cah
GBU

Lovepassword bertanya:
“buktikan bahwa Perintah Allah atau bukan perintah Allah bisa tentukan dari ada atau tidak ada-nya manusia yang dirugikan”

jelasnggak menjawab:
“1. Tuh@N maha tahu
2. Tuh@n tahu mana yang baik dan buruk bagi manusia
3. Tuh@n juga maha baik
4. Jadi, perintah Tuh@n akan selalu mendatangkan kebaikan bagi manusia.

Dan lovepassword kemudian bilang gini:
“Omongan mu itu buatan manusia atau tidak..?”

Addd dhuuhhh…ck..ck..ck…

Sadar ngga sih kalau omonganmu itu tolol.

(kalau mau lari yaa bilang saja laaa… jangan pura-pura tolol atuh😆 )

@Lovepassword

TUlisanmu:

Bedanya aturan dari dokter dan aturan dari Tuhan ya cah, secara umum aturan dari dokter itu spesifik untuk pasiennya.

Contohnya gini :
Kamu nggak boleh makan sate kambing karena darah tinggi

Sementara secara agama , sate kambing itu dalam agama baik itu Islam atau Kristen kan Tidak dilarang.

>>Saya ketawa dulu yang ngakak yaaa…

BWAAAA HA HA HA HA HA😆

BWAAAA HA HA HA HA HA😆
BWAAAA HA HA HA HA HA😆

BWAAAA HA HA HA HA HA😆

BWAAAA HA HA HA HA HA😆
.
.

Ok..ok..

Saya akan jelaskan yaa dik yaaa…😆

Analogi saya itu pada dasarnya berkata begini lho dik…:

“Jika dokter saja tahu mana yang baik buat pasiennya, maka Tuh@n pun pasti akan lebih tahu lagi”

Itulah sebabnya perintah Tuh@N akan selalu mendatangkan kebaikan.

Karena TuH@n maha Tahu dan maha baik.

DIA TAHU mana yang TERBAIK buat manusia.

Ngerti nggak…?

BWAAAA HA HA HA HA HA😆 …. butek banget ngomong sama kau.. ha ha ha.

tulalit teyuss..

Ngakak.net

Capee dehhhh😆
.
.

(saya suruh kau minum cerebrovit… ehh… ngga mau denger….. YA SUDAAAH LAA😆 )

malah aku yang ditolol-tololken…Ha ha ha…

Gini lho cah : Kamu kan membuang keseluruhan Alkitab karena menurutmu ada bagiannya yang buatan manusia , dengan alasan karena manusia mungkin salah.

Lha dengan logika yang sama, mengapa tidak kau tempelkan pendapat antikmu pada pernyataanmu sendiri..😀

Kamu kan manusia biasa, kadang emang pinter tetapi banyak juga begonya, lha kalo semua buatan manusia nggak boleh dipakai dengan alasan mungkin salah, lalu apa efeknya ? Yah pendapatmu sendiri ya harus dbuang sama seperti kamu membuang Alkitab, karena logika alasannya sama…

Jika Alkitab harus dibuang harus diabaikan total karena menurutmu buatan manusia, lha dengan alasan yang sama berarti kan kamu harus membuang juga argumentasi kamu sendiri, karena kamu juga manusia…

Dari sisi ini, saya menunjukkan kalo kamu salah, gicu lho…😀

Sudah deh jell, serius mendingan kasus ini dihentikan saja…. Bisa beneran mules kamu entar kalo maksa terus…

Oke cah

SALAM

Karena TuH@n maha Tahu dan maha baik.

DIA TAHU mana yang TERBAIK buat manusia.

Ngerti nggak…?===> Kalo ini bisa setuju deh.

Yang saya nggak setuju itu kan kalo Tuhan atau Bukan Tuhan bisa ditentukan atas dasar apakah ada manusia yang merasa rugi atau nggak, ada yang sakit hati atau nggak, dsb.

Itu saja.

Salam Cah,,,

TUlisanmu:

Kamu kan manusia biasa, kadang emang pinter tetapi banyak juga begonya, lha kalo semua buatan manusia nggak boleh dipakai dengan alasan mungkin salah, lalu apa efeknya ? Yah pendapatmu sendiri ya harus dbuang sama seperti kamu membuang Alkitab, karena logika alasannya sama…

>>dduhhhhh.. !!!!😆

Kita tidak sedang bicara menganai argumentasi saya.

Ngerti…?

Kita menggunakan argumentasi kita untuk menentukan apakah poligami itu perintah dari TuH@n.

Bagio banget!.

Jelasnggak : “Semua buatan manusia mungkin salah, termasuk alkitab”

Lovepassword : “Kalau gitu, omongan kau itu juga buatan manusia, dan mungkin salah juga dong…”

DUUUHHH>>>!! asli! ngga nyambung!!

BWA HA HA HA😆

TUlisanmu:

Yang saya nggak setuju itu kan kalo Tuhan atau Bukan Tuhan bisa ditentukan atas dasar apakah ada manusia yang merasa rugi atau nggak, ada yang sakit hati atau nggak, dsb.

Itu saja.

>>Kalau TuH@n membuat perintah yang mengakibatkan mudharat, maka, itu sama saja kau berkata bahwa TUh@N tidak tau yang terbaik buat umat manusia (Tidak maha tahu).

Dokter MEMERINTAHKAN pasiennya minum cerebrovit, karena dokter TAHU bahwa pasiennya kurang fokus. hi hi😆😆

kira2 ada yang nempel ke otakmu dari sini?

MEMERINTAHKAN…. TAHU….MEMERINTAHKAN…. TAHU… MEMERINTAHKAN… TAHU…

TuH@n MEMERINTAHKAN… karena DIA TAHU yang terbaik bagi manusia…

MEMERINTAHKAN… TAHU…. MEMERINTAHKAN…. TAHU…

.
.
.
Ck.ck.ck.. lambat anget yak.

Kita menggunakan argumentasi kita untuk menentukan apakah poligami itu perintah dari TuH@n.

===>

Lha argumentasimu itu sesuai logikamu sendiri harus dibuang karena menurutmu kan semua yang buatan manusia harus dibuang.. Ha ha ha…Karena argumentasimu juga buatan manusia mengapa tidak kamu buang sama seperti kamu membuang Alkitab ?

Jika Alkitab tidak boleh dipakai dengan alasan buatan manusia, pikiranku , pikiranmu ya pkiran manusia, buku yang kau dan aku baca juga buatan manusia , buku tafsir buatan pakar pun juga buatan manusia , terus kita mau diskusi pake apa coba jika semua yang buatan manusia harus dibuang karena dianggap mungkin salah sehingga harus dibuang.😀

Sudah kubilang kan cah, logikamu itu antik. Nggak sadar2 juga logikamu memang antik ???

Jika kamu menyalahkan Alkitab atau menganggap Alkitab mungkin salah ya silahkan itu urusanmu, tetapi tidak bisa sesuatu tidak boleh dipakai dengan alasan buatan manusia, lha memangnya kamu bisa memberikan argumentasi yang bukan buatan manusia ???? Kejam nian dikau karena menurutmu Alkitab bisa salah terus kamu buang seluruhnya ^_^

Kejadian ini terjadi karena apa ? karena kamu hobinya maksa, sudah salah masih aja maksa, cah..cah…

SALAM deh

MEMERINTAHKAN…. TAHU….MEMERINTAHKAN…. TAHU… MEMERINTAHKAN… TAHU…

===> Poligami itu sudah ada sejak dulu, jadi nggak ada yang memerintahkan poligami. yang ada adalah : Ada poligami, lha kemudian ada aturan pembatasan poligami itu.

Kalo kamu ngomong soal MEMERINTAHKAN, yang jelas memerintahkan ya ayat Amalek itu. Jelas2 itu perintah… Bener kan cah ???

Lha karena itu jelas perintah, maka pernyataan bahwa perintah atau bukan perintah bisa ditentukan dengan ada/tidaknya sebagian manusia yang tersakiti/tidak – otomatis layak dianggap salah , karena ada data yang menunjukkan sebaliknya..

Gampang kan ?

SALAM deh

Jika Alkitab tidak boleh dipakai dengan alasan buatan manusia, pikiranku , pikiranmu ya pkiran manusia, buku yang kau dan aku baca juga buatan manusia , buku tafsir buatan pakar pun juga buatan manusia , terus kita mau diskusi pake apa coba jika semua yang buatan manusia harus dibuang karena dianggap mungkin salah sehingga harus dibuang.

>> Kalau gitu,… omongan kau yang di atas itu juga harus di buang juga dong… Hi hi hi hiaha ha ha haaaaa….

Bukan kah kau juga setuju kalau semua buatan manusia mungkin salah..?

Hi hi hi..

Hey oon,

Dengerin nih… hi hi hiaaa ha ha

ngakak abis gw bacanya…

(PD banget gitu lho..)

Dengerin nih yaaaaa….

.
.
.

Yang sedang kita bicarakan itu adalah alkitab/amalek dan alquran/poligami.

Bukannya “pikiran si jelasnggak dan pikiran si lovepassword”

Ngerti ngga Gan…?

hi hi hi

Kita ini sekarang sedang coba menentukan apakah ayat poligami itu dari Tuh@n atau bukan.

Kita ini sekarang sedang coba menentukan apakah kau lovepassword bisa menggunakan ayat amalek di alkitab sebagai pembelaan, atau tidak.

Dalam konteks mencari kebenaran ini, Ya jelas saja kita masih manusia. Dan sebagai manusia, kita mungkin salah.

Makanya kita menggunakan LOGIKA untuk menentukan mana yang LEBIH BISA DITERIMA.

Nah, dengan logika, kita coba menjawab pertanyaan2 di atas tadi.

ngerti..?

hi hi hi

(potong sebentar, pesan sponsor: Cerebrovit membuat otak lebih fokus)
.
.
.
Lanjut lagi yaa..

Dengan logika, saya sudah katakan bahwa perintah yang dari TUh@n tidak akan menghasilkan kemudharatan.

Alasannya, karena TuH@n adalah sumber kebaikan dan DIA tidak akan membuat manusia mengalami kesukaran hidup.
Oleh sebab itu, segala perintahNYA tidak mungkin akan menghasilkan kemudharatan.

Nah, Kenyataan membuktikan, Poligami menghasilkan kemudharatan bagi manusia, karena dengan orang melakukan poligami, maka, manusia (wanita/istri terdahulu) akan menderita batin/sakit hati.

Berdasarkan kenyataan dan alasan itulah maka dapat di tarik kesimpulan bahwa perintah poligami adalah perintah yang BUKAN DATANG dari TUh@N.

Ini namanya logika, boss…

ngerti..?

capee deeehh..

Cuma saran:

Mendingan kau tanya-tanya dulu sama mas Yari NK sana…

Dia tuh jago matematika, dia pasti kuat di logika. Minta nasihatnya dulu sebelum terlalu PD, .. gitu lho…:mrgreen:

.
.
.
.

(btw, kalau kau ingin lari caranya yang elegan dikit Knapa … apa ngga malu kalau nanti, 2 tahun lagi misalnya, kau balik lagi ke sini dan baca2 komentar mu sendiri…..he he he)

Lanjut lagi yaa di sini..

—-

Pembelaan kau:

Kau katakan, bahwa ayat Poligami itu BENAR dari TuH@n, karena ada juga perintah dari Tuh@n yang menyengsarakan manusia.

Di saat yang sama, kau juga setuju kalau alkitab itu buatan manusia dan mungkin salah.

Jadi, Kau membenarkan ayat di quran menggunakan kitab hasil buatan manusia.

Dengan begitu, sama saja kau mengatakan kalau poligami dalam alquran … adalah juga BUATAN MANUSIA, YANG MUNGKIN SALAH.

Sama saja kau mengatakan kalau QURAN mu itu SETARA dengan Alkitab, yang adalah BUATAN MANUSIA dan MUNGKIN SALAH.

He he he…

Jadi posisi kau itu sekarang ada di pojok.

1.Jika kau menggunakan alkitab, maka kau mengaku kalau quranmu buatan manusia juga, dan mungkin salah.
(ini berlawanan dengan keyakinan muslim yang mengatakan kalau quran buatan OWOH dan PASTI BENAR)

2. Jika kau tidak menggunakan alkitab, maka kau tidak bisa jawab lagi.

Karena kau ingin terlihat bagus/menang di depan teman-teman pembaca muslim-mu, makanya kau mulai meracau :

1. ngomong resep tempe bacem-lah
2. bertanya hal-hal irrelevant-lah
3. ngomong data ini itu-lah
4. membawa topik baru (masalah atheis)-lah

ck..ck..ck

Apa ngga malu sama diri sendiri tuuuh….?

.
.
.

Kalau kau berbuat kacau seperti itu dikarenakan kau sudah ngerti bahwa ad hominem tu Queue itu punya kelemahan (menikam diri sendiri pada akhirnya…., yaaa tentu saja saya bersukur..

Tapi kalau kau berbuat demikian hanya demi gengsi….ya cuma bilang terserah.

Gitu aja bleh..

Cuman blog doang,.. gengsi gede banget😆

Yang sedang kita bicarakan itu adalah alkitab/amalek dan alquran/poligami.

Bukannya “pikiran si jelasnggak dan pikiran si lovepassword”

===> Pinter gicu kok cah…. Hebat… lha terus ngapain kamu kemarin ngomong Alkitab harus diabaikan karena sebagian isinya buatan manusia ???
============================================
1.Jika kau menggunakan alkitab, maka kau mengaku kalau quranmu buatan manusia juga, dan mungkin salah.
(ini berlawanan dengan keyakinan muslim yang mengatakan kalau quran buatan OWOH dan PASTI BENAR)

2. Jika kau tidak menggunakan alkitab, maka kau tidak bisa jawab lagi.

Karena kau ingin terlihat bagus/menang di depan teman-teman pembaca muslim-mu, makanya kau mulai meracau :

===> Logikanya itu bukannya gitu . Kalo kamu berkata pembelaan terhadap agama harus berasal dari Allah sendiri , karena apa saja buatan manusia tidak boleh dipakai, maka endingnya ya apapun tidak bisa dipakai : Kitab Tafsir pun juga nggak bisa dipakai, Data Sejarah nggak bisa dipakai , Apapun nggak bisa dipakai kan ? Karena semua itu kan kaitannya dengan manusia yang mungkin salah. Termasuk di dalamnya menurutmu Alkitab.

Karena itu ya secara normal tidak pernah ada masalah misalnya kamu membahas agama menurut pendapatnya tokoh X, menurut bukunya tokoh Y, menurut data Z, dan sebagainya walaupun X,Y,Z itu manusia… Kita kan manusia, ya otomatis ketika membahas Kitab Suci ya memang tidak bebas dari kemungkinan salah, tetapi karena kita manusia bukan berarti segala hal yang kita lakukan bisa dituding langsung salah, harus dibuang total dan sebagainya hanya karena asumsi mungkin salah. kalo memang dianggap salah, ya harus dijelaskan bagian salahnya dimana.

Dari sisi ini , kalo kamu melihat banyak buku Islam yang membahas juga Alkitab , itu normal-normal saja. Nggak ada yang aneh. Tentu saja yang dibahas itu bagian yang salah/benar menurut versi penulisnya….

Lha dalam kasus kita ini, tindakanmu mengambang. Di satu sisi kamu meminta supaya Alkitab dicampakkan , tidak boleh dipakai sebagai data , dengan alasan aneh karena Alkitab buatan manusia yang mungkin salah maka harus dibuang total. Gak boleh dipakai sama sekali.
Sementara di sisi lain, kamu tidak berhasil menunjukkan kesalahan pada ayat yang kita bicarakan.

Gicu lho masalahnya cah…

@lp

TUlisanmu:

Pinter gicu kok cah…. Hebat… lha terus ngapain kamu kemarin ngomong Alkitab harus diabaikan karena sebagian isinya buatan manusia ???

>>Jika kau menggunakan alkitab, maka sama saja kau mengaku kalau quranmu buatan manusia juga, dan mungkin salah.

Karena kau menggunakan ayat amalek, bararti kau sudah mengaku kalau quranmu buatan manusia dan mungkin salah.

Mau pakai ayat dari alkitab(amalek) untuk membela poligami,…?

Ya sudah silahkan saja deh…

Tapi konsekuensinya, kau juga mengaku kalau quranmu/poligami adalah juga buatan manusia (tidak sempurna)

Oke..?

ck..ck..ck…

Hebat banget si lovepassword ini…..

Seluruh dunia di lawan sama dia.

Udah tau seluruh dunia islam berkata kalau quran TIDAK mungkin salah…. ehhh… si lovepassword di sini ngaku bahwa quran mungkin salah…

Hebat oeyy..

(males mode)

Ya sudah silahkan saja deh…

===> Baguslah jika kamu berubah pikiran. Jadi data itu kan berarti boleh dipakai. Tidak bisa seenak udel kamu buang dengan alasan semua yang buatan manusia bisa salah sehingga harus dibuang.

Lha karena ada data yang menunjukkan kalo dasar argumentasimu salah. Maka argumentasimu bahwa perintah Allah atau bukan perintah Allah bisa ditentukan atas dasar ada manusia yang merasa dirugikan/diuntungkan , merasa sakit hati atau tidak – berarti telah gugur…

Karena dasar argumentasimu gugur maka apa saja tuduhanmu yang mendasarkan alasannya dengan argumentasi itu ya otomatis menjadi gugur pula.

Oke…
Terima kasih atas diskusinya, cah….

Jika masih keberatan, silahkan kamu ajukan keberatan. Jika kamu tidak keberatan ya baguslah…

Salam Cah

See You

Memangnya saya menyetujui..

lucu.

Saya berkata silahkan bukan berarti saya setuju.

Oon.

saya hanya menekankan apa akibatnya jika kau maksa.

ck..ck..ck.

baca lagi :

https://jelasnggak.wordpress.com/2010/05/29/muslim-yang-sejati/#comment-6883

@muslim,

Lovepassword berkata kalau quran kalian itu buatan manusia sehingga mungkin salah.

Apa kalian setuju ?

Coba @cekikix aka hanifah aka sujarwo tedjo di jawab tuh…

Hi hi hi, emangnya kau bisa ya memakai jurus guru TKmu untuk kau pakai menghadapiku sendiri.. hik hik hik. Belajar lima tahun lagi juga kalo mampumu cuma nyontek ya gak pinter-pinter…

Nyontek ni ye….😀

anak kecil..anak kecil. Sudah ilmumu ilmu contekan dariku eh kau pake pula menghadapiku sendiri.

Tak bilangi ya cah, untuk bisa berdebat model aku itu kamu setidaknya harus mempelajari kedua sisi. Lha kamu satu sisi saja belum pinter-pinter..Hik hik hik…Bernapas masih mengap mengap gicu….

===========================================

Saya berkata silahkan bukan berarti saya setuju.===>

Oke kutanggapi jawabanmu : Jika kata silahkan di situ artinya bukan berarti kamu setuju. Aslinya apakah kamu mau ngomong kalo kamu tidak setuju?

Menurutmu apakah ayat Amalek itu memang salah? Lha kalo salah, salahnya dimana ????

Apakah jika Einstein sebagai manusia bisa salah, layakkah rumus Einstein seluruhnya dibuang dengan dalih karena buatan manusia maka mungkin salah maka semuanya harus dibuang ?

Jika ada buku yang mengaitkan ayat agama dengan ilmu bahasa, apakah agama menjadi sama dengan bahasa, jika ada buku yang meninjau ayat AlQuran dari sisi ilmu biologi, semacam Harun Yahya, apakah artinya penulis buku itu menyamakan dua hal itu ? Jika pakar sejarah menanggapi dari sisi sejarah, jika pakar tafsir mencoba menafsirkan sesuai dengan ilmunya…. Apakah mereka semua sebagai manusia tidak bisa salah.

Bisa, karena mereka manusia. Tetapi secara umum saja kalo kamu menyalahkan atau menganggap suatu pendapat terindikasi mungkin salah , tentu perlu disertai alasan pada bagaian mana dari data/argumentasi itu yang dianggap salah. Itu barus berdebat yang masuk akal.

Beberapa penafsir Kitab Suci , cukup rendah hati berkata dalam buku2 yang ditulisnya : Jika buku ini membawa kebaikan/manfaat maka semuanya karena Allah, jika buku ini memiliki kesalahan atau bagian yang salah, menjadi tanggung jawab saya sepenuhnya sebagai manusia yang bisa salah dan penuh kekurangan.

Artinya apa ? Sebagai manusia biasa memang mungkin salah. Lha kemungkinan salah itu terjadi di mana saja di bidang apa saja termasuk saat membahas agama, membahas ayat Kitab Suci dsb … Tetapi kalo memang mau menyalahkan ya perlu dijelaskan pada bagian mana pendapat itu yang salah.
Misalnya Prof XXX, pendapatmu salah karena mestinya data yang benar begini…

Tidak bisa dengan alasan karena buatan manusia maka perlu dibuang total.
Apalagi tanpa alasan, cuma dengan alasan. Ah buatan manusia bisa salah, buang saja…

Prof pendapatmu harus dibuang.

Kenapa jell?

Karena kamu manusia , pendapat, tulisanmu adalah tulisan manusia…

Logika semacam itu tidak bisa diterima dalam lingkup diskusi manapun.

Kalo kamu maksa , karena kamu dan aku masih manusia , maka artinya apa ? Artinya pendapatmu dan pendapatku juga perlu dibuang. Lha itu artinya posisi defaultnya kembali ke semula.
Tuduhanmu juga layak dibuang karena buatan manusia kan.

Gampang saja itu cah…

Lha idemu membuang Alkitab secara total itu aslinya babar blas nggak ada pinter-pinternya…
apalagi kalo kamu tidak menyebutkan bagian mana salahnya. Cuma asal buang saja. Mak weeer kamu buang jauh-jauh kayak gimana gicu yah…
Dalam bidang manapun kalo memang dianggap salah ya perlu ditunjukkan alasannya , mengapa bagian itu dianggap salah.

Nggak kayak kamu.

Malah ngedumel asal njeplak nyamber Islam gagal, malah endingnya nyamber Kristen. Hi Hi Hi Pokoknya asal bisa nyamber, daripada nggak dapet apa-apa malu..:D

Alkitab bisa salah karena buatan manusia. Manusia kan bisa salah
Lha karena bisa salah , maka ALkitab harus dibuang sama sekali, tidak boleh dipakai dalam diskusi….

Mana bagian yang salah, apakah nyambung dengan diskusi adalah irelevan, yang penting karena buatan manusia maka harus dibuang total. Mak weeer…..

Astaga naga kutu kuda lidah buaya … Pendapat model apa ini??? Hi hi hi

Mbok jangan gicu cah….
Jangan kejem-kejem gicu lho…

SALAM Iya

@Lovebebal

TUlisanmu:

Menurutmu apakah ayat Amalek itu memang salah? Lha kalo salah, salahnya dimana ????

>>Ayat amalek itu irrelevant.
Yang saya bicarakan itu alkitab.

~~

TUlisanmu:

Apakah jika Einstein sebagai manusia bisa salah, layakkah rumus Einstein seluruhnya dibuang dengan dalih karena buatan manusia maka mungkin salah maka semuanya harus dibuang ?

>>Rumus enstein itu beda dengan alkitab.
Yang saya bicarakan itu alkitab.

~~

TUlisanmu:

Jika ada buku yang mengaitkan ayat agama dengan ilmu bahasa, apakah agama menjadi sama dengan bahasa, jika ada buku yang meninjau ayat AlQuran dari sisi ilmu biologi, semacam Harun Yahya, apakah artinya penulis buku itu menyamakan dua hal itu ?

>>Yang kita bicarakan itu alkitab.

Buku bahasa, biologi, sejarah itu tak sama dengan alkitab.

~~

TUlisanmu:

Artinya apa ? Sebagai manusia biasa memang mungkin salah. Lha kemungkinan salah itu terjadi di mana saja di bidang apa saja termasuk saat membahas agama, membahas ayat Kitab Suci dsb … Tetapi kalo memang mau menyalahkan ya perlu dijelaskan pada bagian mana pendapat itu yang salah.

>>Mungkin salah itu berbeda dengan menyalahkan.

Kalau mungkin salah , fokusnya di kata “mungkin”.

Susah ?

Belajar!

~~

TUlisanmu:

Prof pendapatmu harus dibuang.

Kenapa jell?

Karena kamu manusia , pendapat, tulisanmu adalah tulisan manusia…

>> Tergantung apa yang diomongin profesor.

Kalau profesor ngomong : “alkitab itu mungkin salah karena buatan manusia”.. yaa tentu saja kita harus menerimanya.

Kalau profesor ngomong : “Tempe bacem itu hitam warnanya”.. yaa itu masalah lain lagi. (apel dengan jeruk)

~~

TUlisanmu:

Kalo kamu maksa , karena kamu dan aku masih manusia , maka artinya apa ? Artinya pendapatmu dan pendapatku juga perlu dibuang. Lha itu artinya posisi defaultnya kembali ke semula.
Tuduhanmu juga layak dibuang karena buatan manusia kan.

>>Kita menggunakan otak dan logika untuk menentukan apakah pendapat kita tentang sesuatu itu bisa diterima atau tidak.

ngga ngerti kan ?

Ya sudah.. cape deh.

~~

TUlisanmu:

Lha idemu membuang Alkitab secara total itu aslinya babar blas nggak ada pinter-pinternya…

>>Saya tak berkata saya membuang alkitab. Kau yang menyimpulkan begitu. Tolol. Saya hanya bicara alkitab mungkin salah. Kau seharusnya bertanya “Mengapa MUNGKIN” dan bukannya malahan bertanya “mengapa salah”. Itulah kalau orang tolol ngga ngerti.

baca lagi :

1. https://jelasnggak.wordpress.com/2010/05/29/muslim-yang-sejati/#comment-6832

2. https://jelasnggak.wordpress.com/2010/05/29/muslim-yang-sejati/#comment-6824

3. https://jelasnggak.wordpress.com/2010/05/29/muslim-yang-sejati/#comment-6819

4. https://jelasnggak.wordpress.com/2010/05/29/muslim-yang-sejati/#comment-6883

Hmmm….. gicu ya ? …………..kalo kuberi kesempatan sekali lagi case close, kamu mau ? Atau kamu tetap penuh semangat melanjutkan segala omonganmu itu ?

Saya cuma mengingatkanmu cah, jangan terlalu banyak berharap pada orang lain, apalagi pada pendatang baru yang kualitasnya saja belum jelas…😉

Gimana cah….

Kau susunlah kalimat yang rada waras yang enak didengar kupingku.. Hi Hi Hi… Atau kalo nggak, aku yang buat juga boleh… Itu juga kamu mau lho…

Kalo kamu pengin terus sih aku gak keberatan. Kamu manggil lima orang lagi saja aku gak papa kok….

SALAM ya Cah
GBU

Di dunia waras cah, selalu penuduh yang membuktikan kebenaran tuduhannya. Jika penuduh tidak bisa membuktikan tuduhan, maka posisi defaultnya tertuduh tetap tidak bersalah.

Karena kamu ngotot semua buatan manusia bahkan Alkitab layak dibuang karena buatan manusia, lha silahkan kamu buktikan saja bahwa argumentasi memang bukan berasal dari manusia. Sehingga semua yang ada di sini termasuk pakar2 Kristen, pendeta, pastur dsb bisa merasa lega karena yang menyalahkan Alkitab memang benar2 manusia terpilih. Hi Hi Hi…

Atau kamu juga mau mengatakan pendapatmu sendiri juga sampah yang harus dibuang total karena itu cuma pendapat manusia yang mungkin salah karenanya harus dibuang total ????

Kalo tuduhanmu itu memang kamu anggap sampah seluruhnya sama seperti anggapanmu terhadap Alkitab, lalu apa artinya diskusi ini kan ?

Kalo kamu pribadi beranggapan bahwa tuduhanmu memang sampah yang layak buang sama seperti Alkitab yang kamu buang karena buatan manusia – terus ngapain kamu maksa bahwa pendapatmu yang benar sementara Alkitab salah.

Kalo kamu sendiri merasa bahwa pendapatmu juga layak buang ya sudah, berarti posisi defaultnya kamu tidak bisa membuktikan kebenaran tuduhanmu… Sederhana kan…

Masih nggak sadar juga kekacauan cara debatmu dimana ????

Kamu itu kebanyakan bunuh diri, makin lama makin parah…

Kacian Kacian kacian……

Kacian kau cah…

SALAM Iya

Salam juga untuk Pastur-Pasturmu….

GBU untuk kalian semua…

See You…

TUlisanmu:

Karena kamu ngotot semua buatan manusia bahkan Alkitab layak dibuang karena buatan manusia, lha silahkan kamu buktikan saja bahwa argumentasi memang bukan berasal dari manusia. Sehingga semua yang ada di sini termasuk pakar2 Kristen, pendeta, pastur dsb bisa merasa lega karena yang menyalahkan Alkitab memang benar2 manusia terpilih.

>> Memangnya saya sedang menyalahkan alkitab…?

Ck..ck..ck…

DIulang lagi kebebalan yang sama..

Noh perhatiin: ==>>> “MUNGKIN salah” tidak sama dengan “salah (saja)”.<===

Yang bilang alkitab layak dibuang itu cuma KAU!.. karena kau telel.. h ihi hi hi….

Saya cuma katakan (pada inti akhirnya), bahwa jika lopevasword maksa menggunakan pembelaan dari alkitab, itu sama saja lovepassword mengakui bahwa Quranya juga BUATAN manusia, yang mungkin salah.

Sekarang, silahkan lovepassword mengajukan bantahan baru yang menggunakan dalil SELAIN dari alkitab.

Terima kasih.

Noh perhatiin: ==>>> “MUNGKIN salah” tidak sama dengan “salah (saja)”.<===

Yah kalo nggak sama dengan SALAH berarti Alkitab boleh dipakai apa tidak ? Kamu ngomong plintat plintut sih. Kalo menurutmu emang nggak salah lalu mengapa Alkitab tidak boleh dipakai… ?
Selama kamu tidak mengatakan itu Salah kan berarti itu boleh dipakai.

Saya sendiri juga manusia. Jika saya menjawab itu jawaban manusia. Jika saya memakai rumus apapun, teori apapun ya tentu ada unsur buatan manusia di situ. Kamu meminta saya memakai jawaban yang bukan berasal dari manusia , sungguh aneh kan…

Alkitab nggak boleh dipakai karena buatan manusia.
Buku xyz ya tentu nggak bisa dipakai lagi karena juga buatan manusia…
Pikiranku ya nggak boleh dipakai dalam diskusi karena pikiran manusia…

Kamu maksa aku nggak boleh pakai buatan manusia.. Hi Hi Hi, maksa bener kamu cah…

Yang nuduh kan kamu, jika memang itu maumu biar afdol gicu – ya kamu cari saja pendapat yang bukan berasal dari manusia untuk membuktikan tuduhan kamu… Gampang kan itu…

Kamu mengatakan manusia bisa salah kan? Lha yang bisa salah nggak boleh dipakai bahkan Alkitab kamu buang dengan alasan ini. Lha sekarang silahkan kamu berikan saja Argumentasi yang bukan berasal dari manusia untuk membuktikan bahwa kamu benar…

Argumentasimu berasal dari manusia apa bukan ? lha itu boleh dipakai apa nggak ?

Gimana cah?

SALAM Iya

Kamu mengatakan manusia bisa salah kan? Lha yang bisa salah nggak boleh dipakai bahkan Alkitab kamu buang dengan alasan ini. Lha sekarang silahkan kamu berikan saja Argumentasi yang bukan berasal dari manusia untuk membuktikan bahwa kamu benar…

Argumentasimu berasal dari manusia apa bukan ? lha itu boleh dipakai apa nggak ?

Gimana cah?

>>Yang sedang dibicarakan itu kan tentang Perintah Tuh@n.

Bukan argument saya..

Ha ha ha..

Kau serius yaa ngomong begini ?

.
.
.

Lama lama capek juga nih:mrgreen:

Intinya kamu mau ngomong Alkitab boleh dipakai atau nggak, karena Alkitab kan menurutmu juga mungkin salah ???

Pertanyaannya : Apakah karena Alkitab buatan manusia maka menurutmu Alkitab memang harus dibuang seluruhnya, bahkan tanpa alasan apakah kesalahannya terkait bagian yang kita diskusikan ????

Mengapa jika Alkitab bisa dibuang dengan dalih buatan manusia, maka kita bisa memakai argumentasi kamu yang juga kamu manusia ???

Yang sedang dibicarakan itu kan tentang Perintah Tuh@n. ==> Manusia menilai apapun ya mungkin saja salah, karena manusia memang punya banyak kelemahan kan, termasuk juga saat manusia menilai perintah Tuhan, itu mungkin saja salah, karena yang menilai siapa ? Yang menilai manusia…

Lha walaupun manusia mungkin salah, tetapi dalam sebuah diskusi ketika kamu menyalahkan sesuatu, jelaskanlah pada point dimana kesalahan itu.

Misalnya aku bilang kamu geblek iya( ini cuma misal), aku harus menjelaskan point2nya…

Aku mengatakan rumus kamu mungkin salah jell, aku harus jelaskan point2 yang menurutku meragukan.

Lha kalo semuanya ngikut gaya kamu kan jadinya repot…

Apalagi logikamu aneh lagi, karena buatan manusia maka nggak boleh dipakai. Ya selama tidak bisa kamu tunjukkan salahnya ya boleh dipakai.
Kalo semuanya tidak boleh dipakai dengan alasan buatan manusia bisa salah, maka tidak ada yang perlu didiskusikan, maka semua tuduhanmu sudah salah sejak awal, nggak boleh dipakai karena kamu manusia..juga…

Paham kamu cah?

SALAM

Yang saya protes itu pernyataanmu bahwa saat kita membahas perintah Tuhan apalagi masalah lain, maka semua buatan manusia tidak boleh dipakai. Akibat logika konyolmu apa ? Kamu ngomong Alkitab nggak boleh dipakai, itu satu. Efek lainnya : Semua buku termasuk aneka tafsir, situs, blog, data apapun dsb ya nggak boleh dipakai karena itu semua buatan manusia, argumentasimu juga buatan manusia karena itu juga nggak boleh dipakai.

Karena argumentasimu tidak layak pakai sesuai standardmu sendiri, ya berarti masalahnya selesai. Tuduhanmu menjadi tidak bisa dipertanggung jawabkan dengan alasan ala jelasnggak : Argumentasi itu buatan manusia jadi yah dibuang sajalah..Itu kan argumentasi yang mungkin salah jadi harus diabaikan.. Ha ha ha…

SALAM

@ Jel
Ngapain komen gwe dimoderasi terus..

HE LP ….

KAPAN ENTE NGASIH ARGUMEN AMA TULISAN ANE ?

DASAR KUTU KUPRET LOOO….

UDAH DI AJAK NGOBROL MALAH NGOCEH DI SINI …..

@All
Pada suatu hari si @Om Alexa diperiksa ame Bareskrim atas dasar pebuatan pideo porno nyang menggetarkan bulu otong kaum pria… Cekixkix…kix…kix….

Pemeriksa: Kenapa ente berbuat mesum dengan dia.😦
Alexa: Maaf pak, nyatanya saya JANTAN dan dia BETINA

Pemeriksa: Yayayaaaa… tapi tetap saja dia itu bukan kaum kita.
Alexa: Ooooo… jangan khawatir Pak, alat kelamin kami sejenis kok.

Pemeriksa: Masuknya ?!
Alexa: Ini lho, b**Censored**er saya dah di ganti sama b**Censored**i… so, jadi bolehkan kami berhubungan sex bebas.

Pemeriksa: Biji Otong kamu diganti sama B**Censored**I …..X^@#$R*(@!!!
Alexa: Betul sekali dan Uenaakkkk Gila:mrgreen:

Pemeriksa: Kalau begitu kamu di bui di kandang Babi.
Alexa: Tolong kami Pak, klo anaknya lahir dan saya masih di bui… berilah nama untuknya, @**Censored**t Alexa Junior

Wartawan2: Cekixkix…kix..kix..kixxxxxxxx😆😆

**Censored**

@ Jel
Komen gwe yg dimoderasi dikeluarin dong.

@jelasenggak.

Saya kasihan pada anda.
Dapet lawan seperti ini. jadi jangan diladeni serius.

Saya pribadi mengerti sekali maksud anda mengenai ad hominem.
Sayangnya teman kita satu itu tidak tau (atau berlagak bodoh).

Saya rasa semua yang pernah debat juga tahu. Membaca sekilas mereka pasti tahu mengenai itu.

Ada dua tipe orang:
1. Benar-benar tidak tahu alias memang bodoh.
2. Tahu tapi pura-pura tidak tahu.

Yang pertama itu tidak masalah, karena suatu saat nanti dia pasti sadar. (yang rugi ya anda, karena lelah menyuapi, kecuali kalau anda tak keberatan)
Yang repot itu yang nomor dua. Karena secara tidak langsung dia membodohi teman-temannya sendiri (pembaca yang masih kurang kritis).

Untuk @lovepassword.

Komentar saya ini tak usah di balas. Saya sudah tahu sampai dimana kemampuan anda.
Beberapa kali saya melihat, jawaban atas tulisan @jelasenggak sudah tidak nyambung (malahan terkesan melawak).

Saya cuma heran, jika yang bertanya seperti itu adalah orang tak beragama, darimana anda akan mengambil ayat ?

Saya rasa tugas anda adalah menjawab pertanyaan yang diajukan kepada anda. Bukannya menjawab pertanyaan dengan pertanyaan lagi.
@Jelasnggak sudah berkali-kali membuat contoh yang tepat sekali (dosen penguji dan mahasiswa), tetapi anda tampaknya memang tidak menangkap.

Jika alkitab salah. maka alquranpun akan menjadi salah. Karena anda menggunakan alkitab sebagai dasar argumentasi anda.

Jika alkitab mungkin salah, maka alquranpun menjadi mungkin salah.
karena anda menggunakan alkitab sebagai dasar argumentasi anda.

Kalau orang sering debat, mereka pasti tahu kelemahan adhominem itu ya seperti ini.

Bagaimana mungkin anda menggunakan dalil dari sebuah buku yang anda sudah tahu kalau buku itu tidak sempurna (mungkin salah). Dan @jelasenggak sudah mencontohkan dengan tepat sekali.

Jangan mempermalukan kaum muslim.

Salam Damai

@mas Lt.

Terima kasih atas semangatnya.

Saya ngga keberatan kok ngajari si lovepasswrong ini… :loL:

Dia itu kasihan, terobsesi sekali mau melawan atheis, tapi sayangnya dia sadar bahwa “bekalnya” kurang. Jadi dia ngajak saya ngomong…. soalnya kalau ngomong dengan saya, dia dapet pelajaran banyak banget..

beda kalau dia ngomong sama si @cekikix, atau haniifa atau sudjarwo tedjo. Paling dapetnya kata2 aneh. Yaah begitulah.

Salam.

Dia itu kasihan, terobsesi sekali mau melawan atheis, tapi sayangnya dia sadar bahwa “bekalnya” kurang. Jadi dia ngajak saya ngomong…. soalnya kalau ngomong dengan saya, dia dapet pelajaran banyak banget..

===> Ha Ha Ha.. Wah buset deh… Besar kepala kali kau murid TKku….

Satu-satunya pelajaran yang kudapat dari diskusi kita adalah bahwa mengajar sama anak Tk memang gak gampang, sehingga sekarang ini aku jadi semakin menghargai guru2 TK, gicu lho…😉

Masalahnya : anak TK itu kan berani mati semua, biarpun ilmunya gak seberapa tapi nekadnya minta ampun… Jadi ya itulah Mulai sekarang kita harus semakin menghargai pengasuh anak TKnya…

SALAM cah

Saya gak keberatan kok ada 10 anak TK lagi masuk ke sini. Hik Hik Hik…

Lumayan biar kutaboki satu satu pantat anak TK yang nakalnya minta ampun..😀

@Lt Tuvok, agar tidak ada yang menganggap anda cuma beraninya main pom pom dari pinggir lapangan. Silahkan saja kalo mau masuk… Hi Hi Hi…

Kalo ada 5 lagi makhluk hidup seperti kalian, aku malah bisa ngomong sekaligus , tidak perlu mambuang waktu sia-sia…

Bahkan ad hominem saja kau tak tahu… Dasar anak TK….

Biasanya pemula emang selalu begitu, mendengar istilah ad hominem bangganya minta ampun… Hik Hik hik,. padahal gak tahu bedanya…..
Jangan2 dosen logika itu juga banyak yang gak bisa ngajar dengan benar… Amit..Amit deh….
Ad hominem dan bukan ad hominem saja gak tahu bedanya… Weleh…weleh…welejhh……

Silahkan masuk my friend …Kutunggu kehadiranmu di sini dengan sepenuh cintaku….

Kalo ada yang merasa jadi pakar Kristen terus membuang inerrancy apalagi endingnya ngomong karena Alkitab mungkin salah, maka tidak bisa dipakai, ya sambil merem juga aku jadi mikir jangan2 orang itu pernah keselek kulit duren…

Anak Tk Anak TK biar berkolaborasi melawan guru TKnya ya kan tetap saja TK…

@jelasnggak : Lha gitu deh, akhirnya ada juga temanmu yang menyemangatimu… Hi hi hi…Seneng ya cah…. Jadi merasa dapet angin sedikit ya ???

Bagaimana kalo kalian berkolaborasi menjelaskan alasanmu menyalahkan Alkitab sehingga ayat Amalek itu nggak boleh dipakai…?😉

Tapi saranku sih cah, jangan terlalu bahagia. Paling banter temanmu cuma berani main pom pom dari pinggir lapangan. Kutiup kupingnya juga geli terharu….Kau lihat saja berapa lama teman juniormu itu bertahan di sini … 😦

Jangan banyak berharap cah….Berdoa sajalah, ngomong pengakuan dosa pada pasturmu : Pastur saya kemarin ngomong Alkitab mungkin salah sehingga boleh dibuang total , nggak bisa dipakai sebagai data…Itu salah pa bener ya pastur ?

Lha kali2 saja aku ikut terharu , memberimu kesempatan bernapas… Cuit..cuitttttt….

SALAM Semuanya
GBU

@lp

Capek banget deeh..!

TUlisanmu:

Bagaimana kalo kalian berkolaborasi menjelaskan alasanmu menyalahkan Alkitab sehingga ayat Amalek itu nggak boleh dipakai…?😉

>>Memangnya saya “menyalahkan” alkitab..?

Saya katakan MUNGKIN SALAH. Bukan SALAH (saja)

“Mungkin salah” itu beda dengan “salah”.

Mungkin salah itu bernuansa “ragu-ragu”

Sedangkan “salah” itu bernuansa “pasti”

Saya tak katakan salah, kau bilang saya berkata salah. bagaimana sih.

Kau seharusnya bertanya “mengapa kau katakan mungkin, jell?”

Dan bukan malahan bertanya “mengapa kau katakan salah, jell”. Makanya saya dari dulu bilang kau tuh ngga nyambung.

Orang tidak menyalahkan.. ehh kau bilang orang tsb menyalahkan (pakai tanya pulak salahnya di mana, minta data dll… bah… menyebalkan)

(btw, you tau arti nuansa kan..? itthu lho.. yang ada di lagu roma irama vina panduwinata. )

Ngga perlu berkolaborasi, orang2 sudah tau kok (kecuali muslim yang geblek) bahwa semua kata2 kau melawak.

~~

TUlisanmu:

Biasanya pemula emang selalu begitu, mendengar istilah ad hominem bangganya minta ampun… Hik Hik hik,. padahal gak tahu bedanya…..
Jangan2 dosen logika itu juga banyak yang gak bisa ngajar dengan benar… Amit..Amit deh….
Ad hominem dan bukan ad hominem saja gak tahu bedanya… Weleh…weleh…welejhh……

>>Makanya saya sarankan kau untuk belajar lagi adhominem itu apa…

Janganlah nanti kau diketawain sama teman atheismu karena kau ketahuan ngga paham artinya.

cobalah denger deh nasihat ku.

PD itu boleh.. tapi jangan keterusan.

kayaknya gak ada yang baru dengan jawabanmu yah? Kalo diskusi ini ditutup kamu setuju ya ??? 😉

Bagaimana cah ?

Aku makan bubur ayam dulu ah…
Nyam Nyam… hi hi hi

SALAM Cah

kayaknya gak ada yang baru dengan jawabanmu yah? Kalo diskusi ini ditutup kamu setuju ya ???

Lha karena omongan you juga dari dulu sama saja (ngga nyambung)

Saya Setuju ini diakhiri, dengan kesimpulan akhir : Ayat Poligami di quran itu memang benar-benar bukan perintah dari TuH@N.
Karena perintah dari Tuh@N akan selalu menghasilkan kebaikan bagi umat manusia. Sedangkan poligami menghasilkan kemudharatan bagi umat manusia.

Jika kau memakai ayat amalek sebagai dasar pembelaan, maka itu sama saja kau mengakui kalau quran buatan manusia (seperti alkitab) – yang adalah melawan pendapat seluruh umat islam di dunia.

Kalau ingin lanjut, silahkan gunakan argumentasi SELAIN dari alkitab.

Salam

Cah Cah …. , Menurutmu dengan modalmu yang sekarang kesimpulan akhir keinginan kamu itu layakkah kuberikan padamu ??? Hik hik Hik

Kamu sudah kutawarkan dua kali, nolak terus yah ? Padahal posisimu gak ada bagus-bagusnya…

Murid Tkku yang tabah, biar geblek tetapi masih penuh semangat…. hik hik

Sudah kubilangi juga masih ngeyel. Poligami itu bukan perintah, nggak ada yang nyuruh poligami, itu nggak ada. Lha yang ada apa ? Kalo perintah untuk membunuh total bangsa Amalek justru pernah ada.
Dari sisi ini saja penarikan kesimpulan jelas salah.

Coba kamu ingat lagi kronologis dosa-dosamu muridku tercinya :

Pertama : Kamu mengatakan bahwa perintah atau bukan perintah Allah bisa dintentukan dengan apakah ada yang dirugikan atau ada yang tersakiti atau tidak ?

Aku membantah logika konyolmu bahwa perintah atau bukan perintah tidak bisa ditentukan dari situ. Mengapa ? Karena manusia tidak terbatas tidak bisa mengadili Allah, lha pernyataanmu ini salah karena jelas ada data yang menunjukkan sebaliknya, misalnya ada kasus ayat Amalek itu yang juga jelas2 itu perintah…

Kamu maksa ngomong : Emangnya orang Amalek masih hidup sekarang, kan sekarang sudah mati semua jadi nggak ada yang dirugikan… Hi Hi Hi. Lha emangnya boleh logika gitu , seluruh keluarga, seluruh kelompok dibunuh semua berarti tidak ada lagi yang merasa rugi karena mati semua. Logika kejam yang babar blas mengerikan

Kamu maksa kedua kalinya ngomong : Jawabanku ad hominem tu quoque… Jika Alkitab salah apakah AlQuran boleh salah ?
Lha siapa juga yang ngomong gitu ? Hik Hik Hik…

Contoh ad hominem to quoque itu :
A: Kamu jangan makan coklat agar nggak makin gemuk
B : Ah kamu juga makan coklat.

Lha yang saya katakan bukannya gicu :
A: Kamu jangan makan coklat agar nggak makin gemuk
B: Pendapatmu ngawur cah, ada penelitian yang dilakukan prof Paijo salah satu dosenmu bahwa coklat justru baik bagi kesehatan dan tidak ada hubungannya dengan kegemukan.

Gagal maning gagal maning kan seranganmu..

Saking putus asanya kamu mengambil langkah berani mati dengan menyalahkan Alkitab : Alkitab itu buatan manusia sehingga mungkin salah, kamu tidak boleh memakai data dari Alkitab karena Alkitab mungkin salah…

Hi Hi hi

Aku terharu tapi juga geli melihat manusia putus asa maksa terus : Jika Alkitab salah, apakah kesalahan Alkitab terletak pada point yang kita diskusikan ??? Apakah ayat Amalek menurut pendapatmu termasuk ayat Alkitab yang salah ???

Eh kamu tambah senewen membuat kekacauan lebih parah : Ayat itu irelevan karena Alkitab salah, maka ALkitab nggak boleh dipakai sama sekali…

Lha jawabannya sederhana : Semua data di bumi ini hasil penelitian manusia, rumus Einstein juga buatan manusia, tafsir Kitab Sucipun buatan manusia kan ? , jika menyalahkan ya silahkan ditunjukkan bagian yang salah sebelah mana ?

Dengan mengatakan Alkitab mungkin salah saja itu dari sisi teknik berdebat aslinya aduhai oon bin sureoon, pertama : Itu teknik kamikaze yang gagal hik hik , kedua kamu melanggar inerrancy yaang jelas membuat bingung pakar2 Kristen kok endingnya malah jadi gitu.

Eh makin hari makin parah malahan : Saking putus asanya kamu menganggap Alkitab layak dibuang total karena ada bagiannya yang mungkin salah….

Lha kalopun mungkin salah, ya silahkan ditunjukkan salahnya kan ? Bukannya malah secara kejem dibuang kayak gicu. Itu namanya kamu semena-mena membuang Alkitab. Nggak bagus itu cah ….

Dan herannya kamu maksa terus biarpun kayaknya kamu sudah mengap-mengap… Kalo aku ngajak case close itu apa kamu pikir aku lagi kepepet apa ya ??? Hi hi hi

Guru TKmu ini nggak kejem=kejem amat jell, sekali lagi saranku sih ….kamu kalem-kalem saja. Nggak usah aneh-aneh… Belajar dulu biar pinter…

SALAM Iya…

Karena manusia tidak terbatas tidak bisa mengadili Allah ===> Salah ketik tu jell.. Hi hi hi

@lovepassword,

Karena tulisan mu juga itu-itu saja dari kemaren..

jawaban ku masih sama, ada di sini:

1. https://jelasnggak.wordpress.com/2010/05/29/muslim-yang-sejati/#comment-6832

2. https://jelasnggak.wordpress.com/2010/05/29/muslim-yang-sejati/#comment-6824

3. https://jelasnggak.wordpress.com/2010/05/29/muslim-yang-sejati/#comment-6819

4. https://jelasnggak.wordpress.com/2010/05/29/muslim-yang-sejati/#comment-6883

saran saya : Baca berulang-kali, berkali-kali, seribu kali,… nanti kau akan mengerti.. insya yesus.

==> Jika lovepassword menggunakan alkitab sebagai pembelaan ayat poligami di quran, maka, lovepassword sama saja telah bertentangan dengan islam (karena islam di seluruh dunia berkata bahwa alquran tidak mungkin salah). Wow..! aneh sendirian yaa…

==> Lovepassword saat ini sedang di pojok, karena selain dari alkitab, lovepassword tidak bisa membela ayat poligami di quran.

==> Ayat poligami bukan perintah/omongan/hasil perkataan dari Tuh@n. Sebab, perintah TuH@n akan selalu menghasilkan kebaikan bagi umat manusia.

@jelasnggak murid TKku tercinta : Hmmm.. hi hi hi, masih tabah juga ya ? Kuhargai ketabahanmu nak…

jell, kamu pernah baca buku2 Islam jell ? Buku apa sajalah? Buku klasik ya boleh, buku populer ya boleh.

Sebagai aktivis diskusi tahunan ya kayaknya sih kamu pasti cukup rajin membaca buku2 atau setidaknya mencari bahan2mu di internet kan ya ? Rajin dong, murid TKku masak gak rajin ?😀 hi hi hi

Di dalam buku tersebut : Apakah ada penulisnya yang mengatakan karena AlQuran itu berasal dari Allah, maka yang boleh membahasa AlQuran itu cuma manusia yang tanpa dosa, pembahasannya juga tidak boleh memakai ilmu buatan manusia, yang menulis tafsir juga harus manusia yang tanpa dosa , dan sebagainya ???

Nggak pernah kan kamu lihat seperti itu. ?
Bahkan dalam beberapa buku secara rendah hati ditulis : Jika buku ini ada manfaatnya semua hanyalah karena Allah semata, jika ada kesalahan dalam buku ini , ini karena keterbatasan penulisnya sebagai manusia biasa yang mungkin salah dan penuh kekurangan.

Jadi dari sisi Islam , bukan manusia yang tanpa dosa yang boleh membahas ajaran agama. Bahkan tokoh2 penafsir-penafsir besar tidak pernah mengatakan bahwa pemikirannya tidak bisa salah dan sebagainya . Sebagian malah terang-terangan mengatakan dalam bagian bukunya : Kelebihan ada pada Allah, jika ada kekurangan itu pada saya.

Tetapi walaupun apapun pendapat manusia, apapun data yang dikumpulkan manusia, kesimpulan yang dibuat manusia memang mungkin salah, tetapi juga rasanya nggak pernah sebuah buku atau pendapat bisa disalahkan gara2 alasannya buatan manusia. hik hik hik…

Jika pakar nuklir misalnya melihat AlQuran dari sisi bidangnya dia . Itu bukan berarti AlQuran = buku nuklir.
Jika ada peminat biologi melihat ALQuran dari sisi bidangnya dia . Itu bukan berarti Islam = ilmu biologi.

Atau karena ilmu biologi mungkin salah karena dibuat manusia berarti Islam tidak boleh dibahas dari sisi itu.
Nggak ada konsep semacam itu. Itu kan logika keblingermu saja.

Faktanya kan bertebaran buku yang membahas agama dengan aneka latar belakang penulisnya , serta aneka bidang keilmuwan penulisnya.

Penulisnya juga umumnya tidak seoon kamu, sehingga nggak ada yang mengaitkan :
Karena Allah nggak bisa salah, maka hanya orang yang nggak bisa salah yang berhak bicara mengenai Allah, mengenai agama. Karena agama kaitannya dengan Allah, maka data manusia yang mungkin saja salah sama sekali tidak boleh dipakai, dsb. Terus yang boleh dipakai data apa ??? Kalo bukan data manusia, ilmu temuan manusia ?

Nggak ada logika sekonyol kamu cah… Hik hik hik…Duh murid TKku yang manis…. Imut imut deh kamu… ( Rianti mode On – Indonesia Mencari bakat hi hi hi )

Dalam Kristen pun juga tidak sekonyol logikamu. Biarpun ada konsep Biblical Inerrancy juga bukan berarti lalu hanya manusia yang tanpa dosa yang boleh ngomongin Alkitab, atau ketika ngomong soal agama maka tidak bisa memakai data manusia. Kalo nggak memakai data manusia ya apa mau memakai data buatan wewe gombel? Lha yang nulis kan juga manusia .

Lha masalahnya adalah : Mau buatan manusia atau buatan wewe gombel kalo kamu anggap argumentasinya memang salah atau datanya yang salah- ya silahkan ditunjukkan saja bagian salahnya dimana pada data itu.

Misalnya kamu ngomong : Rumus pitagoras salah, atau kayaknya ada sisi yang salah, atau mungkin salah.

Ya silahkan kamu jelaskan pada bagian mana dan mengapa rumus itu kamu anggap salah.

Bukan memakai jawaban aduhai oon ala kamu : Pitagoras kan manusia , lha manusia mungkin salah, Maka rumus Pitagoras nggak boleh dipakai karena mungkin salah…

Kayaknya kamu keselek kulit duren cah.

Lha yang terakhir itu logika ajaibmu yang paling up to date …

Yang kusuka darimu itu apa cah ? Logika oonmu selalu kamu update , jadi biarpun kamu berpindah dari ngawur yang satu ke ngawur yang semakin hari semakin aneh, sampai berniat membuang Alkitab segala ( kejam nian dikau) – tetapi setidaknya kan ada bahasan baru dalam setiap kengawuranmu itu. hik hik hik… mringis dulu ah…

Lha kalo kamu ngomong Alkitab nggak boleh dipakai sama sekali saat diskusi agama, karena Alkitab buatan manusia yang mungkin salah maka harus dibuang total nggak boleh dipakai sebagai data ===> Saya rasa itu mahakaryamu yang paling oon. SUper duper maksa dan putus asa.

Itu teknik bunuh diri tingkat tinggi . Logikamu mungkin kamu lagi mikir kayak perang Jepang , pesawat kecil ditabrakkan kapal gicu ya ? tetapi sayangnya hasilnya bisa lain sih. Kalo nyamuk bunuh diri masuk ke api kan apinya juga belum tentu mati jell…😦
Pinteranlah sedikit cah…cah….

Mengatakan Alkitab mungkin salah itu geblekmu sudah 80 persen. Karena kamu menabrakkan dirimu keras banget dengan Biblical Inerrancy.

Lha karena kadung maksa, kamu melakukan argumentasi lebih fenomenal lagi :

Mengatakan karena Alkitab mungkin salah maka harus dibuang total nggak bisa dipakai sebagai data , lha geblekmu langsung meningkat jadi 200 persen.

Salam Cah

Sekali lagi pinterlah sedikit, kontrol emosimu, nggak usah maksa.

Ocree cah?

Masih mau ngomong lagi ?

SALAM Iya

TUlisanmu:

Di dalam buku tersebut : Apakah ada penulisnya yang mengatakan karena AlQuran itu berasal dari Allah, maka yang boleh membahasa AlQuran itu cuma manusia yang tanpa dosa, pembahasannya juga tidak boleh memakai ilmu buatan manusia, yang menulis tafsir juga harus manusia yang tanpa dosa , dan sebagainya ???

>>Memangnya saya sedang berkata “siapa yang boleh membahas alquran..”

yang saya katakan “muslim yakin dan percaya bahwa Alquran TIDAK MUNGKIN SALAH”

Si lovepassword (secara tak langsung) berkata : “alquran mungkin salah”. Karena lovepassword menggunakan ayat di alkitab *yang adalah buatan manusia*.

.
.
.
parah

@jelasnggak tercinta :

Membahas AlQuran memakai data dari Alkitab itu nggak ada yang ngelarang. Apalagi kalo alasannya : Buatan manusia maka nggak boleh dipakai. Alasan apaan itu ? hiks…😀

Buku Islam yang membahas soal itu saja banyak… misalnya Abdul-Ahad Dawud pernah menulis Muhammad in the Bible. Belum lagi Jamal Badawi, dsb dsb Belum lagi sejumlah penulis lainnya.

Makanya saya bilang apa ? Belajar belajar belajar… Nggak ada larangan soal itu.

Kalo buatan manusia nggak boleh dipakai. Lha terus membahasnya memakai apa ? Memakai rumus Einstein ya buatan manusia, memakai kitab Tafsir ya itu juga buatan manusia, memakai pemikirannya tokoh A, B, C, D ya semuanya manusia, melihat dari ilmu bahasa, ilmu bahasa ya buatan manusia , ilmu alam, ya rumus2 ilmu alam ya ada penemunya manusia. Semuanya pasti ada kaitannya dengan manusia. Dan memang manusia bisa salah.

Apakah buatan manusia mungkin salah ? Iya memang bisa saja salah . Tetapi sekali lagi bukan berarti karena buatan manusia terus dibuang begitu saja tanpa alasan sama sekali. Nggak bisa gicu cah.

Jika memang salah ya silahkan tunjukkan bagian salahnya dimana.

Saya rasa contohnya cukup jelas :

Jika Rumus Pitagoras dianggap mungkin salah
Ya jelaskan mungkin salahnya dimana, misalnya rumus itu salah karena semmestinya gini gini gini.

Bukan karena pitagoras manusia maka rumusnya harus dibuang total nggak boleh dipakai. Gimana jg ada logika seantik gicu…

Kalo menuruti ide antik kamu ya semuanya harus dibuang termasuk pikiran kamu, karena kamu manusia. Lha itu penarikan kesimpulan yang tidak cerdas. Mungkin itulah Update software kegeblekanmu yang paling baru itu.

Nggak ada logika segeblek gicu dalam agama manapun, dalam diskusi yang pinter.

Jika dianggap salah/mungkin salah ya ditunjukkan mengapa gicu, bukan sisi manusianya yang malah disalahkan.

Jika kamu nyamber Alkitab menurutmu mungkin salah, ya tetap lain artinya bahwa Alkitab itu sedemikian jeleknya sehingga layak dibuang total. kalo kamu anggap ayat X salah ya dijelaskan alasannya pada ayat x itu. Mengapa salah ? Itu dijelaskan. Kan kamu yang menyalahkan ya kamu jelaskan dong salahnya dimana.

Dari sisi debat ya : Mengatakan Alkitab mungkin salah itu saja sudah 80 persen oonlah, setidaknya kamu jelas2 nabrak keras inerrancy kan. Pasti banyak pakar Kristen yang ngelus dada melihat gayamu.

Lha sekarang kamu lebih parah lagi : Karena mungkin salah tadi terus kamu kaitkan dengan Alkitab harus dibuang total, sama sekali nggak layak dipakai. Itu 200 persen oon. Itu pendapat tidak berdasar plus memprihatinkan. Apalagi kalo motivasi sekedar nyamber nyamber agama lain terus kamu jadi merasa boleh menginjak-injak agama sendiri. Itu namanya oon bin oon banget.

Lha semua data di bumi ini ya buatan manusia , tetapi jika menyalahkan dalam satu point tentu perlu dijelaskan alasannya….

Jika Alkitab mungkin salah, apakah menurutmu point yang kita bicarakan memang terkait dengan bagian Alkitab yang menurutmu salah ?

Jika Newton membuat 3 rumus misalnya, apakah jika salah satu pendapatnya salah maka rumus yang lain juga ikutan pasti salah. Kan nggak bisa gicu. Perlu masing2 dilihat apakah dianggap salah apa bener.
Juga nggak bisa alasannya karena Newton manusia maka rumusnya nggak boleh dipakai. Logika macam apa itu ?

Dalam kasus Alkitab ya sama saja.

Apakah menurutmu kesalahan Alkitab terletak pada point yang kita bahas itu? Kalo iya jelaskan alasannya. Kalo nggak, ya berarti data boleh dipakai.

Sederhana saja cah..

Lha kamu itu jan kebangeten masalahnya : Demi napsumu menyerang agama lain, kamu rela menjelek-jelekkan menghancur leburkan konsep yang bahkan ada dalam agamamu sendiri.

Padahal tidak ada jaminan kalo gaya kamu bakal berhasil, tapi kalo kamu bonyok itu mah sudah pasti… Kamu sekarang harus berlari dari kengawuran ke kengawuran berikutnya…

SALAM Cah
GBU

Membahas AlQuran memakai data dari Alkitab itu nggak ada yang ngelarang.

>> ?????

memangnya siapa yang melarang…?

saya kan cuma katakan : kalau lovepassword menggunakan alkitab sebagai dasar pembelaan, berarti sama saja lovepassword mengatakan quran buatan manusia juga (seperti alkitab) *Yang MELAWAN keyakinan muslim seluruh dunia*

Karena muslim seluruh dunia percaya kalau quran itu BUKAN BUATAN manusia dan TIDAK MUNGKIN ada salah.

Kualitas otak dilihat dari cara orang tersebut menangkap ide pokok dari lawan bicaranya.

Kalau berkali-kali salah tanggap (dan ketahuan).. wah..wah… itu tandanya harus minum cerebrovit banyak2 tuh..

.
.
.

parah.

Banget.

Karena muslim seluruh dunia percaya kalau quran itu BUKAN BUATAN manusia dan TIDAK MUNGKIN ada salah.

===> Muslim seluruh dunia percaya AlQuran bukan buatan manusia itu TIDAK SAMA dengan Alkitab tidak boleh dipakai dalam sebuah diskusi, buku tafsir nggak bisa dipakai, ilmu2 yang buatan manusia tidak boleh dipakai. Itu dua hal yang berbeda cah…

Misalnya ketika membahas AlQuran , pakar nuklir mungkin mengaitkan ALQuran dengan ilmunya, ya itu bukan berarti karena ilmu nuklir buatan manusia , ilmu nuklir mungkin saja salah berarti ilmu itu nggak boleh dipakai.

Misalnya Harun Yahya, ngomong soal biologi menurut pendapatnya dia, ya itu bukan berarti dia menyamakan AlQuran dengan ilmu biologi atau ada larangan karena ilmu biologi dalil-dalilnya, data penelitiannya adalah penelitian manusia maka nggak boleh dipakai. Nyatanya kan dia pakai, dan masalah itu juga nggak ada yang protes.

Misalnya ada yang mengaitkan AlQuran dengan sains modern, sains modern rumusnya juga yang menemukan kan manusia , dan manusia emang mungkin salah, tetapi gak ada yang mengaitkan dengan ide sekonyol kamu bahwa karena AlQuran nggak mungkin salah, maka segala yang buatan manusia nggak boleh digunakan. Nggak ada teori antik kayak gicu, karena buatan manusia maka nggak boleh dipakai atau dianggap menyamakan AlQuran dengan ilmu nuklir atau menyamakan AlQuran dengan ilmu biologi. Itu contoh penarikan logika yang salah.

Misalnya Alquran dibahas dari sisi Alkitab itu juga lain artinya dengan menganggap AlQuran disamakan dengan Alkitab, jadi kalopun Alkitab kamu anggap mungkin salah dengan alasan buatan manusia – tidak ada larangan membahas AlQuran dengan otak manusia, dengan hati manusia, dengan data sains modern yang memang ditemukan oleh manusia, dengan ilmu biologi yang ditemukan manusia , dengan mulut manusia, dengan tulisan manusia, dsb….

Jadi anak kecil : Kamu mengkorelasikan dua hal yang tidak berhubungan. Membahas AlQuran dengan sudut pandang sains saja boleh kok, apalagi memakai Alkitab. Buku2 yang membahas itu juga bertebaran misalnya berbagai buku dengan judul Muhammad in the Bible yang ditulis oleh bermacam-macam pengarang, lha judulnya saja ada bible-nya ya isinya ayat Alkitab semua dalam buku itu. Nggak ada protes , dianggap baik-baik saja.
Jadi kalaupun kamu memilih membuang Alkitab ya silahkan. Itu kan urusanmu. Itu hakmu dengan segala konsekuensi kegeblekan yang kamu lakukan.
Kalo kamu memilih menginjak-injak konsep dalam agamamu cuma semata napsu kamu menyerang agama lain, ya itu aslinya konyol sih.

Kan aku mengatakan : Mengatakan Alkitab mungkin salah saja – itu konyol 80 persen.
Lha lebih parah lagi, kamu mengharuskan Alkitab dibuang total dengan asumsi karena buatan manusia , lha kegeblekannya jadi 200 persen itu.

Silahkan saja kau nikmati kekacauanmu sendiri.

Tetapi karena saya memakai data itu, dan kamu tidak berhasil membuktikan kesalahan Alkitab pada point yang kita diskusikan , maka berarti semestinya tidak ada larangan dalam memakai ayat tersebut.

Karena ayat itu ada dan jelas tertulis bahwa itu perintah Allah, maka penarikan kesimpulan : Perintah Allah dan bukan Perintah Allah bisa dihakimi atas dasar ada sebagian manusia yang merasa dirugikan atau tidak – adalah pernyataan yang tidak berdasar. Lha pernyataan yang tidak berdasar , dan salah tentu saja nggak bisa dipakai.

Kalo ini pertandingan sepakbola, nilaiku 4 nilaimu 0, kamu telah melakukan kesalahan logika berkali-kali yang endingnya makin lama makin parah.

SALAM Cah

@Om Lovepassword
Kheknya kemampuan si @Om Jelasnggak… dah maksimal deh… otaknye dah krodit total, jadi keblinger truusss…. Cekixkix…kix…kix…

Sebagai anak Tk jelasnggak itu pinter aslinya. Tetapi sepinter-pinternya dia yah pinternya anak TK… Hi Hi Hi

@ LP,

Biar lebih fair…kedua2nya pinter, Cekixkix & babi sama-sama pinter.

kamu juga pinter kok. Asal nggak esmosi senengnya maksa ya pasti lebih mudah untuk pinter😀 … Bahkan babipun kalo rajin latihan tentu memang bisa pinter, lha masalahnya kan babi jarang latihan gicu… Males fitnes pula…

Tapi biarpun sama-sama pinter ya level pinternya emang lain-lain.

Pinternya anak TK ya mungkin ranking satu sih mungkin, tapi bukan berarti bisa disamakan sama guru TKnya kan ??? ( mringis dulu ah) .

Hi Hi Hi

Kalo babi bisa sepakbola ya mungkin rada pinter tetapi kalo sama tim Brazil ya levelnya lainlah . Maksudnya babi itu pinter bila dibandingkan babi-babi yang lain. Logikanya gicu… Macan itu pinter dibandingkan macan-macan yang lain. Anak TK itu pinter dibandingkan anak TK yang lain.

Tapi jangan dibandingkan antara anak TK sama guru TKnya. Itu perbandingan yang gak adil ya…?

SALAM CosmicBoy
See You

nyimak…
nyimak..
nyimak…

emang Allah pernah nyuruh poligami di Quran…?

Kayaknya sih gak pernah ada perintah poligami. Poligami itu kan bukan kewajiban. Yang terjadi kan gini : Sudah ada poligami sebelumnya pada jaman itu. Lha poligami pada waktu itu kan tanpa aturan, misalnya laki2 bisa beristri 10, 12, 15 dsb . Kemudian ada aturan mengenai pembatasan poligami ; Misalnya kaitannya dengan jumlah, syaratnya berlaku adil dsb. Jadi nuansanya jelas bukan perintah yang diwajibkan tetapi pembatasan dari keadaan semula yang tanpa aturan.

Lha jelasnggak layak diprotes bukan dari sisi itu, tetapi karena dia mengaitkan perintah Allah atau bukan perintah Allah dengan apakah ada manusia yang tersakiti hatinya atau ada sebagian manusia yang merasa dirugikan atau tidak.

Jika tiap ada manusia yang rugi dianggap pasti bukan dari Allah, itu namanya konsep agama hedonis. Hik hik hik…

Dari sisi tindakan misalnya ada gempa bumi ada manusia merasa rugi, itu tidak bisa dihubungkan dengan bukan berasal dari Allah.
Dari sisi perintah ya tentu sama saja, nggak bisa seenak udel disimpulkan kalo yang dari Allah pasti nggak ada yang merasa rugi.

Pernyataan semacam itu nggak ada dasar logikanya. Bahkan juga nggak ada dasar agamanya. Dalam Islam ya nggak , dalam Kristen ya nggak.
Dalam Alkitab pun jelas2 ada perintah yang kalo dilihat dari sisi sebagian manusia ya dirugikan, misalnya ayat Amalek mengenai penyerangan terhadap Amalek termasuk wanita dsb. Dan itu tulisannya jelas2 perintah walaupun secara nalar jelas Amalek nggak diuntungkan dengan itu.
Jadi yah seperti biasanya : ada kekacauan logika serius dengan pernyataan jelasnggak. Hik Hik Hik

SALAM

Dari sisi tindakan misalnya ada gempa bumi ada manusia merasa rugi, itu tidak bisa dihubungkan dengan bukan berasal dari Allah.

>>Emangnya gempa bumi itu perintah Tuh@N yang ditulis di kitab suci..?

Beda itu..

Bolot.

~~

TUlisanmu:

Dalam Alkitab pun jelas2 ada perintah yang kalo dilihat dari sisi sebagian manusia ya dirugikan, misalnya ayat Amalek mengenai penyerangan terhadap Amalek termasuk wanita dsb. Dan itu tulisannya jelas2 perintah walaupun secara nalar jelas Amalek nggak diuntungkan dengan itu.

>>Jika lovepassword maksa menggunakan ayat dalam alkitab (yg adalah kitab buatan manusia), maka, lovepassword sama saja menyangkal islam. Karena islam seluruh dunia berkata bahwa quran itu tidak mungkin salah. Dengan mengambil ayat dari alkitab untuk membenarkan ayat quran, maka, lovepassword sama saja berkata kalau al quran juga buatan manusia.

.
.
Itu lagi.. itu lagi..

Referensi :
1. https://jelasnggak.wordpress.com/2010/05/29/muslim-yang-sejati/#comment-6832

2. https://jelasnggak.wordpress.com/2010/05/29/muslim-yang-sejati/#comment-6824

3. https://jelasnggak.wordpress.com/2010/05/29/muslim-yang-sejati/#comment-6819

4. https://jelasnggak.wordpress.com/2010/05/29/muslim-yang-sejati/#comment-6883

.
.
.

Jika ingin lanjut, lovepassword harap kemukakan pembelaan yang BUKAN berasal dari alkitab.

Salam

Jika ingin lanjut, lovepassword harap kemukakan pembelaan yang BUKAN berasal dari alkitab.

===> Kita kan membahas perintah Allah kan iya ? Dan menurutmu semua yang buatan manusia tidak bisa dipakai, harus dibuang total bahkan termasuk Alkitab. Kejam nian dikau cah…

Oke, mengapa Alkitab harus dibuang dengan alasan buatan manusia mungkin salah, sementara pemikiranmu yang juga pemikiran manusia malah kamu pakai?

Kalopun Alkitab mungkin salah, saya rasa tetap lebih pinter penulis Alkitab daripada kamu deh…

Masak iya sih kamu bisa lebih benar dari penulis Alkitab ? Yang bener saja cah…

Jika yang buatan manusia yang terkait manusia nggak boleh dipakai ya silahkan saja kalo keputusanmu gicu. Artinya : diskusi ini kan sudah selesai. Karena pendapat kita sama-sama mungkin salah, kita sama-sama manusia jadi pendapat kita sama-sama gak bisa dipakai.

Artinya posisi defaultnya tuduhanmu tidak bisa kamu buktikan.

Mau dibolak-balik juga silahkan

SALAM jell

Kita kan membahas perintah Allah kan iya ? Dan menurutmu semua yang buatan manusia tidak bisa dipakai, harus dibuang total bahkan termasuk Alkitab. Kejam nian dikau cah…

>>Hwaaayyohh.

Ulang lagi.. ulang lagi… phuih.. ngga capek .. atau … ngga fokus…?

ck..ck..ck…

>>>>>>>>>>Saya tidak katakan seperti itu.

Nih ide dasar saya:

Jika lovepassword maksa menggunakan ayat dalam alkitab (yg adalah kitab buatan manusia) sebagai dasar pembelaan ayat poligami di quran,.. maka,.. lovepassword sama saja menyangkal islam. Karena islam seluruh dunia berkata bahwa quran itu tidak mungkin salah. Dengan mengambil ayat dari alkitab untuk membenarkan ayat quran, maka, lovepassword sama saja berkata kalau al quran juga buatan manusia.

referensi:
https://jelasnggak.wordpress.com/2010/05/29/muslim-yang-sejati/#comment-7019

~~

TUlisanmu:

Oke, mengapa Alkitab harus dibuang dengan alasan buatan manusia mungkin salah, sementara pemikiranmu yang juga pemikiran manusia malah kamu pakai?

>>Pemikiran saya itu ada di luar substansi pembicaraan.

Bacalah! Iqra! Ampun!

“”Kita menggunakan pikiran untuk menentukan apakah suatu idea/pendapat itu masuk akal atau tidak””

Idea :
1. Semua buatan manusia mungkin salah karena manusia tidak sempurna
2. Alkitab buatan manusia
3 Jadi, alkitab mungkin salah.

Nah..sekarang elu berkata : “idea mu itu mungkin salah juga dong jell”

Duh gebeleknya minta ampun.

Kalo itumah semua orang juga udah tau, men!!

Kalau kau maksa tetap ingin gunakan itu, yaaa ha h aha… ngapain juga elu ngomong di sini… ????

Jualan tempe saja sana. ha ha ha..

parah.

@jelasnggak

Hush… jualan tempe…

Bos lovepassword jualan buku…. bagus lho

@lovepasword
mauu doonk….(ngarep mode on)

@Roy Rey : Wah bukunya Udah abis kuberikan teman-teman… He he he…

SALAM

berarti aku bukan temannya mas LP, mas ndak ado kasi buku samaku.

Yah… sedih daku….

“Pakuluman pakuluman bil ghoiri I’lmi ya’ma’lu

A’maluhu a’ maluhu maldudatuk latukbalu”

biar… daku sedih dulu yah…..

@roy rey

coba tanya sama lp,.. mendoan masih jual ngga ..?

he he

@Raden Mas HH : Bukunya dapetnya sedikit, ya teman2 sebelah rumah yang dapet duluan. he he he… soalnya mereka nyambernya kenceng-kenceng… ^_^

Tapi tenang saja, bukunya masih ada kok di Gramedia : ^_^

http://www.gramediashop.com/book/detail/9789792775662/Password-is-Nothing-

Ada diskonnya lho 14 persen….

Hi Hi Hi

@jelasnggak
ga tau bos…
tapi kayanya klo mendoan gw ga perlu nyari ke gramed…hihihihih

Mang harga bukunya berapaan bos? murah ga? maklum bos… golongan ekonomi lemah.

Harga resminya 54.800 berisi buku 240 halaman plus CD berisi program dan script. Kalo beli di toko buku online diskon 15 persen. jadi 46.600 . Harganya kan ada di link sebelah kanan atas
http://www.gramediashop.com/book/detail/9789792775662/Password-is-Nothing-

Hi Hi hi..

SALAM Iya…

Waduh… jadi makin tertarik.. nih
Kheknya gw harus ngumpulin duit dulu… doain gw yah bos lovepasword…

ngomong2 bos lovepassword punya situs/blog ga? kayanya banyak banget deh gw pengen tanyain (itu jga klo dizinkan)…. Soale klo disini ga enak ama bos jelasnggak

Ya blog punya sih, tapi kamu tanya di sini ya gak papa. jelasnggak murid TKku itu kan baik hati, ramah, dan tidak sombong😀 … dia gak bakal keberatan kok…

Kalo mau ke blogku, alamatnya lovepassword dot blogspot

SALAM

62 6c 6f 67 6e 79 61 20 6d 61 6e 74 65 62 68 20 62 6f 73 20 6d 61 6b 69 6e 20 70 65 6e 61 73 61 72 61 6e 20 6e 69 68

Wah makasih, kalo penasaran tongkrongin aja..Hi Hi hi …Diubek ubek juga boleh….See You

Kalo itumah semua orang juga udah tau, men!!
===> Semua orang bisa saja sudah tahu tapi kamu kan biasanya pengecualian…

Kalo kamu tahu idemu juga mungkin salah karena kamu manusia dan ide itu tetap kamu pake , lha mengapa Alkitab mungkin salah karena kamu anggap buatan manusia malah kamu buang.

Kamu itu hobinya membuat standard ganda ihhh…

============================================
Kalau kau maksa tetap ingin gunakan itu, yaaa ha h aha… ngapain juga elu ngomong di sini… ???? ===>

Itu maksudmu apaan ? Alkitab? Ngomong Alkitab saja kok pake di-ita itukan lho .

Lha mengapa PENDAPATMU yang mungkin salah diijinkan dipakai tetapi Alkitab malah dibuang total dengan logika mungkin salahmu ??? Alasannya apa ? Bedanya apa ? Antara pendapatmu yang buatan manusia sehingga layak pakai dan Alkitab yang menurutmu buatan manusia tapi malah kamu buang total ?

Kamu buat dulu dong standard yang adil : jangan asal membuang begitu saja. A boleh dipakai walaupun buatan manusia tetapi dengan alasan yang sama B gak boleh dipakai.

Lha kalo standardnya beda-beda ya itu namanya seenak udel kamu cah, kamu telah melakukan kekejaman tanpa dasar tanpa alasan….

SALAM

Kalau kau maksa tetap ingin gunakan itu, yaaa ha h aha… ngapain juga elu ngomong di sini… ???? ===>

Itu maksudmu apaan ? Alkitab? Ngomong Alkitab saja kok pake di-ita itukan lho .

>> “itu” maksudnya : kata-kata kau yang mengatakan “omongan kau jell juga mungkin salah”

Hi hi.. yang begini aja salah….

Bener kata-kata si Lt. Tuvok. Kau harus minum cerebrovit .. biar sedikit fokus.

Sudah sana….

Jualan tempe aja…

Ngapain ngomong di sini… Kan kau manusia, manusia mungkin salah…

ngapain kita berdua ngomong di sini..?

ha ha ha..

Ampunilah.

Jelasnggak Berkata:

“menurut logika, Jika semua buatan manusia mungkin salah, maka,.. alkitab juga mungkin salah, karena, alkitab buatan manusia…”

Lovepassword nyeletuk:

“Kalau gitu, omonganmu yang di atas itu juga mungkin salah dong jell,.. kan kau manusia….”

.
.
.

Duh…

Warkop juga kalah lucu.

.
.

Kalau mau jadi orang oon kira-kira dong.

Lho aku tu cuma ngasih contoh bahwa cara kamu membuang Alkitab itu nggak adil. Standard ganda itu cah.

Masak karena menurutmu Alkitab buatan manusia jadi kamu anggap mungkin salah – nggak boleh dipakai. Sementara yang boleh dipakai malah pendapatmu, padahal kamu juga manusia..
Lha itu kan standard ganda dalam memperlakukan Alkitab aslinya. Masak dengan alasan buatan manusia, dan buatan manusia Alkitab menurutmu harus dibuang nggak boleh dipakai sebagai data – sementara pendapatmu malah yang dipakai padahal kamu juga manusia….Itu nggak adil cah…..

Kalo semua pendapat manusia gak boleh dipakai, semua buatan manusia gak boleh dipakai ya kan emang diskusi gak ada. Tuduhannya juga gak ada karena mungkin salah sebab kamu manusia- jadi posisi defaultnya Tuduhannya tidak bisa dipakai – lha wong yang nuduh juga manusia kok…

Hi Hi Hi

Silahkan lovepassword, jika mau belajar lanjut .

Tapi jangan menggunakan ayat di alkitab untuk melakukan pembelaan pada ayat di poligami.

Masak menggunakan buku yang mungkin salah sih….?

.
.
.
.

Katanya mau lawan atheiiiiisssssss…….???

Kan aku dah bilang, kalaupun menurutmu Alkitab buatan manusia sehingga mungkin salah, silahkan kamu jelaskan apakah bagian mungkin salahnya terkait dengan topik yang kita diskusikan.

Kamu tidak bisa mengatakan : Dengan alasan buatan manusia maka harus dibuang total semuanya, tidak bisa dipakai sebagai data. Karena semua data yang dimiliki manusia ya buatan manusia, tetapi nggak pernah kita lihat ada data dibuang dengan alasan semata2 karena buatan manusia.

Hey Einstein, rumus kamu gak boleh dipakai ?
Kenapa jell?
Lha kamu kan manusia jadi rumusmu mungkin salah.

Hey lovepassword, kamu gak boleh pakai Alkitab ?
Kenapa jell ?
Lha Alkitab kan buatan manusia, jadi gak boleh dipakai .

Logika keblinger ala anak TKku junior….

Jika kamu katakan salah/mungkin salah silahkan ditunjukkan point yang kamu anggap salah dibagian mana dari data itu , apakah kesalahan itu terkait dengan aspek yang kita diskusikan atau tidak…

Sederhana saja cah..

SALAM

Lha Alkitab kan buatan manusia, jadi gak boleh dipakai .

———————

Bukan ngga boleh di pakai bos..

Intinya sih gampang.

Logikamu bertentangan dengan BACOTmu sendiri gitu lho.

Kau berkata Quran ngga mungkin salah.
Sedangkan untuk membela ayat quran, kau gunakan buku yang mungkin salah. ITu sama saja kau berkata quran juga mungkin salah.

Pertama kau katakan quran tidak mungkin salah
belakangan kau katakan quran mungkin salah

Omongan macam apa ini…?

ITulah makanya saya lucu sambil ketawa haha hihi.

————

Jika kamu katakan salah/mungkin salah silahkan ditunjukkan point yang kamu anggap salah dibagian mana dari data itu , apakah kesalahan itu terkait dengan aspek yang kita diskusikan atau tidak…

Kalau sudah setuju ya ngapain nanya “salahnya di mana”

Lovepassword: “saya setuju kalau alkitab mungkin salah, tapi tunjukkan kemungkinan salahnya dimana?”

Hi hi hi.. lucu banget…!!

Kalau sudah setuju ya sudah stop sampai di situ.
Ngapain pake nanya “Mungkin salahnya dimana”

Kalau masih nanya begitu itu namanya BELUM SETUJU…

contoh sederhana.

PDIP : “Akhirnya Kami setuju kalau srimulyani itu bersalah, tapi salahnya di mana ?”

Nah lho,?? kalau sudah setuju salah yaaa ngapain nanya lagi salahnya di mana…? jha ha ha ha

berkali-kali coba saya jelaskan tp ngga mudeng2..

Payah.

Lho gini lho sayangku cintaku…

Kalo mungkin salahnya itu tidak pada bagian yang kita diskusikan berarti yah data itu bisa dipakai.

Kecuali kamu ngomong semua bagiannya salah, sehingga harus dibuang total kan beda urusannya.
Lha kalo kamu memang pengin dibuang total alasannya apa ? Jika andaikata kesalahannya tidak pada bagian yang kita diskusikan kan tetap saja itu bisa dipakai.

=============================================
Kamu kan ngomongnya gini : Ada bagian yang mungkin salah karena buatan manusia, Ada bagian yang diinspirasi Allah sehingga pasti benar…

Lha caramu membedakan gimana…Darimana kamu tahu bahwa ayat yang aku bahas itu termasuk salah/mungkin salah.

Lha kalo cuma mungkin salah tetapi belum terbukti salah, mengapa nggak boleh dipakai jell?

=============================================
PDIP : “Akhirnya Kami setuju kalau srimulyani itu bersalah, tapi salahnya di mana ?”

Nah lho,?? kalau sudah setuju salah yaaa ngapain nanya lagi salahnya di mana…? jha ha ha ha

===> Apakah dengan membuat analogi ini kamu sudah berubah pikiran tidak lagi mengatakan Alkitab mungkin salah, tetapi Alkitab seluruhnya pasti salah ????

Salam Cah

Lovepassword: “saya setuju kalau alkitab mungkin salah, tapi tunjukkan salahnya dimana?”

Lucu banget!!.

Pertama,
Udah setuju kok masih nanya salahnya dimana

kedua,
Yang saya katakan MUNGKIN SALAH.. ehh… kok minta dituntukkan SALAH(saja) nya di mana..

ck…ck…ck…

Katanya mau lawan atheiiiisss…. kok mikirnya gini…

kAn contoh kamu Sri Mulyani bersalah, kamu nggak bilang mungkin salah ..:)

kAn contoh kamu Sri Mulyani bersalah, kamu nggak bilang mungkin salah ..:)

———————

>> Orang kalau sudah terpojok…. hal-hal ngga esensi pun dijadikan masalah.

Saya kira semua pembaca sudah tau maksud saya.

Bukannya kamu yang selalu protes , katamu : Mungkin salah itu tidak sama dengan Salah.. ^_^

Kalo sekarang kamu anggap saja ya mbok ya ngomong dulu….

Bukannya kamu yang selalu protes , katamu : Mungkin salah itu tidak sama dengan Salah.. ^_^

Kalo sekarang kamu anggap sama saja ya mbok ya ngomong dulu

>> Orang kalau sudah terpojok…. hal-hal ngga esensi pun dijadikan masalah.

Saya kira semua pembaca sudah tau maksud saya.

Bukan ngga boleh di pakai bos..===> jadi boleh dipakai kan ???

Kalo boleh dipakai berarti kan ada data yang menunjukkan caramu menarik kesimpulan salah.

jadi kesimpulan akhirnya : Konsep bahwa perintah Allah/bukan perintah Allah bisa ditentukan atas dasar ada manusia yang merasa dirugikan atau tidak – saya rasa terbukti salah. Mengapa salah? Karena ada data menunjukkan sebaliknya…

Begitulah logika sederhananya….

SALAM

Ck..ckk..ck..

NGelus dada..tanda tak khu khu..

Ini bukan masalah boleh atau tidak.

Ini masalah logika omonganmu yang saling tolak belakang.

Pertama kau katakan quran tidak mungkin salah…ehh.. tiba-tiba belakangan kau katakan quran mungkin salah

Omongan macam apa ini…?

ITulah makanya saya lucu sambil ketawa haha hihi.

cape deh

Pertama kau katakan quran tidak mungkin salah…ehh.. tiba-tiba belakangan kau katakan quran mungkin salah===> Mungkin kamu agak mabuk karena kebanyakan makan kulit duren cah… Putus asa sih bolehlah tapi ya gak usah sedemikian parahnya sampai mengarang cerita .. hik hik ….

Gini lho cah, kalo menurutmu boleh dipakai ya sudah, berarti masalahnya selesai. Ayat itu boleh dipakai kan ? Boleh dipakai apa nggak boleh dipakai ? Hi Hi Hi…aku gak maksa lho…

Kamu menyesal mengatakan ayat itu boleh dipakai??? Kalo menyesal kamu boleh berubah pikiran lho.

Kalo boleh dipakai ya sudah – jadi ada data yang menunjukkan penarikan kesimpulanmu salah.

Jadi kamu gak usah muter-muter pake mengarang indah segala macam.. Hi hi hi

Intinya ayat Amalek itu boleh dipakai kan? Kalo boleh dipakai ya baguslah… Tapi aku gak maksa lho. Kalo menurutmu gak boleh dipakai juga boleh, kamu boleh berubah pikiran sewaktu-waktu kok…

Sementara ini kalo kamu gak mengubah pendapat lagi berarti kita anggap ayat itu boleh dipakai. Jadi ada data yang menunjukkan caramu menarik kesimpulan salah.

Perintah Allah atau bukan tidak bisa diadili /ditentukan dari apakah ada sekelompok manusia yang merasa rugi atau untung.

Clear iya ? Atau kamu masih keberatan ?

Salam jell….
See You

Lovepassword : “Quran itu tak mungkin salah”

.
.
tiga puluh detik kemudian…
.
.
.

Lovepasssword : “Quran itu mungkin salah”

He he he.. lucunya…

——————-

Jika lovepassword maksa menggunakan ayat dalam alkitab (yg adalah kitab buatan manusia) sebagai dasar pembelaan ayat poligami di quran,.. maka,.. lovepassword sama saja mengatakan quran juga mungkin salah. Muslim seluruh dunia berkata bahwa quran itu tidak mungkin salah. .
Dengan mengambil ayat dari alkitab untuk membenarkan ayat quran, maka, lovepassword sama saja berkata kalau al quran juga buatan manusia.

Kalau di pojok ngga ada kerjaan…, duduk aja ngga apa2 kok😆😆

referensi:
https://jelasnggak.wordpress.com/2010/05/29/muslim-yang-sejati/#comment-7019

Lovepassword,
Coba jawab, quran mu itu buatan manusia atau bukan ?

he he he..

Terpojok ?…. tidur aja…

Wah sudah gak mau njawab, mengalihkan perhatian pake mempitnah lagi… Gak bagus itu cah… hik hik…

================================
Lovepassword : “Quran itu tak mungkin salah”

.
.
tiga puluh detik kemudian…
.
.
.

Lovepasssword : “Quran itu mungkin salah”
==> emangnya gak bisa ya kalo diskusi gak pake pitnah…Hik Hik Hik… Coba kamu kopi paste tulisanku yang menurutmu menunjukkan seperti itu. Bisa nggak anak manis ???? Wah cakep deh kamu …

=====================================

Senengnya kok malah ngajak mojok gicu lho…Kamu kok pengin aku ke pojok emangnya kamu mau ngapain jell ? hik hiks…

Penarikan kesimpulanmu itu salah, anak manis :

Ketika yang Maha Benar dipikirkan, ditulis, dalam bahasa manusia , dibicarakan manusia yang mungkin tidak benar dsb, itu sama sekali berbeda dengan menyamakan yang Tidak Mungkin Salah menjadi mungkin salah.

Misalnya : Allah itu Maha Benar, tetapi manusia yang mungkin salah toh boleh bicara soal Allah. Yang bicara mengenai Allah juga tidak mengklaim menyamakan diri mereka dengan Allah.
Misalnya ada teori dari ciptaan menggambarkan pencipta, misalnya dunia yang kompleks itu pastilah berasal dari pencipta yang cerdas. Tapi jangan lantas dipikirkan secara oon bahwa pernyataan tersebut sama artinya dengan menyamakan dunia dengan Allah. Itu gak nyambung anak manis.

Dalam kasus AlQuran ya sama saja. Misalnya Harun Yahya menulis sisi AlQuran dibandingkan biologi ya tidak bisa dianggap bahwa Harun Yahya mengatakan AlQuran = ilmu biologi. Bahwa ilmu biologi mungkin salah silahkan saja tetapi juga bukan berarti semua yang mungkin salah tidak boleh dipakai.

Berbeda dengan Alkitab , bahkan mengatakan AlQuran buatan Allah itu sudah salah dari sisi Islam. Karena AlQuran itu bukan makhluk. Tetapi jika penjelasan ini kupanjangkan , pastilah kamu bisa bernapas lebih lega karena mendapat kesempatan mengalihkan perhatian. Karena itu , aku mau menjelaskan sih tetapi topik diskusi kita tolong diselesaikan dulu ya ?

Rumus Pitagoras pun buatan manusia , jika mau menyalahkan ya ditunjukkan saja salahnya kan…?
Jika Alkitab menurutmu salah/mungkin salah ya tunjukkan saja bagian mungkin salahnya – apakah terkait diskusi kita atau tidak.

Banyak Penulis buku Muhammad in the Bible ( memang judulnya sama tetapi penulisnya macem2 ) , jelas-jelas mengutip Bible ketika membahas Muhammad dan AlQuran, dan tetap saja tidak bisa dianggap penulis itu menyamakan AlQuran dan Bible.

Bahwa menurutmu Bible/Alkitab mungkin salah, itu silahkan saja , itu hakmu walaupun dari sisi Kristen pun jelas gebleklah itu – tetapi dalam pandangan muslim itu umumnya gak separah kamu, karena dianggap buatan manusia maka Alkitab harus dibuang total , nggak boleh dipakai sama sekali. Nggak gicu…
Bahkan penulis buku2 Islam yang agak keras semacam Irena Handono pun gak seekstrim kamu meminta Alkitab dibuang seluruhnya hanya dengan alasan karena buatan manusia.
Mbok pikiranmu terhadap Alkitab jangan kejem-kejem lho.

Mengapa harus dibuang total cuma dengan alasan buatan manusia, padahal :
1> Sesuai omonganmu sebagian isinya diinspirasikan Allah
2> bahkan kalo itu kamu demi asal menang debat lalu ngomong Alkitab 100 persen buatan manusia ,tetap tidak bisa sesuatu disalahkan atas dasar itu. Kalo mau menyalahkan ya silahkan ditunjuk pada bagian mana dari data itu yang salah. jika ilmu biologi, rumus Einstein, sains modern , kitab tafsir dsb bisa dipakai membahas AlQuran , padahal semua itu juga buatan manusia, yang juga mungkin salah . mengapa Alkitab tidak bisa dipakai ? Yah tentu saja bisa dipakai secara objektif.

Jadi sekali lagi sayangku cintaku, penarikan kesimpulanmu salah. Dan kalo itu dimaksudkan memecah perhatian guru TKmu dan teman2mu anak manis, paling banter kamu membuat mringis terharu….

Aslinya kamu itu plintat plintut.

Pertama : Kamu ngomong Alkitab mungkin salah

Kedua : Kamu ngomong karena mungkin salah, maka gak boleh dipakai kan. Jadi harus dibuang total karena buatan manusia.

Ini aslinya aneh, karena semua yang buatan manusia boleh dipakai jika tidak bisa dibuktikan salah. Semestinya kamu menunjukkan bagian Alkitab yang menurutmu salah , apakah kesalahan itu menyentuh aspek diskusi atau tidak.

Ketiga : Karena kepepet kamu ngomong : Bukan gak boleh dipakai BOS….

Ya mbok yao kamu merenung sebentar kamu pikirkan mau menjawab yang mana : aslinya Alkitab boleh dipakai atau memang harus dibuang total menurutmu ? Atau hanya sebagian yang dipakai sebagian lagi dibuang? Terus yang dibuang yang mana ? Yang dipakai yang mana ?

============================================

Dengan mengambil ayat dari alkitab untuk membenarkan ayat quran, maka, lovepassword sama saja berkata kalau al quran juga buatan manusia.

===> Ada beberapa kesalahan logika serius di situ :

1> Pertama : nggak ada larangan membahas AlQuran dari sisi misalnya biologi, sains modern dsb meskipun semua ilmu itu dibuat manusia penemunya manusia yang bisa salah, jadi kalopun Alkitab dianggap bisa salah, melihat AlQuran dari sisi Alkitab ya nggak ada salahnya, ya wong melihat AlQuran dari sisi sains modern juga ada banyak bukunya. Padahal Einstein juga manusia yang bisa juga salah. Lha posisi Alkitab dengan Injil di dalamnya jelas tetap lebih tinggi dibandingkan misalnya rumus Einstein, karena Injil itu dari Allah.

2> Kedua :
Sesuai katamu bahwa sebagian Alkitab adalah benar, apa kamu berubah pikiran lagi dengan mengatakan Alkitab 100 persen salah ???? Yang bener saja cah. jangan2 kamu keracunan kulit duren.

Lha menurut saya , ayat yang saya pakai itu benar. Coba kalo berani kamu tanyakan saja : mengapa menurutku ayat itu benar??? Hi Hi hi

Lha apa menurutmu ayat Amalek itu salah ? Jadi saya merasa mengutip data yang benar . Kalo saya merasa salah, ya gak mungkin saya kutip. Kalo ada yang menganggap itu salah ya kamu tanyakan pada orang tersebut, yang penting jika saya mengutip data ya tentunya data itu dianggap benar. Kamu mau tanya gak mengapa ayat Amalek itu kok benar ?😀

3> yang saya protes itu pernyataanmu bahwa perintah Allah/bukan perintah Allah bisa dihakimi atas dasar ada manusia yang merasa rugi atau merasa untung. Darimana bisa kamu simpulkan bahwa pernyataan kamu itu berhubungan dengan AlQuran .

Saya itu memotong dasar argumentasimu.

Lha jika dasar argumentasimu hancur maka itu tidak bisa dipakai.

===========================================
Lha sekarang dijawab saja : Nggak usah plintat plintut lagi :

Ayat Amalek itu boleh dipakai apa nggak boleh dipakai ????

Mau ngeles lagi, mau panggil2 ilernya di evan lagi….

Siapa suruh kamu kuajak berkali2 case closed kebesaran gaya… hik hiks

Guru TKmu ini alot cah…. , kalo aku lagi adem ayem itu jangan terus kamu mendadak melembung kayak balon , kasihan kau cah….

SALAM jell

See You

@LP,

Alquran ada kemungkinan salah atau tidak ?

Jawab aja dulu.

Nanti kalau sudah jawab baru kau akan ngerti.

.
.
.

Ngomong panjang lebar tapi ngga nyambung… 😆

Guru TKmu ini alot cah…. , kalo aku lagi adem ayem itu jangan terus kamu mendadak melembung kayak balon , kasihan kau cah….

———————–

Kau memang alot… karena kau tidak nyambung (kurang terbiasa debat)

Saya memang kasihan.

Tapi saya lebih kasihan sama kau (dan teman2 mu).

Kau ibarat di ahmad dedat dan sakir naik.
(salah tapi PD – Typical muslim)

Kau bilang SUDAH SETUJU,.. tapi masih nanya alasannya KENAPA SETUJU .. ha ha ha ha…

PDIP : “Saya SETUJU kalau srimulyani dipecat, tapi apa alasannya sri mulyani di pecat”

Dewan : “Boooo,… NGGA PENTING!”

contoh lain (biar jelas)

Hakim : ” Dengan ini saya putuskan, si Bonar tidak bersalah, tapi saya mau tau kenapa dia tidak bersalah”

Lucu…!!

Kalau belum tau alasannya, jangan bilang setuju dong…!!

Sudah bilang setuju tapi masih nanya…ha ha ha

Setahuku sih gak kelihatan salahnya. Kalo masalah ada ayat2 tertentu yang kadang diprotes umumnya masih cukup terjelaskan. Aku kan bukan model kamu yang serba ngomong mungkin kanan kiri. Hi Hi hi tapi endingnya gak jelas ngomong apakah ayat Amalek itu boleh dipakai apa nggak boleh dipakai…Cah…cah

Kau ibarat di ahmad dedat dan sakir naik. ===> Hi Hi Hi, aku ya aku, Ahmad Dedat ya ahmad dedat, pake aneka ibarat aneh-aneh kamu cah…
============================================
Kau bilang SUDAH SETUJU,.. tapi masih nanya alasannya KENAPA SETUJU .. ha ha ha ha…

PDIP : “Saya SETUJU kalau srimulyani dipecat, tapi apa alasannya sri mulyani di pecat”

Dewan : “Boooo,… NGGA PENTING!”

=============================================

======>

Hi hi hi anak TK..anak TK ngasih contoh saja keliru.

Siapa juga yang setuju Sri Mulyani dipecat. Yang mecat itu kan kamu bukannya aku.

Aku cuma mendukung bahwa Sri Mulyani memang manusia dan yang namanya manusia memang bisa salah. Tetapi tidak bisa seseorang dipecat hanya karena alasan bahwa dia manusia…. Paham kamu murid TKku yang imut.

Nggak ada di dunia waras manapun ada manusia dipecat dengan alasan : Karena kamu manusia dan manusia bisa salah, maka kamu kupecat.

Kalo kamu memecat seseorang yang dijelaskan ya alasan kesalahan orang tersebut di bagian mana, bukan karena manusia maka boleh dipecat. Cah TK …cah TK… 😀

Kamu meminta Sri Mulyani dipecat dengan dalih dia manusia dan manusia bisa salah.

AKu mangatakan walaupun manusia bisa salah . Tidak bisa seorang manusia dipecat hanya semata dengan alasan konyol bahwa dia manusia yang bisa salah. Sri Mulyani tidak layak dipecat jika semata2 alasannya sedemikian konyol karena dia manusia maka dia layak dipecat…

Alasan apa lagi itu?

Dalam kasus Alkitab kejadiannya persis sama.

Kamu menolak Alkitab dipakai sebagai data dengan dalih Alkitab buatan manusia.

Aku menjawab tidak bisa hanya alasan buatan manusia dipakai untuk memecat Alkitab… Kalo mau menyalahkan kalo memang mau membuang ya dijelaskan salahnya dimana. Kalo salahnya pada point tertentu apakah kesalahan itu pada point yang kita diskusikan atau tidak?

Jadi analogimu bahwa saya setuju Sri Mulyani dipecat itu analogi yang salah.

Yang benar adalah saya setuju bahwa Sri Mulyani memang manusia, tetapi tidak bisa dengan alasan bahwa dia manusia maka dia dipecat.

Paham kamu sekarang kekacauan berpikirmu dimana murid TKku nan imut ???

Contohmu itu sangat bagus, kalo kamu gak paham juga ya kebangeten…

SALAM

Setahuku sih gak kelihatan salahnya.
———————————————-

Good.

Itulah mengapa saya katakan bahwa kau berkata : “Quran tidak ada salah” dan itu artinya saya tidak pernah fitnah.

Jawaban saya pendek saja. (karena tingkat tinggi)

Tapi saya yakin Kau pasti sudah ngga tau lagi maksud kalimat saya itu. he he he… (kurang fokus seeeh😆 )

Saya maklum.

Ini baca lagi referensi:

https://jelasnggak.wordpress.com/2010/05/29/muslim-yang-sejati/#comment-7065

https://jelasnggak.wordpress.com/2010/05/29/muslim-yang-sejati/#comment-7070

——————

Lovepasssword menulis:

Hi hi hi anak TK..anak TK ngasih contoh saja keliru.

Siapa juga yang setuju Sri Mulyani dipecat. Yang mecat itu kan kamu bukannya aku.

>>>>>>>> WOW!!<<<<<< ha ha ha ha…

Lihatlah..!

Lagi-lagi kau salah menangkap pokok pikiran lawan bicaramu.

ha ha ha

makanya dari dulu sudah saya katakan… dipikir dulu maksud lawan bicara… baru ngomong….!! jangan sebaliknya..!

Begini ya Dik!

Analogi saya itu bukan ditujukan untuk berkata "siapa yang mecat srimulyani"… tapiiiiiiiiiiiiiii…………… analogi saya itu menunjukkan betapa bodohnya kau.. karena kau sudah setuju tapi masih bertanya alasannya kenapa.

Ck..ck..ck

.
.
.

Untuk tulisan kau yang lain,… maap,.. saya tidak akan menjawabnya.. karena saya rasa isinya sama saja,.. dan … ngga nyambung.

Hi Hi Hi, aku nangkep omonganmu, aku memang setuju pada beberapa point tetapi tidak bisa kesetujuanku pada satu point kamu samberkan ke yang lain. Itu namanya kamu maksa…

Kalo dari analogimu :

AKu memang setuju denganmu dari sisi bahwa Sri Mulyani manusia.

Yang aku tidak setuju adalah kalo dengan alasan bahwa Sri Mulyani manusia maka Sri Mulyani harus dipecat.

Itulah bedanya kau dan aku. Kamu mengatakan karena mungkin salah maka harus disingkirkan. Lha aku tidak setuju dari sisi itu.

Bahwa Sri Mulyani manusia , aku sependapat tetapi kalo seseorang dipecat dengan alasan bahwa dia manusia , aku tidak setuju . Karena itu konyol kan.

Begitu juga dalam kasus kita ini. Bahwa Alkitab menurutmu buatan manusia tidak bisa dijadikan alasan untuk membuang Alkitab seluruhnya.

Lha kalo misalnya Sri Mulyani salah, ya ditunjukkan salahnya . Bukan alasannya dia manusia maka harus dipecat.

Begitu juga Alkitab, kalo ada point yang salah ya silahkan kamu tunjukkan apakah kesalahannya terkait topik kita atau tidak. Tidak bisa sebuah data disalahkan dengan alasan semata2 buatan manusia.

Paham kamu cah ?

SALAM

Tulisan Kau:

Hi Hi Hi, aku nangkep omonganmu, aku memang setuju pada beberapa point tetapi tidak bisa kesetujuanku pada satu point kamu samberkan ke yang lain. Itu namanya kamu maksa…

Kalo dari analogimu :

AKu memang setuju denganmu dari sisi bahwa Sri Mulyani manusia.

Yang aku tidak setuju adalah kalo dengan alasan bahwa Sri Mulyani manusia maka Sri Mulyani harus dipecat.

Coba baca lagi:

https://jelasnggak.wordpress.com/2010/05/29/muslim-yang-sejati/#comment-7084

>>>dalam contoh itu di bagian mana kah ada tertulis “sri mulyani manusia maka harus dipecat”

Nih saya tulis lagi contohnya yaa dik yaaaaaaaa… duuuuh… imutnya anak mamaah inii…

PDIP : “Saya SETUJU kalau srimulyani dipecat, tapi apa alasannya sri mulyani di pecat”

Dewan : “Boooo,… NGGA PENTING!”

DImana ?

Ngga ada kan..?

Syusyah yaa ?

.
.
.,

Makanya saya suruh kau berkali-kali-kali-kali-kali-kali….. minum cerebrovit biar otak terfokus.

Tuh lihat kata SETUJU saya sudah tulis dalam huruf besar.. agar kau menangkap “pesan” saya…. ehh.. sayang beribu malang… ternyata kau masih intel 468DX.

***Kalau sudah SETUJU akan suatu ide,. KENAPA MASIH MAKSA NANYA ALASANNYA…????? –>>> GITU LHOH <<– **** .. he he he

Yang saya tekankan di analogi itu adalah “SETUJU” tapi “masih nanya alasannya”…

“karena manusia” itu belum masuk di situ…

Dapet ngga dik..? hi hi hi

Contoh lagi yaaa …

Jelasnggak : “Hey LP…kau setuju ngga kalau merokok itu merusak tubuh ..?”

Lovepass : “Iya saya setuju… tapi kenapa kau katakan itu merusak tubuh..?”

TUh lihat.

Aneh kan..?

Boleh-boleh saja kau bertanya.. tapi saya berhak untuk tidak menjawab.

Kenapa ?

karena kau sudah setuju dengan saya … gampang banget..

.
.
.

Yang gampang gini ngga ngerti…nanti kalau lawan atheis kau bisa diketawai…

Kan aku sudah bilang kalo contohmu gak cocok.

Kamu kan pengin Alkitab dibuang total dengan alasan buatan manusia.

Lha aku setuju saja dalam satu point bahwa memang ada sisi buatan manusia , sisi aspek manusiawi tetapi saya tidak setuju kalo itu dijadikan alasan membuang Alkitab seperti ide kamu itu.

Lha contohmu itu salah :

Aku tidak sependapat kalo Sri Mulyani dipecat dengan alasan dia manusia biasa maka harus dipecat.
Aku sependapat bahwa Sri Mulyani manusia, tetapi tidak bisa dia dipecat dengan alasan karena bahwa dia manusia. Itu alasan konyol itu.

Jadi analogi setujumu itu tidak lengkap dan bertendensi memelintir kejadian sebenarnya, karena itu analogi kamu tidak cukup layak untuk menggambarkan pendapat kita berdua.

Analogi yang benar adalah : Saya setuju bahwa Sri Mulyani memang manusia tetapi tidak bisa atas alasan itu maka dia dipecat.

Sama seperti : Saya sependapat bahwa ada sisi manusiawi buatan manusia dalam Alkitab tetapi tidak bisa sebuah data dibuang cuma karena alasan data itu buatan manusia, atau rumus itu pembuatnya manusia biasa, dsb…

Jadi itu 100 persen masalahmu anak manis…

Masalah ateis , lha wong aku masuk rumah mereka, masuk grup sendirian saja berani.. Hi Hi Hi …Tapi rasanya diskusi kita gak ada hubungannya deh sama ateis, jadi mendingan kamu nggak usah mengalihkan perhatian….hiks …

SALAM Cah
GBU

Aku tidak sependapat kalo Sri Mulyani dipecat dengan alasan dia manusia biasa maka harus dipecat.

———–

>>>WAH<<<<

Masih ngga ngerti..!!

Di contoh saya itu saya TIDAK/BELUM menyebut alasannya sri mulyani di pecat gara2 dia manusia…

Baca:

https://jelasnggak.wordpress.com/2010/05/29/muslim-yang-sejati/#comment-7084

coba jidatnya dipegang dulu bentar aja. Trus mikir yang fokus.. jangan lari-lari…

Insya Yesus kau sadar salahnya dimana.

Contoh lagi yaaa …

Jelasnggak : “Hey LP…kau setuju ngga kalau merokok itu merusak tubuh ..?”

Lovepass : “Iya saya setuju… tapi kenapa kau katakan itu merusak tubuh..?”

——–

Contoh lagi yaa ..

Jelasnggak : “Hey LP.. gimana kalau kita makan di restaurant depan rumah ku, kau setuju ..?

Lovepass : “Ya ayuk.. saya setuju… tapi kenapa kau makan di situ”
😆😆

Jelasnggak : “ngga usah kebanyakan nanya laaa… udah setuju masih nanya”

———

Sekarang ke pembicaraan utama yaa

Jelasnggak : “LP, kau setuju ngga kalau alkitab itu mungkin salah karena buatan manusia”

Lovepassword : “Saya setuju, .. tapi… mungkin salahnya di mana ?”

Wkakakakka…

Lucu!!

Ini namanya SETUJU TAPI NGGA SETUJU.. ha ha ha ha.. logika arab dipake!

Setuju tapi masih minta penjelasan “salahnya di mana”

Pembaca jadi bingung ….. Ini sebenarnya udah setuju atau belum sih..?

Kalau belon setuju yaa bilang saja laaa (biar ngga panjang gitulho)

Gengsi tinggi banget!!

.
.
.
.
.
.

Ingetin lagi ah..

>> POligami itu bukan perintah dari Tuh@N, karena, semua perintah dari Tuh@n pasti TIDAK menghasilkan MUDHARAT <<

Karena lovepassword menggunakan alkitab (yg adalah buatan manusia – mungkin salah), maka, itu sama saja lovepassword berkata kalau quran itu juga buatan manusia.

Dengan demikian, Quran juga MUNGKIN SALAH dan tidak 100% BENAR…

Jadi kesimpulannya : Quran = alkitab = buatan manusia = mungkin salah.

Terima kasih LP sudah mau ngaku.

Case closed (kecuali kalau LP mau menggunakan argument SELAIN dari Alkitab)

nb: LP jangan lupa minum cerebrovit dan pegang jidatnya.. biar mikirnya fokus.

Hi Hi Hi, anak TK seenak udelmu kamu memotong omongan orang. Hiks

Ceritanya kan gini :

Berdasarkan data ayat Amalek itu maka bisa disimpulkan penarikan kesimpulanmu bahwa Perintah Allah/bukan perintah Allah bisa ditentukan atas dasar ada manusia yang dirugikan/diuntungkan adalah pernyataan yang salah.

Karena saya memakai data itu, kamu meminta saya membuang data itu dengan alasan bahwa data itu buatan manusia sehingga harus dibuang. Alkitab buatan manusia sehingga mungkin salah, karena mungkin salah, maka tidak layak dipakai harus dibuang seluruhnya.

Aku menjawab : Bahwa kamu menganggap Alkitab buatan manusia silahkan saja, tetapi tidak bisa dengan alasan buatan manusia sebuah data bisa dibuang.

Kamu bisa memecat misalnya Sri Mulyani dengan alasan terindikasi korupsi atau penyalahgunaan wewenang atau lainnya. Tetapi alangkah konyolnya jika Sri Mulyani dipecat dengan alasan karena Sri Mulyani manusia dan manusia bisa salah, maka dia harus dipecat.

Dalam kasus kita ini sungguh jelas analogi itu :

Bahwa Alkitab buatan manusia dan buatan manusia bisa salah – tidak bisa dijadikan alasan membuang Alkitab.

Kecuali jika kamu punya alasan pada bagian apa yang kamu anggap salah, alasan pada point yang kamu salahkan kamu paparkan , itu lain urusannya.

Tetapi jika alasannya Alkitab buatan manusia, maka Mak Weerrr , oke udah buang saja jauh-jauh…nggak usah dipakai.

Itu alasan mengada-ngada dan kurang ajar aslinya sih…

Jadi kalo menurutmu Alkitab salah ya tunjukkanlah bagian yang salah. Apakah terkait diskusi kita atau tidak ?
Jika kesalahan itu tidak bisa kamu buktikan , terkait dengan pembahasan kita, ya data itu tetap bisa dipakai.

Menurutku sih gicu.

Jadi sayangku cintaku : Idemu membuang total Alkitab dengan dalih buatan manusia , adalah ide konyol geal geol .

Idemu memecat Sri Mulyani dengan analogi yang sama karena Sri Mulyani manusia biasa maka dia harus dipecat juga ide yang konyol geal geol.

Bahwa manusia bisa salah, tidak bisa dijadikan alasan bahwa setiap manusia harus dipecat tanpa dilihat dulu kesalahannya.

Begitu juga bahwa buatan manusia juga bisa salah, tidak bisa dijadikan alasan bahwa setiap data buatan manusia harus dibuang total termasuk Alkitab…

Jadi silahkan saja kalo kamu menyalahkan Alkitab , tetapi agar tidak dianggap tuduhan asal nyamber , buktikan salahnya dimana, buktikan kesalahan itu memang ada pada point diskusi kita…

Kalo alasannya MUNGKIN SALAH karena buatan manusia maka Alkitab HARUS Dibuang seluruhnya, nggak boleh dipakai – itu alasan konyol dan mengada-ngada…

SALAM

Idemu memecat Sri Mulyani dengan analogi yang sama karena Sri Mulyani manusia biasa maka dia harus dipecat juga ide yang konyol geal geol.

————————————–
>>>😆😆😆😆😆

Ide ku sih pada dasarnya berkata bahwa KAU SUDAH SETUJU.. tapi masih nanya ALasannya kenapa .. ha ha ha

Ngga dapet yaa…?

Pantes laa…

(minum cerebrovit deh,,.. nanti ngerti )

@jelasnggak nan imut : Ide ku sih pada dasarnya berkata bahwa KAU SUDAH SETUJU.. tapi masih nanya ALasannya kenapa .. ha ha ha

===> Saya setuju pada satu point tidak sama artinya bahwa kesetujuan saya pada point itu bisa kamu anggap identik dengan setuju pada point yang lain.

Analoginya : Saya setuju bahwa Sri Mulyani manusia biasa, dia bukan Robocop, bukan anak jin, bukan malaikat. Jadi yah aku memang setuju bahwa dia manusia biasa.

Tetapi jelas tidak sama artinya : Aku setuju bahwa Sri Mulyani manusia – kamu anggap bahwa karena dia manusia maka dia bisa dipecat dengan dalih karena manusia bisa salah.

Aku setuju bahwa Sri Mulyani manusia, tetapi aku tidak setuju bahwa karena semata alasan itu seorang manusia bisa dipecat dengan dalih dia manusia , sebagai manusia berarti dia mungkin salah, maka dipecat saja. Nggak ada logika macam itu di dunia waras manapun. Kamu gak pernah denger kan ada pegawai dipecat dengan dalih karena dia manusia ???

Dalam kasus Alkitab kita ya nuansanya serupa.

Aku setuju bahwa ada sisi manusiawi dalam Alkitab tetapi tidak bisa semata2 karena alasan buatan manusia, sebuah data bisa dibuang mak weeer ke tong sampah saja. Sepanjang belum bisa dibuktikan bagian mana yang salah.

Intinya menyalahkan boleh saja cah , tetapi tunjukkan salahnya.
Buktikan bahwa kesalahan itu terkait dengan point diskusi kita. Jangan malah menyuruh membuang Alkitab jauh2 dengan dalih semua yang buatan manusia bisa salah. Rumus Pitagoras, rumus Einstein pun juga buatan manusia, dan itu dipakai selama tidak terbukti salah. Lha kalo emang bisa dibuktikan salah ya emang lain urusannya.

Paham kamu sekarang murid TKku yang manis ???

Kalo belum paham, silahkan tanya lagi…

SALAM

Pak hakim: “Saya putuskan, si Ableh tidak bersalah. Tapi saya mau tau dulu, kenapa si Ableh tidak bersalah”

Jaksa (protes) : “Pak Hakim, kalau sudah putuskan, ya ngapain nanya lagiii…??? Kalau pak hakim masih nanya, itu namanya pak Hakim belum memutuskan”

>>> Sudah setuju tapi masih nanya “kenapa” <<<

Lovepassword : "Saya setuju, bahwa alkitab mungkin salah karena buatan manusi … TAPI MUNGKIN SALAHNYA DI MANA …?"

Wakakakakakakaka..akakakakaka..akakakak…akakaka..

aha ha ha ha ha

Lanjutin….

Jelasnggak : "LHA ?? YANG BARUSAN LOE OMONGIN ITU LOE NGERTI NGGA ..?"
😆😆

Kalau ngga ngerti dimana letak mungkin salah-nya… ngapain loe bilang setuju itu mungkin salah..?
😆😆

capek.. capek..capek..

ngga jelas2.

Ngadep ke mas Yari dulu sana (sambil minum cerebrovit)

@jelasnggak nan imut
: Lho saya setuju tentu saja tahu apa yang saya setujui, tetapi saya setuju dalam satu point tentu tidak sama artinya bahwa saya harus setuju dengan point yang lain.

Sri Mulyani manusia ??? Ya saya setuju Sri Mulyani manusia.

Karena dia manusia maka dia harus dipecat ? Saya tidak setuju jika dengan alasan karena dia manusia maka seorang manusia boleh dipecat tanpa dibuktikan kesalahannya.

Kalo misalnya mau memecat ya harus ada alasannya misalnya bersalah pada sisi A, menyalahgunakan wewenang, tidak berpestasi dalam bidang tanggung jawabnya, dsb dsb… Tetapi gak bisa alasannya geblek bener : Karena elo manusia maka elo gw pecat.

Itu alasan geblek. Dan itu tidak kusetujui.

Begitu juga dalam kasus kita ini: Kamu bilang Alkitab buatan manusia ? Ya memang ada aspek buatan manusia dalam Alkitab , tetapi tidak bisa sebuah data dibuang mak weer ke tong sampah cuma karena alasannya yang membuat manusia.

Rumus Einstein pun juga buatan manusia, kalo emang salah ya dibuktikan dulu salahnya, tunjukkan dulu baru kamu buang silahkan. Tetapi selama tidak bisa kamu buktikan salah maka data itu tetap bisa dipakai…

Sederhana saja

SALAM

Tulisan Lovepassword bisa di lihat di sini:

https://jelasnggak.wordpress.com/2010/05/29/muslim-yang-sejati/#comment-6734

Saya kutip tulisan lovepassword:

Semua yang dibuat manusia memang mungkin salah, tetapi mungkin salahnya pada bagian apanya gicu lho

P e n g u l a n g a n :

1. Semua yang dibuat manusia memang mungkin salah (lovepassword Setuju)
2. Alkitab dibuat oleh manusia (kenyataan)
3. Jadi, Alkitab mungkin salah. (lovepassword setuju)

Gampang banget.

TApi karena lovepassword ngga mau keliatan terpojok,…. dia maksa saya menjawab pada bagian “Salahnya di mana”

Ck..ck..ck

Aneh.

@jelasnggak muridku tercinta : Sudah kubilang aku memang setuju pada point itu, tetapi yang aku gak setuju adalah kalo sebuah data termasuk Alkitab bisa kau buang seenak udel kau itu dengan dalih buatan manusia.

Sri Mulyani manusia ? Oke gw setuju
Karena dia manusia dan manusia bisa salah maka dia dipecat ? Ya gak setuju dong kalo alasannya itu.. hi hi hi, kalo misalnya alasannya terbukti korupsi atau yang lain, bisa saja dipecat. Tetapi kalo alasannya dia manusia maka harus dipecat? ya mana ada logika superduper oon sur oon seperti dikau muridku tercinta….

Tidak ada pemimpin waras bahkan setengah waras pun yang memecat anak buahnya dengan dalih karena elo manusia dan manusia mungkin salah, maka kowe olang gw pecat.
Kalo memang salah ya bisa dipecat, tetapi tidak ada seseorang yang dipecat dengan alasan kamu manusia maka kamu dipecat.

Itu kan kesablenganmu saja yang berdampak sistemik.

Jika kamu mau membuang ayat Amalek itu silahkan, buktikan kesalahannya. Jika alasannya karena Alkitab buatan manusia maka harus dibuang mak weer seluruhnya , itu logika gak beres plus rada kurang ajar pula.

Lha wong kamu gak nunjukin salahnya kok seenak-enak udelmu kamu mau membuang Alkitab. Ya jelas gak bisa dong cah.

Lain halnya jika kamu bisa menunjukkan bahwa memang ayat AMalek itu salah, bisa kamu tunjukkan kesalahannya. Ya aku akan menganalisa argumentasimu apakah cukup bisa dipertanggung jawabkan atau tidak.

Tetapi kalo dengan alasan buatan manusia maka Alkitab harus dibuang ditolak sebagai data, ya sekali lagi itu logika keblinger.
Rumus Einstein pun juga buatan manusia , selama tidak terbukti salah ya gak papa boleh saja dipakai.

Lha kecuali kalo memang bisa dibuktikan kesalahannya ya itu lain urusannya. Jadi plisss pinteranlah dikit ya cah, jangan asal main buang Alkitab seenak-enak udel dikau itu…

Asli ..gak bagus itu cah….

SALAM Iya…

See You

https://jelasnggak.wordpress.com/2010/05/29/muslim-yang-sejati/#comment-7128

yg dibicarakan itu alkitab bukan ayat di dalam alkitab .

ngwerti? (kayaknya jauh)

Jadi Alkitab sama ayat di Alkitab itu lain ya ? Logikamu rada natik sih …

Jadi idemu gini kah ????

Kalo Alkitab harus dibuang karena mungkin salah ? Kan buatan manusia jadi harus dibuang itu
Lha kalo ayat Alkitab boleh dipakai ?

Gicu ya ???

Lha ayat Amalek itu termasuk Alkitab yang harus dibuang atau termasuk ayat Alkitab yang boleh dipakai menurutmu ???

SALAM Cah

Di contoh memang belum kamu sebutkan alasannya. Ya karena itulah analogi itu saya sebut kurang lengkap atau sekedar memelintir saja.

Kejadian sebenarnya : Kamu menolak Alkitab, kamu memecat Alkitab dengan dalih bahwa Alkitab buatan manusia.

Lha kalo mau dibuat analogi yang setara dengan itu :

Ya berarti :

Sri Mulyani kamu pecat dengan alasan bahwa Sri Mulyani manusia.

Lha itu contoh alasan yang luar biasa antik dan rada sableng.

Jika Sri Mulyani memang dipecat, alasan pemecatannya tentu tidak bisa karena dia manusia, sedangkan manusia bisa salah. jadi pecat saja. Alasan seperti ini tidak ada di dunia waras manapun.

Misalnya saya punya anak buah tak pecat dengan alasan karena dia manusia, dan manusia bisa salah sehingga kupecat — apa aku nggak dilaporin ke Komnas HAM ? He he he

Begitu juga setara dengan itu. Tidak bisa sebuah data dibuang hanya dengan alasan itu buatan manusia.

Kalo memang bersalah silahkan ditunjukkan dulu point dimana Sri Mulyani bersalah. Lha itu baru waras.

Di DPR pun terlepas perdebatan yang terjadi , tidak ada yang menyalahkan Sri Mulyani , tidak ada yang ingin memecat Sri Mulyani dengan dalih dia manusia. Kalo ingin memecat tentu ditunjukkan dulu point dia dianggap bersalah. Bukan karena manusia lalu disalahkan.

Begitu juga dengan Alkitab, kalo kamu mau membuang Alkitab seluruhnya tidak boleh dipakai sebagai data, ya tunjukkan dulu kesalahannya dimana. Apakah kesalahan itu terkait apa yang kita diskusikan atau tidak.

Kalo alasannya karena buatan manusia, maka buang saja – itu alasan konyol bin konyol buanget nget nget nget…

Jadi yah seperti biasa anak manis. Hobimu lari pagi muteri tiang bendera gak ada pengaruhnya di depan guru TKmu yang manis ini kan….

Hik hiks

SALAM ya Cah
See You

Logika:

1. Jika lovepassword menggunakan ayat amalek, berarti lovepassword menggunakan kitab buatan manusia
2. Jika lovepassword menggunakan kitab buatan manusia, berarti, quran menggunakan dasar dari kitab yang buatan manusia.
3. Jika quran menggunakan dasar dari kitab buatan manusia, berarti, quran juga bisa menjadi tidak sempurna
4. Jika quran tidak sempurna, berarti, quran ada kemungkinan salah.
5. Jika ada kemungkinan salah, berarti, kemungkinan jelasnggak menjadi benar ketika menyatakan “Ayat poligami itu bukan buatan TuH@n karena buatan Tuh@n pasti TIDAK AKAN menghasilkan kemudharatan bagi manusia.”

Jadi inilah akibatnya kalau seseorang adhominem tu quoue.

Karena sudah terpojok, lovepassword langsung mengangkat masalah yang tidak nyambung seperti :

1. Mengatakan Analogi jelasnggak salah (padahal dirinya sendiri yang ngga nangkep)
2. Membuat cerita tentang einstein
3. Ngomong analogi Tempe bacem
4. Cerita tentang ilmu pengetahuan

Apapun itu tetap tidak nyangkut ke masalah utama.

Dan lovepassword berusaha sekuat tenaga agar masalah utamanya menjadi kabur.
(atau dia memang tidak tau – entahlah😆 )

Yang pasti saya kasihan. Karena dia tak punya keberanian ngaku kalau sudah kalah. (gengsi dong ah..kalau ketahuan ilmunya ngga seberapa…. nanti malu kalau ketahuan sama atheis he he he😆 ).

.
.
.

@LP

Jika ingin lanjut… silahkan ajukan bantahan yang scholar dikit!
Jangan gunakan adhominem, jangan gunakan ayat dalam alkitab.

Malu dikit sama almamater.. he he he

@jelasnggak tercinta : 1 sampai 5 sudah dijawab, kamu cuma asal nyamber karena gak tahu lagi mau ngomong apa . Hi Hi Hi ….

Masalah ad hominem, sudah dibilangi kamu mendingan belajar lagi logika, kalo dosenmu atau siapapun yang ngajari kamu ngomong gitu, kamu ajak saja ke sini sekalian, biar dia rada pinteran dikit. Ad hominem saja gak tahu. hik hik hik…Kamu baca lagi deh kuliah ku di atas ya ?

Jangan gunakan ayat Alkitab ? Lha wong aku lagi seneng dengan Alkitab kok gak boleh.. Hik hi hik…
Makanya cah belajar yang rajin. Masak iya aku ngomongin Alkitab , kamu malah sedemikian meriang, sakit gigi…

Data Amalek itu benar , jadi yah tidak bisa dong kalo Alkitab malah kamu buang begitu saja…Kamu itu kejem bener sih…

SALAM Cah

1 sampai 5 sudah dijawab, kamu cuma asal nyamber karena gak tahu lagi mau ngomong apa . Hi Hi Hi ….

—————————-

Logika saya jelas gitu kok dibilang asal nyamber.. ha ha ha.. payah.

Dijawab di mana ..? di hongkong ?

~~

Tulisanmu:
Jangan gunakan ayat Alkitab ? Lha wong aku lagi seneng dengan Alkitab kok gak boleh.. Hik hi hik…

Jawaban:
https://jelasnggak.wordpress.com/2010/05/29/muslim-yang-sejati/#comment-7093

Di link itu saya tulis:

1. Jika lovepassword menggunakan ayat amalek, berarti lovepassword menggunakan kitab buatan manusia
2. Jika lovepassword menggunakan kitab buatan manusia, berarti, quran menggunakan dasar dari kitab yang buatan manusia.
3. Jika quran menggunakan dasar dari kitab buatan manusia, berarti, quran juga bisa menjadi tidak sempurna
4. Jika quran tidak sempurna, berarti, quran ada kemungkinan salah.
5. Jika ada kemungkinan salah, berarti, kemungkinan jelasnggak menjadi benar ketika ia menyatakan “Ayat poligami itu bukan buatan TuH@n karena buatan Tuh@n pasti TIDAK AKAN menghasilkan kemudharatan bagi manusia.”

Kalau Tulisan saya itu roti, pasti masih anget tuh…..

.
.
.
.

He he he.

Nih kan sudah tak jawab , berkali-kali malahan : https://jelasnggak.wordpress.com/2010/05/29/muslim-yang-sejati/#comment-7074

Allah itu kan sempurna, lha dibicarakan oleh manusia yang tidak sempurna dengan sudut pandang yang tidak sempurna pula. Lha itu tidak ada pengaruhnya bagi kesempurnaan Allah

Bahwa manusia memikirkan Allah walaupun manusia bisa salah. Toh ketidaksempurnaan manusia juga gak ada pengaruhnya kepada kesempurnaan Allah.

Jadi manusia tidak sempurna adalah satu point, apa yang dipikirkan manusia, apa yang didiskusikan manusia dengan ketidaksempurnaannya itu ya nggak ada pengaruhnya.

Jika orang geblek memperbincangkan sesuatu yang keren , apa artinya yang keren2 ikutan jadi geblek. kan ya gak ada hubungannya. hik hik

Dalam semua hal ya terjadi seperti itu.

Kalo misalnya guru TKmu yang jenius diperbicangkan oleh murid TKnya yang tidak terlalu jenius. Itu tetap lain artinya dengan bahwa tanpa argumentasi anak TK, tanpa pembelaan yang memadai dari anak TK , sang guru TK bakal kehilangan kejeniusannya.

Anak TK ngomong apa ya silahkan saja. Mau kamu membela gurumu dengan logika pinter silahkan, dengan logika geblek ya bisa saja. Tetapi guru TKnya tetap saja pinter. Nggak terpengaruh itu.

Lha itu contoh yang jelas yang bisa kamu lihat dimana saja.

SALAM Ya Cah

GBU

Wuiikikikik..😆😆😆😆 …

Nyambungnya di mana yaa….?

Orang lagi ngomongin apa… elu nyamber lain lagi..

Hi hi hi..

Ngelawak terus loe..

Coba deh, kau tanya si mas yari dulu… (atau muslim yang agak pinter)..

Tanya sama mereka begini :

“mas-mas… omongan saya itu nyambung ngga sih dengan omongannya si @jelasnggak point 1-5 itu…”

Hi hi hi

Nyambungnya dimana ? Bahwa manusia memikirkan Allah walaupun manusia bisa salah. Toh ketidaksempurnaan manusia juga gak ada pengaruhnya kepada kesempurnaan Allah.

Jadi manusia tidak sempurna adalah satu point, apa yang dipikirkan manusia, apa yang didiskusikan manusia dengan ketidaksempurnaannya itu ya nggak ada pengaruhnya.

Bahwa manusia mungkin salah karena sifat manusiawinya, ketika manusia membicarakan Allah bukan berarti terus kesalahan manusia identik dengan kesalahan Allah.

Ocree anak manis ? Pinter deh kamu. hi hi hi

😆😆😆😆 …😆😆😆😆 …😆😆😆😆 …

Wahahahaaaaa.

Udah deh.. kau menghadap mas Yari dulu deeh.. sana.. ha ha ha ha ha…..

parah banget,,,

Orang ngomongin apa… di sambungin dengan apa.. gitu… h ah ahha

jaka sembung bawa gitar..

———————–

Nih baca lagi tulisan saya:
1. Jika lovepassword menggunakan ayat amalek, berarti lovepassword menggunakan kitab buatan manusia
2. Jika lovepassword menggunakan kitab buatan manusia, berarti, quran menggunakan dasar dari kitab yang buatan manusia.
3. Jika quran menggunakan dasar dari kitab buatan manusia, berarti, quran juga bisa menjadi tidak sempurna
4. Jika quran tidak sempurna, berarti, quran ada kemungkinan salah.
5. Jika ada kemungkinan salah, berarti, kemungkinan jelasnggak menjadi benar ketika ia menyatakan “Ayat poligami itu bukan buatan TuH@n karena buatan Tuh@n pasti TIDAK AKAN menghasilkan kemudharatan bagi manusia.”

Dan baca respon kau yang jaka sembung itu :

Bahwa manusia memikirkan Allah walaupun manusia bisa salah. Toh ketidaksempurnaan manusia juga gak ada pengaruhnya kepada kesempurnaan Allah.

Jadi manusia tidak sempurna adalah satu point, apa yang dipikirkan manusia, apa yang didiskusikan manusia dengan ketidaksempurnaannya itu ya nggak ada pengaruhnya.

.
..
.
Buju buneng

@jelasnggak nan imut : Kata Kuncinya itu sesuatu yang sempurna jika dilihat dari sisi yang tidak sempurna maka ketidaksempurnaan pengamat , kemungkinan salah pengamat tidak bisa dijadikan alasan menyalahkan sesuatu yang didiskusikan . Gicu lho sayangku cintaku…

Misalnya contoh : aku ini pinter, lha kamu kan tidak terlalu pinter . Lha karena kamu murid TKku yang baik, kamu mungkin saja membelaku ketika aku diserang dsb. Lha terlepas apakah pembelaanmu kepadaku adalah pembelaan yang cukup pinter atau pembelaan ngawur – tetap gak ada pengaruhnya padaku karena aku tetap saja pinter. Gicu ceritanya…

Karena itu kamu gak usah kebanyakan protes. Analogi faktual semacam ini saja gak kamu pahami jee…
Hik Hik

SALAM Cah
GBU

Orang goblok juga tau tulisan mu gak nyambung..

Capek ah.

Yang nggak mudengan kan emang orang goblok, kalo yang pinter ya tahu dong maksudnya…Tapi kupikir kamu gak goblok-goblok amat kok cah.. Paling malu-malu kucing saja….

Cah elo doyan mendoan gak cah ???

@LP,

Sudah laaa..

Kasihan kau…

Mendingan kau tanya-tanya saja dulu ke mas Yari deh..

Nanti kalau kau sudah tanya… kau saya bantu menjawab atheis tentang problema kau yang dulu itu (pertanyaan yang pernah kau ajukan mengenai mengenai kenapa terjadi kejahatan di dunia).

Beneran Deh..

Gih sana gih..

Biar tambah pinter …

Yaa…. ??

He he he, elo ngomong sama gw ngapain segala macam ateis kamu bawa-bawa. Gak usah mengalihkan perhatian yeee….Bah pintar kalo gaya kau mengalihkan perhatian…..

kalo aku pengin ngobrol sama ateis ya kan tinggal ngobrol saja. Tetapi kali ini menimbang semangatmu , kayaknya mendingan aku meneruskan ngobrol denganmu dulu deh…

Kasihan dikau jika kamu kebanyakan energi tidak kutanggapi….
=============================================

Nanti kalau kau sudah tanya… kau saya bantu menjawab atheis tentang problema kau yang dulu itu (pertanyaan yang pernah kau ajukan mengenai mengenai kenapa terjadi kejahatan di dunia).

===> Hmmm……Gicu ya ???

Sebentar …tak pikir2 idemu menarik juga…

Aslinya sih aku setuju idemu : Kau buat threat baru saja : jika Tuhan ada, mengapa ada kejahatan , lha silahkan kamu bantuin aku memikirkan jawaban pertanyaan ala Epikuros itu…
Apa bila perlu kita buat simulasi : Kamu yang jawab aku yang tanya…. ^_^ Tentu saja pakar2 yang mau menjawab ya silahkan menjawab…

Kalo elo membuat logika aneh2 lagi cah, ya yang pusing2 kamu sendiri malahan entar. Oke deh….Memang mendingan kamu buat threat baru saja , kalo mau lho …Hi Hi hi

SALAm Cah

See You

Aslinya sih aku setuju idemu : Kau buat threat baru saja : jika Tuhan ada, mengapa ada kejahatan , lha silahkan kamu bantuin aku memikirkan jawaban pertanyaan ala Epikuros itu…
—————-

>>> IYa…

Tapi kau tanya dulu sama mas YAri : omonganmu NYAMBUNG nggak..

Kedua, tolong minum cerebrovit dulu sebelum tulis di sini.

Ok ?

Good boy…!!

Kalo memang ada yang gak nyambung siapapun boleh protes kok… Hi Hi Hi

Entar kan bisa dilihat argumentasi masing2 gimana…

Minum Cerebrovit ya ? Enakan makan bakso cah …

Kamu niat mbuat thread baru , apa pengin kulanjutkan kutiup tiup ubun-ubunmu biar dingin dingin basah ???

Salam Cah

See You

LP,

Kasihan teman-teman-mu yang muslim

reses dulu kalian berdua, oiiiiii…………… buruan kopdar, nobar sambil makan mendoan.

@Mas HH : Mendoannya dikau yang traktir ya ? plus bakso …?

nobar dimana MAS? Kamu pengin siapa yang menang ? Belanda atau Spanyol ? Atau Indonesia mungkin ?😉

Ok, saya yang traktir. Yang penting reses dulu. Kita nobar di tempat yang ada mendoan, bakso, dan cerebrovit sekaligus. Hahahaha.

Saya pegang Belanda. Taruhan kita ya, mas LP, gak usah banyak banyak, yang penting taruhan.

salam bakso rasa mendoan

o ya, skornya 2-1 untuk Belanda (1-1 hingga perpanjangan waktu, 1-0 adu pinalti). Hehehe.

wah ada juga ternyata yang pegang belanda
hehehe

Adalah….. hehehe

Belanda / spanyol ngga masalah.

Yang penting dua2nya negara kristen.

Eh.. Arab kok ngga masuk di final yaa…?

(apa karena mereka kurang vitamin..?) he he he…

becanda..

Wah Belanda kalah Mas Hh…🙂

Iya, mas LP, sebel bangat(amat?). Taruhan saya memang gak seberapa, yang bikin saya sebel adalah ledekan lawan bertaruh saya, dia bilang begini: ‘Lagian, ngapain kamu ngebelain penjajah? Kemarin itu kamu belain Jepun si penjajah, sekarang kamu bela lagi Belanda.’
Trus aku balik nanya: Kalau pemerintah tidak ada bedanya dari penjajah, boleh gak dibela? Dia diam, makin sebal aku. Hahaha.

salam sebel (Ich liebe dich = ih sebel deh)

Ya kamu ngomong sajalah : Di timnas Belanda itu banyak keturunan Indonesianya.. He he he..Persis argumentasi ala SBY itu lho…..

Kopdar bisa modar aku…

Menurut quran (yg dari AWLOH itu), penghina islam wajib darahnya ditumpahkan..

Lek menurutku debate Si LP karo Si jell dowo bangeeeet, lha sing bener yo mesti si jell iku . . .
Tp yo bener karepe dewe. .
Ngono loh
jell. .
Tak weh i saran yo lek ngomong ki ra sah manas manasi kuping. . .
Sabar koyo guru TK mu kui lo kan enak di woco gicu . . .
Mudeng po budeng jell. .
Salam

Mat…koe orasah mecucu koyo ngono ..

@ Jelasnggak and all kristiani
Soal ini aslinya saya ajukan di salah sebuah laman web kristiani tapi tidak seorang pun kristiani di sana yang bisa meresponnya dengan tuntas.Sekarang saya ajukan pula kepada anda.Al Quranlah satu-satunya kitab di dalam dunia ini yang berterus terang menjamin kebasan beragama.
Tersebut dalam Al Quran “Tiada paksaan dalam agama.” (Al-Quran Surah Al-Baqarah (2): 256.)
Tersebut juga dalam Al Quran ”Jika salah seorang musyrikin(non muslim) itu meminta perlindungan pada kalian, maka lindungilah ia agar ia sempat mendengar firman Allah, kemudian hantarlah ke tempat yang aman baginya. (menjamin keamanan mereka)”. Q.S. At -Taubah : 6.
Semua ayat-ayat Al Quran yang saya kemukakan itu merupakan ayat-ayat madaniah yaitu ayat-ayat yang diturunkan di Madinah di saat Nabi Muhammad sudah mempunyai Negara dan mempunyai kekuatan.Masih ada lagi ayat-ayat yang senada dengan itu.Misalnya dalam surah al-Maidah:8 Allah berfirman “Dan jangan sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum mendorong kamu untuk tidak berlaku adil”. Ayat tersebut menganjurkan umat Islam berlaku adil terhadap orang yang tidak sekaum atau seagama atau sebangsa.Di dalam surah Yunus Nabi ditegur oleh Allah karena baginda enggan membantu orang-orang yang susah di kalangan non muslim sehinggalah mereka memluk Islam lalu Allah menurunkan ayat “maka patutkah engkau pula hendak memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman?” (Surah Yunus 10:99)
Semua ayat-ayat yang saya kemukakan dengan jelas menyatakan kebebasan beragama.Ini adalah kata-kata Al Quran sendiri.Apabila kelakuan penganut dari sesuatu agama bertolak belakang dengan teks kitab suci yang sepatutnya dijadikan rujukan adalah teks bukan kelakuan penganut karena kelakuan penganut boleh mengindikasikan macam-macam.Bisa jadi mereka tidak tahu,bisa jadi mereka lupa,bisa jadi mereka salah dan macam-macam.
Saya telah mendatangkan bukan satu tetapi tiga empat ayat Al Quran yang secara khusus menganjurkan toleransi dan kebebasan beragama di dalam Islam.Sekarang anda tunjukkan satu saja ayat dalam bible bahawa tidak ada paksaan dalam beragama.Bisa?

Kebebasan beragama adalah: merujuk kitab masing-masing.

Alkitab jelas sudah selesai (PL dan PB). Setelah itu semua yang mengaku nabi dan rasul, dianggap sesat (menurut konsep alkitab).

Kalau saya berbicara sesuai dengan agama saya, bahwa M adalah penyesat, bagaimana kitab suci anda menaggapinya?

a. Gunakan ayat-ayat diatas, atau:
b. Gunakan ayat-ayat pedang.

Silahkan jawab, a atau b.

Salam.

Jadi sudah jelas sekarang tidak ada ayat dalam Al kitab yang menjamin kebebasan beragama.
Bagi soalan anda jika anda mengatakan agama Islam adalah sesat,hanya sekadar itu maka ayat-ayat di ataslah yg diamalkan yaitu ayat yang mengatakan tidak ada paksaan dalam beragama dab berkepercayaan.Tapi jika anda mengatakan agama Islam itu sesat kemudian anda mau memaksa orang Islam murtad dengan jalan kekerasan maka ayat-ayat jihadlah yang berlaku.Soalan kembali utk anda.Adakah dengan ini anda mengatakan agama Islam tidak menjamin kebebasan beragama?

Iqra:

Alkitab jelas sudah selesai (PL dan PB). Setelah itu semua yang mengaku nabi dan rasul, dianggap sesat (menurut konsep alkitab).

Kalau saya berbicara sesuai dengan agama saya, bahwa M adalah penyesat, bagaimana kitab suci anda menanggapinya?

a. Gunakan ayat-ayat diatas, atau:
b. Gunakan ayat-ayat pedang.

Silahkan jawab, a atau b.

Salam.

Cat.: Apakah ketika saya tanyakan: Iqra,
apakah jawabmu?
Apakah: “saya tidak bisa…”
He he he…, mirip siapa tuh ya?

Ayat alkitab mengenai toleransi, banyak sekali.

Nih…, ketik tulisan saya dibawah ini di google, anda akan mendapatkan ayatnya:

1. Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri – Alkitab.

2. Ditampar pipi kiri kasih pipi kanan – Alkitab.

3. Bapa, ampunilah mereka karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat – Alkitab.

Salam.

Pesan: Khusus poin 3, ketika TUHAN Yesus disalibkan, DIA mengajarkan murid-murid untuk mengampuni, tidak membalas, dengan mengucapkan kalimat tersebut, sebelum Dia mati.

Jika ada umat Islam yang memaksa orang lain memeluk Islam dengan tegas dapat ditunjukkan bahawa itu adalah kesalahan oknum bukan kesalahan agama.Tapi jika umat kristian memaksa orang lain menganut kristian seperti yang terjadi dalam sejarah inkuisi,penganiayaan2 ke atas kaum Yahudi,pembunuhan-pembunuhan ke atas kaum pagan di awal-awal perkembangan agama nasrani di Eropah dan pembunuhan ke atas muslim sepanyol pada masa dulu maka dengan tidak ragu-ragu dinyatakan bahawa itu adalah kesalahan agama.Sebab kitab bible sendiri tidak ada ayat yang tegas menyatakan kebebasan beragama.Kitab yang datang dari Allah yang benar tidak patut mengabaikan hal yang sangat penting ini.

Apasih maksudnya kebebasan beragama?

Essensinya adalah: Tidak memaksa?

Itu mah belum. Tetapi lebih lagi, bukan tidak memaksa, bahkan sekalipun dihujat dan disiksa bahkan Tuhan Yesus-pun dihakimi tetap saja tidak membalas.

Sekali lagi:

Kalau moslem katakan:
1. Saya tidak mau masuk Kristen, karena Yesus itu adalah tukang obat.
Jawaban saya: Tidak apa-apa.
2. Anda harus masuk islam, dan kerena saya tidak mau maka saya disiksa.
Jawaban saya: Ampunilah mereka karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.

Tidak ada paksaan agama dalam Kristen. Maupun penjajahan dan sebagainya. Tidak ada Yesus memberikan ayat-ayat PEDANG.

Sekarang pertanyaan saya:

Alkitab jelas sudah selesai (PL dan PB). Setelah itu semua yang mengaku nabi dan rasul, dianggap sesat (menurut konsep alkitab).

Kalau saya berbicara sesuai dengan agama saya, bahwa M adalah penyesat, bagaimana kitab suci anda menanggapinya?

a. Gunakan ayat-ayat diatas, atau:
b. Gunakan ayat-ayat pedang.

Silahkan jawab, a atau b.

Salam.

@ imankristen
Anda bilang
“Itu mah belum. Tetapi lebih lagi, bukan tidak memaksa, bahkan sekalipun dihujat dan disiksa bahkan Tuhan Yesus-pun dihakimi tetap saja tidak membalas.”
Saya:Tolong ya dipahami inti perbincangannya baik-baik.Inti perbincangannya adalah kebebasan beragama.Bukan kebebasan menyiksa.Soal menghujat itu cerita lain.Kalau yg dimaksudkan dengan menghujat dengan berdasarkan kepada fakta ilmiah.Islam sentiasa terbuka walaupun fakta yang digunakan adalah salah.Buktinya firman Allah:
“Serulah ke jalan Tuhanmu (wahai Muhammad) dengan penuh hikmah kebijaksanaan dan nasihat pengajaran yang baik, dan berbahaslah dengan mereka (yang engkau serukan itu) dengan cara yang lebih baik” [al-Nahl: 125].
Lagi firman Allah:“Dan janganlah kamu berdebat dengan ahli kitab, melainkan dengan cara yang baik, kecuali dengan orang-orang yang zalim di antara mereka, dan katakanlah, “Kami telah beriman dengan (kitab-kitab) yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada kamu; Tuhan kami dan Tuhan kamu satu; dan hanya kepada-Nya kami berserah diri”
( Surah Al-Ankabut, ayat 46).
Tapi kalau menghujat tanpa asas ilmiah seperti dengan cara melukis kartun,atau membuat novel khayalan seperti salman Rusydi itu adalah cerita lain pula.Itu jelas pelakunya tidak berniat mencari pejelasan tetapi hanya mahu mempersenda.Dalam Islam tidak ada tempat utk amalan seperti itu.Nabi Muhammad sendiri didebat oleh oleh orang-orang kristian dari Najran yang terdiri dari lelaki lelaki yang bernama Al-Aqib, Muhsin dan seorang oleh seorang uskup agung dengan diiringi pula dua orang Yahudi .Kesemua orang kristian tersebut menolak utk memluk Islam.Tetapi mereka tetap diberi layanan yang baik malah terjalin hubungan diplomatik antara Najran dan Madinah.
Anda kata:
“Kalau moslem katakan:
1. Saya tidak mau masuk Kristen, karena Yesus itu adalah tukang obat.
Jawaban saya: Tidak apa-apa.”

Saya:Samalah dalam Islam.Malah dalam Islam lebih lagi karena telah ada dasarnya dalam Al Quran.Kalau sekadar tidak ada ayat-ayat pedang dalam injil,itu belum cukup.Lebih-lebih lagi injil mesti dibaca bersama PL yang di dalamnya penuh dengan ayat-ayat pedang ditambah Yesus sendiri mengatakan aku tidak datang utk membatalkan namus(Torat).Oleh itu injil terdedah kepada multitafsir dan manipulasi ayat utk membolehkan kekjaman ke atas orang lain.Ingat!Sejarah perang salib,inkuisi dan pembantaian ke atas orang-orang Yahudi yang diserukan pendeta dahulu pembenarannya adalah diambil dari al kitab.Dan ingat juga isu perbincangan kita adalah bahawa dalam bible tidak ada satu ayat pun yang dengan tegas dan berterusterang yang mengisytiharkan bahawa tidak ada paksaan dalam agama.

Tentang pertanyaan a dan b saya sudah menjawabnya.Coba anda teliti lagi.Tidak ada dalam mana -mana ayat Al Quran atau hadis yang mengatakan sesiapa yang mengatakan Nabi Muhmmad itu sesat hendaklah dihukum.Kalau anda ada menemukannya sila kemukakan di sini.Utk siapa ayat-ayat pedang dalam Al Quran kalu begitu?Jawabnya telah saya berikan yaitu utk musuh yang coba memaksakan agama mereka ke atas orang-orang Islam dengan pedang juga.Pahamkah anda dengan ungkapan kasih yang menafikan kasih?Yaitu karena terlalu mau menegakkan kasih sampai mengabaikan hak orang lain.Inilah yang berlaku dalam ajaran Kristian.Ini namanya bukan kasih tapi terpedaya.Al Quran menyatakan:
Katakanlah: `Apakah akan Kami(Allah) beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya? Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.`(Al Kahfi:103-104).

Lho…, anda ini bagaimana sih…

Diawal sudah saya tulisakan ayatnya, tinggal anda cari di om google (supaya anda sering lihat-lihat alkitablah). Bagaimana anda bisa mengerti Alkitab kalau anda tidak akrab.

Nih ayatnya mengenai kebebasan (tidak memaksa) dalam tingkatan yang paling kuat (tidak membalas hinaan).

Saya ulangi ya:
1. Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri – Alkitab.

2. Ditampar pipi kiri kasih pipi kanan – Alkitab.

3. Bapa, ampunilah mereka karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat – Alkitab.

sekarang jawab pertanyaan saya mengenai contoh kebebasan dari kitab anda:

Alkitab jelas sudah selesai (PL dan PB). Setelah itu semua yang mengaku nabi dan rasul, dianggap sesat (menurut konsep alkitab).

Kalau saya berbicara sesuai dengan agama saya, bahwa M adalah penyesat, bagaimana kitab suci anda menanggapinya?

a. Gunakan ayat-ayat diatas, atau:
b. Gunakan ayat-ayat pedang.

Silahkan jawab, a atau b.

Kalau anda tidak mau menjawab, anda tidak mengerti akan maksud saya.

Hmmm…., cape deh…

Ok deh…, langsung saja.

Misalnya ada agama X, menuliskan:

ayat 1: Agama saya membebaskan siapapun untuk beribadah dan tidak ada paksaan sama sekali bagi setiap orang yang memeluk agamanya masing-masing.

ayat 2: Setiap manusia haruslah menghormati agama X dengan mengakui serta menyatakan Allahnya-nya agama x harus disembah dan sebagai perwujutan tunduk kepada Allah agama X haruslah memberikan upeti. Barang siapa yang tidak melakukan hal itu, maka dianggap menghina agama X, hukumannya adalah MATI.

Sekarang saya tanya…, apakah ayat 1 terlepas dan bebas dari ayat 2?

Silahkan anda renungkan.

Salam.

@ Iman kristian
Anda kata:
“Saya ulangi ya:
1. Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri – Alkitab.
2. Ditampar pipi kiri kasih pipi kanan – Alkitab.
3. Bapa, ampunilah mereka karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat – Alkitab.”
Tanggapan saya:
Ada dua kepentingan yang mesti dijaga oleh suatu agama yang baik.Keduanya harus seimbang.Yang pertama kepentingan individu.Yang kedua kepentingan masyarakat/awam/sipil.3 Fakta yang anda kasih berdasarkan injil di dalam ayat di atas tidak ada kena mengena dengan kebebasan agama karena fakta tersebut terlalu umum.Yg saya maksudkan mesti khusus jelas-jelas menyatakan bahawa tidak ada paksaan dalam agama yg disebut oleh injil atau bible kalau ada.Anda malah tidak menjawab secara spesifik malah menyodorkan 3 fakta di atas yang akan memakan diri anda kembali.Mengapa?Karena fakta yang anda sodorkan berkisar soal yang melibatkan kepentingan individu.Sedangkan ajaran tentang tidak ada paksaan dalam agama melibatkan kepentingan awam yang bermaksud tidak boleh ada siap-siapa pun utk memaksa siapa-siapa pun memeluk sesuatu agama.Ini adalah kepentingan umum yang mesti dipelihara dan Al Quran telah menyatakan dengan sangat tegas sekali dalam beberapa ayat.Logikanya kalau anda ditampar pipi kiri kasi pipi kanan,kalau disuruh berjalan satu batu berjalanlah dua batu,kemudian konsep tersebut hendak diterapkan dalam masalah kebebasan beragama, maka saya katakan itu bukan cara memberikan kebebasan beragama tapi malah itu pada akhirnya tidak ada kebebasan beragama.Mengapa?Karena jika musuh memaksa mu memluk agamanya maka gak boleh lawan.Masuk aja agamanya.Atau bertahan sampai mati walau kamu disiksa.Jika dia menampar pipimu yang kanan malah serahkan aja pipimu yang kiri.Apa artinya kebebasan dalam agama kalu begitu?
Dalam Islam sangat jelas dibedakan antara kepentingan individu dengan kepentingan sivil.Dalam masalah kepentingan perorangan Islam malah lebih baik dari injil.Misalnya firman Allah:“Balaslah perbuatan buruk mereka dengan yg lebih baik. Kami lebih mengetahui apa yang mereka sifatkan.” (Q.S. Al-Mu’minun [23]: 96).
Friman Allah lagi:
“Mereka itu diberi pahala dua kali lipat disebabkan kesabaran mereka dan mereka menolak kejahatan dengan kebaikan dan sebagian dari apa yang telah Kami rezekikan kepada mereka, mereka nafkahkan.”(QS. Al-Qashash [28]:54)
Firman Allah lagi:
Dan kalau kamu mengadakan pembalasan, balaslah seperti yang mereka lakukan terhadap kamu. Tetapi kalau kamu tabah hati, itulah yang paling baik bagi mereka yang berhati tabah (sabar). Dan hendaklah kau tabahkan hatimu, dan ketabahan hatimu itu hanyalah dengan berpegang kepada Tuhan. Jangan pula engkau bersedih hati terhadap mereka, jangan engkau bersesak dada menghadapi apa yang mereka rencanakan itu.” (Qur’an, 16: 126 – 127)
Di dalam ayat di atas dinyatakan jika mau membalas penganiayaan orang itu adalah hak individu yang dibolehkan dengan syarat berlaku adil yaitu membalas penganiayaan dengan penganiayaan yang seimbang.Dan pembalasan dengan kadar yang seimbang ini hanya dapat tercapai jika diputuskan dipengadilan.Tapi jika kita bertabah hati dan memaafkan kata Tuhan itulah yang lebih baik.Artinya selesai diluar pengadilan dengan bermaaf-maafan.
Yg melibatkan kepentingan individu ada ruang utk dimaafkan oleh tuan yang punya badan.Malah digalakkan oleh Islam.Adapun yang menyentuh kepentingan umum/sivil maka Al Quran dengan tegas dan berterus terang mengisytiharkan bahawa tidak paksaan dalam agama.Anda tau apa kesannya?Kesannya sesiapa sahaja muslim atau non muslim yang terbukti melakukan pemaksaan boleh dihukum menurut Al Quran dengan peruntukkan takzir, penjara tidak lebih dari satu tahun dan sebat tidak lebih dari 80 kali karena melanggar peraturan yang telah termaktub dalam Al Quran.
Sekarang apa peruntukan dalam bible dalam soal ini.Tidak ada.Wong ayatnya pun gak ada kok!
Anda kata:
“Alkitab jelas sudah selesai (PL dan PB). Setelah itu semua yang mengaku nabi dan rasul, dianggap sesat (menurut konsep alkitab).”
Tanggapan saya:Sesiapapun akan menganggap hanya agamanya saja yang benar.Ini bukan isu kita di sini.Isunya di sini walau sekuat apapun keyakinan kamu terhadap agamamu maka Al Quran tegas menyatakan Tidak ada paksaan dalam agama.Inilah sesuatu yang tidak kedapatan dalam injil atau bible.Dan inilah isu yang kita sedang bicarakan.
Anda kata:
“Kalau saya berbicara sesuai dengan agama saya, bahwa M adalah penyesat, bagaimana kitab suci anda menanggapinya?
a. Gunakan ayat-ayat diatas, atau:
b. Gunakan ayat-ayat pedang.
Silahkan jawab, a atau b.”
Tanggapan saya:
He he he..(sorry ya, ngakak dulu)Apa gunanya anda mengulang soalan-soalan yang sama.Apakah anda tidak memahami jawapan yang telah saya berikan?
Anda kata:
“Misalnya ada agama X, menuliskan:
ayat 1: Agama saya membebaskan siapapun untuk beribadah dan tidak ada paksaan sama sekali bagi setiap orang yang memeluk agamanya masing-masing.
ayat 2: Setiap manusia haruslah menghormati agama X dengan mengakui serta menyatakan Allahnya-nya agama x harus disembah dan sebagai perwujutan tunduk kepada Allah agama X haruslah memberikan upeti. Barang siapa yang tidak melakukan hal itu, maka dianggap menghina agama X, hukumannya adalah MATI.
Sekarang saya tanya…, apakah ayat 1 terlepas dan bebas dari ayat 2?
Silahkan anda renungkan.”

Tanggapan saya:Saya kira anda terus terang aja apa yang anda mau tanyakan.Gak perlu pakai agama x segala.Tapi tidak mengapa.Saya jawab soal upeti dalam Islam.Memang dalam Negara Islam orang kafir tidak dipaksa memeluk Islam tetapi mereka diwajibkan membayat upeti.Tanggunjawab mengambil upeti dari orang kafir adalah tanggungjawab Negara bukan tanggungjawab individu.Makanya kalau saya berjiran dengan anda di dalam sebuah Negara Islam dan pemerintah tidak mengenakan upeti kepada anda maka ia dianggap selesai begitu aja dan saya atau mana-mana individu muslim pun tidak berhak utk memaksa anda memluk Islam dengan alasan anda tidak membayar upeti.Upeti itu adalah urusan yang diwajibkan ke atas pemerintah bukan individu.Di antara syarat upeti itu ialah jangan sampai pemerintah mengenakan upeti diluar kemampuan orang kafir tersebut dan kadarnya tidak ditetapkan oleh Allah tetapi dicapai dengan rundingan bersama.Anda boleh rujuk kepada pakar pakar Islam sendiri utk kepastian.Dan dalam kasus2 tertentu seperti kemiskinan atau uzur upeti adalah dikecualikan.Sayidina Umar Al Khattab khalifah Islam yang kedua pernah menggugurkan upeti dari seorang yahudi yang telah tua dan hidup sebatang kara.Ketika menemuinya sedang mengemis Umar memerintahkan Yahudi itu diberikan tempat tinggal dan ditanggung sara hidupnya dari baitul mal karena dia telah uzur dan tua dan dia tidak ada sesiapa utk menanggungnya karena sebatang kara.Anda sendiri tau ,dalam menjamin keselamatan orang kafir yang tinggal dinegara Islam,termasuklah memelihara kebebasan beragama,biaya diperlukan utk membayar gaji pasukan keselamatan dan lain-lain yang berkaitan.Makanya upeti diwajibkan ke atas orang-orang kafir yang bernaung dalam pemerintahan Islam. Abu Ubaidah bin Jarrah salah seorang pentadbir Islam yang juga merupakan salah seorang sahabat nabi ketika beliau merasa tidak mampu melindungi penduduk Nashrani, ia mengembalikan jizyah (upeti) kepada mereka. Ini menjelaskan mengapa upeti diambil dari orang kafir yaitu biaya perlindungan dan di saat dirasakan perlindungan itu tidak dapat disempurnakan upeti yang telah dibayar itu dikembalikan.

Saya kira saya sudah menjelaskan mengapa adanya ayat yang tegas menjamin tidak ada paksaan dalam agama sangat penting dan perlu ada dalam sesebuah kitab yang datang dari Allah.Dan Islam sudah membuktikannya.Tinggal anda mau menerimanya atau tidak.

Kita langsung saja:

Ayat PEDANG (Q 9:5):
Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu, maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu dimana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah ditempat pengintaian. Jika mereka bertaubat dan mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi maha Penyayang.

Tidak ada paksaan?

Salam.

Saya buat langkaplah. Coba renungkan dua pertanyaan saya diawal. mengenai ayat lunak dan kerat. Kapan keluar ayat lunak? Kapan keluar ayat keras?

Apakah ayat lunak bisa mengalahkan ayat keras? Atau sebalikanya?

Ayat pedang ini diturunkan Muhammad pada akhir karirnya sebagai nabi jejadian di Jazirah Arabia. Di tahun 630 M, Muhammad menaklukkan Mekah dan memberi ampun kepada semua masyarakat pagan Mekah. Tapi dua tahun kemudian, Muhammad mengirim besannya Abu Bakar (babehnya Aisyah) dan menantunya Ali untuk menyatakan bahwa masa pengampunan sudah habis dan masyarakat pagan Mekah harus memeluk Islam kalau tidak bakal dibunuh. Ayat Q 9:5, yang dikenal sebagai ayat pedang dinyatakan Muhammad guna membatalkan pengampunan apapun yang diberikan kepada kaum pagan Mekah. Dari seluruh 114 Surah dalam Qur’an hanya Sura Al-Taubah (Sura 9) saja yang tidak didahului oleh kalimat “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang” sebab memang tiada kemurahan hati dan kasih sayang lagi dari Allah bagi orang2 yang masih menolak Islam.

Ayat 9:5 dikutip lebih sering daripada ayat2 lain sebagai pembatalan bagian2 Qur’an lain yang lebih lunak dan penuh pengampunan terhadap kaum kafirun. Dikatakan bahwa ayat ini telah membatalkan tidak kurang dari 124 ayat2 Qur’an. Pernyataan ayat itu tentang bulan2 haram berarti bahwa setelah saat tertentu di bulan2 ini, para Muslim tidak perlu menghormati bulan2 haram lainnya lagi, dan diperbolehkan melakukan penyerangan terhadap kaum yang menolak Islam di waktu kapan pun juga.

Ayat2 lunak terhadap kafirun biasanya diucapkan Muhammad ketika masih lemah dan hidup di Mekah. Di sana dia bersikap sabar dan merendah, sebab tidak punya kekuatan untuk menindas kaum pagan Quraish di Mekah. Tapi begitu sudah kuat dan punya banyak tentara, Muhammad tidak lagi bersikap lunak. Ayat2 pembatalan pun mulai ke luar dari mulutnya, antara lain adalah:
Q 2:106
Ayat mana saja yang Kami nasakhkan, atau Kami jadikan (manusia) lupa kepadanya, Kami datangkan yang lebih baik daripadanya atau yang sebanding dengannya. Tidakkah kamu mengetahui bahwa sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu?

Q 13:39
Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki), dan di sisi-Nya-lah terdapat Ummul-Kitab (Lauh mahfuzh).

Q 16:101
Dan apabila Kami letakkan suatu ayat di tempat ayat yang lain sebagai penggantinya padahal Allah lebih mengetahui apa yang diturunkan-Nya, mereka berkata: “Sesungguhnya kamu adalah orang yang mengada-adakan saja”. Bahkan kebanyakan mereka tiada mengetahui.

Jadi Allahnya Muhammad memang bisa berubah drastis. Kalau dulu melarang memerangi kafir dan harus bersikap sabar terhadap mereka, sekarang Muslim boleh dan malah harus memerangi kafir sampai para kafir tunduk di bawah Islam, sampai semua agama adalah agama Allah (Islam) dan sampai semua mengaku bahwa Allah adalah Tuhan dan Muhammad adalah Rasul Allah. Lihat sendiri perbedaan ayat2 Mekah dan ayat2 Medinah di bawah ini. Dengan perbandingan ini tampak jelas dua wajah Islam yang bertolak belakang:
Ketika Muhammad masih di Mekah :
Ber-hati2lah dengan apa yang kau ucapkan di hadapan orang yang tak beriman; bersabarlah terhadap mereka.

73:10
Dan bersabarlah terhadap apa yang mereka ucapkan dan jauhilah mereka dengan cara yang baik. [3, Mecca ]

Setelah Muhamad di Medina:
2:191
Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekah); dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan, dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidil Haram, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), maka bunuhlah mereka. Demikanlah balasan bagi orang-orang kafir.
[87, Medina ]

Di Mekah:
Jangan memaksa para kafir.
50:45
Kami lebih mengetahui tentang apa yang mereka katakan, dan kamu sekali-kali bukanlah seorang pemaksa terhadap mereka. Maka beri peringatanlah dengan Al Quran orang yang takut dengan ancaman-Ku. [34, Mecca ]

Di Medinah:
Perangi kaum kafir yang ada di sekitarmu.
9:123
Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan daripadamu, dan ketahuilah, bahwasanya Allah bersama orang-orang yang bertaqwa. [113, Medina ]

Sebelum:
Bersabarlah terhadap kaum kafir; Allah akan menghakimi mereka.
10:109
Dan ikutilah apa yang diwahyukan kepadamu, dan bersabarlah hingga Allah memberi keputusan dan Dia adalah Hakim yang sebaik-baiknya. [51, Mecca ]

Sesudah:
Ketika ada kesempatan, bunuhlah kafir di mana pun kau menjumpai mereka.
9:5
Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu, maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu dimana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah ditempat pengintaian.
[113, Medina ]

Sebelum:
Berbantahlah dengan lembut dengan kaum Yahudi, Kristen dan para kafir.
16:125 Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah [845] dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. [70, Mecca ]

Sesudah:
Bunuh kaum Yahudi dan Kristen jika mereka tidak mau memeluk Islam atau tidak mau bayar pajak Jizya.
9:29
Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian, dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan RasulNya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk. [113, Medina ]

Sebelum:
Setiap orang bebas mempraktekan agama apapun yang mereka miliki.
109:6 Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku. [18, Mecca ]

Sesudah
Agama apapun yang berbeda dengan Islam tidak dapat diterima.
3:85 Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. [89, Medina ]

Sebelum:
Muslim harus belajar dari Buku2 kaum Yahudi dan Kristen
10:94
Maka jika kamu (Muhammad) berada dalam keragu-raguan tentang apa yang Kami turunkan kepadamu, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang membaca kitab sebelum kamu. Sesungguhnya telah datang kebenaran kepadamu dari Tuhanmu, sebab itu janganlah sekali-kali kamu temasuk orang-orang yang ragu-ragu. [51, Mecca ]

Sesudah:
Kaum Yahudi dan Kristen adalah kafir; perangi mereka.
9:30
Orang-orang Yahudi berkata: “Uzair itu putera Allah” dan orang-orang Nasrani berkata: “Al Masih itu putera Allah”. Demikianlah itu ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah mereka , bagaimana mereka sampai berpaling?

Bahasa Inggrisnya berbeda dengan terjemahan bahasa Indonesia versi Departemen Agama RI:
And the Jews say: Ezra is the son of Allah, and the Christians say: The Messiah is the son of Allah. That is their saying with their mouths. They imitate the saying of those who disbelieved of old. Allah (Himself) fighteth against them. How perverse are they! [113, Medina ]

Sebelum:
Jangan paksa kaum kafir masuk Islam.
10:99:
Dan jikalau Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya. Maka apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya ? [51, Mecca ]

Sesudah:
Bunuh dan salibkan kaum kafir jika mereke mengritik Islam.
5:33
Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik, atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). Yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka didunia, dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar. [112, Medina ]

Sebelum:
Tunjukkan kebaikan dan toleransi kepada kaum kafir.
7:199
Jadilah engkau pema’af dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh. [39, Mecca ]

Sesudah:
Kaum kafir itu kotor, jangan ijinkan mereka masuk mesjid.
9:28
Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis, maka janganlah mereka mendekati Masjidilharam sesudah tahun ini. Dan jika kamu khawatir menjadi miskin, maka Allah nanti akan memberimu kekayaan kepadamu dari karuniaNya, jika Dia menghendaki. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. [113, Medina ]

Sebelum:
Maafkan para kafir.
15:85
Dan tidaklah Kami ciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, melainkan dengan benar. Dan sesungguhnya saat (kiamat) itu pasti akan datang, maka maafkanlah (mereka) dengan cara yang baik. [54, Mecca ]

Sesudah
Perangilah para kafir.
9:73
Hai Nabi, berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu, dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka ialah jahannam. Dan itu adalah tempat kembali yang seburuk-buruknya. [113, Medina ]

Sebelum:
Jangan hina orang kafir kecuali jika menghina Allah
6:108
Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan merekalah kembali mereka, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan. [55, Mecca ]

Sesudah:
Hukum para kafir dengan pakaian api, siram dengan air mendidih sampai perut dan kulitnya meleleh, cambuk dengan besi,
22:19
Inilah dua golongan (golongan mu’min dan golongan kafir) yang bertengkar, mereka saling bertengkar mengenai Tuhan mereka. Maka orang kafir akan dibuatkan untuk mereka pakaian-pakaian dari api neraka. Disiramkan air yang sedang mendidih ke atas kepala mereka. [103, Medina ]
22:20
Dengan air itu dihancur luluhkan segala apa yang ada dalam perut mereka dan juga kulit (mereka). [103, Medina ]
22:21
Dan untuk mereka cambuk-cambuk dari besi. [103, Medina ]
22:22
Setiap kali mereka hendak ke luar dari neraka lantaran kesengsaraan mereka, niscaya mereka dikembalikan ke dalamnya. (Kepada mereka dikatakan), “Rasailah azab yang membakar ini”. [103, Medina ]

Sebelum:
Jangan bertengkar dengan kaum Yahudi dan Kristen.
29:46
Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang paling baik, kecuali dengan orang-orang zalim di antara mereka, dan katakanlah: “Kami telah beriman kepada (kitab-kitab) yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepadamu; Tuhan kami dan Tuhanmu adalah satu; dan kami hanya kepada-Nya berserah diri”. [85, Mecca ]

Sesudah:
Kaum Yahudi dan Kristen berada dalam permusuhan terus-menerus dengan kaum Muslim
2:137
Maka jika mereka beriman kepada apa yang kamu telah beriman kepadanya, sungguh mereka telah mendapat petunjuk; dan jika mereka berpaling, sesungguhnya mereka berada dalam permusuhan (dengan kamu). Maka Allah akan memelihara kamu dari mereka. Dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. [103, Medina ]

Sebelum:
Berbuat baiklah dengan kaum kafir yang tidak mengganggu kaum Muslim.
60:8
Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. [91, Medina ]

Sesudah:
Perangilah kaum kafir dengan sepenuh tenaga tanpa perkecualian
Maka janganlah kamu mengikuti orang-orang kafir, dan berjihadlah terhadap mereka dengan Al Qur’an dengan jihad yang besar.

Bahasa Inggrisnya lebih jelas, dan tidak menulis tentang “jihad yang benar”:
25:52
So obey not the disbelievers, but strive against them herewith with a great endeavour. [42, Mecca ]

Sebelum:
Bersikap sopanlah jika bicara dengan kaum kafir.
17:53
Dan katakanlah kepada hamha-hamba-Ku: “Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia. [50, Mecca ]

Sesudah:
Bersikap keraslah terhadap kaum kafir.
66:9
Hai Nabi, perangilah orang-orang kafir dan orang-orang munafik dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka adalah jahannam dan itu adalah seburuk-buruknya tempat kembali. [107, Medina ]

Sebelum:
Bertoleransilah pada kaum kafir dan berdamailah dengan mereka.
43:89
Maka berpalinglah (hai Muhammad) dari mereka dan katakanlah: “Salam (selamat tinggal).” Kelak mereka akan mengetahui (nasib mereka yang buruk).

Bahasa Inggrisnya bukan SALAM tapi DAMAI:
Then bear with them (O Muhammad) and say: Peace. But they will come to know. [63, Mecca ]

Sesudah:
Jangan mengalah dengan kaum kafir; pancunglah batang leher mereka jika kau menangkapnya.
47:4
Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir (di medan perang) maka pancunglah batang leher mereka. Sehingga apabila kamu telah mengalahkan mereka maka tawanlah mereka dan sesudah itu kamu boleh membebaskan mereka atau menerima tebusan [95, Medina ]

Sebelum:
Jangan paksa kaum kafir untuk masuk Islam – hanya peringatkanlah mereka.
50:45
Kami lebih mengetahui tentang apa yang mereka katakan, dan kamu sekali-kali bukanlah seorang pemaksa terhadap mereka. Maka beri peringatanlah dengan Al Quran orang yang takut dengan ancaman-Ku. [34, Mecca ]

Sesudah:
Kaum kafir itu bodoh; ajak kaum Muslim untuk melawan mereka.
8:65
Hai Nabi, kobarkanlah semangat para mu’min untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan seribu dari pada orang kafir, disebabkan orang-orang kafir itu kaum yang tidak mengerti.

Bahasa Inggrisnya bukan KAUM YANG TIDAK MENGERTI tapi KAUM YANG TIDAK PUNYA DAYA PIKIR (bodoh):
O Prophet! Exhort the believers to fight. If there be of you twenty steadfast they shall overcome two hundred, and if there be of you a hundred (steadfast) they shall overcome a thousand of those who disbelieve, because they (the disbelievers) are a folk without intelligence. [88, Medina ]

Sebelum:
Bersikap ramahlah terhadap kaum kafir untuk menghilangkan kejahatan dalam hati mereka
41:34
Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia. [62, Mecca ]

Sesudah:
Muslim tidak boleh berteman dengan kaum kafir.
3:28
Janganlah orang-orang mu’min mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mu’min. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah, kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya. Dan hanya kepada Allah kembali (mu).

Bahasa Inggrisnya tidak menyebut WALI tapi TEMAN (FRIENDS):
Let not the believers take disbelievers for their FRIENDS in preference to believers.

Sebelum:
Kitab suci kaum kafir mirip dengan Qur’an.
46:10
Katakanlah: “Terangkanlah kepadaku, bagaimanakah pendapatmu jika Al Qur’an itu datang dari sisi Allah, padahal kamu mengingkarinya dan seorang saksi dari Bani Israil mengakui (kebenaran) yang serupa dengan (yang tersebut dalam) Al Qur’an lalu dia beriman, sedang kamu menyombongkan diri. Sesungguhnya Allah tiada memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim”.
[66, Mecca ]

Sesudah:
Teror dan pancung kaum kafir yang percaya akan kitab lain selain Qur’an.
8:12
(Ingatlah), ketika Tuhanmu mewahyukan kepada para malaikat : “Sesungguhnya Aku bersama kamu, maka teguhkan (pendirian) orang-orang yang telah beriman”. Kelak akan Aku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka

Bahasa Inggrisnya lebih jelas:
When thy Lord inspired the angels, (saying): I am with you. So make those who believe stand firm. I will throw fear into the hearts of those who disbelieve. Then smite the necks and smite of them each finger. [88, Medina ]

Sebelum:
Kaum Muslim harus memaafkan kaum kafir yang tidak percaya.
45:14
Katakanlah kepada orang-orang yang beriman hendaklah mereka memaafkan orang-orang yang tiada takut hari-hari Allah karena Dia akan membalas sesuatu kaum terhadap apa yang telah mereka kerjakan. [65, Mecca ]

Sesudah:
Kaum Muslim harus menggunakan senjata apapun untuk menteror kaum kafir.
8:60
Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan).

Dan ini pula yang paling membingungkan:
Tidak ada paksaan untuk memasuki agama Islam; telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat
2:256 Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. [87, Medina ]

Perangi kafir sampai mereka menerima Islam.
2:193 And fight them UNTIL persecution is no more, and religion is for Allah. But if they desist, then let there be no hostility except against wrong-doers. [87, Medina ]
artinya:
Dan perangilah mereka SAMPAI tidak ada fitnah lagi, dan agama adalah untuk Allah.
FITNAH di ayat 2:193 berarti pernyataan yang menyangkal bahwa Allah adalah satu2nya tuhan yang harus disembah dan Muhammad adalah Rasul Allah.

Yang manakah yang berlaku (ayat 2:256 atau 2:193) mengingat keduanya berada dalam Surah yang sama. Tapi dengan adanya ayat pedang (9:5), kita tahu bahwa yang berlaku adalah Q 2:193.

KESIMPULAN:
Anda umat islam haruslah mengasihi umat lain dan tidak boleh memaksa mereka (ketika anda lemah), namun ketika anda kuat lalu mengalahkan mereka (kristiani), sepatutnya umat kristiani itu menaklukkan diri dan mengakui agama Islam sebagai agama yang benar, buktinya melalui upeti. Kalau tidak…, patut MATI.

Salam.

@ Iman kristian

@ Iman kristian
Anda bilang:
“Apakah ayat lunak bisa mengalahkan ayat keras? Atau sebalikanya?”
Tanggapan saya:
Di dalam ayat-ayat Al Quran bahkan hadis juga terdapat ayat-ayat dan hadis yang di mansukhkan.Mansukh artinya pembatalan hukum yang dahulu diganti dengan hukum yang baru .Hikmah pemansukhan itu supaya maslahat dari hukum Allah itu sesuai dengan kondisi yang baru yang di alami oleh umat Islam.Apabila Allah mentakdirkan umat berada pada satu-satu keadaan maka Tuhan akan menurunkan hukum yang sesuai dengan keadaan yang dialami itu.Di dalam hal ini pemansukhan terbagi dua:
1)Mansukh mutlak.Artinya diimansukhkan sama sekali hukum yang lama itu dan digantikan dengan hukum yang baru yang lebih sesuai dengan keadaan yang baru tanpa meninggalkan baki sedikit pun untuk hukum yang lama itu untuk diamalkan.Contohnya, halalnya arak pada masa awal Islam.Kemudian kehalalan itu dimansukhkan terus tanpa syarat secara total dan kekal sehingga hari kiamat walu dalam apa keadaan pun.
2)Mansukh bersyarat.Artinya dimansukhkkan hukum yang lama dalam keadaan hukum yang lama yang asal itu masih berlaku namun dengan bersyarat.Contohnya tidak dibolehkan berperang dan digantikan dengan hukum bolehnya berperang untuk mempertahankan diri adalah termasuk dalam mansukh bersyarat yaitu dengan syarat mempertahankan diri.Semua ayat-ayat perang dan ayat-ayat damai yang anda kemukakan itu masih berlaku dan tidak ada satu ayat mengalahkan ayat yang lain Cuma pengamalannya mesti diletakkan di tempat yang betul.Ayat-ayat damai yang diturunkan semasa zaman Mekah sifatnya adalah mutlak.Apabila diturunkan ayat-ayat perang yang dimansukhkan adalah sifat mutlak ayat-ayat damai tersebut .Jadi bukanlah berarti dengan tuurunnya ayat-ayat perang menjadi haram kepada umat muslim untuk berdamai sama orang kafir.Jadi jika ada ayat-ayat damai dalam Al Quran kemudian para ulama mengulas bahawa ayat tersebut telah dimansukhkan denagn ayat-ayat perang maka yang dimaksudkan adalah mansukh bersyarat.Makanya ayat-ayat perang dalam Islam pada hakikatnya tidak menafikan kebebasan beragama.
Anda kata: “Kita langsung saja:
Ayat PEDANG (Q 9:5):
Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu, maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu dimana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah ditempat pengintaian. Jika mereka bertaubat dan mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi maha Penyayang.”
Tanggapan saya:
Ayat-yat tersebut adalah ayat dari surah Attaubah yaitu suarah yang kesembilan dalam Al Quran.
ayat2 yg di sebutkan itu penuh muatan kondisi lokal saat ayat itu turun dan ayat itu bukanlah pesan universal Alquran sehingga penerapan ayat2 tersebut hrs disesuaikan dgn kondisi masa sekarang. Ayat2 di atas turun dikala kaum Muslim sedang ditindas oleh kaum Quraisy dan sekutu2nya, dan jalan keluar satu2’y dari masalah tersebut adalah dgn perang

izin memerangi kaum kafir bukan karena kekufuran atau keengganan mereka memeluk Islam, tapi karena penganiayaan yang mereka lakukan terhadap “hak assasi manusia untuk memeluk agama yang dipercayainya”

perintah membunuh orang2 musyrik (QS At-Taubah [9]: 5) adlh mereka yg mengganggu dan menganiaya kaum Muslim, tdk berlaku bagi mereka yg tdk menggangu kaum Muslim. Perintah untuk memerangi ahl al-Kitab (QS At-Taubah [9]: 29) bukan karena perbedaan keyakinan keberagamaan (bukan karena mereka tidak masuk Islam), tapi disebabkan ahl al-Kitab pada waktu itu berjuang bahu-membahu dgn bangsa romawi memerangi kaum Muslim . Sedang perintah untuk memerangi kaum munafik (QS At-Taubah [9]: 73) disebabkan mereka adalah duri dlm daging, mereka selalu membantu menghancurkan kaum Muslim dari d;m dan membantu mush2 Islam

Islam melarang umatnya melakukan pembunuhan tanpa alasan yg d bnarkn.

“Sesungguhnya barang siapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya”.[al-Mâidah/5:32]

“Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan suatu (sebab) yang benar” [al-‘An’âm/6:151]

Kata “jiwa” dalam ayat di atas bersifat umum mencakup jiwa Muslim dan non muslim.

“Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada taqwa” [al-Mâidah/5:8]

Surat At Taubah juga disebut juga Surat Al Bara’ah yang berarti Putus hubungan atau berlepas diri , mengapa terjadi perang ? . ada beberapa hal penyebab terjadi perang yaitu
. Orang-orang musyrik Quraisy telah melanggar Perjanjian dan berusaha memerangi Rasul dan kaumnya. ( Surat At Taubah ayat 1,13).
” Inilah pernyataan putus hubungan dari Allah dan Rasul Nya kepada orang Musyrik yang kamu telah mengadakan perjanjian …..dan beritakanlah kepada orang kafir bagi mereka siksa yang pedih ( diperangi) kecuali orang orang musyrik yang terikat dengan perjanjian dan tidak mengurangi isi perjanjian , serta tidak membantu sesorang yang memusuhi kamu dan maka terhadap mereka penuhi perjanjian sampai batas waktu yang ditentukan ditetapkannya ( Surat At Taubah 1-4 )
Selama kaum musyrikin terikat terhadap Perjanjian Damai tidak akan diperangi.
Bagaimana sikap Rasul dan kaumnya jika terjadi konflik perang karena pelanggaran kaum musyrikin ;
1. Jika mereka masuk Islam maka mereka bebas ( Surat Taubah ayat 5)
2. Jika mereka kaum muyrik minta perlindungan , maka lindungilah mereka sambil beritakan firman Allah kepada kaum musyrik , dan tempatkanlah yang aman..( ayat 5).
yang dilakukan kaum musyrikin :
1. mereka tidak memelihara hubungan kekerabatan dan melanggar perjanjian ( A Taubah ayat 8)
2. Menghalangi manusia dari Jalan Allah ( ayat 9)
3. mereka menghina agama ( ayat 12 )
Jika kaum musyrikin berlaku lurus , maka Rasul dan pengkikutnya juga berlaku lurus ( A t Taubah ayat 7 )

Coba pelajari ayat ini dengan seksama.Anda akan tau dimana dan bila masanya ayat –ayat perang itu diamalkan.

1)Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil-Ayat ini turun di madinah dan tidak ada mana-mana ulama Islam atau mana -mana kitab tafsir yang mengatakan ayat ini dimansukhkan

Tetapi jika mereka membiarkan kamu dan tidak memerangimu serta mengemukakan perdamaian kepadamu, maka Allah tidak memberi jalan kepadamu (untuk memerangi) mereka”. ( 4:90)-Ayat ini turun di madinah dan tidak ada mana-mana ulama Islam atau mana -mana kitab tafsir yang mengatakan ayat ini dimansukhkan

2)Dan jika mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah kepadanya dan bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Dia Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (8:61) -Ayat ini juga turun di Madinah dan tidak ada mana-mana ulama yang mengatakan ayat ini dimansukhkan.

Untuk lebih memahami kandungan ayat-ayat Al Qur’an, kiranya diperlukan pengetahuan ihwal latar belakang turunnya ayat-ayat Al Qur’an, atau yang sering disebut asbabun nuzul (sebab-sebab turunnya [suatu ayat]). Dengan mengetahui asbabun nuzul suatu ayat, kita akan lebih memahami makna dan kandungan ayat tersebut,,,.
Pengetahuan ihwal asbabun nuzul suatu ayat memberikan dasar yg kokoh untuk menyelami makna suatu ayat Al Qur’an.

Saya kutip sebagian:

Bagaimana sikap Rasul dan kaumnya jika terjadi konflik perang karena pelanggaran kaum musyrikin ;
1. Jika mereka masuk Islam maka mereka bebas ( Surat Taubah ayat 5)
2. Jika mereka kaum muyrik minta perlindungan , maka lindungilah mereka sambil beritakan firman Allah kepada kaum musyrik , dan tempatkanlah yang aman..( ayat 5).

yang dilakukan kaum musyrikin :
1. mereka tidak memelihara hubungan kekerabatan dan melanggar perjanjian ( A Taubah ayat 8)
2. Menghalangi manusia dari Jalan Allah ( ayat 9)
3. mereka menghina agama ( ayat 12 )
Jika kaum musyrikin berlaku lurus , maka Rasul dan pengkikutnya juga berlaku lurus ( A t Taubah ayat 7 )

Coba pelajari ayat ini dengan seksama.Anda akan tau dimana dan bila masanya ayat –ayat perang itu diamalkan.

1)Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil-Ayat ini turun di madinah dan tidak ada mana-mana ulama Islam atau mana -mana kitab tafsir yang mengatakan ayat ini dimansukhkan

Tetapi jika mereka membiarkan kamu dan tidak memerangimu serta mengemukakan perdamaian kepadamu, maka Allah tidak memberi jalan kepadamu (untuk memerangi) mereka”. ( 4:90)-Ayat ini turun di madinah dan tidak ada mana-mana ulama Islam atau mana -mana kitab tafsir yang mengatakan ayat ini dimansukhkan

2)Dan jika mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah kepadanya dan bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Dia Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (8:61) -Ayat ini juga turun di Madinah dan tidak ada mana-mana ulama yang mengatakan ayat ini dimansukhkan.

=============

Kesimpulan yang saya dapatkan:

Berikan ayat damai dan bukan pedang, jika:
1. Jika MASUK ISLAM mereka bebas.
2. Jika minta tolong, bantu SAMBIL MEMBERITAKAN ISLAM

Berikan ayat pedang bukan ayat damai jika:
1. Melanggar perjanjian (MENGAKUI ISLAM).
2. Menghalangi manusia dari ISLAM (Jalan Allah).
3. Mereka menghina ISLAM (Agama).
Kalau berlaku lurus (sesuai 5 prinsip diatas), maka moslempun lurus. Jika mereka tidak lurus (melawan ISLAM), moslempun bertindak.

Syarat-syarat menggunakan ayat pedang:

Jangan ISLAM diganggu-ganggu.
1)Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada MEMERANGIMU KARENA AGAMA dan tidak mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.

Mereka mengakui ISLAM.
2)Dan jika mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah kepadanya dan bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Dia Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (8:61)

Sek

Saya kutip sebagian:

Bagaimana sikap Rasul dan kaumnya jika terjadi konflik perang karena pelanggaran kaum musyrikin ;
1. Jika mereka masuk Islam maka mereka bebas ( Surat Taubah ayat 5)
2. Jika mereka kaum muyrik minta perlindungan , maka lindungilah mereka sambil beritakan firman Allah kepada kaum musyrik , dan tempatkanlah yang aman..( ayat 5).

yang dilakukan kaum musyrikin :
1. mereka tidak memelihara hubungan kekerabatan dan melanggar perjanjian ( A Taubah ayat 8)
2. Menghalangi manusia dari Jalan Allah ( ayat 9)
3. mereka menghina agama ( ayat 12 )
Jika kaum musyrikin berlaku lurus , maka Rasul dan pengkikutnya juga berlaku lurus ( A t Taubah ayat 7 )

Coba pelajari ayat ini dengan seksama.Anda akan tau dimana dan bila masanya ayat –ayat perang itu diamalkan.

1)Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil-Ayat ini turun di madinah dan tidak ada mana-mana ulama Islam atau mana -mana kitab tafsir yang mengatakan ayat ini dimansukhkan

Tetapi jika mereka membiarkan kamu dan tidak memerangimu serta mengemukakan perdamaian kepadamu, maka Allah tidak memberi jalan kepadamu (untuk memerangi) mereka”. ( 4:90)-Ayat ini turun di madinah dan tidak ada mana-mana ulama Islam atau mana -mana kitab tafsir yang mengatakan ayat ini dimansukhkan

2)Dan jika mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah kepadanya dan bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Dia Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (8:61) -Ayat ini juga turun di Madinah dan tidak ada mana-mana ulama yang mengatakan ayat ini dimansukhkan.

=============

Kesimpulan yang saya dapatkan:

Berikan ayat damai dan bukan pedang, jika:
1. Jika MASUK ISLAM mereka bebas.
2. Jika minta tolong, bantu SAMBIL MEMBERITAKAN ISLAM

Berikan ayat pedang bukan ayat damai jika:
1. Melanggar perjanjian (MENGAKUI ISLAM).
2. Menghalangi manusia dari ISLAM (Jalan Allah).
3. Mereka menghina ISLAM (Agama).
Kalau berlaku lurus (sesuai 5 prinsip diatas), maka moslempun lurus. Jika mereka tidak lurus (melawan ISLAM), moslempun bertindak.

Syarat-syarat menggunakan ayat pedang atau tidak:

Jangan ISLAM diganggu-ganggu.
1)Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada MEMERANGIMU KARENA AGAMA dan tidak mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.

Mereka mengakui ISLAM.
2)Dan jika mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah kepadanya dan bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Dia Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (8:61)

Sekarang kita kembali lagi ke pertanyaan saya semula, tinggal jawab saya, a atau b.

Alkitab jelas sudah selesai (PL dan PB). Setelah itu semua yang mengaku nabi dan rasul, dianggap sesat (menurut konsep alkitab).

Kalau saya berbicara sesuai dengan agama saya, bahwa M adalah penyesat, bagaimana kitab suci anda menanggapinya?

a. Gunakan ayat-ayat diatas, atau:
b. Gunakan ayat-ayat pedang.

Silahkan jawab, a atau b.

Hm…., anda kan seorang terpelajar. Mohon jawab saja menurut prinsip Q yang telah anda pelajari. Anda melakukan a atau b.

Harap jangan bicara panjang lebar…, kita sudah tahu sama tahu. sekali lagi A atau B.

Sekali lagi…, menurut Alkitab, si M itu nabi palsu dan sesat, mohon dengan hormat apa jawaban moslem: A atau B.

Salam.

Jawabnya A

Thanks….,

Sebenarnya anda sedikit lagi melangkah masuk Kristen.

Kristen tidak mengenal ayat-ayat pedang. Tapi KASIH.

Sesungguh sesuai dengan kitab Quran, maka ImanKristen tidak mengakui Islam sebagai agama yang benar karena menurut agamanya (Katolik Kharismatik Adventis Reform) M bukan nabi dari Yesus dianggp TUHAN.
Maka seharusnya: Gunakan ayat-ayat pedang pada si ImanKristen.

Terima kasih kalau anda tidak mempergunakan ayat-ayat pedang. Andai saja Teroris di Indonesia mengerti kitab seperti anda (tidak mempergunakan ayat-ayat pedang)…, saya percaya dunia bisa lebih baik.

Salam.

Agama yang benar dari Allah mesti merupakan satu cara hidup.Agama kristian bukan agama yang benar,karena ia bukan satu cara hidup.Tujuan agama diturunkan Allah adalah untuk mengajar satu cara hidup yang sempurna supaya manusia tidak meraba-raba dalam menciptakan cara hidup yang terbaik untuk diri mereka.Islam tidak menolak penggunaan pedang.Tetapi Islam meletakkan pedang itu pada tempat ynag betul.Anda hidup dalam keadaan selamat aman di bumi Indonesia yang tercinta karena pemerintah Indonesia memlihara kehidupan rakyatnya dengan pedang.Bukankah di Indonesia ada hukuman mati untuk kasus kesalahan yang berat?Bukan sahaja diIndonesia malahan disemua negara di semua belahan di dunia ini memelihara keamanan rakyatnya dengan pedang termasuklah negara2 Kristian sendiri.Jadi kalau anda mengkritik Islam semata-mata karena adanya unsur pedang dalam ajaran Islam berarti anda seorang yang munafik karena anda mengkritik sesuatu dalam ajaran Islam yang sebenarnya anda sendiri memerlukannya dalam kehidupan anda sehari-hari.

Kesimpulan tulisan anda diatas:
Islam adalah cara hidup yang sempurna.

Maaf ya…, saya sih melihat sangat rendah cara hidup islam.

Nah…, diskusi inilah membuktikan cara hidup mana yang baik dan benar.

Bagi saya: Allah yang berubah-ubah dalam arti memberikan ayat lunak, lalu direvisi dengan ayat pedang…, bagi saya itu bukanlah Allah. Maaf saja ya.

Tetapi cara hidup kristen tetap menghargai agama anda. Bahkan ketika anda membunuh kristen sekalipun, kami diajarkan untuk tidak membalas. Anda menghina dengan mengatakan Tuhan Yesus bukan Allah…, kami juga memaklumi dan memaafkan anda.

Nah sekarang, bagaimana cara hidup dibawah ini:

=======================
Tentunya Johor Bahru merupakah bagian malaysia yang juga tidak memperbolehkan Alkitab orang kristen bertentangan dengan Quran.

Quran menyatakan: Tiada Tuhan selain Allah.

Karena itu seluruh Alkitab di Malaysia tidak boleh mempergunakan kata Allah. Nah…, saya yang di Jakarta kalau ke Malaysia juga tidak boleh bawa Alkitab Indonesia, harus Alkitab versi Moslem Malaysia.

Kalau misalnya umat kristen bersikeras mempergunakan kalimat Allah di alkitab…., sesuai dengan iman mereka….,

Bagaimana tanggapan anda mengenai CARA HIDUP ini menurut QURAN? Gunakan……
a. Ayat-ayat kebebasan, atau
b. Ayat-ayat Pedang.

Salam.

Oh iya…, tambahan buat ilham othmany…

Tentunya Johor Bahru merupakah bagian malaysia yang juga tidak memperbolehkan Alkitab orang kristen bertentangan dengan Quran.

Quran menyatakan: Tiada Tuhan selain Allah.

Karena itu seluruh Alkitab di Malaysia tidak boleh mempergunakan kata Allah. Nah…, saya yang di Jakarta kalau ke Malaysia juga tidak boleh bawa Alkitab Indonesia, harus Alkitab versi Moslem Malaysia.

Kalau misalnya umat kristen bersikeras mempergunakan kalimat Allah di alkitab…., sesuai dengan iman mereka….,

Bagaimana tanggapan anda mengenai hal ini?
a. Ayat-ayat kebebasan.
b. Ayat-ayat Pedang.

Salam.

@Imankristian
Anda kata:
“Bagi saya: Allah yang berubah-ubah dalam arti memberikan ayat lunak, lalu direvisi dengan ayat pedang…, bagi saya itu bukanlah Allah. Maaf saja ya.”
Jawab:Barangkali anda tidak faham keterangan saya tentang konsep pembatalan hukum dalam Islam.Pada zaman zaman nabi Adam belum ada yang namanya Torat.Torat baru ada pada zaman Musa.Pada masa itulah Allah menurunkan beberapa hukum baru termasuk hukum perang.Tidakkah anda terfikir bahawa dalam kasus ini Allah juga merivisi perintahNya?Adakah anda menganggap Tuhan Adam bukan Tuhan Musa karena adanya perintah baru tersebut?Atau anda menganggap Tuhan itu bukan Tuhan sekiranya dia merivisi perintahnya?Injil membatalkan banyak daripada perintah di dalam Torat.Untuk lebih nyaman kedengaran anda menggunakan istilah “menggenapi”.Tapi sayang intinya sama yaitu pembatalan.Hukum lama ditiadakan digantikan dengan hukum baru.Yang lebih aneh pembatalan itu dilakukan oleh Paulus sosok yang tidak pernah diramalkan oleh Yesus untuk menggalang ganti beliau bagi membatalkan Torat.Jika tidak tentu tidak akan ada perpecahan antara gereja unitarian dengan gereja paulus dalam agama anda sekiranya Paulus benar-benar telah ditunjuk oleh Yesus sewaktu baginda masih berada di kalangan murudnya..Sehingga akhrinya “pedang” menjadi penentu dalam memastikan kemenangan gereja Paulus dalam zaman yang penuh dengan pengkhianata-pengkhianatan,penyiksaan,pembunuhan racun meracun ,hasut menghasut ,pemusnahan injil-injil apokrif dan penggunaan kuasa politik bagi menindas dan menekan pihak yg berseberangan.Bukankah ini yang diramal kan Yesus dari “buahnya” kamu mengenali pohonnya?

Anda kata:
“Kalau misalnya umat kristen bersikeras mempergunakan kalimat Allah di alkitab…., sesuai dengan iman mereka….,
Bagaimana tanggapan anda mengenai CARA HIDUP ini menurut QURAN? Gunakan……
a. Ayat-ayat kebebasan, atau
b. Ayat-ayat Pedang.”

Jawab:Soalan ini patut dibalikkan ke anda.Jika muslim tersinggung anda menggunakan nama Allah yang telah menjadi hak eksklusif mereka sekurang-kurangnya di rantau ini dengan diberikan sifat yang tidak layak dengan ketuhananNya yang Maha Tinggi adakah anda akan konsisten dengan hokum kasih anda utk beralah dan mengalah?Aatukah anda mengorbankan prinsip anda sendiri demi semata-mata kepengen memanggil Yahweh dengan nama Allah?Fikir-fikirkan.

Alkitab tidak pernah mengatakan sakalipun “membatalkan” taurat. tetapi MENGGENAPI.

He he he…

Kita bahas satu-satu. Saya nanti akan minta saudara Jelasnggak, supaya dibuatkan 1 post khusus diskusi mengenai taurat ini antara saya dan anda. Supaya anda dapat belajar alkitab dengan benar. Atau mungkin nanti di blog ImanKristen, blog khusus Kristen. Kalau blog ini khusus mendiskusikan “ke-murni-an Islam”.

Sekarang, kita bahas dulu topik ini yang belum selesai.

Saya akan balikkan pertanyaan itu pada diri saya:

Negara Amerika:
Mengakui Quran, meskipun tidak ditulis Allah Isa Almasih…., cukup Isa Almasih…, karena menghormati kitab suci Islam.

Kalau Amerika melarang penggunaan Isa almasih tanpa kata Allah dalam Quran di Amerika, maka saya tidak setuju dengan pemerintah Amerika. Saya katakan pemerintah Amerika tidak sesuai dengan prinsip Alkitab.

Sekarang dengan hormat, jawab pertanyaan saya diatas:

====================

Tentunya Johor Bahru merupakah bagian malaysia yang juga tidak memperbolehkan Alkitab orang kristen bertentangan dengan Quran.

Quran menyatakan: Tiada Tuhan selain Allah.

Karena itu seluruh Alkitab di Malaysia tidak boleh mempergunakan kata Allah. Nah…, saya yang di Jakarta kalau ke Malaysia juga tidak boleh bawa Alkitab Indonesia, harus Alkitab versi Moslem Malaysia.

Kalau misalnya umat kristen bersikeras mempergunakan kalimat Allah di alkitab…., sesuai dengan iman mereka….,

Bagaimana tanggapan anda mengenai hal ini?
a. Ayat-ayat kebebasan.
b. Ayat-ayat Pedang.

Salam.

Ayat-ayat pedang

Hua…… hua…… tolong…… datang ayat-ayat PEDANG….

Aku takut……

Coba perhatikan diskusi ini di post: “Muslim Yang Sejati”.

Anda sama saja dengan teroris itu, sama-sama mempergunakan Ayat Pedang.

Nah…, ayat-ayat lunak “ditelan” oleh ayat-ayat pedang.

Seberapa dalam pengertian mengenai ayat-ayat pedang… & MELAKUKANNYA, sedalam itulah keislaman yang sesunguhnya.

Karena itulah jelasnggak menuliskan dengan judul “MUSLIM YANG SEJATI”.

Diskusi awal saya sudah senang, anda mulai masuk ke “ayat KASIH”, tapi kemudian itu hanyalah “tipuan” anda saja. Sekarang kembali lagi ke Q (ayat-ayat pedang).

Diskusi saya anggap clear / finish.

Sekarang anda mau tanya mengenai Paulus di mana? Di blog ini atau di blog saya.

Kalau di blog ini, jawab saja: Blog ini.
Nanti saudara jelasnggak akan membuatkan 1 post khusus untuk kita membahas hal tersebut.

Kalau di blog saya bilang saja, akan saya buatkan.

Salam.

Doaku:

Allah Yesus, ya Allah diatas segala allah-allah agama-agama didunia, ampunilah ilham othmany atas ketidaktahuannya mengenai KASIH-MU. Bebaskanlah dia dari “kutuk ayat-ayat PEDANG” yang sedang mengikatnya.

Dalam nama Yesus Kristus,

Amen.

Di Malaysia jika nama Allah digunakan dalam Bible ia akan mengarah kepada penipuan.Jadi ayat-ayat pedang digunakan utk mencegah penipuan.Adakah itu salah?Pedang adalah simbol kuasa.Jadi gak salahkan kalau kita menggunakan kuasa bagi menghalang penipuan.Gimana?

Penipuan?

Bisa dijelaskan? Sebelum si M buat Q, Alkitab sudah lebih dulu ada.

Bisa dijernihkan maksud “penipuan”?

Salam

Nama Tuhan kristian kan Yahweh?Mengapa pula dengan tidak semena-mena dan tidak ada kena mengena alias sangkut pautnya mau ditukar ke nama Allah?Bukankah itu satu bentuk penipuan yang nyata?

Lho…, sekarang saya tanya…

Allah itu terdiri dari huruf: A L L A H

Pertanyaan saya:
Huruf Q itu adalah seperti “cacing”. Apalagi huruf “gundul”, yaitu huruf Q pertama sekali.

Apakah ada huruf A L L A H di Q?

Berarti anda juga menipu?

Agama Kristen boleh translate ke semua bahasa dan bisa dijadikan pegangan.

Bukankah agama Islam hanya mengakui ayat-ayat Quran seperti di tulisan Arab dan mempergunakan bahasa Arab?

Salam.

@ Iman kristian
Allah adalah mewakili الله .Jadi ini bukan penipuan.

Anda bilang:
“Bukankah agama Islam hanya mengakui ayat-ayat Quran seperti di tulisan Arab dan mempergunakan bahasa Arab?”

Jawab:Bahasa Arab hanya wajib digunakan bagi tujuan ibadah.Adapun dalam penterjemahan boleh dalam bahasa apa pun dengan syarat bhasa Arabnya disertakan sekali dengan terjemahan.

Nah.., kalau alkitab ditulis الله Yesus…., barulah salah.

YHWH = Allah (terjemahan Indonesia).
Sekarang saya tanya:
YHWH=God (terjemahan bahasa Inggris).
Apa terjemahan الله untuk bahasa Inggris?

Kenapa anda boleh terjemahkan tetapi alkitab tidak boleh?

Oh…, itu toh maksudnya kebebasan dalam islam?

Salam.

Allah tidak boleh diterjemahkan karena Allah itu adalah nama Khas Zat Tuhan(nama diri).God dalam terjemahan bahasa Melayu adalah Tuhan bukan Allah.Dalam Bahasa Arab kata utk Tuhan adalah ilah bukan Allah.Anda mesti faham ini.Allah adalah nama Khas bukan am.Kata jamak ilah dalam bahasa Arab adalah aalihah dan kata femenin ilaahah.Tapi lafaz Allah tidak ada kata jamak dan tidak ada bentuk femenin.

Saya diatas tanya:

Apa terjemahan الله untuk bahasa Inggris?

Manakah yang benar menurut Quran yang diterima si M?
a. Allah
b. الله

Tinggal jawab, a atau b.

Salam

Anda ni gimana sih?Kalau الله jadi Allah itu namanya bukan terjemah.Sungguhpun tulisan beda tapi sebutannya tetap sama.Jadi gak ada masalah soal itu.Al Quran itu asalnya diturunkan dalam bentuk bacaan bukan dalam bentuk tulisan.Jadi yang diwajibkan supaya tepat itu sebutannya bukan tulisannya.

Bacaannya sama ngak?

الله caramembacanya:

1. Allah
2. Owloh
3. Auloh
4. ……

Mana yang benar…, 1,2,3 atau 4 (and aisi sendiri yang menurut anda cara bacanya paling benar).

Salam.

Bacaannya sama ngak?

الله caramembacanya:

1. Allah
2. Owloh
3. Auloh
4. ……

Mana yang benar…, 1,2,3 atau 4 (anda isi sendiri yang menurut anda cara bacanya paling benar).

Salam.

@Iman kristian
Anda kata:
“Bacaannya sama ngak?

الله caramembacanya:

1. Allah
2. Owloh
3. Auloh
4. ……

Mana yang benar…, 1,2,3 atau 4 (anda isi sendiri yang menurut anda cara bacanya paling benar).”

Untuk mengetahui bacaan mana yang benar diwajibkan seseorang itu mempelajari Al Quran secara talaqqi dan musyafahah yakni bertemu guru lidah dengan lidah.Kalau antara Allah,Auloh dan Owloh … maka tulisan yang dipilih adalah Allah karena itulah yang digunakan oleh kebanyakan bahkan semua muslim diseluruh dunia apabila menuliskan nama Allah dengan huruf latin.

Kira-kiranya saja, kalau mau membaca الله seperti apa? Anda kan moslem, masa sih tidak pernah membaca الله .

Misal: A (Indonesia) dibaca Ei (English).
O (Indonesia) dibaca Ou (English).

Maka kalau dibalik: Book (English) dibaca Buk (Indonesia).

Kalau memakai lidah anda sendirilah, bagaimana membaca الله dengan lafal arab yang “dibacakan dalam bahasa Indonesia/Malaysia” ?

Anda kan sarjana, tentu tahu maksud saya kan?

Langsung saja jawab, jangan seperti si M, yang asal bicara saja, buat kitab Q asal-asalan (lompat-lompat ayatnya).

Salam.

Apakah telihat bedanya antara لله .. dengan allah ?

Ternyata memang terlihat beda !

Tuh..

kelihatan koq dari sini ……

Kalau لله dan allah boleh beda.. mengapa YHW dan TuH@n / ALL@H dilarang …

Jawab : karena orang arab memang begitu….

@jelasnggak…

He he he… anda tepat sekali…

Sebenarnya si ilham ini sudah mengerti maksud saya tapi dia lagi gunakan ilmu si M yaitu ilmu oon…, seperti buat kitab andalannya kitab Q yang asal taruh ayat sembarangan loncat sana dan sini.

Saya bingung ya…, si ilham kan terpelajar tidak seperti si M. Kalau si M sih saya maklumi demikian karena tidak bisa baca dan tulis. Tapi yang lucu…., kok si ilham diskusi sama saya, setelah “terpojok” gunakan ilmu si M.

Apa dia yang sarjana tidak mengerti arah dan maksud tulisan saya? mengapa pakai ilmu si M…, jadi si ilham bertindak bodoh…?

Aneh….

Salam.

Kan udah saya jawabkan.Kalau Allah ya disebut Allah.Dan kalau mau sebutan yang tepat ya berguru secara talaqqi (pertemuan).Kalau mau dijelaskan secara bertulis memang bisa seperti dikatakan sebutan Allah itu mesti tafkhim (ditebalkan).Tapi nantikan ada pertanyaan lagi tebal yang macam mana?

@Jelasnggak
Terlihat beda itu dari segi tulisan aja.Jangan katakan antara huruf latin dan huruf Arab.Antara Arab kaligraf kufi dan Arab kaligraf diwani aja keliatan beda.Tapi kan sebutannya tetap sama.Kan udah saya bilang Al Quran diturunkan dalam bentuk bacaan/sebutan bukan tulisan.Kan udah saya bilang juga Allah itu tidak boleh diterjemahkan karena Allah itu adalah nama diri Tuhan.

Coba pelajari disini:

http://antalhaq.blogspot.com/2008/06/cara-membaca-lafaz-allah_10.html

Untuk pembeda, seringkali digunakan Allah (swt) bukan Allah.
http://www.quranexplorer.com/

Kata ganti juga demikian, Allah dalam bhs Inggris disebut He.
http://penjagaquran.blogspot.com/2010/12/kata-ganti-allah-dalam-bahasa-inggris.html

===============
Bis Millah,
In The Name Of God,
Dengan Nama Tuhan,

Peace to all in this blog till now all 597 comment has been printed.
Allah is God or Tuhan
We learn from Verse 39:67 that God’s greatness is far beyond human comprehension – the verse states that all seven universes are “folded within God’s hand.”
Supported by the Quran’s formidable mathematical code, we are taught that our universe is the smallest and innermost of seven universes (41:12, 55:33, 67:5, & 72:8-12). Meanwhile, our scientific advances have shown us that our galaxy, the Milky Way, is 100,000 light years across, and that our universe contains a billion such galaxies and a billion trillion stars, plus countless decillions of heavenly bodies. Our universe is estimated to span distances in excess of 20,000,000,000 light years.
Count the Stars!
If we take only a quintillion [1,000,000,000,000,000,000] of the stars and simply count them [from zero to quintillion] one count per second, day and night, this will take 32 billion years (more than the age of the universe). That is how long it will take to just “count” them; but God “created” them. Such is the greatness of God. We can appreciate the vastness of our universe if we imagine going on a space odyssey. When we leave the planet Earth towards the sun, at the speed of light, we reach the sun after 93,000,000 miles and eight minutes. It will take us more than 50,000 years at the speed of light to exit our galaxy. From the outer limit of the Milky Way, our planet Earth is invisible. Not even the most powerful telescope can detect our tiny “Earth.”
We have to spend more than 2,000,000 years at the speed of light to reach our next-door galaxy. At least 10,000,000,000 years, at the speed of light, must be spent to reach the outer limit of our universe. From the outer limit of our universe, even the Milky Way is like a speck of dust in a large room.
The second universe surrounds our universe. The third universe is larger than the second, and so on. More accurately, our universe should be considered the seventh universe, surrounded by the sixth universe, which is surrounded by the fifth universe, and so on. Can you imagine the vastness of the first, outermost universe? No number exists to describe the circumference of the first universe. This incomprehensible vastness is “within the fist of God’s hand.” From the outer limit of the outermost universe, where is the planet Earth? How significant is it?
On the infinitesimal mote called Earth, such minuscule creatures as Mary, Jesus, and Muhammad lived. Yet, some people set up these powerless humans as gods!
God’s greatness is represented not only by the fact that He holds the seven universes in His hand, but also by the fact that He fully controls every atom, even subatomic components, everywhere in the greater universe (6:59, 10:61, & 34:3).
SOME ATTRIBUTES OF GOD
Reproduced below are only a few attributes of God, the Creator of everything that exists.
1. GOD, CREATOR OF ALL THINGS
[6:102] Such is GOD your Lord, there is no god except He, the Creator of all things. You shall worship Him alone. He is in control of all things.
[35:3] O people, remember GOD’s blessings upon you. Is there any creator other than GOD who provides for you from the heaven and the earth? There is no other god beside Him. How could you deviate?
[39:62 ] GOD is the Creator of all things, and He is in full control of all things.
[59:24] He is the One GOD; the Creator, the Initiator, the Designer. To Him belong the most beautiful names. Glorifying Him is everything in the heavens and the earth. He is the Almighty, Most Wise.
2. GOD, SUSTAINER OF EVERYTHING
[91:6] The earth and Him who sustains it.
3. GOD, MOST GRACIOUS, MOST MERCIFUL
[1:1-4] In the name of GOD, Most Gracious, Most Merciful. Praise be to GOD, Lord of the universe.
Most Gracious, Most Merciful. Master of the Day of Judgment.
4. GOD – NO INTERCESSION CAN TAKE PLACE WITH GOD
[2:48] Beware of the day when no soul can avail another soul, no intercession will be accepted, no ransom can be paid, nor can anyone be helped.
[2:123] Beware of the day when no soul will help another soul, no ransom will be accepted, no intercession will be useful, and no one will be helped.
[34:23] Intercession with Him will be in vain, unless it coincides with His will. When their minds are finally settled down, and they ask, “What did your Lord say,” they will say, “The truth.” He is the Most High, the Most Great.
5. GOD, CONTROLS EVERYTHING
[3:109] To GOD belongs everything in the heavens and everything on earth, and all matters are controlled by GOD.
[4:85] Whoever mediates a good deed receives a share of the credit thereof, and whoever mediates an evil work, incurs a share thereof. GOD controls all things.
[6:102] Such is GOD your Lord, there is no god except He, the Creator of all things. You shall worship Him alone. He is in control of all things.
[7:54] Your Lord is the one GOD, who created the heavens and the earth in six days, then assumed all authority. The night overtakes the day, as it pursues it persistently, and the
sun, the moon, and the stars are committed to serve by His command. Absolutely, He controls all creation and all commands. Most Exalted is GOD, Lord of the universe.
6. GOD, KNOWS OUR INNERMOST THOUGHTS
[2:284] To GOD belongs everything in the heavens and the earth. Whether you declare your innermost thoughts, or keep them hidden, GOD holds you responsible for them. He forgives
whomever He wills, and punishes whomever He wills. GOD is Omnipotent.
[4:63] GOD is fully aware of their innermost intentions. You shall ignore them, enlighten them, and give them good advice that may save their souls.
7. GOD, ALWAYS NEAR
[2:186] When My servants ask you about Me, I am always near. I answer their prayers when they pray to Me. The people shall respond to Me and believe in Me, in order to be guided.
8. GOD
[59:22] He is the One GOD; there is no other god beside Him. Knower of all secrets and declarations. He is the Most Gracious, Most Merciful.
[59:23] He is the One GOD; there is no other god beside Him. The King, the Most Sacred, the Peace, the Most Faithful, the Supreme, the Almighty, the Most Powerful, the Most Dignified. GOD be glorified; far above having partners.
[59:24] He is the One GOD; the Creator, the Initiator, the Designer. To Him belong the most beautiful names. Glorifying Him is everything in the heavens and the earth. He is the Almighty, Most Wise.
WHO IS YOUR GOD?
Most people are outraged upon hearing this question. “What do you mean, `Who is your god?’ they ask, `My god is the Creator of the heavens and the earth.’ ” And most of these people will be shocked to find out that their proclamation that their god is the Creator of the heavens and the earth is no more than lip service, and that they are in fact destined for Hell (12:106).
Your god is whoever or whatever occupies your mind most of the time.
Your god can be your children (7:190), your spouse (9:24), your business (18:35), or your ego (25:43). This is why we note that one of the most important and most repeated commandments in the Quran is:
“O you who believe, you shall remember God frequently; glorify Him day and night.” [33:41]
WORSHIP GOD ALONE – THE MEANING
The Quran spells out in various verses what worship of God ALONE means:
[2:2-5] This scripture is infallible; a beacon for the righteous; who believe in the unseen, observe the Contact Prayers (Salat), and from our provisions to them, they give to charity. And they believe in what was revealed to you, and in what was revealed before you, and with regard to the
Hereafter, they are absolutely certain. These are guided by their Lord; these are the winners.
[2:285] The messenger has believed in what was sent down to him from his Lord, and so did the believers. They believe in GOD, His angels, His scripture, and His messengers: “We make NO DISTINCTION among ANY of His messengers.” They say, “We hear, and we obey. Forgive us, our Lord. To You is the ultimate destiny.”
[4:136] O you who believe, you shall believe in GOD and His messenger, and the scripture He has revealed through His messenger, and the scripture He has revealed before that. Anyone who refuses to believe in GOD, and His angels, and His scriptures, and His messengers, and the Last Day, has indeed strayed far astray.
WORSHIP GOD ALONE IS TO FOLLOW/OBEY GOD’S WORDS ALONE
Following a source other than Quran is idolatry. The following verse makes it clear that the Quran is God’s Testimony. Following any other source is defined as idolatry.
Say, “Whose testimony is the greatest?” Say, “God’s. He is the witness between me and you that this Quran has been inspired to me, to preach it to you and whomever it reaches. Indeed, you bear witness that there are other gods beside God.” Say, “I do not testify as you do; there is only one god, and I disown your Idolatry.” [6:19]
The reader might be interested in looking up verse 17:46 which mandates upon the believer to follow Quran alone.
Let God be the punisher to all his creation..Insya Allah
=================

Kesimpulan:
1. Tulisan الله bukan Allah.
2. Melafalkan juga bukan Allah.
3. Tetapi tulisan Allah di-klaim oleh moslem dan milik moslem.
4. Kalau moslem lemah, akui kebebasan.
5. Kalau moslem kuat, rubah kitab agama lain, karena kata Allah hanya milik moslem.
6. Islam kuat, tidak ada kebebasan bagi agama lain, kecuali tunduk pada islam.

MENGERIKAN…..

Salam

Catatan:

1. Kasus saya anggap selesai. Pembaca sudah mengerti, agama mana yang menghormati kebebasan agama lain dan agama mana yang memberikan kebebasan (lagi lemah) dan melarang agama lain kecuali tunduk pada islam (ketika islam kuat).

2. Untuk jelasnggak, coba buatkan post mengenai paulus. (Thanks). Ilham mau belajar Alkitab mengenai Paulus.

Makanya saya heran.
Kalau YHwe diganti Tuh@n atau ALL@H.. kau katakan itu penipuan…

Tapi kalau لله diganti awloh…. kau katakan itu bukan penipuan.

(kalau mikir yang luas dikit dong)

Penyebutan dengan lafaz umum tapi jika ditulis dengan hruf besar maka yang dimaksudkan adalah khusus.Yahweh itu tuhan(menurut keristian) tapi bukanlah tiap-tiap tuhan itu Yahweh.Begitu juga Allah itu Tuhan menurut muslim tapi bukanlah tiap-tiap tuhan itu Allah.Walaupun Yahweh dan Allah sama-sama dipercayai sebagai Tuhan namun tetap Yahweh itu bukan Allah dan Allah itu bukan Yahweh.Yahweh atau Allah bisa saja disebut sebagai Tuhan dengan huruf besar.Tetapi adalah salah jika Yahweh disebut Allah .Bedanya apa?Bedanya dalam Yahweh ada Yesus tapi dalam Allah tidak ada lagi yang lain.Tidak ada sekutu bagi Allah.

Jelasnggak, saya buat 3 link, jadi di moderasi. Tolong dilepas ya.

Thanks, gbu.

Ada tulisan saya dimoderasi di post ini. (Your comment is awaiting moderation.)

Tolong dilepas.

Thanks.

God is Allah

Seorang anak Amerika, rajin ke sekolah minggu dan berdoa kepada ‘God.’ Sekali waktu ia heran ketika temannya di Public School yang keturunan Arab dan pakai kerudung berdoa kepada ‘Allah.’ Ia mulai menerima persepsi yang terdistorsi bahwa sesembahan orang Kristen itu namanya ‘God’ dan sesembahan orang Islam itu namanya ‘Allah,’ apalagi ia pernah membaca komik Chick Publication yang menyebut bahwa: ‘Allah is not God.’ Di lain waktu ia pindah bersama ayahnya yang diplomat yang ditugaskan ke Siria, ia bingung karena sekarang temannya yang orang Siria Kristen membaca Alkitab Peshita (Aram) dan berdoa kepada ‘Alaha’, dan ketika ayahnya dipindah ke Arab Saudi, ia melihat temannya anak Arab Kristen yang membaca Alkitab bahasa Arab berdoa kepada ‘Allah.’

Dalam kedewasaannya, si anak mulai menyadari bahwa ‘Allah’ itu ternyata sama dengan ‘God’, apalagi setelah ia menginjak dewasa dan sering berkunjung ke Eropah ia melihat di sana orang Islam dalam percakapan juga sering menyebut ‘Allah’ sebagai ‘God, Gott atau Dieu’ juga. Tetapi kemudian ia menyadari bahwa sekalipun kedua teman Arab (yang Islam dan yang Kristen) itu sama-sama menggunakan nama ‘Allah’ (atau God) ternyata maksudnya beda juga.

Pengalaman yang sama dialami banyak orang, namun di balik kedewasaan wawasan si anak yang diceritakan di atas, ternyata banyak juga orang yang masih berada dalam kutub ekstrim, disatu kutub ada sikap ‘allah-mania’ yang menganggap bahwa nama ‘Allah’ itu monopoli milik orang Islam (seperti di Malaysia), dan di kutub lain ada sikap ‘allah-fobia’ yang alergi berat terhadap nama itu. Bagaimana sebenarnya perkembangan nama itu?

Nama ‘El’ dengan variasinya Elohim & Eloah dipercayai oleh keturunan Adam khususnya keturunan Sem (anak Nuh) yang menghasilkan rumpun Semit, rumpun Semitik ini menurunkan keturunan Ibrani, Arabi, Arami, dan banyak suku-suku di sekitar Palestina. Suku bangsa Arab terdiri dari empat jalur, yaitu: (1) keturunan Sem (rumpun Semitik) melalui anak bernama Aram (Yahudi = keturunan Arphaksad); (2) keturunan Eber, yaitu melalui anaknya Yoktan (Yahudi = keturunan Peleg); (3) keturunan Abraham melalui Hagar (Ismael) dan juga (4) Keturah (Yahudi = keturunan Sara). Jadi orang Arab itu juga orang Semitik (keturunan Sem), Ibranik (keturunan Eber), dan juga Abrahamik (keturunan Abraham) sama halnya dengan orang Yahudi.

Dalam keturunan ini nama ‘El’ itu berkembang dalam dialek-dialek lokal menjadi ‘Il, Ilu, Ilum’ dan ‘Ila, Ilah, Elah’, dan khususnya di kalangan suku-suku berbahasa Arab ‘El’ itu disebut dalam dialek Arab sebagai ‘Allah’ (al-ilah) dan di kalangan suku Aram Siria disebut ‘Alaha’ (alah-ha). Kata sandang definitif ‘al’ (Arab) di tulis didepan dan ‘ha’ (Aram-Siria) di tulis di belakang. Dalam bahasa Ibrani dan Yunani, kata sandang ini tidak lazim dipakai untuk menyebut Tuhan. Ensyclopaedia Britannica menulis:

“Allah (Arabic: “God”), the only God in the religion of Islam. Etymologically, the name Allah is probably a contraction of the Arabic al-ilah, “the God.” The name’s origin can be traced back to the earliest Semitic writings in which the word for god was Il or El, the latter being an Old Testament synonim for Yahweh. Allah is the standard Arabic word for “God” and is used by Arab Christians as well as by Muslims.” (di bawah kata ‘Allah’).

Di kalangan suku-suku berbahasa Arab, nama ‘Allah’ itu adalah nama diri dan generik Tuhan. Dan sebelum ada Islam, jauh sebelumnya, orang yang berbahasa Arab yang menganut agama Yahudi maupun Kristen sudah menyebut ‘El’ dalam dialek Arabnya yaitu ‘Allah.’ Di kalangan orang Arab yang tidak menganut agama Yahudi dan Kristen, mereka masih menyebut ‘El’ monotheisme Abraham dalam dialek Arab sebagai ‘Allah,’ ini dilakukan oleh kaum Hanif/Hunafa.

“Gagasan tentang Tuhan Yang Maha Esa yang disebut dengan nama Allah, sudah dikenal oleh bangsa Arab kuno. . . . Kelompok keagamaan lainnya sebelum Islam adalah Hunafa (tngl.hanif), sebuah kata yang pada asalnya ditujukan pada keyakinan monotheisme zaman kuno yang berpangkal pada ajaran Ibrahim dan Ismail. . . . Hanif. . . . digunakan dalam al-Quran dengan pengertian “orang yang mengikuti keyakinan monotheisme.” Sebuah kata sifat yang ditujukan oleh al-Quran terhadap Nabi Ibrahim dan terhadap mereka yang sebelum masa Islam menjaga kemurnian dan kelurusan naluri-naluri keagamaan mereka dan sama sekali tidak terlibat dalam tradisi paganisme dan politheisme. Mereka yang tergolong hunafa antara Nabi Ibrahim dan Nabi Muhammad terdapat sejumlah generasi Ibrahimiyyah dan Isma’illiyah.” (Cyril Glasse, Ensiklopedia Islam, h.50-51,124).

Agama Islam masuk Indonesia pada abad-13 dan dari ratusan tahun kehadiran bahasa Arab di Indonesia, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1.495 kata Arab (termasuk Allah) diterima sebagai kosa kata bahasa Indonesia (juga 3.280 kata Belanda dan 1.610 kata Inggeris).

“Jauh sebelum kehadiran agama Islam, orang Arab yang beragama Kristen sudah menggunakan (baca: menyebut) allah ketika mereka berdoa kepada el, elohim, eloah. Bahkan tulisan-tulisan kristiani dalam bahasa Arab pada masa itu sudah menggunakan allah sebagai padan kata untuk el, elohim, eloah. Sekarang ini, allah tetap digunakan dalam Alkitab bahasa Arab, baik terjemahan lama (Arabic Bible) maupun terjemahan yang baru (Today’s Arabic Version). . . . Dari dahulu sampai sekarang, orang kristen di Mesir, Lebanon, Iraq, Indonesia, Malaysia, Brunai, Singapura dan di berbagai negara di Asia serta Afrika yang dipengaruhi oleh bangsa Arab, terus menggunakan (baca: menyebut) kata allah – jika ditulis biasanya menggunakan huruf kapital “Allah” untuk menyebut Pencipta Alam Semesta dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, baik dalam ibadah maupun dalam tulisan-tulisan.” (Daud Susilo, Forum Biblika, LAI, No.8/1998, h.102).

Agama kristen masuk ke Indonesia sejak abad-16. Karena nama ‘Allah’ sudah menjadi kosa kata bahasa Indonesia dan digunakan oleh orang Arab Kristen, maka tepat kalau LAI menggunakannya sebagai padan kata ‘El, Elohim, Eloah’ maupun ‘Theos’ karena kata ini bukan terjemahan melainkan perkembangan dialek yang asli, ini berbeda dengan kata ‘God’ yang adalah terjemahan.

“Dalam terjemahan bahasa Melayu dan Indonesia, kata ‘Allah’ sudah digunakan terus menerus sejak terbitan Injil Matius dalam bahasa Melayu yang pertama (terjemahan Albert Corneliz Ruyl, 1629). Begitu juga dalam Alkitab Melayu yang pertama (terjemahan Melchior Leydekker, 1773) dan Alkitab Melayu yang kedua (terjemahan Hillebrandus Cornelius Klinkert, 1879) sampai saat ini.” (Susilo, ibid). Memang, kemudian ada kelompok fundamentalis Islam di Malaysia yang melarang penggunaan nama ‘Allah’ dalam Alkitab Kristen, untuk ini Olaf Schumann, yang pernah 3 tahun memperdalam Islam di Universitas Al-Azhar Mesir, menjelaskan:

“diakui pula dalam Al-Quran sendiri dimana Nabi Muhammad dalam percakapan dengan orang Kristen dan Yahudi menggunakan pula kata ‘Allah’ dan dengan sendirinya dicatatlah dalam buku suci umat Islam itu bahwa orang Yahudi dan Kristen menggunakan kata yang sama. Dalam tradisi Islam berbahasa Arab pun tidak pernah dipersoalkan bahwa orang-orang Yahudi dan Kristen menggunakan istilah yang sama dengan orang Islam untuk menyatakan Dia yang menjadi tujuan ibadah dan amal mereka. Mempersoalkan hal ini merupakan gejala yang baru yang bertentangan dengan Alquran, dan karena itu semestinya disebut sebagai bidat. Bidat itu muncul umpamanya di Malaysia di mana pemerintah federal dan beberapa pemerintah negara bagian sejak tahun 1982 melarang orang bukan Islam menggunakan kata Allah dan beberapa kata Arab lainnya. Orang-orang yang membujuk pemerintah Malaysia untuk tindakan itu sebenarnya jahil terhadap agama Islam dan tradisi ajarannya yang bersumber pada al-Quran dan Sunna nabi Muhammad” (Keluar dari Benteng Pertahanan, BPK-GM, h.175).

Lalu, apakah itu berarti bahwa ‘Allah’ Kristen sama dengan ‘Allah’ Islam? Untuk ini kembali Schumann menulis: “yang menjadi masalah ialah soal dogmatika atau ‘aqida’, sebab ke tiga agama surgawi (samawi) itu mempunyai faham dogmatis yang berbeda mengenai Allah yang sama, baik hakekatnya maupun pula mengenai cara pernyataannya dan tindakan-tindakannya.” (Schumann, h.177)

Perlu disadari bahwa ketiga agama Samawi (Yahudi, Kristen, Islam) menyembah ‘Allah’ (El) yang sama tetapi berbeda dalam dogmatika/aqidah yang dipercaya mengenai Allah itu. Sebagai contoh, ‘El’ Yahudi sama dalam oknum tetapi berbeda dalam pengajaran dengan ‘Theos’ Kristen. Agama Yahudi mendasarkan wahyunya perjanjian pada Abraham, Ishak, dan Yakub (berdasar Alkitab PL), tetapi agama Kristen menambahkannya dengan penggenapan wahyu perjanjian baru dalam Tuhan Yesus Kristus (berdasar Alkitab PB), ini ditolak Yahudi. Demikian juga wahyu perjanjian yang dipercayai Islam (berdasar al-Quran) tidak dipercayai oleh Yahudi & Kristen. Perayaan Idul-Adha menunjuk pada ‘El/Allah’ dan ‘Abraham/Ibrahim’ yang sama tetapi menghasilkan kepercayaan berbeda mengenai siapa yang dikorbankan, Ishak atau Ismail? Allah (El,Theos) yang sama tidak mesti menghasilkan pengajaran/aqidah yang sama tergantung ‘wahyu perjanjian’ yang dianggap benar dan dipercayai oleh masing-masing.

Perlu disadari bahwa sejarah bangsa dan bahasa Arab sudah ribuan tahun jauh lebih lama dari kehadiran masa jahiliah (beberapa abad sebelum abad-7) dan masa Islam (abad-7, yang pada masakini dianut sebagian besar orang Arab). Bila kita menyadari hal itu, banyak kesimpang siuran dan ketidak mengertian soal nama ‘Allah’ bisa dihilangkan, sebab bagaimanapun, nama ‘Allah’ (Arab) is ‘God’ (Inggeris, Belanda) yang adalah ‘El’ (Ibrani) dan ‘Theos’ (Yunani).

Salam

Injil yang asal ditulis dalam bahasa Yunani.Mana ayat bible yang mengatakan Tuhan kristian Yahudi itu bernama Allah?Taurat pula tertulis dalam bahasa Hebrew.Di mana ayat yang mengatakan bahawa Tuhan Yahudi bernama Allah.Elohim atau El adalah nama am utk tuhan sama seperti god dalam Bahasa Inggeris.Nama diri Tuhan dalam kitab Pl dan PB adalah Yahweh.Jika Bible dalam bahasa Arab yang dipakai di negeri Arab menggunakan kata Allah itu karena telah menjadi tradisi yang meluas di sana turun temurun.Tetapi menggunakan nama Allah utk merujuk kepada Tuhan yang diimani orang kristian bukan merupakan tradisi bagi orang-orang disebelah sini.Telah saya katakan sebelumnya Allah adalah Nama Diri Tuhan.Padanan utk God dalam bahasa Inggeris bukan Allah tetapi ilah.Perhatikan god utk satu tuhan,gods-jamak,godess-femenin.Tapi Allah tidak punya kata jamak dan femenin.

Dalam tradisi Melayu dan Indonesia apabila merujuk kepada tuhan-tuhan selain Allah hanya digunakan perkataan tuhan.Tidak pernah digunakan perkataan allah dengan huruf kecil.Buktikan kalu ada.Jika digunakan perkataan Allah dengan A besar maka ianya tidak lain adalah merujuk kepada Allah sesembahan umat Islam.Jika bible hendak ditulis dalam bahasa Melayu kaedah yang terpakai dalam bahasa Melayu hendaklah digunakan.Jika bersikeras mau menggunakan nama Allah sila tulis dalam bahasa Arab.Bisa?

@ ilham,

Anda salah. Anda memaksakan doktrin Islam ke Kristen!!! NGga nyambung tuh, mengerti ngga?

“Allah” dalam theologi Kristen (juga Yahudi) cuma kata umum yg diterjemahkan dari istilah Ibrani, “Elohim”, Aramiyyah, “Elah/Alaha” dan Yunani, “Theos”. “Allah” bukan nama pribadi.

Kalu Islam mau menganggap “Allah” itu nama pribadi, ya silakan. Itu menurut theologia Islam. Kenapa kalian tidak bisa menerima theologia Kristen dalam hal ini? Simple, kalian mau memaksakan ‘kebenaran’ menurut kalian ke Kristen dan ini sama sekali tidak bisa diterima!!! Jangan berlebih2, sila bahas sesuai fakta sejarah dan ilmiah sambil menghormati konsep theologia masing2.

Pertama sekali sudah saya tuliskan:

Bisa dijelaskan? Sebelum si M buat Q, Alkitab sudah lebih dulu ada.

Coba perhatikan tulisan saya diatas.

==============================

Mengenai kaum moslem, termasuk mahattir (pada masa dia inilah tahun 1983 mulai pelarangann tersebut).
Dia menuliskan di blognya (chedet):
5. Sebenarnya kalimah “Allah” tidak terdapat dalam kitab Taurat atau Talmud Hebrew atau kitab Injil Kristian dalam bahasa Latin, Greek atau bahasa-bahasa Eropah. Nama bagi Tuhan dalam bahasa yahudi ialah “Yahweh”, yang diterjemahkan kepada bahasa Inggeris sebagai “Jehovah”.

Ini yang anda tiru.

Silahkan lihat di blog saya mengenai nama-nama Allah (saya buat agustus 2008):

1. web://imankristen.wordpress.com/2008/04/30/nama-nama-allah-dalam-perjanjian-lama/

2. web//imankristen.wordpress.com/2008/05/01/nama-nama-allah-dalam-perjanjian-baru/

Sila baca kesana.

Urutannya sebagai berikut:

1. Allah adalah perkataan yang digunakan oleh Kristen sejak PL (1000 tahun sebelum si M) dan PB (500 tahun sebelum si M).

2. Bahasa timur tengah mempunyai kemiripan, istilah Allah juga digunakan bangsa arab primitif disana (1000 tahun sebelum si M hingga masa si M).

3. Ketika M muncul, dia hanya meminjam istilah Allah yang memang sudah dipergunakan kaum jahiliyah dan kaum kristen.

4. Kaum islam dan kristen Arab di tempat M dan Q lahir sama-sama mempergunakan kata Allah hingga saat ini.

5. Malaysia…, negara yang bukan asli Q turun, karena sudah menjadi negara islam dan merasa perekonomian kuat, sejak 1983 mulai menindas Kristen malaysia dengan melarang mempergunakan kalimat Allah dan beberapa kalimat arab lainnya.

6. Apa yang dilakukan Malaysia tidaklah salah, karena mengikuti prinsip si M, ketikan lemah mengalah, ketika kuat MENINDAS.

Bagi saya …. , apa yang Malaysia lakukan adalah KEBODOHAN. Melawan Hak asasi PBB untuk beribadah menurut agama dan kepercayaan masing-masing.

Salam.

Nah anda sendiri telah mengakui bahawa kalimah Allah tidak terdapat dalam PL dan PB yang asal ditulis.Jadi jelaskan Allah bukannya Tuhan orang Yahudi dan kristian?Kata Allah dalam Pl dan PB hanyalah terjemahan yang datang kemudian apabila Bible diterjemahkan ke dalam bahasa Arab.Perlu diingat Bible yang asli tidak diturunkan dalam bahasa Arab.Perlu diingat juga nama Allah telah dipakai oleh orang-orang Arab pada jaman jahiliah utk merujuk kepada nama diri Tuhan mengikut kepercayaan Al Hanif yang diwarisi dari tradisi nabi Ibrahim.Telah saya katakan,telah tetap kaedah dalam bahasa melayu bahawa kata Allah tidak pernah digunakan bagi merujuk kepada maksud yang umum seperti dituliskan perkataan allah dengan ‘a’ kecil.Ini menunjukkan kata Allah tidak diartikan dengan maksud umum utk tuhan melainkan berarti khusus yaitu Tuhan yang diimani dan disembah oleh orang Islam sahaja.Jadi jika Bible hendak diterjemahkan ke dalam bahasa Melayu mestilah meraikan kaedah yang telah ditetapkan ini.Jika hendak menggunakan kata Allah juga sila buat Bible dalam bahasa Arab.

@ ilham,

Anda tidak menjawab tulisan2 imankristen, anda cuma buang angin busuk. Silakan, jangan mengecewakan pembaca anda.

@ ilhan,

Saya mengutip tulisan anda,

Nah anda sendiri telah mengakui bahawa kalimah Allah tidak terdapat dalam PL dan PB yang asal ditulis.

Dan saya bandingkan fengan tulisan imankristen,

2. Bahasa timur tengah mempunyai kemiripan, istilah Allah juga digunakan bangsa arab primitif disana (1000 tahun sebelum si M hingga masa si M).

Apakah anda mengerti tulisan Pak Iman? Adakah anda membacanya secara bertanggungjawab?

Bahasa Arab dan Hebrew memang dari rumpun yang sama.Makanya ada kemiripan.Tapi tetaplah tiap-tiap dari kedua bahasa itu berdiri sendiri sebagi bahasa yang berasingan.Hujjah kemiripan tidak dapat digunakan utk mengatakan perkataan Allah itu sama seperti alaha dalam bahasa arami.Utk makluman saya tidak keberatan jika anda hendak menggunakan lafaz Ilah atau Alaha dalam bible berbahasa Melayu.

@ ilham,

Anda menulis,

Hujjah kemiripan tidak dapat digunakan utk mengatakan perkataan Allah itu sama seperti alaha dalam bahasa arami.

Perkataan “Allah” mirip dengan bahasa Aramiyyah “Alaha” dan Ibraniyyah “Elohim” menurut theologia Yahudi & Kristen tapi tidak pada “Allah swt” yg adalah dewa air, mengerti bro? Jadi “Allah” Yahudi & Kristen beda dgn “Allah swt” yg diajar M dan AQ, mengerti?

Anda menulis,

Utk makluman saya tidak keberatan jika anda hendak menggunakan lafaz Ilah atau Alaha dalam bible berbahasa Melayu.

Siapa anda untuk mendektekan apa yg Kristen percaya? Bullshit loe!!!!

@ ilham,

Terimalah kenyataan bahwa istilah “Allah” bukan milik org Islam. Sejarah membuktikan bahwa istilah ini sudah ada jauh2 sebelum M dan Q ada bahkan tidak dipermasalahkan oleh org2 Islam sesudah M dan Q, jadi jangan mengingkari fakta sejarah.

@ ilham,

Harus dicatat bahwa istilah “Allah” tidak dipinjam dari org muslim atau Q! Istilah itu sudah dipakai org Kristen sebelum M lahir dan Q ada. Istilah ini masuk ke alam Melayu/Nusantara karena kebijakan para penerjemah dan para penginjil dan sama sekali tidak dipengaruhi Islam/Q.

Agama asal orang Arab bukan Yahudi atau kristian.Agama asal mereka adalah agama Al Hanif yang diwarisi dari nabi Ibrahim.Seiring dengan itu Bhasa Arab juga berkembang hasil percampuran orang Arab dengan non Arab khususnya dari orang Jurhum yang mana nabi Ismail telah berkawin dengan seorang perempuan dari suku ini.Kita tidak tau sejak bila orang Arab memakai nama Allah utk Tuhan tetapi yang pasti tidak ada bangsa lain atau kaum lain yang menamakan Tuhan sembahan mereka dengan nama Allah selain dari orang Arab.Apabila bible diterjemahkan ke dalam bahasa Arab penterjemah telah memakai nama Allah utk Tuhan dalam terjemahan mereka dalam mana ketika itu Islam belum diturunkan dan tidak wujud sebarang pertikaian tentang nama Allah baik dari lafaz mahupun dari segi maknanya.Namun setelah agama Islam diturunkan dan sifat-sifat Allah bagi orang Islam diterangkan di dalam Al Quran maka mullailah terjadi pergeseran makna antara Allah yang dipahami oleh orang Yahudi dan kristian dengan Allah yang dipahamkan oleh orang-orang Muslim Arab.Namun nama Allah tetap dikekalkan dalam bible yang berbahasa Arab dan tidak ada larangan yang jelas baik dari Al Quran maupun hadis tentang larangan penggunaan nama Allah ini di dalam kitab bible tersebut karena hal tersebut telah menjadi tradisi orang-orang di sana sejak turun temurun.Tetapi adalah satu kejanggalan malah satu kesalahan jika bible ditulis dalam bahasa Melayu menggunakan kata Allah ini utk tuhan secara umum karena lafaz allah utk menunjukkan tuhan secara umum bukan tradisi orang-orang di sebelah sini.Karena apabila disebut Allah maka tidak lain ianya merujuk kepada Tuhan sembahan orang Islam.Jika bahasa Melayu hendak merujuk tuhan selain daripada Allah maka perkataan yang digunakan ada Tuhan sperti God dalam Bahasa Inggeris.

@ ilham,

Anda tidak menjawab saya. Apa hubungan agama suku2 Arab dengan istilah “Allah” menurut org Yahudi berbahasa Arab, orang Arab beragama Yahudi & Kristen???

Begini lho!Hi hi hi…selain orang Arab tidak ada bangsa lain dari agama lain yang menggunakan nama Allah merujuk kepada nama diri Tuhan.Apabila bible diterjemah ke bahasa Arab nama diri Tuhan yang dipakai oleh orang Arab turut digunakan oleh penterjemah bagi merujuk kepada Tuhan Yahudi dan kristian yang notabene adalah yahweh.Dengan itu penterjemah coba mendatangkan kesan Seakan-akan yahweh itulah juga Tuhan yang namanya di kalangan orang Arab adalah Allah.Sebab itu Penggunaan nama Allah dalam bible berbahasa Arab tidak menukar status Allah daripada nama diri kepada nama am.Buktinya lihat ini petikan dari bible berbahasa Arab:

لأني أنا الله وليس آخر .الإله وليس مثلي
Li annii AnaAllah wa laisa aakhar, al ilaah wa laitha mithlii
ِArtinya:Sesungguhnya Akulah Allah dan tiada yang lain,(Akulah) Tuhan dan tidak ada yang seumpamaKu.-Isaiah 9:46.
Perhatikan disebut perkataan “Allah” sebagai nama diri kemudian disebut perkataan “Tuhan/Ilaah”.Siapa pun akan dapat menangkap maksudnya Apabila perkataan Allah dan ilaah disebut secara bersama berarti Allah itu adalah nama diri dan ilaah itu adalah nama am.Ini membuktikan bible menggunakan perkataan Allah itu sebagai nama diri bukan nama am seperti yang anda dakwakan.

@ ilham.

Anda menulis,

Tetapi adalah satu kejanggalan malah satu kesalahan jika bible ditulis dalam bahasa Melayu menggunakan kata Allah ini utk tuhan secara umum karena lafaz allah utk menunjukkan tuhan secara umum bukan tradisi orang-orang di sebelah sini.

Kejanggalan utk org Muslim Malay tapi tidak untuk Kristen. Kejanggalan kalian bukan urusan kami, mengerti kawan???? Bagi kami, Allah sebagai nama umum ialah padanan yg akurat untuk Elohim, Alaha dan Theos. Orang Yahudi berbahasa Arab, org Arab beragama Yahudi dan Kristen tidak melihatnya sebagai kejanggalan juga Muhammad dan AQ malah org2 Arab muslim sendiri, yg janggal cuma Malay2 yg notebena bangsa yg paling rasialistik!!!! Malah Malay ialah bangsa yg jauh lebih rasialitik dari Yahudi Zionis dan Klu2 Klan!!!

Begini lho!Hi hi hi…selain orang Arab tidak ada bangsa lain dari agama lain yang menggunakan nama Allah merujuk kepada nama diri Tuhan.Apabila bible diterjemah ke bahasa Arab nama diri Tuhan yang dipakai oleh orang Arab turut digunakan oleh penterjemah bagi merujuk kepada Tuhan Yahudi dan kristian yang notabene adalah yahweh.Dengan itu penterjemah coba mendatangkan kesan Seakan-akan yahweh itulah juga Tuhan yang namanya di kalangan orang Arab adalah Allah.Sebab itu Penggunaan nama Allah dalam bible berbahasa Arab tidak menukar status Allah daripada nama diri kepada nama am.Buktinya lihat ini petikan dari bible berbahasa Arab:

لأني أنا الله وليس آخر .الإله وليس مثلي
Li annii AnaAllah wa laisa aakhar, al ilaah wa laitha mithlii
ِArtinya:Sesungguhnya Akulah Allah dan tiada yang lain,(Akulah) Tuhan dan tidak ada yang seumpamaKu.-Isaiah 9:46.
Perhatikan disebut perkataan “Allah” sebagai nama diri kemudian disebut perkataan “Tuhan/Ilaah”.Siapa pun akan dapat menangkap maksudnya Apabila perkataan Allah dan ilaah disebut secara bersama berarti Allah itu adalah nama diri dan ilaah itu adalah nama am.Ini membuktikan bible menggunakan perkataan Allah itu sebagai nama diri bukan nama am seperti yang anda dakwakan.

@ ilham,

Saya tidak peduli apa anda percaya, mau percaya Allah itu nama pribadi atau sebaliknya, itu bukan urusan saya. Setau saya Allah muslim sebagai nama pribadi masih diperdebatkan oleh para sarjana muslim, ada yg mengganggapnya nama pribadi ada yg sebaliknya. Ini dapat dilihat dari beberapa terjemahan AQ ke bahasa asing dimana perkataan “Allah” mengalami terjemahan. Begitu juga dengan buku2 agama yg diterjemahkan ke bahasa2 asing. Jadi sila tuntaskan dulu sebelum mengurus rumah org lain.

Saya sudah menjelaskan bahwa org@ Yahudi berbahasa Arab, orang Arab beragama Yahudi & Kristen menggunakan perkataan “Allah” tidak lebih dari hanya kata nama umum dan tradisi itu diteruskan hingga sekarang. Jadi saya heran kenapa anda menghalang2in org Kristen daripada menggunakan perkataan ‘Allah’ sebagai nama umum. Emangnya kekristenan didekte oleh anda? Anda seperti tidak mempunyai hujah2 ilmiah dan fakta2 sejarah untuk menguatkan pandangan anda sebaliknya anda memaksakan hal ini bagi menunjukkan superioritas Islam atas kekristenan.

@ Cosmicboy
1)Saya telah menunjukkan bukti bahawa Kata Allah dalam bible terjemahan bahasa Arab merujuk kepada nama diri seperti yang terdapat pada sifir Isaiah 9:46 di atas.Dan bukti diatas tidak mampu anda bantah.
2)Kalimah God dalam Al Quran terjemahan Inggeris bukanlah terjemahan dari Nama Allah.Ia hanyalah sebagai perkataan pengganti seperti nama Presiden Indonesia SBY boleh kita gantikan dengan mengatakan Bapak Presiden saja.Adalah konyol kalau kita kita mengatakan ungkapan ‘Bapak Presiden” itu adalah terjemahan dari nama diri beliau SBY.
3)Kata ganti God utk Allah dalam bhasa Inggeris adalah wajar dan tidak menimbulkan masalah karena perkataan god dalam bahasa Inggeris itu sendiri adalah nama am.Seperti yang saya katakan dahulu,memang Allah itu adalah Tuhan tetapi tidak semestinya tiap-tiap tuhan itu adalah Allah.
4)Coba bayangkan apa akan terjadi kalau orang Hindu menterjemahkan veda ke dalam bahasa Hebrew lalu Tuhan Brahma dalam agama Hindu diterjemahkan sebagai Yahweh dan Dewa Krishna diterjemahkan sebagai Yesus.Hi hi hi..bisa kacau..
5)Saya tidak mempermasalahkan apa yang kalian yang ingin percayai.Tapi yang saya permasalahkan,apabila Bible mau diterjemahkan ke dalam Bahasa Melayu mestilah mengikut peraturan Bahasa Melayu yang sedia ada.

Nambah ya..
Umpama anda sewaktu sekolah dahulu jika buat ayat dalam bahasa Melayu atau Indonesia yang berbunyi “Brahma itu adalah allah bagi orang-orang Hindu” pasti ayat itu dikatakan salah dan akan dikoreksi guru yang mengajar.Iya kan?

Saya tuliskan ulang lagi tulisan saya diatas:

Nama ‘El’ dengan variasinya Elohim & Eloah dipercayai oleh keturunan Adam khususnya keturunan Sem (anak Nuh) yang menghasilkan rumpun Semit, rumpun Semitik ini menurunkan keturunan Ibrani, Arabi, Arami, dan banyak suku-suku di sekitar Palestina. Suku bangsa Arab terdiri dari empat jalur, yaitu: (1) keturunan Sem (rumpun Semitik) melalui anak bernama Aram (Yahudi = keturunan Arphaksad); (2) keturunan Eber, yaitu melalui anaknya Yoktan (Yahudi = keturunan Peleg); (3) keturunan Abraham melalui Hagar (Ismael) dan juga (4) Keturah (Yahudi = keturunan Sara). Jadi orang Arab itu juga orang Semitik (keturunan Sem), Ibranik (keturunan Eber), dan juga Abrahamik (keturunan Abraham) sama halnya dengan orang Yahudi.

Dalam keturunan ini nama ‘El’ itu berkembang dalam dialek-dialek lokal menjadi ‘Il, Ilu, Ilum’ dan ‘Ila, Ilah, Elah’, dan khususnya di kalangan suku-suku berbahasa Arab ‘El’ itu disebut dalam dialek Arab sebagai ‘Allah’ (al-ilah) dan di kalangan suku Aram Siria disebut ‘Alaha’ (alah-ha). Kata sandang definitif ‘al’ (Arab) di tulis didepan dan ‘ha’ (Aram-Siria) di tulis di belakang. Dalam bahasa Ibrani dan Yunani, kata sandang ini tidak lazim dipakai untuk menyebut Tuhan. Ensyclopaedia Britannica menulis:

“Allah (Arabic: “God”), the only God in the religion of Islam. Etymologically, the name Allah is probably a contraction of the Arabic al-ilah, “the God.” The name’s origin can be traced back to the earliest Semitic writings in which the word for god was Il or El, the latter being an Old Testament synonim for Yahweh. Allah is the standard Arabic word for “God” and is used by Arab Christians as well as by Muslims.” (di bawah kata ‘Allah’).

Di kalangan suku-suku berbahasa Arab, nama ‘Allah’ itu adalah nama diri dan generik Tuhan. Dan sebelum ada Islam, jauh sebelumnya, orang yang berbahasa Arab yang menganut agama Yahudi maupun Kristen sudah menyebut ‘El’ dalam dialek Arabnya yaitu ‘Allah.’ Di kalangan orang Arab yang tidak menganut agama Yahudi dan Kristen, mereka masih menyebut ‘El’ monotheisme Abraham dalam dialek Arab sebagai ‘Allah,’ ini dilakukan oleh kaum Hanif/Hunafa.

================

El ….. kata yang berasal dari Alkitab yang berarti Allah.

Bangsa arab membaca El dengan “dialek arab” mereka menjadi kata Allah.

Contoh: Book (Inggris) dibaca Buk (Indonesia).

Jadi kata Allah adalah cara baca kaum arab terhadap kata El yang berasal dari Alkitab.

Nah…, Alkitab bahasa Arab mempergunakan kata Allah, demikian juga kaum Hanif (penganut monoteisme).

Istilah Allah dipergunakan oleh orang Arab Kristen jauh sebelum nenek moyangnya si M lahir.

Pertemuan arab dan Alkitab sudah lama terjadi. Sejak tahun 1800 BC sudah ada relasi kristen dengan umat arab primitif.

Jadi 2500 tahun sebelum si M lahir, istilah Allah sudah ada dalam kitab kaum kristen arab dan kaum Hanif.

Nah…, istilah Allah yang dipergunakan oleh arab Kristen, dipinjam oleh si M.

Karena itulah, maka di arab (baik kristen maupun islam) sekarang ini tidak mempersoalkan perkataan Allah yang dipergunakan, karena istilah itu ada jauh sebelum si M lahir dan menjadi budaya arab.

Nah…, si mahattir, tahun 1983 bertemu kaum bidat islam yang tidak “tunduk” pada arab yang merupakan sumber berasalnya Q.
Mulailah karena sudah agak maju, menindas kaum kristen di malaysia.

Strategi pertama dengan melarang mempergunakan kata Allah dalam alkitab.

Hmmm……, memalukan dan memuakkan.

Kalau mengacu pada piagam PBB, ini adalah tindakan yang menodai Hak Asasi Manusia.

Salam.

Anda lupa,el,eli,eloah,elohim dalam tradisi semetik adalah nama jabatan tuhan bukan nama diri.Jadi padanannya dalam bahasa Arab adalah ilaah bukan Allah.Semua orang Arab tahu baik muslim maupun kristian tidak ada kata jamak utk lafaz Allah.Kan saya udah bilang Dalam tradisi Melayu dan Indonesia apabila merujuk kepada tuhan-tuhan selain Allah hanya digunakan perkataan tuhan.Tidak pernah digunakan perkataan allah dengan huruf kecil.Buktikan kalu ada.Jika digunakan perkataan Allah dengan A besar maka ianya tidak lain adalah merujuk kepada Allah sesembahan umat Islam.Jika bible hendak ditulis dalam bahasa Melayu kaedah yang terpakai dalam bahasa Melayu hendaklah digunakan.Jika bersikeras mau menggunakan nama Allah sila tulis dalam bahasa Arab.

@ ilham,

Anda menulis,

Anda lupa,el,eli,eloah,elohim dalam tradisi semetik adalah nama jabatan tuhan bukan nama diri.Jadi padanannya dalam bahasa Arab adalah ilaah bukan Allah.Semua orang Arab tahu baik muslim maupun kristian tidak ada kata jamak utk lafaz Allah.

—————————————————————
Sekali lagi anda salah. Elohim & sejenisnya ialah kata nama umum bersifat jamak tapi tidak pernah diterapkan ke dewa-dewi sebaliknya Elohim & sejenisnya dihubungkan ke YHWH sebagai satu2nya Allah yg benar/sejati.

Elohim dipadankan dengan Allah bukan karena kejamakannya melainkan fungsinya sebagai kata nama umum.


Kan saya udah bilang Dalam tradisi Melayu dan Indonesia apabila merujuk kepada tuhan-tuhan selain Allah hanya digunakan perkataan tuhan.Tidak pernah digunakan perkataan allah dengan huruf kecil.Buktikan kalu ada.Jika digunakan perkataan Allah dengan A besar maka ianya tidak lain adalah merujuk kepada Allah sesembahan umat Islam.Jika bible hendak ditulis dalam bahasa Melayu kaedah yang terpakai dalam bahasa Melayu hendaklah digunakan.Jika bersikeras mau menggunakan nama Allah sila tulis dalam bahasa Arab.

Wah anda ini apa2an? Al-Kitab saya sama sekali tidak dipengaruhi tradisi Melayu atau Indonesia apalagi Islam sebaliknya metode yang dipakai para penerjemah ialah theologia Al-Kitab. You got my poin!!!! Jadi jangan berlebih2.

Dlm theologia Al-Kitab, kata Adunay atau Kyrios yg bermaksud Tuan yg disembah dipadankan dengan kata Al-Rabb’ dlm bhs Arab dan Tuhan dlm bahasa Malay-Indonesia manakala Elohim atau Theos dipadankan dgn kata Allah dlm bhs Arab & Malay-Indonesia.

Ini juga sesuai dgn metode terjemahan AQ dimana kata Al-Rabb dipadankan dengan kata Tuhan atau Lord manakala kata Allah dlm bahasa Arab tidak berubah dlm bhs Malay-Indonesia namun berubah apabila diterjemahkan ke bhs Inggris dimana sebagian terjemahan mengubahnya ke kata “The God”. Jadi baca lagi sana, jangan asal ngomong!!!

Iman Kristen:
…. Ilham, janganlah kaum kristen di malaysia di larang mempergunakan nama Allah.

Ilham:
Tidak bisa…, nama itu menyatakan jati diri Allah.

Iman Kristen:
Ingat lho…, nama itu dipergunakan oleh umat kisten arab jauh sebelum si M lahir.

Ilham:
Tetap tidak bisa, itu nama jati diri Allah islam.

Iman Kristen:
Istilah Allah itu punyanya kaum kristen arab sebelum si M lahir. Kenapa ketika si M buat Q tidak mempergunakan istilah lain saja untuk Allah si M. Istilah apa kek…, yang penting jangan ambil dari istilah kaum kristen Arab.

Ilham:
Itu adalah hak-nya nabi Muhammad memakai istilah Allah dari alkitab kristen dan memakainya dalam Quran.

Iman Kristen:
Baiklah…, tapi jangan melarang kaum kristen malaysia menuliskan kata Allah…, di Arab saja hal ini tidak jadi masalah. Baik moslem maupun kristen arab sama-sama mempergunakan kata Allah meskipun masing-masing punya konsep yang berbeda mengenai konsep Allah tersebut.

Ilham:
Itu sih urusannya islam arab. Islam Malaysia berbeda. Kami ingin istilah Allah menjadi hak ekslusif kami di malaysia.

Iman Kristen:
Lho jangan begitu dong. Kami juga berhak mempergunakan kata Allah.

Ilham:
Tidak boleh!!!

Iman Kristen:
Kalau kami tetap mempergunakannya juga?

Ilham:
Kami gunakan Ayat-Ayat PEDANG.

Iman Kristen:
Allah Yesus, ampunilah Ilham…, karena dia tidak tahu apa yang diperbuatnya.

@ ilham,

Anda menulis,

Nambah ya..
Umpama anda sewaktu sekolah dahulu jika buat ayat dalam bahasa Melayu atau Indonesia yang berbunyi “Brahma itu adalah allah bagi orang-orang Hindu” pasti ayat itu dikatakan salah dan akan dikoreksi guru yang mengajar.Iya kan?

———————————————–

Salah analogi bro. Emangnya Hindu mempunyai tradisi semitik menyangkut penggunaan perkataan “Allah” sebagai kata nama umum? Ngelawak loe, pinterlah dikit bro!!!

@ ilham,

Muslim Melayu di Malaysia tidak dapat mengajukan argumen2 theologis, ilmiah dan sejarah menyangkut larangan penggunaan kata ‘Allah” oleh org Kristen Malaysia.

Larangan itu tidak lebih dari upaya bagi menyatukan org Melayu yg sudah berpecah2 dari segi politik sehingga pepecahan itu melemahkan posisi politik, ekonomi dan sosial org Melayu sehingga semacam ada phobia terhadap pendominasian org2 Non Malay dan khususnya org Kristen. Ini tidak lebih dari penipuan bertahun2 yg dilakukan secara halus oleh para pemimpin Arab di timur tengah dgn menakut2kan rakyat mrk bahwa penukaran rejim secara demokrasi atau apa jua pun akan mengundang campurtangan imperalisme dan Zionisme.

Haiyo, pinter dikit lah.

Begini aja deh.
1)Sila bantah kalau Allah itu bukan nama peribadi/diri.
2)Gimana kalau orang Islam menterjemahkan Al Quran dalam Bahasa Ibrani dan menggantikan nama Allah dengan nama Yahweh yang notabene adalah nama peribadi Tuhan Yahudi dan kristian.Cukup dengan satu ayat ini;
محمد رسول الله والذين معه أشداء على الكفار
Artinya:Muhammad itu adalah rasul Allah dan mereka yang beriman dengannya bersikap keras terhadap orang-orang kafir ..(Srah Al Fath:2)
Diterjemahkan sebagai “Muhammad itu utusan Yahweh dan mereka yang beriman dengannya bersikap keras terhadap orang-orang kafir..”
Soalan:Dari segi Bahasa apa pun,adakah perbuatan ini betul atau salah?

@ ilham,

(1) Sudah dijelaskan sana. Apa anda tidak memnbaca. Singkatlah bro, menurut theologia Krsiten (juga Yahudi) yg menyangkut kata elohim mahupun alaha, itu adalah nama umum bukan nama pribadi. Nama pribadi Allah Bani Israel ialah YHWH (yg sering disebut Yahweh). Adapun Islam mau percaya Allah itu kata nama pribadi, silakan, itu urusan agama kalian meskipun saya pribadi menganggap Allah kalian tidak lebih dari dewa bulan yg dikembangkan Muhammad menjadi Allah yg esa, gituh lho.

(2) Apakah anda tidak tau bahwa AQ sudah diterjemahkan ke bahasa Ibrani (juga Yunani/Greek), sila lihat sendii apakah “Allah” AQ diterjemahkan ke Yahweh atau Elohim. Nah, anda salah apabila memberi padanan ‘Allah’ = Yahweh. Allah bukan padanan Yahweh sebaliknya Allah ialah padanan Elohim, mengerti kawan?

(3) Tuntaskan dulu ketetapan sebagian sarjana muslim yg masih menganggap kata “Allah” bisa diterjemahkan. Ini berlaku ke banyak terjemahan. Silakan buat penelitian dulu sebelum anda ngomong ngga karuan.

@Cosmic
1)Baiklah saya ikutin anda elohim adalah kata umum.Walaupun kata Ilah dalam bahasa Arab mempunyai hubungan yang sangat erat dengan kata el/eloah/elohim dan kata Allah adalah pecahan dari kata ilah Tapi sejajar dengan perkembangan Bahasa Arab kata Allah telah digunakan utk merujuk kepada nama peribadi Tuhan.Orang-orang Arab zaman jahiliah yang walaupun mereka menyembah bermacam jenis berhala namun tidak ada satu pun daripada berhala-berhala itu yang bernama Allah.Bahkan apabila bible diterjemahkan ke dalam bahasa Arab sekalipun nama Allah tetap dikekalkan sebagai nama peribadi sekurang-kurangnya sebagai nama peribadi Tuhan dalam lingkungan orang-orang Arab.Perhatikan ucapan syahadah Islam:لا إله إلا الله
Disebut:Laa ilaaha illa(A)llah
Artinya:Tidak ada ilah/tuhan(nama umum/jabatan) melainkan ALLAH(nama diri/peribadi).
Adalah konyol jika menganggap Allah adalah sebagai nama umum karena konsekuesinya akan berarti tidak ada Tuhan melainkan Tuhan????
2)Ttg nama Allah menjadi Yahweh kan saya kata “kalau”.Nah anda sediri menolaknya.
3)Dari sudut telogi Islam ijmak semua ulama Islam bahawa Allah adalah nama peribadi.Anda kata sebahagian ulama Islam membolehkan diterjemahkan nama Allah itu dapat dari mana?Kan say udah katakan perkataan God dalam Al Quran terjemahan bahasa Inggeris hanyalah kata ganti bukan terjemahan.

@ ilham,

Bukan saja ilah ada hubungan dgn elohim bahkab el, il, ilu, ala, alaha, elah & allah suku2 Arab dan bangsa semitik di timur tengah.

——————————————————

Allah ialah perkembangan dari kata il’ tapi Allah tetap dewa berhala suku2 Arab pra Islam kecuali kaum Hanif, Yahudi & Kristen. Misalnya, Abdullah, ayah Muhammad yg notabena penyembah berhala bernamakan hamba Allah yg dalam konteks agama ayahnya ialah dewa bulan. Jadi salah bahkan bertentangan dgn fakta sejarah bahwa Allah itu murni dan tak pernah disembah sebagai dewa. Itu dongeng kalian yg tidak dapat dikuatkan dgn fakta2 sejarah.

——————————————————

Allah yg menurut saya berakar dari sesembahan yg benar/sejati kaum semitik telah mengalami perkembangan dikalangan suku2 Arab/semitik pra Islam. Meskipun Allah tak pernah dikenali sebagai nama diri sebaliknya merupakan nama umum yg dikenali semua suku2 Arab/semitik telah pra Islam dan juga Yahudi & Kristen telah menurut sebagian sarjana Islam (jadi bukan semua) telah dijadikan sebagai nama diri oleh Muhammad & AQ (dan hal ini tetap dibantah sarjana2 muslim yg lain dengan mengatakan bahwa Muhammad tidak menjadi Allah nama diri melainkan memurnikan konsep Allah dari dewa ke sesembah sejati bangsanya).

——————————————————-

Org Kristen Arab pra Islam, zaman islam bahkan sampai sekarang tetap memandang kata “Allah” sebagai nama umum yg sepadan dengan Elohim yg disembahkan Yahudi/org Israel & Alaha yg disembah Kristen Arab suku Syam & Theos yg disembah org2 yg berbahasa Yunani. Namum harus dicatat bahwa kata “Allah” spt juga kata elohim, alaha dan theos dipandang sesembahan yg berhubungan dgn YHWH (Yahweh), sesembahan kaum Bani Israel. Jadi baik Allah mahupun Elohim, Alaha dan Theos sungguhpun merupakan kata nama umum sesungguhnya sesembahan yg benar/sejati!!!

—————————————————

Seharusnya mau konsisten, Laa ilaaha illa(A)llah bermaksud “Tidak ada ilah yg disembah melainkan Ilah yg satu2nya (yakni Allah)”, sisipan kata “Tuhan” sangat menyesatkan karena menurut terjemahan AQ bhs Arab ke Malay/Indonesia, Al-Rabb = Tuhan, jadi saya kok heran mengapa kemudian Ilah = Tuhan, juga Al-Rabb = Tuhan padahal Ilah ialah God manakala Al-Rab ialah Lord, jadi saya melihat ada kekacauan disini. Begitu juga dgn sisipan huruf capital ke allah pada hal bahasa Arab spt bhs Ibrani & Arami tidak mengenal huruf capital, jadi semua ini karena pengaruh theologia.

Maaf karean postingan saya kali ini terlalu panjang. Biasanya saya bukan jenis yg suka menulis yg panjang2. Sengaja saya lakukan karena saya tidak akan meresponi anda lagi. Ada tulisan yg tidak perlu disanggah, tinggal baca saja, kalu sanggah menyanggah bakalan tidak akan ada kesudahannya. Jadi maaf sekali lagi.

Btw, anda org Malaysia? Kayaknya tulisan2 anda banyak yg pakai kosa kata bahasa Melayu.

Salam.

@ Pak Jell,

Mohon dilepaskan postingan saya.

Thanks.

@ CosmicBoy
“Tidak ada ilah yg disembah melainkan Ilah yg satu2nya (yakni Allah)”, sisipan kata “Tuhan” sangat menyesatkan karena menurut terjemahan AQ bhs Arab ke Malay/Indonesia, Al-Rabb = Tuhan, jadi saya kok heran mengapa kemudian Ilah = Tuhan, juga Al-Rabb = Tuhan padahal Ilah ialah God manakala Al-Rab ialah Lord, jadi saya melihat ada kekacauan disini. Begitu juga dgn sisipan huruf capital ke allah pada hal bahasa Arab spt bhs Ibrani & Arami tidak mengenal huruf capital, jadi semua ini karena pengaruh theologia.

.
.
Saya sangat setuju dgn pendapat sdr Cosmicboy ini… dan inilah akar permasalahan ketidaktemuan pemahaman sdr kita dari lain keyakinan . Perlu ditekankan bhw Yesus Kristus tidak pernah dijadikan yg kaum pemercayaNYA menjadi Tuhan., tetapi DIA sudah menjadi Tuhan sebelum DIA datang ke dunia ini. Penyebutan Tuan dan Tuhan di dalam bhs Indonesia dan Arab tidak setegas di dalam bhs Inggris.., sehingga paham Teologia yg kurang jelas itu menjadi turun temurun menjadi jurang pemisah antara keyakinan Kristen dan Islam.

@ Cosmic
Perbincangan ini dapat disimpulkan seperti berikut.
1)Allah adalah nama peribadi yang tidak boleh diterjemahkan.Hal ini adalah merupakan kesepakatan semua orang Islam tanpa kecuali bahkan kesepakatan semua orang Arab samada Muslim atau non Muslim.Al Abu Louis Mathuf Al Yasu’i seorang pengarang Kamus Arab yang terkenal yang beragama kristian di dalam kamusnya “Al Munjid” terbitan Darul Masyriq cetakan yang kelima belas di halaman 12 menyebutkan bahawa Allah adalah “ismuzzaat al wajibul wujud” yang berarti Nama zat(diri) Tuhan yang wajib wujudnya”
2)Nama Allah juga tidak pernah menjadi nama umum mengikut peraturan yang rasmi dalam bahasa Melayu.Nama umum utk sesuatu yang disembah dalam bahasa Melayu adalah Tuhan yang padanannya adalah God dalam Bahasa Inggeris.
3)Jika orang kristian bersikeras menggunakan nama Allah dalam tulisan-tulisan mereka berarti suatu perusakan dan pencemaran ke atas Agama Islam,Bahasa Arab dan Bahasa Melayu sekaligus.
4)Pihak berkuasa Malaysia berhak utk menghalang perusakan ini demi menjaga kesucian agama Islam dan ketertiban hidup beragama di kalangan penduduk yang berbilang kaum.

@ ilham,

Kesimpulan anda penuh dgn kebohongan. Ini sejalan dgn ajaran M & AQ serta konsep taqiyah.

1. Para sarjana Islam masih belum sepakat apakah “Allah” it sebuah kata nama diri atau umum. Karena itu banyak penerjemah AQ (dan juga literatur) menerjemahkan kata ‘Allah” menjadi misalnya ‘God’, ‘Deus’, Theos’ dll.

2. Orang Arab jahiliah pra Islam menyembah ‘Allah’ sebagai salah satu dewa dari sekian banyak dewa dan bukan dewa khusus. Maka satu kebohongan bahwa ‘Allah’ sudah dikenal sebelum Islam sebagai nama pribadi. Muhammadlah yg menjadi ‘Allah’ sebagai nama pribadi. Seharusnya Muhammad memperkenalkan sesembahan baru, ini tidak malah mengembangkannya menjadi sesembahan org Islam.

3. Spt org Arab jahiliah, org Yahudi yg berbahasa Arab, org Arab yg beragama Yahudi & Kristen jauh2 sebelum Islam telah memanggil ‘Allah’ dlm bahasa mereka sebagai nama umum karena mrk tau bahwa nama pribadi sesembahan mrk dalam PL & PB ialah YHWH/Yahweh.

4. Sungguhpun ‘Allah’ nama umum spt ‘Elohim” namun nama umum ini (yakni Allah) selalu dihubungkan dgn YHWH/Yahweh sebagai sesembahan yg esa, benar & sejati dari umat PL & PB.

5. Kata “Allah” diterjemahkan sebagai nama umum itu sepadan dgn Elohim, Alaha & Theos dari Al-Kitab. Ini sejalan dgn hukum2 terjemahan Al-Kitab.

6. Seperti mana banyak kata Arab yg sudah diindonesiakan/dimelayukan bahkan sudah menjadi bagian dari kosa kata kita maka kata2 Arab itu harus sejalan dgn hukum2 bahasa kita, misalnya kata syukur (yg ejaannya berbeda dibanding bahasa aslinya/Arab) bisa diartikan secara lain bergantung dgn sisipan kata2 imbuhan spt kesyukuran, disyukuri dll bahkan dpt diberi huruf capital padahal dlm bhs Arab huruf capital tidak dikenali/tidak ada sama sekali. Jadi sudah jelas semua kata Arab yg sudah dimelayukan/diindonesiakan wajib mengikut peraturan2 bahasa kita dan ini termasuk kata ‘Allah’. Maka org Kristen tidak salah apabila menerjemahkan kata2 Arab termasuk kata Allah sesuai dgn hukum2 bhs kita.

7. Kata “Allah” tidak menjadi nama umum dlm bahasa Melayu dikarenakan keberatan theologia Islam yg melihat kata ‘Allah’ sebagai sebuah nama diri. Adalah salah bahkan satu kebiadapan memaksakan hal itu ke Kristen karena theologia Kristen tidak melihat kata “Allah” sebagai nama diri sebaliknya sejalan dgn konsep theologia Arab jahiliah, Yahudi & Kristen, ‘Allah’ itu cuma sebutan umum org Arab utk sesembahan mrk spt org Inggris menyebut ‘God’ atau org Latin menyebut “Deus’. Jadi yg benar2 tidak konsisten ialah sebagian Melayu (karena mayoritas org Indonesia & org Arab muslim tidak mempermasalahkan hal ini) dalam menerjemahkan kata ‘Allah’ dimana kata itu dikecualikan padahal kata2 Arab yg lain harus mengikut peraturan2 bahasa! Ini bukan saja tidak konsisten tapi merusakkan bahasa sendiri (karena memberi pengecuali kpd satu perkataan).

8. Org Kristen berhak menggunakan kata ‘Allah’ karena tidak bertentangan dgn hukum2 terjemahan bahkan theologia Kristen. Malah kata ‘Allah’ yg dipakai org Kristen tidak sama dgn nama pribadi sesembahan org Islam yakni Alloh swt atau Owoh (yg bagi saya cuma dewa bulan). ‘Allah” org Kristen ialah Elohim atau Alaha atau Theos yakni YHWH (Yahweh), sesembahan yg satu2nya yg disembah umat PL & PB.

9. Kata “Allah” yg sudah alam dipakai org Kristen selama 300 tahun tidak pernah menjadi isu sehingga 2010 apabila Melayu dihasut untuk membantah penggunaan kata itu. Ini dlakukan dgn tujuan untuk mengembalikan kuasa politik org Melayu yg dianggap mulai hilang apabila org Melayu sendiri memberi sokongan kpd partai2 oposisi karena menyampah dgn partai UMNO yg bukan saja lama berkuasa tapi juga memperkayakan kroni2nya atas alasan membela keistimewaan org Melayu. Jadi menurut saya kata ‘Allah” dibangkitkan dgn tujuan untuk menyatukan org Melayu supaya kembali dalam partai UMNO. Maka satu kebohongan apabila kata ‘Allah’ yg sudah lama digunakan org Kristen Melayu (selama 300 tahun) menjadi ancaman kpd Islam dan kesejahteraan negara. Ini alasan yg bodoh (sesuai dgn minda org Melayu yg tidak bisa berpikir sendiri), manupulatif, penuh konspirasi, jahat dan tidak bertanggungjawab!!! Org non Melayu dijadikan kambing hitam demi mengembalikan sokongan ke partai UMNO. Jadi saya tidak heran apabila menyangkut keputusan penggunaan kata ‘Allah’ pemerintah Malay sering melakukan ‘flip flop’@ tidak konsisten sehingga pelarangan berlaku hanya di Semenanjung saja bahkan org Kristen diperbolehkan menggunakannya sekiranya dilakukan di gereja dan bukan dipublik. Saya tidak heran apabila pemeritah takut kehilangan sokongan pemilih di Malaysia Timur (Sabah & Serawak yg banyak pemeluk Kristen) maka larangan itu akan ditarik balik. Byknya flip flop spt ini membuktikan bahwa kata ‘Allah’ cuma mainan org politikus utk mendapatkan sokongan dan sayang org Melayu dan terutamanya sdr ilham bukan mudah tertipu bahkan tidak memiliki otak utk berpikir (dan itulah minda org Melayu).

Salam.

Hmmm, diskusi yang sungguh klasik. Tetapi juga sangat khas Malaysia. ^_^

Posisi kata Allah untuk Islam dan Kristen memang rada rumit. Dalam Islam ada pihak2 yang menolak pemakaian kata Allah untuk nonmuslim seperti UMNO ala Malaysia, ada juga yang mengijinkan seperti PAS. Rada aneh juga sebenarnya jika Partai yang identik dengan partai Islam di Malaysia malah menerima sedangkan UMNO menolak. Apa yang sebenarnya ada di benak mereka itu.

Di Indonesia kelompok yang menolak pemakaian kata Allah untuk non muslim juga pasti ada. Yang tegas menerima juga tentu ada seperti Majelis Mujahiddin Indonesia jelas menyatakan dalam pernyataan persnya : Penggunaan kata ‘Allah’ oleh orang kafir, tidak bertentangan dengan Syari’at Islam. Di zaman Nabi Muhammad saw, kaum Yahudi, Nasrani dan musyrik di Makkah sudah menggunakan kata ‘Allah’ sedang Rasulullah Saw tidak melarangnya. Kata ‘Allah’ merupakan kata universal, setiap manusia boleh mengucapkannya. Firman Allah: “ Dan Sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka: “Siapalah yang menjadikan langit dan bumi dan menundukkan matahari dan bulan?” tentu mereka akan menjawab: “Allah”, Maka betapakah mereka dapat dipalingkan dari jalan yang lurus?.(Qs. Al-Ankabut 29:61)

Pada sisi lain Kristen juga mengalami masalah yang sama. Bahkan seingat saya pernah ada tuntutan merubah terjemahan Alkitab oleh kelompok2 Kristen yang menolak pemakaian kata Allah. Kelompok Kristen yang menolak pemakaian kata Allah dipakai Kristen antara lain SUrya Kebenaran , yang dimotori Yakob Sulistyo. Tentu selain ada perdebatan di internal Islam, perdebatan di internal Kristen tidak kalah ramainya . http://www.reocities.com/thisisreformedfaith/artikel/nama_allah01.pdf

Yang menarik dari kisah ini adalah masing2 kelompok yang sepemikiran cenderung berkolaborasi : Kelompok Kristen yang menolak kata Allah akan mencari bemper, mencoba mencari dukungan dari kelompok Islam yang juga menolak kata Allah dipakai non muslim. Lalu kemudian ada klaim dari kelompok Islam tertentu bahwa Kristen juga menolak kata Allah , atau ada klaim dari Kristen tertentu pemakaian kata Allah menyinggung umat Islam.

Sedangkan pada sisi berseberangan kelompok yang mengijinkan pemakaian kata Allah juga saling memakai pendapat pihak agama lain yang seide untuk saling memperkuat pendapat dirinya.

Di Indonesia walaupun perdebatan antara Islam Kristen maupun perdebatan di internal Islam dan internal Kristen dalam menanggapi kata Allah ini juga memang ada, tetapi tidak sehiruk pikuk masalah yang ada di Malaysia. ^_^

@ lpw,

Thanks atas pandangan anda, saya ingin lanjutkan:

Ya memang ada kelompok internal Kristen yg tidak medukung penggunaan kata ‘Allah’ tapi harus dicatat kelompok ini sangat minoritas bahkan insignifikan malah kelompok2 ini sebagian besarnya bidat2 yg tidak diperakui sebagai gereja2 rasmi/arus utama. Sungguhpun ada perdebatan hangat antara kelompok2 ini dengan gereja2 rasmi/arus utama tapi tidak ada semacam paksaan apalagi ancaman atau aksi2 teror sesama mrk.

————————————————————————

Beda sekali dengan Melayu di Malaysia. Pihak UMNO dan para pendukung2 mrk/ormas bahkan pemerintah (yg diterajui partai UMNO) mengamcam akan mengambil tindakan2 termasuk undang2 untuk melarang penggunaan kata ‘Allah’ itu. Bahkan ancaman2 dan ugutan2 dari anggota2 oartai UMNO & ormas2 bukan sekadar berkoar2 sebaliknya intimidasi berupa pembakaran2 gereja bahkan aksi2 teror lainnya. Itulah…beDaNYa, got my point bro, so in Malaysia there is no room for discussion, no room for discourse, no room for dialogue, a no mean A NO otherwise the Christians will get what they are asking for.

————————————————————————

Pihak Kristen tak perlu diganggu soal penggunaan kata ‘Allah” selama 300 tahun kekristenan di Malaysia (orang Cina Baba di Malaka, Johor & Sinagapura yg menggunakan Al-Kitab & literatur2 bhs Melayu & kaum pribumi di Serawak & Sabah) sehingga 2010 apabila pihak pemerintah sengaja melarang penggunaan kata ‘Allah’ di brosur keluaran Katolik! Jadi apa tujuan pemerintah berbuat demikian? Mengapa sekarang? Kenapa tidak dulu? Bukankah semuanya itu bertujuan untuk menyatukan kembali sokongan orang Melayu ke partai UMNO yg mulai hilang sokongan sejak kehilangan 5 buah negeri ketangan partai PAKATAN RAKYAT yg dianggotai Partai Islam SeMalaysia, Parai Keadilan dan DAP (yg matoritas dianggotai Tionghua). Dan metode ini tampaknya berjaya karena beberapa pemilu kecil sejak kekalahan partai UMNO telah menampakkan peningkatan sokongan & dukungan org Melayu ke partai UMNO dan pengurangan yg sangat mendadak ke partai Islam (PAS) & Reformasi (PKR). Jadi kata ‘Allah’ sangat berhubungan dgn politik dan sama sekali dihijack utk tujuan2 sedemikian!

————————————————————————–

Harus dicacat bahwa pihak Kristen cukup tolerar dengan mengijinkan halaman depan Al-Kitab dimeterai dgn frase “HANYA UNTUK UMAT KRISTIAN SAHAJA” bahkan Al-Kitab tidak dijual secara publik tapi ditoko2 milik gerea dan org perseorangan! Bahkan kata ‘Allah” dan juga beberapa kata yg dilarang mislanya “nabi, bait, rasul, kitab dll” tidak dibenarkan dipublikasi secara terbuka termasuk tidak diijinkan mencetak literatur2 yg mengandungi kata2 terlarang secara publik. Singkatnya pihak gereja menerima saran pemerintah untuk tidak menyinggung org Melayu dgn cara menggunakan kata2 itu secara interim@ di gereja2 & rumah2 org kristiani saja. Saran ini dipatuhi org Kristen Malaysia dengan berat hati demi menjaga hati org Melayu, so what more do they what to ask???? Memaksakan kata2 yg kononnya istilah2 islami yg hanya eksklusif milik umat Islam sungguh tidak masuk diakal karena istilah2 ini menurut fakta2 sejarah tidak mungkin ekslusif Islam, kata2 ini sudah ada jauh2 sebelum M dan AQ ada!!!

@ Cosmic boy
Ulama Islam tidak pernah berselisih tentang nama Allah adalah nama peribadi.Mereka juga tidak pernah berselisih tentang nama Allah tidak bisa diterjemahkan.Perselisihan adalah dari segi boleh atau tidak nama Allah digunakan dalam bible atau mana-mana kitab yang merujukkan nama Allah itu kepada Tuhan orang kafir.

Alasan Gereja Katolik Menggunakan Kalimah ‘Allah’
Dalam akhbar The Sun bertarikh 24 Disember 2007, terdapat laporan bertajuk
‘Church leaders explain use of ‘Allah’. Terdapat lima alasan utama yang
dikemukakan oleh laporan tersebut mengapa Gereja Katolik ingin meneruskan
1 Artikel ini telah diterbitkan di dalam Jurnal Penyelidikan JAKIM Bil. 21 Tahun 2008.
2
penggunaan kalimah ‘Allah’ di dalam akhbar terbitan mereka. Alasan yang
dikemukakan ialah seperti berikut:
a) Mendakwa mereka mengikut Bible. Bible dalam bahasa Melayu
menggunakan kalimah ‘Allah’ sebagai terjemahan istilah God dan ‘Tuhan’
sebagai terjemahan untuk istilah Lord.
b) Mendakwa bahawa mulai awal abad ke-19, para penganut Katolik di Malaya
telah pun memiliki buku-buku doa dalam bahasa Melayu dan kalimah
‘Allah’ telah digunakan sebagai terjemahan kepada istilah God. Para
penganut Katolik Malta juga menggunakan kalimah ‘Allah’ untuk merujuk
kepada Tuhan dan demikian juga masyarakat Kristian di Indonesia, Pakistan
dan Asia Barat.
c) Mendakwa ayat-ayat al-Quran sendiri telah menunjukkan bahawa golongan
bukan Islam juga telah menggunakan lafaz Allah.
d) Mendakwa bahawa segmen (terjemahan) dalam bahasa Malaysia
diwujudkan untuk memenuhi keperluan kepelbagaian etnik dan bahasa yang
wujud di Malaysia sebagaimana yang wujud di dalam populasi penganut
Katolik di Malaysia.
e) Mendakwa kerajaan tidak mempunyai hak untuk campurtangan dalam
urusan dalaman gereja berdasarkan hak yang diberi oleh Perkara 11(3)A
Perlembagaan Persekutuan.
Hujah-hujah Menolak Alasan Pihak Gereja Katolik
Alasan pertama: Mendakwa mereka mengikut Bible. Bible dalam bahasa
Melayu menggunakan ‘Allah’ sebagai terjemahan istilah God dan ‘Tuhan’
sebagai terjemahan untuk istilah Lord.
Hujah-hujah Menolak:
a) Kalimah ‘Allah’ adalah kata nama khas berasal daripada bahasa Arab.
Kalimah ini tidak boleh digunakan dalam bentuk atau makna-makna lain.
Menurut nahu Arab, kalimah ini tidak boleh diumum, dikecil, dilelaki,
diperempuan atau diterbitkan nama-nama lain daripadanya. Kalimah ‘Allah’
adalah bebas dari segi struktur nahu dan maknanya dari segala korupsi. Kita
tidak boleh memanipulasikannya dengan apa cara sekalipun dalam bahasa
asalnya. Dari segi struktur linguistik, kalimah ‘Allah’ lebih superior
daripada apa jua perkataan daripada apa jua bahasa dalam memelihara dan
mempertahankan makna ke-Esaan dan keunikan satu-satunya Tuhan yang
layak disembah 2 . Oleh kerana itu, umat Islam tidak sekali-kali
menterjemahkan ‘Allah’ kepada apa jua bahasa melainkan dikekalkan
lafaznya yang asal iaitu ‘Allah’.

b) Di peringkat antarabangsa, penggunaan kalimah ‘Allah’ dari segi istilah
adalah amat sinonim dengan agama dan umat Islam. Ia diiktiraf oleh kamuskamus
serta eksiklopedia terkemuka di dunia. Antaranya:
i. Kamus Oxford – Allah : Name of God among Muslims3.
ii. Eksiklopedia Britannica – Allah : “God”, the one and only God in
the religion of Islam4.
iii. Eksiklopedia Katolik – Let it be noted that although Allah is an
Arabic term, it is used by all Moslems, whatever be their language,
as the name of God5.
c) Dalam konteks Malaysia kalimah ‘Allah’ tidak diterjemahkan kepada
bahasa Melayu atau bahasa Malaysia malah ia dikekalkan tanpa terjemahan.
Oleh itu kalimah ‘Allah’ di Malaysia adalah merujuk terus kepada makna
yang terkandung di dalam teks al-Quran tanpa pengubahsuaian pada lafaz
(terjemahan) mahupun maksud kalimah tersebut. Ini terbukti sebagaimana
definisi ‘Allah’ yang kemukakan oleh Kamus Dewan Edisi Empat:
Allah : Ar (Asal bahasa Arab) Tuhan (Yg Esa); ~ azzawajalla Tuhan Yg
Maha Baik dan Maha Mulia; ~ subhanahu wa taala terpujilah Tuhan yg
Maha Tinggi6.
Kamus Pelajar pula mendefinisikan kalimah ‘Allah’ seperti berikut:
Tuhan Yang Maha Esa, Yang bersifat dengan sifat-sifat Yang Maha
Sempurna dan Yang mencipta alam ini7.
Oleh itu kalimah ‘Allah’ tidak boleh dianggap sebagai terjemahan tuhan
dalam bahasa Melayu atau ‘god’ dalam bahasa Inggeris kerana ia adalah
lafaz bahasa Arab yang dikekalkan sebagai mematuhi kitab suci umat Islam
yang telah membudaya dalam masyarakat Islam dan dimaklumi sebaiknya
oleh bukan Islam di negara ini.
d) Perbuatan pihak Gereja Katolik menterjemahkan perkataan ‘god’ kepada
‘Allah’ juga tidak menepati istilah yang digunapakai oleh masyarakat di
negara ini. Perkataan ‘god’ menurut Kamus Dewan Inggeris-Melayu ialah:
n 1. male deity, dewa, tuhan; (archaic) betara: the Greek ~s, dewadewa
Yunani; 2. idol, berhala, patung; 3. so., st. deified, tuhan: money
has become his ~, wang telah menjadi tuhan baginya; make a ~ of /so.,
st/, bertuhankan /sso, sst/; 4. G~, Tuhan; (in Islam) Allah8.
Takrifan ini dibuat oleh Kamus Dewan berdasarkan budaya yang menjadi
amalan masyarakat di negara ini. Ini bermakna ‘god’ bagi selain Islam
diterjemahkan sebagai dewa dan tuhan. Manakala ‘God’ (huruf ‘g’ besar) ia
digunakan sebagai kata ganti nama yang merujuk kepada ‘Allah’ dan bukan
terjemahan bagi kalimah ‘Allah’ dalam bahasa Inggeris (seperti pada takrif
no. 4 di atas). Ia seperti juga umat Islam menggunakan huruf besar untuk
setiap huruf pertama bagi kata-kata ganti nama yang lain apabila merujuk
kepada ‘Allah’ seperti Aku, Kami, Dia dan Engkau.
e) Bible bahasa Melayu yang didakwa sebagai rujukan kepada penggunaan
kalimah ‘Allah’ juga tidak boleh diterima berdasarkan faktor kredibiliti
penterjemahan dan perundangan Malaysia. Maksud kredibiliti
perterjemahan iaitu sehingga kini tidak diketahui pihak berautoriti yang
terlibat dalam penterjemahan Bible ke dalam bahasa Melayu (misalnya
adakah Dewan Bahasa dan Pustaka dirujuk dalam hal ini?). Tambahan pula,
faktor perundangan menegah penggunaan kalimah-kalimah tertentu yang
menjadi hak eksklusif umat Islam untuk digunakan oleh bukan Islam. Oleh
itu alasan yang mengatakan mereka merujuk kepada Bible bahasa Melayu
adalah tertolak dengan sendirinya kerana kesahihan penterjemahan Bible
tersebut boleh dipertikai.
Alasan kedua: mendakwa bahawa mulai awal abad ke-19, para penganut Katolik
di Malaya telah pun memiliki buku-buku doa dalam bahasa Melayu dan perkataan
‘Allah’ telah digunakan sebagai terjemahan kepada istilah God. Para penganut
Katolik Malta juga menggunakan perkataan ‘Allah’ untuk merujuk kepada Tuhan
dan demikian juga masyarakat Kristian di Indonesia, Pakistan dan Asia Barat.
Hujah-hujah Menolak
a) Alasan ini adalah bertitik tolak daripada sejarah kedatangan mubaligh
Kristian ke Tanah Melayu dan Nusantara. Sejarah telah mencatatkan antara
misi utama kedatangan penjajah Barat ke Asia Tenggara adalah untuk
mengaut hasil bumi dan menyebarkan agama Kristian ke seluruh rantau ini.
Antara usaha-usaha yang giat dilakukan oleh para mubaligh ini ialah
menterjemahkan Bible ke dalam bahasa penduduk tempatan termasuk
menjalankan upacara keagamaan dalam bahasa yang difahami oleh
masyarakat setempat.
Sebagai contoh, terjemahan Bible oleh Dr. Mekhior Leidekler dalam tahun
1733, telah diterima sebagai satu hasil terjemahan yang standard dan
digunakan dengan meluas pada abad ke-18 dan ke-19 di Semenanjung
Tanah Melayu dan Indonesia9. Kegiatan menterjemah Bible ini telah terus
.
meningkat dengan munculnya penjajah Inggeris di Tanah Melayu selepas
menguasai Pulau Pinang pada tahun 1786 dan Melaka pada tahun 1795.
Stamford Raffles ialah seorang tokoh penjajah Inggeris yang terlibat secara
langsung dalam kegiatan mengembangkan agama Kristian menerusi
kegiatan menyebar terjemahan kitab Bible.
Dalam tahun 1852 versi terjemahan dalam tuliasan rumi dan jawi diterbit
dan disebarkan dengan meluas di Tanah Melayu. Stamford Raffles juga
merupakan seorang penyokong kuat usaha para mubaligh Protestant dari
Pertubuhan Mubaligh London yang berhasrat untuk mendirikan pusat
percetakan di Melaka, Pulau Pinang, Singapura dan Betawi. Selain
mencetak terjemahan Bible, kegiatan percetakan ini juga menerbitkan
majalah-majalah Melayu yang mengandungi pelbagai bidang ilmu
pengetahuan yang diselitkan dengan propaganda Kristian dengan bertujuan
pengembangan agama di Tanah Melayu. Sekitar tahun 1821 – 1905 pelbagai
majalah diterbitkan seperti Buletin Arifin, Cermin Mata, Sahabat dan Warta
Melayu10.
Kegiatan menyebarkan bahan propaganda Kristian ini kemudiannya telah
disertai oleh para paderi Protestant dari Amerika Syarikat yang mewakili
Lembaga Pesuruhjaya-pesuruhjaya Amerika di Luar Negeri (The America
Board of Commisioners of Foreign Missions)11.
Kesemua fakta ini menunjukkan ada alasan yang nyata untuk kerajaan tidak
membenarkan pihak Kristian pada hari ini menggunakan kalimah ‘Allah’ di
dalam Bible bahasa Melayu. Ini kerana terjemahan tersebut tidak
melambangkan literature sebenar doktrin agama Kristian sebaliknya bahasa
hanya dieksploitasi sebagai perantara untuk menyebarkan dakyah Kristian.
b) Percubaan untuk membandingkan Malaysia dengan negara-negara lain yang
menggunakan kalimah ‘Allah’ bagi merujuk kepada ‘god’ juga tertolak. Ini
kerana setiap bahasa yang digunakan oleh setiap bangsa di negara tertentu
mempunyai sejarah dan kebudayaan yang berbeza. Dalam kes ini latar
belakang bahasa Melayu yang digunakan oleh penduduk Malaysia lahir
daripada rahim agama Islam dan kebudayaan Melayu – budaya Melayu itu
sendiri terhasil daripada agama Islam. Oleh itu, ia wajib mencerminkan
kelaziman Melayu yang berpunca daripada agama Islam. Ini sudah tentu
berbeza dengan latar belakang bahasa Melayu yang terdapat di Indonesia
dan Singapura.
c) Berkenaan penggunaan kalimah ‘Allah’ oleh penganut Kristian di Asia
Barat juga tidak boleh dijadikan hujah. Bangsa Arab bukan Islam
sememangnya telah lama menggunakan kalimah ‘Allah’ berdasarkan faktor
teologi dan kebudayaan yang telah sedia wujud di Asia Barat. Perkara ini
dijelaskan sendiri oleh al-Quran apabila al-Quran datang untuk menjernih
dan menyucikan semula penyalahgunaan maksud kalimah ‘Allah’ yang
digunapakai oleh golongan Jahiliyyah dan ahli kitab yang terdiri daripada
Yahudi dan Nasrani.
d) Dalam konteks etimologi dan semantik pula, alasan Gereja Katolik untuk
merujuk kepada masyarakat Kristian Arab adalah tersasar jauh. Mereka
tidak boleh membandingkan apa yang berlaku kepada Kristian Arab dengan
Kristian di Malaysia. Apa yang berlaku di negara-negara Arab ialah pihak
Kristian Arab menterjemahkan Bible daripada bahasa Suryani (Syria/Syam)
atau Aramik dan bahasa Ibrani (Hebrew) kepada bahasa Arab. Perlu
diketahui bahasa Arab, Aramik dan Ibrani berada dalam rumpun bahasa
yang sama iaitu rumpun Semitik. Oleh itu, Kristian Arab mempunyai hak
untuk berhujah bahawa kalimah ‘Allah’ berkemungkinan berasal daripada
nama asal tuhan mereka dalam bahasa Aramik atau Ibrani. Tetapi apa pula
rasional pihak gereja Kristian untuk menterjemahkan ‘god’ dalam Bible
bahasa Inggeris kepada ‘Allah’ dalam Bible bahasa Melayu? Bukankah
kedua-duanya adalah dua rumpun bahasa yang jauh berbeza dari segi
etimologi dan semantik bahkan suasana yang membudayai penggunaan
bahasa-bahasa itu?
Alasan ketiga: Mendakwa ayat-ayat al-Qur’an sendiri telah menunjukkan
bahawa golongan bukan Islam juga telah menggunakan lafaz Allah.
Hujah-hujah menolak:
a) Antara ayat yang sering dirujuk oleh pihak gereja Katholik ialah surah al-
‘Ankabut ayat 61:
Maksudnya: Dan sesungguhnya jika engkau (wahai Muhammad) bertanya
kepada mereka (yang musyrik) itu: “Siapakah yang menciptakan langit dan
bumi dan memperjalankan matahari dan bulan?” Sudah tentu mereka akan
menjawab: “Allah”. Maka mengapa mereka terpedaya?.
Begitu juga surah al-Ma’idah ayat 73:
Maksudnya: Demi sesungguhnya telah kafirlah orang yang berkata:
“Bahawasanya Allah ialah salah satu daripada tiga tuhan”. Padahal tiada
Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Tuhan yang Maha Esa. Dan jika
mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, sudah tentu orangorang
yang kafir dari antara mereka akan dikenakan azab seksa yang tidak
terperi sakitnya.
Kedua-dua ayat tadi sebenarnya tidak boleh menjadi hujah bagi golongan
bukan Islam untuk menggunakan kalimah ‘Allah’. Ia berdasarkan alasanalasan
berikut:
i. Dalam surah al-‘Ankabut ayat 61, al-Qur’an hanya merakamkan
sejauhmana kefahaman masyarakat Arab Jahiliyyah menggunakan
kalimah ‘Allah’. Ia bukan untuk mengiya atau membenarkan
penggunaan tersebut. Sebaliknya ia mahu menjelaskan bagaimana
kalimah ‘Allah’ sudah dikenal oleh masyarakat Arab sebelum Islam.
Daripada informasi ayat-ayat seperti ini, al-Qur’an menjelaskan orang
Arab Jahiliyyah hanya mengenal Allah sebagai (1) pencipta langit dan
bumi; (2) yang memudahkan peredaran matahari dan bulan; (3) yang
menurunkan air dari langit; dan (4) tempat menggantungkan harapan.
Konsep ini jelas bertentangan dengan konsep ‘Allah’ yang sebenar
iaitu sebagai Zat yang wajib disembah dan tidak dipersekutukan12.
ii. Manakala surah al-Ma’idah ayat 73 pula tidak boleh menjadi alasan
kepada pihak Kristian untuk menggunakan kalimah ‘Allah’. Ini
kerana Allah SWT sendiri menafikan golongan yang mengatakan Zat-
Nya itu satu oknum daripada tiga oknum (triniti). Malah mereka
dianggap kafir13. Ini bermakna sebutan ‘Allah’ yang keluar dari lidah
golongan Kristian itu adalah sia-sia dan tiada nilai di sisi Allah kerana
ia tidak merujuk kepada kalimah ‘Allah’ yang sebenar. Sebagaimana
maklum, kalimah ‘Allah’ merujuk kepada zat (esensi) yang
dinamakan. Sebagai perumpamaan mudah, perkataan ‘kereta’ adalah
merujuk kepada kenderaan bermotor. Oleh itu, tiada makna bagi orang
yang menggunakan perkataan ‘kereta’ untuk merujuk kepada alat
menjahit pakaian. Sekiranya ia masih menggunakan perkataan ‘kereta’
tetapi merujuk kepada alat yang salah, ini bermakna penggunaan
perkataan itu adalah sia-sia dan tidak bermakna.
b) Menjadikan al-Quran sebagai rujukan untuk menyokong alasan golongan
bukan Islam menggunakan kalimah ‘Allah’, bukanlah satu alasan bagi
Gereja Katolik tetapi hujah bagi umat Islam. Ia melambangkan kegagalan
Gereja Katolik untuk berhujah berasaskan teks asal kitab agama mereka.
Bagi umat Islam, ini menjadi bukti bahawa al-Quran merupakan kitab suci
yang memiliki fakta-fakta yang utuh dan konsisten. Ia juga menjadi bukti
bahawa Gereja Katolik menggunakan al-Quran sebagai sumber paling
dipercayai untuk mengakui ‘Allah’ sebagai nama tuhan berbanding berhujah
berdasarkan perbahasan sejarah dan ilmu bahasa. Oleh yang demikian,
fakta-fakta mengenai ‘Allah’ sepertimana yang dibentangkan oleh al-Quran
juga hendaklah diterima.
Atau adakah Gereja Katolik ingin mengatakan bahawa lafaz ‘Allah’ di
dalam al-Quran itu merujuk kepada lafaz Elohim dalam kitab asal mereka
berbahasa Ibrani? Jika kalimah ‘Allah’ dan Elohim itu merujuk kepada
hakikat yang sama, mengapa pula konsepnya berbeza. Al-Qur’an
mengatakan Allah itu Maha Esa dan tidak mempunyai anak sebaliknya
Gereja Katolik berpegang kepada konsep triniti. Ini sekaligus memberi
makna konsep ‘Allah’ di dalam Islam adalah amat konsisten sehingga umat
Islam tidak perlu menterjemahkannya kepada mana-mana bahasa dunia. Ia
berbeza dengan konsep ketuhanan agama Kristian yang tidak memiliki
sumber yang jelas dan konsisten sehingga memerlukan penterjemahan dan
pinjaman daripada bahasa lain.
Alasan keempat: Mendakwa bahawa segmen (terjemahan) dalam Bahasa
Malaysia diwujudkan untuk memenuhi keperluan kepelbagaian etnik dan bahasa
yang wujud di Malaysia sebagaimana yang wujud dalam populasi penganut
Katolik di Malaysia.
Hujah-hujah Menolak:
a) Alasan penterjemahan kepada Bahasa Malaysia sebagai lambang
kepelbagaian yang wujud dalam populasi masyarakat Kristian Katolik juga
tidak boleh diterima. Perlu diketahui bahawa bahasa Malaysia berasal
daripada Bahasa Melayu. Perkara 152 Perlembagaan Persekutuan menyebut
Bahasa Melayu adalah bahasa kebangsaan dan bahasa rasmi Malaysia. Perlu
diingat bahawa ketika perlembagaan digubal, istilah “Malaysia” belum
wujud. Oleh itu, apabila kita merujuk kepada bahasa Malaysia ia sudah tentu
merujuk kepada bahasa Melayu yang sekaligus merujuk kepada masyarakat
Melayu Islam. Justeru peristilahan-peristilahan khusus yang telah menjadi
syiar dan perlambangan kepada masyarakat Melayu Islam sudah tentu tidak
sekali-kali boleh diubah konsepnya untuk diterap kepada satu budaya dan
agama yang lain.
b) Memaksakan penggunaan kalimah ‘Allah’ dalam kalangan Kristian Katolik
yang bertutur dalam bahasa Melayu di negara ini juga, secara logiknya
sudah pasti memberi kesan negatif terhadap konsep ketuhanan dalam agama
Kristian. Telah dimaklumi bahawa kalimah ‘Allah’ itu adalah kalimah yang
didominasi oleh umat Melayu Islam secara politik dan kebudayaan yang
terdiri daripada 60% penduduk Malaysia berbanding hanya 9.1% penganut
Kristian pelbagai mazhab. Bukankah dengan penggunaan peristilahan yang
sama bakal menimbulkan kecelaruan dalam kalangan penganut Kristian
berbahasa Melayu sendiri? Justeru, penterjemahan yang lebih tepat seperti
‘Tuhan’ sepatutnya digunakan oleh Gereja Katolik bagi menjamin
kepercayaan agama Kristian sentiasa terpelihara selain mengelakkan
kekeliruan.
Alasan kelima: Mendakwa kerajaan tidak mempunyai hak untuk campurtangan
di dalam urusan dalaman gereja berdasarkan hak yang diberi oleh Perkara 11(3a)
Perlembagaan Persekutuan.
Hujah-hujah menolak:
a) Alasan ini adalah tidak benar sama sekali. Sebaliknya kerajaan telah diberi
hak oleh Perlembagaan Persekutuan dalam Perkara 11(4) (untuk mengawal
atau menyekat pengembangan apa-apa iktikad atau kepercayaan ugama
antara orang-orang yang menganuti ugama Islam). Di bawah peruntukan ini
kerajaan (sama ada kerajaan persekutuan atau kerajaan negeri) telah
menggubal undang-undang mengawal dan menyekat pengembangan agamaagama
bukan Islam terhadap umat Islam. Sebagai contoh Enakmen Kawalan
dan Sekatan Pengembangan Agama Bukan Islam Negeri Terengganu 1980,
Seksyen 9 menyebut; (melarang seseorang (bukan Islam) daripada
menggunakan perkataan-perkataan tertentu baik dalam tulisan, ucapan atau
kenyataan untuk menggambarkan antaranya kepercayaan atau konsep manamana
agama bukan Islam. Perkataan-perkataan itu termasuklah Allah, Ilahi,
Rasul, Nabi, Wahyu, Iman, Imam, Syariah, Ulama, Dakwah, Ibadah, Injil
dan lain-lain). Peruntukan ini jelas menunjukkan bahawa menggunakan
kalimah ‘Allah’ sebagai terjemahan kepada perkataan ‘god’ di dalam Bible
adalah menyalahi undang-undang yang sedang berkuatkuasa di negara ini.
Oleh itu, ia tidak boleh disifatkan sebagai urusan dalaman gereja.
Hujah-hujah Tambahan
Sebagai tambahan kepada hujah-hujah tadi, empat persoalan dikemukakan
terhadap Gereja Katolik berhubung tuntutan mereka yang memerlukan jawapan
bagi umat Islam di Malaysia iaitu:
a) Mengapa Gereja Katolik tidak menggunakan kalimah asal bagi tuhan
sebagaimana yang terkandung dalam bahasa asal kitab mereka? Mengapa
nama tuhan perlu diterjemah sedangkan nama tuhan adalah satu kata nama
khas yang sepatutnya digunapakai tanpa mengira bahasa pertuturan si
penganut agama. Bukankah kalimah tuhan dalam Bible berbahasa Ibrani
ialah Elohim, El, Eloh atau Elah?
b) Mengapa masih wujud percanggahan antara penganut Kristian tentang
gelaran kepada tuhan? Pada Ogos 2007, seorang paderi Roman Katolik di
Belanda, Tiny Muskens, telah membuat seruan supaya penganut Kristian
menggunakan kalimah ‘Allah’. Bagaimanapun seruan tersebut telah
mendapat bantahan daripada penganut Kristian sama ada dalam kalangan
Protestan mahupun Katolik. Presiden Liga Katolik Bagi Hak Agama dan
Sivil telah membantah saranan tersebut dalam kenyataannya, “Bishop
Martinus Tiny Muskens can pray to “Allah” all he wants, but only
10
addlepated Catholics will follow his lead. It is not a good sign when
members of the Catholic hierarchy indulge in a fawning exchange with
Muslims, or those of any other religion”14. Manakala Pengerusi General
Synod of the Dutch Protestant Church, Gerrit de Fijter juga menolak
cadangan Muskens supaya penganut Kristian menggunakan kalimah ‘Allah’,
beliau berkata, “I applaud every attempt to encourage dialogue with
Muslims, but I doubt the sense of this maneuver”15.
Di samping itu, terdapat artikel berbahasa Arab tulisan Izzat Andrews,
seorang penganut Kristian Koptik di Mesir berjudul ‘Allah bukan tuhan
agama Kristian dan Yahudi’. Beliau mengatakan bahawa kalimah ‘Allah’
hanya berasal daripada penggunaan orang Jahiliyyah yang merujuk kepada
tuhan bulan. Ia tidak pernah termaktub dalam kitab-kitab Yahudi mahupun
Nasrani. Tuhan bagi agama Kristian ialah Elohim16. Kenyataan-kenyataan di
atas jelas menunjukkan bahawa penggunaan kalimah ‘Allah’ bagi agama
Kristian masih menjadi suatu polemik dalam kalangan agamawan Kristian.
Oleh itu apa hujah Gereja Katolik di Malaysia untuk mempertahankan
penggunaan kalimah ‘Allah’ sedangkan ia sendiri belum dimuktamadkan
oleh Kristian di peringkat dunia?
c) Sebagaimana hujah yang telah dikemukakan sebelum ini, penjajah Kristian
yang datang ke Tanah Melayu mempunyai dua matlamat utama. Antaranya
ialah untuk menyebarkan agama Kristian ke seluruh rantau ini. Laporan
Bernama yang dipetik dari majalah The Minaret terbitan Pusat Islam
California mengatakan pendakyah Kristian menjadikan Malaysia antara
negara sasaran bagi satu gerakan Kristianisasi yang digelar “Window 10/40”.
Ini kerana Malaysia salah satu negara yang terletak di antara garis lintang 10
dan 40 di peta dunia17. Malah dalam satu laporan, Jabatan Agama Islam
Johor bersama-sama dengan Kementerian Dalam Negeri telah merampas
250 judul buku mengenai ajaran Kristian dalam bahasa Melayu. Buku-buku
tersebut menggunakan judul seperti Kaabah, Wahyu Ilahi dan Mengenal
Rasul. Sekali pandang kepada tajuk-tajuknya ia seperti taktik untuk cuba
menarik minat orang-orang Islam membaca buku-buku ini18. Oleh itu, apa
jaminan Gereja Katolik untuk mengatakan bahawa penggunaan kalimah
‘Allah’ hanya terbatas buat penganut Kristian dan bukan terhadap umat
Islam?
d) Adakah Gereja Katolik bersetuju sekiranya dikatakan bahawa fakta-fakta
tentang tuhan di dalam Bible itu tidak sejelas dan setepat al-Quran malah
bercanggah antara satu sama lain. Sebagai contoh, terdapat ayat di dalam
Bible yang merujuk kepada ke-Esaan tuhan seperti di dalam Perjanjian
Lama yang menyebut; Ingatlah wahai bangsa Israel! Tuhan satu-satunya
ialah Allah kita.Bagaimanapun di tempat yang lain banyak ayat yang
menyanggah ke-Esaan tuhan seperti di dalam Perjanjian Baru; Setelah
semua orang dibaptis, Jesus juga dibaptis. Ketika Dia berdoa, langit
terbuka, dan Roh Allah berwujud burung merpati turun ke atas-Nya. Lalu
terdengar satu suara dari Syurga mengatakan: “Engkaulah Anak-Ku yang
Aku kasihi. Engkau menyenangkan hatiKu.”20Sedangkan fakta-fakta tentang
Allah di dalam al-Quran amat konsisten dan tidak pernah berubah-ubah.
Surah al-Ikhlas menyebut dengan jelas siapakah ‘Allah’ yang sebenar. Allah
SWT berfirman:
Maksudnya: Katakanlah (wahai Muhammad): “(Tuhanku) ialah Allah yang
Maha Esa; “Allah yang menjadi tumpuan sekalian makhluk untuk memohon
sebarang hajat; “ Ia tidak beranak, dan Ia pula tidak diperanakkan; “Dan
tidak ada sesiapapun yang setara denganNya”.
Sehubungan itu, al-Quran mengajar umat Islam apabila berlaku
pertembungan antara Islam dengan ahli kitab (Yahudi dan Kristian),
menjadi tanggungjawab umat Islam menyeru mereka supaya menerima
konsep ‘Allah’ sebagaimana yang dijelaskan oleh al-Quran tersebut. Allah
SWT berfirman berkenaan hal ini di dalam surah Ali Imran ayat 64:

Maksudnya: Katakanlah (wahai Muhammad): “Wahai Ahli Kitab, marilah
kepada satu Kalimah yang bersamaan antara kami dengan kamu, iaitu kita
semua tidak menyembah melainkan Allah, dan kita tidak sekutukan
denganNya sesuatu jua pun; dan jangan pula sebahagian dari kita
mengambil akan sebahagian yang lain untuk dijadikan orang-orang yang
dipuja dan didewa-dewakan selain dari Allah”. Kemudian jika mereka (Ahli
Kitab itu) berpaling (enggan menerimanya) maka katakanlah kepada mereka:
“Saksikanlah kamu bahawa sesungguhnya kami adalah orang-orang Islam”.
Persoalannya adakah Gereja Katolik bersedia untuk mempertimbangkan
seruan al-Qur’an untuk menggunakan kalimah ‘Allah’ dengan merujuk
kepada hakikat yang sama iaitu Tuhan Yang Maha Esa tanpa sebarang
sekutu bagi-Nya?

Keputusan Muzakarah Jawatankuasa Fatwa Kebangsaan
Muzakarah Jawatankuasa Fatwa Majlis Kebangsaan Bagi Hal Ehwal Ugama
Islam Malaysia kali ke-82 yang bersidang pada 5 hingga 7 Mei 2008 memutuskan
bahawa penggunaan kalimah Allah adalah khusus buat agama dan umat Islam
sahaja.
Pandangan Tokoh Ulama Luar Negara
Pandangan Wakil al-Azhar (Timbalan Syeikh al-Azhar) dan Ketua Lajnah
Dialog Antara Agama al-Azhar, Fadhilat al-Syeikh Abdul Fattah ‘Allam
Beliau berpendapat bahawa tindakan kerajaan Malaysia menegah penggunaan
kalimah Allah dalam kalangan bukan Islam adalah tepat. Ini kerana kalimah Allah
tidak boleh disamaertikan dengan kalimah Rabb yang membawa makna Yang
Mewujudkan. Sebagaimana maklum penganut bukan Islam menamakan sebarang
tuhan yang mereka sembah seperti batu, haiwan, matahari dan lain-lain sebagai
Allah. Hal ini sudah tentu amat tidak wajar sama sekali dan menyalahi maksud
kalimah Allah itu sendiri sebagaimana yang termaktub di dalam al-Qur’an dan al-
Hadith21.
Pandangan Penasihat Undang-undang Kementerian Kehakiman Arab Saudi,
Syeikh Abdul Muhsin al-‘Abikan
Beliau berpendapat bahawa pendekatan Kerajaan Malaysia ini adalah bertujuan
untuk mengelakkan daripada penyalahgunaan nama ‘Allah’ melainkan hanya
kepada Yang Maha Pencipta (tuhan yang sebenar ). Ia kerana terdapat agamaagama
lain yang juga menggunakan kalimah Allah bagi agama mereka sedangkan
mereka adalah penyembah berhala, oleh itu nama ‘Allah’ tidak sepatutnya
digunakan bagi menggambarkan tuhan-tuhan yang selain-Nya22.
Tokoh Pergerakan Perlembagaan Islam (Islamic Constitutional Movement)
Kuwait, Syeikh Abdul Hamid al-Ballali
Beliau menyokong penuh keputusan kerajaan Malaysia untuk tidak membenarkan
penganut bukan Islam menggunakan kalimah Allah sebagai panggilan bagi tuhan
mereka. Beliau beralasan bahawa keputusan tersebut amat signifikan bagi
memelihara maksud istilah sebenar bagi kalimah Allah. Umat yang gagal
memelihara istilah-istilah agamanya adalah umat yang leka. Sedangkan Allah
SWT telah mengangkat umat ini sebagai sebaik-baik umat.
Menurutnya lagi umat Islam perlu sedar banyak istilah-istilah yang berasal
daripada Islam pada hari ini telah cuba dieksploitasi, disalahguna atau
dipesongkan maknanya oleh pihak tertentu. Ianya seperti istilah ‘syahid’ yang
juga digunapakai bagi penganut bukan Islam. Istilah ‘riba’ yang ditukarkan
kepada ‘faedah bank’. Istilah ‘khamar’ yang ditukarkan kepada ‘minuman rohani’.
Istilah ‘liwat’ yang ditukarkan kepada istilah ‘hubungan sesama jenis’.
Persoalannya adakah umat Islam sedar tentang fenomena ini sebagaimana
kesedaran yang dipamerkan oleh Kerajaan Malaysia?
Keputusan Kerajaan
Keputusan mesyuarat Kabinet bertarikh 16 Mei 1986 juga telah memutuskan
bahawa perkataan Allah adalah termasuk antara kalimah-kalimah yang dilarang
penggunaannya oleh mereka yang bukan beragama Islam. Malah penggunaan
kalimah Allah, Baitullah, Solat dan Kaabah telah pun diwartakan hanya eksklusif
buat umat Islam sahaja di bawah Warta P.U (A) 15/82 dan pekeliling KKDN.
S.59/3/6/A bertarikh 5 Disember 1986. Manakala Jemaah Menteri yang
bermesyuarat pada 3 Januari 2008, memutuskan untuk mengekalkan larangan
tersebut sebagaimana yang pernah diputuskan pada 18 Oktober dan 1 November
2006.
Kesimpulan
Berdasarkan hujah-hujah yang telah dinyatakan, tiada sebab untuk kerajaan
membenarkan penggunaan kalimah ‘Allah’ kepada pihak Kristian. Malah
keputusan kerajaan adalah selari dengan Perkara 3 Perlembagaan Persekutuan
yang menobatkan Islam sebagai agama bagi Persekutuan. Umat beragama di
Malaysia telah sedia maklum bahawa sebarang isu yang berkaitan dengan Islam
sama ada secara langsung atau tidak seharusnya menghormati kedudukan
istimewa agama Islam dan umat Melayu di Malaysia.

@ ilham,

Sudah saya jelaskan saya capek membaca tulisan2 yg panjang2 dan yg ngga karuan apalagi kurang bermutu dan sesuai dimasukkan ke spam!

Silakan nulis yg singkat aja bro.

Saya nulis panjang2 tapi tidak ada yg mau membacanya.

Btw, saya salut upaya anda.

Galat

Oppp bukan ‘saya’, sebetulnya ‘sayang’.

@ ilham,

Jadi tulisan2 JAKIM ialah wahyu baru dari Tuhan anda selain AQ…kacian deh loe!

@ ilham,

Apakah pemerintah benar2 melarang penggunaan kata ‘Allah’ ke org Kristen atas alasan2 di atas? Saya sangat percaya demi memenangkan pemilu akan datang, pemerintah akan menukar dasar mereka. Pemerintah tau kebodohan org2 spt kalian. Ingat pemilu di Serawak. Ingat bagaimana Datuk Nazri, Mentri di Jabatan Perdana Mentri telah mengecualikan larangan itu di Sabah & Sarawak. Ingat juga datuk Zahid Hamidi, mantan Mentri di Pejabat Perdana Mentri yg banyak berkoar2 itu kemudiannya bisu seribu bahasa sekarang! Ingat juga bagaimana Perdana Mentri sendiri akan ‘look into the Christians problem’ dan ingat juga bagaimana Mentri Dalam Negeri menyalah AG atas penahanan 30, 000 Al-Kitab! Ini semua tidak lebih dari lakonan2 dari badut2 politus Melayu untuk menipu dan mengeksploatasikan pikiran orang Melayu. Wait and see…

h*tp://www.youtube.com/watch?v=CDbCy-uePCo

h*tp://gkmin.net/

FYI, Allah adalah nama Dewa dalam 3 dewa utama suku Arab kuno, yaitu Dewa Bulan, dewa tertinggi dengan anaknya Dewa Bintang hasil pernikahannya dengan Dewi Matahari:
(ini biar jelas sejarah nama Allah, mohon ijinnya moderator agar diskusi ini gak kemana2. Tq)

Siapakah Allah?

Sejarah Singkat Allah

Jika kita mempelajari Allah secara serius, hal utama yang perlu diketahui adalah Allah ternyata punya latar belakang sejarah yang sangat menarik. Di Arabia kuno, sejak jaman Alkitab, ribuan tahun sebelum Muhammad lahri, Allah sudah disembah oleh para masyarakat gurun pasiru Bedouin di Arabia. Masyarakat Arab kuno menghubungkan Allah dengan bulan yang bersinar terang sepanjang tahun di malam hari di atas gurun pasir yang sangat luas dan liar. Tidaklah sukar untuk mengerti alasan mengapa Allah dianggap sebagai dewa bulan. Masyarakat Arab Bedouin hidup dengan cara nomadis (pindah dari satu tempat ke tempat lain). Karena hidup di tanah gurun pasir yang gersang dan tiada sungai untuk irigasi dan bertani, maka masyarakat Arab Bedouin adalah masyarakat penggembala dan peternak. Mereka merupakan suku2 liar yang kelaparan (Rodinson, 2002, p. 17). Hidup mereka bergantung kepada rumput dan menjaga ternak, sambil terus-menerus melakukan penyerangan dan perampokan pada suku2 lain atau pada kafilah yang lewat. Rodinson menulis bahwa sifat suka berperang dan tidak mengenal hukum gaya Arab ini merupakan pilar masyarakat Bedouin (Rodinson, 2002, p. 14). Masyarakat Bedouin di masa itu hidup dari lingkaran penjarahan dan balas dendam yang tak kunjung habis. Perjalanan di siang hari hampir tidak mungkin dilakukan karena panasnya terik matahari yang tak tertahankan. Kebanyakan perjalanan dilakukan di malam hari, di bawah terang sinar bulan dan bintang2 yang gemerlap. Mereka mengagumi indahnya langit malam dengan bulan sebagai pusat keindahan. Bagi mereka, munculnya bulan yang anggun merupakan munculnya raja langit malam. Inilah alasan mengapa masyarakat Arab Bedouin miskin ini sangat berhubungan dekat dengan bulan dan waktu peredarannya. Mereka hidup diatur oleh bulan.

Bagi mereka, bulan merupakan pendukung kehidupan. Mereka mengatur penanggalan primitif mereka pada alur gerakan bulan. Agama2 dan upacara2 peradaban mereka diatur sesuai dengan posisi dan alur waktu bulan. Tidaklah heran jika masyarakat Arab menganggap bulan sebagai sosok illahi yang paling tinggi — Allah Taalaa – Tuhan yang Maha Kuasa. Profesor Sejarah Arab yakni almarhum Phillip K. Hitti, menulis bahwa menyembah bulan adalah bagian penting dalam masyarakat penggembala dan menyembah matahari adalah bagian penting dalam masyarakat petani (Hitti, 2002, p. 97). Bagi orang2 Bedouin Arab, bulan merupakan suatu yang sangat suci yang harus disembah dan dihubungkan dengan hal yang paling mulia. Bahkan setelah Muhammad memaksakan Islam dengan ancaman pedang, masyarakat Bedouin Muslim baru tetap saja melanjutkan ibadah kepercayaan kuno mereka dengan meyakini bahwa hidup mereka diatur oleh bulan.

Sampai hari ini sekalipun, kita tetap dapat melihat kekaguman Bedouin Arab dengan bulan tampak jelas dalam Islam. Islam berhubungan erat dengan bulan. Semua upacara ibadahnya berdasarkan penampakan bulan atau pada kalender bulan. Betapapun kerasnya Islam menyatakan dirinya menolak penyembahan berhala atau Paganisme, Islam tetap tidak dapat menghilangkan hubungannya yang lampau dengan Paganisme dan penyembahan berhala. Yang sebenarnya adalah: Islam masih melambangkan bulan, terutama logonya yang berbentuk bulan sabit. Lihatlah pucuk di atas segala mesjid, dan akan tampak bentuk logo bulan yang mencolok, kadang2 dengan bentuk sebuah bintang sekalian. Nanti akan kuterangkan alasan historis mengapa bintang juga merupakan lambang Islam. Untuk menjelaskan lebih jauh, lihatlah lambang Palang Merah di negara2 surga Islam. Lambangnya adalah simbol Islam berbentuk bulan dan sama persis dengan lambang dewa bulan Pagan Arab. Bahkan bendera2 negara2 Islam juga menunjukkan bentuk bulan dan bintang atau bulan saja. Lihatlah bendera2 nasional beberapa negara2 Islam seperti Algeria, Pakistan, Azerbaijan, Kazakhstan (menunjukkan terang bulan), Malaysia, Mauritania, Brunei, Turkey etc.
Batu (atau batu2 – diperkirakan terdiri dari 3 buah batu, seperti yang dilaporkan banyak ahli sejarah) ini adalah batu yang sama yang disembah Arab Pagan. Bahkan Muhammad mencium dan memeluknya di dadanya dengan penuh khidmat. Kalifah Umar pun melakukan hal yang sama dan kaum Muslim juga seharusnya melakukan hal yang sama setidaknya sekali dalam hidup mereka.
Sekarang kita lihat secara ringkas sejarah tentang Allah (lihatlah patung Allah yang terbuat dari batu dan dipahat kaum Pagan. Di dadanya tertera lambang bulan sabit).
Para ahli sejarah percaya bahwa Allah Arab ini berasal dari Syria. Masyarakat Aramean tinggal di Syria sekitar 1.300 SM. Orang2 Syria ini dahulu menyembah dengan khusuk beberapa dewa, dan yang utama dari dewa2 itu adalah dewa badai Hadad, dewa langit Alaha dan dewi Athargatis. Masyarakat Syria mungkin membuat rupa Allah ini berdasarkan rupa dewa Sumer dari kota kuno Babylon. Menurut banyak ahli sejarah, Alaha adalah nama Syria untuk Allah (Walker, 2004, hal. 20). Bagi mereka, Allah adalah Tuhan berkelamin pria, Tuhan yang paling berkuasa, yang punya tiga anak perempuan yakni Allat, Uzza dan Manat. Orang2 Nabatean yang adalah keturunan dari anak laki sulung Ismail di sekitar Semenanjung Sinai, pertamakali memperkenalkan Allah ke orang2 Arab melalui Syria (Walker, 2004, hal. 22). Orang2 Nabatean mungkin menyembah Allah dalam nama yang berbeda pula, seperti Elh dan Alh. Di samping Allah, orang2 Nabatean juga memperkenalkan dewa Hubal dari Syria, yang merupakan dewa pria besar. Patung Hubal ini nantinya diletakkan di Ka’abah. Hubal adalah patung berhala terbesar dari semua berhala di dalam dan sekitar Ka’abah. Patung raksasa Hubal berbentuk seorang pria yang tangan kanannya putus. Masyarakat Quraish menerima berhala Hubal ini dari Khuzaymah ibn Mudrikah, orang Mekah yang membelinya dari Syria. Setelah itu, masyarakat Quraish membuatkan lengan emas bagi patung itu. Patung Hubal berdiri di depan Ka’abah. Mayarakat Pagan Quraish menganggap Ka’abah adalah tempat untuk Hubal saja (Rodinson, 2002, p. 54). Mereka menggunakan panah2 ramalan/nujum untuk menentukan keabsahan bayi2 yang baru lahir (Al-Kalbi, 1952, hal. 23). Banyak ahli sejarah yang percaya bahwa Hubal adalah jelmaan fisik Allah di Ka’abah. Di masa mudanya, Muhammad membantu persiapan upacara yang dilakukan untuk menempatkan Hubal di Ka’abah (Walker, 2004, p. 42).

Penulis biografi Muhammad bernama Martin Lings, yang tadinya Katolik dan lalu memeluk Islam, setuju bahwa Hubal berasal dari Syria (Lings, 1983, p. 5, 11). Sejarawan Arab percaya bahwa Hubal yang perkasa ini sebenarnya adalah variasi dewa kuno Allah (Walker, 2004, p. 31). Kata Hubal berasal dari kata Semitik Hu yang berarti ‘He’ (kata diri bagi pria – Inggris) atau ‘He is’ (Dia adalah – Inggris) dengan kata akhiran El, yang jelas merupakan nama lain dari Allah. Nama Hubal biasa diteriakkan oleh para Quraish sebagai teriakan perang. Lama kelamaan, konsep tentang Allah sebagai Tuhan berkembang ke seluruh Arabia. Sebuah tulisan kuno yang ditemukan di Arabia selatan mengandung nama Allah. Allah adalah Hallah dalam tulisan kuno Safa. Ini adalah lima abad sebelum Islam ada. Masyarakat Arab terbiasa menyebutkan nama Allah dalam saat terancam. Allah yang sangat berkuasa ini perlahan-lahan menjadi sesembahan utama Quraish. Bahkan Qur’an pun membenarkan hal ini di ayat2 6:109, 6:136, 10:22, 31:22, dan 31:29 (Hitti, 2002, hal. 100–101). Nama2 lain dari Allah adalah Ilu bagi orang2 Babylon dan Assyria, El bagi orang Kanaan, ELOHIM bagi orang Yahudi, dan Ilah bagi orang Arab tengah (Walker, 2004, p. 420).

Satu lagi nama lain dari Allah adalah Wadd – dewa bulan yang berdiri di kepala Pantheon Minea. (Hitti, 2002, pp. 97–98 ). Versi lain Allah terdapat di Hadramawt di Arabia Selatan. Di sana Allah dikenal sebagai Sin, dewa bulan.

Kota kuno Arabia selatan yang terkenal bernama Saba di mana Ratu Saba atau Ratu Bilqis berkuasa. Orang2 Sabaean juga menyembah Allah yang dikenal dengan nama Almaqah (Hitti, 2002, p. 60). Dalam Qur’an kita temukan referensi Ratu Saba di Sura 27 (Sura an-Naml). Dalam Alkitab kota ini disebut sebagai Sheba dan Ratu Bilqies disebut sebagai Ratu Sheba. Agama Sabean berdasarkan sistem astronomi gugus planet dan kepercayaan menyembah bulan termasuk bagian darinya. Masyarakat Sabean juga memuja Allah sebagai Dewa Bulan. Akan tetapi, tidak seperti Arab Pagan, mereka tidak punya gambar rupa Allah dan menganggap Allah sebagai dewa tanpa bentuk yang punya kekuasaan tertinggi. Tentang Allah ini, Benjamin Walker menulis sebagai berikut:
Makhluk ilahir yang misterius dan tanpa bentuk, Allah tidak diwakilkan dengan gambar apapun dan dia pun tidak disembah seperti layaknya dewa2 dan dewi2 yang lebih kecil lainnya. Untuk membedakan Allah dengan dewa2 lainnya, dia diberi julukan Allah Taala, ‘Tuhan yang Maha Tinggi’ (Walker, 2004, p. 42).

Masyarakat lain yang juga menyembah Allah adalah masyarakat Nabatean. Selain Allah dan tuhan2/dewa2 lainnya, mereka juga juga menyembah dua dewa lainnya (mungkin lebih rendah posisinya dibandingkan Allah), yang bernama ar-Rahman dan ar-Rahim. Baik ar-Rahman maupun ar-Rahim dipuja bersama sebagai lambang kehormatan dan kemuliaan. Herannya Qur’an juga menyebut kedua nama dewa Pagan ini, meskipun menganggap kedua nama ini milik Allah. Sura pertama Qur’an (Sura Fatiha) menyebutkan kedua nama itu. Juga Sura 19 (Sura Maryam) didominasi oleh nama2 kedua dewa tersebut.

Menurut Profesor Hitti, masyarakat Nabatean Paga di Afrika Utara pertamakali mendengar tentang ar-Rahman dan ar-Rahim mungkin dari Syria selatan. Setelah itu kedua nama dewa Pagan ini ditemukan di kuil2 Arabia Selatan (Hitti, 2002, p. 105). Saingan Muhammad yang bernama Maslama (atau Musaylima) berkhotbah dalam nama ar-Rahman, yang adalah Allah bagi orang Arabia selatan (Rodinson, 2002, p. 67, 119). Ini mungkin alasannya mengapa Muhammad kemudian tidak lagi menyebut ar-Rahman dan memilih Allahnya masyarakat Pagan Mekah sebagai Tuhan satu2nya.

Menurut sejarawan2 Arab, Petra (di Arabia utara, dekat Syria, yang adalah tempat tinggal masyarakat Nabatean), juga punya sejenis Ka’abah yang disebut Dushara (Dusares) yang adalah batu hitam berbentuk empat persegi panjang. (Hitti, 2002, p. 72).

Sejarah singkat Allah ini tentunya tidak lengkap tanpa Jehovah (Yahwe), Allahnya Musa (baca penjelasan gambar Jehovah di uang logam Jerman). Islam menganggap Musa menyembah Allah yang sama dengan Muslim. Jika Qur’an itu benar, maka logikanya adalah: Yehovah = Allah.

Berdasarkan catatan2 sejarah, Jehovah adalah Allah gurun pasir yang sederhana dan serius. Tempat tinggalnya adalah sebuah tenda (Hitti, 2002, p. 40). Meskipun kaum Yahudi mengakui Jehovah sebagai Tuhan mereka, sebagai Allahnya kaum Yahudi, mereka tidak berani menyebut namanya. Jehovah juga berarti “Yang Perkasa dan Yang Menggentarkan”, dan inilah alasannya mengapa kaum Yahudi tidak berani menyebut nama Jehovah (Hughes, 1994, p. 226). Mereka memilih memanggil nama Tuhannya dengan nama panggilan Rabb – Lord (bhs. Inggris) sebagai panggilan yang lebih lunak daripada Jehovah (Ibid, p. 141). Jadi dalam Qur’an, jika Jehovah adalah Allah, maka mestinya Dia adalah Allah yang menggentarkan milik orang Yahudi. Mengenai Rabb-nya kaum Yahudi, Muhammad sendiri punya versinya tersendiri: Allahnya juga dikenal sebagai ar-Rab – Lord (bhs. Inggris), sang Pemelihara, Yang Termulia: Allah adalah Tuhanku dan Tuhanmu (‘Allah is my Lord and your Lord (3:51)’); ‘Tuhan Kami (Rabb) adalah Tuhan (Rabb) surga dan bumi (18:14); dan ini menempati posisi Jehovah Yahudi (Hughes, 1994, p. 531).

Sesembahan bangsa Arab Bedouin yang terutama adalah Allah dewa bulan, dan anak2 perempuanNya yakni Allat, Uzza, dan Manat. Seperti yang telah diterangkan sebelumnya, bulan merupakan tema relijius utama dalam masyarakat peternak/penggembala. Bangsa Arab Bedouin yang buta huruf, kelaparan dan tak berpendidikan menghubungkan bulan dengan hal kekuatan, vitalitas, kekuasaan dan semua yang berhubungan dengan sifat maskulin. Dengan itu, bulan (dan Allah) adalah Tuhan maskulin. Hal ini tidak diragunkan lagi (keterangan lebih lanjut menyusul). Lalu bagaimana dengan matahari? Apakah matahari punya posisi yang sama sebagai tuhan dalam masyarakat Pagan? Jawabnya: ya. Masyarakat Bedouin juga menyembah dewa matahari. Namanya adalah Baal. Menarik untuk diketahui bahwa masyarakat Syria dan Phoenisian juga menyembah Baal – sang Dewa Matahari. Diduga dewa Baal disembah di masa Nabi Elisha (Hughes, 1004, p. 35). Masyarakat Mesir juga menganggap Baal sebagai dewanya.
Baal dirupakan sebagai seorang pria dengan jenggot meruncing dan helm kuncup. Dia adalah Dewa perang, langit, badai, kesuburan, dan panen besar. Dalam Qur’an, Baal disebut ketika Nabi Elias memperingatkan masyarakatnya karena menyembah Baal (dewa matahari Allah) dan bukannya dewa bulan Allah, yang dianggap terbaik dari segala pencipta (37:125). Versi lain menyatakan bahwa yang benar adalah dewi matahari dan bukan dewa dan namanya adalah Shams (Rodinson, 2002, p. 23). Anehnya, ada sura dalam Qur’an yang bernama Shams atau Matahari (Sura 91, yang diturunkan di Mekah). Muhammad jelas lebih memilih Shams daripada Baal yang adalah dewa matahari Mesir. Jika ada Sura bernama Shams, maka tentunya tidak heran jika ada pula Suran bernama Qamar atau bulan (Sura 54, yang diturunkan di Mekah).

Mengapa Muhammad tidak memilih Baal sebagai dewa matahari Allah? Jawabannya sederhana. Matahari merupakan sumber enerji utama bagi masyarakat pertanian. Karena itu, wajar jika masyarakat pertanian menganggap Allah dewa matahari sebagai dewa mereka yang utama. Inilah sebabnya bangsa Mesir yang petani menyembah Baal. Muhammad berasal dari masyarakat peternak/penggembala, yang tidak tertarik pada masalah pertanian (hal ini nanti akan dibahas lebih jauh) – jadi buat apa menyembah Baal? Karena itu pula Baal versi dewa matahari Allah tidak begitu disukai oleh Muhammad dari Arabia. Sudah jelas bahwa masyarakat Pagan Mekah sangat kenal dengan dewa bulan Allah. Mereka biasa menyajikan persembahan makanan kepada Allah dan membagi-bagikannya kepada dewa2 berhala lainnya, seperti Ammanas di negara Kahulan (6.136) (ibn Ishaq, 2001, p. 37). Ini adalah kebiasaan sistem agama yang dilakukan Arab Pagan selama turun-temurun. Lalu Muhammad mulai berkhotbah dan mengajak Quraish Mekah untuk menyembah Allah saja (Allah monotheisme). Muhammad punya versi tersendiri akan Allah, yang membuat masyarakat Pagan sangat bingung dan tidak senang. Muhammad mulai mengecam mereka karena membagi persembahan makanan kepada dewa2 lain selain Allah, tepatnya Allah versi Muhammad. Tapi masyarakat Mekah Quraish bertoleransi. Mereka membiarkan Muhammad berkhotbah sekehendak hati. Masalah muncul ketika Muhammad ingin menghancurkan sumber mata pencaharian utama bangsa Quraish yakni naik haji dan pariwisata yang berhubungan dengan ziarah ke Ka’abah tempat para dewa dan dewi. Kaum Pagan Mekah bahkan punya gambar2 Abraham, YESUS, dan Maria – untuk menarik hati wisatawan Kristen dan Yahudi. Menurut sejarawan Arab terkemuka Phillip Hitti, di jaman Muhammad, Mekah memiliki penduduk Kristen Abyssinia (Hitti, 2002, p. 106).

Karena itu ziarah-pariwisata Mekah merupakan sumber nafkah yang penting (Ibid, p. 64). Awalnya, masyarakat Pagan Mekah tidak mau mengganggu daya tarik pariwisata daerah mereka dengan bertengkar melawan pengikut2 Muhammad. Meskipun Muhammad mengejek dan mengritik, mereka mendiamkannya saja. Bahkan penulis sejarah Islam terkemuka al-Tabari juga mengaku bahwa Muhammad tidak ditindas oleh kaum Pagan Mekah. Menurut Tabari, para pengikut Muhammad kebanyakan adalah anak2 muda, beberapa adalah putra dan adik dari pedagang2 ulung di Mekah. Muhamad tidak mengalami penindasan fisik apapun, meskipun terkadang dibuat jengkel. Paman Muhammad yang bernama Abu Talib merupakan orang yang dihormati di Mekah dan karena perlindungannya, Muhammad terhindar dari penyerangan pribadi (Tabari, 1988, p. 6.43).

Sikap Muhammad bisa mengurangi pendapatan para pedagang Mekah. Para pedagang ini juga merasa Muhammad mungkin mengancam kedudukan politis mereka yang berpengaruh di Mekah. Kaum Quraish tidak sangat memusuhi Muhammad sampai dia menyinggung dewa2 mereka, terutama pada Allat yang merupakan salah satu anak perempuan Allah. Hal ini mempengaruhi bisnis dengan pedagang2 Taif (Ibid, pp. 6.42, 43). Anak2 Perempuan Allah

Kita telah baca bahwa dewa Bulan Allah merupakan dewa maskulin. Apakah Allah punya istri atau pasangan wanita? Pertanyaan ini akan membuat Muslim tulen marah berat. Tapi bukti2 sejarah, terutama bukti epigrafi, terlalu jelas untuk bisa ditolak. Dari tulisan2 kuno peninggalan budaya Sumeria (Babylon), tampak nyata bahwa Allah memang punya pasangan wanita (mungkin adalah istrinya) dan namanya adalah Lilith. Kaum Pagan percaya bahwa Allat adalah anak perempuan hasil hubungan Allah dan Lilith.
Allat digambarkan dalam epigraf Syria sebagai sosok yang mirip ibunya, Lilith, dengan buah dada dan vulva yang besar. Di buku Phillip Hitti yang berjudul History of the Arabs ditunjukkan gambar Allat di atas sebuah uang logam perunggu Nabatean (Hitti, 2002, p. 86). Wujud Allat ini mirip dengan Dewi Pengetahuan Hindu bernama Saraswati.
Ada kemungkinan pula bahwa dua anak perempuan Allah yang lain yakni Uzza dan Manat juga dihasilkan melalui hubungan dengan Lilith, atau mungkin dengan gundik2 Allah. Dewi2 ini disinggung dalam Qur’an sebagai anak2 perempuan Allah (ayat2 Setan, 53:19-20). Ketika Muhammad sangat kecewa dengan kegagalan misinya merekrut banyak pengikut, dia mencoba berdamai dengan kaum Quraish Pagan. Dia memuji ketiga anak perempuan Allah dan ingin mendapat anugrah dari mereka. Akan tetapi Muhammad dengan cepat menyadari kesalahannya dan mengatakan bahwa semua nabi kadangkala dapat inspirasi dari Setan. Lalu dia pun membatalkan ayat2 15:19-23 dari Qur’an. Marilah kita baca ayat2 di Qur’an:

Q 15:19
Q 15:20
Q 15:21
Q 15:22
Q 15:23

Ayat2 di atas tampaknya tiada hubungannya dengan Allat, Uzza atau Manat. Mengapa ayat2 ini lalu disebut ayat2 setan? Jawabannya: ayat2 ini adalah ayat2 terakhir yang dimasukkan Muhammad ke dalam Qur’an setelah Allah menegurnya karena berada di bawah pengaruh Setan. Muhammad mentaati perintah Allah. Dia mengganti ayat2 asli dengan ayat2 baru di atas.

Hisham al-Kalbi, pengarang Kitab al-Asnam (The Book of Idols), menulis tentang ketiga anak2 perempuan Allah:
Allat: dia berdiam di al-Taif (kota yang tak jauh dari Mekah). Dia lebih baru daripada Manah. Dia berbentuk batu kotak. ‘Attab ibn Malik dari Thaqif adalah penjaganya. Mereka membangun sebuah rumah baginya. Masyarakat Quraish dan semua Arab biasa menyembahnya dan menamai anak2 mereka dengan namanya. Dia dahulu terletak di sebelah kiri mesjid yang saat ini berada di Taif. Ayat Q 53:19 menyinggung tentang dirinya. Atas perintah Muhammad, Mughirah ibn Shu’bab menghancurkan patung Allat dan membakar rumahnya sampai habis. Ibn-Hajar menyumpah demi Allah (ibn al–Kalbi, 1952, p. 15).

Uzza: Uzza ini lebih baru daripada Allat atau Manah. Masyarakat Arab menamai anak2 mereka dengan namanya.
Zilim ibn As’ad memperkenalkan al–Uzza. Uzza terletak di sebuah bukit di Nakhlat yang disebut Hurad, yang terletak di sebelah kanan jalan dari Mekah ke al-Irak, di atas Dhat-Irq. Zilim membangun sebuah rumah bagi Uzza dan menyebut bangunan itu Buss. Penyembahnya menerima pesan2 illahi di sana. Anak2 mereka dinamakan berdasarkan namanya, misalnya Abd-al-Uzza. Dialah dewi terbesar dalam masyarakat Quraish. Mereka biasa mengambil hatinya dengan mempersembahkan korban. Muhammad pun telah mempersembahkan korban domba putih bagi al-Uzza. Masyarakat Quraish dahulu mengelilingi Ka’abah dengan mengucapkan:
Demi Allat dan al-Uzza,
Dan Manah, berhala ketiga
Sungguh benar mereka adalah wanita2 yang paling terpuji
Yang anugerahnya diharapkan.

Nah ucapan ini dibatalkan dan diganti dengan ayat2 53:19–20 dan 17:75–76.

Al-Uzza punya tempat untuk melakukan upacara persembahan yang disebut sebagai al-Ghabghab. Masyarakat Arab biasa mempersembahkan sapi di sana. Setelah persembahan, mereka biasa membagi-bagikan daging sapi diantara para jemaat yang hadir dalam upacara. Masyarakat Quraish memujanya di atas segala berhala yang lain. (ibn al–Kalbi, 1952, p. 17). Manah (pengucapan lainnya adalah Manat): Dewi yang tertua. Masyarakat Arab menamakan anak2 mereka dengan namanya. Dia berada di Qudayd, diantara Medina dan Mekah. Masyarakat Arab biasa mempersembahkan korban baginya – terutama suku Arab Aws dan Khazraj dan juga penduduk Medina dan Mekah. Di akhir ibadah naik haji, ketika hendak pulang ke tempat asal, orang2 akan berhenti di tempat Manah, menggunduli kepala mereka dan diam di sana untuk sementara. Ibadah naik haji tidak lengkap jika mereka belum mengunjungi Manah.

Manah disebut dalam Q 53:20. Dia adalah dewi masyarakat Hudhayl dan Khuza’ah. Atas perintah Muhammad, Ali menghancurkannya, mengambil segala hartanya dan membawanya kepada Muhammad. Yang paling berharga dari harta itu adalah dua buah pedang yang tadinya dipersembahkan kepada Manah oleh Raja Ghassan yang bernama al-Harith ibn Abi-Shamir al-Ghaassan. Pedang2 ini bernama Mikhdam dan Rasub. Muhammad memberikan kedua pedang ini kepada Ali. Adapun versi lain kisah ini menyebutkan bahwa Ali menemukan kedua pedang ini di kuil al-Fals, tempat berhala dewa Tayyi (ibn al-Kalbi, 1952, pp. 13–14).

Berikut adalah beberapa komentar tambahan tentang ketiga anak perempuan Allah: Allat, Uzza dan Manat. Allat adalah Dewi Perang, Uzza adalah Dewi Kurban, dan Manat adalah Dewi Takdir atau Nasib (Walker, 2004, p. 45). Allat berhubungan dengan bulan, Uzza dengan Planet Venus dan Manat dengan bintang Sirius (Ibid, p. 46).

Informasi di atas menjelaskan mengapa simbol Islam adalah bulan sabit dan bintang. Sudah jelas bahwa unsur Paganisme dalam Islam masih ada, terutama jika kita melihat lambang2 ini: Bulan Sabit adalah lambang bagi Allah dan bintang (Venus) adalah lambang bagi anakNya yakni Uzza. Anak perempuan ketiga Allah yakni Manat, dilambangkan dengan bintang Sirius. Bahkan Qur’an pun berkata bahwa Allah adalah Tuhan Alpha Sirius. Ini ayatnya tentang bintang Alpha Sirius (Manat). Apalagi Islam seharusnya menghindari simbol apapun. Para ahli Islam menganggap bahwa simbol bintang mewakili sembahyang lima waktu dan simbol bulan melambangkan bulan baru yang berarti perkembangan Islam. Aku mencari ayat Qur’an dan Ahadis yang mendukung arti simbol bulan sabit dan bintang. Mari kita baca apa yang Qur’an katakan:
Q 53:49
Q 53:49

Di catatan kaki ayat ini, Abdullah Yusuf Ali menulis:
Aforisme ke 10 melambangkan kehebatan fenomena alam, cemerlangnya bintang Sirius, yang merupakan benda yang menonjol di langit, di awal tahun matahari, dari bulan Januari sampai April. Sirius adalah bintang terterang di langit dan cahayanya yang kebiruan mempesoan dan menggentarkan pikiran2 masyarakat Pagan. Masyarakat Arab Pagan menyembahnya sebagai dewa. Tapi Allah adalah Tuhan, Sang Pencipta dan Sang Pemelihara, merupakan unsur yang paling utama dari penciptaan dan hanya Dia yang layak disembah (Ali, 1983, p. 1450, foot note 5119).

Abdullah Yususf Ali yang berpengetahuan mungkin ingin menghindari kenyataan yang memalukan. Tiada keterangan dari sejarah Arab yang mengatakan bahwa orang2 Mekah takut akan bintang Sirius. Mereka selalu menganggap Sirius sebagai seorang Dewi, sama seperti mereka menganggap bulan sebagai Dewa Allah. Muhammad sendirilah yang ingin memutar balik kepercayaan yang mereka imani sejak lama.

Di ayat Q 53:49, Allah jelas mengatakan bahwa Dia adalah Tuhan Sirius, yang menurut epigraf Sumeria, tak lain adalah Manat, salah satu dari anak perempuan Allah. Dewi2 ayat2 Setan terletak di Taif, Nakhla dan al-Mushallal, yang sangat dekat dengan Mekah (Tabari, 1988, p. 6.42).

Allat, disebut oleh Herodotus sebagai Aphrodite Urania, adalah ketua Dewi. Ini berarti Allat adalah versi Arab dewi Yunani Aphrodite Urania (Hitti, 2002, p. 72). Al-Uzza pun dianggap sama dengan Dewi Yunani Aphrodite (Ibid, .p. 79).

Al-Uzza merupakan Dewi yang serupa dengan Dewi Yunani Aphrodite. Anak laki al-Harith dipersembahkan sebagai korban bagi al-Uzza. Sepuluh tahun kemudian, al-Hartih balas dendam dan membunuh musuhnya yang bernama Lakhmid di sebuah pertempuran di daerah Qinnasrin. Perang ini dikenal sebagai “Hari Halimah” dalam tradisi Arabia. Halimah adalah anak perempuan Al-Harith yang sebelum perang, dengan tangannya sendiri membubuhi parfum kepada 100 pejuang Ghassanid yang siap mati dan membalutkan kain linen di atas baju perang mereka (pasukan bunuh diri?)
Catatan: kata dengan huruf italic merupakan komentar pribadiku.

Al-Lat tinggal di Taif. Muhammad mempersembahkan korban bagi al-Uzza. Al-Uzza merupakan Dewi Venus, sang bintang fajar. Tempat tinggalnya terdiri dari tiga pohon. Persembahan dengan korban manusia menjadi ciri khas umatnya. Al-Rahman (Sang Penyayang) atau RHM adalah nama dewa di tulisan kuno Sabean sebelum jaman Islam. Tulisan kuno Arabia selatan yang bernama Shirk menunjukkan penyembahan terhadap Satu Makhluk Illahi Perkasa dengan dewa dewi yang lebih kecil yang berhubungan dengannya. (Ibid, p. 99).

Manah adalah Dewi Nasib. Dia tinggal di batu hitam di Qusayd di jalan antara Mekah dan Yathrib (nama lama kota Medina). Sampai sekarang pun masyarakat Arab percaya 125 kekuatannya. Hubal merupakan Dewa utama di Ka’abah dalam bentuk manusia. Hubal diimport dari Mesopotamia (Ibid, p. 100).

Sejarah singkat Allah berakhir di sini, dari sejarah singkat tentang Allah di atas, kita dapat mengambil kesimpulan tentang versi2 yang berbeda akan Allah. Inilah daftar pendek Allah2 dan kemungkinan tempat tinggalnya.
Allah Sumeria: (Sumer, Babylon; dan lalu Mecca).
Allah Alaha: (Syria, lalu Mecca).
Allah Elh: (Syria, lalu Mecca).
Allah Ilah: (Syria, lalu Mecca).
Dewa Bulan Allah: (Arabia selatan, lalu Mecca).
Dewa Matahari Allah (Baal): (Egypt, lalu mungkin Mecca).
Allah Hubal: (Syria, lalu Ka’ba, Mecca).
Allah Jehovah: (mungkin, Palestine, lalu Mecca).
Allah ELOHIM: (Arabia tengah, lalu Mecca).
Allah Ila : (Arabia tengah, lalu Mecca).
Allah ar-Rahman: (Arabia utara, Arabia selatan, lalu Mecca).
Allah ar-Rahim: (Yemen, lalu Mecca).
Allah Sin: (Hadramawt, lalu Mecca).
Allah Hallah: (Syria, lalu Mecca).
Allah Ilu: (Babylon, Syria dan lalu Mecca).
Allah El: (Palestine, lalu Mecca).
Allah Wadd: (Minaean, lalu Mecca).
Allah Almaqah: (Kota Saba, lalu Mecca).
Allah Taa’la, Allah yang tertinggi: (Ka’ba, Mecca).

Kita mungkin bengong melihat begitu banyak versi Allah. Tapi tunggu dulu. Bukankah Qur’an berkata Allah punya banyak nama? Para ahli Islam bersikeras bahwa Allah punya 99 nama (termasuk Allah, dan ini berarti jumlah tepatnya adalah 100 nama). Meskipun kita tidak menemukan ayat Qur’an yang menyebutkan angka 99 dengan jelas, kita tidak perlu heran mengapa Allah punya begitu banyak nama (pada kenyataannya, banyak versi Allah). Masalahnya sekarang adalah: jika kita membaca Qur’an dengan seksama, dari awal sampai akhir, beberapa kali, kita mungkin menemukan nama Allah yang banyaknya lebih daripada 99 seperti yang dikatakan para ahli Islam. Jangan heran jika jumlahnya mencapai lebih dari 300 (iya, benar: tiga ratus) penjabaran tentang Allah.

Yang lebih mengherankan lagi adalah semuanya merupakan Allah-Allah (plural!) yang hidup di berbagai tempat tapi hanya di sekitar perbatasan Arabia, Syria, Palestina, Mesopotamia, Babylonia dan Irak. Mengapa Allah hanya memilih tempat2 ini (jelasnya: tanah Arab) untuk hidup kalau dia punya seluruh tata surya? Pertanyaan ini tidak sukar dijawab kalau kita melihat tingkat pengetahuan geografi masyarakat kuno Arab, Sumeria dan Babylonia. Hal yang menarik adalah: setelah hidup di tempat2 itu selama beribu-ribu tahun, Allah tiba2 berubah pikiran dengan kelahiran Muhammad, sang Nabi Islam. Islam mengaku bahwa Allah membuat Ka’abah 2.000 tahun sebelum Dia menciptakan Adam Adam (Ghazali, 1993, p. 1.190). Terdapat bukti bahwa Allah memang untuk sementara hidup di Mekah. Sebuah tulisan kuno yang ditemukan ketika menggali fondasi Ka’abah yang dilakukan oleh kakek Muhammad yang bernama Abdal Muttalib menyebut, “Akulah Allah, Tuhannya Bakka ….” ( ibn Ishaq, 2001, p. 85).

Setelah berkelana di seluruh gurun2 pasir tsb, akhirnya Allah tahu bahwa Muhammad lahir, dan Dia mengamil keputusan untuk tinggal menetap di Mekah, dalam Ka’abah tepatnya. Ini tidak usah diherankan, karena nama lain Ka’abah adalah Bait Allah (tempat tinggal Allah).

Karenanya, adalah tepat untuk mengatakan bahwa Allah memang punya tempat tinggal konkrit yang permanen di bumi dan itu adalah Ka’abah. Setiap tahun, jutaan Muslim datang ke Ka’abah hanya untuk satu tujuan: bertemu Allah secara pribadi di batu Ka’abah.

Ini ada beberapa ayat Qur’an yang membenarkan bahwa Allah akhirnya mengambil keputusan untuk tinggal diam di Mekah ketika Muhammad berada di Mekah.

Selama masa Muhammad di Mekah, Allah hidup di Mekah. Dialah Tuhan Mekah, Muhammad diperintahkan untuk melayani Tuhan kota Mekah dan bagi mereka yang memeluk Islam (27:91).
Masyarakat Quraish harus menyembah Allah karena memberi mereka tempat berlindung dan pentingnya makna Ka’abah (yakni tempat tinggal Allah) (106:1-3).
Ka’abah adala rumah Allah; kunjungilah Allah di sana kapanpun juga – naik haji atau tidak (2:158).

Para pembaca harus mengerti bahwa di artikel ini kita bicara mengenai Allahnya Muhammad. Masyarakat Arab Pagan sejak lama sekali sebelum Muhammad mulai khotbah, sudah mengenal Allah, bersama pasangannya, anak2 perempuannya dan kawan2nya yang tinggal di Mekah. Mereka tidak dapat menerima ketika Muhammad benar2 menolak dewa dewi lain yang berhubungan dengan Allah, yang dipercaya masyarakat Pagan mengetengahi Allah. Karena itu, mereka menanggapi Allahnya Muhammad sebagai dewa (tuhan) baru yang mereka tolak mentah2. Kata Allat (allata) bukan cuman ada di Quran jang. Kata Allat, Allah, Aluzza dan manawat itu ditemukan diberbagai skrips kuno pra islam di Arab.

Demikianlah sejarah nama Allah :afro:

@ ilham,

Seperti mana yg sudah saya tulisan sebelum itu akhirnya menjadi kenyataan.

Sila baca, pemerintah Malaysia akhirnya memutuskan utk mengijinkan penyebaran Al-Kitab.

http://www.themalaysianinsider.com/malaysia/article/government-orders-release-of-malay-bibles/

Mengapa?

(1) Upaya pemerintah (UMNO) untuk mengembalikan sokongan pengundi Melayu berhasil. Kemenangan demi kemenangan dari satu pemilu ke pemilu lain oleh partai pemerintah@ UMNO dengan menakutkan2 org Melayu bahwa hak2 istimewa mrk termasuk agama Islam akan hilang kalau org Melayu mendukung partai2 Islam dan Reformasi/Moderat.

(2) Pemerintah akan menghadapi pemilu di Serawak sebelum April. Harus dicatat bahwa pengundi di Serawak mayoritasnya Kristen maka dengan mengijinkan penyebaran Al-Kitab diharapkan org Kristen tidak jadi marah sehingga mendukung parta2 oposisi sebaliknya memilih untuk mengekalkan partai2 lokal yg bergabung dengan partai UMNO.

(3) Org Melayu yg bodoh dan gampang dimanupulatif spt ilham bukanlah sulit dicari!!! Cuma dibutuhkan ledaki emosi untuk mengontrol minda mereka. Saya masih teringat dengan kata2 Almarhum Rustam Abdullah Sani, seorg pejuang Reformasi bahwa minda org Melayu begutu terkontrol oleh UMNO lewat media spt televisi, radio & koran2 serta departemen2 agamawi spt JAKIM!!! sehingga kondisi mereka dari semua sudut (politik, ekonomi, sosial-agama) sangat jauh ketinggalan dibanding bangsa2 lain!!!

@ ilham,

Oh ya sebelum gw lupa, nanti gw akan bongkar segala kebohongan JAKIM termasuk kononnya kutipan2 dari para ‘paderi’ dan buku2 ilmiah (yg dikutip di luar konteks dan dipotong2).

@ ilham,

Baca lagi ini (infor terbaru):

Kitab Injil: Persatuan Ulama kata BM untuk semua, usah halang Kristian
Oleh Syed Mu’az Syed Putra
March 16, 2011

KUALA LUMPUR, 16 Mac – Persatuan Ulama Malaysia (PUM) berkata langkah kerajaan mengeluarkan kitab Injil dalam Bahasa Malaysia yang dirampas Kementerian Dalam Negeri di Kuching dan Pelabuhan Klang adalah keputusan bijak dan tidak wajar dihalang menggunakan terbitan itu.

Menurut Yang Dipertua PUM Datuk Sheikh Abdul Halim Abd Kadir, pihaknya tiada halangan dengan keputusan terbaru kerajaan ini kerana Bahasa Malaysia milik semua rakyat Malaysia termasuk yang beragama Kristian.

“Ia bagus, bagi saya ia tiada masalah dan saya juga boleh membaca kitab Injil itu kalau ada.

“Kita di Malaysia ini Bahasa Malaysia adalah bahasa rasmi dan rakyat kita terdiri daripada pelbagai latar belakang… ada yang Islam, ada yang Kristian, ada yang Buddha dan ada yang Hindu dan banyak lagi.

“Jadi kenapa kita perlu halang mereka dari gunakan Bahasa Malaysia dalam buku-buku mereka, sebenarnya ia memang tiada masalah, kalau boleh terjemahkan dalam semua buku agama dalam Bahasa Malaysia,” katanya ketika dihubungi The Malaysian Insider.

Semalam, kerajaan telah bersetuju untuk mengeluarkan kitab Injil dalam Bahasa Malaysia yang ditahan Kementerian Dalam Negeri di Kuching dan Pelabuhan Klang, sejak 2009, — beberapa hari selepas pelbagai pihak mendesak kerajaan berbuat demikian.

Keputusan itu selaras dengan warta 1982 di bawah Akta Keselamatan Dalam Negeri (ISA) yang telah membenarkan pengeluaran dan penyebaran kitab Injil dalam Bahasa Malaysia secara terhad dan terkawal, di mana buku-buku tersebut mesti dicap dengan tag “Untuk Penganut Agama Kristian Sahaja”.

Beberapa pihak termasuk PAS berpendapat tidak wajar kitab Injil dalam Bahasa Malaysia seharusnya tidak ditahan oleh Kementerian Dalam Negeri.

Dalam satu kenyataan yang dikeluarkan, Menteri di Jabatan Perdana Menteri Datuk Seri Idris Jala berkata sejak 1982, dengan akta tersebut, laporan menunjukkan bahawa tiada sebarang isu atau masalah yang dihadapi dalam pelaksanaannya.

Kata Sheikh Abdul Halim, Bahasa Malaysia sepatutnya tidak dipolitikkan atau dibahaskan termasuk penggunaannya dalam kitab Injil.

“Saya positif dalam perkara ini, bila ada dalam Bahasa Malaysia orang Islam boleh baca dan boleh buat perbandingan dengan al-Quran, bahasa inikan perantara jadi ia bukannya isu. Jadi kenapa mesti diperbesarkan.

“Sebagai contoh al-Quran, ia telah diterjemahkan dalam banyak bahasa..bukan hanya Bahasa Malaysia tapi bahasa-bahasa lain,” katanya.

Jelas beliau, penggunaan Bahasa Malaysia dalam kitab Injil tidak memberikan sebarang kesan terhadap agama Islam yang merupakan agama rasmi negara.

“Bukan ia (kitab Injil) itu boleh jejaskan Islam sebaliknya ia memudahkan penganut Kristian yang tak faham Bahasa Inggeris faham apa yang ada dalam buku itu.

“Jadi buat apa nak sekat, kalau ia ada beri kesan kepada Islam itu lainlah,” katanya.

http://www.themalaysianinsider.com/bahasa/article/kitab-injil-persatuan-ulama-kata-bm-untuk-semua-usah-halang-kristian/

Gw ketawa-ketiwi sambil melihat keidiotan ilham, oh ya, dimana JAKIM anda?