Jelasnggak

System Sertifikasi TKI (yang malang).

Posted on: November 22, 2010

Pertanyaan penting yang harus di jawab kali ini adalah :
Bagaimana cara agar pemalsuan sertifikat TKI tidak bisa dipalsukan, seperti yang berulang kali terjadi di tanah air ?

Berikut ini mungkin bisa dijadikan benih “model” untuk mengembangkan suatu sistem terpadu yang dapat menyelesaikan permasalahan ini.

Begini point-point-nya.

1. Sertifikat harus dikeluarkan oleh satu badan, misalnya, badan sertifikasi TKI.

2. Badan ini memiliki database yang terpusat dan bisa di-akses 24/7 menggunakan internet.

3. Isi dari database ini, meliputi:
– Nama, alamat, umur, dan detail lain
– No KTP
– Nomor Induk tunggal Kependudukan
– Status Sertifikat (Lulus/Tidak)

4. Status sertifikat ditentukan setelah calon TKI mengikuti Ujian, yang diselenggarakan oleh cabang-cabang dari Badan sertifikasi TKI yang berada di daerah-daerah (seperti Prometric begitulah)

5. Di tempat Ujian ini, sang calon TKI harus di foto wajahnya, dan KTPNYA di fotocopy. Di tempat ini juga terdapat kamera yang merekam setiap kegiatan antara sang calon TKI dengan petugas ujian. Setelah semuanya lengkap, petugas ujian login ke system dan memasukkan data sang calon TKI itu, dan kemudian mempersilahkan calon memasuki ruang ujian untuk melaksanakan ujian.

Ruang Ujian pun didesain secara khusus:

– Ruang Ujian harus memiliki camera baik di ruangan maupun di depan  komputer. Hal ini untuk menjaga agar tidak terjadi praktek nyontek dan praktek joki ujian. Rekanam camera disimpan di tempat yang tersembunyi dan terkunci. Copy backup rekaman juga langsung disimpan secara real time di remote area. Rekaman camera disimpan selama 5 tahun, dan berguna untuk keperluan audit.

– Ruang Ujian harus cukup untuk satu orang, satu komputer, satu kursi, satu keyboard.

– Ruang Ujian harus bisa mendeteksi jika ada orang lain berada di ruangan itu. Jika, terdeteksi lebih dari satu orang berada di ruangan ujian yang sama, maka, otomatis, database dari si calon TKI yang sedang melaksanakan ujian itu langsung di beri “flag”. Dan “peringatan” dikirimkan kepada auditor di pusat.  Segera setelah menerima peringatan ini, sang auditor pun melihat rekaman dari jalannya ujian. jika ditemukan adanya kecurangan, sang auditor langsung menekan sebuah tombol yang  membatalkan kelulusan sang calon dan secara otomatis mengirimkan data pelanggaran kecurangan ke Polisi setempat (yah… polisi lagiiii… capek deh).

– Auditor tidak dapat melihat data-data dari sang pelaku ujian (seperti nama, apalagi alamat dan nomor telp.) dengan begini, peluang kolusi bisa dihindari. Auditor hanya mampu melihat nomor ujian.

– Waktu pengerjaan ujian harus dibatasi (agar tak ada kemungkinan nyontek!)

– Soal-soal ujian didapat dengan cara Online internet dan bersifat random dari bank soal. Dan soal-soalnya pun bersifat Praktek (bukan teori)

– Komputer yang digunakan adalah komputer komputer khusus (tanpa CD ROM, tanpa USB, tanpa Port dll). Dan komputer ini tidak bisa di-oprek (di-upgrade, maksudnya)

– Tepat sebelum masuk ruang ujian, tertulis, Ancaman hukuman Penjara 3 bulan bagi mereka yang terbukti curang dan bagi mereka yang terbukti  membantu calon TKI yang bertindak curang. Cantumkan pasalnya, ayat, dari KUHP. (tentu,DPR atau pemerintah harus membuatnya dulu – itu kalau mereka RAJIN!! )

6. setiap calon TKI yang ingin berangkat ke Luar negeri, diharuskan mengikuti Ujian dan LULUS.

7. DI Bandara, ada petugas khusus yang melayani TKI yang ingin ke luar negeri. Mereka akan memeriksa kelengkapan data-data dari KTP, wajah, dan sertifikat kelulusan.
Jika sudah lengkap, sang petugas diharuskan login ke system dan melakukan update data. Setelah selesai, boarding pass untuk naik pesawat langsung tercetak. Jika ada data yang tidak match, contohnya, sang calon ternyata tidak lulus, maka, boarding pass tidak akan terprint-out dan sang calon tidak bisa naik pesawat.

Dengan begini, siapa petugas di bandara yang bermain curang akan bisa ketahuan.

8. Calon TKI menyerahkan boarding pass dan masuk ke pesawat.

9. Setelah sampai di negara tujuan, sang TKI ini diharuskan melapor ke kedubes. Sang petugas di kedubes bisa langsung login ke system dan kemudian melakukan update.

Kenyataan membuktikan :

1. Banyak PROGRAMMER handal berasal dari Indonesia
2. Banyak Database designer berasal dari indonesia
3. Banyak Database administrator berkeliaran di perusahaan asing di indonesia
4. Banyak ahli-ahli jaringan terlunta-lunta di indonesia
5. Banyak HACKER indonesia yang bisa di-rekrut untuk meng-aman-kan sistem ini.

TETAPI….

Mengapa kesalahan yang sama tetap terjadi lagi…..?

Karena, pemerintah dan DPR terdiri dari orang-orang yang TUOLOL!

(dan karena kebanyakan dari mereka beragama ISLAM!)

He he he.. kena lagi deh muslim ……..

13 Responses to "System Sertifikasi TKI (yang malang)."

Idemu boleh juga cah, tetapi belum diterapkan pun sudah bisa diperkirakan apa yang akan terjadi :

1> Kamera pengawas rusak, gak ada dana perbaikan
2> Atau malah beralasan gak mampu beli kamera
3> Komputernya yang malah rusak
4> Anggota DPR lalu studi banding ke luar negeri mencari tahu bagaimana caranya membetulkan kamera dan komputer yang rusak
5> Presiden ngasih ide supaya pengawas komputer rusak diberi HP sehingga bisa ngomong kalo komputernya rusak
6> Ada kasus lagi, terjadi perulangan masalah yang sama
7> Pemerintah heboh lagi
8> Lalu murid TKku ngasih ide lagi sambil nyamber-nyamber…
9> Kameranya rusak lagi
10> Komputernya rusak lagi
11> DPR jalan-jalan lagi studi banding cara memperbaiki komputer rusak.
12> Presiden pasang tampang serius lagi biar keliatan berwibawa dan berempati
13> Pemerintah kemudian berbaik hati bagi2 HP
14> HP yang dibagi ternyata kemudian bisa rusak sehingga kemudian harus dibuat lembaga pengawasan untuk perbaikan HP rusak
15> DPR studi banding cara memperbaiki HP rusak
16> Kamu nulis lagi sambil nyamber2 lagi
17> Komputernya rusak lagi
18> Tukang servis komputer bingung banyak komputer rusak tapi kok penghasilan tidak meningkat

demikian seterusnya…

bagus sih idenya,..biar pemberangkatan TKI lebih tersistem. tapi begitu TKInya sudah sampai di rumah majikan, lepas dari pengawasan program,.. ya wassalam:mrgreen:

Xixixi…

Mgkn sistem sertifikasi dilakukan dgn cara scan otak. Soal2 diinjeksikan lewat mata & jawabannya dibaca langsung lewat scanner otak.

Setelah itu pada tubuh TKI diimplant microchip & transmitter yg akan memonitor emosi, kesehatan, dll sehingga tetap dapat dimonitor selama bekerja di luar negeri.

(ngayal tingkat tinggi)

Nah, yang ini boleh juga nih mas dw..
Sekarang kan teknologi microchip sudah ada, kenapa ngga diteramkan saja untuk menjebak para BIADAB-an itu….

Sertifikasi ini bukan untuk setelah sampai di rumah majikan, tetapi untuk membekali diri dalam menghadapi majikan.

Misalnya, saat majikan ingin menggampar dengan setrika, sang calon TKI sudah dilatih KARATE, sehingga majikan yang menggampar bisa di gampar balik.. he he he
Nah, cara menghindar dari gamparan majikan inilah yang harus di sertifikasi…

Atau bisa juga selalu membawa alat perekam di kantongnya, agar semuanya terekam dan bisa di jadikan bukti pengadilan nantinya..
Nah, pemasangan alat perekam ini yang harus di sertifikasi, dan setiap calon harus dituntut agar mampu melakukannya.

yah.. namanya juga ngayal..

Gayamu Jel, . .kalau ga ada muslim yang jawab, gayamu tinggi banget. Tapi kalau di jawab main moderasi. filarbiru.wordpress.com😆👿

Ngga ada yang main moderasi.. kecuali yang berkata-kata jorok.

Menurut bung jel solusi diatas enaknya gimana, apa partisipasi bung jel sudah lakukan dengan permasalahan diatas, kalau kagak ya sama aja oon.

Sekarang gimana pendapat bung soal TKI Filipina yg juga terbesar mengeksport TKI termasuk ke Arab Saudi. Apa cukup modal memberi kasih???

Solusi saya ?

Orang arab suruh masuk kristen saja semua..

he he he…
.
.
.
memang susah..

islam BUKAN arab om oon !!!
islam is universal way of life

Lah kalau masuk kristen bisa2 pembantu malah jadi bintang PORNO semua apa gak lebih berabe, atau menurut elu mending karena pengejawantahan kasih. Gyiahahahaha

@ Jell

apa gak salah tuh..!
Bisa2, kejahatan terselubung berkurang,yng secara terang-terangan merajalela.
kaya’ d erofah sono…
ya,, kasih tau saja para tki ,apa yng harus dia kerjakan dan tdk ,sebelum d berangkatkan.
kasih pembekalanlaah,jngn asal main kirim saja, yng terkadang sering menyusahkan negara lain..
dari awal sudah d jahati d negara sendiri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Yang nggak Seneng Poligami :

  • 198,551 orang
%d bloggers like this: