Jelasnggak

Archive for the ‘Kesalahan Logic Muslim’ Category

Pertanyaan ini titipan seorang teman.

Ada  kalangan muslim yang berkata bahwa:
Quran itu asli, dan itu ada di Arab sana, dan menganggap Quran copy-an atau terjemahan bukanlah Quran.
Quran, seperti kita ketahui, tentu ada yang tertulis dan ada juga yang lisan (dihafalkan)
Quran juga tentu saja diwahyukan ke Muhammad dengan pertantaraan Jibril.
Tetapi Quran yang tertulis dan yang lisan baru diseragamkan setelah beberapa ratus tahun berikutnya.

Nah timbul pertanyaan:
Read the rest of this entry »

Advertisements

Semua ajaran yang datangnya dari TuH@n, tidak akan pernah mengakibatkan KEBATHILAN dan kerugian bagi umat manusia, baik diri sendiri maupun orang lain.

Kalau ada ajaran yang mengakibatkan kebathilan, maka ajaran itu tentu saja BUKAN berasal dari TuH@n.

Lalu, Apakah yang dimaksud dengan ajaran itu..?

Dalam suatu agama, ajaran bisa di samakan dengan PERINTAH. 

Kalau seseorang menjalankan perintah “Jangan Berbohong”, maka orang itu tidak akan membathil-i atau merugikan orang lain.

Kalau seseorang menjalankan perintah “Jangan Mencuri”, maka orang tersebut tidak akan membathil-i atau merugikan orang lain.

Kalau saya menjalankan perintah “Jangan Berbohong”, kepada SEMUA ORANG, tanpa pandang bulu, TIDAK ADA satupun atau sekelompok orang yang akan dirugikan oleh tindakan saya.

Kalau saya menjalankan perintah “Jangan Mencuri”, kepada SEMUA ORANG, maka TIDAK ADA satupun atau sekelompok orang yang akan dirugikan oleh tindakan saya itu.

Jika X menjalankan perintah Y kepada Z, dan Z tidak ada yang dirugikan, maka perintah Y berasal dari Tuh@n.

 Sebaliknya.

Kalau saya menjalankan perintah “Jangan Berbohong”, kepada SEMUA ORANG, lalu ada satu, atau sebagian orang yang dirugikan, maka itu berarti, ajaran “Jangan Berbohong” bukanlah ajaran dari Tuh@n.

Kalau saya menjalankan perintah “Jangan Mencuri”, kepada SEMUA ORANG, lalu ada sebagian orang yang dirugikan dengan tindakan saya, maka itu berarti, ajaran “Jangan mencuri” bukanlah ajaran dari Tuh@n.

Kenapa? Karena ada satu, atau sekelompok orang, yang dirugikan oleh tindakan saya tersebut.

 Saya tidak pernah mencuri, tapi ada oran yang dirugikan. itu tak masuk di akal.

Kalau saya bawa hal ini ke masalah poligami.

Ajaran pembolehan untuk poligami, jelas terlihat di sini sebagai ajaran BUKAN dari Tuh@n. Sebab, ADA satu atau sekelompok orang yang merasa dirugikan (sakit hatinya) dan menolak ajaran pembolehan poligami ini. Mereka adalah kaum wanita.

Karena ada SATU atau sekelompok orang yang menolak ajaran pembolehan poligami ini, maka, ajaran ini jelas bukan dari TUH@n.

Kenapa ? Balik lagi ke atas : Karena SEMUA ajaran yang datangnya dari TuH@n, tidak akan pernah mengakibatkan KEBATHILAN dan kerugian bagi umat manusia, baik diri sendiri maupun orang lain.

Lalu, bagaimana dengan kisah di dalam injil ketika Yesus mengobrak-abrik para pedagang yang berjualan di dalam Bait Suci ?

Jawabnya adalah gampang. Kisah Yesus yang mengobrak-abrik pedagang, adalah BUKAN suatu ajaran.

Apakah Yesus di dalam kisah itu, menyuruh pengikutnya untuk MELAKUKAN obrak-abrik terhadap pedagang di bait suci ? Tidak.

Apakah Yesus di dalam kisah itu, memerintahkan pengikutnya untuk meniru kelakuanNya itu ? Tidak.

Adakah di dalam alkitab tertulis ajaran yang mengatakan bahwa pengikutnya harus melakukan seperti Yesus, yaitu mengobrak-abrik pedagang yang berjualan di bait suci..? Tidak ada.

Salam

Cara berfikir muslim mengenai poligami kadang amat sangat membuat kita yang mendengar akan tertawa terbahak-bahak.

Mereka mengatakan bahwa Poligami itu Baik karena
1. menekan angka pelacuran
2. Membantu janda yang ditinggal mati suaminya secara finansial
3. Membantu memberikan belaian dan kebutuhan logis wanita.
4. Membantu lelaki yang hyperseks
5. Membantu menyeimbangkan populasi dunia antara wanita dan pria.
6. Perbuatan mulia.

Tapi mereka lupa satu hal.

Poligami menyakiti hati istri terdahulu.

Read the rest of this entry »

Monolog ini cuman karangan…
Tujuannya ngga lain dan ngga bukan, untuk memperjelas Point saya mengenai konsep “TuH@n Yang Maha Kuasa”  menurut kekristenan.
(karena…aduh….maap… itu orang ngga jelas-jelas…)

Jadi jangan anggap saya melakukan dusta atau apa ya..?

Ngerti ?

————————-

Read the rest of this entry »

Wedul Berkata : (lihat di sini )

Misalnya : Ada hadits dari seseorang yang mengatakan bahwa : Nabi Muhammad pada masa hijrah memerintahkan seseorang untuk berzina. Jelas hadits ini palsu karena Al-Quran melarang berzina.

===> Kesimpulan yang bisa saya ambil dari tulisan sdr. Wedul : ” Jika tulisan yang ada di hadits bertentangan dengan yang ada di Quran, maka itu artinya, hadist itu sudah dipalsukan  alias ngga bisa dipake lagi.”

———————-
Wedul Berkata :

Bahwa kurang lebih dalam waktu 10 tahun nabi Muhammad menikahi wanita sekitar 10 orang. Jadi rata-rata 1 orang 1 tahun, karena tahun-tahun itu penuh peristiwa yang mengharuskan nabi Muhammad mengambil langkah ini. Beberapa pakar Muslim dan non-Muslim yang obyektif mengakui bahwa perkawinan-perkawinan sepeninggal Khadijah dilakukan dengan motif politik dan sosial.

Ditambahkan lagi oleh sang penulis yang jenius ini,

Bukti-bukti lengkap dari seorang penulis barat bernama John L. Esposito. Yang adalah Professor Religion and Director of Center for International Studies at the College of the holly cross.

===> Dengan kata lain, sang penulis di blog itu lebih dipercaya tulisan seorang profesor barat daripada tulisan para sahabat Muhamad sendiri.

Ini kan aneh. he he he.

Benci sama orang barat, tapi kutip-kutip tulisan mereka.

Ck..ck..ck

Lanjut.

Intinya, kalau ada tulisan yang mengatakan bahwa Muhamad kawin dengan motif sosial, maka tulisan itulah yang dipercaya kebenarannya.

Tapi sebaliknya, kalau ada tulisan yang berkata bahwa muhammad kawin banyak karena ngiler dan orgi/horni melihat wanita2 cantik itu(biarpun yang nulis adalah sahabat Muhamad dan dan tertulis dalam naskah teks yang tua/otentik), maka tulisan hadist itu adalah PALSU.

Hmmmmm…….
———————-
Wedul Berkata :

1. Motif politik politis (seperti pada Juariyah, Safiyah, Maimunah) dilakukan untuk menguatkan kedudukan Islam dengan perkawinan antar pemuka suku. Seperti kita ketahui jaman dulu kerajaan-kerajaan di Indonesia mengadakan perkawinan bangsawan antar suku baik dari dalam dan luar negeri untuk menguatkan kedudukan dan pengaruh.

==> Mau motif politis, sosial, budaya, pertahanan, keamanan dll. sdb kek.

Apa hubungannya dengan KENYATAAN bahwa Muhamad KAWIN BANYAK alias BERPOLIGAMI.

Dan POLIGAMI ADALAH DILARANG DALAM ISLAM (setidaknya ini adalah pendapat dari muslim-muslim yang pernah saya debat di imankristen.wordpress.com)!

—————————–

Dikatakan lagi :

2. Motif Sosial dilakukan dalam rangka merawat anak, rumah tangga (seperti pada Sawda, Maria) pendidikan (seperti pada Aisyah), penegasan hukum (pada kasus Zainab), mengkader da’iyah (Safiyah), dan yang terbanyak adalah perlindungan terhadap para janda mukmin yang ditinggal mati oleh suaminya dalam perang, para janda yang terlantar atau yang menyerahkan diri pada Nabi, dll.

==> Hmm..

Saya jadi mikir.

Coba kita tanya kepada diri sendiri secara jujur.
Dalam suatu perang, berapa banyak sih suami yang mati di bunuh ?
Kita estimate aja lah. Misalnya 100 orang mati terbunuh dalam berang badar. Eh tunggu…. 100 kebanyakan kali ya. Taruhlah 50 orang mati dalam perang badar. Nah, dengan demikian akan ada 50 janda yang harus ditolong oleh muhammad.

Setuju pembaca…? 50 janda ..?

Oke.

Kalu setuju, saya lanjutkan lagi.

===>Jika ada 50 janda yang harus ditolong oleh Muhamad, kenapa dia cuman mengawini 5-6 janda saja…? <===

Kenapa tidak dikawini saja semua 50 janda itu.

Kenapa cuman 5-6 orang saja yang “dibantu”-nya ( hi hi hi)

—————–

Terlalu mengada-ada.

Inikah yang dimaksudkan oleh Ali Sina dengan “BERUSAHA MENENTRAMKAN DIRI SENDIRI”

Wasalam

Surah [33.37] Berkata :

Dan (ingatlah), ketika kamu berkata kepada orang yang Allah telah melimpahkan nikmat kepadanya dan kamu (juga) telah memberi nikmat kepadanya: “Tahanlah terus istrimu dan bertakwalah kepada Allah”, sedang kamu menyembunyikan di dalam hatimu apa yang Allah akan menyatakannya, dan kamu takut kepada manusia, sedang Allah-lah yang lebih berhak untuk kamu takuti. Maka tatkala Zaid telah mengakhiri keperluan terhadap istrinya (menceraikannya), Kami kawinkan kamu dengan dia supaya tidak ada keberatan bagi orang mukmin untuk (mengawini) istri-istri anak-anak angkat mereka, apabila anak-anak angkat itu telah menyelesaikan keperluannya daripada istrinya. Dan adalah ketetapan Allah itu pasti terjadi.

Bagi saya ayat ini adalah ayat yang mengandung banyak ke-aneh-an.

Saya merasa perlu untuk menanyakan hal ini kepada Teman Muslim.

Kenapa, kenapa dan kenapa.

Read the rest of this entry »

Kepada Saudara  Shahil Yth.

Pertama tama saya ucapkan ASALAMUALAIKUM WAROHMATYESUSHI WABARAKATUHL

BisYESUShiromanirohim !

Tulisan ini adalah jawaban atas tulisan Sdr. Shahil Yang bisa ditemukan di sini.

Daripada Capek mencuba jelaskan kepada sdr. Shahil,  (dan karena susah sekali posting di blognya dia ) Maka saya putuskan untuk menuliskan “petunjuk” (baca:jawaban) di sini saja.

Begini kira-kira jawaban saya :

Jelasnggak : “Tuh@n bisa ciptakan Universe ga ?”

Shahil : “bisa”

Jelasnggak : “Tuh@n bisa ciptakan segalanya ngga “

shahil jawab : “bisa”

Jelasnggak : “Tuh@n bisa merubah jibril jadi manusia ngga ?

shahil jawab : “bisa”

Jelasnggak : “Tuh@n bisa merubah dirinya menjadi manusia ga ?

shahil jawab : “Oooo… itu tidak bisa pak..!! ?

Jelasnggak : “Kenapa ?”

Shahil Jawab : “Karena…. kalau TuH@n jadi manusia,.. dia bisa jadi dzat lemah pak!”

Jelasnggak : “Kalau begitu, apakah Tuh@n bisa jadi manusia yang TIDAK lemah ga..?”

Shahil jawab : “Bisa… Tapi nanti siapa yang urus universe Pak!”

Jelasnggak : “Kalau begitu saya tanya,.. TuH@n bisa jadi Manusia sekaligus bisa mengurus Universe ga..?”

Shahil Jawab : “Bisa.. “

Jelasnggak : “Mengapa kau jawab begitu ?”

Shahil jawab : “Karena TuH@n itu maha bisa “

Jelasnggak : “Nah, berarti Kalau Yesus itu TuH@n masuk akal ga..?”

.
.
.
Shahil jawab: “tetapi Yesus itu mati pak!.. kalau bisa mati.. itu berarti bukan Tuh@n.. tapi manusia pak..!!”

Jelasnggak : “Kalau gitu saya bertanya, Tuh@n bisa jadi manusia yang mati tapi tidak mati ga..?”

Shahil jawab : “Bingung saya…”

Jelasnggak : “Kalau bingung saya tanya dulu yang ini untuk membuat kamu jelas : Tuh@n bisa mati seperti manusia mati ga..?”

Shahil Jawab : “TIDAK PAK.. masak TuH@n mati seperti manusia mati sih.. Dia adalah KEKAL, dan Dia tidak akan terkena kematian. Dia tak sama seperti manusia pak!. Manusia mati, tetapi TUh@N TIdak mati pak!”

Jelasnggak : “Good..! Sekarang saya tanya lagi :
TuH@n bisa membuat diriNYA mati seperti manusia mati tetapi Dia sebenarnya tidak mati, ga..?”

Shahil jawab : “Bisa Pak! “

Jelasnggak : “Apa alasan kamu ?”

Shahil Jawab : “Karena TuH@n Maha bisa pak !”

Jelasnggak : “Pinter..
Nah, berarti sekarang kamu sudah memahami bahwa Yesus itu adalah TuH@n yang menjelma menjadi manusia kemudian mati (tetapi Dia tidak mati) dan bangkit lagi…?”

Shahil Jawab : “Alhamdulilah.. sekarang saya ngerti..”

Jelasnggak : “Praise the Lord!”

Akhir kata saya ucapkan,

Wabilahitaufik walhidayah, wasalamualaikum warohmatYesushi wabarokatuhl..


Yang nggak Seneng Poligami :

  • 216,229 orang