Jelasnggak

Archive for the ‘Logical Fallacy’ Category

Berikut adalah penjelasan secara lebih mendalam dari suatu bentuk kesalahan pemikiran yang sering digunakan lawan bicara pada suatu sesi debat/diskusi, yaitu ad hominem Tu Quoque.

Tu Quoque adalah salah satu bentuk ad hominem.
Dan seperti kita tahu, ad hominem adalah bentuk kesalahan pemikiran dalam berargumentasi, karena di dalam ad hominem, seseorang pada dasarnya menyerang pribadi orangnya, dan bukan argumentasinya.Yang diserang bukan pendapatnya, melainkan orangnya.

Contoh ad hominem :

Frits mengkritik Toyib karena Toyib mengatakan bahwa 0/0 = 1. Sedangkan dalam matematika yang umum, 0/0 = tak terdefinisi. Dalam usaha menjawab tuduhan itu, toyib bukannya menjawab secara ilmiah dengan argumentasi, melainkan membelokkan kritikan dengan menyerang pribadi Fritz. Padahal pribadi Fritz sama sekali tidak Read the rest of this entry »

Advertisements

Tipe fallacy jenis ini terjadi jika seseorang dengan sengajanya mengambil secara salah point penting lawan bicaranya, dan kemudian menyerangnya.

Bentuk dari Straw Man adalah sbb:

1. Si A punya Point X
2. Si B mengatakan Point Y ( yang adalah pengambilan secara salah dari point  X itu).
3. Si B kemudian menyerang Point Y itu.
4. Yang mengakibatkan, Point X itu menjadi salah.

Read the rest of this entry »

Saya tertarik dengan penyataan yang keluar dari kubu Boediono (dalam hal ini pak Andi Malarangkeng) atas tuduhan kwik kian Gie bahwa Boediono adalah seorang pro neolib.
(Baca kompas.com disini)

Kwik Kian Gie mengklaim :  “Boediono itu pro neolib”

Kubu Boediono menjawab (dengan ad hominem Tu Quoque) :

“Sebenarnya Pak Kwik lupa bahwa beliau juga menjadi bagian dari pemerintahan ketika privatisasi itu terjadi”.

 
Ad hominem Tu Quoque terjadi apabila seseorang menjawab tuduhan/klaim lawan bicaranya dengan menyerang orangnya (bukan argumentnya).

Dengan demikian, proses pembuktian dari klaim lawan bicara menjadi kabur/tak terjawab sama sekali/dibelokkan. Tujuan utama seseorang mengeluarkan argument yang mengandung ad hominem tu quoque adalah untuk mengaburkan persoalan, membelokkan hal utama.

Ad Hominem Tu Quoque memiliki bentuk seperti ini:

1. Si A membuat klaim X
2. Si B (lawan bicara si A), menyatakan bahwa kelakuan si A pada masa lalu, Keputusan yang dibuatnya, adalah bertentangan dengan klaim yang dibuat oleh si A.
3. Kesimpulannya, klaim X yang dibuat oleh si A adalah salah.

Kubu Boediono dalam hal ini telah melakukan Ad Hominem Tu Quoque kepada Kwik Kian gie.
Kubu Boediono tidak menyanggah tuduhan kwiek dengan argument balik, tetapi malahan mengatakan sesuatu yang tidak ada sangkut pautnya dengan klaim pak Kwik (Yaitu pak kwik dulu juga ikut andil di dalam privatisasi itu)

 
Contoh Lain dari ad hominem Tu Queque.

1. Ujang berkata : “merokok itu ngga sehat”
   Geraldo menyanggah dengan (ad hominem tu Quoque) : ” Yailah Jang.. elu sendiri ngerokok”

Lihat. Apakah Ujang merokok atau tidak, adalah sama sekali tidak berhubungan dengan pernyataan ujang.

2. Kristiani berkata : “Quran, yang katanya adalah kitab dari Tuh@n, ternyata mengajarkan Pembunuhan”

Muslim berkata (ad Hominem Tu Quoque) : “Yailah.. ngaca dong Jel.. di alkitab loe sendiri kan ada tertulis yang begituan..”

Tuduhan kristiani terhadap Quran, tidak ada sangkut pautnya dengan apa yang tertulis di kitab suci kristiani itu sendiri.

Itu adalah dua hal yang berbeda.

(kalau dilanjutin, Jelasnggak akan berkata begini : ” Okehhh.. Memang di alkitab ada tertulis seperti itu… kalau dengan adanya pembunuhan di suatu kitab suci, akan menjadikan kitab suci itu bukan berasal dari Tuh@n, berarti alkitab dan Quran bukan kitab dari TuH@n dong…sama dong kiteeee….he he he.)

Ada Yang mau protes..?

Ya silahkeennnn…

Bebaasss kok.. internet..

Sumber : Internet ajaaaaa…. ngapain sekolah jauh-jauh… .tinggi-tinggi….buang waktu.. buang duit,…. buang tenaga… hhhh..

Nama lain False Dillema:

– Black and White thinking

– Bifurcation

– kesalahan Dikotomi (indonesia punya)

 

Bentuk dari False dillema.

  • Jika tidak X, maka Y yang benar (Padahal bisa saja keduanya benar atau keduanya salah).
  • Klaim Y salah.
  • Maka KlaimX adalah Benar.
  • Pada dasarnya, si pembuat argument ingin membatasi pilihan denga 2 saja. Padahal dalam kenyataannya, ada lebih dari 2 pilihan.

    Contoh.

    Kalau tidak manusia yang nyolong kue pukis saya di atas meja, pastilah hantu yang ngambil.

    Di sini, saya membatasi pilihan dengan hanya 2 pilihan : Manusia atau Hantu. Padahal, pada kenyataannya, anjing ataupun kucing pun bisa nyolong kue pukis saya.

    Pengecualian .

    Kalau pilihan memang hanya cuman 2. Contoh : Hidup dan mati, Menang atau kalah.

    Etymology:

    Dulu, saya sering ke dunia fantasi di ancol. Di sana, setiap hari tertentu ada pawai musik. Pemain musik dan penyanyi dan penari naik di atas kereta music (bandwagon) dan berpawai ke seluruh area di dunia fantasi.
    Asal kata “Bandwagon”  sebenarnya berasal dari kata “loncat ke kereta musik yang sedang berpawai” atau “memanjat ke kereta musik yang sedang pawai”.

    Kereta musik juga sering digunakan oleh para peserta pemilu. Capres, caleg,dan ca-ca yang lain, biasanya akan menggunakan kereta musik dan berpawai ke jalan-jalan untuk menarik perhatian warga.
    Warga kemudian akan menunjukkan supportnya kepada calon-calon yang sedang berpawai tersebut dengan cara memanjat.

    Di dalam percakapan sehari-hari, debat atau diskusi, sering kali kita menemukan orang-orang yang melakukan argumentasi bandwagon.

    Argumentasi Bandwagon, adalah argumentasi yang mengandung kesalahan pemikiran (fallacious argument). Karena kesimpulan dari argument ini didasarkan pada “ancaman”  dari peer’s lawan bicara.

    Bentuk Dari Bandwagon.

  • Si  A  “ditekan(pressured)” oleh “peers” nya.
  • Maka,  Klaim si A mengenai X adalah salah.
  • Nama lain :  Peer Pressure

    Contoh

    Jelasnggak : ” 1 + 1 = 2 ”

    Lovepassword : “Saya tahu itu, tapi kita dan group kita ngga bisa terima hal itu”

    Jelasnggak : “Oke deh.. kalau gitu saya salah dong yaa..?”

     Di sini terlihat jelas. Group ngga ada hubungannya dengan kebenaran suatu klaim.

    Nama lain dari fallacy ini :

    – Appeal to Authority
    – Misuse of Authority
    – Irrelevant Authority
    – Questionable Authority
    – Inappropriate Authority
    – Ad Verecundiam

    Bentuk dari Fallacy ini:

    1. Si A berkata X tentang subjek S.
    2. Ada sesuatu yang menonjol dari si A (tenar, terkenal dll, yang tidak Punya autoritas untuk Subyek S)
    3. Maka Klaim X tersebut adalah benar.

    Kesalahan type ini terjadi ketika si A tidak memiliki autoritas untuk subyek yang sedang dibicarakan. Pendeknya, jika si A tidak layak untuk membuat klaim dalam subjek S, maka argument adalah fallacius.

    Contoh.

    1. Zidane berkata islam itu benar
    2. Zidane terkenal (tapi ngga punya pendidikan tentang keagamaan)
    3. Maka Islam itu benar.
    Bersambung.

    (yang mau nambahin silahkan…)

    Appeal to Popularity Form :

    * Jika banyak yang percaya X adalah benar, maka x itu adalah benar

    atau

    * Jika banyak orang  yang menerima x, maka X dapat diterima.

    Nama lain dari Appeal to Popularity adalah :
    – Argument by Consensus
    – Argumentum ad Populum
    – Authority of the Many

    Kesalahan pemikiran seperti contoh berikut ini biasanya terjadi ketika seseorang berusaha meyakinkan lawan bicaranya bahwa teori yang lagi ngetrend adalah teori yang benar.

    Contoh dari Appeal to Popularity:
    –>Karena 75%  masyarakat percaya bahwa UFO itu ada, maka kesimpulannya, UFO itu memang benar-benar ada

    Apakah Ufo ada atau tidak, tidaklah bisa ditentukan oleh banyak sedikitnya masyarakat yang percaya akan keberadaan UFO.

    Contoh berikutnya adalah sebaliknya. Kesalahan pemikiran seperti contoh di bawah ini biasanya terjadi ketika seseorang berusaha meyakinkan lawan bicaranya bahwa teori yang lagi tidak populer (ngga ngetrend) adalah adalah teori yang salah.

    –> Karena sedikit sekali yang percaya bahwa UFO itu ada, maka kesimpulannya, UFO itu memang ngga ada.

    Contoh berikut ini sering ditemui dalam masalah etika.

    –> Karena kebanyakan orang di dunia makan daging, maka kesimpulannya, ngga ada issu etika mengenai makan daging.

    –> Kebanyakan rakyat amerika berpendapat bahwa perang vietman adalah tidak bermoral, maka kesimpulannya, perang vietnam adalah ngga bermoral.

    Contoh berikut ini paling sering di pakai di marketing/iklan.

    –>Vacuum Cleaner merek “dodol” adalah yang terbaik di indonesia, maka kesimpulannya, kita harus beli vacuum cleaner itu.
    Demikian penjelasan mengenai Appeal to Popularity.
    Silahkan di tambahkan atau di debat.
    Thanks.


    Yang nggak Seneng Poligami :

    • 212,166 orang